“Im Nana? Ya, dia adalah tunanganku.”
“Eum, orang tuanya berteman baik dengan orang tuaku. Kami juga saling mengenal sejak kecil. Dulu, kami sering main bersama.”
“Tentang dia? Aku tidak banyak tau tentangnya. Usia kami terpaut 5 tahun. Sejak aku SMP kami jarang bertemu, karena aku masuk sekolah berasrama, sedangkan dia masih sekolah dasar. Apalagi sejak aku tinggal di Amerika. Mungkin hanya beberapa kali dalam setahun kami bertemu.
“Tentang Nana?… Manja. Ya.  Hanya itu yang aku tau.”
“Ah iya, dia juga cerewet, penakut, mudah marah, dan tidak mau mengalah”
“Cantik? Bukankah karena itu ia menjadi model?”
“Mengapa kami bertunangan? Eum, karenaa… ”

(Choi Siwon)

“Choi Siwon? Aishh… tolong jangan membahas lelaki dingin itu!”
“Aku tidak marah! Aku hanya tidak mau membahas orang yang belum tentu mengingatku!”
“Tunangan? Ckk! Mana ada orang yang menelantarkan tunangannya sendiri, eo? Tidak pernah menelfon, mengirim pesan, menanyakan kabar, atau apalah itu!”
“Aku juga curiga dia masih mengingat kalau aku adalah tunangannya! Atau mungkin dia lupa kalau dia sudah memiliki tunangan!”
“Baiklah, bukan tidak pernah, tetapi sangat jarang! Ya Tuhan! Aku bahkan heran mengapa dulu aku… ”
“Aish jinjja! Sudah jangan membahas dia lagi!”

(Im Nana)

Advertisements

8 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s