Promise You (Part 11 END)

Siwon nana promise you

  • Title : Promise You  Part 11 (END)
  • Main Casts : Choi Siwon, Im Nana
  • Author : Nawon Choi
  • Blog : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com
  • Length : Chaptered
  • Genre : Romance
  • Rating : 15+

_oOo_

“Kau bisa memulai pekerjaanmu yang baru mulai besok. Junho sudah menemukan sekretaris baru untuk menggantikanmu,”

Nana meremas map yang ada di tangannya.

“Algetseumnida, Sajangnim!” jawab Nana, dengan suara serak, ia pun segera berbalik dan keluar dari ruangan itu.

_oOo_

Nana duduk dengan memeluk lutut di atas ranjangnya. Ia menatap lurus ke depan, ke arah kolam renang yang tepat berada di depan kamarnya. Tatapannya kosong. Matanya sembab, menandakan tangisannya yang baru saja reda. Bahkan, sesekali air mata masih mengalir dari sudut matanya.

“Apa yang terjadi padaku?” batin Nana.

Jujur, ia merasa bingung atas apa yang terjadi. Semuanya terjadi begitu cepat. Beberapa bulan lalu, ia menjadi sekretaris baru Choi Siwon, eksekutif muda terpandang seantero Korea, bahkan juga dikenal di beberapa negara lainnya. Tak lama setelah itu, lelaki itu mengajukan pernikahan kontrak padanya, untuk membiayai pengobatan adik semata wayangnya, dan mereka pun menikah. Nana awalnya bertekad menjalani pernikahan kontrak ini sewajarnya, tanpa melibatkan perasaan, hanya seperti melaksanakan tugas atau pekerjaannya. Namun semua itu berbalik 180ketika Siwon memberikan perhatian yang lebih padanya. Tidak, bukan hanya perhatian! Lelaki itu memperlakukan Nana dengan istimewa, seakan Nana benar-benar istrinya! Nana memang berusaha untuk melindungi diri dan menjaga perasaannya. Tetapi… Ayolah! Wanita mana yang tidak akan luluh hatinya mendapat perlakuan seperti itu dari seorang Choi Siwon? Tetapi kenyataan pun kini menamparnya! Nana seakan dibuat melayang hingga langit ke tujuh, kemudian dihempaskan ke tanah begitu saja. Ketika Nana mulai merasakan perasaan itu merekah dihatinya, Siwon langsung menendangnya menjauh!

_oOo_

Siwon membuka tutup botol bir-nya yang ke sekian, kemudian langsung menenggaknya. Sejenak ia terdiam, kemudian tersenyum. Bayangan Nana kembali datang di pikirannya. Tidak! Bayangan Nana memang selalu melekat di benaknya. Semua tentang Nana! Senyumannya, tawanya, raut wajahnya ketika ia panik, keningnya yang berkerut ketika sedang memikirkan sesuatu, bahkan Siwon masih bisa merasakan kulit halus Nana serta aroma tubuhnya. Namun tiba-tiba bayangan Nana yang menangis kemudian jatuh ke dalam pelukan lelaki itu melintas di pikirannya.

“Aaargghhh!!!” teriak Siwon seraya melempar botol ditangannya ke lantai, hingga  botol itu pecah dan isinya pun mengalir, membasahi lantai kamar privat yang berada di kantornya.

Siwon menghempaskan tubuhnya ke sandaran sofa kemudian mengusap wajah dengan kedua tangannya.

“Nanaaa…” rintihnya, pilu. Ia sangat merindukan Nana. Amat sangat! Bahkan ia merasa sakit karena rindunya itu. Namun ia tidak bisa menemuinya. Ia tidak yakin bisa mengontrol dirinya ketika bertemu Nana. Oleh karenanya, Siwon memilih tidur di kamar privat di kantornya, daripada harus pulang ke penthouse dan bertemu wanitanya itu.

“Nanaaa… Apakah apa yang ku berikan kepadamu tidak cukup? Apakah kau tidak mempercayaiku? Mengapa kau malah menunjukkan sisi lemahmu kepada lelaki lain dan menangis dalam pelukannya?” ujar Siwon, mulai meracau. Detik berikutnya, setetes air mata mengalir dari sudut matanya.

_oOo_

Oppa, kau baru pulang?” tanya Nana spontan begitu melihat Siwon berjalan menaiki tangga, sedangkan Nana sedang menyiapkan sarapan. Siwon sontak menoleh. Hatinya bergetar kembali melihat pemandangan ini, dimana Nana sedang menyiapkan sarapan untuknya.

“Maaf, maksud saya, Sajangnim,” ujar Nana kemudian, melihat Siwon yang diam saja. Ia mengira Siwon tidak suka ia masih memanggilnya Oppa. Siwon menunduk. Tanpa berbicara sepatah kata pun, Siwon melanjutkan langkah menuju kamarnya. Nana menggigit bibirnya dan menghela nafas dalam.

_oOo_

Sajangnim, sarapannya sudah siap!” ujar Nana begitu melihat Siwon berjalan menuruni tangga dan berada di anak tangga terakhir. Siwon menoleh pada Nana. Sejenak pandangan mereka bertemu, dan Siwon dapat melihat mata Nana yang sembab, bekas menangis semalaman.

Siwon menelan ludah. “Aku sarapan di kantor saja,” ujarnya, kemudian melanjutkan langkahnya.

