Happy Birthday Siwon-ah! (Send Your FF Project)

photo111920

Title                 : Happy Birthday Siwon-ah

Cast                 : Choi Siwon

                         Im Na Na

Suport Cast    :Super Junior’s member

                         Other Cast.

Author                        : Kasih

FB                    : Kasetyaning Asih

Blog                 : Kyuhyunmi.wordpress.com

Leght               : Oneshoot

Genre              : Romance, Friendship

Rating             : 17

Author POV Inha University 08.30 KST

            Setiap pagi selama 2 bulan terakhir perlakuan seperti inilah yang selalu ia dapatkan, Im Na Na. Gadis semester 7 Inha University jurusan Sastra dan Bahasa Inggris, pandangan mencemooh dan penuh kebencian juga iri. Bagaimana tidak, ia adalah kekasih dari Choi Siwon si pangeran kaya raya yang menjadi idola semua wanita.

Gadis yang cenderung pendiam dan suka menyendiri, hingga semua orang berpikiran ia terlalu aneh, ditambah penampilannya yang selalu memakai kacamata dan rambut yang dikuncir satu.

Keluarga gadis itu juga bukanlah keluarga kaya raya seperti keluarga Siwon yang sangat dikenal di seluruh Asia. Keluarganya hanya memiliki rumah makan kecil. Perbedaan sejauh itulah yang membuatnya dipandang tidak pantas untuk Choi Siwon yang sempurna.

BRAAKKK…

“Dimana matamu hah! Bukankah kau sudah memakai kacamata, kenapa masih tidak bisa melihatku!!” teriak seorang gadis yang tidak sengaja ditabrak oleh Na Na.

“Mian.. mianhae… aku sungguh tidak… sengaja…” jawabnya sedikit menunduk takut. “Dasar menyebalkan!! Kau tahu kau sangat menyebalkan!”

Bentakan gadis itu sukses membuat mereka menjadi bahan tontonan semua orang, lebih tepatnya mereka memandang ke arah Na Na.

“mianhae, apakah kau terluka Hee Jin-ssi?” bukannya menjawab, gadis bernama Hee Jin malah menangkis tangan Na Na yang hendak memegang tangannya. “Jangan menyentuhku gadis menyebalkan, kau tahu benar aku sangat membencimu kan?!”

Tatapan benci dan penuh ketidaksukaan Hee Jin dan orang-orang disekitarnya membuat Na Na merasa semakin rendah diri, inikah risikonya menjadi kekasih seorang Choi Siwon yang sempurna? Batinnya.

“Hee Jin-ssi, untukku, maukah kau memaafkan Na Na?” sontak pandangan semua orang teralihkan pada seseorang yang berdiri di belakang Hee Jin. “Siwon oppa?” lelaki itu tersenyum melihat sikap Hee Jin.

“Bagaimana?” ulang Siwon. Seolah tersihir gadis itu langsung mengangguk cepat. “Baiklah, gomawo sudah memaafkan Na Na, lain kali bukan hanya Na Na yang harus memperhatikan jalannya, kau juga harus memperhatikan jalanmu, jangan melamun sambil berjalan” ujar Siwon sambil menggenggam tangan Na Na.

“Ne, Oppa” jawab Hee Jin. Siwon segera menarik tangan Na Na untuk mengikutinya.

Im Na Na POV

“Kita mau kemana Siwon-ah?” Siwon tidak menjawab namun terus membawaku untuk mengikutinya. Aku kembali menunduk saat menyadari ia telah melepas tanganku dan memandangku, kami ada di lorong dekat perpustakaan saat ini.

“Aku tahu mereka memperlakukanmu dengan buruk karena hubungan kita… tapi, bisakah kau tetap bertahan untukku?” tanyanya dengan nada lirih, kuberanikan untuk memandangnya.

Aku bingung harus bagaimana. Aku mencintainya, tapi disisi lain aku keberatan dengan perlakuan buruk yang kuterima dari orang yang tidak suka pada hubungan kami. Hidupku yang tadinya tenang berubah menjadi penuh hinaan dan pandangan mencemooh dari semua wanita yang menyukai Siwon.

“Na-ya, aku janji ini tidak akan lama, kau percaya kan padaku, aku sungguh-sungguh mencintaimu. Semua orang boleh mengatakan aku hanya kasihan padamu, tapi kau tahu benar, aku mencintaimu dengan setulus hatiku, aku bersedia melindungimu seumur hidupku…” tuturnya.

