Be With Me (Part 5)

image

Nana memperhatikan Siwon yang duduk disampingnya. Lelaki itu terlihat melamun dan tidak mengeluarkan sepatah katapun dari tadi, tidak mengajak Nana berbicara sama sekali.
Mustahil jika lelaki itu tidak menyadari kehadirannya, karena Siwon-lah yang mengajak Nana untuk berangkat kerja bersama, dan sedari tadi tangan lelaki itu juga melingkar di pinggang Nana, seakan tak ingin Nana lepas dari jangkauannya. Sejak sarapan tadi, lelaki itu juga tidak banyak bicara. Hanya menjawab sedikit pertanyaan Nana dan mengajak Nana berangkat bersama, itupun dengan nada datar dan tegas, seakan tidak ingin ditolak. Nana yang merasakan keanehan Siwon pun menurut. Bukan hanya Nana, Junho pun bisa merasakan perubahan Siwon. Biasanya Junho akan langsung membicarakan serangkaian agenda Siwon sebelum mereka berangkat kerja. Namun kali ini tidak. Siwon langsung mengisyaratkan Junho untuk langsung berangkat. Tanpa banyak kata, Junho langsung membukakan pintu untuk Siwon dan Nana, sebelum akhirnya dia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping sopir.
“Oppa, apa yang kau fikirkan?” tanya Nana, lembut. Siwon menoleh pada Nana, lalu mengecup pelipisnya.
“Tidak ada,” jawabnya, singkat, lalu tersenyum tipis. Nana mengusap dada Siwon membuat perhatian Siwon masih padanya.
“Benarkah? Kau terlihat melamun dari tadi. Eum, apakah ada kaitannya dengan mimpimu semalam?” Tubuh Siwon menegang. Matanya berubah gelap.
“Tidak ada, Nana. Tidak ada!” jawabnya, seraya menggeleng. Nana menghela nafas. Siwon masih seperti dulu, seakan menutupi sesuatu darinya.
Nana meletakkan kepalanya di dada Siwon. Ia memejamkan mata, merasakan jantung Siwon yang berdebar keras. Apa yang kau sembunyikan dariku, Oppa? Mengapa tubuhmu menegang dan jantungmu berdebar keras seperti ini?
“Aku hanya mengkhawatirkanmu, Oppa,” ujar Nana dengan suara pelan yang sarat akan kekhawatiran.
Hening.
Siwon tidak menjawab apa-apa. Namun beberapa saat kemudian tubuhnya mulai relaks. Siwon membelai rambut Nana lalu menatapnya.
“Tidak ada, Sayang. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan,” ujarnya, lalu mengecup kening Nana untuk beberapa saat, lalu kembali pada posisinya semula. Namun hal itu tidak berhasil melunturkan rasa penasaran dan kekhawatiran Nana. Nana terus memperhatikan Siwon, walaupun ia memilih untuk diam, tidak berargumen.
“Tuan, kita sudah sampai,” ujar Junho, beberapa menit kemudian. Setelah mobil berhenti, Junho membuka pintu untuk Nana.
“Hati-hati!” ujar Siwon sebelum Nana keluar. Nana mengangguk lalu berbalik untuk keluar. Namun, sebelum ia melangkah, ia berbalik lalu mencium bibir Siwon. Sesaat, Siwon terpaku di tempatnya, namun kemudian ia menahan pinggang Nana dan membalas ciumannya. Bukan ciuman bergairah atau sejenisnya, hanya ciuman lembut yang menunjukkan perasaan mereka.
“Apapun yang terjadi, percayalah, semua akan baik-baik saja, Oppa,” bisik Nana setelahnya. Siwon tersenyum, senyuman tulus yang ikut mengerutkan sudut matanya.
“Geurom, aku pergi dulu,” lanjutnya, memberikan kecupan sekilas pada bibir Siwon dan beranjak keluar dari mobil.
“Terima kasih, Sayang!” ujar Siwon dari dalam mobil. Nana mengangguk dan tersenyum. Tak usah dikatakan, Nana sudah tau maksud Siwon. Nana tersenyum. Mungkin sekarang Siwon masih tertutup padanya, tapi ia tau, sedikit banyak Nana memberikan efek pada Siwon. Begitupun sebaliknya. Nana merasa sakit ketika melihat Siwon yang berubah seperti tadi, seakan terluka sangat dalam, dan ia bersyukur, hanya dengan tindakan kecilnya tadi, sudah bisa membuat wajah Siwon berwarna, tidak setegang dan segelap tadi.
_oOo_

