Be with Me (Part 10 – End)

20150308_1_1

Last part
Setelah melewati malam indah yang panjang bersama Siwon, Nana memulai hari dengan penuh semangat. Walaupun bangun terlambat beberapa menit, namun Nana masih bisa menyiapkan sarapan untuk suaminya itu. Seulas senyum langsung terukir di wajah cantiknya begitu mendengar derap langkah kaki Siwon yang sedang menuruni tangga.
“Selamat pagi, Sayang,” sapa Siwon lalu mencium kening Nana. “Memasak apa hari ini?” lanjutnya.
“Eum, sup daging sapi,” jawab Nana. Siwon mengangguk lalu duduk di kursi yang terletak di ujung meja.
“Apa agenda Oppa hari ini?” tanya Nana.
Siwon tersenyum menggoda. “Wae? Kau mau mengajakku berkencan lagi?”
Nana mendengus dan tersipu malu. Ketika ia sedang mencari akal untuk menjawab ejekan Siwon, seorang pelayan datang dengan tergesa.
“Mohon maaf, Tuan, di depan ada polisi,” Berita itu sontak membuat Nana dan Siwon kaget. Siwon langsung bangkit menuju ruang tamu, disusul Nana.
“Mohon maaf, Tuan Choi Siwon?” ujar salah satu polisi begitu melihat Siwon datang.
“Ye?”
“Kami ditugaskan untuk menangkap Anda atas tuduhan membunuh warga negara Prancis bernama Fabio.”
“Apa?”
_oOo_

This part starts here…
“Apa? Membunuh Fabio?” ulang Siwon.
“Benar. Kami membawa surat perintah penangkapan untuk Anda.”
“Sebentar, tidak mungkin! Ini salah!”
“Maaf Tuan Choi, kami hanya menjalankan tugas. Silakan Anda menjelaskan di kantor kami,” jawab sang polisi, tegas.
“Tidak. Saya tidak akan ikut dengan kalian.”