Aku juga mencintaimu Siwon-ah, tapi aku takut sekali dengan jalan terjal yang akan kita hadapi nanti di depan, aku ragu pada diriku sendiri. “Yakinlah padaku Na-ya” baiklah, kata-katanya yang satu ini tidak bisa kuelak, cinta memang butuh perjuangan kan?

“Siwon-ah,  jangan khawatirkan ini, aku janji aku akan bertahan untukmu” jawabku pelan. “Jinjja? Kau janji kan Na-ya?” aku mengangguk pelan menanggapi ucapannya.

“Gomawo Na-ya, aku sangat gembira, ayo kita ke kantin. Kau pasti belum sarapan. Ayo!” kembali ia menarik tanganku, kali ini ke kantin. Kami langsung menuju ke arah teman-teman Siwon, mereka sangat populer di kampus ini, dan ini membuatku semakin merasa rendah diri. Siapa aku bisa berdekatan dengan mereka?

“Hyung, wasseo?” tanya Kyuhyun, sepupu Siwon melihat kami menghampirinya. “Kau belum masuk kelas Kyunnie?” tanya balik Siwon.

“Sebentar lagi. Nuna kau datang bersama hyung?” aku menggeleng, “Aku… bertemu dengannya di depan…” jawabku. “Ck, seharusnya kau menjemput Na Na, Wonnie.” Sahut Eunhyuk.

“Benar, kau seharusnya menjemput Na Na, bagaimana bisa kau membiarkan kekasihmu datang sendiri ke kampus” Sungmin yang kali ini menyahut. “Baiklah baiklah besok aku akan menjemputnya agar datang bersamaku, kalian puas?”

“Kau mau makan apa Na Na-ya?” aku menoleh pada Donghae yang duduk disebelah kananku, “Aku sudah makan tadi Donghae-ssi” ia berdecak kesal. “Kenapa kau memanggilku begitu, aku tidak suka. Panggil saja aku Donghae, kita kan seumuran Na Na-ya” ujarnya.

“Eh… baiklah, Donghae-ah” sahutku pelan. Mereka sangat baik padaku, teman-teman Siwon inilah yang memperlakukanku dengan baik, mereka tidak pernah memandangku sebelah mata walaupun aku adalah gadis biasa dan tidak sepadan dengan Siwon.

Masih ada beberapa lagi teman Siwon, tapi sepertinya mereka ada kelas, aku mencoba mengabaikan bisik-bisik orang-orang di kantin ini. Pasti menggosipkan hubunganku dan Siwon lagi. Sungguh aku takut dengan apa yang terjadi nanti.

Choi Siwon POV

“Kau sudah datang hyung?” aku mengangguk pada Kyuhyun yang sedang ngobrol dengan Sungmin, Donghae, dan Jung Soo hyung. Sore ini kami akan bermain basket bersama, setiap sabtu kami suka berolahraga bersama, entah basket, sepakbola, bulutangkis atau apapun itu.

“Na Na tidak ikut denganmu?” aku menggeleng sebagai jawaban pertanyaan Jung Soo hyung. “Dia akan membantu orang tuanya jam segini hyung” jawabku.

“Dia sangat rajin dan baik, tapi karena pendiam dan suka menyendiri orang-orang selalu bergosip tentangnya” sahut Ryeowook. “Kau harus menjaga kekasihmu dengan baik Wonnie, orang-orang yang tidak menyukainya bisa saja menyakitinya.” Aku setuju dengan ucapan Yesung hyung.

Aku bersungguh-sungguh soal perasaanku, mungkin orang-orang tidak akan percaya bila kukatakan aku mencintainya tapi itulah faktanya, bahkan aku jatuh cinta padanya sejak awal masuk kuliah tapi baru 2 bulan yang lalu aku berani mengatakan padanya soal perasaanku.

Flashback

Aku terlambat. Sial! Ini hari pertamaku masuk kuliah, sungguh sangat sial! Jalanan hari ini padat sekali, aku terjebak macet. Dan aku terlambat saat ini. Sambil berlari sesekali aku melihat jam tanganku, Oh GOD!!?

Karena tidak terlalu memperhatikan sekitarku, aku tidak menyadari ada kerikil kecil di jalan yang kulalui dan…

BRAKK….

