Sunbaenim ?? (Part. 7)

NYIKSA

Title                 : Sunbaenim ?? (part.7)

Main Cast        : Choi Siwon, Im Nana

Support Cast   : Lee Minho,Lee Hyukjae,Lee Donghae,Cho Kyuhyun,Kim Jong                                        Woon. etc

Length             : Chapter

Genre              : Life School,etc

Author             : MA407 (Farida)

Facebook         : http://www.facebook.com/FarMinHoo

Ig                     : @farida_me96

Blog                : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com

Rating             : General

Disclaimer       : jika mungkin ada kata-kata yang tidak sesuai,saya mohon maaf,mengingat bahwa saya hanya menuangkan imajinasi saya kedalam suatu cerita yang gk jelas bentuk wujudnya -_-`. Siwon and other cast milik yang punya ye?? Maaf kalo ceritanya kurang enak,kurang asin,atau kurang pedes. Kritik dan saran saya harapkan untuk memperbaiki karya agar lebih baik. Ookee capcuss… hope you like this guys 😀

Nana kembali menatap Siwon,meyakinkan hatinya bahwa dia adalah gadis kecil yang ada dalam cerita Siwon saat itu. Nana terkesiap saat Siwon membalas tatapannya.

“Gieongna??” tanya Siwon

“Eoh..??”

“Nana-ya….” Siwon menggenggam tangan Nana,Nana menunduk.

part.7

Mianhae,Sun.. baenim.. aku harus pulang!!” Nana beranjak dari ranjang,Siwon mengikutinya

“Nana-ya,apakah kau tak merindukaknku? Apakah kau membenciku?” Nana terdiam.

“Mianhae Sunbaenim.. aku hanya ingin pulang..”

“aku akan mengantarmu..”

“andwe!! Aku akan pulang bersama Donghae Oppa…”jawab Nana pelan,Siwon mengerutkan keningnya..

“Donghae Op..pa?? kau berkata apa barusan? Donghae Oppa? Mwo? Kapan kau resmi memanggilnya seperti itu??” tanya Siwon sedikit kesal

“wae? Kau keberatan? Apa salahnya dia menganggapku sebagai adiknya? Akupun harus menganggapnya sebagai kakakku..” jelas Nana

“ah? Geure… arraseo..” jawab Siwon sedikit lega. Nana mendahului Siwon

Semua mata tertuju pada suara pintu yang bergesekan,dan menampakkan 2 makhluk indah disana.

“apakah mereka berkencan?.”

“apakah itu kekasih Siwon?”

Pertanyaan-pertanyaan itu kembali muncul saat Siwon dan Nana berjalan menuju ke arah mereka,

Ny. Choi menghampiri Nana.

“Nana-ya…” Ny. Choi meraih tangan Nana,Nana menatap wanita yang ada dihadapnnya kini.

“Eommoni…” gumam Nana yang disusul cairan bening membasahi pipi indah Nana

“Eumm.. iya sayang….” jawab Ny. Choi disertai anggukan kecil.

“Eommoni…” panggil Nana lagi

“kemarilah.. sini peluk Eommoni..” Ny. Choi merentangkan tangannya,mengundang Nana untuk berada dalam pelukannya. Dalam sekejap,Nana memeluknya eret. Ny. Choi,mengelus lembut rambut Nana.

Semua pasang mata menyaksikan adegan tersebut,terdiam… Seberapa pentingkah Nana dalam hidup Ny. Choi? Siapakah Nana sebenarnya? Berapa lamakah mereka tidak bertemu?. Batin para tamu,begitupun dengan kerabat Siwon.

