Be With Me (Part 1)

20150308_1_1

“Kita tidak bisa membeli saham mereka untuk saat ini, Direktur.”

“Penawaran kerjasama?”

“Dulu Tuan Choi sudah mencoba menawarkan kerjasama, namun kerjasama itu tidak berjalan karena alasan yang tidak kami ketahui,”

“Sekarang?”

“Kami belum tahu, tetapi sepertinya akan lebih sulit karena sejarah kerjasama yang kurang baik tadi,”

Siwon berdecak kesal. Keinginannya untuk menguasai pasar Korea dan regional mengalami harus menghadapi sedikit blokade dari perusahaan pesaingnya, Gwingjang Corporation. Mau tidak mau, untuk mewujudkan ambisinya tersebut, ia harus mampu menguasai perusahaan itu, minimal mengajaknya bekerja sama. Dengan begitu, tindak-tanduk perusahaan tersebut masih berada dalam kontrolnya.

Siwon menatap Kim Junho, anak lelaki Paman Kim, seorang lelaki seumuran dengan dirinya, sedang berdiri di depannya dengan kepala sedikit menunduk. Paman Kim adalah orang kepercayaan keluarganya, bekerja sejak ayahnya baru saja merintis perusahaan ini, dan tentu saja sudah hafal sejarah perusahaan di luar kepala. Kini, setelah ia pensiun, Siwon mempekerjakan Kim Junho yang memiliki pembawaan sama dengan ayahnya, dan tentu saja sudah terlatih.

“Kim Junho, tolong berikan aku data para pejabat dan para pemegang saham perusahaan itu, termasuk data personal mereka!”

“Algeutseumnida, Sajangnim!”

Siwon menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi dan menghela nafas.

Baik, jika dengan cara terang-terangan kalian tidak mau bekerja sama, aku akan menggunakan cara yang lebih “halus”.

_oOo_

Siwon membolak-balik data yang diterima dari Junho di tangannya. Ia membaca dengan cermat data-data tersebut. Ia harus memeras otak untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat. Siwon meraih map berikutnya dan membukanya tidak sabar. Ini adalah map kesekian yang ia baca, namun ia tak kunjung mendapatkan jalan keluar yang pas. Namun, tiba-tiba wajahnya berubah cerah.

Nama                    : Im Kyung-Ho

Tanggal lahir       : 12 April 1955

Istri                        : Im Sang Hee

….

Siwon melewati data-data selanjutnya sampai pada…

Data Anak           :

Nama                    : Im Nana

Tanggal lahir       : 14 September 1991

Pendidikan         : Sarjana Bisnis Manajemen

Pekerjaan           : Pemilik butik I-Style, Garosu-gil Sinsa-dong

Siwon tersenyum. Ya, Im Kyungho, direktur utama Gwingjang Corp. Ia memiliki dua orang anak, Im Jaekyung dan Im Nana. Jika Siwon bisa mendekati Im Kyungho, maka ia dapat melaksanakan rencana-rencana bisnisnya dengan lancar, dan cara yang paling jitu adalah dengan… pernikahan!

Ya, dengan cara apapun Siwon telah bertekad mendapatkan perusahaan itu. Cita-cita, ambisi dan seluruh keinginannya hanya mengembangkan perusahaannya menjadi perusahaan multinasional terbesar. Perusahaan itu adalah harga dirinya, ambisinya, hidupnya! Dan semuanya itu telah terpatri dalam hati dan pikirannya sejak ia remaja, tepatnya sejak kejadian itu. Dan kini, apapun akan ia lakukan untuk mewujudkan ambisinya itu, termasuk, jika perlu, sebuah pernikahan. Ini memang konyol! Ketika seorang lelaki memiliki kebebasan untuk menjalin sebuah pernikahan yang dilandasi rasa cinta, seperti yang dilakukan orang-orang pada umumnya, namun ia malah memilih mengikat diri pada sebuah pernikahan bisnis. Cinta? Siwon tidak pernah mementingkan masalah roman picisan seperti itu. Lalu pernikahan? Pernikahan merupakan salah satu kewajiban yang harus ia penuhi untuk melanjutkan keturunan keluarga Choi, apalagi kini ia sudah memasuki usia 30 tahun dan jika pernikahan itu malah memberinya bonus dalam bisnisnya, mengapa tidak?!

