Be With Me (Part 3)

20150308_1_1

Beberapa pekerja menundukkan kepala ketika berpapasan dengan mobil yang sedang mereka tumpangi, Choi Siwon dan Im Nana, yang melintas membelah halaman, bukan, taman yang luas. Setelah melakukan fitting baju pengantin, Siwon mengajak Nana mengunjungi rumahnya, untuk menepati janjinya mengenalkan Nana pada Eommanya.

Siwon menghentikan mobilnya di depan pintu utama rumahnya. Ia turun dan menunggu Nana yang sedang berjalan ke arahnya, setelah seorang pelayan membukakan pintu untuk wanita itu. Setelah Nana berada di sampingnya, Siwon mengajaknya masuk. Beberapa pelayan menyambut mereka ramah, dan Nana membalasnya ramah pula. Namun tidak demikian dengan Siwon, lelaki itu terlihat dingin dan berbicara dengan singkat dan seperlunya.

Nana mengedarkan pandangannya, mengamati desain rumah bergaya mediterania tempatnya berada kini. Ia mengerutkan kening ketika melihat sebuah foto keluarga berukuran besar di ruang tengah. Dalam foto itu tampak sepasang suami istri dan dua orang anak lelaki yang masih remaja. Salah satunya, yang lebih muda, Nana yakin adalah Choi Siwon.  Tetapi satunya? Baru saja ia ingin bertanya pada Siwon, lelaki itu telah menjauh darinya, terlihat sedang berbicara dengan Bibi Jung, seorang wanita setengah baya yang menjadi kepala pelayan di rumah ini.

Beberapa saat kemudian, Siwon berbalik pada Nana dan mengajaknya ke taman belakang, menyusuri ruangan-ruangan megah, berhias ukiran-ukiran gipsum yang indah dan pilar-pilar yang tinggi dan kokoh, untuk menemui Eommanya. Mereka kemudian berhenti di teras beranda menuju taman.

“Itu dia,” Siwon menoleh, menunjuk seorang wanita setengah baya yang sedang duduk di bangku taman, di bawah pohon maple, agak jauh dari tempat mereka kini. Nana menoleh tidak suka kepada Siwon, ketika mendengar Siwon menunjuk Eommanya dengan cara yang kurang sopan. Baru saja Nana ingin memprotesnya, ia harus mengurungkan niatnya melihat wajah Siwon yang terlihat muram, sama persis ketika Nana menanyakan kondisi Eommanya beberapa waktu lalu.

“Kondisi mentalnya terganggu. Ia depresi ketika hyeong meninggal, dan bertambah ketika Appa juga meninggal,” Nana menatapnya, menunggu Siwon melanjutkan kalimatnya.

Hyeong meninggal ketika ia tahun ketiga sekolah menengah, sedangkan Appa, lima yang lalu,” Siwon mengatupkan rahangnya. Nana dapat merasakan dengan jelas muatan emosi yang bergejolak, yang terlihat dari wajahnya. Nana meraih tangan Siwon dengan tangan kanannya dan membelai lengannya dengan sebelah tangannya lagi.

“Aku turut berduka,” sejenak Siwon membeku ketika Nana menyentuhnya.  Siwon menghela nafas. “Ayo ke sana!” Siwon melangkah dengan tetap menahan tangan Nana dalam genggamannya.

_oOo_

“Selamat pagi, Eomeoni!” Nana membungkuk dan menyapa Eomma Siwon dengan sopan. Wanita itu menoleh, lalu memperhatikan Nana sejenak, lalu beralih pada Siwon. Raut wajah wanita itu mendadak berubah ketika melihat Siwon, raut wajah yang sulit diartikan. Siwon meremas tangan Nana yang masih berada dalam genggamannya. Nana menoleh padanya, ia menatap lurus ke depan.

Nana menarik tangannya dari genggaman Siwon dengan halus. Siwon  menoleh pada Nana, dan menampakkan raut tidak suka, yang Nana tidak tahu kenapa. Nana berjalan mendekati Eomma Siwon dan kembali membungkuk sopan.

“Selamat pagi, Eomeoni, perkenalkan, Saya Im Nana. Saya…”

“Aku sudah tahu. Kau adalah calon istrinya. Sekarang Kau bisa pergi,” Nyonya Choi memotong kalimat Nana dengan nada dingin, tanpa melihatnya.

Eomoni…”

“Sudahlah Nana, kita pergi saja!” potong Siwon.

“Tapi…,”

“Ayo!” Siwon meraih  tangan Nana dan menariknya masuk kembali ke dalam rumah. Ya Tuhan, apa yang terjadi pada mereka?

_oOo_

“Apa yang sebenarnya terjadi antara Kau dengan Eommamu?” tanya Nana ketika mereka telah di ruang keluarga dan duduk di sofa.

“Hubungan kami kurang baik,”

“Karena?” Siwon mengangkat cangkir kopinya, dan menyesapnya.

“Ia mengalami depresi, hubungan kami tidak dekat sejak itu. Dan ketika aku beranjak dewasa, aku harus ke Amerika melanjutkan studiku,” Maafkan aku, Nana, aku tidak bisa menceritakan yang sebenarnya padamu. Aku tidak mau kau tau yang sebenarnya, lalu…

“Bukankah kau bisa bersikap baik padanya?”