Oh Sial! Ini hari yang sangat sial untukku! Aku terpeleset karena tidak melihat kerikil. Memalukan!!! “Sial” umpatku tanpa sadar, tanganku berdarah, terkena kerikil tajam kurasa. Apa bisa lebih buruk lagi hari ini….!! Sial sial sial!!!

“Neo gwenchana?” aku mendongak, seorang gadis berdiri di hadapanku. Siapa dia? “Tanganmu berdarah, pergilah ke ruang kesehatan. Walaupun luka kecil, tapi bila tidak diobati segera bisa membuat infeksi” ujarnya sambil menatapku.

“Nuguseyo?” tanyaku mengabaikan semua yang diucapkannya. “Anyeong, kau juga mahasiswa baru disini kan? Im Na Na-imnida” senyumnya indah sekali, dan kurasa aku terpesona olehnya.

Walaupun penampilannya sangat biasa untuk ukuran gadis modern, tapi ia memang cantik dengan penampilannya yang apa adanya. Ia mengeluarkan plester dari saku tasnya. “Untukmu, setidaknya lukamu harus di plester dulu. Aku harus pergi sekarang, aku sudah terlambat, sampai jumpa lagi”

Bodohnya aku, kenapa membiarkannya pergi begitu saja. Punggungnya sudah menghilang di lorong. Plester pemberiannya ini akan kusimpan. Biarlah aku terlambat hari ini, kurasa ini bukan hari sialku, ini hari keberuntunganku.

Flashback End

            “Kau melamun Wonnie?” pertanyaan Shindong hyung membuat lamunanku buyar. “Aniyo hyung, aku hanya sedang mengingat sesuatu” jawabku sambil tersenyum.

“Ayo kita main sekarang!! Wonnie cepaaaat” aku dan Shindong hyung segera berlari ke lapangan, Jung Soo hyung dan yang lain sudah menunggu kami.

Author POV

Na Na berpikir keras mengingat ucapan Ji Hyun sahabatnya kemarin. Soal ulang tahun Siwon. Selama ini ia tidak mampu memberikan apapun yang berharga untuk kekasihnya itu. Justru Siwonlah yang memberikan segalanya untuknya.

‘Kau tidak harus memberikan barang mahal untuknya, toh dia sudah punya semua. Berikan dia kenangan indah untuk hidupnya, dan kuyakini apapun yang kau berikan untuknya dia pasti gembira.’ Ucapan Ji Hyun terngiang-ngiang dikepalanya.

Apa yang harus kuberikan untuknya, batinnya. Suatu kenangan indah, tapi apa itu…

Im Na Na POV Senin Pagi….

Semoga aku bisa melakukannya. Mereka berkumpul jadi satu, dan tidak ada Siwon disana, inilah kesempatanku. Kau bisa Im Na Na, ini untuk Siwon. Fighting!!

“A… Anyeonghaseyo” sapaku. “Na Na-ya, kau disini? Duduklah.” Aku senang mereka memperlakukanku dengan sangat baik. Aku mengangguk dan duduk disebelah Donghae. “Siwon hyung ada kelas nuna, apa dia tidak memberitahukan padamu? Dia itu memang pelupa!”

Kyuhyun terlihat sangat tampan, hahaha…. “Aniyo, Kyuhyun-ah, aku tahu dia memang ada kelas, tapi aku memang mencari kalian” jawabku. Mereka terlihat terkejut mendengarku.

“Astaga Na Na-ya, kau tidak bermaksud menduakan Siwon dengan kami kan?” aku tertawa kecil mendengar ucapan Shindong oppa, dia lucu.

“Tidak lucu hyung, lagipula kalau memang begitu, bukan menduakan berarti, tapi men….” Heechul oppa memandangi teman-temannya. “Mendelapankan” sambungnya.

“Apa yang kalian bicarakan sih! Biarkan Na Na bicara dulu” potong Jung Soo oppa. “baiklah Na-ya, apa yang ingin kau bicarakan dengan kami?” tanya Yesung oppa.

“Soal ulang tahun Siwon…..” jawabku, “Benar, minggu depan dia ulang tahun kan” tutur Eunhyuk. “Lalu apa rencanamu Na-ya?”

“Aku ingin… minta bantuan kalian untuk memberikannya kejutan, bantulah aku” jawabku. Mereka terlihat terkejut dengan apa yang kuucapkan

“Benarkah, kau ingin memberinya kejutan?” aku mengiyakan pertanyaan Donghae. Tak lama mereka terlihat tersenyum gembira. “Apa rencanamu Na Na-ya, kami akan membantumu” sambung Shindong oppa.

