(Un)Broken Vows (Part 1)

psx_20160522_023936.jpg

 

Title : (Un) Broken Vows (part 1)

Written By: Choi Nawon

*DO NOT COPY AND REPOST WITHOUT CREDIT AND PERMISSION!*

_oOo_

“Tuan, kami sudah menemukan Nyonya!”

Tubuh kekar lelaki itu menegang. Rahangnya mengeras. Nafasnya memburu. Tanpa bertanya, lelaki itu sudah tau siapa yang dimaksud anak buahnya. Im Nana. Istrinya. Wanita yang telah pergi meninggalkannya tepat ketika wanita itu memberitahukan tentang kehamilannya. Menghilang selama dua tahun tanpa kabar, membawa pergi calon bayi mereka. Sejak kepergiannya, Siwon sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari Nana, namun hasilnya nihil. Wanita itu seakan menghilang dari bumi.

Siwon bangkit dari duduknya. “Siapkan mobil, kita ke sana sekarang!” perintah Siwon, tegas.

 

_oOo_

Deg!

Tubuh wanita itu terpaku melihat sosok di depannya. Pagi itu, ia melakukan aktivitasnya yang selalu ia lakukan sebelum berangkat kerja seperti biasa, menjemur pakaian di beranda rumah atapnya. Namun, ketika ia selesai dan berbalik, sosok lelaki itu sudah berdiri di depannya. Lelaki itu, Choi Siwon. Suaminya. Kepala mafia yang menjadi alasannya bersembunyi selama ini. Kini, lelaki bersetelan hitam itu berdiri di depannya, menatap intens ke arahnya, dengan raut wajah yang sukar diartikan. Nana mengerjapkan mata. berharap sosok itu hanyalah ilusi semata.

“Kenapa? Kau tidak percaya kini aku bisa menemukanmu?” suara dingin yang selama ini ia kenal membuktikan bahwa sosok itu nyata, bukan ilusi semata. Tubuh Nana lemas. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan lelaki itu lakukan padanya.

“Ba… Bagaimana bisa kau…?” tanya Nana terbata.

“Heumh, kau kira kau bisa bersembunyi selamanya dariku?” Nana menunduk. Nana tidak mengira Siwon bisa menemukannya di pesisir pantai Sokcho, yang jauh dari Seoul. Nana bukannya meragukan kemampuan Siwon dan anak buahnya. Hanya saja, ia tidak mengira mereka bisa menemukannya setelah bertahun-tahun berhasil lolos dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain sekarang, saat Nana tidak tau apa yang harus ia lakukan. Saat ia masih belum punya cukup keberanian untuk menghadapi Siwon.

“Aku tidak ingin berlama-lama. Sekarang, jawab pertanyaanku, mana anak kita?” lanjut Siwon. Kening Nana berkerut. Anak kita? Semudah itukah Siwon datang dan langsung menanyakan tentang anak yang ia tolak dulu, dan menyebutnya “anak kita”?

“Mmaaa…” Tiba-tiba, suara anak kecil terdengar. Sontak, Nana menatap lurus ke belakang Siwon dengan histeris. Begitupun Siwon. Melihat reaksi Nana, Siwon pun berbalik. Matanya menangkap sesosok lelaki muda sedang menggendong anak laki-laki berusia sekitar setahun. Anak itu sedang tertawa girang ke arah Nana, menunjukkan sebungkus biskuit susu di tangannya.

Siwon terpaku. Sebuah perasaan asing menjalar dihatinya. Jantungnya berdegub kencang. Anak itu. Senyumannya mirip Nana, sedangkan matanya mirip Siwon.

seolev0901-1465144136458.jpg

“Mamaaaa…” Panggil anak itu lagi. Nana berjalan melewatinya, namun Siwon menahan tangannya. Alarm agresifnya tiba-tiba menyala.

“Siapa kau? Siapa anak kecil itu?” Tanya Siwon, pada lelaki yang sedang menggendong anak kecil itu.

“Eum, saya… saya Kang Haebin, dan ini…” Kang Haebin menghentikan kalimatnya dan menatap Nana. Melihat pandangan di depannya membuat Haebin ragu menjawab pertanyaan Siwon. Nalurinya berkata bahwa kondisi sekarang sedang tidak baik. Nana menggeleng, memberikan isyarat agar Haebin diam.