“Tidak bisa Nana, jarak antara kami sudah terlalu jauh,”

“Tapi…”

“Im Nana, jangan membahas ini lagi!” Nana tersentak mendengar Siwon membentaknya, lalu menunduk takut.

“Maaf…” ucap Nana pelan.

Siwon menghela nafas.

“Maaf, aku tidak bermaksud membentakmu,” kata Siwon, melembut.

“Aku mengerti. Maaf, aku sudah terlalu lancang,”

“Tidak Nana, bukan begitu, aku hanya…” Siwon menghembuskan nafas kasar. Selama ini ia selalu membangun benteng untuk menutupi masa lalunya, ia tidak pernah mau ada seorang pun yang mengusik masa lalunya, siapapun! Jika ada seseorang yang mengusiknya, ia tidak segan-segan membuang orang itu. Tapi kini semua berbeda dengan Nana. Nana telah berhasil membuat Siwon sedikit membuka pintu gerbang bentengnya dengan membawanya ke rumah, mengenalkannya pada Eommanya, yang tidak pernah Siwon lakukan sebelumnya kepada siapapun, kecuali Lee Young Jae. Namun Siwon tidak mau membuka lebih jauh dari itu, walaupun ia yakin Nana masih penasaran. Di sisi lain, Siwon tidak bisa pergi darinya. Tidak, jangankan pergi darinya, mengingat ancaman Nana jika dia tidak menjawab pertanyaannya saja sudah membuat perasaannya bergejolak.

“Maafkan aku. Lebih baik sekarang… Aku akan mengantarmu melihat rumah ini. Ayo!” Siwon bangkit dan mengulurkan tangannya pada Nana.

“Tidak, tidak usah. Ini sudah sore, sebaiknya aku pulang,” jawab Nana, lalu bangkit dengan menggenggam tas tangannya. Siwon menatap Nana dengan mata gelapnya, alisnya berkerut dalam.

“Tapi, kau baru sebentar di sini,”

“Tolong, ini sudah sore, aku harus pulang,” Siwon mengerutkan kening.  Tidak, itu bukan suatu alasan. Ia tahu benar bahwa Nana biasa pulang lebih sore dari ini. Selama ini Siwon mendapatkan data-data akurat mengenai setiap tingkah laku Nana, kebiasaannya, kehidupan pribadinya, semuanya! Bayangkan, senja saja masih beberapa jam lagi, dan sore sebagai suatu alasan?

“Baiklah,” jawab Siwon, akhirnya mengalah.

_oOo_

Nana berbaring di ranjangnya, pikirannya menerawang, memikirkan calon suaminya, Siwon, penasaran atas apa yang sebenarnya terjadi pada lelaki itu. Dimulai dari pertanyaan mengenai alasan lelaki itu menikahinya, pertanyaan konyol tentang orientasi seksualnya, dan yang paling membuatnya penasaran adalah latar belakang keluarganya. Latar belakang mengenai hubungannya dengan Eommanya, Appanya, serta kakak laki-lakinya yang sudah meninggal dunia. Nana yakin ada sesuatu di antara mereka ketika melihat ekspresi Siwon yang mendadak berubah ketika membicarakan keluarganya. Ralat, bukan hanya ekspresi, namun Siwon terlihat lebih emosional.

Drrrttt drrrttt.

Nana meraih ponselnya yang ia letakkan di nakas samping ranjangnya. Sebuah pesan dari Choi Siwon.

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Kau sudah tidur?

Nana yang penasaran mengapa Siwon mengirim pesan malam-malam begini padanya segera membalas pesan itu.

                   Dari     : Im Nana

Untuk  : Choi Siwon

Belum.

Mengapa kau menghubungiku malam-malam begini?

Nana menekan ikon kirim. Beberapa saat kemudian, ia mendapatkan pesan balasan.

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Aku ingin meminta maaf padamu masalah siang tadi.

Seharusnya aku tidak berkata keras padamu.

Aku benar-benar minta maaf!

Nana tersenyum. Lelaki dingin berhati lembut.

Dari        : Im Nana

Untuk     : Choi Siwon

Tidak apa-apa.

Sudahlah, jangan dibahas lagi!

Apa yang sedang kau lakukan sekarang?

Mengapa selarut ini belum tidur?

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Terima kasih!

Masih menyelesaikan pekerjaan.

Kau juga, mengapa belum tidur?

Nana tersenyum simpul.

Dari        : Im Nana

Untuk     : Choi Siwon

Jujur, masih memikirkanmu yang sangat misterius, Tuan Choi…

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Aku tahu 😉

Bibir Nana sedikit terbuka, Siwon mengedipkan mata? Oh tidak, sepertinya ia salah paham!

Dari        : Im Nana

Untuk     : Choi Siwon

Jangan salah paham,

Ini tidak seperti yang kau pikirkan!

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Memangnya apa yang aku pikirkan?

Nana mendengus.

Dari        : Im Nana

Untuk     : Choi Siwon

Sudahlah, lupakan!

Lebih baik kau tidur, ini sudah malam…

 

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Aku masih menyelesaikan pekerjaanku,

Sudah ku katakan, bukan?!

Nana menghela nafas. Dasar workaholic!