“waahh.. Daebakk.. ini seperti Reality Show… ckckkck mereka seperti Anak dan Ibu yang telah lama terpisahkan” gumam Hyukjae menggelengkan kepalanya heran.

cchh.. jangnania!!?? Heeiissh… >.<” kesal Kyuhyun

“sshh.. mereka dulu hidup berdampingan di London,hingga umur 7th Orang tua Siwon pulang ke Korea dan berniat menyekolahkannya disini..”jelas Donghae tiba-tiba. Mereka hanya terdiam dan saling pandang satu sama lain dan mengangguk mengerti

“ckckckck.. jadi itu sebabnya Ny. Choi memperlakukannya seperti itu..”ujar Jong Woon

“eumm.. jika di pikir-pikir,anni~ bagaimana kau bisa mengetahuinya??” tanya Kyuhyun tiba-tiba dan mereka kembali menunggu jawaban Donghae

“Siwon yang menceritakan padaku,bahwa dia mempunyai malaikat kecil yang berada di London dan mencuri mobil kecil mereh miliknya,dan saat dia mengetahui bahwa gadis yang hampir dia tabrak sepulang sekolah itu Nana. Anni~ dia mengetahuinya saat bertemu dengan Ny. Im untuk meminta maaf waktu itu..” jelas Donghae lagi.

“ah,Geure.. saat itu Siwon hanya terdiam ketika Ny. Im menyambut kami..” lanjut Minho yang sedari tadi mengingat-ingat.

“hhuu.. terkadang kau sangat akrab dengannya Donghae-ssi..” cetus Kyuhyun

“apakah mereka tidak ada kontak untuk saling berhubungan,meskipun hanya jarak jauh??” tanya Tiffany

“Molla..” Donghae menggeleng

Nana megakhiri pelukan mereka

“Aku ingin pulang..”

“euh? Wae? Apakah kau tak merindukanku..? atau,mungkinkah kau membenciku??” tanya Ny. Choi

“Annio~ Eommoni…” jawab Nana menggeleng

“apakah kau membenci Siwon?” Nana menunduk

“Apa yang ia lakukan terhadapmu? Heum? Yak!! Siwon-a!! Apa yang kau lakaukan terhadapnya? Hah!?”kesal Ny. Choi terhadap Siwon,namun tangannya tetap mengelus pundak Nana

“Wae?? Naega wae??”

“heiis.. dasar…!!”

“sudahlah.. kita sedang ada tamu..”Tn. Choi mlerai keributan Ny.Choi dan puteranya

“Nana-ya.. biarkan Siwon yang mengantarmu pulang,heum..”ujar Tn. Choi

“Annio~ Aboeji..”jawab Nana tersenyum dan menunduk berpamitan,ia berjalan melewati Tn. Choi

“Oppa~ aku ingin pulang..” ujar Nana,Siwon cs terperangah mendengar bahwa Nana memanggil Donghae dengan sebutan “Oppa” bukan Sunbaenim atau sebutan lain sebagai kakak kelas lagi.

Donghae merasa dirinyalah yang dipanggil Nana,ia melirik Yoona untuk memastikan bahwa wanita itu bisa mengerti keadaan. Yoona tersenyum dan mengangguk ringan padanya,mengisyaratkan bahwa wanita itu tidak keberatan. Donghae menghirup udara panjang,dan menghempaskannya lega.

“Geure.. kajja..” Donghae menuntun Nana menuju mobil.

“wahh!!! Daebak!!!!” ujar Hyukjae.

Beberapa menit yang lalu, Nana baru turun dari mobil ini untuk menuju pesta,dan setelah itu ia kembali masuk lagi kedalam mobil ini karena kejadian tadi. Entahlah.. yang ada di pikirannya kali ini adalah ia tidak ingin berhadapan dengan Siwon,ataupun membicarakan tentangnya.

“Gwaenchana??” tanya Donghae khawatir

“Eumm…”jawab Nana singkat dan tetap terfokus pada jalanan yang mereka lalui.

“kenapa kau ingin pulang??”

“Molla~ yang ada di pikiranku saat ini adalah,ingin tidur dan melupakan semuanya… semuanya..” kilasan memori tentang Siwon begitu saja datang ketika ia mengatakan kalimat terakhir. Donghae hanya mengangguk,ia tak ingin ikut campur lebih dalam masalah pribadi Nana,meskipun ia sangat ingin dan berharap Nana dapat berbagi padanya.