Nana menghela nafas. Ia mencengkeram pinggiran meja dan mengerjapkan mata berkali-kali, berusaha menahan air mata yang hampir jatuh.

_oOo_

Siwon berjalan menuju lift dengan langkah gontai. Ia yakin, ia telah menyakiti hati Nana dengan menolak sarapan bersama. Tetapi bukan itu masalahnya. Mata sembab Nana. Bagaimana Siwon bisa bertahan dan makan dengan tenang melihat jelas tanda bagaimana Nana menangis semalaman? Dan itu pasti karena dirinya!

“Shit!” umpan Siwon, seraya meninju dinding di samping pintu lift.

_oOo_

Seringkali kita menangis hanya karena melihatnya. Padahal kita tidak tahu mengapa kita menangis. Hal itu menunjukkan bahwa kita benar-benar mencintainya.

Benar! Dan itulah yang Nana rasakan. Sudah seminggu Nana menjalani tugasnya menjadi manajer HRD. Secara otomatis, frekuensi pertemuannya dengan Siwon pun berkurang. Namun, setiap kali ia melihat lelaki itu, walaupun hanya sekilas, air mata langsung menggenang di pelupuk matanya. Dan ia tidak tahu mengapa…

_oOo_

“Apa yang kau lakukan? Hanya pekerjaan seperti ini saja kau tidak bisa melakukannya, eoh?! Dasar tidak becus!” bentak Siwon pada sekretaris barunya.

Jweseonghamnida, Sajangnim. Saya… saya akan memperbaikinya!” ujar sekretaris itu dengan suara bergetar, penuh rasa takut dan sedang menahan tangis. Ia telah berusaha menyelesaikan tugasnya sebaik mungkin, tetapi selalu saja ada yang salah di mata bossnya.

Siwon melemparkan map yang sedang dipegangnya ke meja.

“Ini kesempatan terakhirmu. Jika masih salah, kau akan ku pecat!” ujar Siwon, to the point.

“Ye. Algeusseumnida, Sajangnim!”  jawab wanita itu seraya mengambil map yang berada di atas meja Siwon, kemudian segera meninggalkan ruangan itu.

Siwon menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi, dan menghela nafas dalam. Semuanya berbeda sejak Nana pergi. Semua yang sekretaris itu lakukan tidak sempurna seperti yang Nana lakukan. Tidak seperti yang Nana kerjakan!

_oOo_

Nana mengambil dua butir paracetamol dan segelas air. Nana menarik kursi bar, kemudian meminum obatnya. Akhir-akhir ini ia sering merasa mual dan pusing. Mungkin karena kelelahan dengan tugas barunya sebagai manajer HRD ditambah kondisi emosinya yang tidak stabil.

Nana meletakkan gelasnya di meja, kemudian memperhatikan sekelilingnya. Sudah lewat tengah malam, dan tidak ada tanda-tanda Siwon sudah pulang.

Nana menghela nafas. Sudah hampir dua minggu mereka hidup seperti ini. Siwon selalu pulang pagi dengan kondisi yang berantakan. Jika boleh jujur, Nana selalu penasaran dimana Siwon menginap dan bersama siapa. Apakah sendiri atau… bersama wanita lain?

Tidak. Tidak mungkin!

Nana menggelengkan kepala, mengusir pikiran aneh yang melintas di pikirannya. Tidak. Tidak mungkin Siwon seperti itu. Jika memang iya, saat ini Nana tidak memiliki hak apapun, bahkan hanya untuk bertanya. Tetapi bukan itu masalahnya. Kondisi Siwon! Semakin hari kondisi Siwon semakin memburuk. Lelaki itu terlihat tidak memperhatikan kondisinya. Selalu pulang pagi dengan kondisi berantakan seakan habis mabuk, melewatkan sarapan, dan Nana juga tidak tahu apa yang lelaki itu makan untuk makan siang dan makan malam!

Mengapa ia berubah drastis seperti itu? Apakah karena aku? Apa karena aku ada di sini? Jika memang iya, aku akan pergi…

_oOo_

Tok tok tok.

Nana mengetuk pintu ruangan Siwon. Sekretaris Siwon tidak mengantarnya karena Nana adalah istri Siwon, jadi Nana memiliki hak veto untuk menemui Siwon kapan pun ia mau.

“Masuk!” terdengar suara Siwon dari dalam. Dengan perasaan berdebar, perlahan Nana membuka pintu. Pandangannya menangkap sosok Siwon tengah serius membaca sesuatu di mejanya. Perlahan Nana menutup pintu dan berjalan mendekati Siwon.

Sajangnim!” ujar Nana. Siwon sontak mengangkat wajahnya ketika mendengar suara yang sudah sangat dikenalnya.

“Nana…” gumamnya, kaget. Nana tersenyum kaku seraya mengangguk pelan.

“Maaf, apakah Sajangnim sedang sibuk? Saya ingin membicarakan hal penting kepada Sajangnim,”

“Eoh, tidak. Tidak. Duduklah!” ujar Siwon, sedikit terbata karena masih kaget dengan kehadiran Nana. Nana pun menarik kursi di depan Siwon.

“Ada apa? Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Siwon, begitu Nana duduk.

Nana mengeluarkan sebuah map dari tasnya kemudian meletakkannya di meja.

