Promise You (Part 10)

Siwon nana promise you

  • Title : Promise You  Part 10
  • Main Casts : Choi Siwon, Im Nana
  • Author : Nawon Choi
  • Blog : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com
  • Length : Chaptered
  • Genre : Romance
  • Rating : 15+

_oOo_

“Sayang, tatap aku!” ujar Siwon, lembut. Perlahan, Nana membuka matanya menatap Siwon.

“Nana, kau adalah istriku! Kau adalah milikku! Dan aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik apa yang telah menjadi milikku!” ujar Siwon, pelan dan lembut, namun tegas dan jelas. Nana menatap Siwon penuh tanya.

Oppa… aku…” Siwon membungkam Nana dengan ciuman sebelum wanita itu menyelesaikan kalimatnya. Ia mencium Nana dengan lembut dan penuh perasaan. Meluapkan seluruh rasa yang selama ini ia abaikan, ia hindari, dan ia pendam, dan selanjutnya, mengklaim Nana, membuktikan bahwa wanita itu benar-benar istrinya, miliknya.

_oOo_

“Nana!” seru Siwon panik begitu ia membuka mata dan tidak menemukan Nana di sampingnya. Bergegas ia keluar dari kamarnya, mencari Nana, hanya dengan mengenakan celana panjang, tanpa atasan. Ia berlari menuruni tangga, dan menghela nafas lega begitu melihat Nana sedang menyiapkan makanan. Ia pun mendekati Nana, kemudian memeluknya dari belakang. Tubuh Nana membeku.

“Sayang, aku mencarimu. Aku panik tidak menemukanmu disampingku tadi,” bisik Siwon, lalu mencium puncak kepala Nana. Nana menunduk. Wajahnya memerah, teringat apa yang telah terjadi semalam, ditambah apa yang Siwon lakukan kini.

“Maaf… aku… Eum…”

“Ya! Siwon-ah!” teriak Nyonya Choi begitu tiba di ruang makan dan melihat adegan di depannya.

“Apa yang kau lakukan?! Ckckckck… Jangan menunjukkan kemesraanmu disini! Ingat! Adik-adikmu masih belum menikah! Bagaimana jika mereka melihat kelakuanmu ini, eoh? Jangan memberikan contoh yang tidak baik bagi mereka!” tegur Nyonya Choi.

Eommaaa…”

“Tidak usah membela diri! Sekarang kau kembali ke kamarmu, dan berpakaianlah yang pantas!” Siwon menghela nafas mendengar teguran ibunya.

“Aku akan segera kembali!” bisiknya di telinga Nana, kemudian mencium pipi Nana dan bergegas kembali ke kamarnya. Nyonya Choi menggelengkan kepala melihat tingkah putra sulungnya itu, kemudian mendekati Nana.

Gwaenchana?” tanya Nyonya Choi.

“Ah? Ne.” Jawab Nana, bingung. Ia tidak mengerti maksud pertanyaan Nyonya Choi.

Aigoo… Apa yang terjadi pada anak itu? Aku tidak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya,” ujar Nyonya Choi, seraya menata makanan di meja. Nana menunduk, menyembunyikan semburat kemerahan di wajahnya, dan membantu Nyonya Choi tanpa banyak berkata.

_oOo_

Ding.

Pintu lift terbuka. Siwon melangkah masuk bersama Nana dengan tangan saling bertautan. Nana menunduk, menatap tangan kekar Siwon yang terus menggenggam tangannya. Sikap Siwon akhir-akhir ini membuatnya bingung. Sikapnya berubah 1800 dibanding pertama kali ia mengenalnya. Siwon selalu menunjukkan perhatian kepadanya, dimanapun mereka berada, terutama sejak tadi pagi. Siwon malah secara terang-terangan menunjukkan kemesraannya, bukan hanya di depan keluarganya, bahkan Siwon selalu mengenggam tangannya, dan di mobil pun, Siwon terus bercerita dan  mengajak Nana mengobrol, bahkan sesekali membelai puncak kepala Nana.

Ding.

Pintu lift kembali terbuka, mereka pun keluar dan menuju penthouse mereka.