“Kalau begitu, maaf Tuan Choi, kami harus membawa Anda dengan paksa.”
Tubuh Siwon mengeras. Giginya gemeretak. Ia menoleh pada Nana yang berdiri membeku di sampingnya. Air mata telah mengalir dari pelupuk matanya.
“Tuan Choi!” panggil sang polisi.
“Beri aku waktu sebentar,” ujar Siwon. Polisi tersebut mengangguk. Siwon lalu menarik lengan Nana lembut, mengajaknya menjauh dari sang polisi.
Siwon berdiri di depan Nana, lalu merangkum wajahnya. “Nana,” panggilnya.
Nana mengangkat wajahnya, menatap Siwon.
“Nana, ini adalah salah paham. Aku akan segera membereskan semuanya. Kau tidak perlu khawatir, OK?” Nana tidak menjawab.
“Aku akan meminta Junho untuk menjagamu di sini. Ku pastikan tidak ada yang akan mengganggumu.”
Siwon menatap Nana yang masih menatapnya, dengan tatapan yang sulit diartikan. Tiba-tiba, ada sebuah pertanyaan yang muncul di benak Siwon. Pertanyaan yang sangat takut ia dengar jawabannya, namun ia butuhkan.
“Nana, kau percaya padaku, kan?” Akhirnya, Siwon menanyakannya.
Nana diam.
“Nana? Kau percaya padaku?” desak Siwon.
Nana menunduk, lalu menenggelamkan wajahnya di dada Siwon, dan memeluk suaminya itu. “Cepat pulang, Oppa…” ujarnya, lirih.
_oOo_
Sepeninggal Siwon, Nana langsung terkulai lemas. Dengan dibantu oleh Hani, salah satu pekerja rumah tangganya, Nana duduk di sofa terdekat. Nana memejamkan mata. Ia tahu Siwon punya masa lalu yang buruk dan saat emosinya meledak, hanya Tuhan yang tahu bagaimana mengendalikannya. Nana bimbang. Mana yang harus ia percaya? Apakah Siwon benar-benar membunuh Fabio? Jika melihat emosi Siwon saat melihat tragedi itu, sangat jelas, Siwon bisa membunuh Fabio tanpa berpikir dua kali. Namun, apakah Siwon setega itu? Bukankah Siwon sangat terpukul dengan kecelakaan yang membuat kakaknya tewas? Bagaimana mungkin Siwon bisa membunuh seseorang.
Tunggu, bukankah setelah tragedi itu, Siwon sempat menghilang dan menjauhi Nana? Apakah saat-saat itulah Siwon melancarkan aksinya, mengeksekusi Fabio?
_oOo_
“Bagaimana?” tanya Siwon, begitu pengacaranya muncul di sel yang ia tempati untuk sementara. Sudah empat jam ia ditahan di situ, sedangkan pengacaranya berusaha mengeluarkannya.
“Maaf Tuan, saya tidak bisa melakukan apapun sampai ada bukti kuat yang bisa meringankan Anda. Menurut keterangan penyidik, semua bukti sudah lengkap dan valid, hanya menunggu persidangan untuk memutuskannya. Mereka juga memiliki saksi kunci.”
“Saksi kunci? Bagaimana mungkin ada saksi kunci? Aku tidak melakukan apapun!” cecar Siwon. “Siapa saksi kunci itu?”
Pengacaranya menggeleng, lalu menjawab, “Polisi tentu menyembunyikan identitasnya, sebagai jaminan keamanan kepada saksi.”
“Kalau begitu, apa yang bisa kau lakukan untuk mengeluarkanku sekarang? Berikan berapapun uang jaminan yang mereka minta! Aku harus pulang sekarang! Istriku menungguku!”
“Maaf Tuan Choi, untuk kasus seperti ini, Anda tidak bisa dibebaskan dengan uang jaminan.”
“Kau becanda? Aku tidak mau tahu caranya! AKU HARUS KELUAR DARI SEL SIALAN INI!” Siwon meradang.
“Maaf Tuan Choi! Mau tidak mau, kita harus menunggu sampai ada bukti yang mendukung alibi Anda.”
Siwon mendengus kasar, lalu menendang jeruji selnya, frustasi. Tidak ada yang lebih penting baginya daripada pulang dan bertemu Nana. Ia sangat ingin memastikan Nana baik-baik saja. Ia ingin memastikan Nana aman. Tidak peduli berapa banyak uang jaminan yang harus ia bayar, ia hanya ingin bersama Nana, dalam pelukan hangatnya. Lebih dari itu, ia ingin mendengar Nana menjawab pertanyaannya tadi. Ia ingin mendengar pernyataan Nana, bahwa Nana percaya padanya. Ya, kepercayaan Nana.
_oOo_
“Sayang, lebih baik kau ikut kami. Di sini kau sendirian, Nana. Pulang saja ke rumah, ne?” Begitu mendengar berita tentang penangkapan Siwon, orang tua Nana langsung menemui Nana. Selain mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, mereka juga membujuk Nana untuk ikut mereka. Saat datang, mereka langsung mendapati Nana duduk meringkuk di sofa.
Nana memeluk lututnya dan menggeleng. “Tidak, Eomma. Aku tidak ingin Siwon kebingungan mencariku saat ia pulang nanti.” Tolak Nana.
Nyonya Im menatap suaminya. Tuan Im mengangguk lalu mendekati Nana. “Sayang, aku sudah meminta pengacaraku untuk membantu Siwon. Namun, dia tidak bisa keluar hari ini. Sebaiknya kau ikut kami, ne? Ku pastikan, jika ada berita apapun tentang Siwon, Appa akan langsung memberitahumu. Lagipula, bukankah kita bisa menjemput Siwon bersama nanti?”
Nana memikirkan saran dari ayahnya, kemudian mengangguk. “Baiklah.”
_oOo_

“Hati-hati dengan pertanyaan jaksa, Tuan Choi. Mereka akan memancing dan menggiring Anda ke arah jawaban yang mereka inginkan. Bisa saja mereka memotong perkataan Anda, demi mendapatkan simpulan untuk menjatuhkan Anda.” Siwon mengangguk.
Sudah seminggu sejak penangkapannya, dan besok Siwon akan menjalani sidang pertamanya, namun Nana tidak pernah datang menjenguknya. Bahkan, Nana juga tidak menitipkan salam kepada pengacaranya. Pengacaranya malah mengatakan bahwa Nana pindah ke rumah orang tuanya. Tidak mendapat kabar apapun dari Nana benar-benar membunuhnya secara perlahan.
“Tuan Choi?”
Siwon mendesah. “Aku mendengarkanmu. Lagipula, aku tidak takut menghadapi sidang besok, karena aku benar-benar tidak bersalah. Aku tidak membunuh orang itu!”
Pengacaranya mengangguk, lalu membereskan berkas-berkasnya.
“Sebentar!” Suara Siwon yang menyentak, tiba-tiba menghentikan gerakannya. “Kau tadi mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui hubungan antara orang itu dan aku? Artinya apa yang terjadi dengan Nana juga?”
Pengacara Jung mengangguk. “Benar, Tuan!” tegasnya.
Rahang Siwon tiba-tiba mengeras. “Apakah tidak ada cara untuk tidak menyebutkan Nana sedikit pun dalam kasus ini? Terutama apa yang terjadi malam itu?”
Pengacara Jung menatap Siwon. “Tidak bisa, Tuan. Mereka pasti mengusut bagaimana hubungan kalian dan mencari tahu apa alasan Anda membunuh Fabio. Bahkan, ada besar kemungkinan Nyonya juga akan menjadi saksi.”
Siwon menggebrak meja, seraya bangkit dari kursinya. “Aku tidak mau Nana sampai terseret dalam kasus ini! Aku tidak mau seorang pun tahu tentang kejadian malam itu!”
“Tapi Tuan, kesaksian Nyonya bisa menjadi penolong Anda,”
“Aku tidak peduli! Kau harus menjauhkan Nana dari kasus ini. Jangan sampai ia menjadi saksi dan muncul di depan publik untuk menceritakan… malam itu!” Siwon bersikeras. Saat itu, ia tidak memproses Fabio secara hukum karena ia tidak mau nama Nana disebut-sebut. Ia ingin nama Nana bersih. Lalu kini? Nana akan memberikan kesaksian? Bagaimana mungkin ia membiarkan Nana mengingat kejadian malam itu dan bercerita di depan orang banyak? Lebih baik Siwon menjalani hukuman di balik jeruji daripada melihat Nana menangis dan menahan malu di depan banyak orang!
_oOo_