5 hari kemudian…

Siwon memandang Na Na yang duduk dihadapannya dengan gelisah. “Kau memikirkan sesuatu?” tanya Siwon membuat Na Na tersentak. “a.. aniya, aku tidak memikirkan apapun…” jawabnya.

Na Na mengambil gelas minumanan dihadapannya, tanpa sengaja Siwon melihat tangan Na Na yang terlihat terluka. Ia segera menarik tangan Na Na setelah gadis itu selesai minum.

“Apa yang terjadi dengan tanganmu? Kenapa bisa terluka begini?” Na Na agak panik dengan pertanyaan Siwon.

“Emmh.. tidak ada yang terjadi… hanya luka….terkena pisau, iya pisau. Saat membantu orang tuaku, aku tidak sengaja melukai tanganku, jangan khawatir” Siwon menghela napas berat, “Lain kali kau harus hati-hati, jangan melukai sedikitpun tubuhmu mengerti?” Na Na mengangguk pelan.

Perlahan Siwon mencium luka ditangan gadis itu, membuat Na Na terharu dengan perlakuan kekasihnya itu. “Jangan terluka, kau membuatku khawatir” lirih Siwon.

Choi Siwon POV Sabtu sore…

Ck! membosankan! Kemana mereka semua, tidak ada yang mengabariku sama sekali, ini bukankah jadwal kami untuk olahraga bersama. Tapi sudah kuhubungi tidak ada yang membalasku.

Lima hari terakhir mereka selalu sibuk, entah apa yang mereka lakukan, aku tidak tahu. Setiap kutanya apa yang sedang mereka lakukan, mereka selalu mengelak dengan mengatakan sedang tidak ada apa-apa.

Im Na Na, dia juga terlihat lelah saat aku bersamanya tadi, yang aku tahu, walaupun dia membantu orang tuanya mengelola rumah makan, dia tidak pernah terlihat selelah ini. AKKH… apa yang terjadi sih….

Author POV Keesokan harinya…

“Hari ini melelahkan sekali… waktu kita tinggal besok Na Na-ya” Na Na mengangguk pada Eunhyuk yang duduk disebelahnya. “Menurut kalian dia akan menyukai kejutan kita?” tanya gadis itu.

“Bisa dipastikan hyungku pasti akan sangat gembira, hal sekecil apapun yang kau lakukan untuknya dia pasti menyukainya. Jangan khawatir nuna…” jawab Kyuhyun sambil mengambil sepotong kue dihadapannya.

“Gamshamida…. Kalian mau bersusah payah menolongku melakukan semua ini. Aku sudah yakin dari awal, kalian orang yang sangat baik, gamshamida….”

Jung Soo menggeleng ringan, “Bukan hanya kami yang bersusah payah untuk menyiapkan kejutan untuk lelaki itu, kau bekerja sangat keras dalam menyiapkan kejutan ini Na-ya, aku yakin dia tidak akan menyangka kau melakukan ini untuknya.”

“Semoga dia suka kejutan dari kita”

Siwon’s Day Senin Pagi…

            Lelaki tampan itu berjalan memasuki kelasnya dengan wajah kusut, sambil sesekali menggerutu ia tidak memperhatikan pandangan kagum semua orang yang ditujukan padanya. Begitu sampai di dalam kelas dilihatnya Eunhyuk, Donghae dan Sungmin sudah melambaikan tangan padanya.

Dengan wajah kesal Siwon duduk dimejanya yang sudah penuh dengan kado ulang tahun untuknya. “Fans-mu sangat loyal padamu, saat aku datang tadi, mejamu sudah penuh dengan kado Wonnie” sahut Donghae begitu Siwon duduk dimejanya yang kebetulan bersebelahan dengan Donghae.

“Aku tidak peduli, aku heran apa yang sedang kalian lakukan? Sabtu kemarin bukankah jadwal kita untuk olahraga bersama, kenapa tidak ada yang membalas pesanku?” tanyanya kesal.

“Kami semua lupa, maafkan kami ok?” Siwon memandang tajam Sungmin, membuat lelaki imut itu sedikit menciut. “Bagaimana bisa semuanya lupa memberitahuku?”

“Sudahlah Wonnie, kami minta maaf soal hari Sabtu kemarin ok, jangan diperpanjang, aku sudah tidak sabar membuka kado-kadomu” sahut Eunhyuk yang sedari tadi sudah memandang kado di meja Siwon dengan berbinar-binar.