Dari        : Im Nana

Untuk     : Choi Siwon

Aku tahu kau bisa mengurus semuanya dengan baik,

Tapi ini sudah larut.

Alangkah baiknya jika kau menomorsatukan kesehatanmu.

Tidurlah, tolong!

Beberapa saat Nana menunggu balasan. Kali ini tidak secepat sebelumnya.

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Tidak bisa, Nyonya Choi!

Aku tidak bisa tidur sebelum pekerjaanku selesai…

Tetapi aku ingin meminta hal yang sama padamu,

Tidurlah, tolong!

Nyonya Choi? Aigoo, Siwon berhasil membuat pipi Nana memanas!

Dari        : Im Nana

Untuk     : Choi Siwon

Nyonya Choi?

Namaku IM Nana, Tuan!

Dan aku belum menikah, jadi kau seharusnya memanggilku NONA!

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Ya, kau harus belajar membiasakan panggilan itu nantinya.

Ingat, enam hari lagi!

Nana mengerutkan bibirnya gemas.

Dari        : Im Nana

Untuk     : Choi Siwon

Ya, nanti…

Sekarang, pejamkan kedua matamu dan tidur…!

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Ya, nanti, setelah pekerjaanku selesai!

Sekarang pejamkan matamu dan tidur!

Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada pengantinku.

God! Pipi Nana memanas! Kalimat terakhir Siwon berhasil membuat pipinya memanas, lagi!

Dari        : Im Nana

Untuk     : Choi Siwon

Hei, kau memplagiat kalimatku!

Tetapi baiklah, aku tidur sekarang.

Kau juga, tolong!

Segera selesaikan pekerjaanmu lalu tidur J

Nana menambahkan ikon senyum.

Dari        : Choi Siwon

Untuk     : Im Nana

Ya, aku mengaku.

Ini adalah pesan terakhirku,

Jangan membalasnya lagi!

Karena kau harus tidur,

Sekarang!

Nana menggelengkan kepala. Cara Choi Siwon menyuruhnya tidur sangat tidak biasa, sangat mendominasi, memerintah, khas seseorang yang berkuasa. Tapi hal ini malah membuatnya geli. Ini pertama kalinya mereka saling bertukar pesan dalam bentuk obrolan seperti ini. Sebelumnya mereka hanya saling menghubungi jika memang ada hal penting yang harus dibicarakan, terkait persiapan pernikahan.

Nana meletakkan ponselnya kembali ke tempatnya semula dan memejamkan mata. Di bibirnya terlukis sebuah senyuman. Ya Tuhan, Siwon bisa dengan mudahnya mengalihkan perhatiannya, sejenak ia bisa melupakan tanda tanya mengenai calon suaminya itu. Dan sepertinya, ia akan tidur dengan pulas malam ini.

_oOo_

D-1.

“Bagaimana?” tanya Lee Young Jae begitu lelaki itu berdiri di samping Siwon yang tengah melihat persiapan pernikahannya dengan Im Nana dari sudut ruangan.

“Sejauh ini, sepertinya baik-baik saja, bukan?” Siwon balik bertanya.

Yeah, as you see. Oh ya, mengapa kau tidak mengajak Nana ke sini?”

“Tidak Hyeong, sekarang sudah malam, dia harus beristirahat untuk besok,”

“Wow, kau sangat perhatian padanya. Apakah kau sudah memutuskan untuk memberikan surga padanya, oh?” goda Young Jae. Siwon tersenyum tipis. “Kita lihat saja nanti,”

“Choi Siwon, kau tidak usah berbohong padaku. Aku sangat mengenalmu, dan kau tampak berbeda ketika bersamanya,” Siwon menoleh pada Young Jae,  dan menyipitkan matanya. Young Jae terkekeh.

“Hei, seluruh dunia tahu kau memberikan perhatian lebih padanya, perhatian yang tidak pernah kau tunjukkan kepada siapapun, termasuk…”

Hyeong,” potong Siwon, ketika mengerti sebuah nama yang akan disebutkan Lee Young Jae.

“Baiklah. Eum, ngomong-ngomong, apa saja yang sudah kau ceritakan padanya?” Siwon mengalihkan pandangannya ke depan. Tatapannya kosong.

“Hanya mengenalkannya kepada Eomma,”

“Yang lain?”

“Tidak Hyeong, tidak perlu!”

Young Jae menghela nafas berat. “Semua itu adalah kehidupanmu, Siwon-ah. Tapi sekarang kau akan menjalani kehidupan masa depanmu dengan orang lain, dengan istrimu. Kau akan berbagi kehidupan dengannya, dan dia berhak tau kehidupanmu yang sebenarnya,”

Wajah Siwon mengeras. Nana mengetahui kehidupannya yang sebenarnya? Tidak, Nana akan pergi begitu mengetahui bahwa lelaki yang menikah dengannya adalah seorang… monster.

“Tidak Hyeong. Dia tidak harus tahu. Kami akan baik-baik saja selama dia tidak tau apa yang terjadi,”

Young Jae tersenyum tipis. “Semua terserah padamu, tetapi kejujuran yang menyakitkan lebih baik daripada sebuah kebohongan yang manis,”

Siwon menatap Young Jae tajam, “Aku tidak membohonginya, Hyeong!”

