Sunbaenim ?? (Part 6)

NYIKSA

Title                 : Sunbaenim ?? (part.6)

Main Cast        : Choi Siwon, Im Nana

Support Cast   : Lee Minho,Lee Hyukjae,Lee Donghae,Cho Kyuhyun,Kim Jong                                        Woon. etc

Length             : Chapter

Genre              : Life School,etc

Author             : MA407 (Farida)

Facebook         : http://www.facebook.com/FarMinHoo

Ig                     : @farida_me96

Blog                : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com

Rating             : General

Disclaimer         : jika mungkin ada kata-kata yang tidak sesuai,saya mohon maaf,mengingat bahwa saya hanya menuangkan imajinasi saya kedalam suatu cerita yang gk jelas bentuk wujudnya -_-`. Siwon and other cast milik yang punya ye?? Maaf kalo ceritanya kurang enak,kurang asin,atau kurang pedes. Kritik dan saran saya harapkan untuk memperbaiki karya agar lebih baik. Ookee capcuss… hope you like this guys 😀

>Typo betebaran!!!

 

Last part.

“jika memang benar begitu,apa urusanmu?” jelas Siwon dengan tegas. Semua mata tertuju pada Siwon,tak terkecuali Nana yang kini menutup mulutnya tak percaya,bahwa Siwon akan mengatakan hal yang sebenarnya.

###

Nana bermain dengan pulpen yang sedari tadi ia pegang,melamun. Itulah kegiatannya sekarang,tak memperhatikan Seongsaenim yang menjelaskan materi hari ini. Bahakan saat Juyeon menegurnya,ia tak menggubrisnya.

>*<

“jika memang benar begitu,apa urusanmu?” jelas Siwon dengan tegas. Semua mata tertuju pada Siwon,tak terkecuali Nana yang kini menutup mulutnya tak percaya,bahwa Siwon akan mengatakan hal yang sebenarnya.

yaa.. ahahahaha wae? Aku hanya bercanda.. ada apa dengan kalian?” lanjut Siwon.

yaakk! Aku kira kalian semalam jalan berdua,jadi aku menganggapnya kau meminjaminya,karena semalam hujan.. jadi ternyata kau hanya bergurau? Ccihh.. ah Nana-ssi,dimana kau membelinya? Apakah kau meminta pada Appamu untuk membelikannya?” lanjut Hyukjae terus penasaran.

ah Sunbaenim.. aku sudah telat.. mianhamnida.. aku duluan..” pamit Nana memberi salam kepada mereka. Siwon mengangguk semangat,karna itu lebih baik. Daripada ia harus menjawab pertanyaan konyol Hyukjae yang akan memperbanyak masalah.

“ah geure…” jawab Kyuhyun. Nana segera mempercepat langkahnya.

ahh jinjja… >.<” keluh Hyukjae

“sudahlah.. kajja !!!” Siwon merangkulkan tangannya kepundak Hyukjae menuju kelas.
###

“Nana …. Nana..” panggil Juyeon

“ah? Wae?”

“ada apa denganmu? Kenapa kau melamu terus heh?” tanya Juyeon penasaran.

“sudahlah.. jangan berisik.. Seongsaenim nanti akan menegurmu…” jawab Nana kembali fokus pada bukunya

“yaa!! Pabbo-ya!! Bahkan saat Seongsaenim bepamitan pun,kau tak menggubrisnya…”

“Mwo!!! Seongsaenim sudah keluar? Apa saja yang dibahas tadi huh? Sulitkah? Aiisshh jinjja.. >.<” keluh Nana

“ccchh.. dasar~! Nana-ya..”

“eeumm..”

“ada yang sedang menunggumu diluar..”

nugu? Odeinde?” tanya Nana

“disana..” tunjuk Juyeon pada pintu

nugu?”

“datangilah ia. Dia sudah menuggumu cukup lama disana..”

ah geure? Kenapa dia tidak masuk?”

“mungkin dia malu,atau apa.. temuilah…”

arraseo..” Nana menghampiri seseorang yang menunggunya.

Sunbaenim? Wae?” tanya Nana pada Sunbaenim,yang ternyata menunggunya.

