(Un) Broken Vows (Part 4)


“Kau berbohong, kan? Tidak mungkin ada lelaki lain, Nana!” Dengan mudahnya, Siwon membaca sikap diam Nana. “Sekarang, katakan padaku! Mengapa kau ingin bercerai denganku?”

“Kau tidak perlu tahu!”

“AKU HARUS TAHU!” Siwon berteriak. “JAWAB AKU, NANA! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU PERGI SEBELUM MENJAWAB…”

“KARENA AKU TIDAK INGIN MELIHAT ANAKKU SETIAP DETIK HARUS BERTARUH NYAWA SEPERTIMU!”

_oOo_

Seakan diguyur air es, Siwon terpaku di tempatnya. Ia melepaskan cengkeramannya di bahu Nana lalu mundur selangkah. Pandangannya tidak lepas dari Nana yang menundukkan kepala. Tubuh wanita itu merosot perlahan, meringuk, lalu terisak dengan memeluk lututnya. Siwon mengepalkan kedua tangannya, lalu menarik nafas tajam. “Tidak, Nana! Tidak bisa!” ujar Siwon dengan suara parau. Detik berikutnya ia melangkah menuju walk in closet, melewati Nana yang semakin terisak, dan menutup pintu keras.

_oOo_

Continue reading (Un) Broken Vows (Part 4)

(Un) Broken Vows (Part 3)

Ding.

Bunyi lift pribadi yang langsung terhubung ke penthouse memanggil perhatian Nana yang sedang menyuapi Shian buah naga, di ruang tamu. Sosok yang tidak asing lagi pun muncul. Jo Jungseok, tangan kanan Siwon, datang membawa box besar yang penuh mainan. Kening Nana berkerut. Melihat Nana, Jungseok sedikit menundukkan kepala, memberi hormat.

“Selamat sore, Nyonya! Tuan menyuruh saya untuk mengantarkan ini, untuk Tuan Muda,” ujar Jungseok, merujuk pada Shian.

Continue reading (Un) Broken Vows (Part 3)

(Un)Broken Vows (Part 2)

psx_20160522_023936.jpg

 

“DO NOT COPY AND/OR  REPOST WITHOUT PERMISSION”

 

“Apa maksudmu, Nana? Di sana adalah tempatmu, dan aku tidak pernah tidur pisah ranjang dengan istriku!”
Istri? Siwon masih menganggap Nana adalah istrinya? Nana memijat pelipisnya. Dia pusing dengan semua ini.
“Siwon-ssi, kita sudah berpisah selama dua tahun. Apa kau masih merasa kita adalah suami istri? Jujur, aku merasa tidak selayaknya kita tidur bersama,”
“Kau menolakku, Nana? Kau ingin bercerai denganku? Apakah itu maksudmu?” serang Siwon. Nana diam. Bibirnya bergetar.
Siwon meraih lengan kiri Nana dan menarik ujung lengan pakaian Nana ke atas, dan tampaklah sebuah tattoo yang terukir di lengannya.
“If i am the lion king, then you’re the queen. Selamanya Nana, selama gambar ini masih terukir di kulitmu!”
Continue reading (Un)Broken Vows (Part 2)