Be With Me (Part 9)

20150308_1_1

 

“Mwo? Kau menanyakan padaku apa saja yang dilakukan ketika berkencan?” Ulang Park Sooyoung kepada Nana seraya menatap sahabatnya itu dengan dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Ne, aku ingin mengajak Siwon oppa berkencan,” jawab Nana pelan dengan wajah memerah. Setelah mendengar kisah Siwon, Nana merasakan keinginan yang besar untuk  membahagiakan suaminya itu, walaupun hanya kebahagiaan-kebahagiaan kecil. Nana bertekad untuk menunjukkan bahwa Siwon memiliki Nana disampingnya, yang mencintainya dengan tulus. Dengan begitu, Nana harap bisa melunakkan hati Siwon dan membuat lelaki itu melihat dunia dari sisi yang berbeda. Tiba-tiba, terlintas di benaknya untuk mengajak Siwon kencan.

Dari cerita Siwon, Nana tau bahwa Siwon tidak memiliki waktu bermain, apalagi berkencan, semasa muda. Begitu pula Nana. Nana ingin mengajak Siwon mengukir kenangan yang sebelumnya belum pernah mereka rasakan. Yah, walaupun mungkin banyak orang yang menganggap ini konyol, karena notabene kini mereka sudah menikah, bukan remaja belasan tahun lagi. Orang itu salah satunya adalah Sooyoung, sahabatnya sendiri, yang kini sedang terbahak menertawakan Nana.

“Ya, Nana, apakah aku tidak salah dengar? Kau mengajak suamimu berkencan? Kalian sudah menikah! Kalian sudah melakukan lebih dari hanya berkencan! Tapi sekarang kau menanyakan hal seperti itu padaku? Kau sedang mengolokku karena aku masih single, begitu?!”

Nana mendesah. Ini salah satu masalahnya. Ia ingin mengajak Siwon berkencan, namun ia tidak tau apa yang dilakukan orang-orang ketika sedang berkencan.

“Bukan begitu Sooyoung-ah, aku hanya ingin memberikan kejutan kepada Oppa. Itu saja. Aku mohon, bantulah aku…!” Mohon Nana.

Sooyoung menatap Nana dengan pandangan menyelidik. Nana menangkupkan kedua tangannya di dada dan menatap Sooyoung dengan pandangan memohon. Sooyoung mendesah. “Baiklah,” ujarnya, singkat.

“Eo, gomawooo! Jeongmal!” seru Nana bahagia lalu memeluk Sahabatnya itu.

_oOo_

 

“Nana?!” ujar Siwon ketika melihat istrinya muncul di balik pintu. Nana tersenyum lalu berjalan mendekati Siwon. “Tumben kau kesini menjelang pulang kerja?” tanya Siwon heran. Sekarang pukul 06.30 PM KST, setengah jam lagi jam pulang kerja.

“Eum, aku ingin mengajak Oppa keluar,” ujar Nana seraya duduk di kursi di depan meja Siwon.

“Keluar? Kemana?”

“Ke bioskop? Ada film baru, sepertinya bagus.”

Siwon menyipitkan mata, memandang Nana dengan tatapan menyelidik. “Sejak kapan kau suka menonton di bioskop?”

“Mwo? Mengapa Oppa bertanya begitu?”

“Yaaa karena setelah beberapa bulan kita menikah, baru sekarang kau mengajakku ke bioskop,”

Nana mendengus. Ia tidak menyangka Siwon menanyakan hal ini. Ck, lelaki ini memang berbeda. Bukannya senang ku ajak menonton film, malah menginterogasi. Gerutunya dalam hati.

Nana menghela nafas. Ia memajukan tubuhnya lalu menangkup wajahnya sendiri dengan kedua tangannya, siku bertumpu di atas meja. Tidak ketinggalan, seulas senyum manis terukir di wajahnya.

“Oppa, aku sangaaaaaaaat ingin menonton film ini. Film ini sedang lama dibicarakan teman-temanku. Oppa mau menemaniku, kan? Heum?” Nana mengucapkan kata terakhir seraya meraih tangan Siwon dengan tangan kanannya.

Siwon menatap Nana sejenak. Kemudian ia menghempaskan tubuhnya seraya ke sandaran kursi. Ia menundukkan kepala seraya menggelengkan kepala. Tidak kuat melihat aksi Nana. Perasaannya membuncah. Bagaimana bisa istrinya terlihat sangat cantik, cute, dan seksi dalam waktu yang bersamaan?