_oOo_

Seorang wanita melangkah dengan ragu mengikuti teman-teman wanita lainnya yang sudah mendahuluinya memasuki sebuah klab berkelas, The Octagon di Nonhyeon-ro, Gangnam.

“Sooyoung-ah…” wanita itu memanggil temannya, menunjukkan keraguannya.

“Jangan khawatir, Im Nana, ini adalah klab berkelas, bukan sembarang orang bisa masuk. Di sini aman, tenang saja,” wanita itu, Im Nana akhirnya mengikuti temannya yang menggandengnya masuk ke dalam klab itu.

Sesampainya di dalam, Im Nana mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian ruangan yang bisa ia jangkau. Klab  itu memang terlihat berkelas dengan interior yang mewah serta penampilan para pengunjungnya, baik yang berada di lantai dansa maupun duduk di sofa atau bar, terlihat eksklusif. Tidak satupun terlihat pengunjung yang mengenakan sweatpants atau flip flop. Ia juga tidak melepaskan genggaman sahabatnya. ia merasa risih dan tidak nyaman. Ya, ini adalah kali pertamanya mengunjungi sebuah klab. Sebagai seorang wanita yang dibesarkan dalam keluarga konservatif, pergaulannya benar-benar terjaga. Jangankan pergi ke klab, menonton konser K-Pop yang banyak digandrungi  teman-temannya ketika mereka masih remaja dulu, ia tidak pernah. Untuk itulah, karena rasa belas kasihan terhadap sahabatnya itu, Park Sooyoung akhirnya mengajaknya ke klab, sekedar memberi pengalaman mengenai wujud klab dan dunia hiburan malam, bersama teman-teman wanitanya yang lain. Oleh karenanya, Im Nana terpaksa berbohong, untuk pertama kalinya, ia berbohong pada orang tuanya. Ia mengatakan akan menginap di rumah Sooyoung untuk membahas desain terbaru untuk musim ini. itu pun karena Sooyoung terus-terusan membujuknya.

Sooyoung mengikuti teman-temannya ke salah satu sofa di sudut ruangan dan mengajak Nana duduk.

“Kau mau minum apa?”

Nana berpikir sejenak.

“Eum, terserah…” jawab Nana ragu. Sooyoung tersenyum melihat kepolosan sahabatnya sejak awal kuliah ini. Bukannya ia ingin menjerumuskan Nana ke dalam dunia malam, ia hanya merasa kasihan melihat Nana yang hanya keluar untuk kerja dan belajar. Betapa membosankan menurut Sooyoung.

“Kau tidak mau alkohol?” Nana menggeleng.

“Aku tidak pernah minum alkohol.”

Cocktail? Alkoholnya hanya sedikit,”

“Eum, boleh,” Sooyoung akhirnya memesankan segelas cocktail untuk Nana pada seorang waitress.

“Kalian tidak mau turun?” tawar Minjee, salah seorang teman Sooyoung yang bersama mereka malam ini.

“Kau duluan saja,” Minjee mengedikkan bahunya dan turun ke lantai dansa bersama teman-temannya yang lain.

Pesanan mereka datang, dan Nana menyesap sedikit minumannya. Dahinya sedikit berkerut merasakan rasa alkohol yang sedikit terasa aneh di lidahnya. Padahal kadar alkohol dalam minuman itu sangat sedikit.

“Kau sering ke sini?” tanya Nana pada Sooyoung dengan mengeraskan suaranya, karena alunan musik disko yang semakin keras menghentak.

“Tidak juga. Oh, kau mau turun tidak?” Nana menggeleng.

“Kalau kau ingin turun, turun saja, aku tidak apa-apa…” Sooyoung menatap Nana sejenak, ragu.

“Pergilah!” Nana mendorong bahu Sooyoung. Walaupun ia tidak nyaman berada di tempat asing seperti ini, ia tidak ingin mengganggu kesenangan sahabatnya itu.

“Aku pergi dulu, jika terjadi sesuatu, panggil aku!” Nana tersenyum lembut dan mengangguk.