“Nana-ya.. ikut aku..” ajaknya.

Sunbaenim.. wae? Ada apa?” tanya Nana semakin penasaran

“malam ini kau harus datang…” Nana mengrenyitkan alisnya. Bingung.

“haruskah aku datang? Bukankah itu acara keluarga? Aku tak mengenal keluargamu Sunbae…”

“tidak. Kau mengenalnya….ah,anni~ kau harus datang.. kumohon” ralatnya

“mwo?”

“supirku akan menjemputmu pukul. 7:00 nanti malam..”

“euumm..”

Gomawo~ masuklah ke kelasmu. Aku menunggumu nanti malam.. Nana-ya..”Nana mengangguk dan meninggalkanya. Menuju kelas.

“apa yang akan ia tunjukkan padaku ? Heeiiss !!” gerutu Nana saat menuju kelas.

Kali ini Nana fokus pada materi akhir untuk hari ini,ia tak mengikuti kelas tambahan dan segera pulang kerumah,akan tetapi ujan lebat disertai petir yang menggelegar menghiasi awan mendung siang itu,sopir jemputan Nana juga belum terlihat,membuatnya lama menunggu dan kedinginan bersama para siswa lainnya. Setelah kurang lebih 30 menit Nana melihat mobil yang sangat ia kenal,membuka kaca pintu mobil.

“nona.. maaf,aku tidak membawa payung!!!!” teriak sopir Nana

apa??!” jawab Nana tak kalah teriak,karena jarak mereka terlalu jauh dan terhalang oleh hujan,membuat mereka saling berteriak.

aku lupa membawa payung!!!” balas sang sopir

“seharusnya kau melepas bajumu untuk memayungiku!!!” teriak Nana. Nana ragu melangkahkan kakinya untuk berlari ditengah hujan. Ia mendongak keatas,berharap hujan berhenti saat ia menerobos hujan tersebut. Nana menghirup nafas dalam-dalam dan membuangnya teratur. Hap!!!. Langkah Nana terhenti ditengah derasnya hujan.

“aku tak mengizinkanmu sakit lagi..” ujar seseorang disebelah Nana,Nana menoleh mendapati Siwon memayungkan Nana menggunakan jacketnya.

oh.. Sunbaenim..”sontak Nana. Siwon tersenyum

Kajja.. aku tak ingin jacketku lebih basah lagi…” jawab Siwon

Gwaenchana.. aku bisa lari dan kau tak perlu repot-repot seperti ini…”

“jika kau banyak berbicara,itu sama saja kau kehujanan dan jatuh sakit. Aku juga sudah mulai kedinginan bodoh!!” jawab Siwon kesal,karena Nana banyak bicara. Melihat tangan Siwon yang sudah bacah kuyup dan bibir Siwon sedikit bergetar karena kedinginan,Nana melanjutkan jalannya bersama Siwon. Berdua.

waahh.. apakah mereka berkencan?” tanya salah seorang murid yang melihat mereka.

“mungkin….” jawab teman yang lainnya

Setelah sampai di dekat mobil,Siwon membukakan pintunya. Menuntun Nana hingga masuk kedalamnya.

“aku tak ingin melihatmu nanti malam sakit…” ucap Siwon setelah Nana masuk kedalam mobil,mengacak rambut Nana yang sedikit basah dan pergi. Nana tersenyum melihatnya lari menghindari hujan.

ccchh.. bahkan dia mengabaikan kesehatnnya juga.” Nana terus tersenyum atas perhatian yang diberikan Siwon akhir-akhir ini,entahlah.. ia menyukainya.

Hhaaciih..>.<

ahjussi.. bisakah kau tinggikan suhu penghangatnya?” ujar Nana disertai bersin-bersin

nde~ nona, Mianhamnida…”jawab ahjussi itu.

Gwaenchana.. aku tak akan melaporkanmu pada Eomma.. Gwaenchana..” jawab Nana disertai senyum lebarnya,membayangkan kejadian tadi bersama Siwon. Lagi.

###

“aku pulang….!!!” teriak Nana yang disambut oleh Ny. Im.