“Jadi apa yang akan kau lakukan hari ini?” tanya Siwon, begitu mereka berada di dalam penthouse.

“Eum?” seru Nana, seraya menoleh. Siwon berjalan mendekat lalu memeluk Nana dari belakang.

“Sekarang hari libur, Sayang. Apa kau sudah memiliki rencana untuk hari ini?” tanya Siwon seraya mencium pelipis dan pipi Nana.

“Rencana? Sepertinya… tidak… tidak ada…” jawab Nana, gugup.

Siwon tersenyum. “Baguslah! Berarti kita bisa menghabiskan waktu berdua!” ujarnya.

Drrrtt… drrrtt..drrt…

Tiba-tiba ponsel Siwon berdering. Siwon berdecak lalu menjawab telfonnya.

“Ne…”

….

“Harus sekarang?”

….

“Geurae. Aku akan kesana sekarang juga!”

Siwon menutup telfonnya dengan kesal.

“Sayang, aku harus pergi sekarang juga. Ada masalah yang harus diselesaikan. Aku akan kembali begitu masalahnya selesai,” ujar Siwon. Ia meraih wajah Nana dengan sebelah tangannya, kemudian mencium kening dan bibirnya sekilas.

“Aku pergi dulu!” lanjutnya, kemudian pergi.

Nana terpaku di tempatnya. Siwon! Apa yang telah terjadi pada lelaki itu? Biasanya dia berpamitan seraya berjalan pergi, tidak dengan cara semanis ini!

_oOo_

Nana terperangah kaget begitu keluar dari kamar mandi dan melihat Siwon sedang duduk di ranjangnya, bersandar pada headbord seraya memainkan ponselnya. Siwon menoleh.

“Sayang, kau sudah selesai? Aku sudah cukup lama menunggumu,” ujar Siwon, lalu tersenyum.

Oppa, apa yang kau lakukan disini?” tanya Nana.

“Eum, aku menunggumu di kamarku, tetapi kau tidak datang. Jadi, aku ke sini,” jawab Siwon.

Mwo? Datang ke kamar Oppa? Maksudnya?”

Siwon terkekeh melihat kebingungan Nana. Siwon turun dari ranjang dan mendekati Nana, kemudian berhenti tepat di depannya.

“Kita adalah suami istri. Bukankah selayaknya kita tidur sekamar? Eoh?” Nana terperangah mendengar jawaban Siwon.

“Tapi kitaa…”

“Tidak Nana! Mulai sekarang kita tidur sekamar! Tidak ada penolakan!” ujar Siwon, tegas.

Oppa…”

“Kenapa? Kau lebih suka disini? Geurae, kalau kau memang lebih suka di sini, aku tidak keberatan,” ujar Siwon, lalu kembali berbaring di ranjang Nana.

Nana menghela nafas. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menuruti apa yang Siwon katakan. Nana pun bergabung dengan Siwon, berbaring membelakanginya. Siwon tersenyum tipis, lalu memeluk Nana dari belakang.

“Sepertinya kau sangat suka dipeluk dari belakang,” ujar Siwon.

“Maksud Oppa?”

“Ya, kau selalu berbaring memunggungiku. Bukankah itu artinya kau ingin ku peluk dari belakang, eum?” jawab Siwon, menggoda Nana. Nana terperangah mendengar jawaban Siwon, lalu menoleh.

“Mwo? Aniya, geundae…”

“Ssstt… sudahlah! Yang penting kau berada dalam pelukanku, itu sudah cukup bagiku. Sekarang tidurlah!” ujar Siwon, lalu mencium pipi Nana, dan aksi Siwon itu sukses membungkam Nana.

_oOo_

Pukul 5 pagi.