“Lepaskan!” Ujar Nana kemudian. Jujur, berkonfrontasi dengan Siwon membutuhkan seluruh energi yang ia miliki.

“Eum… Maaa…heuk heuk…” Seakan mengerti ketegangan yang terjadi, anak kecil itu mulai menangis dan menggapai ke arah Nana. Siwon pun melonggarkan genggamannya di lengan Nana, sehingga Nana bisa pergi dengan mudah.

Nana segera berlari ke arah Haebin, lalu menggendong anak kecil itu. Nana mengatakan sesuatu kepada Haebin, lelaki itu mengangguk lalu pergi. Nana menghela nafas lalu berbalik. Jujur, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan kepada lelaki yang kini masih berdiri di depannya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengabaikan Siwon. Ia sadar, Siwon bukan tandingannya. Ia akan melihat apa yang akan Siwon lakukan lalu melakukan sesuatu.

Nana pun berjalan melintasi Siwon menuju pintu rumahnya.

“Siapa anak ini?” Ujar Siwon, menahan lengan Nana. Nana berjengit. Sejak dulu, lelaki ini sering sekali menghentikan langkahnya mendadak seperti ini, baik hanya untuk berbicara, menanyakan sesuatu, bahkan menciumnya. Nana menggeleng sekali, mengenyahkan kenangan yang tiba-tiba melintas di pikirannya.

“Anakku!” jawab Nana dengan jelas. Siwon menegang.

“Anakku?” tanyanya dengan pelan namun tegang. Nana tersenyum tipis.

“Tidak, dia anakku! Kau tidak pernah mengakuinya sebagai anakmu, bahkan sejak dia masih di dalam kandungan!” Jawab Nana dingin lalu menarik lengannya dari cengkeraman Siwon dan bergegas masuk ke rumahnya. Sebelum Nana berhasil mengunci pintu, Siwon sudah berada di depannya lagi, dan menerobos masuk.

“Apa yang kau lakukan disini?” serang Nana.

“Aku menjemputmu dan dia,”

“Heumh, jangan terlalu yakin! Aku tidak akan ikut denganmu! Sejak kau mengusirku, kau tidak memiliki hak atas kami lagi,”

“Kau yang pergi Nana! Kau yang meninggalkan…”

“Kau! Kau langsung gusar dan marah begitu aku memberitahumu tentang kehamilanku! Kau menyuruhku pergi! Kau mengusir kami! Untuk apa aku tinggal jika kau sudah mengusir kami?”

“Tapi kau seharusnya…”

“Maaa….Mamaaa… Huhuuu…” Tiba-tiba tangisan anak itu pecah. Sssssst…. Nana langsung menenangkannya. Siwon memperhatikan gerak-gerik Nana dalam diam. Di ruangan yang sempit ini, rumah berbentuk studio, dimana kamar, dapur, dan ruang duduk menjadi satu,  Nana mondar mandir beberapa langkah seraya mengayunkan tubuh anak itu dan mengajaknya berbicara. Siwon tidak bisa memahami apa yang mereka katakan, namun Nana kemudian ke ranjangnya dan duduk membelakangi Siwon. Nana membuka kancing blus kemejanya dan menyusui anak lelaki itu. Siwon memperhatikannya dari belakang dalam diam. Sejak pertama kali melihat Nana tadi, Siwon bisa melihat perubahan drastis istrinya itu. Nana sudah memangkas rambutnya sebahu. Tubuhnya juga terlihat lebih kurus, walaupun blus biru lengan panjang kebesaran yang ia kenakan menyembunyikan lekuk tubuhnya. Dan tanpa Nana sadari, apa yang sedang ia lakukan membuat hati Siwon seakan diremas.

“Siapa namanya?” tanya Siwon saat Nana membaringkan anak itu yang sudah terlelap di ranjang dengan hati-hati. Nana tidak menjawab. Ia menyelimuti anak itu, kemudian berjalan melewati Siwon keluar. Siwon pun mengerti lalu mengikuti Nana.

“Shian. Namanya Shian,” jawab Nana, begitu Siwon berada di depannya. Siwon menatap Nana tajam. Nana menunduk, mengiyakan pertanyaan tak terucap dari Siwon. Ya, Shian adalah gabungan dari nama kita.

“Siapkan barangmu, Nana! Bawa barang yang, Shian, butuhkan! Yang lainnya bisa kita dapatkan di Seoul!”