Nana melangkah keluar lift dan berjalan mengikuti seorang karyawan wanita yang mengantarnya. Ini pertama kalinya Nana datang ke kantor Siwon dan jika karyawan itu tidak mengantarkan Nana, ia pasti sudah kesulitan untuk menemukan ruangan suaminya itu, karena gedung kantor Siwon memang sangat besar, megah, dan desainnya sangat indah dan rumit namun berkelas.
Mereka berbelok ke arah kiri dan berhenti di depan meja receptionist Siwon. Di depan meja receptionist itu terdapat sofa putih dan lukisan surealisme yang tergantung di atasnya.
“Apakah Sajangnim ada?” tanya karyawan itu.
“Sajangnim sedang meeting. Mungkin 15 menit lagi meeting-nya selesai.” ujar sang receptionist.
“Eoh, baiklah. Aku akan menunggunya,” jawab Nana.
“Maaf, Nyonya akan menunggu di sini atau di dalam ruangan Sajangnim?” tanya karyawan tadi.
“Disini saja,” jawab Nana.
“Baiklah. Kalau begitu saya pamit dulu,” ujar sang karyawan, membungkuk lalu meninggalkan Nana. Nana berjalan ke sofa lalu duduk dan membaca majalah yang ada di meja.
Kira-kira 20 menit kemudian, ia melihat Siwon, Junho, dan beberapa lelaki yang lebih tua dari Siwon dan dua orang wanita datang. Nana beranjak dan tersenyum ketika Siwon melihatnya. Lelaki itu terlihat kaget, namun detik berikutnya tampak sebuah senyuman khas di wajahnya. Ia pun bergegas ke arah Nana.
“Sayang, kau datang?” ujarnya, lalu mengecup pipi Nana.
“Ne, aku membawa makan siang,” jawabnya.
“Kau sudah lama menungguku?”
“Eum, hampir setengah jam,” jawab Nana.
“Setengah jam?” ulang Siwon dengan kening berkerut, lalu beralih pada receptionist-nya.
“Mengapa kau tidak membiarkan dia menunggu di ruanganku dan tidak menyuguhkan apapun?” tegur Siwon, tajam. Receptionist itu terlihat sangat terkejut dan takut. Dia adalah karyawan magang yang baru sebulan bekerja disini dan ini pertama kalinya Siwon berbicara langsung padanya. Biasanya semuanya melalui sekretaris Siwon, dan ketika pertama kali presiden direktur di perusahaan itu berbicara padanya, malah menegurnya tajam.
“Jweseonghamnida, Sajangnim!” ujar receptionist itu.
“Sudahlah, memang aku yang mau menunggu di sini,” ujar Nana.
“Benarkah?” Nana mengangguk.
“Geurae,” jawab Siwon singkat, lalu berbalik pada orang-orang yang tadi datang bersamanya, yang sempat ia abaikan tadi.
“Eoh, nanti setelah jam makan siang temui kita lanjutkan kembali,” ujarnya.
Mereka berpamitan kemudian pergi, dan Siwon pun mengajak Nana ke ruangannya.
“Kau sudah makan?” tanya Siwon, begitu mereka berada dalam ruangan kerja Siwon.
“Belum. Kalau sudah, untuk apa aku jauh-jauh kesini dengan membawa ini, eoh?” jawab Nana seraya mengangkat tas dengan merk restoran Italia yang ia bawa.
Siwon tersenyum. “Kau membawa apa?” tanyanya.
“Lasagna,” Nana menjawab singkat seraya meletakkannya di meja ruang tamu yang berada di dalam kantor Siwon, dan duduk di samping Siwon yang telah mendahuluinya. Nana kemudian membuka tas tersebut dan mengeluarkan dua porsi lasagna beserta sendok yang sudah tersedia.
“Cobalah! Ini adalah restoran Italy favoritku,” ujar Nana, seraya menyerahkan seporsi lasagna untuk Siwon.
“Geurae?” ujar Siwon, lalu memotong lasagna dengan sendok kemudian memakannya.
“Bagaimana, kau suka?” tanya Nana. Siwon mengangguk.
“Aku percaya pada pilihanmu, Nana. Apapun yang kau pilihkan untukku, pasti yang terbaik,” jawab Siwon, seraya tersenyum. Nana berdecak mendengar kalimat Siwon, lalu menunduk, memotong lasagna miliknya, berusaha untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya. Siwon tertawa geli melihat tingkah Nana.
“Wae?” tanya Nana, polos. Siwon menggeleng, disertai senyumannya yang semakin lebar. “Kau lucu,” jawabnya singkat.
Nana mendengus. “Jangan tertawa terus, Oppa! Nanti kau tersedak,” ujar Nana. Bukan menuruti perkataan Nana, Siwon malah tertawa semakin keras.
“Aigoo! Kalau kau terus tertawa dan tidak memakan makananmu, aku tidak akan datang ke sini lagi!” ujar Nana, mengancam Siwon. Siwon menggeleng dan tersenyum lembut. Ia meraih tangan Nana dan menahannya, meletakkannya di atas pahanya.
“Heii jangan berkata begitu. Aku senang kau datang, apalagi setelah meeting seperti tadi,”