“Memang tidak. Tetapi kau menutupi sebuah kebenaran darinya. Dia seorang wanita yang baik dan lembut. Aku hanya tidak bisa membayangkan jika dia tahu sebuah kebenaran mengenai suaminya dari orang lain,”

Hyeong, jangan katakan kau akan menceritakan semua padanya!” ujar Siwon, gusar.

Young Jae tersenyum tenang. “Tidak akan. Kau mengenalku, kau bisa memegang ucapanku,” jawab Young Jae seraya menepuk pundak Siwon yang masih terlihat emosi.

“Baiklah, aku pergi dulu,” lanjutnya, lalu berjalan ke sisi ruangan yang lain. Ia hanya mengharapkan yang terbaik bagi adik sahabatnya itu, yang telah dia anggap adiknya sendiri. Ia adalah saksi kehidupan keras yang harus dialami Choi Siwon. Sebuah kehidupan yang membentuknya menjadi pribadi yang terlihat tidak memiliki hati dan berdarah dingin. Melihat perubahan yang dialami Siwon setelah mengenal Nana, dia melihat ada peluang untuk memperbaiki Choi Siwon. Young Jae ingin Siwon yang membuka diri, terutama kepada Im Nana, calon istrinya. Ia berharap wanita itu akan membuka diri dan mengerti kehidupan Siwon yang keras, yang membuatnya menjadi sosok Choi Siwon yang saat ini. Ia berharap Nana akan menerimanya, dan mengembalikan kepercayaan diri Siwon, bahwa ia adalah seorang lelaki yang baik, bahwa ada orang-orang yang bisa menerimanya apa adanya. Awalnya ia optimis Siwon akan mampu melakukannya sendiri, melihat bagaimana lelaki itu memberikan perhatian dan perlakuan khusus kepada Nana, sebuah perlakuan yang tidak ia berikan kepada orang lain. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, Siwon malah takut Nana akan meninggalkannya jika wanita itu tau kehidupan Siwon yang sebenarnya.

_oOo_

Lampu di kamar itu masih menyala.

Suasana di rumah itu juga terlihat ramai.

Siwon mengemudikan mobilnya memasuki halaman rumah Nana dan berhenti di depan pintu utama. Ia turun dari mobil lalu berjalan dengan langkah tergesa ke dalam rumah. Beberapa orang melihatnya bertanya-tanya, ada apa gerangan seorang calon mempelai laki-laki datang menjelang tengah malam seperti ini.

“Choi Siwon, apa yang terjadi?” Nyonya Im yang saat itu tengah berada di ruang tamu segera mendekatinya, kaget melihat Siwon yang tiba-tiba datang dan tampak gusar.

Siwon menghela nafas, sadar bahwa ia tampak bermasalah dengan kedatangannya kini.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin menemui Nana. Bolehkah aku menemuinya sebentar?”

“Tentu, dia di kamarnya. Sunhee, tolong antarkan Siwon ke kamar Nana!” Nyonya Im  yang masih kaget langsung mengizinkan Siwon untuk bertemu dengan Nana, dan meminta keponakannya mengantarkan Siwon. Siwon  berjalan mengikuti Sunhee, menaiki tangga yang melingkar, lalu berhenti di depan pintu berwarna putih yang terletak lima langkah dari tangga. Sunhee hanya mengantarkan sampai pintu, lalu pergi.

Siwon mengetuk pintu tiga kali, beberapa saat kemudian pintu terbuka dan menampakkan sesosok wanita yang tidak dikenalnya. Tetapi sepertinya wanita itu mengenalinya. Wanita itu lalu membuka pintu lebih lebar, dan pandangan Siwon langsung tertuju pada Nana yang sedang duduk di ranjangnya, mengenakan piyama sutera berwarna marun, bersama dua wanita lainnya. Seakan mengerti, wanita-wanita itu bangkit lalu pergi meninggalkan mereka, sedangkan Nana langsung berdiri tidak jauh dari ranjangnya.

“Siwon-ssi, apa yang terjadi?” pertanyaan sama seperti yang dilontarkan calon mertuanya tadi. Tanpa menjawab, Siwon berjalan dan berhenti tepat di depan Nana.

Siwon mengepalkan kedua tangannya di kedua sisi tubuhnya, meredam emosi dan keinginannya untuk menarik Nana ke dalam pelukannya saat itu juga.

“Apa yang terjadi? Mengapa kau datang malam-malam begini?” tanya Nana, tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Bagaimana tidak? Siwon terlihat gusar, matanya gelap berkabut, dan dia tidak mengatakan sepatah katapun sejak menjejakkan kaki di hadapannya.

Siwon menunduk dan memejam matanya sejenak, lalu kembali menatap Nana.

“Bolehkah aku… memelukmu?” sejenak Nana kaget dengan pertanyaan Siwon. Namun, melihat kondisi Siwon yang terlihat tidak baik-baik saja, ia mengangguk pelan, dan itu sudah cukup bagi Siwon. Lelaki itu langsung menarik tubuh Nana ke dalam pelukannya, menenggelamkan wajahnya ke leher Nana, memeluknya posesif, seakan ia akan kehabisan oksigen jika ia tidak memeluk Nana saat itu juga. Siwon memejamkan mata, merasakan hangat tubuh Nana, wanginya, nafasnya, serta detak jantungnya. Ya Tuhan! Ini sangat nyata! Dan Nana membiarkannya, mengizinkannya untuk memeluknya! Mungkin ini adalah hal kecil, hanya sebuah pelukan, tetapi bagi Siwon ini sudah cukup menyatakan bahwa wanita itu menerimanya.