Blitz kamera wartawan begitu Siwon tiba di ruang sidang benar-benar diluar kendali. Sebagai seorang konglomerat dan dianggap memiliki kehidupan sempurna, skandal ini benar-benar menyedot perhatian masyarakat. Siwon menunduk dan terus berjalan menuju kursinya.
“Oppa!” Siwon tersentak dan menoleh, begitu mendengar suara wanita yang sangat dikenalnya.
“Nana,” gumam Siwon. Nana langsung berlari dari kursinya dan memeluk Siwon.
“Oppa,” ujarnya, di sela isak tangis. Siwon mencium puncak kepalanya. Namun, ia tidak bisa memeluk Nana karena tangannya diborgol.
Nana mengangkat wajahnya dan menangkup wajah Siwon dengan kedua tangannya. Hatinya hancur melihat penampilan Siwon yang berantakan. Kumis dan janggut yang tidak dicukur, lingkaran mata yang hitam dan cekung.
“Sayang, kau baik-baik saja?” suara Siwon memecah keheningan. Nana memejamkan mata, lalu menunduk, hingga dahinya menempel di bibir Siwon. Air mata mengalir semakin deras di pipinya. Bukannya memperhatikan dirinya sendiri, Siwon malah mengkhawatirkan Nana.
“Maaf, sidang akan segera dimulai,” suara petugas menginterupsi mereka.
Nana bangkit lalu mencium kedua pipi Siwon, dan berbisik “Gwaenchana, Oppa. Kau pasti bebas,” ujar Nana, lalu mengecup bibir Siwon. Siwon kaget selama sepersekian detik, karena Nana menciumnya di depan umum, saat semua perhatian tertuju pada mereka. Namun, karena kerinduannya, dan semua yang terjadi belakangan ini, Siwon membalas ciuman Nana, sebanyak mungkin yang ia bisa, walaupun hanya berlangsung selama beberapa detik.
_oOo_