Nana perlahan membuka mata, dan mengerjap. Seperti biasa,  ia tidur dalam pelukan Siwon, dan kali ini dengan berbantalkan dada lelaki itu. Ya, sejak beberapa waktu lalu, mereka memang selalu tidur sekamar, dan berhubungan layaknya suami istri pada umumnya. Nana mengangkat kepalanya perlahan, dan mendapati wajah Siwon yang tengah terpejam, tertidur pulas. Nana mengamati wajah Siwon yang terlihat damai dan tenang, berbeda dengan kesehariannya yang keras dan tegas. Sebuah rasa hangat mengalir di hati Nana, mengingat bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat sisi Siwon yang lain, sisi lembut dan perhatian, sisi kenakak-kanakannya. Nana tersenyum. Sangat indah rasanya melihat Siwon sebagai orang yang pertama kali ia lihat ketika bangun tidur. Dengan sedikit ragu Nana membelai pelipis, pipi, lalu dagu Siwon. Tiba-tiba, sebuah kenyataan menghentak dirinya.

Kenyataan bahwa semua ini hanya sementara.

Sementara.

Tinggal menunggu waktu dimana mereka akan berpisah. Jika dihitung sejak menandatangani kontrak itu, mereka telah bersama selama 4 bulan. Artinya, waktu mereka tinggal 2 bulan lagi. Ya, kontrak mereka memang selama 6 bulan, tetapi terhitung sejak mereka menandatangani kontrak, bukan sejak pernikahan. Nana menarik nafas dalam. Tiba-tiba hatinya merasa sesak dan sakit, seakan ada yang menusuknya.

Bagaimana perasaan Siwon yang sebenarnya padanya?

Apakah Siwon memiliki perasaan lebih padanya?

Jika iya, apakah Siwon akan membatalkan perjanjian mereka?

Nana menggeleng.

Tidak. Mustahil.

Mustahil Siwon memiliki perasaan lebih padanya. Dia bukan siapa-siapa! Tetapi, sikap Siwon akhir-akhir ini benar-benar membuatnya bingung dan jujur, merasakan perasaan lain pada lelaki itu. Tetapi Nana menolak mengakuinya.

Perlahan, Nana melepaskan diri dari pelukan Siwon, dan turun dengan hati-hati agar tidak mengganggu tidur lelap suaminya itu, kemudian bergegas ke kamar mandi.

_oOo_

Nana tersenyum puas melihat masakannya tersaji di meja. Hari ini dia sengaja memasak makanan kesukaan Siwon. Memang mereka tidak sedang merayakan sesuatu, hanya saja, Nana ingin memberikan kejutan untuk Siwon atas seluruh kebaikan yang telah ia berikan. Selain itu, ia juga merasa kasihan melihat Siwon yang sangat sibuk akhir-akhir ini karena mengurus sebuah proyek baru. Nana pun menelfon Nyonya Choi menanyakan makanan favorit Siwon sekaligus resepnya. Nana juga menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar bisa pulang tepat waktu agar memiliki waktu yang cukup untuk memasak. Ya, walaupun ia merasa tidak enak karena meninggalkan Siwon yang bekerja lembur.

“Wow, ada acara apa hari ini? Mengapa kau memasak makanan sangat banyak?” seru Siwon, begitu ia tiba di ruang makan dan melihat hidangan di meja. Ia mendekat pada Nana lalu mencium pipinya. God! Dia memang tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Nana jika wanita itu berada di dekatnya.

Nana tersenyum dan menoleh pada Siwon.

“Tidak ada, Oppa. Aku hanya mencoba resep baru, dari Eomoni,” jawab Nana, sedikit berbohong.

“Eum, sepertinya enak!” ujar Siwon.

Drrttt… drrrttt… drrrrtt…

Tiba-tiba ponsel Siwon berdering ketika ia akan menarik kursi. Kening Siwon berkerut melihat nomor asing di ponselnya.

Yeoboseyo,”

“Shiyoung?”

Mwo?”

“Ck! Aku kesana sekarang!”

Wajah Siwon mengeras. Tanpa berkata-kata, ia pergi meninggalkan Nana, mengambil kunci mobil dan keluar penthouse dengan tergesa.

Nana terpaku di tempatnya.

Siwon meninggalkannya begitu saja, tanpa berpamitan, tanpa mengatakan sepatah katapun.

Dan wanita itu?

Siwon meninggalkannya demi wanita itu?

Nana menarik nafas dalam. Rasa sesak dan sakit kini benar-benar menghantamnya. Sakit, sampai ia tidak menyadari air mata telah mengalir di pipinya.

Apakah nanti Siwon juga akan meninggalkannya seperti ini?