_oOo_

Sepeninggal Park Sooyoung dan teman-temannya ke lantai dansa, Nana menyesap sedikit minumannya. Ia menoleh ke kiri dan melihat sepasang kekasih yang terlihat sedikit tegang. Sepertinya sang wanita marah kepada lelakinya, dan menyelesaikan masalah di tempat seperti ini bukan ide yang bagus. Dan, Ya Tuhan! Di sofa samping pasangan tadi terlihat dua lelaki yang terlihat sangat intim! Oh tidak! Mereka pasti gay! Nana mengalihkan pandangannya ke lantai dansa, melihat teman-temannya yang lihai meliukkan tubuhnya seirama musik yang diputar sang DJ, menghindari pemandangan yang membuatnya begidik ngeri itu. Nana menyesap minumannya lagi. Ini benar-benar membosankan. Bagaimana bisa orang-orang itu mengatakan ini tempat hiburan? Jika disuruh memilih, Nana akan memilih membaca novel-novel roman klasik di taman rumahnya.

Nana kembali mengedarkan pandangannya ke arah kiri. Matanya menyipit memperhatikan seorang lelaki tengah berdiri bersandar di bar. Lelaki tinggi tegap, mengenakan kemeja terang, sepertinya putih, entahlah, Nana tidak dapat melihatnya dengan jelas, dan jas gelap yang tidak terkancing. Dengan kemampuan penglihatan yang terbatas oleh cahaya lampu yang terus berganti, kadang terang kadang redup, Nana dapat melihat ukiran wajahnya yang tampan, model rambutnya yang rapi, dan ia terlihat berwibawa dan eksklusif. Ya Tuhan! Dosakah aku jika mengaku bahwa lelaki itu adalah lelaki yang paling menarik dan mempesona yang pernah ku lihat?

Nana tersentak ketika lelaki itu melihat ke arah Nana dan menyipitkan matanya, seakan balas memperhatikan Nana, seakan lelaki itu tau bahwa Nana tengah memperhatikannya. Nana segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Beberapa saat kemudian Nana kembali melihat ke arah lelaki itu. Entahlah, ia merasa tertarik untuk memperhatikan lelaki itu. Hanya memperhatikan, tidak bermaksud flirting atau apapun! Flirting? Oh tidak, itu sangat bukan Nana! Seorang wanita yang terhormat tidak akan melakukan flirting atau semacamnya! Namun Nana dibuat menganga melihat adegan di depannya. Lelaki itu menyambut seorang lelaki yang baru datang, sedikit lebih pendek darinya, dan memeluknya erat. Nana dapat melihat senyuman jelas terukir di wajah lelaki itu. Oh tidak! Tolong jangan katakan ia seorang gay!

_oOo_

“Selamat malam, Nona!”  Nana tersadar dari lamunan konyolnya tentang lelaki itu. Nana mengangkat wajah, dan melihat seorang lelaki yang berdiri tepat di depannya.

“Ya?”

“Kau sendiri?”

“Ah, tidak, temanku sedang di sana,” Nana menunjuk lantai dansa dengan pandangannya.

“Eum, bolehkah aku menemanimu di sini?” Nana mengerutkan kening. Sebelum ia menjawab, lelaki itu sudah duduk terlebih dahulu di sampingnya.

“Perkenalkan, Lee Jang Woo,” lelaki itu mengulurkan tangannya dan mengeluarkan senyuman menggodanya. Aish, tidak sopan!

“Im Nana.” dengan ragu Nana membalas uluran tangannya, sekedar menjaga etika, dan segera menarik tangannya ketika lelaki itu, yang memperkenalkan dirinya sebagai Lee Jang Woo membelai tangannya.

“Aku baru melihatmu di sini. Kau pasti pendatang baru,”

“Ya,” Nana menjawab singkat lalu mengalihkan pandangannya ke arah lantai dansa, mengamati teman-temannya dan berharap mereka segera kembali. Jujur, ia merasa sedikit was-was setelah mencium aroma alkohol dari lelaki itu, walaupun lelaki itu terlihat tidak terlalu mabuk.

“Eum, kau tidak mau berdansa?” Jang Woo meletakkan tangannya di atas pundak Nana lalu membelainya.

“Apa yang kau lakukan? Lepaskan!” Nana berusaha melepaskan diri, namun Jang Woo malah semakin menariknya ke dalam pelukannya. Aish! Beraninya  ia!

“Lepaskan!” Nana terus berusaha melawan. Dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh lelaki itu. Berhasil! Nana segera bangkit sebelum lelaki itu menariknya lagi!

