Be With Me (Part 4)

20150308_1_1

Dering alarm berhasil mengusik tidur pulas Choi Siwon. Lelaki itu menggeliat lalu dengan enggan membuka matanya. Dengan mata setengah terbuka karena kesadaran yang belum pulih sepenuhnya, ia melangkah menuju kamar mandi. Keningnya berkerut menyadari ada yang berbeda di kamar mandinya.
Ia bisa menghirup dengan jelas aroma campuran white rose dan musk yang menguar lembut dan segar di kamar mandinya. Aroma ini sangat feminim, tentu saja bukan miliknya. Siwon membuka matanya, keningnya berkerut melihat ada sebuah jubah mandi putih bermotif bunga berwarna magenta tergantung di sebelah jubah mandi miliknya. Ia beralih ke wastafel, sikat gigi miliknya yang berwarna putih kini memiliki pasangan, sebuah sikat gigi dengan gagang berwarna putih dan pink. Siwon membasuh wajahnya dengan air dari kran wastafel, meraih handuk dan mengeringkan wajahnya, dan kini ia dapat menemukan semakin banyak pendatang baru di kamar mandinya, mulai dari perawatan wajah sampai peralatan mandi wanita. Siwon tersenyum simpul. Ya Tuhan, Aku benar-benar telah memilikinya sekarang!
_oOo_

“Dimana istriku?” Istriku? Astaga, kata itu terdengar sangat indah di telinganya!
“Nyonya sedang memasak di dapur, Tuan,” jawab seorang pelayan. Siwon segera melangkah ke dapur.
“Nana, apa yang kau lakukan?” ujar Siwon dengan suara keras dari pintu dapur. Nana menoleh pada Siwon yang berjalan mendekatinya.
“Kau sudah bangun? Aku sedang menyiapkan sarapan,” jawab Nana, lalu kembali beralih pada mangkok berisi adonan pancake di tangannya dan mengocoknya.
“Untuk apa? Di sini sudah ada juru masak, kau tidak perlu repot-repot memasak!”
“Ini tidak repot, hanya pancake,” jawab Nana, santai, lalu melirik pada Siwon.
“Kau tunggu di ruang makan saja, ya? Kau sudah rapi, kau pasti tidak suka jika ada aroma masakan menempel pada jas mahalmu itu,” ujar Nana, lalu tersenyum.
Siwon masih mematung di tempatnya.
“Ah ya, kau mau topping apa? Coklat, keju, strawberry, madu, atau apa?” Nana menoleh pada Siwon. Keningnya berkerut mendapati Siwon tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, antara senang, sedih, bingung, entahlah…
“Hei, kau mau yang mana?” ulang Nana. Siwon mengerjap.
“Terserah kau saja,” jawab Siwon pelan.
“Oke! Sekarang pergilah, tunggu di ruang makan! Ini akan selesai beberapa menit lagi,” Siwon menurut. Sesuai perintah Nana, ia menunggu dengan sabar di meja makan, hingga Nana datang beberapa menit kemudian dengan membawa nampan berisi sepiring pancake dengan siraman madu dan irisan strawberry di atasnya dan dua gelas susu hangat. Siwon memperhatikan Nana menata sarapan itu dengan apik di atas meja. Setelah itu, Nana menarik kursi di samping Siwon yang duduk di bagian ujung sehingga berbentuk sudut siku.
“Sarapan sudah siap!” seru Nana. Siwon menatap sepiring pancake di depannya. Ada raut wajah yang tidak terbaca terukir di wajahnya.
“Kau tidak suka?” Siwon menggeleng.
“Tidak… Tidak, aku suka,” jawab Siwon pelan, lalu segera memotong pancake dengan sendoknya dan memakannya. Baru saja Siwon menelan suapan pertama, ia kembali terdiam.
“Kenapa, kau tidak suka?” tanya Nana, khawatir.
“Tidak, aku suka…”
“Sungguh?”
“Ya, hanya saja… Ini pertama kalinya ada yang membuatkan dan menemaniku sarapan,” Nana mengerutkan keningnya.
“Benarkah? Selama ini kau tidak pernah sarapan?”
“Bukan begitu maksudku. Mereka memang menyiapkan sarapan untukku, tentu saja karena merupakan tugas mereka. Tetapi sekarang…” Siwon menghentikan kalimatnya sejenak, dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.
“Entahlah, aku tidak bisa mengatakannya… Rasanya berbeda…”
Nana tersenyum getir.
“Kau tidak makan?” tanya Siwon, ringan, setelah berhasil menguasai dirinya kembali.
“Aku kenyang, jadi aku minum susu saja,”
Siwon memandang Nana. “Hei, ini adalah sarapan pertama kita, dan kau tidak menemaniku sarapan?”
“Kau berlebihan! Aku sudah membungkusnya untuk bekal di kantor nanti,”
“Tidak bisa, kau harus makan juga. Sekarang buka mulutmu! Aa!” Siwon mengarahkan sendok berisi potongan pancake ke depan bibir Nana, bermaksud menyuapinya.
“Ayolah!” paksa Siwon. Nana akhirnya menurut.
“Anak pintar!” puji Siwon seraya mengacak puncak kepala Nana pelan, setelah Nana menelan pancake-nya, dan Nana membalasnya dengan tersenyum manis.
“Hari ini apa yang akan kau lakukan?”
“Ke butik, seperti biasa,”
“Kau masih akan bekerja?”
“Ya, tentu saja. Wae?”
Siwon terdiam.
“Aku ingin kau berada di rumah saja, Nana. Aku ingin kau berada dalam jangkauanku,” nada Siwon berubah serius.
Kening Nana berkerut. “Berada dalam jangkauanmu? Maksudmu?”
Siwon menatap Nana, dan Nana dapat melihat keseriusan dalam sorot matanya. “Aku adalah orang yang selalu memegang kendali, Nana. Aku tidak akan membiarkan sesuatu berada di luar kontrolku, termasuk dirimu. Aku tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan padamu. Jika kau berada di rumah, aku bisa selalu mengawasimu,”
Nana mengerjap. Mengawasi? Apa maksudnya dengan mengawasi? Dan kontrol?
“Maksudmu? Kau ingin mengawasi dan mengontrol setiap gerak-gerikku?” tanya Nana, tidak suka.
“Bukan, bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja,”
“Lalu apa maksudmu dengan kontrol dan pengawasan?”
“Nana, sudah ku katakan bukan, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja dengan berada dalam pengawasanku. Lalu masalah kontrol, aku hanya ingin kau melalukan apa yang ku inginkan, itu saja,”
“Maksudmu, aku harus mengikuti semua keinginanmu? Bukankah itu berarti kau mengekangku? Dan kau ingin aku berhenti bekerja? Oh Tuhan, kau belum pernah mengatakan ini sebelumnya!”
“Tidak Nana, aku tidak akan mengekangmu. Baiklah, mari kita buat ini jelas. Aku hanya ingin menjagamu, itu saja. Jika kau masih ingin bekerja, aku akan mengijinkannya, tentu. Tapi aku tidak akan membiarkanmu lepas dari penglihatanku,”
“Apa yang akan kau lakukan?”
“Aku akan menyiapkan seorang pengawal terlatih untukmu, dan menjadi sopir pribadimu,”
“Pengawal?” tanya Nana, tidak percaya. Siwon mengangguk.
“Ya Tuhan, kau membuatku seperti seorang anak kecil yang nakal! Keluargaku saja tidak pernah mengawasiku seperti itu. Ku akui, keluargaku memang konservatif, tapi mereka tidak pernah mengekang dan mengawasiku seperti yang ingin kau lakukan!”
Siwon meraih tangan Nana dan menatapnya intens.
“Aku tidak bermaksud begitu, Nana. Percayalah! Aku mengkhawatirkanmu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu, itu saja!”
“Tapi itu berlebihan. Kau tau, itu malah membuatku… tidak nyaman,”
Siwon menunduk dan memejamkan mata, beberapa kali ia menghela nafas. beberapa detik kemudian ia mengangkat wajahnya dan kembali menatap Nana.
“Baiklah, apa yang kau inginkan?” tanyanya dengan suara yang sudah melembut.
“Aku… Aku akan tetap bekerja dan tidak mau menggunakan sopir pribadi, pengawal itu!” Siwon mengerutkan keningnya, menunjukkan rasa tidak suka.
“Aku baik-baik saja. Ku mohon, percayalah!” Nana menggenggam tangan Siwon yang berada di tangannya.
“Aku tidak pernah mempercayai siapapun selain diriku sendiri, Nana,” Nana mengerjap.
“Termasuk padaku?” Siwon tidak menjawab. Nana menghela nafas. Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi padanya hingga ia menjadi seperti ini?
Nana menatap Siwon lembut. “Jujur, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu. Tapi tolong, belajarlah mempercayai orang lain, mempercayaiku, istrimu!”
Siwon menghela nafas.
“Baiklah, kau mendapatkan apa yang kau inginkan,”
Nana tersenyum. “Terima kasih!”
_oOo_

