Be With Me (Part 7)

20150308_1_1

“Author: Nawon Choi

DO NOT REPOST WITHOUT PERMISSION”

_oOo_

Ketika mereka memasuki butik, Siwon berhenti sejenak kemudian meraih jaket terdekat yang bisa ia jangkau, kemudian membuka blazer Nana yang sudah robek dengan yang baru. Seperti sebelumnya, Siwon mendekap Nana dan berjalan menuju mobil mereka yang terparkir di depan pintu. Ia membukakan pintu untuk Nana, Nana pun masuk, kemudian ia masuk dan mempertahankan posisinya kembali, mendekap Nana. Siwon mengisyaratkan sopirnya untuk jalan, tanpa menunggu Junho. Tanpa harus menerima instruksi apapun darinya, Junho sudah tahu apa yang mesti ia lakukan. Sekarang ia hanya ingin segera sampai di rumah, bersama Nana, istrinya.

_oOo_

Sunyi.

Hanya deru mobil yang membelah jalanan kota Seoul yang terdengar. Namun, di dalam mobil yang ditumpangi Nana dan Siwon hanya kesunyian yang ada. Tidak ada satupun yang bersuara. Suasana tegang sangat terasa.

Siwon memandang ke luar jendela. Nafasnya kasar. Ekspresi wajahnya keras. Tangannya memeluk Nana erat. Ia tidak bisa membayangkan jika ia terlambat datang, satu detik saja, tidak! Ia tidak mau membayangkannya. Siwon memang sengaja memadatkan jadwalnya di Jepang agar ia bisa segera pulang, karena ia sudah sangat merindukan Nana.

“Oppa…” ujar Nana lirih, seraya mencengkeram erat jas Siwon. Siwon hanya menghela nafas dan membelai punggung Nana. Nana menghela nafas, namun nafasnya tertahan, seakan ada batu yang mengganjal di tenggorokannya. Ia tidak bisa menghentikan air mata yang mengalir di pipinya.

_oOo_

Kurang dari setengah jam kemudian, mereka tiba di rumah. Siwon mengantar Nana ke kamar, lalu menyalakan penghangat air di kamar mandi. Setelah ia rasa siap, Siwon kembali menemui Nana yang berdiri di kamarnya.

“Mandilah, lalu tidur,” ujar Siwon, singkat. Kemudian ia keluar, meninggalkan Nana sendiri. Nana hanya bisa menatap punggung Siwon yang menghilang di balik pintu. Sepeninggal Siwon, dengan langkah gontai, Nana ke kamar mandi.

Nana melepas pakaiannya lalu membuangnya ke tong sampah. Ia tidak akan sudi mengenakan pakaian itu lagi. Tidak akan.

Nana melangkah ke bawah shower, kemudian menyalakan airnya. Tubuhnya bergetar hebat. Air matanya mengalir deras. Kejadian menakutkan tadi terbayang jelas di benaknya. Bahkan, ia masih bisa menghirup aroma wine dari nafas Fabio, lelaki yang  nyaris menodainya, jika saja Siwon, suaminya tidak datang.

Ia mengambil shower puff dan menuangkan sabun cair sebanyak-banyaknya. Ia menggosok tubuhnya dengan keras. Walaupun Fabio tidak sampai menyentuhnya, namun Nana merasa tubuhnya sangat kotor. Setelah membilas tubuhnya, Nana bahkan kembali menggosoknya dengan sabun. Nana juga berkali-kali mencuci rambutnya. Ia tidak peduli walaupun matanya perih terkena shampoo. Baginya, ia harus membersihkan tubuhnya dari bekas sentuhan lelaki itu dan tragedi malam ini.

_oOo_

Bukk. Bukk. Bukk

Bunyi samsak yang dipukul bertubi-tubi terdengar menggema di ruangan olahraga kediaman Siwon. Lelaki itu meluapkan seluruh emosinya dengan memukul samsak sekuat tenaga. Tubuhnya mengkilat dipenuhi peluh. Hati dan jiwanya dikuasai dengan amarah membara. Ia memukul samsak itu seolah samsak itu adalah Fabio. Lelaki brengsek yang nyaris menodai istrinya, Nana. Jika saja Nana tidak berteriak histeris dan memeluknya tadi, bisa dipastikan, lelaki itu sudah tidak bernyawa lagi.