Siwon mengecup puncak kepala Nana lalu melepas pelukannya walaupun sebenarnya ia enggan.

“Apa yang terjadi, oh? Mengapa kau datang tiba-tiba di tengah malam seperti ini?” tanya Nana lagi, begitu Siwon melepas pelukannya. Tidak, Siwon tidak melepasnya, hanya melonggarkannya, karena kedua tangan lelaki itu masih berada di pinggang Nana.

“Tidak ada. Aku hanya ingin… melihatmu,” jawab Siwon pelan. Nana menatapnya penuh selidik.  Aku ingin memastikan kau tidak kabur dariku, Im Nana!

Ya, itu adalah alasan yang sebenarnya. Tetapi Siwon tidak mungkin mengatakannya pada Nana, karena wanita itu pasti akan bertanya apa yang akan terjadi. Lebih lanjut lagi, wanita itu pasti akan semakin penasaran masa lalu Siwon.

“Kau tidak percaya?” Nana menggeleng.

“Baiklah. Ku pastikan tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Besok pernikahan kita akan berjalan dengan lancar, asalkan malam ini kau tetapi di sini, tidak kabur di malam menjelang pernikahan kita,” Siwon mengatakannya dengan tenang tapi serius.

“Aku kabur? Astaga!” Nana terkekeh. Ia menganggap kalimat Siwon adalah sebuah lelucon. Bagaimana tidak? Beberapa saat sebelumnya lelaki itu datang dengan ekspresi gelap yang sangat menakutkan, tetapi sekarang lelaki itu malah mengatakan hal yang tidak masuk akal!

“Ehm, baiklah, kalau begitu katakan satu alasan mengapa kau berpikir aku akan kabur!” Nana memandang Siwon, tetapi tidak tepat pada kedua matanya, hanya sebatas bawah matanya, karena Nana tidak bisa menatap mata tajam dan gelap Siwon secara langsung. Tidak bisa.

“Tidak ada,” jawab Siwon singkat.

“Wah, kau sangat percaya diri Tuan Choi, ckckck,” jawab Nana, dengan menggelengkan kepalanya.

“Tetapi kau benar, aku tidak akan kabur, paling tidak, selama kau tidak membuat masalah,” lanjutnya, mengangkat sebelah alisnya, lalu tersenyum.

Siwon menghembuskan nafas pelan, seolah ada sedikit beban yang terangkat dari pundaknya. Sedikit. Ya, Siwon menyadari lambat laun Nana akan mulai mencari tahu mengenai masa lalunya. Tetapi paling tidak, saat itu Nana telah menjadi istrinya. Jika Nana telah menikah dengannya, ia akan memiliki kontrol kepada Nana, dan ia akan mensterilkan lingkungan Nana dari semua sumber yang bisa membongkar masa lalunya.

“Baiklah, aku hanya memastikannya. Sekarang kau harus istirahat, besok akan menjadi hari yang melelahkan. Kau harus tidur begitu aku pergi. Aku akan memastikannya!” Nana mengerutkan keningnya mendengar perintah Siwon yang panjang lebar.

“Hei, jangan mengerutkan keningmu! Aku pulang dulu,” Siwon mengacak puncak kepala Nana gemas lalu berjalan keluar, meninggalkan Nana yang masih berdiri terpaku. Lelaki aneh! Tadi dia datang seolah dunia akan kiamat, tetapi kini dia pergi begitu saja? Ya Tuhan!

_oOo_

Siwon menghentikan mobilnya beberapa meter dari gerbang rumah Nana. Ia mengawasi empat orang berseragam melalui spionnya, memakai kemeja putih dan setelan hitam, para pengawal yang memang diutusnya untuk menjaga Nana, bukan, mengawasi Nana malam ini. Dua dari mereka berada di dalam mobil hitam, sedangkan sisanya sepertinya tengah mengintai dari tempat yang tersembunyi. Siwon meraih ponselnya dan membuat panggilan ke salah satu pengawal tersebut.

“Awasi dia, setiap gerak-geriknya! Jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan padaku! Ingat, jika terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan, maka kalian yang akan membayarnya!” jelas Siwon lalu mematikan ponselnya. Ia tersenyum tipis. Nasihat Young Jae bahwa ia harus jujur, serta ancaman Nana yang mengatakan ia akan mempertimbangkan kembali pernikahan ini menjadi alasan ia bertindak impulsif seperti ini. Ia tidak ingin Nana pergi darinya, terutama ketika wanita itu telah berada di dalam genggamannya. Siwon selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, dan saat ini yang ia tahu, ia menginginkan Nana, sangat!