“Aku sudah mengatakan aku tidak akan kembali!” jawab Nana keras namun suaranya bergetar.

“Jangan bodoh, Nana! Kau tidak punya pilihan! Kalau familia lain tau kau berada di luar, bukan hanya nyawamu yang terancam, tapi anak kita juga. Dalam tubuhnya mengalir darahku, dan itu sudah cukup menjadi alasan bagi musuh kita untuk… memburunya!” Nana terpaku.

“Aku tidak akan membiarkan penerusku terancam, dan dia masih membutuhkanmu. Jadi, kau tidak punya pilihan, Nana!” lanjut Siwon. Nana mencerna ucapan Siwon. Siwon membawaku kembali karena ia membutuhkan Shian untuk penerusnya, dan Shian masih membutuhkan seorang Ibu. Bagaimana jika Shian sudah besar dan tidak membutuhkanku? Apakah Siwon akan menyingkirkanku? Tidak, bukan hanya itu! Jika Shian menjadi pewaris Siwon, maka Shian akan mengikuti jejaknya terjun dalam bisnis gelap? Hidup dalam bisnis yang mempertaruhkan nyawanya? Tidak boleh.

“Siwon-ssi, aku mohon, biarkan kami sendiri! Aku berjanji tidak akan pernah mengusikmu. Aku akan hidup tanpa ada seorang pun yang tau kalau tentang asal-usul kami. Aku berjanji! Aku mohon, Siwon-ssi! Kau bisa menikah lagi, bukan? Aku…”

“Kau gila?!” potong Siwon penuh amarah. “Tidak, Nana! Aku telah mengikrarkan sumpah itu denganmu, dan kehormatan kami adalah dengan menjaga sumpah yang telah kami buat! Dengan atau tanpa persetujuanmu, aku akan membawa kalian!”

Nana berlutut kemudian menggenggam tangan Siwon dengan kedua tangannya. “Aku mohon!”

Siwon melihat Nana yang berlutut disampingnya. Pandangannya terpaku ke tangan kiri Nana. Siwon tiba-tiba menarik Nana berdiri dan mencengkeram pergelangan tangan kiri Nana lalu mengangkatnya. “Mana cincinmu?” Tanya Siwon lagi.

Nana menganga bingung. Nana melirik tangan kiri Siwon dan melihat dengan jelas cincin pernikahan mereka tersemat di jari manis Siwon.

“Aku… Aku…”

“Mengapa kau melepaskannya? Mana cincinmu, Nana?”

“Aku… aku menjualnya…” jawab Nana, pelan. Amarah yang nampak jelas di wajah Siwon. Ya Tuhan! Dia tidak akan mengampuniku kali ini!

“Apa? Menjualnya? Bagaimana bisa?”

“Aku kekurangan uang untuk hidup dan biaya melahirkan. Jadi aku…” Siwon menghela nafas kasar.

“Bawa Shian sekarang!”

“Siwon-ssi!” Nana mencoba protes, namun Siwon mengabaikannya. Lelaki itu sedang mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang.

“Jungseok, naik sekarang!” dalam hitungan detik, Cho Jungseok, orang kepercayaan Siwon datang dari arah tangga.

“Bawa beberapa barang yang Shian butuhkan. Selain itu musnahkan. Kita kembali ke Seoul sekarang,” Nana meremas dada mendengar perintah Siwon. Walaupun bukan barang-barang mahal, namun Nana membeli semua itu dari hasil jerih payahnya. Ia bekerja memeras keringat demi memberikan yang terbaik untuk Shian. Tetapi kini Siwon dengan begitu mudah memusnahkannya.

“Apa yang kau tunggu, Nana?” tegus Siwon melihat Nana masih berdiri di tempatnya. Nana menggeleng, lalu berbalik seraya mengusap air mata yang mengalir di pipinya.

_oOo_

 

Perjalanan dari Sokcho ke Seoul membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Kemungkinan, sore nanti dia baru tiba di Seoul. Di perjalanan, hanya kesunyian yang terasa. Nana memeluk Shian dan menjawab pertanyaan yang Shian lontarkan ketika ia melihat hal yang menarik perhatiannya selama perjalanan mereka. Nana sadar, sebenarnya Siwon sedang memperhatikan mereka. Bukan sedang, tetapi selalu. Namun, Nana mencoba mengabaikannya.