Siwon juga marah pada dirinya sendiri. Marah karena ia tidak bisa mengontrol dirinya. Marah karena ia telah membuat Nana ketakutan melihat sisi gelap menguasai dirinya. Teringat jelas wajah ketakutan dan jeritan histeris Nana. Bahkan, Siwon masih bisa merasakan tubuh Nana yang gemetar dalam pelukannya.

_oOo_

Nana duduk memeluk lutut di ranjangnya. Sudah hampir satu jam ia menunggu Siwon, namun lelaki itu tidak kunjung datang. Perlahan, ia berbaring lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Air mata terus mengalir di wajahnya tanpa bisa ia tahan. Setelah apa yang terjadi padanya, Siwon, suaminya, sandaran hatinya, meninggalkannya sendiri, berselimut kesendirian dan kesunyian. Sebuah pertanyaan muncul di benaknya. Pertanyaan yang sangat takut ia tanyakan. Pertanyaan yang membawa luka di hatinya bahkan sebelum ia mendengar jawabannya. Pertanyaan yang seluruh tubuhnya bergetar dalam tangis.

_oOo_

 

Sinar mentari yang menerobos masuk melalui celah gorden membuat Nana terbangun. Setelah menangis semalaman, Nana kesulitan membuka matanya yang sembab. Setelah berhasil membuka matanya perlahan, Nana menoleh ke sampingnya. Rapi. Tidak ada tanda-tanda seseorang menyentuhnya. Artinya, semalam Siwon tidak tidur bersamanya.

Nana menghela nafas. Belum hilang bekas tangisannya semalam, kini airmata itu kembali mengalir di pipinya.

_oOo_

 

“Tuan sudah berangkat pagi-pagi sekali, Nyonya,” Ujar Hani, salah satu asisten rumah tangganya. Nana mengangguk. Ia menatap kosong sarapan di depannya. Entah sudah berapa kali hari ini hatinya sesak dengan sikap Siwon. Walaupun Siwon seringkali bersikap dingin, namun Nana bisa merasakan kelembutan dari lelaki itu. Namun semua kini menghilang.

Nana meneguk habis susu hangatnya, kemudian beranjak ke kamar, tanpa menyentuh sandwich-nya sedikit pun.

_oOo_

 

“Tuan berpesan bahwa Nyonya tidak boleh keluar rumah hari ini, sampai Tuan pulang,” Ujar Hani, begitu Nana turun dari tangga.

“Apa? Kalau begitu kapan suamiku pulang?”

“Mohon maaf, kami tidak tau, Nyonya,” Nana menghela nafas. Sebenarnya ia sangat malas keluar. Namun jika ia di rumah saja seperti ini, ia akan mati karena terus mengingat kejadian semalam dan Siwon yang terus mengacuhkannya. Akhirnya Nana memutuskan untuk ke kantor, untuk membereskan masalah semalam. Nana yakin, Sooyoung dan pegawainya yang lain pasti kaget setengah mati melihat kekacauan akibat tragedi semalam.

“Nanti aku akan berbicara kepada Siwon Oppa,” ujar Nana, melanjutkan langkahnya. Namun, Hani segera menghadangnya.

“Mohon maaf, Nyonya, Tuan berpesan bahwa kami harus menjaga Nyonya, dan memastikan Nyonya tidak pergi kemana pun. Jika tidak…”

“Jika tidak kenapa?”

“Jika tidak, maka kami semua akan kehilangan pekerjaan kami. Kami mohon pengertian Nyonya,” Nana menghela nafas seraya memejamkan mata sesaat.

“Baiklah,” ujarnya kemudian, lalu berbalik menuju kamarnya. Ia yakin, apapun yang Siwon ucapkan, baik janji maupun ancamannya, pasti akan terjadi.

_oOo_

 

Nana memutar ponsel di tangannya. Berkali-kali ia bermaksud menelfon Siwon, namun ia tidak cukup berani. Ia juga tidak tau apa yang akan ia bicarakan. Apakah menanyakan kabar? Atau menanyakan kapan Siwon pulang? Nana bingung. Nana sangat ingin bertemu lelaki itu, atau setidaknya mendengar suaranya, namun Nana takut. Ia takut Siwon tidak mau menjawab telfonnya. Nana tidak tau bagaimana perasaan Siwon padanya sekarang. Namun akhirnya, Nana memberanikan diri menekan nomor 1, speed dial nomor Siwon.