Aku juga merindukanmu,sangat merindukanmu.. tapi mengapa kau baru mengatakannya? Apakah kau menguji kesabaranku,lagi??

Aku bahkan tak mengenal dirimu yang sekarang,dan akupun tak percaya bahwa kau adalah Siwon yang ku kenal dulu,pangeranku.

Aku selalu berharap kau datang padaku dan kembali menemani hariku. Setiap hari,setiap hari aku memimpikan indahnya bersamamu. Tapi kenyataan selalu hadir padaku,menyadarkanku bahwa dirimu telah melupakanku,dan tak berniat menemuiku.

Saat aku mulai menghapusmu yang dulu,seseorang datang membantuku. Menggantikan hadirmu,membuatku nyaman bersamanya,mengingatnya,dan memimpikannya. Dan pada akhirnya,bayangmu hilang seiring waktu.

Dan lagi,aku menemukan kenyataan bahwa seseorang yang hadir dalam hidupku,yang membantuku menghapusmu,adalah dirimu sendiri. Aku memang bodoh dan lamaban karena tak menyadarinya,tak menyadari bahwa itu adalah dirimu. Choi Siwon.

Maafkan aku,untuk saat ini aku tak ingin siapapun menggangguku ataupun menanyakan suatu hal tentangmu. Batin Nana berkecamuk

“jja~ kita sudah sampai…” ujar Donghae yang sukses menyadarkan Nana dalam lamunannya

Nana melihat ke arah luar hanya untuk memastikan. Ia turun dari mobil yang sudah ditunggu Donghae.

“Gomawo…” ujar Nana merasa tidak enak karena telah menyuruh Donghae untuk mengantarnya pulang. Donghae hanya tersenyum menanggapi Nana

“masuklah,dan cepat tidur,tenangkan pikiranmu. Besok kau harus sekolah bukan?”tutur Donghae lembut

“Nde~” Nana mengangguk dan berpamitan untuk masuk kedalam rumah yang baru beberapa jam ia tinggalkan. Setelah memastikan Nana sudah masuk kedalam rumah,Donghae bergegas untuk kembali ke pesta yang sempat tertunda.

“kisah kalin memang sangat rumit. Cchhh…. Siwon-ssi,kau berhutang banyak padaku..” gumam Donghae tetap dengan kemudinya.

###

“gadis tadi adalah teman masa kecil Siwon waktu kami tinggal di London ,saat di London rumah kami bersebelahan. Keluarga kami sangat dekat,bahkan Nana sudah kuanggap sebagai puteriku. Cukup lama kami berpisah karena keluarga kami ingin mengurus perusahaan yang berada di Korea. Sampai saat itu kami tidak ada kontak dengan keluarga mereka. Siwon juga tak memberitahu kami bahwa ia satu sekolah dengan Nana. Ia juga tak mengatakan bahwa keluarga mereka berada di korea. Untuk pertama kalinya aku melihat gadis kecilku setelah beberapa tahun kami tak pernah bertemu,tetapi ia justru tak ada rindu sedikitpun padaku…”Ny. Choi sedikit menggantungkan penjelasannya,menunduk.

“Eomma… bahkan ia tadi sempat memelukmu lama dan menangis..” sela Siwon

“mungkin dia sedikit shock,karena tiba-tiba berada disini..”ujar Tiffany

“Mianhae Eomma…” sesal Siwon

“jja~ lebih baik kita kembali kepada acara kita… dan tentang Nana,besok kita akan membahasnya lagi… Arrachi??” ujar Tn. Choi memecahkan suasana.

yeah~!!!” seru Hyukjae mengangkat segelas wine ditangannya

“kajja~ kita kembali ketaman!!!”lanjut Minho menggandeng dua wanita bersebelahan, Yoona dan Tiffany.