Plak! Nana menghadiahkan sebuah tamparan keras di pipi kiri Jang Woo dengan tangan kanannya.

“Beraninya kau berbuat kurang ajar padaku!” Nana berteriak geram. Jang Woo balas menatapnya tajam, matanya menyala penuh amarah.

“Beraninya kau!” Jang Woo menarik Nana kasar hingga jatuh ke dalam pelukannya, lalu menahannya kuat. Tidak!

“Lepaskan!” Nana berteriak, namun lelaki itu mengabaikannya. Sial!

“Lepaskan! Atau aku akan berteriak!”

Jang Woo menyeringai, “Teriak saja, tidak akan ada yang mempedulikanmu!” Ya Tuhan, tolong aku! Park Sooyoung, siapapun, tolong aku!

“Lepaskan  dia!” sebuah suara berat, dingin, dan tegas berhasil mengalihkan perhatian Lee Jang Woo. Refleks, mereka menoleh pada asal suara. Ya Tuhan! Suara itu adalah milik lelaki yang aku perhatikan tadi. Ya, tidak salah lagi!

“Siapa kau? Ini bukan urusanmu!”

“Lepaskan  dia!” ulang lelaki itu dengan tenang, namun terdengar tegas dan tidak mau dibantah. Jang Woo melepas Nana lalu bangkit dan menatap garang lelaki itu. Namun, ketika ia menyadari siapa lelaki itu, pandangannya berubah sinis.

“Kau? Ku pikir kau tidak tertarik untuk mencampuri urusan orang lain,” ujar Jang Woo sinis.

“Benar, tetapi tidak jika berkaitan dengan wanita itu!” sahut lelaki itu, tegas. Denganku? Apa dia mengenalku?

“Wanita ini? Kau mengenalnya?”

“Ya, dia milikku!” Jangwoo mengerutkan keningnya. Tidak, bukan hanya Jang Woo! Kening Nana malah sudah berkerut berkali lipat mendengar kalimatnya!

“Hei, kau tidak bisa membohongiku. Aku tidak melihatmu bersamanya dari tadi!” lelaki itu, yang tidak Nana ketahui namanya, mengangkat sebelah alisnya lalu melangkah dengan anggun melewati Jang Woo lalu duduk di samping Nana. Ya Tuhan!

“Tadi aku memang pergi sebentar dan membiarkannya masuk bersama teman-temannya, benarkan Sayang?” Sayang? Oh God! Nana pasti sudah merosot lemas mendengar suara seraknya yang tenang dan sangat maskulin, ditambah lagi senyuman lembutnya ketika ia menoleh padanya. Tidak! ia masih menatapku, menunggu jawabanku. Jawaban apa? Apa yang ditanyakannya tadi?

“Hei, mengapa kau diam saja?” Nana mengerjap mendengarnya kembali berbicara lembut padanya.

“Ah ya!” Nana menjawab pelan. Tapi, ya untuk apa? Apa yang ia tanyakan padaku? Ya Tuhan!

“Kenapa? Kau tidak percaya?” kini lelaki itu kini beralih pada Lee Jang Woo seraya menyilangkan kedua kakinya dan bersandar pada sofa dengan gaya yang angkuh dan menunjukkan senyum tipisnya. Jujur, Nana tidak suka pada orang yang angkuh seperti ini. Tapi entahlah, semuanya terlihat pas dilakukan olehnya. Sangat pas, malah ia terlihat semakin… WOW!

Lee Jang Woo tidak menjawab. “Terserah padamu, tapi bisa ku pastikan kau akan mendengar pernikahan kami bulan depan,” lanjut lelaki itu dengan tenang dan santai. Pernikahan? Kini Nana membulatkan matanya maksimal, kaget atas pernyataannya. Astaga, apa yang dia lakukan? Tadi dia membual bahwa aku adalah miliknya, dan sekarang, pernikahan? Oh God!

“Dan kau, lebih baik kau segera enyah dari hadapanku sebelum aku memberimu pelajaran karena telah berani menyentuh calon istriku!” ujarnya dengan nada tegas dan mengancam. Lee Jang Woo mendengus kesal. Ia segera melangkahkan kaki meninggalkan mereka berdua. Pandangan lelaki itu mengikuti kepergian Lee Jang Woo yang menghilang di balik pintu masuk.