Beberapa detik kemudian, Siwon mengangkat wajahnya, menatap Nana. Nana tersenyum lalu memainkan alisnya, membujuk Siwon dengan isyarat.

“Jika aku mau menemanimu sekarang, apa yang aku dapatkan?” tantang Siwon.

Nana berpikir sejenak, lalu kembali menatap Siwon. “Apapun!” jawabnya, yakin.

“Apapun?” ulang Siwon, memastikan. Nana mengangguk yakin seraya tersenyum. Siwon tertawa gemas. “Geurae, kaja!” jawabnya, singkat. Nana melonjak girang.

_oOo_

“Oppa, kita makan dulu ya!” ujar Nana begitu mereka menginjakkan kaki di pusat perbelanjaan. Siwon mengangguk lalu melingkarkan lengannya di pinggang Nana, seperti biasanya. Namun, Nana melepaskannya. Siwon memandang Nana protes. Nana malah berjinjit lalu mencium pipi Siwon, kemudian menyelipkan jemarinya di sela-sela jemari Siwon. Siwon mengurungkan niatnya untuk protes karena aksi Nana. Sebaliknya, Nana malah tersenyum geli melihat pipi Siwon yang memerah, dan wajah Siwon yang sangat menggemaskan ketika mengulum senyum malunya.

“Kaja,” gumam Siwon akhirnya. Jadilah mereka berjalan dengan tangan bertautan, seolah remaja belasan tahun yang sedang berkencan.

_oOo_

“Kau yakin akan makan ini?” tanya Siwon memastikan, ketika Nana mengajaknya ke restoran pizza. Nana mengangguk.

“Baiklah,” ujar Siwon. Namun, Nana menahan Siwon ketika lelaki melangkah menuju meja kosong di sudut ruangan.

“Oppa, kau bisa menghabiskan berapa potong?”

Siwon mengerutkan kening, heran. “Eum, enam, mungkin,” jawabnya, tidak yakin.

Nana mengangguk, lalu menatap Siwon serius. “Oppa, aku ingin bertaruhan denganmu. Siapa yang makan pizza paling banyak, dia yang menang. Barangsiapa yang kalah, dia yang harus membayar semua makanan dan tiket nonton kita malam ini,”

Siwon menatap Nana seakan kepala istrinya itu bercabang dua. Bertaruhan dengannya? Demi beberapa puluh ribu Won?

“Nana, kau serius ingin bertaruhan denganku?”

Nana mendesah. “Oppa, mengapa kau suka sekali mengulang kalimatku? Ne, aku ingin bertaruhan denganmu. Bagaimana? Kau berani kan?” tantang Nana.

Siwon berdecak gemas. Ada apa dengan istrinya ini? Mengapa Nana bersikap seperti anak kecil? Namun demi menyenangkan hati istrinya, Siwon pun mengangguk setuju.

“Bagus. Tapi ingat, jangan mengalah padaku. Kita harus bermain fair!” ujar Nana, memperingatkan Siwon, lalu melenggang melewati Siwon menuju meja yang masih kosong. Siwon tertawa geli melihat tingkah istrinya itu.

_oOo_

Nana memperhatikan Siwon yang sedang berbicara dengan waiter, memesan pizza. Ekspresi gemas, geli, dan ekspresi lainnya terukir di wajah Siwon. Nana tau, semua itu karena tingkah anehnya. Ia berdoa dalam hati semoga kencannya tidak gagal. Ia sudah melakukan sesuai instruksi dari Sooyoung. Step by step! Yah, walaupun ia harus menanggalkan rasa malunya bertingkah seperti bocah di depan Siwon.

“Hei, apa yang kau fikirkan?” ujar Siwon, menyadarkan Nana dari lamunannya. Nana menggeleng lalu tersenyum.

“Tidak ada,” jawabnya singkat.

“Kau yakin?” Nana mengangguk. Namun, sebuah pikiran tiba-tiba melintas di benaknya. Nyonya Choi. Ia ingin membicarakan pengobatan Nyonya Choi pada Siwon. Namun, ia tidak ingin merusak suasana hati Siwon saat ini. Ketika Siwon ingin bertanya lagi, tiba-tiba pesanan mereka datang.

Nana melotot melihat pizza di depannya. Bukan main-main, Siwon memesan pizza segi panjang berukuran 21 inch, bukan pizza reguler seperti perkiraan Nana.