“Lalu, mengapa kau terus menertawaiku?”
“Itu karena kau lucu, Sayang…”
“Lucu?”
“Ya. Bagaimana bisa ada seorang wanita sepertimu. Kau terlihat cantik, anggun, menarik, dan menggemaskan dalam waktu yang bersamaan? Dan…” Siwon mendadak menghentikan kalimatnya.
“Dan?” tanya Nana.
Dan semua itu selalu memupuk perasaaan aneh dan asing yang sedang tumbuh di hatiku, Nana.
“Dan?” ulang Nana karena Siwon hanya diam dan menatapnya.
“Tidak. Lupakan saja,” jawab Siwon, akhirnya. Nana mengerutkan kening. Baru saja dia akan protes, ponselnya tiba-tiba berdering, menunjukkan nomor asing.
“Sebentar, Oppa,” ujar Nana seraya menoleh pada Siwon. Siwon pun mengangguk. Nana bangkit lalu sedikit menjauh dari Siwon. Siwon memakan lasagna miliknya seraya terus memperhatikan Nana. Sepertinya Nana mendapatkan telfon dari orang asing, karena Nana berbicara dalam Bahasa Inggris. Dari raut wajah Nana, sepertinya ia mendapat kabar baik, namun ketika ia melihat Siwon, dan pandangan mereka bertemu, kebahagiaan itu sedikit memudar dari wajahnya.
“Ada apa?” tanya Siwon begitu Nana menutup telfon dan kini sudah duduk di sampingnya.
Nana tersenyum. Walaupun sempat meredup, Nana tidak bisa menyembunyikan raut bahagia di wajahnya.
“Eum, baru saja aku mendapat telefon dari panitia sebuah fashion show di Paris. Mereka mengatakan bahwa aku lolos tahap awal seleksi untuk ikut menampilkan karyaku di acara itu. Untuk seleksi selanjutnya, akan ada panitia yang akan datang dan menilai desainku secara langsung. Kemungkinan lusa orang itu akan datang,”
“Fashion show? Mengapa kau tidak pernah menceritakannya padaku?” tanya Siwon dengan raut wajah dan nada tidak suka.
“Maaf Oppa, aku lupa menceritakannya padamu. Sebenarnya pendaftaran untuk acara ini sudah beberapa bulan yang lalu. Aku mengira aku memang tidak lolos seleksi. Aku bahkan sudah melupakannya,” jelas Nana.
“Tapi Nana, itu artinya kau akan ke Paris! Berapa lama kau nanti di sana? Selain itu, kau akan sibuk untuk persiapan, perhatianmu akan fokus pada pekerjaanmu, dan… Dan kau tidak akan memiliki waktu untuk kita lagi!” 
Nana menatap Siwon, setengah tak percaya dengan kalimat terakhir yang ia dengar. Ia pun kemudian meraih tangan Siwon dan menggenggamnya.
“Oppa, tidak pernah terfikirkan olehku untuk meninggalkanmu. Sejak kecil aku telah dibiasakan untuk menomorsatukan keluarga, dan sampai sekarang pun begitu,” jelas Nana, meyakinkan Siwon. Namun usahanya nihil. Wajah Siwon masih mengeras, pandangannya lurus ke depan, seakan Nana tidak mengatakan apa-apa. Nana menghela nafas.
“Oppa, sebenarnya aku sudah lama mendaftar di acara ini, dan ini adalah salah satu fashion show bergengsi di Paris. Banyak sekali tokoh dan selebriti yang akan datang, dan ini menjadi salah satu pintu gerbang untuk mengembangkan brand-ku. Tetapi, karena sekarang aku sudah menikah, dan kau adalah suamiku, maka aku akan mengikuti apa yang kau katakan. Jika kau tidak mengizinkanku, maka aku tidak akan mengikutinya. Maaf karena aku lupa menceritakannya padamu,” Nana menjelaskan dengan lembut, tanpa melepas pandangannya dari Siwon. Siwon menoleh dan menatap Nana. Nana menunggu jawaban Siwon selama beberapa saat, namun Siwon tidak mengatakan sepatah katapun.
“Baiklah, aku akan menelfon mereka untuk membatalkannya,” ujar Nana seraya meraih ponselnya yang berada di meja. Tiba-tiba, Siwon menarik tangan Nana, dan Nana pun menoleh.
“Baiklah, kau boleh mengikuti acara itu. Namun kau harus berjanji untuk pulang tepat waktu, seperti biasanya dan tidak terlalu memforsir dirimu. Selain itu, saat hari H nanti aku akan menemanimu ke Paris,” Ujar Siwon dengan wajah yang mulai melunak. Nana mengerutkan kening, mencoba mencerna dan mempertimbangkan persyaratan yang Siwon berikan. Beberapa detik kemudian, seulas senyuman pun terukir di wajahnya.
“Call!” ujar Nana seraya mengulurkan tangannya, bermaksud menjabat tangan Siwon. Namun, bukannya membalas uluran tangan Nana, Siwon malah menarik Nana ke dalam pelukannya.
“Call!” jawab Siwon pelan disertai senyuman tipis, lalu mencium Nana.
_oOo_