_oOo_

Siwon membuka pintu seraya melihat jam di arlojinya. Sudah lewat jam 4 pagi. Begitu berada di dalam penthouse, ia menemukan sosok istrinya sedang berbaring di sofa, dengan tv yang masih menyala. Siwon mendekat dan memperhatikan wajah Nana yang tertidur pulas.

“Kau tidak seharusnya menungguku,” gumamnya. Dengan hati-hati, ia pun mengangkat tubuh Nana, lalu membawanya ke kamar mereka yang terletak di lantai atas.

_oOo_

Oppa, apakah malam ini kau tidak akan pulang lagi?” gumam Nana, seraya menatap kosong makanan yang telah ia siapkan di meja makan. Sudah seminggu ini Nana melakukan kegiatan serupa, menunggu Siwon pulang, untuk makan malam bersama. Namun, selama itu pula ia hanya membuang-buang waktu. Setiap pagi ia akan terbangun di ranjang Siwon, sedangkan lelaki itu sudah pergi meninggalkannya. Nana tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setiap hari mereka bertemu di kantor dan bekerja seperti biasa, namun Siwon selalu sibuk mengurusi sesuatu, sehingga mereka sulit untuk berkomunikasi intens seperti dulu, dan Nana tidak tahu itu apa. Nana merasa hal itu bukan masalah pekerjaan, karena sebagai sekretaris Siwon, Nana mengetahui setiap proyek yang ia kerjakan. Selain itu, setiap hari pun Siwon selalu pulang melewati tengah malam. Jika boleh jujur, sebenarnya Nana merasa akhir-akhir ini Siwon seakan berusaha menjauh darinya, dan hal itu melukai perasaannya. Ditambah lagi, perubahan sikap Siwon ini bermula dari telfon Shiyoung beberapa waktu lalu. Dan hal ini, tentu saja membuat Nana curiga, sakit hati, kecewa, dan… takut!

_oOo_

Nana menghela nafas. Sudah sejam lebih ia menunggu Siwon untuk makan siang, namun lelaki itu tidak kunjung datang. Apakah Oppa marah karena aku datang terlambat? Batin Nana.

Pagi tadi Nana memang bangun terlambat. Semalam ia menunggu Siwon pulang, dan tertidur. Pagi harinya ia malah bangun kesiangan, sekitar jam 8, di kamar Siwon, sedangkan lelaki itu sudah berangkat ke kantor. Jadilah Nana datang terlambat. Setibanya di kantor, ia juga tidak bertemu dengan Siwon, karena lelaki itu pergi bersama Junho. Lagi-lagi tanpa memberitahunya. Baru ketika jam makan siang, Siwon menelfonnya, meminta Nana menunggu di restoran langganan mereka, yang tidak jauh dari kantor, untuk makan siang bersama dan ada yang ingin ia bicarakan. Namun sudah hampir satu jam Nana menunggu, lelaki itu tak kunjung datang.

Nana melirik arlojinya. Beberapa menit lagi jam makan siang habis. Nana beranjak, memutuskan untuk kembali ke kantor. Nana yakin, Siwon tidak akan datang. Nana sudah sangat mengenal Siwon. Lelaki itu pasti lebih memilih menyelesaikan pekerjaannya, atau tidak istirahat siang, daripada harus menunda atau terlambat. Nana memanggil waitress untuk memesan makanan untuk Siwon, meminta bill dan membayarnya. Beberapa saat kemudian, seorang waitress mengantarkan makanan yang Nana pesan. Nana pun kemudian keluar dari restoran.

“Nana!” Nana menoleh ketika mendengar suara laki-laki memanggilnya.

Hong Jonghyun.

Nana tersenyum ketika lelaki itu berjalan ke arahnya.

“Nana, apa yang kau lakukan sendirian di sini?”

“Eoh, aku baru saja makan siang. Oppa?”

“Ah, aku baru selesai meeting dengan klien. Kau sendirian? Mana suamimu?” wajah Nana tiba-tiba muram ketika Jonghyun menanyakan suaminya.

“Ah, Siwon Oppa sedang ada urusan yang harus diselesaikan, jadi aku makan siang sendiri di sini,” jawab Nana.