“hheeiss…”ketus Yoona

Setelah kembali ketaman,Kyuhyun menghampiri sebuah piano besar yang berada tak jauh dari kolam renang taman tersebut. Menekan dengan berirama setiap tut tersebut.sehingga menghasilkan bunyi yang indah.

Song~

She..

Maybe the face i can’t forget

The trace of pleasure or regret

Maybe my treasure or the price i have to pay

Semua tertuju pada Kyuhyun yang dengan santai melantunkan sebuah lagu romantic ditengah-tengah mereka. Kyuhyun membalas tatapan mereka dengan senyum evilnya. Tak lama ia kembali memfokuskan pada piano dan kembali melanjutkan bernyanyinya.

She..

Maybe the song that summer sings

Maybe the chill that autumn brings

Maybe a hundred different things

Within the measure of a day

She..

Maybe the beauty or the beast

Maybe famine or the feast

May turn each day into a heaven or a hell

She maybe the mirror of my dreams

The smile reflected in a stream

She may not be what she may seem inside her shell

She..

Who always seems so happy in a crowd

Whose eyes can be so private and so proud

No one’s allowed to see them when they cry

She..

Maybe the love that cannot hope to last

May come to me from shadows of the past

That i’ll remember til the day i die..

She..

Maybe the reason i survive

The why and wherefore i’m alive

The one i’ll care for through the rough in ready years

Me..

I’ll take her laughter and her tears

And make them all my souvenirs

For where she goes i’ve got to be

The meaning of my life is She

She.. oh She..

                                    Elvis Costello-She

end~

Kyuhyun kembali tersenyum dan menampakkan smilenya. Ia bangkit dan membungkuk,seolah ia berada di atas panggung dan mengucapkan terimakasih kepada penonton.

“ah.. jinjja!!!” ujar Hyukjae sedikit kesal atas penampilan Kyuhyun

“cchhh..”cibir Siwon

“Kyuhyun-a… Kyeopta ^^” puji Tiffany menunjukkan ibu jarinya dan setengah berteriak. Manis.

Kyuhyun menganggukan kepalanya dan tersenyum bangga,karena baru pertama kalinya ia bernyayi dengan bermain piano dihadapan sahabat-sahabatnya.

“wwooohh!!”seru Kim Joong Won bertepuk tangan

Minho menghampirinya dan merangkulnya “wahh,bagaimana kau langsung bisa memainkannya? Padahal baru kemarin aku berikan ilmuku padamu Kyuhyun-ssi..”ujar Minho dengan bangga dan sombong,padahal apa yang ia ucapkan sama sekali tida ada benarnya.

Kyuhyun hanya menatapnya tajam.

hem.. Mian~”jawab Minho atas tatapan yang diberikan Kyuhyun

“suaramu itu sangat buruk Cho Kyuhyun!!!!” teriak Donghae yang baru saja datang.

Semua tertuju pada Donghae.

“terimakasih atas pujianmu Lee Dong Hae!!!” jawab Kyuhyun

“bagaimana dengan Nana??”tanya Siwon

“dia baik-baik saja”jawab Donghae ringan,Siwon memejamkan matanya dan berhembus.

“lebih baik,untuk saat ini kau jangan menemuinya terlebih dahulu”pinta Donghae,Siwon membuka matanya dan mengerutkan kening.

“wae”jawabnya

“entalah,aku rasa itu yang ada dipikirannya.”

“Arraseo..”jawab Siwon mengerti

ehheemm..”Minho berdehem untuk memecahkan sedikit keheningan

“Jja~ Hyukjae-ssi,tunjukkan bakatmu”pinta Jong Woon

“ahaha.. Andwe~ kau tahu bukan,aku sedang tidak enak badan? Bahkan,untuk ke pesta ini aku harus melawan sakitku..”ujar Hyukjae dengan ber-acting layaknya orang yang benar-benar sakit

“cchh..”cibir Kyuhyun

###

>Nana side

Hari ini aku ingin mencoba melupakan semuanya,melupakan tentangnya. Bukankah dia yang membuatku seperti ini? Tak menghubungiku dan meberi kabar untukku. Sudah beberapa tahun aku menunggunya untuk memberi kabar bahkan menantinya untuk kemali,menjemputku?. Nyatanya ia sama sekali tak menyimpan memori tentangku,tentang kita. Bahkan saat ia mengetahui bahwa aku satu sekolah dengannya,ia justru menyembunyikan identitasnya dariku,tak memberitahuku bahwa dia adalah Siwon,Siwon yang pernah bermain dalam memoriku.