Aiggorang!!… puteriku… kenapa kau bisa basah seperti ini?” tanya Ny. Im khawatir . ia segera menoleh pada Ahjussi yang berada dibelakang Nana.

“Mianhamnida.. Sabonim~ tadi aku..”

Gwaenchana Eomma,tadi aku menerobos hujan.. Gwaenchana..” jawab Nanan tersenyum

Aigoo.. kenapa kau menerobos hujan? Heum? Imun mu tidak baik sayang.. kau akan cepat terkena flu jika seperti ini…” jawab Ny. Im membelai rambut Nana

“apa yang harus ku lakaukan? Sedangkan itu sudah terjadi.. dan aku menyukainya..” balas Nana disertai bisikan diakhir kalimatnya. Mencium pipi Ny. Im dan menuju kamarnya. Ny im menghela napasnya.

###

Eomma.. apakah kau sudah menyiapkan baju untukku?” tanya Siwon pada Ny. Choi

“sudah sayang.. Ahjuma Lee akan mengantarnya sebentar lagi ke kamar mu…” jawab Ny. Choi kepada puteranya.

eeumm arraseo..” balas Siwon disertai anggukan

ah.. cham.. siapa maksudmu seeorang yang kan datang malam ini? Apakah ia begitu spesial? Apakah itu Yoona?” tanya Ny. Choi

annio~ Eomma.. kau akan terkejut mungkin saat bertemu dengannya,atau bahkan tak mengenalinya..” jawba Siwon.

“Mwo? Apakah dia teman-temanu yang aneh dan menyebalkan itu?”Tanya Ny. Choi lai.

ahahhahahha.. itu sudah pasti mereka akan datang Eomma J  ada pepatah yang mengatakan If you have Crazy Friends,you have everything..” jawab Siwon tersenyum,mencium kening Eomma-nya.

cchhh…. lalu siapa seseorang yang kau maksud? Heum?”

“kau akan mengetahuinya nanti Eomma, tunggulah hingga pukul tujuh malam nanti…” jawab Siwon dan meninggalkan Ny. Choi  dengan segudang pertanyaannya.

“dassarr anak nakal..!!!”

###

Hacihh!!!~~

Nana tak henti-hentinya bersin dan menghabiskan beberapa helai tissue di pangkuannya,hidungnya pun terlihat memerah dan suaranya sedikit parau.

“sayang.. apakah kau tidak bisa membatalkan acaranya? Kondisimu sangat tidak memungkinkan… bagaimana jika semakin parah? Seharusnya kau istirahat. Apakah acaranya begitu penting” ucap Ny. Im khawatir

Gwaenchana Eomma,aku sudah menyanggupi undangannya. Apa yang harus kulakukan jika aku malam ini tidak datang,dan esoknya aku bertemu dengannya? Aku akan merasa tidak enak Eomma.. ayolahh,aku hanya bersin-bersin ringan seperti ini” jawab Nana meyakinkan Ny. Im

Nana kembali menghadap cermin besar dihadapannya. Memastikan pakaian yang ia kenakan malam ini adalah gaun yang cocok untuknya,ia berjalan menghampiri meja rias,mendekatkan wajahnya didepan cermin. Ny. Im hanya duduk diatas ranjang milik Nana,menghkawatirkan putrinya jika terjadi sesuatu pada Nana. Sesekali Nana mengglembungkan pipi dan mengedipkan matanya,untuk memastikan karya yang ia poleskan pada wajahnya tidak rusak akibat ia terlalu sering bersin. Menata kembali rambut yang ia biarkan terurai bergelombang.

Tiinn~ tinn~

Suara klakson dari mobil yang berada diluar,sekilas membuat Nana tersenyum. Ny. Im beranjak dari duduknya menuju jendela untuk melihat bahwa itu benar mobil jemputan Nana.

“apakah sopir mereka memakai mobil pribadi majikannya?” tanya Ny. Im.

Nana menoleh. “maksud Eomma?”

“mobil untuk menjemput mu saja berkelas.. apakah mereka orang terpandang??” jawab Ny. Im. Nana semakin penasaran atas apa yang diucapkan Ny. Im. Ia menghampiri Ny. Im

Eomma,aku turun dulu..” pamit Nana.