“Oh, geurae. Itu untuk Siwon?” tanya Jonghyun, merujuk pada bungkusan yang Nana bawa. Nana mengangguk.

Ne,” jawab Nana singkat, seraya tersenyum kaku.

Jonghyun mngerutkan kening melihat ada yang tidak beres dengan Nana.

“Nana, apa yang terjadi padamu? Apa kau baik-baik saja?” selidik Jonghyun.

“Maksud Oppa?”

“Eum, aku hanya merasa ada yang sedang menganggu pikiranmu,”

Nana menunduk. Ia memang sangat susah berpura-pura.

Gwaenchana, Oppa,” jawab Nana, dengan suara serak. Nana tidak tau, matanya tiba-tiba memanas teringat Siwon.

“Nana, jika kau mau, kau bisa bercerita padaku,” ujar Jonghyun, seraya memegang pundak Nana. Nana mengangkat wajahnya, menatap Jonghyun. Jonghyun tersenyum. Ia paham sikap Nana. Bagaimanapun, dulu mereka pernah dekat.

Kaja, kita mencari tempat yang nyaman,” Jonghyun mengambil bungkusan di tangan Nana kemudian membawakannya. Mereka pun berjalan menuju sebuah taman kecil tidak jauh dari tempat mereka, dan duduk di sebuah bangku kecil. Tidak jauh dari bangku itu, terdapat pohon-pohon rindang yang berjejer.

“Bagaimana, kau suka tempatnya?” tanya Jonghyun. Nana mengangguk.

“Jadi, sekarang kau mau bercerita?” lanjut Jonghyun. Sejenak, Nana menatap Jonghyun ragu. Namun, melihat kesungguhan dan perhatian yang ditunjukkan Jonghyun, dan rasa sesak yang sudah memuncak dalam hatinya, Nana pun memutuskan untuk menceritakan apa yang ia rasakan pada lelaki itu.

Nana menarik nafas dalam dan menatap lurus ke depan, ke hamparan rumput hijau di depannya.

“Aku… Aku… aku merasakan perasaan yang berbeda padanya. Aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya…” Jonghyun mengerutkan kening.

“Dia selalu memperhatikanku, memberikan semua yang aku butuhkan tanpa ku minta, memberikan semuanya sampai aku tidak sanggup menerima kebaikannya lagi… Dia sangat baik. Terlalu baik!” Nana menunduk. Setetes airmata mengalir di pipinya. Jonghyun memberanikan diri membelai pundak Nana.

“Tetapi, tiba-tiba dia seakan berbalik 1800! Dalam waktu singkat dia seakan menarik semua perhatian itu! Dan itu membuatku…” kalimat Nana terhenti. Ia menutup wajahnya dan mulai terisak. Jonghyun menunggu Nana untuk tenang, namun isakan Nana malah semakin keras. Jonghyun pun menarik Nana ke dalam pelukannya.

“Siwon?” tanya Jonghyun, memastikan. Nana mengangguk.

“Aku takut Oppa… aku tidak tau apa yang akan terjadi jika…”

“Sssttt….! Jangan berkata yang tidak-tidak. Siwon adalah suamimu, kalian sudah menikah! Kalian tidak akan berpisah semudah itu!”

Nana terhenyak. Hampir saja ia membocorkan perjanjiannya dengan Siwon.

Perjanjian itu!

God! Rasa sakit itu semakin bertambah! Perpisahan itu sudah pasti menghadangnya! Di depan mata!

Tak ayal, Nana semakin terisak, merasakan ketakutan jika waktu itu datang.

_oOo_

Siwon memelankan laju mobilnya ketika melihat sosok Im Nana berada di taman dengan seorang lelaki, Hong Jonghyun! Awalnya, Siwon ingin keluar dan mendatangi mereka, namun hal itu ia tahan melihat mereka malah duduk bersama. Siwon memperhatikan setiap apa yang mereka lakukan, namun sayangnya ia hanya bisa melihat dari belakang, dan tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Rahang Siwon mengeras ketika melihat Nana menangis, dan jatuh ke dalam pelukan Jonghyun.