Gwaenchana?” Tanya lelaki itu. Nana menoleh pada lelaki itu, yang ternyata juga sedang menoleh padanya. Nada bicaranya sekarang sangat sopan, tidak angkuh seperti tadi.

“Ah, ya, aku tidak apa-apa. Terima kasih atas pertolonganmu,”

“Itu adalah kewajibanku.” ia menjawab diiringi senyumannya.

“Sepertinya temanmu sudah datang. Kalau begitu, aku pergi,” lelaki itu menunjuk ke arah belakang Nana dengan pandangannya, lalu melenggang pergi.

“Nana, apa yang terjadi?” tanya Sooyoung begitu ia berada di hadapan Nana.

“Ah, tidak apa-apa,”

“Lelaki itu, ada urusan apa kau dengannya?”

“Tidak, tidak ada. Kau… mengenalnya?” Sooyoung menoleh pada lelaki yang Nana maksud. Sayang, ia hanya dapat melihat punggung lebarnya yang berbentuk V, yang beberapa detik kemudian menghilang. Sooyoung menggeleng ragu.

“Kenapa?” tanya Sooyoung lagi. Nana menggeleng. Sooyoung menghela nafas.

“Baiklah, kalau begitu, kita pulang sekarang saja,” Sooyoung segera meraih tasnya dan menarik Nana keluar dari klab.

_oOo_

Malam itu Siwon membuat janji dengan temannya, Lee Young Jae di sebuah klab elite di kawasan Gangnam. Siwon bersandar di bar, menunggu dengan tidak sabar kedatangan lelaki itu, lelaki yang sudah menjadi sahabatnya sejak mereka masih sekolah lanjutan sampai mereka kuliah di Amerika. Sebenarnya Lee Young Jae adalah teman kakaknya, tetapi dia juga dekat dengannya, terutama sejak kejadian itu. Dan kini, Siwon telah menganggap Young Jae seperti kakaknya sendiri, satu-satunya temannya, sahabatnya.

Siwon menyapukan pandangannya ke seputar klab sesekali. Matanya menyipit mendapati seorang wanita berambut panjang tengah memperhatikannya. Bukannya ia terlalu percaya diri, namun karena pengalaman dan tuntutan hidup yang harus dilewatinya, membuat instingnya terasah. Dan perkiraannya benar. Wanita itu tiba-tiba memalingkan wajahnya ketika Siwon menangkap basah kelakuannya. Siwon tersenyum tipis. Tetapi pandangannya malah tidak bisa lepas dari wanita itu. Selain wanita itu berhasil menarik perhatiannya, sepertinya ia juga mengenalinya.

“Hei, sudah lama menunggu?” sebuah tepukan di pundaknya berhasil mengalihkan perhatian Siwon.

“Oh Hyeong, kau sudah datang? Mengapa kau lama sekali?”

“Maaf, aku masih ada meeting proyek baru,” jawab lelaki itu, Lee Young Jae lalu memeluk Siwon. Sebuah kebiasaan yang selalu ia lakukan sejak mereka masih sekolah dulu. Awalnya hanya untuk menggoda Siwon yang tidak suka disentuh, sekarang malah menjadi kebiasaan setiap mereka bertemu. Dan Siwon pun akhirnya membiarkan kelakuan sahabatnya itu, hanya Lee Young Jae, sedangkan kepada orang lain, tidak pernah.

“Jadi apa hal penting yang ingin kau bicarakan?” tanya Young Jae, setelah ia duduk dan memesan segelas vodka.

“Aku akan menikah,”

What?” Young Jae tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya walaupun Siwon mengucapkannya dengan singkat dan datar.

Are you kidding me?” Siwon menggeleng.

Young Jae mengerutkan keningnya. “Dengan siapa kau akan menikah? Mengapa kau tiba-tiba menikah? Jangan katakan jika kau sudah menghamili seorang wanita dan…”

Hyeong, jika kau mengenalku dengan baik, kau pasti tau aku tidak akan melakukan tindakan bodoh itu,” Siwon memotong kalimat Young Jae.

“Baiklah, kalau begitu, katakan, apa alasanmu!” dan Siwon mulai menceritakan seluruh rencananya dan keuntungan yang akan ia dapat dengan adanya pernikahan bisnis ini.