Aku berjalan melewati koridor sekolah,masih terlihat sepi dan angin pagi menyambutku dengan sedikit guguran daun dari pohon palm didekatnya.

“Nana!!” aku menoleh saat seseorng menyerukan namaku dan kupastikan dia adalah Juyeon.

“wae?”

“ada seorang gadis yang berjalan sendirian dikoridor dan memakai seragam yang sama denganku. Aku pikir itu bukan dirimu,tapi aku semakin mendekat dan aku rasa memang dirimu. Dan aku heran padamu,kenapa kau berangkat sepagi ini? Apakah kau ingin membantu tukang kebun kita untuk memotong rumput?”ujarnya yang teralu berlebihan

ya! Aku hanya ingin berangkat pagi dan langsung masuk kelas,aku tak ingin kemana-mana hari ini. Dan jika kau nanti mengajakku makan siang,atau keluar. Maaf nona,aku tak dapat melakukannya.”jawabku

“wae? Apakah ada tugas yang belum kau selesaikan?”

“mungkin,aku rasa ada tugas yang belum akau selesaikan. Apakah kau ingin membantuku??”

“jika itu tidak sulit,dengan senang hati aku akan membiarkanmu mengerjakan sendiri.. kkk...”jawabnya mengejekku kemudian berlari meninggalkanku,aku mengejarnya dan ingin memukulnya. Oh Juyeon! Berhentilah disana!!.

“Park Juyeon!! Awas pembalasanku!!!”pekikku karena ia semakin jauh denganku.

###

“kau tak ingin menemui Nana dan menjelaskan semuanya?”tanya Donghae pada Siwon. Mereka hari ini berangkat bersama,karena Minho hari ini sedang izin untuk keluar kota bersama keluarga,otomatis Siwon akan menjemput Donghae, alasan kedua karena Siwon tidak ingin berangkat sekolah sendirian. Itu menyeramkan baginya

“kau yang kemarin bersikeras untuk melarangku menemuinya,tapi sekarang kau justru menyuruhku untuk menemuinya. “jawab Siwon ringan

“Anni~ aku fikir,akan lebih baik kau harus menjelaskan semuanya. Agar ia tidak akan menghindar darimu. Eotte??”

“aku bingung..”jawab Siwon

“bingung kenapa? Bukankah sudah jelas? Kau yang tak memberi kabar padanya bahkan saat kau sudah bertemu dengannya kau justru menganggap Nana orang yang tidak pernah kau kenal”

“aku ingin menjelaskan semuanya,tapi akau takut dia tak ingin bertemu denganku.”

“justru itu kau harus menemuinya..”

“apakah aku harus melakukannya? Apakah ia akan mendengarkanku?” Siwon menghentikan jalannya melihat Juyeon yang berlari dikejar oleh Nana. Donghae menoleh kearah Siwon yang tiba-tiba berhenti,Donghae mengikuti arah mata Siwon yang menatap lurus kedepan.

oh,Sunbaenim…”sapa Juyeon yang seketika berhenti. Nana juga berhenti saat itu

eumm..”jawab Siwon dan Donghae. Nana hanya menundukkan kepalanya,bersikap seperti biasa

“pagi Nana..”sapa Donghae

nde~ Opp.. Sunbaenim~”ralatnya sebelum Juyeon dan Siwon menoleh pada Nana karena panggilan itu.