Nana menghela nafas lega begitu pada deringan pertama Siwon menjawab telfonnya.

Yeoboseyeo? Oppa?”

“Ya. Ada apa?” Siwon menjawab cepat dan singkat.

“Eum, jam berapa Oppa pulang? Aku… aku…”

“Tunggu aku di rumah,” potong Siwon sebelum Nana menyelesaikan kalimatnya, dan flip, telpon pun terputus.

Nana menatap ponselnya tidak percaya. Baru kali ini Siwon bersikap dingin, ani, beku padanya. Lebih baik Siwon memarahinya, meneriakinya, daripada mendiamkannya seperti ini. Nana memeluk lututnya, dan detik berikutnya tubuhnya kembali berguncang karena tangis.

_oOo_

 

“Sejak tadi Nyonya di kamar, Tuan. Tidak turun sama sekali. Kami sudah mengantar makanannya ke kamar,” jelas Hani begitu Siwon tiba. Siwon mengangguk lalu bergegas menuju ke kamarnya.

Perlahan, Siwon membuka pintu, dan cahaya temaram menyambutnya. Siwon mendapati Nana tidur meringkuk dengan selimut menutupi sampai ke lehernya. Ia duduk dengan hati-hati agar tidak membangunkan istrinya itu. Ia memperhatikan wajah Nana yang tertidur pulas. Sebuah bola duri seakan menyangkut di tenggorokannya melihat mata sembab Nana dan sisa tangisan di wajahnya.

Siwon membelai pipi Nana lembut. Rasa bersalah berkecamuk di dadanya. Seharusnya ia berada di sisi Nana, melewati hari terberatnya. Namun kenyataannya berbeda. Siwon harus mengenyahkan monster di dirinya dulu sebelum ia bertemu Nana. Siwon takut menyakiti Nana karena rasa memilikinya yang begitu besar. Melihat kondisi Nana kemarin, melihat ketakutannya, merasakan tubuh Nana yang gemetar dalam pelukannya, benar-benar menyiksa Siwon. Namun, bayangan Nana dalam pelukan lelaki itu, dalam cengkeramannya, membuat Siwon ingin menegaskan kepemilikannya atas Nana, dan Siwon tidak yakin ia bisa mengontrol dirinya untuk tidak bertindak brutal.

_oOo_

 

Merasakan belaian halus di pipinya, Nana terbangun dan membuka mata. Begitu melihat ada sosok lelaki di depannya, Nana terlonjak kaget.

Oppa…” lirih Nana, setelah mengenali sosok suaminya itu.

Mianhae Oppa…” tangis Nana langsung tumpah begitu tatapannya bertemu dengan tatapan Siwon.

Mianhae…” ulangnya, dengan bahu bergetar.

“Maafkan aku… Tolong, maafkan aku! Jangan diamkan aku seperti ini, Oppa… Aku mohon! Lebih baik kau memarahiku, berteriak padaku, daripada mendiamkanku seperti ini…” lanjut Nana di sela tangisnya.

Oppa, mengapa kau diam saja? Apakah kau jijik padaku karena…”

“Jangan pernah berkata seperti itu, Nana!” Ujar Siwon dengan keras, seraya menarik tubuh Nana ke dalam pelukannya.

“Demi Tuhan, jangan pernah berkata seperti itu,” Ulang Siwon, seraya mencium puncak kepala Nana. Nana memejamkan mata setelah pertanyaan terbesar yang sejak kemarin terus menghantuinya, tanpa sengaja keluar begitu saja.

“Maafkan aku, Oppa… aku berjanji tidak akan bertindak bodoh dan mengabaikan peringatanmu lagi. Aku berjanji, aku akan membatalkan acara ini. Aku tidak akan pergi ke Paris. Aku tidak akan mengikuti acara ini lagi. Tidak akan…” Siwon mengangguk lalu mencium pelipis Nana, mendengar janji tulus Nana di sela isak tangisnya.

“Maafkan aku, Sayang… Maafkan aku karena tidak berada di sebelahmu. Aku berjanji, aku akan melindungimu…” Siwon menghentikan kalimatnya lalu mengangkat wajah Nana dan menatap matanya.