“Mohon maaf sebelumnya. Saya ingin berpamitan kepada Sajangnim. Mulai hari ini saya akan tinggal di rumah Eomma. Dan ini adalah tabungan dan kartu kredit yang Sajangnim berikan kepada saya. Selama ini saya menggunakannya hanya untuk berbelanja keperluan rumah tangga. Saya sudah membuat catatan laporan keuangannya dengan lengkap. Sajangnim bisa mengeceknya,” ujar Nana, panjang lebar tanpa berani menatap Siwon.

Siwon termangu mendengar kalimat Nana.

“Tunggu, apa yang maksudmu? Kau mau pindah dari penthouse? Dan ini, kau mengembalikan semua ini dan membuat laporan keuangannya? Apa yang terjadi?”

Nana menarik nafas dalam, menenangkan hatinya sekaligus berusaha keras menahan diri agar tidak menangis, apalagi di sini, di depan Siwon!

“Saya merasa tidak selayaknya saya tinggal di penthouse Anda sedangkan Anda, pemiliknya sendiri, akhir-akhir ini jarang menempatinya. Lagipula, sebentar lagi kontrak kita berakhir, jadi…” Nana menelan ludah, tidak bisa melanjutkan kalimatnya.

Siwon mengepalkan kedua tangannya. Rahangnya mengeras. Ia masih menunggu Nana melanjutkan kalimatnya.

“Dan masalah uang itu… Itu adalah milik Anda, jadi saya mengembalikannya,” jawab Nana, singkat. Ia sudah tidak sanggup berada di sini, di ruangan yang sama dengan Siwon, di hadapannya!

“Nana…”

“Maaf Sajangnim, saya pamit dulu! Masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Permisi!” potong Nana. Tanpa menunggu jawaban Siwon, ia pun bangkit dan segera keluar dari ruangan itu. Ia memang sengaja tidak memberikan Siwon kesempatan untuk berbicara. Ia tidak bisa mendengar Siwon mendebatnya lagi. Ia pasti kalah. Benteng yang susah payah ia bangun pasti akan runtuh hanya dengan sebuah tiupan dari Siwon!

_oOo_

“Nana!” seru Nyonya Im kaget melihat Nana datang dengan membawa koper.

“Nana, apa yang terjadi? Mengapa kau datang malam-malam begini dengan membawa koper?” tanya Nyonya Im begitu Nana berada di depannya.

“Nana?” lanjutnya, melihat wajah Nana yang terlihat kusut. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Nana langsung memeluk ibunya, dan tangisannya pun pecah.

“Aku mencintainya, Eomma…. Aku mencintainyaa…” ujar Nana, di sela isak tangisnya.

_oOo_

“Siwon! Apa yang terjadi? Mengapa kau tidak menceritakannya pada Eomma, eoh?” serbu Nyonya Choi begitu ia masuk ke ruangan Siwon. Siwon terperangah kaget. Apakah Eomma sudah tau masalah Nana?

“Maksud Eomma?” tanya Siwon, hati-hati.

“Kau mengangkat Nana menjadi manajer HRD? Bagaimana bisa kau berbuat seperti itu pada istrimu, Siwon! Kau tidak kasihan padanya? Setiap hari dia bangun pagi, mengurus keluarga kalian, dan kau malah menambah pekerjaannya?! AigooEomma tidak mengerti dengan jalan pikiranmu! Seharusnya kau menyuruhnya berhenti bekerja, bukan malah menambah pekerjaannya! Apalagi, aish! Lihat penampilanmu sekarang! Sejak kapan kau berpenampilan seperti ini? Lihat janggut, kumis, dan jambangmu! Kau tidak sempat bercukur karena kesibukanmu, eoh? Dan sekarang kau membuat Nana sama sibuknya denganmu?! Bagaimana rumah tangga kalian nanti, eoh? Aish, jinjja! ” ujar Nyonya Choi panjang lebar. Siwon menghela nafas. Ia kira Eomma-nya sudah tahu bahwa mereka sudah tidak tinggal serumah dan sebentar lagi akan… bercerai. Hal itu juga yang membuat Siwon seakan kehilangan gairah hidupnya, sampai tidak memperhatikan penampilannya.

“Bukan begitu, Eomma… Ia memiliki potensi yang bagus, dan kami sudah mendiskusikannya. Lagipula, aku sudah berjanji tidak ingin menghambat karirnya,” jelas Siwon. Ia sengaja menggunakan kata ganti “ia” daripada menyebut nama Nana, karena nama itu memberikan getaran dihatinya, dan getaran itu menjadi rasa sakit ketika ia ingat bahwa sebentar lagi Nana bukan miliknya lagi.

Nyonya Choi berdecak. “Ck, terserah kau saja! Kau memang sangat ambisius jika menyangkut masalah bisnis! Asalkan jangan sampai mengganggu pernikahan kalian! Sekarang Eomma pergi, Eomma ingin menemui Nana!” ujar Nyonya Choi, seraya berbalik dan keluar dari ruangan Siwon.

_oOo_

Cklekk.

Nana mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah pintu begitu mendengar suara pintu terbuka.

Eomoni,” seru Nana begitu melihat Nyonya Choi. Nyonya Choi tersenyum, menutup pintu, lalu berjalan mendekati Nana. Nana bangkit dari kursinya dan menyambut Nyonya Choi.

AigooEomma sangat merindukanmu, Sayang! Sudah lama kita tidak bertemu!” ujar Nyonya Choi seraya memeluk Nana. Nana tersenyum dan membalas pelukan Nyonya Choi.