Siwon berdecak sebal, “Ya Sudah buka saja, aku tidak berminat” sahutnya asal sambil mengeluarkan ponselnya. “Kau berencana mengadakan pesta ulang tahun?” tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari ponselnya Siwon menggeleng pelan.

“Wae? Biasanya kau akan mengadakan minimal makan malam mewah di restoran bintang lima milik orang tua Yesung hyung, ada apa tahun ini?” tanya Donghae.

“Aku malas, lagipula sepertinya dia tidak mengingat ulang tahunku, padahal aku ingin merayakan ulang tahunku dengannya” tutur Siwon lemas.

“Na Na maksudmu?” Siwon mengiyakan ucapan Eunhyuk yang asyik membuka kado Siwon. “Sayang sekali ya dia bisa melupakan ulang tahunmu… kasihan kau”

Pelajaran hari ini berlangsung cukup lama dan padat, untuk pertama kalinya dalam hidup Choi Siwon ia ingin sekali mengumpat dosennya yang sedari tadi bicara tanpa henti. Ia ingin segera menyudahi kelasnya hari ini dan bertemu Na Na yang akhir-akhir ini sangat sulit ditemuinya.

Tapi sungguh tidak beruntung, dosen Jung terlihat sangat semangat mengajar hari ini. Ditambah mata kuliah Siwon yang hari ini penuh, sungguh ketidakberuntungan dihari ulang tahunnya. Sedangkan ketiga temannya yang sedari tadi memperhatikannya ingin sekali menertawakan sikap Siwon yang sangat lucu hari ini.

05.15 KST

Baru pukul Lima seluruh mata kuliah Siwon selesai, walaupun lelah ia sudah bertekad untuk menemui Na Na. ia harus melihat wajah cantik kekasihnya agar rindunya tersampaikan. Baru saja dia akan beranjak dari kursinya saat seseorang membekapnya dari belakang.

Sungmin, Donghae dan Eunhyuk bersusah payah membekap Siwon, sulit memang mengingat tubuh Siwon yang lebih tinggi dari ketiganya ditambah  Siwon jago taekwondo hingga menyulitkan pergerakan ketiganya. Mata lelaki itupun juga ditutup oleh Eunhyuk.

Begitu sampai di luar kelas Kang In dan Kyuhyun membantu mereka untuk memaksa Siwon mengikuti mereka.

Car…

“Ya!!! Apa yang kalian lakukan?!!!” teriak Siwon saat bekapan di mulutnya dilepas, tangan lelaki itulah yang kali ini diikat. Kyuhyun membuka penutup mata Siwon. Siwon terkejut melihat semua teman-temannya… eh hampir semua gengnya berkumpul dalam mobil…. Sungmin perkiraannya.

“Tenanglah Wonnie, kami hanya ingin mengajakmu kesuatu tempat” ujar Jung Soo yang duduk di bangku depan. “MWWOOO…. Tapi kenapa kalian menculikmu begini…!!!” teriaknya lagi.

“CK! Diamlah hyung, bersikaplah kooperatif pada kami, jangan sampai kami menggunakan kekerasan hanya karena kau menolak ikut kami” sahut Kyuhyun. Sedangkan Siwon mendengus mendengar ucapan adik sepupunya itu.

“Aku harus menemui Na Na, lepaskan aku!” Eunhyuk yang duduk disebelahnya reflek menutup telinga. “Jangan berteriak Wonnie, berisik sekali?! Kau kan bisa menemui Na Na besok, jangan berisik!!” teriak Eunhyuk tidak mau kalah.

Baiklah Choi Siwon, tidak ada gunanya membantah lelaki-lelaki  ini Choi Siwon, batinnya.

20 menit kemudian…

“hyung, bangunlah. Kita sudah sampai” ujar Ryeowook sambil menggoyangkan bahu Siwon yang tertidur. “Sudah sampai?” Siwon mengamati tempat dimana ia dibawa oleh gengnya itu.

“Mwooo… rumahku? Kalian repot-repot menculikku untuk membawaku pulang kerumah!!!?” Eunhyuk langsung membekap Siwon. “Ck! Kau tidak bisa diam, kenapa sih kau heboh sekali. Bukankah bagus kami tidak membawamu ketempat berbahaya…” Siwon kembali mendengus mendengar ucapan sahabatnya itu.