“Kau istriku, Nana, kau milikku. Tidak akan ada yang bisa menyentuhmu, melukaimu, sebelum mereka melangkahi mayatku! Ini janjiku, Nana! Ini sumpahku!”

Nana mengangguk lalu menenggelamkan wajahnya di dada Siwon dan memeluk lelaki itu erat.

“Terima kasih, Oppa… Aku mencintaimu,” ujar Nana, lirih.

_oOo_

 

Siwon menatap Nana yang tertidur pulas dalam pelukannya. Kalimat yang Nana ucapkan, terus terngiang di telinganya. Walaupun lirih, Siwon bisa mendengarnya dengan jelas. Berbagai pertanyaan muncul di pikirannya. Cinta. Apakah benar Nana mencintainya? Apakah bisa Nana mencintainya secepat itu? Namun pertanyaan yang paling mendasar, apa cinta itu?

Selama ini Siwon tidak pernah tau bagaimana rasa cinta itu. Selama ini ia hidup dalam kekeringan, kering akan kasih sayang dan cinta. Selama ini ia rasakan hanya rasa ingin memiliki sesuatu. Ketika sesuatu itu sudah menjadi miliknya, maka tidak ada seorang pun yang boleh menyentuhnya.

Siwon mengubah posisinya lalu perlahan mengangkat wajah Nana, sehingga ia bisa melihat seluruh wajahnya dengan jelas. Wajah cantik Nana, senyuman manisnya, tawa bahagianya, suara manjanya, rambut halusnya, semuanya adalah miliknya. Miliknya yang paling berharga. Miliknya yang akan ia lindungi walau harus mengorbankan apapun.

_oOo_

 

Oppa, bolehkah aku ke kantormu sekarang? Aku ingin makan siang bersamamu,” tanya Nana begitu Siwon menjawab telfonnya. Biasanya Nana langsung berangkat ketika ia ingin ke kantor Siwon, namun kali ini berbeda. Siwon masih belum mengizinkan Nana keluar rumah jika tidak bersama Siwon. Nana yang sudah berjanji untuk mengikut apapun yang Siwon inginkan pun menurut. Ia juga ingin hubungan mereka normal sseperti dulu, kalau bisa lebih baik lagi. Jadi, untuk mengambil hati Siwon, Nana pun melakukan apa yang lelaki itu inginkan.

“Jangan, Sayang! Biar aku yang pulang saja,” jawab Siwon.

“Tapi kau banyak pekerjaan, Oppa,”

“Tidak masalah, aku bisa pulang kapan pun aku mau. Sekarang tunggu aku di rumah. Aku akan tiba sebelum jam makan siang,”

“Heum, baiklah…”

_oOo_

 

Nana berbinar melihat Siwon datang dengan membawa sekeranjang mawar putih kesukaannya.

“Sudah lama menungguku?” tanya Siwon, begitu Nana menyambutnya di ruang tamu.

“Untukmu,” lanjutnya, seraya menyerahkan keranjang bunganya pada Nana. Nana menerimanya dengan senyuman bahagia.

“Terima kasih Oppa,” jawab Nana lalu berjinjit mencium pipi Siwon. Siwon tersenyum lalu menatap wajah Nana yang juga sedang menatapnya.

Tiba-tiba, tubuh Siwon membeku melihat tatapan Nana padanya. Sebuah kenyataan menghantamnya. Kenyataan yang membuatnya bahagia, namun pada waktu bersamaan menorehkan luka di hatinya.

 

 

To Be Continued…

 

Hallo Readers…

Gimana yang part ini? Ditunggu komentarnya, Yaa…

Mohon maaf selama beberapa bulan ini author ngilang… banyak sekali hal tidak terduga yang terjadi. Salah satunya laptop author yang bermasalah. Sambungan antara monitor dengan keyboardnya retak, jadi author rada ngeri makainya… dan terpaksa lama ga pakai laptop. Mohon pengertiannya yaa…

 

Oya,

Author ada beberapa cerita yang lagi on going juga buat ditulis.

Menurut reader, enakanya BWM diselesaikan dulu atau sekalian jalan sama cerita lainnya?