Sudah lebih dari tiga kali Nana membaca laporan penjualan di tangannya, namun tetap saja ia tidak bisa menangkap isi dari laporan itu. Deretan kalimat dan angka itu hanya lewat begitu saja, tidak ada yang berhasil tinggal di otakknya walau hanya sejenak. Nana menutup laporan itu lalu menghempaskan dirinya ke sandaran kursi kerja. Ia memejamkan kedua matanya. Berbagai pertanyaan tentang suaminya berhasil menyita seluruh perhatian dan konsentrasinya. Mulai dari peringatan dari Eomma Siwon, sikap Siwon yang seringkali berubah dalam sekejap, kadang terlihat lembut namun detik berikutnya berubah keras, dan keinginan Siwon untuk mengawasi dan mengontrolnya. Nana benar-benar tidak mengerti. Ini pertama kalinya ia menemukan orang seperti ini, dan parahnya lagi, orang itu adalah suaminya. Nana berdecak menyadari kekeliruannya. Seharusnya ia mengikuti perkataan Park Sooyoung, mencari tahu segala seluk beluk mengenai lelaki itu, bukan langsung mengiyakannya, hanya karena orang tuanya sudah menerimanya dan karena rasa tertariknya pada lelaki itu.
Ddrrrtt. Ddrrrtt.
Nana meraih ponselnya yang bergetar.
Choi Siwon. Sebuah nama tertera jelas di layar sentuhnya, disertai dengan ikon pesan masuk. Nana membuka pesan itu dan membacanya.
Dari : Choi Siwon
Untuk : Im Nana
Hai, apa yang sedang kau lakukan?
Nana segera mengetik pesan balasan.
Dari : Im Nana
Untuk : Choi Siwon
Memeriksa laporan penjualan.
Kirim.
Tidak berapa lama kemudian, sebuah pesan balasan masuk.
Dari : Choi Siwon
Untuk : Im Nana
Kau kenapa?
Kau masih marah padaku?
Aku minta maaf untuk pagi kita yang kurang menyenangkan tadi.
Nana menghela nafas lalu membalasnya.
Dari : Im Nana
Untuk : Choi Siwon
Sudahlah, lupakan…
Apa yang sedang kau lakukan?
Bukankah seharusnya kau bekerja sekarang?