“tumben kalian berangkat sepagi ini,ada apa? Apakah ada yang perlu didiskusikan?”tanya Donghae

“Annio~ Sunbaenim,kami hanya ingin berangkat pagi saja”jawab Juyeon ringan

“Juyeon-a,kajja~”ajak Nana

“nde??”

“ayo kita kekelas..”jelas Nana,Nana menggandeng lengan Juyeon dan memberi isyarat untuk menuruti Nana

“kami pergi dulu Sunbaenim~”pamit Juyeon.

“Nde~”jawab Donghae dengan senyum begitu juga Siwon,namun pandangannya tak lepas dari Nana sejak ia bertemu dengan Nana.

“hei!!”tegur Donghae menyenggol Siwon dengan bahunya

“aku harus menjelaskan semuanya”ujar Siwon

“itu harus!! Kajja..”

“kemana?”tanya Siwon

Oh God! Apakah kau ingin aku tinggal disini?”ledeknya

“kajja”

“heeiiss!!!”

###

“Nana!!”panggil Juyeon

“apa lagi?”jawab Nana kesal,karena sedari tadi Juyeon hanya terus memanggil namanya tanpa alasan

“sekali laggi kau memanggil namaku,aku akan menjauh darimu..”ancam Nana

“Annio~ kenapa kau hari ini?”tanya Juyeon penasaran

“Wae?”

“yah,kau tak biasanya pukul 06.32 sudah ada disekolah,kau menolak untuk makan siang denganku dan memilih diam dikelas,kau tak lagi akrab saat bertemu Sunbaenim tadi,dan ini,kau selalu mendiamiku. Ada apa denganmu? Apakah aku mempunyai salah padamu? Apakah aku melakukan hal yang kau benci? Apakah aku melakukan sesuatu yang salah? Atau jangan-jangan kau ada maalah? Ceritakan padaku Nana…”

yak!! Bisakah kau diam?? Juyeon-a??”

“dan sekarang.. kau menyuruhku diam…”keluh Juyeon mempoutkan bibirnya

“cchh.. kau kekanak-kanakan sekali..”cibir Nana

“sebentar lagi Seongsaenim favoritmu akan datang,apakah kau akan terus mendebatku dan memanggil namaku??”lanjut Nana

eumm.. jika itu membuatmu bercerita padaku..”jawab Juyeon polos

“heiss >,< ingin rasanya aku membunuhmu..”kesal Nana

Setelah Seongsanim datang dan menerangkan mata pelajaran hari ini,Nana hanya diam memperhatikan dari penjelasan Seonggsaenim meskipun pikirannya tak lagi fokus terhadap pelajaran,sedangkan Juyeon hanya sibuk dengan pulpen yang ia coretkan beberapa kata-kata penting dari materi tersebut meskipun sesekali ia memanggil Nana dan tentunya tak digubris oleh teman satu mejanya itu. Nana sesekali memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa pusing dikepalanya dan memijat pelipisnya.

Gwaenchana?”tanya Juyeon pelan

“eeum..”

“apakah perlu akau anter ke UKS? Sepertinya kau benar-benar banyak pikiran..”

Gwaenchana.. fokuslah untuk materi hari ini…”tolak Nana

“apakah kau akan kesana sendiri?”

“entahlah,yang jelas aku tak akan izin meninggalkan kelas saat berlangsungnya KMB”jawab Nana

“okke,aku akan menemanimu kali ini..”Nana hanya tersenyum menanggapi pengajuan Juyeon padanya.

Setelah jam pelajaran selesai,Nana dan Juyeon bergeas untuk ke UKS,sebenarnya Nana hanya sedikit pusing dan ia mampu bertahan hingga pulang nanti. Hanya saja Juyeon terlalu berlebihan dan memaksanya untuk beristirahat.

“apakah perlu aku siapkan obat untukmu?”tanya Juyeon ditengah perjalann menuju UKS

“Annio~ Gwaenchana”

Mereka berjalan melewati kelas lainnya untuk menuju UKS,kurang lebih ada sekitar 5 kelas yang mereka lewati.