_oOo_

Lantunan tembang I Wanna Grow Old With You dibawakan dengan sangat apik oleh seorang penyanyi lelaki bersuara lembut, mengiringi kebahagiaan yang terpancar ke seluruh sudut ruangan megah bernuansa putih, ketika sebuah resepsi pernikahan berlangsung. Pernikahan antara seorang direktur muda yang sukses dan tampan, dengan seorang putri direktur perusahaan besar. Bukan hanya dari segi status sosial mereka sepadan, namun dari segi fisik, tak diragukan lagi, mereka bagaikan bulan dan bintang yang sedang bersanding. Jika ada, mereka hanya orang-orang yang tidak menyukai pasangan itu. Ya, pernikahan antara Choi Siwon dan Im Nana. Dan kini mereka memiliki kesempatan untuk berkeliling, menemui setiap tamu undangan yang memberikan ucapan selamat kepada mereka.

“Siwon-ssi, aku akan mengambil minum sebentar. Kau mau?” ujar Nana pelan.

“Tidak usah, terima kasih. Perlu ku antar?” Nana tersenyum.

“Tidak perlu, aku bisa sendiri. Lebih baik sekarang kau menemui para tamu. Pasti mereka mencarimu. Aku pergi dulu,” ujar Nana, lalu berbalik. Namun, langkahnya terhenti ketika Siwon menahan lengannya.

“Panggil aku Oppa, dan cepatlah kembali,” bisiknya, lalu mengecup bibir Nana sekilas. Nana membulatkan mata. Bagaimana bisa Siwon menunjukkan afeksinya di muka umum seperti ini? Memang, ketika pemberkatan Siwon juga menciumnya, tapi karena itu adalah bagian dari prosesi. Tapi sekarang?

“Kenapa?” tanya Siwon pelan, melihat reaksi Nana.

“Tidak seharusnya kau…”

“Hei, kau adalah istriku, dan aku bebas melakukan apapun yang aku mau,” potong Siwon, mengetahui arah pembicaraan Nana.

“Tapi…” Siwon membungkam Nana dengan sebuah ciuman lagi.

“Kau ingin mengambil minum atau mendebatku? Jika kau terus mendebatku, maka aku akan…”

“Geurae!” Nana langsung beranjak pergi, meninggalkan Siwon yang tertawa gemas melihat tingkah Nana. Pandangannya pun terus mengikuti langkah Nana, memperhatikan pengantinnya yang tampak sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun pengantin lengan panjang berbahan brokat berwarna putih, dengan sebuah tiara menghiasi rambutnya yang disanggul rapi.

“Sekarang kau milikku, Nana… Benar-benar milikku!”

_oOo_

Eomeoni?” Nana bergumam kaget ketika melihat mertuanya berada di sampingnya ketika ia mengambil minum.

“Aku ingin bicara denganmu,” ujar Nyonya Choi, pelan.

“Ya?” Nana memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Eomma mertuanya.

Nyonya Choi menghela nafas lalu menatap Nana intens.

“Kau telah menikah dengannya. Aku hanya ingin mengingatkanmu. Berhati-hatilah! Ia menakutkan!” Nana mengerutkan keningnya, bingung.

“Maksud Anda?” Nyonya Choi mengatupkan bibirnya.

“Sudahlah, aku pergi,” Nyonya Choi berbalik tanpa menjawab pertanyaan Nana. Dengan sigap, perawat Nyonya Choi mendekati dan menuntun wanita itu. Nana menatap kepergian mertuanya dengan pandangan bertanya-tanya. Ya Tuhan, apa sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka? Ada apa dengan masa lalu Siwon? Mengapa Siwon sangat menutup masa lalunya  dan mengapa Nyonya Choi mengingatkannya seperti ini?

“Apa yang ia katakan?” Nana menoleh ketika mendengar nada tidak suka dari lelaki yang beberapa saat lalu resmi menjadi suaminya. Choi Siwon yang merasa Nana pergi terlalu lama untuk sekedar mengambil minum, pergi mencarinya, dan menemukan wanita itu berdiri terpaku, setelah berbicara dengan Eommanya.

“Tidak ada,” Nana tersenyum, mencoba mengusir ketegangan dari raut wajah suaminya.

“Nana, jangan berbohong padaku!” ujar Siwon, penuh penekanan.

“Tidak ada, ia hanya memintaku menjaga dan merawatmu dengan baik, itu saja,” Siwon mengerutkan keningnya.

“Kau tidak percaya?” tanya Nana. Siwon diam.

“Sudahlah, ayo kita ke depan lagi,” Nana melingkarkan tangannya ke lengan Siwon dan menarik lelaki itu bersamanya.

_oOo_

Siwon yang sedang duduk di sisi kanan ranjangnya, memperhatikan sosok Im Nana. Sesuai tradisi di Korea, sang istrilah yang harus mengikuti sang suami. Oleh karenanya, kini Nana harus tinggal di rumah Siwon, sebuah rumah bergaya Eropa, dengan warna dominan krem, termasuk interior kamar mereka. Warna putih dan krem yang mendominasi kamar itu membuat suasana terasa hangat, tenang dan nyaman. Sebuah ranjang berukuran king size dengan sprei berwarna putih dan krem, terletak di tengah-tengah kamar. Di sisi kanan ranjang adalah dinding kaca yang menghubungkan kamar dengan balkon, tertutup tirai berwarna senada. Sedangkan di sisi kiri terletak kamar mandi dan wardrobe.  Di depan ranjang sendiri terletak satu set sofa serta TV LCD.