Dari : Choi Siwon
Untuk : Im Nana
Ya, seharusnya…
Tapi aku teringat padamu…
Nana tersenyum. Siwon-nya yang lembut sudah kembali.
Dari : Im Nana
Untuk : Choi Siwon
Ya Tuhan!
Aku tidak menyangka kalimat cheesy seperti itu keluar dari seorang Choi Siwon…

Dari : Choi Siwon
Untuk : Im Nana
Aku serius, Nyonya!
Aku merindukanmu dan tidak sabar melihat wajah cantikmu itu…
Katakan, kau merindukanku juga, bukan?

Dari : Im Nana
Untuk : Choi Siwon
Oh, benarkah?
Merindukanmu?
Apa yang akan kau lakukan jika aku mengatakan aku merindukanmu?
Apakah kau akan datang ke sini?

Dari : Choi Siwon
Untuk : Im Nana
Baiklah, Itu sudah cukup! 😉

Nana mengerutkan keningnya. Sudah cukup? Maksudnya?
Nana menggelengkan kepalanya seraya meletakkan ponselnya ke meja. Choi Siwon benar-benar membuatnya pusing.
¬_oOo_

“Hai!” Nana menoleh ke pintu masuk ruang kerjanya begitu mendengar suara lelaki yang sangat dikenalnya. Benar! Lelaki itu , Choi Siwon, sedang berdiri di pintu seraya menunjukkan senyum khasnya. Jas hitamnya terbuka karena ia meletakkan tangannya di pinggang, memperlihatkan kemeja putih yang membungkus tubuh sempurnanya.
“Kau? Mengapa kau ke sini?” tanya Nana, heran.
“Karena kau ingin aku ada di sini,” Siwon menjawab seraya melangkah mendekati Nana.
“Kapan? Aku tidak pernah berkata begitu!” Siwon tersenyum tipis, lalu menundukkan wajahnya ke arah Nana, kedua tangannya bertumpu di meja.
“Di pesanmu, Nyonya. Kau lupa? Kau mengatakan kau ingin aku ke sini,” Bibir Nana terbuka.
“Tidak, maksudku bukan begitu!”
“Memang tidak secara langsung, tapi kalimatmu menantangku untuk datang,” Siwon tersenyum, sedangkan Nana mengerutkan keningnya. Siwon berdecak lalu mengecup lembut kening Nana yang berkerut.
“Sudah ku katakan bukan, jangan suka mengerutkan keningmu!” Nana mengerjap. Kecupan Siwon di keningnya berhasil mengantarkan kejutan listrik halus ke seluruh pembuluh darahnya.
“Ayo kita pergi!” Siwon meraih tangan Nana untuk bangkit.
“Kemana?”
“Makan siang. Ini sudah hampir jam makan siang,”  Nana melihat jam tangannya. Benar, setengah jam lagi waktu makan siang.
“Kenapa? Kau tidak mau?” Nana menoleh pada Siwon yang kini tengah mengerutkan keningnya.
Nana tersenyum. “Menurutmu?” Nana bangkit dan meraih tasnya, kemudian berjalan memutari meja. Siwon mendekati Nana dan menempatkan tangannya di pinggang ramping istrinya itu.
_oOo_