Setelah dua saksi memberikan keterangan, masih belum ada titik terang. Seorang masyarakat sipil dan seorang polisi yang menemukan mayat Fabio, memberikan keterangan biasa yang mereka tahu. Tidak meringankan maupun memberatkan Siwon. Siwon mengerutkan kening dan mengepalkan tangan. Dia benar-benar tidak sabar dengan berjalannya persidangan ini. Jika memang jaksa memiliki saksi kunci, mengapa tidak langsung mengungkapkannya?
“Yang Mulia, kami mohon izin untuk mendengar kesaksian dari Nyonya Im Nana.” Siwon langsung berdiri begitu mendengar kalimat pengacaranya. Ia menarik kasar lengan Pengacara Jung.
“Bagaimana bisa kau?” ujar Siwon, berusaha keras menahan diri. Pengacara Jung menunduk lalu berbisik kepada Siwon.
“Ini satu-satunya cara, Tuan,” ujarnya. Siwon menggeleng. Namun sudut matanya langsung melihat Nana yang sudah berdiri dan berjalan menuju tempat duduknya untuk bersaksi.
“Nana, kau tidak usah…” Siwon berteriak dan maju, namun Pengacara Jung dan polisi menghalanginya.
“Tuan Choi, mohon tenang!” ujar hakim, tegas.
Siwon akhirnya duduk. Nafasnya memburu. Tangannya mengepal keras. Pandangannya tak lepas dari Nana. Walaupun Nana berusaha keras menyembunyikan rasa gugupnya, Siwon masih bisa merasakannya.
Nana menghela nafas, lalu mengambil sumpah untuk memberi kesaksian dengan jujur.
Pengacara Jung maju, lalu memulai pertanyaan tentang hubungan Nana dan Siwon. Nana menyatakan bahwa hubungan mereka baik. Sangat baik. Saat ditanya tentang apakah Siwon memiliki sifat kasar, Nana menyanggahnya. Setelah itu, dengan pertanyaan bagaimana Nana bisa mengenal Fabio. Nana pun menjawabnya dengan jelas dan rinci.
“Nyonya Im, berdasarkan penyelidikan, ditemukan bahwa ada insiden antara Anda,Tuan Fabio, dan Tuan Choi Siwon. Insiden ini pula yang membuat Tuan Choi, disebutkan, marah dan menghajar Tuan Fabio. Bisakah Anda menceritakan insiden itu?”
“PENGACARA JUNG! AKU MEMECATMU!” Siwon berteriak. Wajahnya merah padam.
“Tuan Choi, apakah Anda benar akan memecat Pengacara Jung?” tanya hakim.
“Tidak! Tidak! Aku tidak apa-apa! Aku akan menjawabnya!” Nana buru-buru menyela. Tidak mungkin Siwon ditinggal oleh pengacaranya di tengah-tengah sidang seperti ini.
“NANA!” Kini giliran Nana yang mendapat tatapan membara Siwon.
Nana mengangguk lalu tersenyum, sebisanya. “Gwaenchana,” bisiknya, tanpa suara.
Siwon menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi. Ia berusaha keras untuk melindungi Nana, namun sekarang Nana malah menceburkan dirinya sendiri? Dan hal itu tak lain karena Siwon!
“Ehem… Malam itu… Malam itu aku dan Fabio sedang menyelesaikan proyek kami di kantorku. Sedangkan Siwon sedang ke Jepang untuk mengurus proyeknya. Kami bekerja hingga larut malam…” Nana menunduk lalu menelan ludah. Kerongkongannya tercekat, seakan ada bola yang mengganjal. “…Hingga akhirnya, Fabio mencoba melecehkanku…” lanjut Nana, terbata.
Nana menarik nafas, lalu menghembuskannya perlahan. Setelah itu, ia mengangkat wajahnya, menatap hakim dan pengacara Jung bergantian. “Saat itu aku sangat takut, dan aku yakin bahwa aku akan kalah jika melawan Fabio. Tapi, aku terus melawan dan berteriak. Sampai akhirnya, Siwon Oppa datang. Ia langsung menarik Fabio dan…” Seakan teringat sesuatu, Nana langsung menghentikan kalimatnya. Ia menatap Pengacara Jung, ragu. Pengacara Jung mengangguk. “Siwon Oppa menghajar Fabio. Namun, ia tidak sampai membuat Fabio…tewas. Tidak. Siwon Oppa kemudian mengajakku pulang.”
Pengacara Jung mengangguk. “Kami rasa cukup, Yang Mulia.”
Setelah Pengacara Jung kembali ke mejanya, kini giliran Jaksa yang bertanya kepada Nana.
“Nyonya Im Nana, Anda mengatakan bahwa Tuan Choi menghajar Fabio. Seberapa parah Tuan Choi menghajar Fabio? Apakah sampai berdarah?”
Nana menoleh dan menatap Siwon sebentar. “Ye,” ujarnya, lirih.
“Apakah Anda tahu seberapa parah luka yang ia derita akibat pemukulan itu?”
Nana menggeleng.
“Setelah Anda kembali ke rumah, apakah Tuan Choi tidak menunjukkan perilaku aneh? Menghilang selama beberapa waktu misalnya?”
Nana diam. Memang, setelah itu Siwon sempat pergi dan susah dihubungi. Tetapi, mungkinkah Siwon menghilang selama beberapa waktu itu karena hal ini?
“Terima kasih, Yang Mulia.” Belum sempat Nana memberikan jawabannya, sang jaksa sudah kembali ke kursinya dan tersenyum tipis, menunjukkan kemenangan.
_oOo_

“Tuan Choi Siwon, dengan apa yang Fabio lakukan kepada istri Anda, bukankah itu sudah cukup untuk menjadi alasan untuk menghabisi nyawa lelaki itu?” tanya Jaksa.
“Benar.” Siwon menjawab singkat. Namun, jawaban lugas Siwon berhasil membuat seluruh hadirin menghela nafas kaget.
“Lalu apa yang Anda lakukan?”
Siwon menatap tajam sang jaksa. “Menyiksanya, hingga ia mati perlahan-lahan. Itu yang aku inginkan sekarang. Namun dengan emosiku saat itu, aku bisa saja menghabisinya dalam hitungan detik. Sayangnya, Nana menahanku.”
“Jadi, apa yang Anda lakukan, setelah Anda menghajar Fabio?”
“Aku meminta Junho untuk mengurusnya.”
“Mengurusnya? Apa yang Anda maksud dengan mengurusnya? Apakah menghabisinya?”
“Yang Mulia…” Pengacara Jung akan mengajukan protes atas pertanyaan Jaksa yang memojokkan Siwon. Hakim mengangkat tangan kanannya, menghentikan protes pengacara Jung.
Jaksa tersenyum tipis lalu kembali melihat Siwon. “Apa yang Anda maksud dengan ‘mengurusnya’?” ulang jaksa.