Young Jae menyesap vodka-nya pelan, lalu menoleh pada Siwon. Sedangkan lelaki itu sedang mengarahkan pandangannya ke depan, ke arah belakang Young Jae, terlihat sedang memperhatikan sesuatu atau… seseorang.

“Choi Siwon…” panggil Young Jae, membuat Siwon kini beralih padanya lagi.

“Tidak adakah cara lain yang bisa kau lakukan selain mempermainkan kehidupan seorang wanita dalam papan caturmu?”

Siwon tersenyum tipis. “Apakah aku terlihat suka mempermainkan kehidupan?”

Young Jae mengedikkan bahu. “Aku sudah melihat bagaimana kau memainkan semuanya di bawah kendalimu. Dan sepertinya, kehidupan wanita itu juga nantinya,” Siwon tersenyum tipis lalu menyesap anggurnya. Ia kembali mengarahkan pandangannya ke arah tadi.

“Jangan khawatir, Hyeong! Aku akan memberikannya apapun, sesuai yang ia berikan padaku,”

“Maksudmu?”

Siwon mengangkat sebelah alisnya. “Jika ia memberikanku surga, maka ia juga akan mendapatkan surga. Jika memberikanku neraka, yeah, I sure, she will get it,”

Young Jae berdecak. Ia sangat mengenal Choi Siwon. Dan kini, ia tahu Siwon sudah mencapai kebulatan tekadnya, sudah tidak bisa ia pengaruhi lagi. Tidak bisa.

“Jadi kau sudah menyampaikan lamaranmu padanya?”

“Sudah. Mereka sudah menerimanya,”

“Kau sudah pernah bertemu dengannya?”

“Secara langsung, belum. Aku hanya mengetahui dari foto-foto dan data-data yang aku dapatkan dari Junho. Aku patut memujinya, dia bisa mendapatkan data-data personal wanita itu secara detail. Tetapi sekarang, aku bisa melihatnya secara langsung,”

“Maksudmu?” Siwon menggerakkan dagunya, menunjuk ke arah belakang Lee Young Jae, ke arah seorang wanita yang terlihat sedang duduk sendiri dengan tidak nyaman. Ya, wanita sejak tadi memperhatikannya dan sedang ia perhatikan, adalah Im Nana, wanita yang akan ia nikahi.

“Dia?” Siwon mengangguk.

“Mengapa ia berada di sini?”

“Entahlah, kebetulan mungkin,”

“Dia cantik,” Siwon hanya terdiam mendengar Young Jae memuji calon tunangannya.

“Hei Siwon-ah, mengapa kau tidak mencoba mengenal dan mendekatinya lebih dulu?”

Siwon mengerutkan kening. “Mendekatinya?”

“Ya, membuatnya suka padamu. Bukankah itu lebih baik, jadi dia tidak akan menerimamu dengan terpaksa. Jika dia menyukaimu, dia tentu akan memberikan surga untukmu. Lagipula, wanita mana yang akan menolakmu, heh?”

“Tidak Hyeong. Aku tidak mau menghabiskan waktu dengan roman picisan seperti itu. Aku sudah mengajukan lamaran resmi kepada keluarganya. Kau tau, aku tidak menyukai hal-hal yang tidak pasti dan tidak penting seperti itu. Dan seperti yang kau katakan, ku pastikan mereka tidak akan menolakku,” Siwon tersenyum percaya diri lalu kembali melihat Nana. Tiba-tiba matanya menyipit dan wajahnya mengeras.

“Tunggu sebentar, Hyeong.” Siwon menyesap anggurnya, lalu meletakkan gelasnya di meja, kemudian bergegas berjalan ke arah Nana, menyelamatkan calon tunangannya itu.

_oOo_

Annyeong…!!!

Author gaje balik lagi dengan FF baruu…!!!