Dengan keadaan tangan masih terikat mengikuti teman-temannya yang berjalan mengelilinginya. “Sebenarnya apa yang kalian lakukan hah? Apa yang kalian rencanakan?”

Donghae menggeleng pelan, “Belum saatnya kau tahu Wonnie, tapi kujamin apa yang kami tunjukkan padamu akan membuatmu terharu… hahahaha”

“Pejamkan matamu Wonnie, kejutanmu sebentar lagi” ujar Shindong. Daripada mataku ditutup lebih baik aku menuruti mereka, ujarnya dalam hati.

Dengan dituntun teman-temannya Siwon terus mengikuti arahan mereka hingga akhirnya ia disuruh berhenti, dan Siwon yakini ia ada di taman belakang rumahnya. Ia sangat hafal suasana dan udara di tempat itu.

Kang In melepas ikatan di tangan Siwon perlahan, “Sudah boleh buka mata?” tanya Siwon. Namun tidak ada jawaban dari sekitarnya, Siwon segera membuka mata dan anehnya ia tidak menemukan teman-temannya.

“Ya!! Dimana kalian? Jangan bercanda ya!?” teriak lelaki itu, namun tetap tidak ada yang menyahutinya. Taman belakang rumahnya itu juga gelap, hanya diterangi lampu taman kecil di beberapa sudutnya.

“Apa yang mereka lakukan sih?” gerutu Siwon. Sesekali ia masih berusaha mencari keberadaan orang-orang yang telah menculiknya tadi, namun anehnya ia tidak bisa menemukan mereka dimanapun.

Sampai sebuah suara menarik perhatiannya. “Siwon-ah!!?” Siwon segera mencari darimana asal suara yang memanggilnya, karena diyakininya benar-benar ada yang memanggilnya.

“Na-ya?” Siwon sukses dibuat terkejut dengan keberadaan kekasihnya yang tak jauh darinya. Duduk dikursi sambil memegang gitar, ditambah penampilannya yang sangat berbeda dengan penampilannya sehari-hari. Gaun kuning sepanjang lutut dengan lengan panjang membalut tubuh tingginya dengan sempurna.

Rambut yang biasanya ia ikat, kali ini ia gerai. Juga ia melepaskan kacamatanya. Dengan make up sederhana ia bahkan bisa membuat Siwon terpesona dengan penampilannya.

Walaupun penerangan yang kurang, tapi Siwon bisa dengan jelas melihat wajah kekasihnya yang berbinar melihatnya. “Kenapa… kau bisa ada disini Na-ya?”

Bukannya menjawab, Na Na hanya tersenyum melihat raut wajah bingung dan kaget Siwon yang sangat lucu.

Choi Siwon POV

Sungguh aku bingung dengan semua ini, Im Na Na, ia ada dihadapanku. Sangat cantik, berbeda dari biasanya, tapi…. ia… apa yang ingin dilakukannya….

“Siwon-ah, aku tidak punya banyak uang untuk membelikanmu hadiah ulang tahun” ujarnya tiba-tiba. Oh ayolah…

“Na-ya, kau tahu betul aku tidak butuh semua itu” sahutku, ia hanya tersenyum pelan. Aku melangkah mendekatinya. “Tapi aku tetap ingin memberikanmu hadiah Siwon-ah”

“Mwoo… Na-ya…” ucapanku terhenti saat ia mulai memetik gitar dipangkuannya. Bukankah ia tidak bisa bermain gitar??

Kyeoure taeeonan areumdaun dangsineun

Nuncheoreom kkaekkeuthan namanui dangsin

Gyeoure taeeonan sarangseureon dangsineun

Nuncheoreom malgeun namanui dangsin

Hajiman bom, yeoreumgwa gaeul, gyeoul

Eonjena malgo kkaekkeuthae

Gyeoure taeeonan areumdaun dangsineun

Nunchereom kkaekkeuthan namanui dangsin

Hajiman bom, yeoreumgwa gaeul, kyeoul

Eonjena malgo kkaekkeuthae

Gyeoure taeona areumdaun dangsineun

Nuncheoreom kkaekkeuthan namanui dangsin

Saengil chukhahamnida, saengil chukhahamnida

Saengil chukhahamnida. Dangsinui saengireul

Happy Birthday To You

(Happy Birthday To You)

Happy Birthday To You

(Happy Birthday To You)

Happy Birthday To You

(Happy Birthday To You)

Happy Birthday To You

(Happy Birthday To You)