Nana membuka pintu rumahnya,perlahan menuju mobil mewah yang tepat berada di depan rumah. Nana memicingkan matanya setelah semakin dekat,mencondongkan badannya agar sepadan dengan jendela mobil tersebut. Perlahan kaca mobil itu terbuka,Nana mengkerjapkan matanya untuk memastikan bahwa pria tersebut adalah sopirnya malam ini. Pria bersetelan jas hitam,lengkap dengan dasi kupu-kupu dan aroma maskulin yang terbawa angin memenuhi indra  penciuman Nana. Pria itu tersenyum.

“apakah sopirmu saat ini terlalu tampan untuk menjemputmu,sehingga kau tak berkedip sedikitpun.. nona” ledek pria itu

sunbaenim~”ujar Nana

wae? Kajja~ Siwon akan memarahiku jika aku telat membawamu ke pestanya..”ajak pria itu. Manis.

nde~”Nana mengangguk.

“ah~ changkaman…”lanjutnya

“wae?”

“aku belum berpamitan dengan Eomma…”

“ah,kau tak mau berpamitan dengan Eomma?” lanjutnya

“tidak,aku tidak ingin melihatnya pingsan,karena aku menjadi sopir mu malam ini…”

ahahahahaha.. ok ok.. aku masuk dulu..”

“baiklah…”

Beberapa menit kemudian….

“sudah?” tanyanya yang melihat Nana sudah berada di pintu mobil.

“eumm~”

“sayang~ ku tidak membawa ini?” teriak Ny. Im menyodorkan kain hasil rajutannya untuk Nana

annio~ Eomma.. aku berangkat!!!”balas Nana yang kemudian memasuki mobil. Tanpa berpikir panjang,mobil itu melaju,tak lupa Nana melambaikan tangan pada Ny. Im.

Alunan  Michael Learns-To Rock Thats Why You Go Away membuat suasana mobil menjadi nyaman dan hangat,meskipun diluar sana,angin tak hentinya mengusik pohon-pohon yang berdiri kokoh,sehingga menghasilkan gesekan suara antar daun dan rantingnya.

“bagaimana hubunganmu dengan Siwon?”tanya pria itu kepada Nana

Nana menoleh,kemudian menjawab“Sunbaenim~

wae? Panggil aku Oppa. Donghae Oppa.. karena mulai saat ini,aku adalah kakak tampanmu. Arrachi~”jawab rsenyum dan membelai rambut halus Nana.

“eum~!!” jawab Nana mantab.

Donghae tetap fokus pada kemudinya,sedangkan Nana fokus pada gme yang ia mainkan lewat ponsel yang ia ambil dari dalam tasnya.

chaa~ kita sudah sampai tuan puteri…” ujar Donghae mematian mesinnya.

eoh?” Nana segera mengecek tampilannya. Donghae membukakan pintu untuknya.

Gomawo~” ucapnya

kajja~” Donghae menekuk sikunya untuk mengisyaratan agar Nana menggandengnya bak pasangan yang serasi.

“cchhh..” Nana menyisipkan lengannya pada lengan Donghae

“izinkan kau menjadi ratuku hingga pintu masuk istana itu … kekekekeke~”ujar Donghae bergurau. Nana memiringkan kepalanya dan sedikit berpikir.

“geure~”

Suasana rumah megah nan elegan itu tampak sepi dari luar,tapi tak memungkiri bahwa didalamnya sudah dipenuhi manusia-manusia yang berpendidikan dan bergaya hidup mewah.