“oh? Sunbaenim??”ujar Juyeon yang seketika membuat Nana menghentikan angkahnya

“apa yang dilakukannya disana? Kemana yang lain?”ujar Nana pelan

“kenapa dia disana sendirian? Jika dia sakit,kenapa tidak masuk saja?”ujar Juyeon bertanya-tanya

“entahlah,kajja~!”

“Donghae Sunbaenim??!!” panggil Juyeon,Donghae menegakkan tubuhnya yang ia ssandarkan pada tembok dan menoleh kearah kanan dan melihat Nana dan Juyeon menghampirinya. Ia hanya tersenyum puas.

“oh? Nana,Juyeon? Mau apa kalian kesini? Siapa yang sakit?”tanya Donghae basa-basi

“Nana merasa tidak enak badan”ujar Juyeon

Annio~ aku hanya sedikit pusing saja..”ralat Nana

“biarpun begitu,kau harus istirahat Nana.. bukankah begitu Juyeon-ssi??”

Nde~!”jawab Juyeon mantap

“kau tidak masuk Sunbae? Kenapa kau disini?”tanya Nana

Anni~ aku hanya ingin disini..”jawab Donghae,Nana dan Juyeon mengerutkan kening mereka tak percaya.

oh baiklah,kami akan masuk dulu Sunbaenim..”pamit Juyeon

“Kami??”gumam Donghae

“ah,Juyeon!! Aku lapar,bisakah kita mencari makan? Nana,kau bisa masuk sendiri bukan? Kumohon,aku disini tadi mencari teman untuk ke kantin..”ujar Dongghae tak masuk diakal,bagaimana mungkin dia kemari hanya untuk mecari teman untuk kekantin? Bukankah dikelasnya banyak orang? Dan kemana yang lain?

“Nde~??”jawab Juyeon bingung

Gwaenchana Juyeon-a,aku bisa disini sendiri.. kau pergilah”pinta Nana

“kau tidak apa jika aku tinggal?”tanya Juyeon sedikit khawatir

“eumm.. pergilah,tetapi 5 menit sebelum bel masuk. Kau harus kembali..”pinta Nana

nde~!”

“kajja Juyeon-ssi…”ajak Donghae tersenyum

Semoga berhasil. Batin Donghae

“ada apa dengannya? Tidak biasanya dia menunggu di UKS hanya untuk mencari rteman untuk kekantin”gumam Nana penasaran.

“entahlah..”ujaranya kemudian membuka pintu UKS

“ada apa denganku? Kenapa imunku lemah sekali? Jika begini setiap hari,aku benar-benar tidak sanggup.”Nana membaringkan tubuhnya pada ranjang single dan menutupi setengah badannya dengan selimut.

fiuuhh~”Nana mendengar suara lain diruangan ini,ia semakin was-was dan menengok kanan-kiri

“siapa?”selidik Nana,namun tak ada respon. Mungkin hanya halusinasinya,ia kembali membenarkan letak selimutnya

“Nana..”panggil seseorang dibalik gorden berwarna biru dekat ranjang,satu ruangan itu terdiri dari tabung oksigen,lemari obat dan beberapa ranjang single yang hanya dibatasi gorden.

Nana menoleh pada salah satu gorden disebelahnya,ia mengenali suara itu..

“mungkinkah..”gumamnya,Nana mendengar derap langkah menuju ranjangnya

Kreekk~

Gorden itu dibuka dan menampilkan seorang pria dengan wajah yang menunduk

Sun.. Sunbaenim~” Nana beranjak dari ranjang,ia menatap Siwon yang tertunduk tanpa kata-kata. Nana menghela nafas dan setelah itu pergi,namun ia dicegah oleh Siwon yang menggenggam pergelangan tangannya

>*<

“bagaimana jika di UKS?” tanya Donghae

“UKS”

“yap,aku sering melihat Nana di UKS.”jawab Dongahe

“apakah kau yakin? Jika ia tidak ada disana,dan aku sudah menunggu hingga kesemutan di dalam UKS. Apakah kau akan tanggung jawab?” jawab Siwn tidak yakin

ya.. Siwon-ssi,kau manja sekali. Chh,jika ia tidak datang kesana. Bagaimana kalau langsung ke kelasnya? Itu lebih mudah bukan?”