“Tanggal berapa ia lahir?” tanya Siwon tiba-tiba, dengan suara tenang namun berat.

“Sebelas Februari tahun lalu,”

“Mengapa kau tidak memberitahuku?” Nana menunduk lalu mencium rambut Shian, mengumpulkan keberanian untuk menjawab pertanyaan Siwon, dan berusaha menutup luka yang selama ini masih berusaha keras ia sembuhkan.

“Untuk apa? Kau tidak menginginkannya, bukan?” Jawaban Nana yang disampaikan dengan pelan langsung menusuk Siwon. Siwon berjengit. Rahangnya mengeras. Siwon kembali terdiam, larut dalam pikirannya.

_oOo_

 

Flashback…

 

Nana menatap Siwon cemas. Lelaki itu berdiri mematung tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, amarah tampak jelas di wajahnya. Malam ini, Nana memberitahukan perihal kehamilannya pada Siwon, begitu mereka bersiap untuk tidur. Jujur, Nana merasa sangat takut. Mereka telah membahas ini tentang rencana kehamilan sebelumnya. Siwon secara terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak ingin memiliki anak dalam waktu dekat. Sekarang, situasi sedang panas. Mereka sedang mendapatkan ancaman dari TRIAD, klub mafia dari Cina. Mereka memasuki pasar jual beli barang bersenjata yang seharusnya berada di bawah teritori Re Rosso, klub mafia yang dipimpin ayah Siwon. Ayah Siwon pun menjadi incaran utama, dan Siwon pun memiliki tugas melindungi ayahnya. Nana tentu saja bisa memahaminya, sehingga ia pun mengonsumsi pil kontrasepsi setiap malam. Namun, walaupun pil memiliki tingkat keberhasilan mencapai 90%, sepertinya Nana termasuk 10% dari golongan yang tidak berhasil. Buktinya, kini kandungan Nana sudah memasuki minggu ketujuh.

“Bagaimana mungkin? Apa kau tidak meminum pil itu?”

“Sudah, aku sudah meminumnya setiap malam…” jawab Nana dengan suara bergetar.

“Lalu, bagaimana bisa?” Nana menunduk.

“Tidak bisa, Nana. Tidak bisa sekarang! Kita harus melakukan sesuatu,” Nana tersentak. Ia tahu maksud Siwon. Lelaki itu ingin menggugurkan kandungannya!

“Siwon-ssi, sepertinya… sepertinya kau sedang lelah. Kau butuh istirahat. Ini salahku membicarakannya sekarang. Lebih baik kau istirahat,” Nana berbicara dengan suara bergetar, berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Jangan mengalihkan pembicaraan Nana! Aku sudah mengatakan kepadamu! Kita akan memiliki anak, tapi tidak sekarang!”

“Tapi…”

“Tidak ada negosiasi, Nana!”

Nana terhenyak. “Siwon-ssi, selama ini aku percaya padamu, kau akan melindungiku, tetapi kau malah menyuruhku untuk menggugurkannya? Calon bayi kita?”

“AKU JUGA SUDAH PERCAYA PADAMU TAPI KAU MENGKHIANATINYA, NANA!” Siwon balas berteriak padanya. Nana syok! Selama ini, Siwon tidak pernah bersikap kasar padanya, apalagi menyakitinya. Walaupun lelaki itu tidak pernah bersikap manis seperti di drama-drama, namun Siwon selalu bersikap baik padanya. Kehidupan rumah tangga mereka juga baik-baik saja.

“Seharusnya aku tidak mempercayaimu begitu saja, Nana!” Nana menatap Siwon tajam. Hatinya terluka. Siwon ingin membunuh anakku. Ia sudah mengkhianati kepercayaanku. Ia juga meragukan kejujuranku!

“Baiklah! Aku jika kau ingin anak ini pergi, maka aku akan pergi bersamanya!”

“Bagus! Kalau begitu pergilah! SEKARANG! DAN JANGAN PERNAH MUNCUL DI KEHIDUPANKU LAGI!” Nana ternganga melihat jawaban Siwon. Tanpa menunggu apapun lagi, Nana keluar dari penthouse yang menjadi tempat tinggal selama hampir setahun ini.

 

_oOo_

 

Menjelang senja, mereka pun tiba di kediaman Siwon. Seperti dulu, Siwon masih tinggal di penthousenya. Nana merasa rasa sesak muncul di dadanya mengingat kenangan mereka berdua. Pertama kali Nana menginjakkan kaki di tempat ini adalah setelah mereka menikah.