Ini masih opening, gimana nihh komentarnya readerdeul???

ditunggu yaa komentarnya… yang panjang, padat, n jelas… hahahahaa… 😉

Advertisements

44 thoughts on “Be With Me (Part 1)

  1. sejak tamat‘a promise u qu menantikan ff bru bwtn chingu, untuk part awal menarik, qu kyk‘a akan suka ma nie ff, jdi penasaran ma part selanjut‘a, ditunggu next part 🙂

  2. Akkkhhhhhhhh mampir ke sini dan apa itu ff baru story baru nana♥siwon ^_^
    Suka pake banget malah ♥♥♥♥♥
    Dari wajah dan perawakan siwon emang cucok jadi pebisnis muda nan gagah hehehe.
    Merried life emang ga ada bosen nya ♥♥♥♥♥
    Sepertinya bakalan menarik,nana disini klo diliat ia tipe perempuan yang ga macem2 dalam artian ia tipe anak yang penurut sama orang tua dan pergaulan nya ga aneh^_^
    Dan siwon nya disini tipe yang akan menggunakan segala cara untuk menggapai dan meraih yg ia inginkan.
    Dan salah satunya demi keberhasilan bisnis nya ia rela melakukan pernikahan yang tanpa dilandasi rasa cinta tanpa perkenalan terlebih dahulu.
    Apa mungkin siwon tipe pria yg tidak percaya akan cinta?
    Karena ia mengesampingkan perasaan nya,yg ada dalam pikirannya seperti apapun carannya ia harus menguasa pasar bisnis regional dan korea.
    Dan kenapa tuan im langsung menerima tawaran lamaran siwon?
    Apa nana mau menerima pernikahan itu,secara pada pertemuan pertama dengam siwon yg notabene telah melamar nana melalui Tn.im,nana telah salah paham kepada siwon.
    Hehehe yacchhhh nana pasti mengira siwon itu gay pas liat siwon “peluk2kan” sama sahabatnya young jae.
    Jangan2 nana tar berpikiran ” ak tidak mau menikah dengan laki2 gay ” hehehehe.
    Semakin penasaran sama kisah baru mereka ini
    ^_^ ^_^^_^
    Di tunggu yaaaaaa next chap ♡♡♡♡♡

    1. Aakkkkkkkkkhhhh jadi malu >●<
      Ak baru belajar jadi good reader buat author ^_^
      Ak sangat2 menikmati kata demi kata dari setiap ff yang author buat,bahkan terasa nyata dihati dan pikiran ^_^
      Makin kesengsem ma ni couple ♥♡♥
      Ak dah baca part 2 suka banget ^_^
      Jadi ga sabar nunggu part 3 ^_^

  3. Waaahhhh… asik asik asik… ada cerita baru…. lagi2 nana yang polos nan baiik hati dihadapkan dg siwon yang angkuh, arogan, n dingin. Tapi ntah kenapa genre seperti ini gak pernah ngebosenin…justru makin menarik,,, apalagi judul baru suasana baru,,,buat penasaran deh pokoknya. lagian meskipun arogan, siwon nampaknya gentle,,liat aja tuh, baru ketemu sekali sifat protektifnyya udah muncul… cie cie…ditunggu aja deh, surga seperti apa yang bakal siwon kasih buat nana… hahahah

  4. dr kemarin bolak-balik blog ini nungguin ff barunya. dan akhirnya kesampean juga.
    kayaknya bakalan seru nih, siwonnya ngga percaya cinta tapi malah ngelamar anak org demi perusahaan. bakalan penuh air mata kayaknya /sok tau/
    tapi apa yg buat siwon ngga percaya cinta?

    ngga sabar nunggu next partnya~~

  5. Lg nyari ff di mbah goggle dan munculah ini wp, pas d baca nm wp’y siwonnana udh kepikiran pasti ni wp pnya author “Promise you” dan setelah di buka ternyata bnr.
    seneng bgt pas liat ada ff baru, suka bgt sm ff’y siwon-nana fell’y dpt pokok’y mereka serasi bgt jd couple WonNa couple haha
    di tunggu ya thor next part’y 🙂

  6. Alhamdulillah, nggak sengaja mampir nemu ff nawon 😀
    Dari awal sih kayanya bakalan keren ini, chingu lanjut udah ngga sabar pengen tau kelanjutannya.
    Siwonnya ambisius banget dah :-O

  7. di tunggu kelanjutan nya thor 😀 .. lagi seru nihhh …
    thor coba kirim kirimin karya tulis nya di jadiin novel dong biar keren ,,. tapi cast nya tetep siwon nana yahh … hehe ..

  8. Aaakhh please siwon jngan permainkan.nana nanti ya …
    Ku pasti kan kau akan tersuka suka dengan nana hahhahaaa ….

    Opening keren kok .thor …
    Trnyta next ff lebih cepat dri yg saya kira thor …
    Untuk next chap nya cepetan.jga ya thor …

    Semngat thot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s