“Apa tidak masalah jika kau pergi di jam kerja seperti ini?” Nana bertanya pada Siwon sembari menunggu pesanan mereka.
“Menurutmu?” Siwon balik bertanya disertai senyuman angkuh. Nana berdecak.
“Aku tahu kau seorang direktur. Tapi kau tetap harus mempertanggungjawabkan pekerjaanmu kepada dewan direksi, bukan?”
“Tidak, Nana. Aku memiliki perusahaanku sendiri. Aku ingin semuanya berada di dalam kendaliku,”
“Maksudmu, tidak ada dewan direksi?” Siwon mengangguk.
“Bagaimana bisa?”
“Tentu saja. Aku berjuang keras untuk itu,”
“Kau seperti orang yang gila kontrol,” Siwon tersenyum tipis.
“Kau bisa mengatakannya begitu,” Nana menatap Siwon.
“Kenapa kau seperti ini? Ingin mengendalikan semuanya?”
Siwon menghela nafas, dan Nana dapat melihat kabut yang tiba-tiba menutupi matanya.
“Sudah ku katakan, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak ku inginkan. Aku ingin semua berjalan sesuai keinginanku,”
Nana mendesah. “Tapi tidak semua hal bisa kau kendalikan…”
Siwon menggeleng. “Tidak. Aku bisa mengendalikan semuanya!”
Nana menyipitkan matanya. Ia dapat merasakan ada yang Siwon sembunyikan darinya.
“Mengapa kau seperti ini? Ceritakanlah padaku, tolong!”
Tidak, Nana! Tidak akan! Aku sudah mengubur semuanya!
“Tidak ada apapun! Percayalah!” jawab Siwon, berusaha meyakinkan Nana. Nana mengangguk, tidak ingin memaksa Siwon lebih jauh. “Baiklah,” jawab Nana, mengalah.
Sesaat kemudian, seorang pelayan datang membawa pesanan mereka, lalu menatanya di meja.
“Oh ya, tadi para karyawan di kantor memuji konsep pernikahan kita,” kata Siwon seraya memotong steak di piringnya, dengan nada yang sudah lebih ringan dari sebelumnya.
“Benarkah?”
“Ya. Aku mengatakan pada mereka bahwa kau yang memilih konsepnya, dan mereka menyampaikan salam padamu,” Siwon menjelaskan dengan bangga.
“Ah ya. Kalau begitu, seharusnya kita berterima kasih pada Lee Young Jae-ssi, pasangan gay-mu itu!” goda Nana.
“Gay? Ya Tuhan, Nana! Jangan pernah mengatakannya lagi, atau aku akan menarikmu pulang sekarang!”
“Ya!” Protes Nana dengan wajah memerah setelah mengerti maksud Siwon.
_oOo_
“Selamat sore, Eomoni!” sapa Nana pelan, pada mertuanya yang sedang duduk di bangku taman rumah mereka. Nyonya Choi melirik sekilas.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya, datar.
“Eum, kalau boleh, saya ingin menemani Eomoni,” ujar Nana lembut. Nyonya Choi menoleh pada Nana, menunjukkan raut wajah tidak suka dan katakutan.
“Tidak! Tidak boleh! Aku tidak boleh dekat-dekat denganmu! Lelaki itu mengingatkanku untuk tidak dekat-dekat denganmu! Pergi! Pergi!” Nana terdiam karena bingung. Apa maksud Nonya Choi? Lelaki itu? Choi Siwon? Siwon melarang Nyonya Choi dekat dengan Nana?
“Maaf, maksud Eomoni, Siwon Oppa? Siwon Oppa sedang bekerja. Dia tidak akan tahu jika aku sedang menemani Eomoni,” ujar Nana, seraya mendekat.
“Tidak! Jangan! Walaupun dia tidak disini, dia bisa tahu apa yang terjadi! Sekarang pergi! Pergi! Sunmi! Sunmi!” Nyonya Choi bangkit dan memanggil perawatnya.
“Eomoni, biar saya yang mengantar!”
“Tidak usah! Sudah ku katakan jangan mendekat padaku! Kau masih belum mengenalnya! Jika kau sudah mengenalnya, kau akan tahu apa yang terjadi jika kau melanggar ucapannya!” Nana menatap mertuanya bingung. Apa maksud mertuanya? Apakah ini ada kaitannya dengan apa yang Siwon katakan tadi? Dengan pengawasan dan kendali yang dibahasnya pagi tadi?
_oOo_
Sudah lewat jam 9, tetapi Siwon masih belum pulang. Nana duduk di ruang keluarga, menunggu Siwon datang seraya menonton siaran TV. Walaupun sedang menonton TV, pikiran Nana sebenarnya tidak di sana. Berbagai tanda tanya tentang Siwon melayang di pikirannya. Tentang obsesi Siwon untuk mengawasi dan mengontrol semuanya, tentang hubungan Siwon dengan ibunya, dan yang paling utama adalah masa lalu suaminya itu, dan Nana sedang memikirkan cara untuk mendapatkan jawaban semua itu. Jika Nana bertanya secara terang-terangan, Nana yakin Siwon tidak akan pernah menceritakannya. Jalan satu-satunya adalah Nana harus bisa mendekatinya dan  membuat Siwon percaya padanya, dengan begitu, Siwon dengan sendirinya akan bercerita pada Nana. Ya, aku harus melakukannya!
Suara langkah sepatu yang mendekat menarik perhatian Nana. Nana menoleh, dan melihat sosok suaminya yang mendekat.
“Oppa, kau sudah pulang?” ujar Nana seraya bangkit menyambut Siwon.
“Kau belum tidur?” ujar Siwon, lalu mencium pipi Nana begitu ia berada di depan wanita itu.
“Aku menunggumu. Oya, kau sudah makan? Aku sudah menyiapkan makan malam untukmu,” ujar Nana. Siwon berpikir sejenak. Sebenarnya ia sudah makan, tetapi ia tidak tega menolak makanan yang sudah Nana siapkan untuknya, apalagi wanita itu sudah menunggu sampai larut malam begini.
“Belum,” jawabnya.
“Geurae, kaja!” Nana pun menggandeng lengan Siwon dan berjalan menuju ruang makan.
“Kau yang memasak semua ini?” tanya Siwon begitu melihat makanan yang tersaji di meja makan. Nana mengangguk. Wajah Siwon berubah sendu. Walaupun makanan itu tidak sebanyak yang biasa disiapkan oleh juru masaknya, tetapi semua terasa istimewa dan berbeda, ya, karena semua itu dimasaka khusus untuknya, oleh seseorang yang…
“Hei, jangan berdiri mematung seperti itu! Duduklah!” suara Nana menyadarkan Siwon dari lamunannya. Siwon pun segera menuju kursinya.
“Eum, sepertinya makanannya sudah dingin. Tunggu sebentar, aku akan menghangatkannya dulu.” Ujar Nana seraya mengangkat dua piring makanan. Tetapi Siwon menahannya.
“Tidak usah! Aku sudah lapar!” ujarnya.
“Tapi kalau sudah dingin…”
“Gwaenchana, aku sudah sangat lapar. Lagipula, apapun yang kau masak, pasti selalu enak!” jawab Siwon. Nana tersenyum lalu kembali meletakkan makanannya di meja makan. Kemudian ia menyiapkan makanan untuk Siwon dan dirinya.
“Kau juga belum makan?” tanya Siwon. Nana mengangguk.
“Kau menungguku untuk makan malam?” Nana kembali mengangguk. Wajah Siwon mengeras, menunjukkan raut wajah tidak suka.
“Nana, seharusnya tidak menungguku! Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu karena kau telat makan!” ujar Siwon. Nana tersenyum.
“Gwaenchana Oppa, sebenarnya tadi aku sudah makan snack untuk mengganjal perut,” jawab Nana seraya duduk di kursinya.
“Tapi…”
“Oppa, aku hanya ingin makan malam bersama suamiku. Apakah aku salah?” Siwon terpaku mendengar kalimat Nana. Wajahnya berubah sendu. Ia pun bergeleng.