Sambutan-sambutan hangat selalu diutarakan oleh sang pemilik rumah rumah,sesekali mereka tertawa dan mengejek satu-sama lain,terkadang pula wajah-wajah mereka terlihat serius jika sedikit membicarakan tentang perusahaan. Tn. Choi Kiho yang didampingi isterinya yang tak lain adalah Ny. Choi,yang sedang asik berbincang-bincang dengan tamu,yang tak lain adalah para orang tua kerabat dekat Siwon,menyangkut tentang proyek baru yang akan perusahaan mereka garap dan mengenai anak-anak mereka. Sedangkan para pangeran-pangeran tampan dan puteri-puteri cantik yang tak lain adalah LeeMinho,LeeHyukjae,ChoKyuhyun,KimJoongWon,Yoona dan Tiffany berkumpul menyendiri pada sebuah taman yang dipenuhi dengan lampu-lampu yang menambah suasana romantis taman tersebut. Mereka sepertinya menikmati suasana tersebut,dengan alunan musik jazz mereka terkadang menganggukna kepala dan mulut mereka mengucapkan beberapa bait lirik-lirik lagu tersebut. Hyukjae sesekali menggerakkan badannya dengan lincah mengikuti irama dengan semangatnya yang positip membuat semua pasang mata kagum atas penampilannya.

###

“Nana-ya,apakah kau siap?” tanya Donghae sebelum memasuki rumah.

eum? Maksudmu?”tanya Nana tak mengerti

“kita akan memasuki rumah ini..”

“lalu kenapa?” Nana sedikit memejamkan matanya,merasakan denyutan dikepalanya.

“Nana wae? Apakah kau sakit?” tanya Donghae

anni~ aku hanya sedikit pusing dan flu. Gwanchana~ kajja…” jawab Nana

“benarkah? Apakah harus kuantar kau pulang saja? Sebelum terlambat..”

annio~ hanya beberapa langkah lagi kita akan memasuki rumah ini. Dan kau menyuruhku pulang?”

“bukan,bukan begitu… tapi kondisimu?”

Gwaenchana~”jawab Nana tersenyum

Donghae menghela napas. “baiklah.. kajja

“sudah cukup peranmu Lee Donghae-ssi..” ujar pria yang berjalan santai menghampiri Nana dan Donhae dari arah kiri. Siwon,pria itu mengenakan setelan jas merah maroon dengan membawa secangkir minuman ditangan kirinya dan tangan kanannya ia masukkan dalam saku celananya. tampan. Sontak membuat Nana dan Donghae menoleh pada asal suara.

Sunbaneim~” ujar Nana

Arrase~ arraseo!!”

“menyingkirlah,sebelum aku mengusirmu dari sini..” ujar Siwon ketus dan memisahkan tangan Nana yang masih setia mengalung di lengan Donghae.

hheeiiss… shekyia!!!”kesal Donghae. Siwon tersenyum dan menggantikan posisi Donghae sebelumnya. Siwon tersenyum pada Nana dan mengabaikan ekspresi kesal seorang Lee Donghae

kajja~”ujar Siwon,belum beberapa langkah tangan Nana yang ia kalungkan pada lengan Siwon semakin mengendur,dan hanya beberapa detik setelah itu tubuh Nana merosot.

“Nana-ya!!!”

Pyyaar!! Suara gelas Siwon yang terjatuh membuat semua mata tertuju dilur ruangan dan menuju keluar

“Nana-ya…”panggil Nana khawatir

“bawa masuk kedalam..”perintah Donghae. Siwon membopong Nana memasuki rumah yang dikelilingi keluarga besar . Tn. Dan Ny. Choi menghampiri Siwon tergesa-gesa melihat puteranya mebopong seorang gadis.

“Siwon-na.. waegeure? Siapa gadis ini? Kenapa dia?” tanya Ny. Choi

“dia Nana,Eomma... aku akan membawanya kekamarku..”jawab Siwon yang sedikit tergesa-gesa. Ny. dan Tn. Choi terdiam dan sedikit berpikir. Setelah menemukan jawaban mereka saling menatap.

“Nana…!!” ujar Ny. lee yang tak lain adalah Ibu Donghae menghampiri Siwon

“apakah dia Im Nana?”tanya Tn. Choi memastikan.

“apakah benar ia Nana yang dulu kita kenal? Apakah dia Nana gadis kecil yang selalu bersama Siwon saat di London? Apakah benar ia anak dari Im. Hanni?” Ny. Choi segera menghampiri Siwon.

“ada apa?” tanaya Yoona yang baru memasuki ruang tamu.