“Aku menyuruh Junho untuk memberikan peringatan kepadanya, agar tidak muncul dan mengganggu kami lagi. Aku juga menyuruh Junho untuk memberinya uang dan memulangkannya ke Paris.”
“Apakah Junho melakukan seperti apa yang Anda perintahkan?”
“Tentu. Junho melaporkannya kepadaku. Dia juga orang kepercayaanku.”
“Lalu, mengapa Junho tidak menjadi saksi di peradilan ini?”
Siwon menoleh kepada pengacara Jung. Pengacara Jung menggelengkan kepala, mengisyaratkan bahwa mereka kehilangan kontak Junho.
Jaksa berbalik menghadap hakim. “Yang Mulia, sepertinya, kesaksian dari Tuan Junho-lah yang akan mengungkap semua ini.”
Hakim mengangguk setuju.
_oOo_

“Kau sudah mencari Junho?” tanya Siwon, entah sudah ke sekian kalinya. Dan untuk ke sekian kalinya pula, Pengacara Jung mengatakan hal yang sama. Selang beberapa hari setelah Siwon tertangkap, Junho seakan hilang ditelan bumi. Sudah berbagai cara dilakukan oleh pengacara Jung untuk mencari Junho. Tanpa permintaan Jaksa-pun, mereka tahu bahwa Junho adalah saksi kunci. Lalu kemana lelaki itu?
_oOo_