“Tidak. Aku… aku senang kau menemaniku makan malam,” jawabnya, pelan. Nana tersenyum getir. Pasti tidak pernah ada yang menemani Siwon makan malam. Semuanya terlihat dari sikap Siwon yang melankolis dan berubah sendu. Ya, walaupun mungkin Nana tidak bisa mendapatkan jawaban secara langsung dari Siwon, namun kini Nana bisa paham dari sikap lelaki itu. Sikap Siwon bisa terbaca jelas dari ekspresinya.
Nana mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Siwon.
“Tenang saja, Oppa! Aku akan selalu menemanimu sarapan dan menunggumu untuk makan malam,” ujar Nana, seraya tersenyum lembut.
_oOo_
Nana membuka pintu di depannya perlahan dengan tangan kanannya, sedangkan sebelah tangannya yang lain membawa segelas susu hangat. Begitu pintu terbuka, pandangannya langsung menangkap sosok suaminya yang duduk di belakang meja kerjanya dengan beberapa berkas. Siwon langsung mematikan rokoknya begitu melihat Nana. Nana berjalan mendekat lalu berhenti di samping Siwon.
“Masih belum selesai?” tanya Nana.
“Belum. Sedikit lagi,” Siwon memang sedang menyelesaikan pekerjaannya yang tidak terselesaikan di kantor tadi. Ia memang selalu pulang lebih awal, biasanya menjelang pukul 9 malam, lebih awal dari ketika ia lajang yang terbiasa pulang menjelang tengah malam. Hal itu tidak lain karena setelah hampir seminggu pernikahan mereka, ia mendapati Nana selalu menunggunya pulang, dan ia tidak tega jika Nana harus menunggunya hingga larut malam.
“Sudah berapa batang hari ini?” tanya Nana sarkastis melihat beberapa puntung rokok dalam asbak di meja Siwon.
“Entahlah…” Siwon menjawab tidak nyaman. Nana memang sudah beberapa kali mengingatkannya untuk mengurangi, bahkan berhenti merokok, sejak ia menemukan bungkus rokok di jas Siwon, namun ia tidak menurutinya.
“Aku membawakan susu hangat untukmu,” ujar Nana datar, seraya meletakkan susu yang dibawanya di meja Siwon. Siwon menangkap nada tidak suka dari suara Nana. Tidak biasanya.
“Aku pergi dulu,”
“Sayang,” panggil Siwon seraya menahan lengan Nana, dan bangkit memeluk Nana. “Kau kenapa, eum?”
Nana menggeleng. “Tidak apa-apa,”
“Baiklah, aku akan segera menyelesaikannya,” ujar Siwon lalu mendekatkan wajahnya, bermaksud mencium Nana. Gerakan Siwon terhenti ketika Nana malah menjauhkan wajahnya.
“Kau bau rokok,” ujar Nana, lalu melepaskan pelukan Siwon.
“Aku pergi dulu,” Nana berjalan keluar tanpa menoleh ke belakang lagi, meninggalkan Siwon yang masih terpaku di tempatnya. Ini pertama kalinya Nana menolaknya, meninggalkannya sendiri tanpa menoleh padanya lagi, tanpa berkata apa pun lagi.
_oOo_
“Hentikan! Aku mohon hentikan!” suara itu terdengar sangat jelas. Suara anak kecil yang sangat dikenalnya.
“Appa, aku mohon, hentikan! Appa! Eomma, tolong aku!” suara itu semakin memilukan. Suara yang memilukan di sela isak tangis kesakitan.
“Jangan pernah memanggilku Appa! Aku bukan Appamu!” plak! Kini ada suara berat seorang laki-laki dewasa juga terdengar, disertai dengan bunyi cambukan sabuk kulit. Siwon mempercepat langkahnya ke sebuah ruangan asal suara itu. Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan! Siwon membuka pintu, dan matanya membulat melihat seorang anak kecil berusia 10 tahun yang sangat mirip dirinya sedang menangis di lantai. Punggungnya memerah akibat bekas pukulan. Di depannya berdiri sesosok pria yang mirip ayahnya berdiri di depan anak itu dengan wajah keras dan mata menyala, menunjukkan amarah.
“Eomma! Eomma!” anak itu kini menangis, memanggil Eommanya yang duduk membelakanginya. Wanita itu diam saja, tidak merespon panggilan anaknya.
“Eomma! Eomma!” anak itu mencoba merangkak ke arah Eommanya. Namun, lelaki itu menendang lengan anak itu hingga anak itu kembali terjatuh.
“Diam di tempatmu! Aku belum selesai denganmu!”
“Hentikan! Aku mohon!” tangisan anak itu semakin memilukan.
“Hentikan? Ya, setelah aku puas!” Plak! Siwon berlari ingin mencegahnya, namun ia malah terjatuh merasakan cambukan di punggungnya.
Plak! Plak! Plak!
Suara cambukan terus terdengar di sela jerit kesakitan anak itu, juga Siwon. Setiap kali sabuk itu memukul mendarat anak itu, saat itu juga Siwon merasakan cambukan yang sama, sakit yang sama.
“Sakiiit! Hentikan! Ku mohon!” anak itu memohon.
“Hentikan! Hentikan! Aku bilang hentikan!” Siwon berteriak garang, namun percuma! Lelaki itu seakan tidak mendengar suaranya. Cambukan demi cambukan terus mendarat di punggung anak itu, di punggungnya.
“Hentikaaann! Tolooong!” jeritan itu semakin memilukan seiring punggungnya yang melepuh.
“Henti… Hhh…kan…Hhh…” kini, suara Siwon serak dan terputus. Nafasnya semakin sesak, ruangan itu berubah gelap, dan dinding-dinding di seluruh sisi bergerak, mendekatinya, menghimpitnya…
“Aaakhh…”
_oOo_
“Oppa, bangun!”
“Hei, bangun!” Siwon langsung membuka matanya, mendengar panggilan Nana dan guncangan halus di tubuhnya.
“Hei, bangun! Kau kenapa, eum?” Siwon tidak menjawab. Nafasnya tersengal. Buliran keringat mengalir di dahi dan pelipisnya.
“Kau mimpi buruk?” tanya Nana, lembut. Siwon mengangguk.
“Tenanglah,” Nana mencoba menenangkan Siwon.
“Jangan pergi, tolong!” ujar Siwon pelan. Nana menatap wajah Siwon, dan ia melihat dengan jelas raut ketakutan di wajah suaminya itu.
“Ya, aku di sini, aku tidak akan pergi,” jawab Nana, seraya membelai rambut Siwon.
“Kau mimpi apa, eum?” Siwon menggeleng.
“Tenanglah, itu hanya mimpi. Sekarang, tidurlah!” Nana membenarkan letak selimut Siwon lalu berbaring di sampingnya. Siwon meraih pinggang Nana, lalu meletakkan kepalanya di dada Nana, meringkuk, seolah mencari perlindungan. Nana dapat merasakan tubuh Siwon gemetar. Ia membelai punggung Siwon untuk menenangkannya.
“Tenanglah, aku di sini,” ujar Nana. Siwon memejamkan mata, mencoba mengusir bayang-bayang mimpinya itu dari pikirannya. Sudah lama, sejak ada Nana bersamanya ia tidak pernah mimpi buruk lagi. Tetapi kali ini, begitu Nana mulai menolaknya, Siwon seakan kembali ke masa lalunya, mimpi buruk itu kembali hadir dalam mimpinya.
Siwon melesakkan kepalanya ke dada Nana dan mengeratkan pelukannya.
“Kajima,” ujar Siwon, pelan dengan suara bergetar.
“Ssstt… aku disini, Oppa… tenanglah, aku disini,” bisik Nana lalu mencium kening suaminya.
_oOo_
To Be Continued…
Hai haiiii…….
Gimana part ini???
Ditunggu yaaa komennyaaa yaa readers tersayaaaanggg, yang puaaaaanjaaaaanggg, padat, dan jelasss… wkwkwkwk…