“Nana pingsan..”ujar Donghae

mwo?”jawab mereka serempak

“bagaimana sekarang?” tanya Kyuhyun

“Siwon membawanya kekamar..”

“Donghae-ya ada apa dengannya?” tanya Ny. Cho

annio~ Eommoni,dia sedikit kurang sehat tadi..”

yaakk!! Kenapa kau tak melarangnya untuk datang…!!!” kesal Ny. Lee

“aku baru mengetahuinya saat kita sudah berada di depan pintu,dan ia menolak saat aku berusaha membawanya kemabali…”jelas Donghae,tanpa sadar Yoona sedikit merasa perasaanya terusik,dan menundukkan kepalanya. Jadi,dia yang membawa Nana kemari? Heeisss.. apa yang kau pikirkan Yoona!! Berpikirlah sewajarnya…. Ujar Yoona dalam hati. Donghae menoleh pada Yoona dan mendapati gadis itu tak menatpnya.

“Siwon yang mengundangnya..” lanjut Donghae untuk menghilangkan perasangka buruk dalam pikiran Yoona. Yoona kembali menatap Donghae dan sedikit menghela napas.

Semua tamu kini membicarakan Nana. Siapa gadis itu?. Pertanyaan seperti itu yang mereka dengar,namun Donghae cs,tidak menanggapi pertanyaan tersebut.

###

“Siowon-a..”panggil Ny. Choi yang sudah berada diambang pintu.

Eomma...”Siwon membenarkan bantal yang dipakai Nana. Siwon melepas jasnya.

“bagaimana keadaannya?” Ny. Choi menghampiri Siwon yang duduk disebelah ruang kosong ranjang Nana tidur.

molla,suhu badannya tinggi. Eomma,bisakah kau ambilkan air dingin dan handuk kecil untuk mengompresnya?”

arraseo,Eomma akan mengambilkannya..”Ny. Choi,berbalik meninggalkan kamar untuk mengambil pesanan Siwon

“Nana-ya,mianhae.. seharusnya aku tak memaksamu untuk datang..” sesal Siwon lalu mengecup kening Nana. Langkah Ny.Coi terhenti. Melihat bagaimana khawatirnya Siwon pada gadis itu. Benarkah ia Nana-nya dulu ?.

Siwon kembali menegakkan badannya,kemudian mengambil handuk yang sudah ia peras oleh air kompres dan meletakkan di dahi Nana.

“Siwon-a,benarkah ia Nana? Im Nana?” tanya Ny. Choi ragu. Siwon sedikit mendongak pada Ibunya yang berdiri disampingnya.

nde Eomma.. dia Im Nana,Nana-ku yang dulu mengisi hari-hariku dengan tingkah konyolnya..” jawab Siwon

“jadi,dia benar-benar Nana? Anak dari Hanni?” Ny. Choi mendekat pada Nana

nde~”

“oh sayang~ kau tumbuh dengan baik… bagaimana kabarmu selama ini? Maafkan aku  karna tak pernah memberi kabar pada keluargamu” elus Ny. Choi pada pipi Nana yang masih terlelap

euh~”erang Nana lemah

“Nana-ya!!” panggil Siwon khawatir.

Eomma,biarkan kami berdua”

“baiklah.. Eomma akan keluar dan meminta maaf kepada para tamu.” Siwon mengangguk,kemudian Ny. Choi pergi.

Nana sedikit menggeliat,perlahan membuka matanya. Namun setelah beberapa detik matanya terbuka,ia memejamkan kembali dan memegangi kepalanya yang berenyut.

“Nana-ya,sebelah mana yang sakit?” Nana menggeleng.

“akan kuambilkan minum dan obat untukmu. Tunggulah sebentar..” lanjut Siwon

Nana menyandarkan tubuhnya pada headbord,memfokuskan indra pengelihatannya,mengedarkan pandangannya. Pandanganya berhenti pada satu objek didekatnya. Miniatur mobil merah yang terletak di nakas. Nana berniat meraihnya.

“Nana-ya..” Siwon datang dengan,membawa secangkir air ditangannya. Nana menarik kembali tangannya dan beralih pada Siwon

ige~ minumlah.”Siwon menyodorkan segelas air dan obat untuk Nana.