Nana sebenarnya adalah anak nelayan di daerah Taean, Chungnam. Saat itu, Nana masih SD dan mereka hidup hanya berdua. Ibu Nana meninggal ketika melahirkan Nana. Suatu hari Tuan Im, ayahnya, membawa seorang lelaki yang sedikit lebih tua dari ayahnya pulang. Tuan Im melihat lelaki itu terapung di atas balok kayu ketika sedang melaut. Lelaki itu tidak lain adalah ayah Siwon, yang berhasil lolos dari sebuah pengejaran polisi di Incheon. Tuan Im menolong dan merawat Tuan Choi sampai pulih seperti sedia kala. Karena itulah Nana pun akrab dengan Tuan Choi. Setelah sehat, Tuan Choi kembali ke Seoul, namun setiap tahun ia datang sekedar untuk berkunjung. Ketika Nana SMP, Tuan Im meninggal diterjang ombak. Nana pun hidup sebatang kara. Untuk membalas budinya, Tuan Choi membiayai seluruh biaya hidup Nana dan menyekolahkannya sampai sarjana. Tuan Choi pulalah yang datang di setiap upacara kelulusan Nana, termasuk wisuda sarjananya. Beberapa minggu setelah Nana wisuda, Tuan Choi kembali datang dan menyatakan lamarannya kepada Nana. Sebelum Nana memberikan jawaban, Tuan Choi membawa Nana ke Seoul dan menjelaskan semua tentang bisnisnya. Tuan Choi juga menjelaskan bahwa Tuan Im sebenarnya sudah tau siapa sebenarnya Tuan Choi ketika Tuan Im menemukan tattoo di tubuh Tuan Choi, namun Tuan Im tetap menolongnya dengan alasan kemanusiaan. Sejak itulah Tuan Choi berjanji akan membalas kebaikan Tuan Im, salah satunya dengan menjaga Nana. Melihat ketulusan dan perhatian yang selama ini Tuan Choi berikan dan setelah bertemu Siwon untuk pertama kalinya, Nana pun setuju untuk menerima pinangan itu.

Dulu, Nana dan Siwon masuk sebagai pasangan pengantin baru. Walaupun baru mengenal, mereka bisa beradaptasi dengan baik. Saat itu Nana hanya berencana menjalani hidupnya dan bersikap seperti pasangan normal, bukan keluarga mafia. Bersikap baik pada suaminya, memasak, membesarkan anak, yah, hal semacam itulah. Namun, kini keadaannya berbeda. Nana tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika mengikuti peraturan baku di Re Rosso dan familia, sekarang Nana pasti tinggal nama. Namun, apakah itu yang akan Siwon lakukan padanya? Mengambil Shian lalu menyingkirkannya setelah ia tidak membutuhkannya?

_oOo_

 

“Aku sudah menyiapkan kamar untuknya,” Siwon berjalan ke arah kamar di samping kamar utama. Suasana kamar itu sudah diubah, menjadi kamar rawat bayi dengan warna broken white yang hangat. Ranjang di kamar itu juga sudah tidak ada, berganti sebuah sofa besar yang memiliki bagian tempat duduk besar dan empuk, hampir seukuran queen size. Dinding yang membatasi kamar itu dengan kamar utama juga sudah berubah menjadi pintu.

Nana membaringkan Shian yang sudah terlelap ke ranjang bayi yang ada disana, setelah memastikan ranjang itu bersih dari debu, kemudian menyelimutinya.

“Pintu itu terhubung ke kamar kita,” jelas Siwon. Kamar kita?

“Siwon-ssi, aku… Aku tidak bisa tidur di kamar itu,” Siwon mengernyit. Nana menolak tidur bersamanya.

“Apa maksudmu, Nana? Di sana adalah tempatmu, dan aku tidak pernah tidur pisah ranjang dengan istriku!”

Istri? Siwon masih menganggap Nana adalah istrinya? Nana memijat pelipisnya. Dia pusing dengan semua ini.

“Siwon-ssi, kita sudah berpisah selama dua tahun. Apa kau masih merasa kita adalah suami istri? Jujur, aku merasa tidak selayaknya kita tidur bersama,”

“Kau menolakku, Nana? Kau ingin bercerai denganku? Apakah itu maksudmu?”