Wanita itu keluar dari wardrobe room dengan mengenakan gaun tidur berenda berwarna putih. Nana tampak anggun dengan dengan gaun itu, seperti para lady bangsawan Inggris klasik. Sikapnya pun sangat sopan dan terhormat. Belakangan Siwon tahu, bahwa Nana dibesarkan dalam keluarga yang konservatif. Tak heran, wanita itu sangat sopan, lembut, berwibawa dan anggun. Siwon tersenyum.  Keinginan awalnya untuk bisa mendapatkan akses ke dalam Gwingjang Corporation malah memberinya bonus seorang istri yang cantik, baik hati, polos, dan tulus. Lebih dari itu, semakin lama, ia malah merasa semakin menginginkan Nana, ingin selalu bersamanya, menjaga Nana tetap berada dalam jarak pandangannya.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Nana.

“Seperti yang kau lihat, siap-siap untuk tidur,” Nana mengerutkan keningnya.

“Kau akan tidur di sini?”

Siwon tergelak mendengar pertanyaan Nana.

“Kenapa? Ada masalah?” Nana menghela nafas lalu menunduk.

“Tidak… tentu saja tidak…” Nana menjawab pelan.

Siwon menyeringai. “Kenapa? Kau takut tidur dengan seorang gay?” godanya, mengungkit pertanyaan konyol Nana dulu. Nana membulatkan mata, bibirnya terbuka.

“Jadi benar kau adalah seorang gay?”

Siwon tertawa. “Nona, jika aku adalah seorang gay, aku tidak akan menikahimu!”

Nana mendengus.

“Kemarilah, aku akan menjelaskan semuanya padamu,” Siwon menepuk ruang kosong di sisinya. Perlahan, Nana mendekat dan duduk di ruang yang Siwon tunjukkan.

Siwon membenarkan posisinya hingga ia bisa melihat wajah Nana. “Mengapa kau berpikir aku adalah seorang gay?”

Nana mengerutkan kening. Apakah ia harus jujur bahwa ia memperhatikan Siwon dan Lee Young Jae di klab beberapa waktu lalu?

“Hei, jangan hanya mengerutkan keningmu, jawab pertanyaanku!” ujar Siwon, seraya membelai lembut kerutan di antara kedua alis Nana.

“Ah, eum… Ya, seperti yang pernah aku katakan, aku pernah mendengar desas-desus mengenai dirimu. Mereka bilang kau itu gay, karena mereka belum pernah mendengar kau kencan dengan seorang wanita. Selain itu…” Nana menghentikan kalimatnya, dan memperhatikan reaksi Siwon, yang ternyata masih setia memperhatikannya.

“Kau terlihat sangat dekat dengan sahabat lelakimu itu, Lee Young Jae…” Siwon tertawa.

“Nana, tuduhanmu sangat tidak beralasan. Aku memang tidak suka melakukan kencan yang tidak penting. Menurutku, itu hanya membuang-buang waktu.”

“Maksudmu?”

“Ya, aku tidak suka menjalin hubungan yang tidak jelas arahnya. Menghabiskan waktu untuk roman picisan seperti itu, sangat bukan gayaku,”

Nana mengangguk. “Itu artinya, kau hanya menjalani hubungan serius?”

“Ya, bisa dikatakan begitu.”

“Jadi, sudah berapa kali kau menjalin hubungan?”

“Sekali.”

“Sekali?”

“Ya.” Nana mengerutkan bibirnya. Ada sedikit rasa tidak suka dalam hatinya mengetahui bahwa Siwon pernah menjalin sebuah hubungan serius sebelumnya, yang tentu saja bukan dirinya. Jujur, ia penasaran siapa wanita yang beruntung itu. Tetapi ia tidak mau mendengarnya.

Nana menghembuskan nafas pelan lalu menunjukkan ekspresi tenang seperti semula.

“Laki-laki atau perempuan?”

Siwon mengerutkan keningnya. “Maksudmu?”

“Ya, kau menjalin hubungan serius dengan laki-laki atau perempuan?” goda Nana.

“Yak Im Nana! Sudah ku katakan, aku pria normal!” Siwon mengeraskan suaranya dan menatapnya kesal. Nana tertawa telah berhasil menggoda Siwon. Namun detik berikutnya, Siwon menyeringai ketika mendapatkan ide untuk membalas Nana.

“Baiklah, aku akan membuktikan bahwa aku bukan seorang gay,” Nana mengerjap melihat Siwon yang menyeringai kepadanya.

“Apa.. apa yang akan kau lakukan?”

“Eum… Kita lihat saja!”

“Yak!” Nana memekik ketika Siwon meraih pinggangnya, menjatuhkan Nana ke dalam pelukannya.

“Yak! Apa yang kau lakukan?” pekik Nana, seraya mencoba melepaskan diri, namun Siwon malah berguling, sehingga Nana berada di bawah tubuhnya.

“Membuktikan bahwa aku bukan seorang gay, istriku,” jawab Siwon, seraya menatap Nana intens, dan tatapannya itu membuat Nana gugup.

“Tapi… maksudku…” kalimat Nana yang terputus begitu Siwon membungkamnya dengan ciuman. Beberapa saat kemudian, Nana pun melingkarkan lengannya di leher Siwon, dan selanjutnya, menyempurnakan malam pengantin mereka.

