Tag Archives: FanFiction

Be with Me (Part 10 – End)

20150308_1_1

Last part
Setelah melewati malam indah yang panjang bersama Siwon, Nana memulai hari dengan penuh semangat. Walaupun bangun terlambat beberapa menit, namun Nana masih bisa menyiapkan sarapan untuk suaminya itu. Seulas senyum langsung terukir di wajah cantiknya begitu mendengar derap langkah kaki Siwon yang sedang menuruni tangga.
“Selamat pagi, Sayang,” sapa Siwon lalu mencium kening Nana. “Memasak apa hari ini?” lanjutnya.
“Eum, sup daging sapi,” jawab Nana. Siwon mengangguk lalu duduk di kursi yang terletak di ujung meja.
“Apa agenda Oppa hari ini?” tanya Nana.
Siwon tersenyum menggoda. “Wae? Kau mau mengajakku berkencan lagi?”
Nana mendengus dan tersipu malu. Ketika ia sedang mencari akal untuk menjawab ejekan Siwon, seorang pelayan datang dengan tergesa.
“Mohon maaf, Tuan, di depan ada polisi,” Berita itu sontak membuat Nana dan Siwon kaget. Siwon langsung bangkit menuju ruang tamu, disusul Nana.
“Mohon maaf, Tuan Choi Siwon?” ujar salah satu polisi begitu melihat Siwon datang.
“Ye?”
“Kami ditugaskan untuk menangkap Anda atas tuduhan membunuh warga negara Prancis bernama Fabio.”
“Apa?”
_oOo_

This part starts here…
“Apa? Membunuh Fabio?” ulang Siwon.
“Benar. Kami membawa surat perintah penangkapan untuk Anda.”
“Sebentar, tidak mungkin! Ini salah!”
“Maaf Tuan Choi, kami hanya menjalankan tugas. Silakan Anda menjelaskan di kantor kami,” jawab sang polisi, tegas.
“Tidak. Saya tidak akan ikut dengan kalian.”

Continue reading Be with Me (Part 10 – End)

(Un) Broken Vows (Part 4)


“Kau berbohong, kan? Tidak mungkin ada lelaki lain, Nana!” Dengan mudahnya, Siwon membaca sikap diam Nana. “Sekarang, katakan padaku! Mengapa kau ingin bercerai denganku?”

“Kau tidak perlu tahu!”

“AKU HARUS TAHU!” Siwon berteriak. “JAWAB AKU, NANA! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU PERGI SEBELUM MENJAWAB…”

“KARENA AKU TIDAK INGIN MELIHAT ANAKKU SETIAP DETIK HARUS BERTARUH NYAWA SEPERTIMU!”

_oOo_

Seakan diguyur air es, Siwon terpaku di tempatnya. Ia melepaskan cengkeramannya di bahu Nana lalu mundur selangkah. Pandangannya tidak lepas dari Nana yang menundukkan kepala. Tubuh wanita itu merosot perlahan, meringuk, lalu terisak dengan memeluk lututnya. Siwon mengepalkan kedua tangannya, lalu menarik nafas tajam. “Tidak, Nana! Tidak bisa!” ujar Siwon dengan suara parau. Detik berikutnya ia melangkah menuju walk in closet, melewati Nana yang semakin terisak, dan menutup pintu keras.

_oOo_

Continue reading (Un) Broken Vows (Part 4)

(Un) Broken Vows (Part 3)

Ding.

Bunyi lift pribadi yang langsung terhubung ke penthouse memanggil perhatian Nana yang sedang menyuapi Shian buah naga, di ruang tamu. Sosok yang tidak asing lagi pun muncul. Jo Jungseok, tangan kanan Siwon, datang membawa box besar yang penuh mainan. Kening Nana berkerut. Melihat Nana, Jungseok sedikit menundukkan kepala, memberi hormat.

“Selamat sore, Nyonya! Tuan menyuruh saya untuk mengantarkan ini, untuk Tuan Muda,” ujar Jungseok, merujuk pada Shian.

Continue reading (Un) Broken Vows (Part 3)

(Un)Broken Vows (Part 2)

psx_20160522_023936.jpg

 

“DO NOT COPY AND/OR  REPOST WITHOUT PERMISSION”

 

“Apa maksudmu, Nana? Di sana adalah tempatmu, dan aku tidak pernah tidur pisah ranjang dengan istriku!”
Istri? Siwon masih menganggap Nana adalah istrinya? Nana memijat pelipisnya. Dia pusing dengan semua ini.
“Siwon-ssi, kita sudah berpisah selama dua tahun. Apa kau masih merasa kita adalah suami istri? Jujur, aku merasa tidak selayaknya kita tidur bersama,”
“Kau menolakku, Nana? Kau ingin bercerai denganku? Apakah itu maksudmu?” serang Siwon. Nana diam. Bibirnya bergetar.
Siwon meraih lengan kiri Nana dan menarik ujung lengan pakaian Nana ke atas, dan tampaklah sebuah tattoo yang terukir di lengannya.
“If i am the lion king, then you’re the queen. Selamanya Nana, selama gambar ini masih terukir di kulitmu!”
Continue reading (Un)Broken Vows (Part 2)

Be With Me (Part 9)

20150308_1_1

 

“Mwo? Kau menanyakan padaku apa saja yang dilakukan ketika berkencan?” Ulang Park Sooyoung kepada Nana seraya menatap sahabatnya itu dengan dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Ne, aku ingin mengajak Siwon oppa berkencan,” jawab Nana pelan dengan wajah memerah. Setelah mendengar kisah Siwon, Nana merasakan keinginan yang besar untuk  membahagiakan suaminya itu, walaupun hanya kebahagiaan-kebahagiaan kecil. Nana bertekad untuk menunjukkan bahwa Siwon memiliki Nana disampingnya, yang mencintainya dengan tulus. Dengan begitu, Nana harap bisa melunakkan hati Siwon dan membuat lelaki itu melihat dunia dari sisi yang berbeda. Tiba-tiba, terlintas di benaknya untuk mengajak Siwon kencan.

Continue reading Be With Me (Part 9)