Happy Birthday To You

Happy Birthday To You

Happy Birthday To You

Happy Birthday To You

Happy Birthday To You

Happy Birthday To You

Happy Birthday To You

Happy Birthday To You

Terjemahan Indonesia

lahir di musim dingin

kau cantik

bersih seperti salju

kau adalah milikku

lahir di musim dingin

kekasihku

jelas seperti salju

kau adalah milikku

terlepas apakah itu musim semi, musim panas, musim gugur, atau musim dingin

selalu jelas dan bersih

lahir di musim dingin

kamu cantik

bersih seperti salju

kau adalah milikku

terlepas apakah itu musim semi, musim panas, musim gugur, atau musim dingin

selalu jelas dan bersih

lahir di musim dingin

kamu cantik

bersih seperti salju

kau adalah milikku

selamat ulang tahun untukmu

(selamat ulang tahun untukmu)

selamat ulang tahun untukmu

(selamat ulang tahun untukmu)

selamat ulang tahun untukmu

(selamat ulang tahun untukmu)

selamat ulang tahun untukmu

(selamat ulang tahun untukmu)

selamat ulang tahun untukmu

selamat ulang tahun untukmu

selamat ulang tahun untukmu

selamat ulang tahun untukmu

selamat ulang tahun untukmu

selamat ulang tahun untukmu

selamat ulang tahun untukmu

selamat ulang tahun untukmu

(Winter Child-Suzy Miss A)

Ahh… kurasa aku ingin menangis sekarang, dia menyanyikan sebuah lagu indah untukku.. Im Na Na, kau membuatku sangat bahagia saat ini. Aku bahkan tidak tahu harus berkata apa sekarang…

“Saengil Chukhae Hamnida Siwon-ah, kuharap kau akan selalu sehat dan bahagia. Aku juga berharap apapun yang menjadi impianmu akan tercapai. Aku harap kau juga akan menjadi kebanggaan semua orang. Walaupun kau tidak lahir di musim dingin, tapi lagu itu yang paling mewakiliku hahaha…” ujarnya sambil terus tersenyum padaku.

Saat ia metakkan gitarnya di samping kursi, aku sudah tidak sanggup mengendalikan langkahku untuk mendekatinya. Aku langsung memeluk kekasih yang sangat kucintai ini, kurasa ia sedikit terkejut dengan apa yang kulakukan, tapi aku memang sangat ingin memeluknya.

“Kau memberiku hadiah terbaik…. Im Na Na” bisikku sambil mengeratkan pelukanku, kurasakan ia juga membalas pelukanku. Ini saat yang sangat membahagiakanku, terima kasih Tuhanku, untuk mengirimkanku dirinya.

“Emh… siapa yang mengajarimu bermain gitar? Yang kutahu kan kau tidak bisa bermain gitar?” Na Na tersenyum mendengar pertanyaan Siwon, “Mianhae, aku membohongimu waktu itu, lukaku waktu itu bukanlah luka terkena pisau, tapi karena aku belajar bermain gitar. Dan Sungmin yang mengajariku.” Jawabnya.

Siwon mendengus, “Aku maafkan kau kali ini, tapi awas kalau kau membohongiku lagi”ancam Siwon.

Im Na Na POV

            “Wonnie..” panggilku, yang hanya dibalas deheman olehnya. “Lepaskan pelukanmu, ini belum selesai” ia langsung menarik dirinya. “Belum selesai?” sungguh, dia sangat lucu dengan ekspresinya saat ini.

“Lihatlah mereka” Siwon segera mengikuti arah pandanganku, semua teman-teman dan keluarganya sudah dibelakangnya dengan membawa kue ulang tahun. Bahkan orangtuanya juga ada.

“Gomawo, jeongmal gomawo. Ini ulang tahun terbaikku” lirihnya, kurasa ia akan menangis sebentar lagi. Aku segera turun dari kursi dan berdiri disebelahnya. “Kau harus berterimakasih pada kekasihmu Wonnie, ia meminta kami pulang dari Jepang hari ini untuk ulang tahunmu hahahah…..” ujar appa Siwon sambil tertawa. Siwon langsung memeluk orang tuanya dan Jiwon, adiknya.

Yang kutahu, orangtua Siwon 3 bulan belakangan memang tinggal di Jepang untuk mengurus bisnis keluarganya. Dan aku memberanikan diri meminta mereka pulang untuk merayakan ulang tahun Siwon. Yah… aku sangat takut saat itu, tapi Kyuhyun membantuku berbicara. Ia keponakan kesayangan orangtua Siwon.