“Jja!” seru Nana puas melihat Red Velvet buatannya yang baru ia keluarkan dari oven matang dengan sempurna. Hari ini, sepulang kerja ia langsung membuat kue, menghilangkan rasa jenuh dan suntuk. Nana memang suka memasak dan mendesain, dan dua hal itu adalah hiburan baginya.
Nana mengeluarkan kue itu dari loyang, dan memotongnya. Ia memisahkan sebagian kue untuk Siwon, sedangkan sebagian lain ia berikan kepada pekerja di rumahnya. Ia juga memisahkan beberapa potong kue untuk ibu mertuanya, dan meletakkannya di piring.
“Hani-ssi, kau melihat Eomoni?” tanya Nana pada salah satu pegawainya.
“Beliau sedang di taman samping, Nyonya,”
“Eoh, geurae. Gomawo!” Nana meletakkan piring tadi di atas nampan dan membawanya menuju taman samping. Saat melewati ruang tamu, ia melihat suaminya datang bersama Junho.
“Oppa, kau sudah pulang?” ujar Nana, seraya berjalan mendekati Siwon yang juga sedang berjalan mendekatinya.
“Ya. Meeting malam ini dibatalkan,” jawab Siwon.
“Apa yang kau bawa?” lanjutnya. Tanpa izin, Siwon mengambil cake yang Nana bawa dan memakannya.
“Eoh, Oppa! Mengapa kau memakannya? Aku membawakan ini untuk Eomoni!” Siwon langsung terpaku.
“Eomma?”
“Ne. Milikmu sudah aku siapkan. Tapi, aku akan menemui Eomoni dulu,” ujar Nana.
“Tidak usah!” ujar Siwon tegas.
“Mwo?”
“Biar orang lain yang membawanya!”
“Tapi Oppa, aku…”
“Nana, ketika aku mengatakan tidak, tetap tidak!” Nana menghela nafas.
“Oppa, kau tidak pernah mengatakan padaku apa alasanmu melarangku berbicara dengan Eomoni! Kau bahkan melarangnya bertemu denganku, sehingga ia benar-benar tidak mau menemuiku, apalagi berbicara denganku! Oppa, dia adalah mertuaku, ibumu, aku menghormatinya sebagaimana aku menghormati orang tuaku sendiri. Jika kau bersikap seperti ini, bagaimana aku bisa…”
“Aku lelah, aku tidak mau membahasnya. Jangan pernah membahas ini lagi,” potong Siwon dingin, seraya berlalu melewati Nana.
“Geurae! Aku akan terus menemui Eomoni sebelum kau menjelaskan apa alasanmu melarangku berinteraksi dengannya!”
“NANA!!!”