Ditunggu komentarnya yaaa readers…

Jeongmal gomawo… *bow

 

 

Advertisements

21 thoughts on “Be With Me (Part 7)

  1. Salam kenal ya thor n aq baru nemu ni ff….
    Ternyata keren n aq suka. .
    Siwon napa terluka liat tatapan mata nana….ahhh tambah penasaran jadi na…
    Fighting ya thor …..^^

  2. Kalau ff gimana enaknya author aja.
    Siwon kehilangan kendali apakah ada hubungannya dengan mimpinya ituu ? emang ttapan nana gmana sampai buat hati siwon terluka.
    #keepwritingeonn

  3. Siwon masih misteri ada sesuatu yg disembunyiin..eonni lannjut dulu BMw nya… makin penasaraan..satu lgi eonni bikin nana hamil…😁

  4. Siwon masih misteri ada sesuatu yg disembunyiin..eonni lannjut dulu BwMnya… makin penasaraan..satu lgi eonni bikin nana hamil…😁

  5. Itu apa siwon ingt klw dia nikahin nana awalny supaya dpt mmpersatukan usaha dia ama appa nana/ itu miripp tatapan seseorang

    Gpp chingu yg penting smua ff nya dilanjut
    Selessaikan dulu smua urusan kamu

    Maunya sihh BWM yg dselesaikan dulu chingu

  6. Part ini kurang panjang kak ehehehe… Siwon masih jadi mesteri nih, emang di itu sebenrnya kenapa ya? Pasti ada masa lalu nya yg kelam. Jadi penasara… semoga next part postnya cepet.

    Kalau untuk ff baru itu sih tersetah enaknya kakak aja gimana hehe..

  7. hempt kelanjutan BWM akhir ny keluar juga sekian lama semedi.. hihihihihi
    sayang ny part ini kurang panjang,, tp gpp lah sekian lama menghilang dan tiba” muncul jga udah bikin riders semua bahagia.. hehe
    makasiih aouthor cyantiik..
    lanjut ajh dulu yg ini ,, biar gg gantung cerita ny,, soal ny qlo dd ff yg baru suka terabaikan yg lama.. hihihi
    makasih cerita ny,, dan d tunggu cerita selanjut ny.. 😀

  8. Masi penasaran sama masa lalunya siwon. Trs knp jg siwon ky shock gitu pas lihat tatapan nana. Banyak teka tekinya. Kl menurutku sih better BWM ini diselesaiin dulu thor, abis penasaran bngt hehehe. Tp kl mau posting cerita baru sih gpp, aku welcome aja

  9. kyaaaa kurang panjang part ini,, biasa pnjang jga dan sekian lama aqu menunggu part ini akhir ny keluar jga,,
    part siwon sama nana ny kurang,, scane ny kurang bnyak,, dan siwon pun udh mulai ngerasa dia di cintai…
    buat part selanjut ny. cpet d pyblish iia jgan lama lama kya part ini.. hehejehe :D: *

  10. Akhirnya datang juga. Hah alurnya terlalu cepat, feelnya kurang, scene Siwon Nana kurang kak, gak kayak part sebelumnya. Kurang greget gitu.
    Lebih baik BWM diselesaikan dulu aja, 😀

  11. Eonni. Aku udh nunggu ff ini semenjak terakhir di publish. Nunggu lama bgt, dan ternyata pas buka bookmark udh update.
    Kira2 mau smpe brp part nih? Kok, akar masalhmasalahnya blm muncul. Dr baca ff ini selalu terngiang “si siwon knp sih?” Dan blm kejawab.

    Mending selesain ff ini dl eon, reader yg lain jg udh nunggu lama buat ini selesai. DigDitungga papart selanjutnya loh, jgn berbulan-bulan lagi

  12. hua apa yang gua tunggu tunggu nongol juga ini part tapi rada kesil sih soallnya lama binggo, bolak balik ke blog ini dari kemarinmarin baru nongol sekarang, tapi gapapa ini bagus dan semoga part berikutnya lebih panjang dan mengharukan lagi hehehe, oh ya buat kalo bisa selsain ini dulu deh tapi gapapa kalo mau di selangseling untuk ceritanya yang penting publishnya barengan hehehe oke keep fighting buat lanjut ke part selanjutnya chingu byebye see you again besok ane mainmain lagi kalo udah publish hehe 😀

  13. siwon masih misteri sama masa lalunya,,,,
    aku pikir siwon sangat dominan sama nana…
    kenapa siwon terluka gitu ngeliat nana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s