oya, readerdeul yang setia n berbaik hati serta bersusah payah meninggalkan jejak berupa komentar, terima kasih banyak yaaa… mohon maaf karena author ga sempat bales komennya satu per satu buat yang part 3 n 4… jeongmal mianhe.., * bow

Tapi, author punya reward buat readers yang selalu meninggalkan jejak alias komentar di setiap FF yang di post di wp ini. jadi gini ceritanya *sok serius* author lagi coba bikin novel, dan butuh review dari beberapa reader, jadi author memutuskan *yaelah bahasanyaaa… :\ * meminta review dari reader (sebanyak 5-10 orang) yang dipilih berdasarkan yang paling banyak komen dan komennya bagus, yaitu analisis, review, n sarannya buat ff author itu bagus dan benar2 berisi. dan author sudah punya beberapa kandidat, serta berdasarkan hasil STAT dari WordPress nya. Buat reader yang memenuhi kriteria, tenang saja, InshaALLAH, kalian bakal terpilih kok… 😉

tapi harap bersabar yaa, novelnya baru tahap bikin outline cerita. mungkin akhir April atau mei sudah jadi. jadi, buat para reader, rajin2 yaaa meninggalkan jejak disini.. 😉 😉 😉

Advertisements

66 thoughts on “Be With Me (Part 4)

  1. Makin romantis..
    Siwon sepertinya sangat takut kehilangan Nana, sampe” pengen nyiapin supir dan pengawal pribadi
    Dan penasaran kenapa mama siwon melarang Nana atw takut pada siwon??
    Sebenarnya apa arti mimpi siwon ?? Makin penasaran..
    Makasih Kk post nya cepet 🙂
    Berharap Part 5 jg cepat di post 😉
    Soalnya kepo bgt sama Siwon dan Nana 🙂