“Bagaimana?” tanya Siwon dengan senyum menggoda sekaligus menantang Nana.

“Aku pasti bisa!” ujar Nana. Nana mengangkat potongan pertama pizza-nya, begitu pula Siwon.

“Baiklah, kita mulai! Satu, dua, tiga!” lanjutnya, seraya memakan potongan pertama. Siwon memakan pizzanya seraya memperhatikan Nana.

Setelah sampai pada potongan kelima, Nana sudah terlihat kenyang. Siwon tidak ingin terjadi sesuatu pada Nana karena makan terlalu banyak. Namun, semangat juang Nana tidak bisa diremehkan. Tiba-tiba, sebuah ide terlintas di benaknya.

“Sayang, apakah kau hamil?” tanya Siwon, santai. Namun, pertanyaan itu berhasil membuat Nana tersedak. Siwon segera memberi Nana air minum.

“Oppa, apa maksudmu? Kau mau berbuat curang?” serang Nana

Siwon terkekeh. “Tidak, Sayang. Hari ini kau tidak seperti biasanya. Aku kira kau sedang hamil,” jawab Siwon.

Nana mengerutkan keningnya semakin dalam. Ia meraih minuman Siwon lalu meminumnya. Kerongkongannya masih terasa gatal. Setelah merasa membaik, Nana kembali meraih pizza-nya. Namun, Siwon menahan tangannya.

“Sudahlah. Kau sudah kalah!”

“Tidak! Aku masih kuat makan!” Errrrk…! Nana menunduk malu begitu sendawanya membantah kalimat yang baru saja ia katakan. Siwon tertawa keras.

_oOo_

“Hahahahahaa…” Nana tertawa keras melihat adegan film yang mereka tonton. Siwon tertawa dan menggeleng melihatnya. Tidak, bukan melihat adegan film-nya, namun melihat setiap reaksi Nana. Twenty, film yang mereka tonton memang sebagian besar berisi adegan lucu, namun ada saat-saat serius dan mengharukan. Nana yang terbawa suasana juga seringkali berganti ekspresi, termasuk saat ini, ketika para tokoh utama berkelahi, melawan debt collector yang tiba-tiba datang, dengan gerakan yang kacau. Nana benar-benar tidak bisa menahan tawanya, dan Siwon juga benar-benar tidak bisa menahan dirinya. Siwon pun akhirnya membungkam Nana dengan ciumannya.

_oOo_

Deg. Deg. Deg.

Jantung Nana berdebar kencang. Wajahnya tertunduk malu. Mereka sedang berada di tengah-tengah bioskop dan baru saja mereka…

Siwon tiba-tiba meraih tangan Nana kemudian mencium punggung tangannya. “Gwaenchana,” bisiknya, lembut. Seolah memahami apa yang Nana pikirkan. Nana mengangguk. Ia memeluk lengan Siwon lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.

_oOo_

Lewat tengah malam. Siwon dan Nana baru tiba di rumah mereka. Walaupun sempat heran dengan sikap Nana, namun rasa bahagia Siwon mampu menutupi semuanya. Selama ini Siwon melihat Nana sebagai sosok yang lembut namun dewasa. Sekarang, Nana menunjukkan sisi manjanya, dan Siwon sangat menyukainya.

“Kau lelah?” tanya Siwon, seraya melingkarkan lengannya di pinggang Nana. Nana juga melingkarkan lengannya di pinggang Siwon, lalu melanjutkan langkah mereka menuju ruang tamu.

“Eum, sedikit,” jawab Nana lalu tersenyum.

“Sebaiknya, setelah ini kau langsung tidur. Kau…” kalimat Siwon terhenti begitu melihat ibunya di ruang tamu, sedang duduk di sofa. Tubuh Siwon menegang. Nana membelai dada Siwon, bermaksud menenangkannya.

“Oppa, lebih baik kau naik dulu,” bisik Nana.

“Tapi, apa yang akan kau lakukan?”

“Aku ingin mengobrol sebentar dengan Eomoni,”

“Nana, ini sudah malam. Tidak usah. Ayo kita ke kamar!” Siwon melarang Nana, lalu dengan menarik tubuh Nana agar berjalan bersamanya. Nana menghembuskan nafas kecewa.

_oOo_

Nana mengeringkan rambutnya seraya berjalan mendekati Siwon yang sedang duduk di ranjang, bersandar pada headboard. Nana merasa sekarang waktu yang pas untuk mengutarakan idenya kepada Siwon.