“Jangan memandangku begitu Wonnie, aku tidak mempersiapkan ini sendiri, mereka bahkan yang membantuku menyiapkan semua ini” tunjukku pada teman-temannya yang sudah tertawa dari tadi melihat ekspresi menangis Siwon.

“Kalian yang terbaik….” Siwon langsung memeluk teman-temannya, “Sungmin dan Heechul oppa yang mendandaniku hari ini” ujarku begitu ia kembali berdiri disampingku. Ia sudah mulai tersenyum.

“Kau cantik… tapi lebih baik jangan berdandan begini lagi, aku tidak mau orang lain melihat wajah cantikmu, kau milikku” ujarnya dengan nada menyebalkan. Ck!

“Jangan mulai, seharusnya kau bersikap baik mengingat ini ulang tahunmu” sahutku, “Lebih baik kau segera menikah Wonnie, jadi Na Na akan benar-benar milikmu. Apalagi sekarang aku tahu ia secantik ini saat berdandan, aku jadi tertarik padanya haahaha” canda Donghae.

“Ya! Apa-apaan kau!”teriaknya, semua orang disini tertawa melihatnya. “Kalau begitu buktikan kalau dia memang milikmu hyung” sahut Kyuhyun jahil. Apa maksud Kyuhyun?

“Maksudmu?” tanya Siwon, “Cium Na Na, Wonnie” sahut Heechul oppa, Mwooo berciuman? Astaga mereka gila…

“Apa-apaan kalian!!” teriakku. “Tapi sepertinya boleh juga ide Heechul oppa” ujar Jiwon yang sedari tadi asyik berbicara dengan Sungmin. “Aku tidak mau!! Awas kau kalau berani menciumku!” bukannya gentar, Siwon malah tersenyum jahil padaku, astaga lelaki ini….!!

“Kurasa ide Heechul hyung boleh juga” tuturnya, “Choi Siwon, aku sudah memperingatkanmu….”

Chu…

Author POV        

Na Na membelalakkan matanya begitu Siwon menciumnya. Terdengar kekehan ringan dari semua orang disana, namun lelaki tampan itu tidak peduli. Ia menekan tengkuk Na Na saat dirasanya Na Na mendorong bahunya. Hingga akhirnya Na Na menyerah dan mulai membalas ciuman lelaki itu.

“Bagaimana kalau kita menyiapkan pernikahan untuk mereka?” bisik omma Siwon, “Ide yang bagus, kapan kira-kira?” jawab appa Siwon sambil tetap melihat kelakuan anak lelakinya yang masih mencium gadis dihadapannya. “Secepatnya” ujar omma Siwon sambil tersenyum.

“Gomawo, kau memikirkanku sangat dalam” bisik Siwon setelah menyelesaikan ciumannya. Na Na hanya mengangguk pelan, ia masih malu dengan ciuman barusan.

“Mereka sangat romantis” ucap Donghae, “Mau kita apakan foto mereka?” tanya Jung Soo sambil melihat foto diponselnya. “Kita tidak boleh pelit hyung, kita harus berbagi dengan orang lain” sahut Kyuhyun dengan smirk andalannya. “Kau memang cerdas Kyu, semua orang dikampus pasti sangat terkejut….Hahaha” sambung Eunhyuk.

The End

Annyeonghaseyo, yeorobun!

Selamat merayakan ulang tahun Oppa kita tercinta, Siwon Oppa!!!

Oya, kali ini aku publish FF titipan dari salah satu reader, yaitu Kasetyaning Asih.

sebenarnya FF ini sudah dititipkan tahun lalu, tapi karena author jarang buka email, baru dibaca setelah birthday Oppa lewat, dan nungguin sampe ultah Opp lagi… jeongmal mianhae Kasetyaning…!!!

Maaf juga yaa ga publish kemarin, pas tanggal 7, soalnya author lagi rempong sama penelitian…. 😦

harap dimaklum yaaa… 😉

Oya, author seneng banget nih kalo ada yang ngirim FF ginii… harapannya, reader2 yang lain juga ngirim2 FF gini… untuk formatnya, silakan klik disini.

Oya, ditunggu komennya juga, Yaaaa… 😉

author seneng banget ada yang

Advertisements

9 thoughts on “Happy Birthday Siwon-ah! (Send Your FF Project)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s