    Keep writing kak 😀

  2. haduhh sbenarnya ada masalah apa di masa lalu siwon. semoga aja nana bisa mbantu buat ngatasinya. next ya fighting

  3. daebaakkk thor.. tiap hari bka wp ini cma mau tau critanya BE WITH ME
    ( PART 4) udh ada apa blum, dan alhmdulillh td ps bka wp udh ada, lngsung ajh reading reading .. ahhaha
    yeahh thor jngn lma2 dong post nya nunggu bnget, aku bru bca BE WITH ME kmrin2 sih soalnya bru nemu , pas bru bca part 1 aku lngsung jatuh cinta sma critanya, trus lnjut deh smpe part 3, bner2 daebakk hatiku smpe ngrasain rasa rasa yg campur cmpur gtuh dehh, ada seneng(pasti) geregrt, sma pensaran bnget pokonya aplgi siwon oppa yg munyimpan sejuta tanda tnya dan kemisteriusan nya itu .. sneng bnget nana syang,perhtian sma siwon oppa,
    bner2 pensran dehh pokonnya gmna crta slanjutnya.. dan maaf ya thor bru koment skrang ..
    ditunggu next partnya《BANGET》;-)

  4. Waaa akhirnya part 4 di post juga.
    Beneran, author yg satu ini bisa banget bikin readers jadi penasaran.
    Kenapa banget sih sama masa lalu siwon? Sampe dia disini jadi kaya ‘psikopat’. Part 5 nya semoga lebih cepet lagi di post 😀
    Eonni, keep writing yaa

  5. Akkkkkkkkhhhhhj senangnya authorku sayang update cepet ♥♥♥♥
    Wahhhhjjh author lagi ada project novel?
    Siwon nana kah couplenya ^_^
    Soalnya sejak berkenalan siwon nana di wp author ak semakin jatuh hati sama pasangan ini ^_^
    Hhhhhhhhhmmmm……sepertinya siwon memiliki masa lalu yg cukup kelam yang bersangkutan dengan appa eomma nya.
    Mungkinkah ini menyebabkan siwon yg menjadi sosok seperti saat ini >●<
    Banyak teki teki misterius akan masa lalu siwon yg bikin ak penasaran bangettttt.
    Sepertinya siwon tipe suami yg sedikit possesive hehehe untungnya sikap possesive nya tidak terlalu berlebihan masih dalam batasan yg wajar.
    Ia masih mengizinkan nana untuk mengembangkan karirnya yaaaaaahhhh meskipun sedikit melalui perdebatan sengit setidaknya nana secara perlahan dapat "menjinakan "siwon hehehe.
    Seperti siwon yg mau pulang kerja lebih awal karena takut nana menantikan kepulangan nya ke rumah ia tidak ingin terlalu larut sampai k rmh karena ada nana yg menantikan kepulangan,sarapan dan makan malam bersama.
    Terlihat sepele namun hal2 kecil seperti inilah yg membuat hubungan mereka semakin dekat.
    Bahagia itu sederhana ^_^
    Bisa menghabiskan waktu bersama orang yg kita cintai itu merupakan kebahagian tersendiri.
    Meskipun rasa cinta antara siwon dan nana belum diketahui kepastian nya karena pernikahan mereka yg berlangsung cepat tanpa adanya waktu saling mengenal,semoga berjalan nya waktu dapat membuat mereka lebih saling mengenal.
    Seperti nana yg ingin lebih mengenal siwon dengan segudang pertanyaan akan masa lalu siwon.
    Jadi semakin ga sabar nunggu kelanjutan kisah mereka ♥♥♥
    Buat author semoga project novelnya berjalan lanacar ^_^
    Satu lagi ak paling suka bagian saat nana menolak ciuman siwon "karena bau rokok" hehehe sepertinya siwon harus menghentikan kebiasaan nya merokok,agar tidak "ditolak" nana lagi efeknya siwon kemabali mimpi buruk .
    Ini menunjukkan bahwa nana saat ini telah mempengaruhi kehidupan siwon tanpa siwon sadari ♥♥♥
    Sampai jumpa dipart 5 authorku sayang ♡♡♡♡♡

    1. Hallo komentatorku tersayang, yang selalu tajam analisis dan puaaaanjang komennyaaa… *sepertti yg author harapkan pastinyaa… 😉
      hihihiii… keren dahh ini komennyaaa… *prok prok prok
      “Bahagia itu sederhana” => prinsip author bangettt…. 😉
      stay tune yaaa buat next part nyaa…
      mian yg ini agak telat, author lagi sibuk ngider soalnya kemarinn2…

  6. aish jinjja TBC lg 😥 pdhal penasaran sm lanjutan’y. Kaget bgt pas bc Siwon itu ngerokok sampe g bs ngebayangin 😀 nana eonni semangat ya cr tau masa lalu’y siwon oppa #NyanyiDangdutMasaLalu 😀

  7. Holla author-nim. New reader’s here… aku panggil eonni aja yaa
    Aku sebenernya udh baca dr part1, tp maaf br bisa komen di part ini.
    Sekarang udh kejawab rasa penasaran aku sm masalahnya siwon..
    Ternyata di punya masa lalu yg kelam toh.. tp knp sampe se protektiv itu sii sm nana.
    Aku seneng eonni nge post ff ini 7hari sekali.. teratur gt. Jd aku ga perlu sedih sm ff yg telat di post.
    Eon,terusin post 7harinya nya. Aku harap part 5 ff ini di posting 7 hari drsekarang.
    Oiya,aku jg mau pesen dong eon,tlg tambah ff disini,soalnya kan ff disini masih sedikit malah bisa diitung pakai jari,isi ff nya jg rame n seru. Jd sayang kl msh sedikit librarynya. WordPress ini yg ngeoprasiin eonni sendirikah atau ada org lain?