“Aku juga, Eomoni,” jawab Nana. Setelah beberapa saat, Nyonya Choi melepas pelukannya. Nana pun mempersilakan Nyonya Choi untuk duduk.

“Ngomong-ngomong, ada apa gerangan Eommoni datang kesini? Apakah ada yang ingin Eommoni bicarakan?”

Nyonya Choi tersenyum. “Tidak ada. Eomma hanya ingin berkunjung. Sudah sebulan kita tidak bertemu. Jadi, Eomma ke sini. Awalnya Eomma ingin mengajakmu menemani Eomma nanti malam, tetapi sepertinya kau sangat sibuk dengan pekerjaan barumu,” ujar Nyonya Choi.

Nana tersenyum dan menggerakkan tangannya, menggenggam tangan Nyonya Choi. “Maaf Eomma, akhir-akhir ini aku memang banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Apalagi perusahaan sedang mengadakan rekrutmen pegawai baru dan sedang membuka program internship, jadi memang sedang banyak yang harus diselesaikan,” ujar Nana, lembut.

Nyonya Choi menggeleng kesal. “AigooEomma tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian, terutama Siwon! Bisa-bisanya ia mengijinkanmu melakukan pekerjaan sebanyak ini,” ujar Nyonya Choi.

Gwaenchanayo, Eommoni. Kami sudah berdiskusi sebelumnya,” ujar Nana, berbohong.

“Ck! Kalian berdua sama saja. Padahal Eomma sudah ingin menimang cucu!” ujar Nyonya Choi dengan gamblang, membuat Nana terpaku mendengarnya.

Nyonya Choi menoleh kepada Nana yang diam terpaku. Keningnya berkerut begitu menyadari wajah Nana yang terlihat pucat pasi dan lemas.

“Nana, kau sedang sakit? Kau terlihat pucat pasi, Sayang!” tanya Nyonya Choi, khawatir.

Nana menggeleng. “Gwaenchanayo, Eommoni. Akhir-akhir ini aku memang sering pusing dan lemas,” jawab Nana.

“Aigoo… kau harus periksa ke dokter, Sayang! Mau Eomma temani?”

“Tidak usah, Eomoni, terima kasih! Eum, ngomong-ngomong, bagaimana Aboeji dan Inna?” ujar Nana, mengalihkan pembicaraan. Nyonya Choi pun menjawab dan mereka pun larut dalam pembicaraan.

_oOo_

Geurae, Eomma pulang dulu ya, Sayang! Pasti masih banyak yang ingin kau kerjakan, Eomma pasti sudah mengganggumu,” ujar Nyonya Choi seraya bangkit.

“Eoh, tidak Eomoni. Aku malah senang Eomoni datang menemuiku,” ujar Nana, seraya ikut bangkit. Namun, tiba-tiba kepalanya seakan berputar, dan perutnya yang dari tadi bergejolak kini semakin menjadi, hingga Nana terpaksa menahan tubuhnya pada pinggiran meja beberapa saat, sebelum akhirnya mengantar Nyonya Choi ke pintu.

“Nana, gwaenchana? Mengapa kau sangat pucat?” tanya Nyonya Choi ketika melihat Nana yang berada di sampingnya.

Gwaenchana, Eomma...”

Bukk!

“Nanaa!!!” Nyonya Choi langsung berteriak panik melihat Nana yang tiba-tiba pingsan. Tak berapa lama kemudian, beberapa pegawai datang dan langsung menolong Nana.

_oOo_

“Lihat apa yang telah kau lakukan! Lihat apa yang terjadi pada istrimu! Kau memaksanya terlalu jauh, Siwon!” ujar Nyonya Choi, memarahi Siwon yang kini sedang berjalan mondar-mandir dengan gelisah di depan ruang IGD.

“Ck! Kau ini! Eomma sudah memperingatkanmu sebelumnya, tapi kau tidak menghiraukannya. Jika saja terjadi sesuatu yang membahayakan pada Nana, kau yang harus bertanggung jawab!” lanjut Nyonya Choi.

“Sudahlah, Nyonya. Siwon pasti juga khawatir pada keadaan Nana. Lagipula, tidak baik membuat keributan di rumah sakit,” ujar Nyonya Im, menengahi. Jika boleh jujur, sebenarnya Nyonya Im juga marah pada Siwon. Bahkan lebih marah daripada Nyonya Choi, karena lelaki itu sudah mempermainkan Nana. Tetapi ia memilih diam. Bagaimanapun, ia berhutang budi kepada Siwon. Berkat lelaki itu, kini Hana bisa sembuh dari penyakitnya. Tetapi yang ia sesali, hal ini malah mengorbankan hati Nana, dan ia ikut berkontribusi dalam hal ini, karena ia secara tidak langsung membuat Nana menyetujui kontrak itu.

“Dokter, bagaimana keadaannya?” serbu Siwon, begitu dokter yang memeriksa Nana keluar.

“Tenang saja. Dia hanya kelelahan. Kami sudah memberinya obat agar dia bisa istirahat. Untuk hasil pemeriksaan intensif Nyonya Choi, kami akan memberitahunya beberapa jam lagi, setelah hasil pemeriksaannya keluar. Sekarang kami akan membawa Nyonya Choi ke ruang rawatnya,” jelas sang dokter.