“Oppa, aku berencana untuk memeriksakan Eomoni ke dokter dan memberikan perawatan khusus sesuai petunjuk dokter. Aku tidak tega melihat Eomoni. Bagaimana menurutmu, Oppa?” tanya Nana.

“Eomoni bukan tanggung jawabmu, Nana, biar aku yang mengurusnya,” jawab Siwon, datar.

“Oppa…” panggil Nana, lembut, seraya meraih tangan Siwon lalu menggenggamnya. “Aku ingin melihat Eomoni membaik. Setidaknya, mau berkomunikasi dengan kita, tidak mengasingkan diri seperti sekarang,” lanjut Nana.

Rahang Siwon mengeras. Nafasnya memburu. “Dulu, aku sudah membawanya ke psikiater, namun hasilnya nihil! Semua itu salahnya, Nana. Itu akibat dari seluruh perlakuannya padaku!” jawab Siwon dengan suara bergetar. Nana melihat luka itu lagi di wajahnya.

Siwon menunduk. “Tetapi, jika kau ingin Eomma mendapatkan pengobatan lagi, aku yang akan mengurusnya. Aku tidak ingin kau berinteraksi dengan Eomma, sebelum aku memastikan bahwa Eomma aman untukmu,”. Nana menatap Siwon dengan tatapan berkaca-kaca.

“Aku bangga padamu, Oppa! I love you!” bisik Nana. Dan suatu hari, kau akan mengatakan kalimat itu padaku, tekadnya, dalam hati.

_oOo_

 

Setelah melewati malam indah yang panjang bersama Siwon, Nana memulai hari dengan penuh semangat. Walaupun bangun terlambat beberapa menit, namun Nana masih bisa menyiapkan sarapan untuk suaminya itu. Seulas senyum langsung terukir di wajah cantiknya begitu mendengar derap langkah kaki Siwon yang sedang menuruni tangga.

“Selamat pagi, Sayang,” sapa Siwon lalu mencium kening Nana. “Memasak apa hari ini?” lanjutnya.

“Eum, sup daging sapi,” jawab Nana. Siwon mengangguk lalu duduk di kursi yang terletak di ujung meja.

“Apa agenda Oppa hari ini?” tanya Nana.

Siwon tersenyum menggoda. “Wae? Kau mau mengajakku berkencan lagi?”

Nana mendengus dan tersipu malu. Ketika ia sedang mencari akal untuk menjawab ejekan Siwon, seorang pelayan datang dengan tergesa.

“Mohon maaf, Tuan, di depan ada polisi,”. Berita itu sontak membuat Nana dan Siwon kaget. Siwon langsung bangkit menuju ruang tamu, disusul Nana.

“Mohon maaf, Tuan Choi Siwon?” ujar salah satu polisi begitu melihat Siwon datang.

“Ye?”

“Kami ditugaskan untuk menangkap Anda atas tuduhan membunuh warga negara Prancis bernama Fabio.”

“Apa?”

_oOo_

 

Annyeong readers!

Ini dia lanjutan Be With Me-nya…

Gimana menurut readers ceritanyaa????

Oya, Author sedang bingung nih, kelanjutan kisah NaWon BWM ini nanti kemana, ya? Author ada beberapa opsi, dan sedang galau mau menentukan yang mana.

Nah, Author ingin mendengar aspirasi dari pembaca setia Nawon nih… Ditunggu komentar dan masukannya yaaa.. !!! Love you all..!!!

 

Advertisements

25 thoughts on “Be With Me (Part 9)

  1. AArrgghhhh baru Siwon & Nana happy2 eh udah muncul masalah baru. Bukan Siwon yg ngebunuh Fabio kan? Walaupun Siwon orangnya dingin dan protective banget sama Nana tp Siwon bukan orang yg kejam jd ga mungkin dia pelakunya.
    Terserah author aja kelanjutannya ky gimana asal jgn bikin Siwon & Nana sedih terus ya hehehe. Dan yg penting happy ending. Fighting author!