Setelah Nana meminum obat,Siwon membenarkan letk selimut Nana.

“istirahatlah,maafkan aku~”ucap Siwon,ia menundukkan kepalanya.

Sunbaenim~”Nana meraih tangan Siwon. Menggenggamnya.

“seharusnya aku tak memaksamu untuk datang..”

“Gwaenchana~”

ah,ada yang ingin aku tanyakan padamu..”Siwon kembali menatap Nana. Nana menoleh pada miniatur mobil merah didekatnya.

“dimana kau mendapatkan ini?”tanya Nana yang tetap menoleh pada mobil miniatur itu. Siwon mengikuti pandangan Nana.

“aku.. aku membelinya. Ia,aku membelinya..” jawab Siwon sedikit gugup,ia belum bisa memafaakan dirinya sendiri karena telah membuat Nana lama menunggu saat itu. Ia sebenarnya belum siap untuk menjelaskan semuanya,bahwa ia adalah Siwon yang telah membuatnya lama menunggu.

Nana sedikit berfikir,mengerutkan keningnya.

“kemana mobil satunya? Seharusnya ada 1 pasang bukan?”tanya Nana lagi

“ah? Aku hanya membeli satu..”jawab Siwon

“mana boleh hanya membelinya satu,seharusnya kau membeli yang satunya juga? Jika sepertin ini,ia akan kesepian~” jelas Nana. Karena ia ingat,bahwa mobil seperti itu ada satu pasang. Sama seperti miliknya.

Siwon kembali menatap Nana,tak ada sepatah katapun lagi diantara mereka.

“Nana-ya…”

“Eum~”

Siwon mengambil mobil itu. “dulu,ada seorang gadis kecil yang merengek meminta mobil ini. Aku membelinya satu pasang…”jawab Siwon. Nana semakin bingung. Tadi yang ia katakan hanya membelinya satu. Tapi,kenapa jawabannya berubah?. Batin Nana.

“lalu?” Nana sedikit tertsrik untuk mendengarnya.

“karena ia merengek,aku terpaksa memberikannya satu…” Siwon kembali menatap Nana,Nana terdiam dan mencoba mengingat sesuatu.

“Siwon-ssi,aku mau yang ini.. boleh ya..” mohon Nana pada Siwon

            “andwe.. kau tidak boleh yang ini,sangat susah untuk mendapatkannya.. kau carilah mainanku yang lain..” jawab Siwon melarang

            “shierro.. aku mau mobil ini,kau kan ada dua mobil. Jadi yang satu boleh untukku yah..” pinta Nana lagi

            “Nana-ya,berhentilah memohon !!” bentak Siwon

            “hiks.. hiks..”

            “eoh?”

            “aku mau mobilan yang ini.. hiks..” pinta Nana

            “Nana-ya,kau pinjam saja ya..”

            “begitu berharganya kah mobilan itu?”

            “annio~ aku hanya menyukainya,lagian ini ada satu pasang. Jadi saat pasangannya yang satu hilang,mungkin mobil ini akan kesepian.” Jelas Siwon

            “kan ada kau yang menemaninya?” jawab Nana polos

            “ini,kau ambilah robot ini” Siwon menyodorkan satu buah robot transformer.

            “aku masih tak boleh memilikinya?” tanya Nana,berharap yang diberikan itu mobil-mobilan kecil yang berwarna merah itu

            “kau hanya boleh meminjamnya.. arrachi..”

To Be Continue~

Annyeong!! Far nge-post nya lama banget ye? Udah lupakah ama cerita mereka? Gimana part. Yang ini? Yuk di RCL!!

Advertisements

12 thoughts on “Sunbaenim ?? (Part 6)

  1. Siwon-nana cerita-cerita tentang mereka semakin bikin ak jatuh hati sama mereka ^_^
    Akh ga sabar nunggu mereka “bersatu”
    ^_^

  2. aaahhh so sweet 😀 , jadi senyum senyum sendiri ih .. siwon jadi ngasih tau masa lalu nya sama nana deh …. NEXT THORRRRR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s