_oOo_

Siwon berdiri mematung di samping ranjang rawat Nana dengan terus memperhatikan wanita itu. Sedangkan Nyonya Choi duduk di sofa dan Nyonya Im duduk di kursi samping ranjang Nana.

“Siwon, duduklah! Mau berapa jam kau berdiri di situ?” ujar Nyonya Choi.

Gwaenchana, Eomma…” ujar Siwon, pelan. Ia memang tidak mau beranjak sedikit pun dari sisi Nana. Ia ingin berada di samping Nana ketika wanita itu sadar. Jujur, jantungnya seakan jatuh ketika melihat Nana jatuh pingsan di kantor tadi. Dan kini, ia ingin memastikan kondisi Nana, memastikan wanita itu baik-baik saja.

“Siwon, duduklah di sini! Aku akan pindah ke sofa,” ujar Nyonya Im, menawarkan kursinya karena kasihan melihat Siwon sudah cukup lama berdiri di sana. Sebenarnya Nyonya Im sudah menawarkannya beberapa kali, tetapi Siwon selalu menolaknya karena merasa tidak enak. Ia merasa Nyonya Im lebih pantas duduk disana, apalagi setelah apa yang ia lakukan kepada Nana.

“Jika kau tidak mau duduk di sini, lebih baik kau duduk di ujung ranjang. Jangan terus berdiri seperti itu,” lanjut Nyonya Im. Siwon mengangguk lalu duduk di ujung ranjang Nana.

“Nana!” seru Siwon begitu melihat tangan dan kelopak mata Nana mulai bergerak. Perlahan, kelopak matanya terbuka.

“Nana, kau sudah sadar?!” lanjutnya, seraya bangkit mendekati Nana.

Oppa…” gumam Nana, lirih. Siwon tercekat. Nana memanggilnya Oppa ketika ia baru sadar. Artinya, alam bawah sadar masih memikirkannya.

“Nana,” ujar Nyonya Im.

Eomma,” ujar Nana. Siwon bangkit, memberikan kesempatan Nyonya Im dan Nyonya Choi untuk berbicara dengan Nana, sedangkan ia memperhatikan dalam diam. Jujur, dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia sangat ingin memeluk Nana, namun tiba-tiba semua yang terjadi akhir-akhir ini terlintas di bayangannya, dan menghentikannya.

Cklek.

Seluruh perhatian tertuju ke pintu begitu terdengar pintu terbuka, dan menampakkan sesosok dokter didampingi seorang perawat.

Annyeong hasimnikka! Nyonya Choi, Anda sudah sadar?” sapa sang dokter seraya melangkah mendekat.

Nana tersenyum. Sang dokter dengan dibantu sang perawat pun memeriksa kondisi Nana.

Geurae, berhubung semua ada disini, Saya rasa sebaiknya saya memberitahukan hasil pemeriksaan Nyonya Choi,” ujar sang dokter, kemudian menoleh pada Siwon.

“Selamat! Sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah!” ujar sang dokter.

“Ayah?” gumam Siwon, memastikan. Sang dokter mengangguk.

Ye. Usia kandungan Nyonya Choi sudah memasuki minggu kelima. Selamat Nyonya Choi, sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ibu!” ujar sang dokter, seraya menoleh pada Nana yang terpaku di tempatnya.

“Geurae, kalau begitu Saya pamit dulu. Ah, tolong perhatikan kondisi Nyonya Choi! Jangan sampai dia kelelahan, dan tolong jaga asupan gizinya!” lanjut sang dokter kemudian pergi dan menghilang di balik pintu.

Siwon masih terpaku di tempatnya, tidak bergerak dan mengucapkan sepatah katapun. Hanya wajahnya yang terlihat mengeras dan nafasnya yang terlihat lebih cepat. Beberapa detik kemudian, Siwon keluar dari ruangan itu tanpa mengucap sepatah katapun.

Nana meremas selimutnya melihat sikap Siwon. Air mata sudah menggenang di kedua matanya, dan siap mengalir.

Eomma akan menjagamu, Nak! Walaupun Appa-mu tidak menginginkan kehadiranmu, Eomma akan menjagamu!” batin Nana, seiring dengan air matanya yang tumpah.

“Sssst…!” bisik Nyonya Im seraya memeluk Nana. Nana membalas pelukan ibunya dan terisak keras hingga bahunya terguncang, membuat Nyonya Choi bertanya-tanya tentang apa yang terjadi.

_oOo_

“Maaf, Nana tidak ingin menemui Anda!” ujar Nyonya Im kepada Siwon yang datang kerumahnya. Ini sudah hari ketiga Siwon datang. Setiap malam ia datang dan meminta bertemu Nana, tetapi Nana menolaknya. Bahkan wanita itu sudah resign dari kantor.

“Aku mohon, Eomoni! Izinkan aku menemui Nana!” mohon Siwon. Entah sudah keberapa kalinya Siwon memohon, tetapi Nyonya Im juga tidak pernah mengizinkannya masuk. Padahal sebenarnya ia merasa dilema. Di satu sisi ia kasihan kepada Siwon yang dengan gigih selalu datang tiap malam dan memohon bertemu Nana, bahkan ia rela menunggu sampai pagi. Di sisi lain, ia ingin menjaga Nana yang notabene sedang mengandung. Ia tidak ingin membuat Nana down lagi.

“Maaf, tidak bisa. Sebaiknya Anda pulang. Sepertinya sebentar lagi akan hujan deras,” ujar Nyonya Im lalu menutup pintu.