Tengah malam, Nana terbangun. Ia menoleh ke samping, melihat gelasnya di nakas. Kosong. Nana turun lalu meraih gelasnya, bermaksud mengambil air minum di dapur. Saat akan turun tangga, Nana hampir berteriak kaget melihat sosok lelaki di ruang tamu, memakai pakaian serba hitam, sedang mengendap. Nana mundur lalu berlutut, bersembunyi di balik pagar tangga dan lantai atas. Nana menyipitkan mata, mencoba memfokuskan penglihatannya.
“Junho,” Nana menggumam pelan. Secercah rasa bahagia langsung menyeruak. Junho adalah saksi kunci akan kasus Siwon. Baru saja Nana akan memanggil Junho, tiba-tiba kakak lelakinya muncul dari ruang kerja ayahnya, memanggil Junho. Junho mengawasi sekeliling. Saat pandangannya menyapu area tangga, Nana menunduk. Sepertinya, Junho tidak tahu akan kehadiran Nana, karena lelaki itu langsung masuk ke ruang kerja ayahnya, mengikuti kakaknya.
Mengapa Junho datang ke rumahnya larut malam seperti ini? Apa yang ia lakukan? Ada hubungan apa antara Junho, ayahnya, dan kakak lelakinya?
_oOo_
“Tuan Kim Junho, apa yang Tuan Choi perintahkan kepada Anda?” Jaksa memulai pertanyaan kepada Kim Junho. Entah bagaimana caranya, Jaksa Penuntut Umum tiba-tiba menghadirkan Junho untuk memberikan kesaksian di sidang kali ini. Padahal, Pengacara Jung dan timnya sudah mati-matian mencari tahu keberadaan Kim Junho. Hal ini membuat Pengacara Jung bingung, strategi apa yang akan ia gunakan. Ia juga tidak tahu, apakah ia akan memberikan kesaksian yang meringankan Siwon? Ataukah sebaliknya?
“Tuan Choi meminta saya untuk mengurus Fabio,” jawab Junho.
“Apa yang dimaksud dengan membereskan?”
“Tuan Choi… Tuan Choi meminta saya untuk eum… menghabisinya.”
“KIM JUNHO!” Siwon langsung berteriak dan bangkit dari kursinya. Wajahnya merah padam. Beruntung, polisi sempat menahan tubuh Siwon sebelum lelaku itu maju dan menerkam Junho.
“KAU PEMBOHONG JUNHO! KAU PENGKHIANAT!” Siwon berteriak dan terus berusaha melepaskan diri dari polisi yang menahan tubuhnya.
“Tuan Choi Siwon! Tolong tenangkan diri Anda!” Hakim memperingatkan Siwon.
Pengacara Jung membisikkan sesuatu di telinga Siwon, beberapa kali, hingga Siwon akhirnya tenang. Polisi lalu melepaskan Siwon. Saat akan duduk, Siwon menoleh ke belakang, mencari Nana. Namun, nihil. Sejak persidangan dimulai, Nana belum datang, dan saat Siwon benar-benar terpojok seperti ini, wanita itu juga masih belum datang. Di saat-saat seperti ini, Siwon ingin Nana berada di sampingnya, karena wanita itu adalah sumber energinya. Namun di sisi lain, Siwon juga tidak ingin Nana melihatnya kalah seperti ini.
Siwon duduk. Ia mengacak rambutnya frustasi.
“Pengacara Jung, apakah ada saksi yang ingin Anda ajukan kembali?” tanya hakim.
“Ada, Yang Mulia,” Siwon langsung menoleh kepada Pengacara Jung. Lelaki itu sama sekali tidak memberi tahu Siwon tentang saksi ini. Biasanya mereka selalu berbagi informasi dan mendiskusikan strategi mereka.
“Silakan!”
“Nyonya Im Nana akan kembali memberikan kesaksiannya.” Apa? Nana?
Tak berapa lama, Nana pun masuk ke ruang sidang. Ia menoleh kepada Siwon. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Siwon sama sekali tidak melihat rasa gugup atau gelisah di wajah Nana. Sebaliknya, wanita itu terlihat yakin dan tenang.
Setelah mengucapkan sumpahnya, Nana mulai berbicara.
“Terima kasih atas kesempatannya, Yang Mulia. Kali ini, saya akan memberikan kesaksian sekaligus barang bukti tentang kasus ini.”
Setelah itu, dua orang petugas kepolisian keluar membawa meja, sebuah monitor, dan speaker.
“Pertama, video ini menunjukkan rekaman cctv di ruang kerja Ayah saya, Im Kyungho. Saat itu, ada pertemuan antara ayah saya, Im Kyungho, kakak lelaki saya, dan Kim Junho.”
Perhatian seluruh orang yang ada di ruangan itu pun tertuju pada monitor. Setelah hakim mengangguk dan memastikan bahwa orang-orang itu benar-benar adalaha Im Kyungho, Im Jaekyung, dan Kim Junho, Nana pun melanjutkan.
“Untuk isi percakapan mereka, ada dalam rekaman ini.” Nana maju dan memutar tombol play di sebuah alat milik kepolisian yang tersambung ke speaker.
“Sedikit lagi, rencana kita berhasil. Tinggal kau memberikan kesaksianmu, Junho!”
“Benar, Aboeji! Begitu Siwon dihukum mati karena kasus pembunuhan ini, seluruh hartanya jatuh ke tangan Nana! Tidak, lebih tepatnya ke tangan kita! Anak itu benar-benar polos! Pasti dia akan dengan mudahnya memberikan semuanya ke tangan kita! Hahahaa…!”
“Namun Tuan, bagaimana dengan keselamatan saya? Ayah saya dan Tuan Choi pasti akan mencincang saya hidup-hidup!”
“Tenang saja, Kim Junho! Aku sudah mengatur semuanya. Sesuai perjanjian kita, kau akan menjadi CEO dari perusahaan Siwon yang ada Mexico.”

Biip…!

“Yang Mulia, kini sudah nyata. Choi Siwon tidak bersalah. Ia menjadi korban dari permainan mertuanya dan kakak iparnya, yaitu ayah saya dan kakak saya,” ujar Nana, lalu berbalik menuju kursinya.
Nana menunduk. Bahunya berguncang. “Nana…” Gumam Siwon.
Siwon bangkit untuk menarik Nana ke dalam pelukannya. Namun, lagi-lagi, polisi menahan tubuhnya.
“Kami rasa sudah cukup, Yang Mulia,” Pengacara Jung memberikan kalimat penutup. Nana bangkit, lalu menuju bangku di barisan penonton, namun ia memilih bangku tepat di belakang Siwon.
Saat Nana berjalan, Siwon tidak pernah melepaskan pandangannya dari Nana. Saat Nana tiba di belakangnya, ia langsung bangkit dan menarik tubuh Nana ke dalam pelukannya. Walaupun pelukan mereka terhalang oleh pagar pembatas setinggi lutut.
Dooorr!
Suara tembakan tiba-tiba mengalihkan perhatian seluruh orang yang ada, termasuk Nana dan Siwon.
“Appa!” Nana berteriak melihat ayahnya jatuh dengan darah yang mengalir dari mulutnya. Nana segera berlari menuju ayahnya, diikuti oleh Siwon. Sedangkan polisi segera mengejar di penembak yang sudah lari keluar ruangan.
“Mianhae, Nana… Maafkan Appa… Huk…”
“Appaaaaa…!”
_oOo_