­_oOo_

 

 

To be continued…

Advertisements

35 thoughts on “(Un)Broken Vows (Part 1)

  1. Siwon sikapnya begitu yaa, yaa namanya juga mafia kekeke, dulu waktu nana ngasih tahu dia hamil aku rasa siwon lagi stres sama urusan kemafiaannya/? itu, siapa yg ga angkat kaki dari rumah coba kalo suaminya nyuruh pergi kaya gitu kekeke, semoga hubungan mereka membaik yaa, ngomong2 emang mereka udh cerai beneran? Lewat pengadilan atau lisan nih? Jangan cerai dulu lah yaa *nawar kekeke 😀 kasian shiannya, semangat kaa nulisnya!~^^

    1. Hallooo.. First like n first comment. Jeongmal gomawo…! Nah, seperti di cerita di atas, mereka belum bercerai kok, tapi mereka sudah “berpisah” selama 2 tahun karena Nana pergi… Eum, kalau cerai, gimana yaa??? Ada perkiraan??? 😄

      1. Yaa dalam bayanganku mungkin kalau mereka cerai siwon akan ngambil shian dari nana.
        tapi ada yg ga mungkin juga sih kalau mereka cerai menurut aku kayaknya siwon masih sayang sama nana kekeke

      2. Yo’aaaa… Kalau engga, ga bakal bisa nulis ceritanya kan, kalau ga dapet feel nyaa.. Kadang Author senyum-senyum sendiri, kadang sedih n mewek sendiri, kadang hampir nangis sendiri… *curcol* hahhahaa… 😂😂😂

  2. Bisa maklum sih alasan siwon ga mau punya anak dulu, mgkn khawatir nanti keselamatan anak istrinya terancam secara dia mafia. Tp knp smp harus ngusir nana sih? Dari awal aku baca teaser ff ini, udah yakin pasti aku bakalan suka. Figting buat chapter selanjutnya!

  3. Siwon aneh
    JelasiN dong ngp diia nolaK anaknya dulunya

    Segala. Ssesuatu psti ada sebab akiibat

    Anakny cute bngettt
    Siapa nm aslinya ????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

    1. Annyeong!!! Iyaa, galak yaa si abang!!! Heum, alasannya sudah ada kok chingu di ceritanya, hehhee…

      Oya, anak itu nama aslinya Seolev. Dia ulzzang, jadi mudah ditemukan kalo dicari. Btw, cocok ga sih jadi anaknya nawon??

  4. Eh salah.. maksudnya bersambung 😂 tambah coment lg yakk..
    kak,dedeknya ganteng banget…. luccuuu… konfliknya tambahin lagi kak 😂 biar gregettt 👍 ditunggu next nyahh 😙

  5. aigoo ternyata siwon ga mau punya anak karna itu,,, tapi mau diapain lagi kan shian aja udah ada di kandungan nana….

    dasar mafia suka ambil kesimpulan sendiri aja

      1. nyebelin bgt ka dia ….
        kasian kan nana kesannya dibutuhin cuma buat ngurusin shian aja…

        ayo dong ka post lagi ffnya… aku ga sabar mw baca lagi…

  6. Wah keren….
    Siwon anggota mafia rupanya.
    Awalnya bingung, kok nana langsung hilang dan hamil.
    Cerita siwon ketemu nana itu kayak mana? Kok langsung nikah, rupa pas baca kebawahnya ada penjelasannya.
    Aku baru nemu ff kakak.
    Kakak, gak ada librarynya ya?.
    Aku agak bingung karna baru.
    Ditunggu kelanjutannya kak.
    Salam kenal.
    Keep fighting.

    1. Annyeong Melsyana… Reader baru ya?? Selamat datang…!!!
      Iya nih, belum diupdate library-nya, soalnya sekarang seringnya online dari hp, sudah jarang dr laptop. Sedangkan kalau di app susaah hyperlink gitu. Nanti, kalau dah online laptop, author update yaa librarynya. Selamat mengacak-acak blog ini… 😂

  7. mesti ada yang ngalah salah satu, dan jangan aampai siwon kasar sama nana, gs trima dech kalo nana di saktin lagi

  8. Aku penasaran sama sikap siwon suka ga sama nana? Dan siwon waktu tau dia di nikahin sama nana responnya kayak mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s