“Eomoni! Eomoni!”

Siwon mencoba menahannya tapi gagal. Siwon menghela nafas dan menengadah, melihat langit yang diselimuti mendung, disertai kilat yang mulai terlihat.

“Nana! Aku tidak akan pulang sebelum kau menemuiku! Walaupun hujan deras, aku tidak akan pergi sebelum kau menemuiku! Aku bersumpah, CHOI NANA!” teriak Siwon, dengan menekankan kata CHOI NANA.

Benar saja, beberapa saat kemudian hujan pun turun dengan derasnya.

_oOo_

“Nana, kau masih akan membiarkannya seperti itu?” tanya Nyonya Im kepada Nana yang sedang memperhatikan Siwon dengan mengintip dari jendela kamarnya.

“Kau tidak kasihan padanya? Setiap malam dia datang dan menunggumu sampai pagi. Dan malam ini dia malah rela berdiri dalam hujan seperti itu,” lanjut Nyonya Im melihat Nana yang diam saja. Nana memejamkan mata. Hatinya remuk melihat Siwon kedinginan di bawah hujan seperti itu.

“Nana, Eomma mendukung apapun keputusan yang kau ambil, asalkan kau benar-benar bahagia dan keputusan itu tidak membuatmu menyesal di kemudian hari. Tetapi dengarkan hatimu, Sayang… Jangan sampai amarah menutupi hati nuranimu, dan membuatmu menyesal seumur hidup karenanya!”

_oOo_

Dreeettt…

Siwon mendengar pintu terbuka langsung berdiri tegak dan menatap pintu yang perlahan terbuka. Jantungnya seakan jatuh begitu melihat sosok yang sangat ia rindukan muncul di hadapannya. Tanpa banyak kata, Siwon langsung mendekat dan menarik Nana ke dalam pelukannya, membuat pakaian Nana basah seperti dirinya.

“Nana, Aku merindukanmu! Maafkan aku Nana! Aku mohon, kembalilah padaku! Aku mohon kembalilah padaku!” Ujar Siwon dengan suara bergetar.

Geundae, perjanjian itu…” Nana menjawab lirih. Siwon melepas pelukannya kemudian merangkum wajah Nana dengan kedua tangannya.

“Perjanjian? Persetan dengan perjanjian itu! Kau adalah istriku, dan ibu dari anakku! Mana mungkin aku meninggalkanmu? Nana, aku sudah gila karena kau pergi meninggalkanku. Ku mohon, jangan membuatku mengalaminya lagi! Tidak Nana! Jangan pernah pergi dariku lagi! Jangan pergi!” ujar Siwon, lalu kembali memeluk Nana. Beberapa detik kemudian, Nana merasa bahu Siwon bergetar.

Op… Oppa, kau menangis?”

Saranghae… Jeongmal saranghae!” bisik Siwon dengan suara serak dan bergetar, menandakan perkiraan Nana benar.

Nana terpaku. Tenggorokannya tercekat. Benarkah Siwon mencintainya? Apakah ia tidak salah dengar?

“Nana, Nana, dengar aku!” ujar Siwon, seraya kembali merangkum wajah Nana.

“Aku mencintaimu, Nana! Jangan pernah meninggalkanku lagi! Kita mulai semuanya dari awal. Aku mohon, Nana… Aku mohon!” ujar Siwon penuh kesungguhan.

Nana menatap kedua mata Siwon. Nampak jelas kesungguhan di matanya, dan lagi, air mata ketulusan Siwon tidak dapat berbohong!

“Nana, jawab aku, Sayang!” lanjutnya.

Nana menelan ludah, lalu mengangguk disertai air mata yang ikut mengalir di kedua pipinya.

Siwon tersenyum cerah. Kebahagiaan jelas terpancar dari wajahnya.

“Terima kasih, Sayangku, terima kasih!” ujarnya, lalu mencium bibir Nana, mengungkapkan kerinduannya yang selama ini perlahan membunuhnya.

_oOo_

Oppa, kau sudah bangun?” ujar Nana, begitu merasakan sebuah tangan kekar melingkar di perutnya dan sebuah kepala bersandar di bahunya. Tanpa ditanya, Nana sudah tahu siapa pemiliknya. Pasti sang suami, Choi Siwon!

Sejak malam itu, mereka kembali tinggal bersama dan membatalkan perjanjian yang telah mereka buat. Bahkan, Siwon sudah membakar surat perjanjian itu. Siwon juga sudah menjelaskan semuanya, mulai dari kesalahpahamannya tentang Nana dan Jonghyun, hingga masalah Lee Shiyoung. Ternyata malam itu Siwon mendapat telfon dari rumah sakit, yang mengabarkan bahwa Shiyoung sedang dirawat di sana karena overdosis, sedangkan satu-satunya nomer yang bisa dihubungi adalah Siwon. Akhirnya, seminggu penuh Siwon harus mengurusinya, dan ketika ia sudah sembuh, Siwon memulangkannya ke Amerika.

Oppaa...” ujar Nana sekali lagi kepada Siwon yang sepertinya masih setengah sadar.

“Eum.” Hanya sebuah gumaman yang ia dapatkan. Nana hanya tersenyum kecil lalu menuang goreng dari wajan ke dalam mangkuk besar. Tenyata gerakan-gerakan kecil Nana tidak membuat lelaki itu bergeming.