-Epilog-

Setahun kemudian
“Oppaaaaa… Ayolaaaah!” Nana merajuk manja pada Siwon. Ia sudah meminta bolak-balik hampir 10 kali ke ruang kerja Siwon, meminta lelaki itu mengantarnya keluar, menikmati pemandangan malam kota Seoul. Namun Siwon tetap menolak. Padahal Nana sudah melakukan berbagai cara, mulai dari membawakan susu, makanan ringan, sampai memberikan gelato salted caramel favoritnya.
“Oppaa…” Nana melangkah ke belakang Siwon, lalu memijat bahunya.
“Tidak, Nana… Terakhir kali aku menuruti keinginanmu yang ini, kau malah masuk angin!”
“Aku berjanji, kali ini tidak akan… Aku akan mengenakan jaket yang tebal!”
Siwon menghela nafas, lalu menoleh kepada Nana. Ia menarik tangan Nana lembut, mengarahkan wanita itu ke depannya, lalu bersandar di meja kerja Siwon. Siwon menggenggam kedua tangan Nana, lalu mengangkat wajahnya, menatap Nana.
“Sayang, aku tidak akan mengambil risiko seperti itu. Kalau kau sakit, bukan hanya kau yang menderita, tetapi calon bayi kita juga,” ujar Siwon, penuh penekanan.
Nana merengut. “Tapi ini keinginan anakmu juga…”
Siwon menghela nafas. “Nana, perutmu sudah mulai membesar. Bagaimana caranya kau duduk di atas motor?”
Nana menunduk dengan wajah cemberut, diam, tidak menjawab pertanyaan Siwon.
“Sayang, hei, mengapa kau merajuk seperti ini?” Siwon bangkit, bermaksud memeluk Nana, namun Nana mengelak.
“Kau selalu mengatakan kau akan memberikan apapun yang aku minta! Tetapi hanya mengantarku keluar saja kau tidak mau! Aku sudah hampir sepuluh kali bolak-balik, meminta dan memohon kepadamu untuk mengantarku! Tetapi kau tidak mau!” ujar Nana, marah. Air mata sudah menggenang, siap untuk jatuh.
“Karena kau memintaku untuk mengendarai motor, Nana!”
Nana menunduk. Air matanya tumpah.
“Nana, hei, Sayang, mengapa kau menangis?”
“Hiks… Hiks…”
“Nana… Sayang, baiklah, kita pergi sekarang.”
Nana mengangkat wajahnya, lalu menatap Siwon. “Jinjja?”
Siwon mengangguk. “ Ne. Ayo, minta Hani untuk membawa jaket dan sepatumu!”
Nana langsung tersenyum cerah. “Gomawo Oppa!” ujarnya, lalu mencium Siwon. Setelah itu, ia bergegas keluar dan memanggil Hani.
Siwon menggelengkan kepala melihat sosok istrinya yang berjalan menjauh lalu menghilang di balik pintu. Sekarang adalah trimester kedua kehamilan pertama Nana, dan ini bukanlah hal yang mudah bagi mereka berdua. Setelah morning sickness Nana reda, sekarang giliran emosi Nana yang tidak stabil. Sebentar Nana bisa menjadi wanita paling galak di dunia, namun detik berikutnya, ia menjadi wanita berhati selembut kapas. Jika ditanya, siapa korban utama dari perubahan sikap Nana ini? Tidak lain adalah Siwon!
Namun, melihat apa yang terjadi selama ini, terutama sejak kasus tahun lalu, Siwon sudah berjanji akan memberikan seluruh dunia kepada Nana. Saat Siwon sedang difitnah dengan kasus pembunuhan Fabio, Nana menjadi pahlawan yang membuktikan bahwa Siwon tidak bersalah. Walaupun itu harus mengorbankan ayah dan kakaknya. Ironisnya lagi, ayah Nana tewas dalam penembakan di ruang sidang itu. Orang suruhan Junho saat itu bermaksud menembak Nana, namun Im Kyungho menghalanginya. Butuh waktu lama bagi Nana untuk merelakan kepergian ayahnya, namun sepertinya hal itu lebih baik daripada melihat ayahnya divonis hukuman mati, karena rencana pembunuhan Fabio. Dan vonis itulah yang dijatuhkan kepada Im Jaekyung dan Junho.
“Oppa, ayo!” Nana datang dengan membawa jaket untuk Siwon dan kunci motor. Siwon menyapukan pandangannya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Beanie, hoodie, jaket tebal, celana kashmir, kaos kaki, dan sepatu kets. Siwon mengangguk, lalu berjalan mendekati Nana.
“Kalian mau kemana?” tanya Ibu Siwon yang kebetulan lewat.
“Eoh, kami ingin jalan-jalan sebentar, Eomoni,” jawab Nana.
“Dengan motor?” Nana mengangguk.
“Aigooo! Ini sudah malam,” ujar Nyonya Choi, khawatir.
“Gwaenchana, Eomoni, aku sudah memakai pakaian super tebal!” ujar Nana, seraya mengangkat kedua tangannya, menunjukkan pakaiannya yang sudah super lengkap.
“Ah, baiklah. Siwon, hati-hati saat menyetir,”
Siwon tersenyum. “Tentu, Eomma.”
“Baiklah, kami pergi dulu,” ujar Nana, semangat, lalu mencium pipi ibu mertuanya. Saat Nana akan menjauh, Nyonya Choi menahan lengan Nana lalu berbisik, “Bawakan aku pajeon!” Nana tertawa lalu mengangguk.
“Ayo!” ujar Siwon, seraya mengulurkan tangannya kepada Nana. Nana menyambutnya, lalu mereka berjalan menuju garasi.
“Apa yang dikatakan Eomma tadi?” tanya Siwon.
“Eomoni meminta pajeon.” Siwon tersenyum mendengar jawaban Nana, lalu mengecup puncak kepala Nana.
Nana adalah anugrah.
Bukan hanya membawa kehidupan baru, Nana juga sudah mengembalikan ibu yang dulu membenci Siwon. Atas saran dari Nana, Nyonya Choi menjalani pengobatan intensif selama hampir setahun. Nana juga sabar menyatukan Siwon dengan Ibunya, hingga kini hubungan mereka, bisa dikatakan, baik.
“Oppa, wae?” tanya Nana, saat merasakan langkah Siwon yang melambat dan kecupan di puncak kepalanya. Siwon tersenyum lalu menarik tubuh Nana, hingga mereka berhadapan. Nana menatap Siwon bingung. “Ada apa, Oppa?”
Siwon tersenyum lalu menunduk, mencium bibir Nana. “I love you,” bisiknya.
Seulas senyum pun merekah di bibir Nana. “I Love you, too,” balas Nana.
Siwon merangkum wajah Nana dan menatapnya. “I love you. Soooooo much! As much as a man can love a woman!”
Nana tersenyum. Air mata langsung mengalir di pipinya. “Love you too! Soooo much!” jawabnya.
Siwon tersenyum, lalu kembali mencium Nana, mengikat janji dan cinta mereka. Selamanya.
_ End _
Satu lagi cerita yang sudah end.
Gimana pendapat sodara-sodara????
Ditunggu komennya yaa… 😉