    1. eoseo oseyo..!
      selamat datang,,, semoga suka yaa sama FF disini…
      memang kemarin eonni bisa rutin karena masih ada waktu, mian, minggu ini ga bisa post… 😐
      eonni disini berdua, sama Farida, author yang Sunbaenim, Happy Birthday Pabbo-ya, The Biggest Present, dll, pokoknya yg bertema anak muda lah…
      kalo eonni cenderung sama married life *maklum udah tua… hihihi… 😀
      kalau berminat, yukk gabung jadi auhor di sini 😉

  8. Makin romantis ya
    Tpi siwon terkesan mengerikan dan masa lalunya sangat menyeramkan semoga nna bisa tetap bertahan didamping siwon

  9. apa yg trjadi pada siwon kecil?

    Sarann sy adlah dlm ffni di paqt berikutnya nana mengetahui alasan mrtuanya tntg menjauh dr suaminya, truz penyebab mimpi buruk suaminya,, dan siwon sedikit lebih sdikit bsa mengubah kelakuannya.

  10. Penasaran sama masa lalu siwon kayanya masa lalunya buruk deh,, ayo won daddy percaya sama istrimu nana dan mulailah berbagi masalahmu biar gak stress 🙂 🙂

  11. ego siwon sangat tinggi sampai gak percaya dgn istrinya sendiri nana.
    saya berharap di part selanjut y siwon bisa menjelaskan masalalu nya dan ibu y siwon kenapa takut bgt ama siwon sdgkan siwon takut dgn masalalu nya.
    and sukses buat novel y.
    saya tunggu banget kelanjutan y.
    saya suka ♥♡

  12. Romantis bgt mereka ber2 seneng jg 2-2nya kyk bisa ngebiasain diri mereka gt jd akrab bgt tp msh bnyk hal yg siwon blm buka ke nana penasaran aoa rahasianya trs gmn reaksi nana smg gak pisah pliss 🙂

  13. Makin romantis aza ni couple,, suka”,,,
    Sory ya ru coment skrang ,,

    Apa tu ya alasan siwon benci kli ma eommanya,, pa krna peyiksaan itu

  14. KyAaaa dh nongol aj ni ff dimari.
    Waah jadi seminggu sekli ya thor publish ny …

    Yadong nya benar bnar di skip huhuhuhuhu #plak

    Waw kek nya siwon dah mulai gimna giti sama nana.
    siwon ngerokok waks?m?
    Tapi nana gak suka ,bgus deh
    Dan waktu nolak di cium good bamget na,tapi kasian siwon nya sampai kebawa mimpi gitu gata gara penolakkan nana.

    Knpa siwon gak bolehn ibu nya deket deket nana,nnti nana nya salah arti lagi ..

    Dan itu knpa siwon kecil nya di pukul parah banget sama bpak nya,sedngkan ibu nya diem aja,

    Huh kan jdi makin penasaran..
    Enak enk baca malah tbc,

    Chap Ini manis thor
    Tapi rada serem, #seremDimnaCoba -_- ..
    #abaikan

    Untuk next chap
    Fighting thor…
    Di tunggu lo thooor
    Cepetan juga dan di puaaaaaaanjangin lagi thor
    #readersMaruk.com

    Semangat thor
    (y)

  15. siwon udh bneran cinta khan eon ???
    siwon jg gak psikopat khan eon ???
    smpah q jd parno sndiri

    khan kshan nana

  16. sebenarnya apa sih masa lalunya wonppa ? penasaran thor. thor boleh dipanjangin lagi gak crtanya ?
    Next thor

  17. Eum siwon kecil kenapa??? Kekerasan?? Kok jadi mamanya benci?? Apa siwon bukan anaknya, apa ada sesuatu, dan pastinya hanya autor yang tau wkwkw, semnagat buat lanjut ya author :)))

  18. Hallo eoni aku readers baru salam kenal 🙂
    Ff nya seru bikin penasaran ama kelanjutannya .
    Sebenernya ada apa si sama masa lalu nya siwon kayanya takut banget kalo nana tau tentang masalalunya.
    Tapi makin lama makin so sweet aja mereka 😀
    Maaf eoni sebelum nya ga komen di part1,2,3nya mianhae *bow

  19. ih jadi deg deg kan …. takut siwon nya bad boy …
    next eonnnn lagi asik …
    maaf baru komen thor , soal nya lagi banyak latihan UN

  20. Wuaahhhh pokoknya makin keliatan over protectivenya siwon ke istrinya… kan kasian… trus makin sweet aja sih♡♥♥♥♥♥♥♥.. bikin jealouse deh kan mau .. #plakkk
    trus kenapa siwon ga mau berhenti pakai rokok?? kan gara” rokok dia di fiemin sama istrinya …
    pokoknya keren!!!!

  21. sebenarnya siwon knp yaa…ko sampai mimpi seperti itu?? apa orang tuanya tidak pernah menyayanginya dgn tulus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s