Nana berdecak kemudian mengacak rambut Siwon dengan sebelah tangannya.

“Ayo bangun, Oppa! Sarapan sudah siap!” Bukannya menurut, lelaki itu malah menenggelamkan kepalanya di lekukan leher Nana. Nana tersenyum geli. Lelaki ini, Choi Siwon, semakin lama memang semakin manja padanya, dan Nana selalu merasa terenyuh jika mengingat bagaimana masa kecil suaminya itu. Masa kecilnya yang kelam dan menderita, sebelum akhirnya diadopsi oleh keluarga Choi. Pengalaman masa kecil itu pun melekat kuat dibenaknya, dan membuat Siwon tidak yakin dirinya bisa menjadi ayah yang baik bagi anak mereka kelak. Hal itu yang membuat Siwon shock dan bingung dengan apa yang harus ia lakukan ketika pertama kali mengetahui Nana hamil, sehingga ia akhirnya pergi tanpa mengucap sepatah katapun. Benar, hal itu hanya semata-mata karena ia tidak yakin pada dirinya sendiri, karena belum siap menjadi seorang ayah, dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan, bukan karena ia tidak menginginkan kehamilan Nana, seperti yang Nana kira awalnya. Nana pun memaklumi sikap Siwon saat itu, dan perlahan meyakinkan Siwon bahwa Siwon bisa menjadi seorang ayah yang hebat.

Nana membelai perutnya yang masih datar, karena usia kandungannya baru saja memasuki bulan keempat. Dalam hati ia berjanji akan memberikan kasih sayang sepenuhnya pada anak mereka nanti, dan kepada suaminya, Choi Siwon. Nana ingin menghapuskan duka dan luka itu perlahan, dan membayar penderitaan Siwon dulu dengan cinta yang ia berikan.

Kebahagiaan Siwon adalah kebahagiaan Nana, dan Siwon sering mengatakan, kebahagiannya adalah Nana. Jika sudah begitu, apa yang bisa mereka lakukan selain menyerahkan seluruh hati dan hidupnya pada cinta mereka?

The End

 

Oye hoi hoi…!!!

Gimana nih readers, pada kaget ga ternyata udah part terakhir? Hehe…

Di tunggu komennya yaa… termasuk kalau ada masukan atau ide buat next project FF Nawon… wkwkwkwk… 😀

 

Kalo author lagi ada ide sih, kaya bikin cerita real life-nya mereka, jadi Siwon sbg Siwon SJ, dan Nana sebagai Nana As, yah, seperti kehidupan sehari-hari mereka? Gimana? Ada saran?

Tapi ssebelumnya, komen buat part dulu ini, yaa… buat kenang-kenangan author, yang susah payah nyelesaikan nih FF, sampe perasaan author ikutan di kocok-kocok…hehehee… 😉

Advertisements

64 thoughts on “Promise You (Part 11 END)

  1. wow saya merinding baca y.
    saya suka dgn happy ending y.
    di tunggu bgt ya thoorrr cerita nawon selanjut y.
    saya slalu buka blog ini tetapi selalu lama gk ada new post.
    jd dgn secepat y yaa
    keep spirit ♥♡♥

  2. heeehhh udah end aja, untung mereka happy ending.. yeeyy bntar lg pnya ddek bayi..

    ditunggu cerita barunya thor, tapi kalo bisa jgn school life atau real life dong.. sungguh gak pernah bisa dapet feel kalo genrenya itu..
    hehehe tapi sih terserah authornya juga..

  3. Akhirnya di post 😚Oh jadi malem itu siwon ke rumah sakit, kirain bakal ada konflik yg rumit eh gataunya cuma salah paham aja Gemes kalau bayangin siwon manja2an sama Nan😚😘 Kakak buat sequel setelah Nana melahirkan don😊 pengen baca cerita keluarga kecil mereka👫 . Oh ya project ff baru mending yg out of character aja deh soalnya bisa bikin greget. Kalau yang real life kurang bisa bayangin apalagi kemarin ada gosip nana sama jonghyun jadi agak terganggu untuk membayangkan cerita NaWon dg karakter real life. Tapi itu semua sih tergantung yg nulis saya sebagai reader mah trima aja lah hehe 😁

  4. kakak… jangan bilang end donk… 😦
    kak menurut aku ini ceritanya masih gantung! dan aku berharap di part selanjutnya baby choi udah lahir and happy ending. Ok!! 😉

  5. Sama hati ak juga seperti “dikocok2″melihat hubungan nana&siwon ♥
    Ditengah hujan deras,mampir k wp ini….♥
    Dan finally promise part 11 end ♥
    Cuaca hujan mendukung banget dengan suasana hati nana.
    feelnya dapet banget ampe terhanyut perasaan nana yang pada awal pernikahan dengan segala peerhatian siwon yang berikan membuat nana mekayang kelangit ke tujuh tapu kemudian dihempasskan ke tanah…..
    ( mengutip kata2 author hehe)
    Sakitnya tuh disini ♡
    Ternyata semua kesalahpahaman lah yang membuat sikap siwon ke nana berubah.
    Intinya siwon cemburu ke johnyung,nana cemburu ke shinyoung hehe dan mereka secara tdk sadar telah saling jatuh cinta dan tidak bisa saling menyakiti.
    Dan ya ampun nana..saking engga mau memanfaatkan segala fasilitas yg siwon berikan ampe pengeluaran rumah tangga dibuat laporan keuangan.
    Ibu rumah tangga yg cermat mb nana ini .
    Dan pada akhirnya kebahagiaan mereka berdua diraih tentubya little choi sebagai bonusnya.
    Btw,apa sampai detik terakhr keluarga choi tidak mengetahui masalah perjanjian itu?
    Gegara ff promise ini aka makin jatuh cinta ma ni couple♥
    Dan belum bisa move on dari kisah romansa mereka ♥
    So,author yang baik masiha ada kah secercah harapan untuk seque mau lihat little choi ♥
    Hhhhhhmmmm……selalu dinanti ff baru dg siwon nana so pasti couplenya.
    Kalo ak sih ga nolak kalo real life nya siwon sebagai siwon suju & nana sebagai nana after school ♥
    Tapi genre nya tetep merried life boleh kah?
    Suka banget nih ma genre merried life ma siwon nana ♥
    Terima kasih author sudah berbagi kisah yang luar biasa ♥