_oOo_

Annyeong readersku…!!!
Masih setia kan di WP ini?
Jeongmal mianhae kalau author vakum selama beberapa bulan, soalnya lagi sibuk penelitian n skripsian. Maklumlah, kuliah di *PB seakan masuk ABRI, hehe… 😂😂😂 inshaAllah minggu depan author mau sidang. Doakan yaa semoga lancar dan dapat nilai sesuai yg diharapkan. Gomawo 😘😘😘
Selamat membaca readers!
Ditunggu komennya, yaaa… ;)😘

Advertisements

31 thoughts on “Be With Me (Part 5)

  1. Siwon knp si
    Ud baik bnget e bertengkar krn bunya
    Emg knp ???
    Pnasaran bnget
    Kpn eoon dbuatin POV siwon ??v

    Ke paris jau bnget eon
    Jgn sad ending y eon

    Btw gpp eon
    Kita sabar koq nunggu

    Smoga cpet2 wisuda eon

  2. Author-nim aku udh nunggu dr lama.. kepo sm kelanjutannya. Sebenernya aku krg puas sm chapter ini.. udh lama gaada,pas ada ceritanya dikit banget-_-
    Siwon itu ada apa sih sm masalalunya? Selalu gasuka kl nama ibunya kesebut..

  3. Siwon kadang bersikap manis kadang juga bersikap tegas dgn nana-_- tp tetep selalu nunggu part selanjutnya 😀 soalnya seru cerita be with me ini bikin penasaran?:D Penasaran jg sama rahasia kehidupan pribadi siwon 🙂

  4. woah lama gak liat ff ini;; kirain bakal gak dilanjut.
    ini siwon pasti ada sesuatu yg disembunyiin ._.
    siwon kadang keras bgt sifatnya kadang lunak/?

    btw sukses ya buat sidangnya ^^
    semoga lulus dan dpt nilai yg bagus ^^/;

  5. Finally setelah menghilang berbulanbulan ff ini muncul lg semangat buat author yg mau sidang semoga lancar, semakin seru ceritanya dan semakin bnyk teka teki yg harus coba kt tebak nihh disini ttg siwon smg dia beneran suka sama nana jgn krn tujuan awalnya yeay semoga next partnya cepet keluar ya thor semangat author 🙂

  6. Akhirnya dilanjut juga ffnya. Makin penasaran ma siwon, ada masalah apa sich ma ibunya?? Kok ky anti gitu(?)

    semoga sidangnya lancar kak, sesuai dgn yg diharapkan..amin..