“tapi akau tidak enak jika ada anyak temannya disana..”jawab Siwon

ah,aku melupakan hal itu. Bagaimana kita coba ke UKS saja terlebih dahulu,semua butuh proses tuan.”ujar Donghae sedikit ragu

“Geure..”

>*<

“Mianhae..”ujar Siwon,Nana ingin melepaskan genggaman Siwon,namun genggaman itu sangat susah ia lepaskan,entah terlalu kuat atau Nana tak mampu hanya untuk melepaskan genggaman Siwon.

“Changkaman..”

“tak ada yang perlu dijelaskan..”ujar Nana ringan

“tapi ada yang ingin aku sampaikan…”jawab Siwon,Nana hanya terdiam

“aku tak ingin mendengarnya,pergilah.. jika kau tak ingin aku mengetahui siapa dirimu,menjauhlah dariku,aku sudah melupakan semuanya. Aku sudah melupakan seseorang yang dulu selalu bersamaku,yang dulu selalu kurindukan kehadirannya,aku sudah melupakannya sejak malam tadi..”jelas Nana,ia meremas jemarinya untuk mendapatkan kekuatan.

“Nana jebbal..”

“Sunbaenim..” ujar Nana

“aku bukan Sunbaenim mu!!” pekik Siwon yang tentu saja membuat Nana terkejut.

“geure…”jawab Nana ringan namun,sedikit menahan nafas

“mwo?” ujar Siwon bingung dan bertanya-tanya

“aku pergi..”pamit Nana melewati Siwon yang masih terdiam

“aku akan melanjutkan studiku di London..” langkah Nana terhenti

Nana berbalik “mwo??”

“sudah kuputuskan,aku akan kembali ke London dan mengurus perusahaan yang ada disana..”tutur Siwon. Entah kenapa ia justru menjelaskan bahwa ia ingin melanjutkan studi nya. Bukan untuk menjelaskan tentang apa yang sudah direncanakan

“berapa lama?” tanya Nana

“entahlah,mungkin cukup lama aku disana..”

“apakah kau benar-benar ingin pergi kesana?”tanya Nana memastikan.

Jujur,kali ini ia benar-benar tidak rela jika Siwon pergi. Meskipun saat ini ia masih kesal terhadapnya, tapi tak memungkiri bahwa ia sangat senang dan rindu pada pria yang kini dihadapannya.

eumm..”jawab Siwon,ia mengangkat wajahnya dan mendapati Nana tertunduk

“apakah kau melarangku?” tanya Siwon,berharap yang Siwon dengar adalah kata “ya.”

Nana meremas jemarinya “tidak..”

“aku tidak akan melarang keputusanmu,aku juga tidak berhak dengan apapun yang kau lakukan..” lanjut Nana

Siwon mengangguk ringan menanggapinya,namun sebenarnya ia merasa kecewa karena Nana tak begitu memperdulikannya.

To Be Continue~

Annyeong my readers!! Semoga kalian nggak lupa sama jalan ceritanya yah,mian karena baru nongol sejak beberapa bulan terakhir karena sibuk sama UN dll. And finnaly udah kelar dan bisa lanjut ni story #edisi_curhat J okke jan lupa RCL yah,berharap nggak ada silent readers 😛 kkkk nunggu respon untuk ngelanjutin okke.

Advertisements

9 thoughts on “Sunbaenim ?? (Part. 7)

  1. kangen bgt sma ff nya .athor nya juga hehehe … lama bgt next nya jadi kangenn … oke thor namba asik ni ff seriusan … 😀 next thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s