      1. So pasti thor ^_^bakalan setia hehe
        Dari wp ini ak jadi suka siwon♥nana ^_^
        Mereka sama2 tinggi yang satu cantik yang satu ganteng cucok pokoknya ♥

  6. akhirnya berakhir bahagia.
    makasih banget buat authornya yg udah bikin cerita keren berakhir bahagia.
    ngga pernah bosen ikutin ff ini, tiap hari ngecekin terus berharap ada updatean.

    kayaknya jangan real life deh. soalnya agak gimana gitu kalo udah ttg real life. apalagi kalo school life, ngga dpt bgt feelnya. susah bayangin csw kalo masih jd abak sekolahan. paling pantes jd bussinesman aja kayaknya hehehe menurut aku sih ☺ keep writing.

  7. Sempet nangis dibagian dimana siwon meninggalkan Nana setelah tahu dia hamil 😦
    Ehh ternyata hanya salah paham 🙂
    Akhirnya Nana dan siwon kembali bersama dan akan segera menjadi orang tua 😀
    Happy Ending
    Emm blh sekuelnya eonnie 😀

  8. Akhirnya setelah sekian lama dan setelah setiap hari mampir di wp ini ff kece dipost.
    Suka banget sama jalan ceritanya
    Suka banget sama happy endingnya..
    Author daebbak banget bikin cerita yang bener2 ngena.
    Utk selanjutnya, bikin sequel dong 😀
    Ceritain sampe babynya ada 😀
    Keep writing ya author, makasih udah share ff keren ini.
    Sukkaa banget (y)

  9. ya ampunnnn ko udah ending aja sih huhuhu
    part ini alurnya mnrrku kecepetan ya…tapi ttp berasa feelnya ko walau nerasa buru buru
    pleaseeee sekuelll ya…..nanggung nih haha mau tau little choi nya *_*
    kalo ak blh ksh saran….
    blh sih bkin the next ff siwon nana real
    hmmm gmn klo misalnya berdasarkan apa yh sedang mreka alami direal
    misal siwon lagi update tweet ttg dragon blade film barunya…nah bisa kan bkin ff dri crita itu
    jd ntr mnrtku jd mkin berasa feelnya deh kek nyata gtu
    next ff ditunggu ya..diutamakan sekuel promise you hahaha masih ngarep :*

  10. kayany ini perlu sequel deh..
    nanggung sweet moment ny,,gak sampe anak ny lahir masa..kan seru tuh..
    tp keren kok aku suka ending ny..
    ditunggu bgt sequel cerita ini,,krn dr semua ff NaWon disini aku paling suka yg ini..
    good job buat author ny

  11. Maaf sebelumnya baru komen di part akhir..

    Jujur sejujurnya aku suka dan penasaran bgt ama ff ini dari awal, hehehe

    Suka sama pasangan siwon nana…

    Aku melihat perjalan mereka seperti air, semua mengalir begitu aja, walaupun ada rintangan yg mereka hadapi…

    Seneng bgt ama couple ini…

  12. kek nya kecepatan deh … uuaaa gak.kerasa ih dh end aja ..
    aku mah mikir nya ini cuma lnjutan doang bukan di end in ..
    hadh hadeh .. lagi asik malah end..

    emmm aku sih sran nya thor lebih suka yg school life gitu thor … heheheee cuma saran doang kok tor …

    fighting thor buat kelnjutan ff nyaaa ..

  13. Ha! Udah end??
    Kirain aku bakalan nyape 15 part, dan konfliknya makin rumit yang bisa bikin sesak nafas dan gregetan.
    Tapi aku tetep suka ceritanya ringan , terima kasih othor udah mau nyelesain ffnya dan aku tunggu ff barunya.:-)

  14. kerennnn bgt !!!!!!! KECE badai pokoknya . Aku suka bgt main castnya , karna aku siwonest dan bananas . Oh ye fransisca imida aku reader baruu 😀 salam kenal….

  15. anyeong kak… aku suka bgt sm cerita dan alurnya… apalagi dng kosa kata yg bagusnyaaa….
    Semangaat yaaa…..
    Crritanya kereen, konfliknya jg engga brrat. Intinyaa aku sukaaaaa😆😆😆😆😆

  16. Semua hanya kesalahpahaman yg dibuat oleh siwon sendiri. Dia menyimpulkan semuanya tanpa mau bertanya kejelasannya dg nana, tapi untungnya semua sudah selesai dan akhirnya nawon couple happy ending.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s