_oOo_

Hai haiiiiiiiii………..

gimana part ini???

ditunggu komennya, yaaa… 😉

Advertisements

30 thoughts on “Be With Me (Part 3)

  1. penasaran sama masa lalunya siwon..
    senyum” sendiri baca part ini apalagi pas bagian siwon nana bertukar pesan,.wkwkwk lucu,..
    semangat author!

    1. entah kenapa ngerasa csw kayak psikopat disini. apalagi ibunya bilang kalo csw itu menakutkan x(
      ditunggu kelanjutannya sama kejelasan masalalunya csw lol 😀

  2. Woyyyy….teriak pake toak
    First night ikut dong hahaha ditendang siwon
    Hummm semakin penasaran dengan masa lalunya diwon
    Lanjutt….jangan lama2 kedip alay ala bugsy

  3. Seberapa menankutkan siwon sih sebenernya sampe eomma nya bilang menakutkan wkwk
    Jangan2 ayah kakaknya dibunuh siwon lg gara2 warisan gt wkwk*ngaco
    Apapun masalalunya tetep penasaran sm ff ini.jangan lama lama ya ^^
    Kepp writing!

  4. Semalam ak baru sempet baca part 2.
    Sekarang disugihi part 3 ^_^
    Suka….happy banget ♥♥♥♥
    Pulang kerja ngedate ma siwon oppa (wkwkwkwk pinjem dulu siwon oppa nya ….boleh kan nana ^_^)
    Finally mereka menikah ♥♥♥♥♥
    Hehehe sepertinya malam pengantin ini merupakan malam pembuktian siwon kepada nana bahwa siwon adalah laki2 sejati bukan gay….hehehehe
    Kehidupan pribadi siwon sungguh sangat misterius.
    Sebenarnya kejadian dimasal lalu apa yg membuat siwon menjadi bersikap dingin dan bahkan eomma nya sendiri menyebut ia adalah seorang monster.
    Bahkan hubungan nya dengan eommanya sangat buruk.
    Benarkah kematian hyeong dan appa nya nya lah yg membuat ia menjadi seperti ini?
    Bahkan eomma menjadi deperesi,seperti nya masih ada alasan lain yg tersembunyi sini.
    Karena eomma nya bahkan seperti sangat membenci siwon.
    Bisakah nana menjalani rumah tangganya dengan baik berasama siwon dengan situasi suami dan ibu mertua yg seperti saling membenci?
    Bagian siwon nana saling bertukar sms itu bikin ak ketawa ketiwi sendiri ^_^
    Cute habis soalnya ga nyangka siwon bisa gitu juga hehehehe kasmaran nie yeeee ♥♥♥
    Seperti harapan young jae,semoga kehadirna nana memberikan dampak yg positif dalam kehidupan semua dan membuat siwon mau berbagi kehidupannya bersama nana,karena nana adalah istrinya saat ini.
    Penasaran apa yg membuat siwon takut nana meninggalkan jika ia mengetahui kebenaran masa lalu siwon.
    Seperti young jae bilang kejujuran yang menyakitkan mungkin lebih baik daripada kebohongan yang manis.
    Jadi kebohongan manis apa yg siwon sembunyikan?
    Akkkkkhhh hehehehe ak jadi ga sabar lagi nunggu part 5 ♡♡♡♡♡

  5. sukur lah siwon akhir nya hati nya terbuka juga untuk nana … walau gak di ucap kan langsung dari cara nya itu loh WOW binggo

  6. Siwon dan Nana telah menikah 😀 tp apa sebenarnya yg terjadi antara siwon dan mamanya, dan apa yg sebenarnya siwon sembunyikan tentang masa lalunya 🙂 makin kepoo kak
    Next partnya ditunggu bgt bgt..!!! 🙂

  7. Sesuatu banget baca part ini. Siwon kayaknya punya banyak rahasia.
    Author next partnya jgn selama part ini ya 😀
    Keren 🙂

  8. Ck aaaaaaa yadong yadong yadoooong ..
    Heheheheee yadong nya di skip ternyata ..
    Ada apa dengan siwon ? Ibu nya ? Dan ekm ada satu nama wanita lagi yg misterius !,
    Siwon monster ?

    Kayk nya ada kesalah phaman deh antra siwon dn ibu nya ..
    Apa mungkin tentang hyung nya ?
    Yg mati di bunuh siwon tapi itu sepengetahuan ibu nya dan akhir nya ibu nya menganggap siwon monster ..
    Waaah pokok nya gitu deh pikiran aku thor ..

    Waaah seru thor . Makin lama makin ngeeeh ..
    Gini dong thor seminggu sekali postingan nya ada thor . Kan mancep thor heheheee
    Oke thor . Di chap ini author punya deh dan feel kita punya .

    Ntuk next chap cepetan juga ya thor .
    Saye tunggu thor
    FIGHTING

  9. Pnsrn…..bnerny msa lalu siwn gmn sich kq kyk mnster…..eommany sprtiny sngt mmbnci siwon…….
    Sykylh siwin n nana dket gt……..bza ktwa jg…..g’ kau,, tp gmn low nana tw masa lalu siwon?!?! Emmmm……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s