Oh iya, yang SECRET LOVE SONG sudah pada baca, belum?
Ayo dibaca dan dikomen! Author ingin tau gimana pendapat reader smuanya. Suka ga sama ceritanya??

Advertisements

12 thoughts on “Be with Me (Part 10 – End)

  1. Busettttt

    Berasa mimpi
    Cepet amat end nya chingu

    Masih belum rela mereka end secepat ink

    Masih mau liat gmn masa2 hamilny nana n cemasnya siwon nana ngelahirin

    N mau liat baby mereka n masa2 mereka jd mama mudaaaaa

    ULALA AKU UDH BACA SECRET LOVE SONG
    SUMPAH KEREN AMAT
    BEDA DARI YG LAIN POKOKNYA

  2. Akhirnya setelah sekian lama bisa baca kelanjutannya lagi.. Tapi sedih langsung end.. Hiks
    Dan udah ga sabar juga nunggu kelanjutan SLS dan UBV, semangaat thor jgn kau biarkan kami menunggu terlalu lama nee…

  3. Ga kerasa udah part ending aja 😂
    Aku senenggg mereka berdua akhirnya bahagia, walaupun ada kasus yg melibatkan ayah dan kakak nana yg pasti bikin nana sedih, tapi ujian itu berhasil mereka lewati/? Kekeke ditambah lagi ibunya siwon udh sembuh dan nana mau punya aegi 😄. Suka banget deh sama cerita ini, good job ka! 👍😀.

  4. Ciee eomoni lagi pengen makanan yg sama kaya kyuhyun nih yaa 😂

    Mmm aku rasa terlalu cepet ka di part ini. Kenapa eomoninya bisa akur lagi sama siwon dan mungkin siwon senjata makan tuan, bukan kah siwon yg ingin ngacurin perusahaan mertuanya.

    Oia aku suka bgt ka author sama secret love song. Berasa terjadi di real life😂😂 semoga aja 🙏

  5. setelah klimaks eh malah cepet endingnya,,,msh greget malah udh ending over all kereeeen………,good job thor….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s