  7. Abang kenapa lu berubah-ubah kayak gini kadang manis… kadang dingin… bingungdeh hayati…

    Duh, masih penasaran sama Abangku yang satu ini

    Dan untuk authornim semoga persidangannya berjalan lancar dan sukses amin…

  8. Akhirnya diupdate juga hehehehe. Pasti ada sesuatu yg bikin siwon bersikap kaya gitu ke ibunya. Apa mungkin berhubungan sm mimpi2 siwon di part sebelumnya?
    Semoda sidangnya lancar ya author jd bisa cpt update lagi hehehehe

  9. rahasia apa yg siwon sembunyikan sebenarnyaa??? pensive

    semoga lancar sidangnya eon, doain aku biar cepet lulus juga yaa hehe

  10. Akhirnyaa di publish jugaa eonn , bru baikkan udh brntem lagi aja mrka ber2 wkwkwk . Siwon msh yg kya dlu masih tertutup sma nana . Next part di tnggu eonn.

    Semngat buat sidangnyaa!☺☺

  11. Siwon selalu aja ngelarang Nana buat ketemu sama ibunya siwon. Memangnya ada aa si sama masa lalunya siwon.

    Tapi ka aku kurang puas ama chaper ini kurang anjang soalnya 😀

  12. Siwon selalu aja ngelarang Nana buat ketemu sama ibunya siwon. Memangnya ada apa si sama masa lalunya siwon.

    Tapi ka aku kurang puas ama chaper ini kurang anjang soalnya 😀

  13. wow wow wow iihh knp sih siwon benci bgt sama mamanya?? duh kefoo nih kayaknya siwon dulu diabaikan ama orang tuanya ya jd dia kayak gitu *maybe wkwkwkkw iyaaa unni semangat semoga cepetbcepet wisuda wkwkwk pantesan aja setiap bolak balik ke wp ini blm ngepost post juga wkwwkw ternyata lg sibuj toh AYO EONNI SE-MA-NGAT!!!!!

  14. Wahhhhhhh setelah berbulan2 akhirnya update lagi siwon nana kangennnnnnnnnn bangettttt ma ni copule♥
    Oooohhh pantea author ny sibuk ma dunia pendidikan wahhhh selamat ya dah mau sidang semoga lancar dan nilai ya memuaskan…
    Hhhhmmmm dipart ini hubungan nana dan siwon jauuuhh lebih membaik dan semoga kedepan nya akan selalu seperti itu….
    Tapi seperti nya masih ada sedikit dinding pemisah diantara mereka…
    siwon masij merahasiaka teka teki tentang ibunya terhadap nana

  15. amiin thor smohmga sukseees 🙂 …

    gilaaaa tepar thor nungguin nya .
    bolak balik masuk ni wp cma mau liat dh di posting apa blum eeeh trnyata gk nongol nongol ..
    kirain dh gk bakal di .lanjutin lagi.thor ni ff di gantungin gitu atau author nya lupa pasword nya (?)

    jngan lama lama lagi thor buat next chap ny …
    selalu setia menunggu thor a .

    fighting thor buat sidang nyaa

  16. Siwon kalo nana nemuin eommanya siwon seakan” dia takut kalo ibunya ngebongkar sesuatu yg di rahasiain dari Nana. Masa laku kah?

    Oia mau ngucapin congrats ya unn atas wisudanya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s