      1. Bagus kok. Namanya jg hidup pasti ada masalah. Semoga Nana ttp support dan percaya sama Siwon . Part selanjutnya jgn lama2 ya thor! Hehehe

  2. Wah setelah sekian lama ngga update FF Nawon akhirnya ada kelanjutannya dan ini anget banget *maafkan readermu ini yang kemarin-kemarin ngga aktif hehe, berasa sok kenal banget*
    Akhirnya yah Nawon bahagia, tapi itu kenapa ada masalah lagi? Oh astaga, author bikin gemes hehe. Mengenai kelanjutannya terserah author aja sih, kalo dimisal konfliknya sudah cukup ya diakhiri. Kalo masih ada konflik lagi, ya dimunculkan lagi. Tapi jangan pake yang belibet ya author-nim. But, thank you so much for making this one. I love it! And I miss Siwon 😦

  3. Lah itu fabio
    Duhhh ya ampunnnn
    Ada ada aja. Deh

    Siwonn emg blm ungkapin cinta Ke nana
    Tp udh panggil sayang. Tadi

    Pleaseeeeee jgn sad ending

  4. wahhh akhirnya post juga sdh ditunggu2 neh…senang deh kalo nawon happy begini…critanya ngikut aja tp nawon hrs happy yah

  5. Nana udh bekerja keras menyenangkan dan memenangkan hati siwon, senoga siwon cepet2 bilang “i love you too” hehe. But what? Ngebunuh fabio? Emg tu fabio udh mati? Hehe, seingetku siwon nyuruh siapa tuh*aku lupa* buat ngurusin si fabio pas dia hampir menodai nana, aku kira si fabio stress itu ga di bunuh hehe
    Makasih udh update ka! Ditunggu part selanjutnya~ semangat!^^ 😁

    1. Amiiin… Terima kasih banyaak yaaa selalu kirim komentar di postingan disini. Komentar dari chingu dan reader yg lain yg bikin author merasa bertanggung jawab buat nyelesaikan kesibukan author mencari nafkah 😂
      Gimana part yg ini? Dapet feelnya ga? Hehee…

  6. Hah..akhir dari penantian akhirnya di post juga hehehe.. Menurutku kurang greget(?) part ini,
    Maunya pasti happy ending eon hehehe. Sampai punya anak kalau bisa hehehehe…
    Kok Fabio mati,?? Terakhir cuma babak belur deh.
    Selalu ditunggu part selanjutnya eon. 😁 😁😁💪

  7. Yey muncul juga kelanjutan ffnya, lama nunggu ampe lumatan, he’he, author masih sibuk kuliah ya, lama banget munculnya. Sukses buat kuliah nya,. Yg aku baca terakhir fabio belum mati deh… Kok bisa mati nyalahin siwon kan udah beberapa waktu lalu. Masalah lagi aja, semoga gak apa2 deh, cuma tuduhan donk…. Menurut aku feel nya kurang ke rasa, biasa kalau aku baca ff nawom yg lain2 greget gimana gitu sama tingkah nawon berdua. Maaf yg komen2 begini jangan ke singgung. Semangat lanjut kedua judul ff nawon ke part yg lain. Kamsahamnida

  8. Elah dah,si fabio ada lagi. Masalah muncul aje,lg manis2nyah.. si fabio beneran meninggal apa kak ? #lupa
    Sweet nyah panjangin kak… yaaahhh 😉

  9. Hai hai
    annyeonghaseo..
    Salam knl thor aku readers baru dsini
    Awal’a lg iseng2 cari ff krn ff2 yg sering aku baca blm update lg dan aku tuh pecinta ff bgt tp yg lead male’a cuma CHOI SIWON seorang bukan yg lain, aku tuh fans BANGETTTT!! sm dia stiap hr stalking dia mele thor , I miss him so much huhuhu.. b’harap dia cpt kambek dr wamil’a.
    Pas ketemu wp ini aku liat2 trus lngsng dh klik “promise u” *suka dan slalu cari ff yg harus kudu mesti “married life”
    Setelah baca itu ampe selesai eh trnyataaa.. bagus keren crita’a ga ngebosenin, sooo.. aku pikir klo 1 ff kaya gtu PASTI smua’a sama2 bagus nahh lanjutlah saya baca2 yg lain smpe akhir’a dsini
    jujur aku suka banget sm BWM ini, tertarik utk trus baca dan pastinya bikin penasaran, berasa kaya nntn drama lah, bakalan ok klo di dramain, feel’a dpt bgt dan untung’a dipasangin sm nana onnie yg kebetulan aku jg suka
    yahhh DAEBAK lah pokokke
    mian yah thor baru coment di part ini
    cheongmal.. cheongmal..cheongmal.. Mianhae.. please for give me!
    author jjang!!
    I’m waiting for u thor
    And next I’ll always coment on your post “ALL” ok!
    Hwaiting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s