“Damn!” umpat Siwon, seraya memukul keras kemudinya. Ia pun menyalakan mobil dan meninggalkan tempat itu.

_oOo_

“Nana, ke ruanganku sekarang!” ujar Siwon singkat begitu Nana menjawab telfonnya. Nana mengerutkan kening, penasaran apa yang akan Siwon bicarakan. Sejak makan siang tadi, Siwon tidak menemuinya. Ketika Nana membawakannya makanan, Siwon tidak ada di ruangannya. Ketika Nana menanyakannya pada Junho, lelaki itu mengatakan bahwa Siwon sedang meeting penting dan mendadak dengan general manager. Ketika Siwon datang ke ruangannya tadi, lelaki itu juga langsung masuk, tidak menyapanya seperti biasa.

Nana bangkit kemudian merapikan pakaiannya seraya berjalan menuju ruangan Siwon.  Setelah mengetuk pintu, ia pun masuk.

“Duduklah!” ujar Siwon, dingin dan tegas, seperti Siwon yang pertama kali ia kenal dulu. Tanpa banyak kata, Nana pun mengikuti perintahnya.

Setelah Nana duduk, Siwon menyodorkan sebuah map merah kepadanya. Nana menerima map itu kemudian membacanya.

“Kenaikan jabatan? Menjadi manajer HRD?” tanya Nana, seraya menatap Siwon. Siwon mengangguk.

Oppa mempromosikanku naik jabatan? Mengapa?” tanya Nana, panik. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Mengapa Siwon malah memberikannya posisi manajer? Bukankah ia akan semakin sibuk nantinya, dan akan semakin jauh dengan Siwon? Bukankah nanti mereka akan semakin jarang bertemu? Sangat jarang malah!

Tidak! Ini tidak sesuai dengan apa yang seringkali Siwon katakan. Siwon selalu mengatakan bahwa ia ingin selalu berada dekat dengan Nana, sebisa mungkin membuat Nana berada dalam jangkauannya.

Wae? Kau tidak suka? Aku sudah mendiskusikannya dengan General Manager, dan posisi yang tersedia saat ini adalah posisi itu. Jika kau tidak setuju, aku bisa mendiskusikannya lagi dengan GM. Tetapi butuh waktu yang lebih lama, dan kau tau, akhir-akhir ini aku sangat sibuk,” jawab Siwon, dengan nada datar.

“Bukan itu! Selama ini aku merasa sudah cukup untuk menjadi sekretaris Oppa. Maksudku…”

“Itu menurutmu, Nana…” potong Siwon. Nana mengerutkan kening mendengar jawaban Siwon.

“Maksud Oppa, apakah kinerjaku tidak baik? Atau tidak memberikan hasil yang memuaskan?”

Siwon tersenyum tipis mendengar pertanyaan Nana. Ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.

“Sebenarnya itu hanyalah alasan subyektif,” Siwon menghentikan kalimatnya, menatap Nana tajam, yang kini juga tengah menatapnya penuh tanya.

“Kau masih ingat perjanjian kita, bukan? Aku rasa ini adalah jalan yang terbaik bagi kita berdua. Kau akan memiliki cukup ruang untuk bekerja dengan nyaman, dan tidak perlu merasa canggung karena harus sering bertemu denganku. Selain itu, dengan posisimu sebagai manajer HRD, kau akan semakin sibuk dan kita akan memiliki alasan untuk… bercerai,”

Nana terperangah. Wajahnya pucat pasi.

Aku tidak salah dengar, bukan? Baru saja Siwon Oppa membicarakan tentang perjanjian dan… perceraian?

Nana menunduk. Tangannya gemetar. Matanya mengerjap menahan airmata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.

Jadi ini yang ingin Oppa bicarakan di restoran?

“Ada yang ingin kau tanyakan?” Nana menggeleng lemah.

Geurae, kau bisa pergi sekarang,” lanjut Siwon. Perlahan, Nana bangkit dan berbalik menuju pintu, dengan membawa map merah yang diberikan Siwon.

“Ah ya,” Baru berjalan beberapa langkah, suara Siwon menghentikannya. Nana pun berhenti lalu menoleh.

“Kau bisa memulai pekerjaanmu yang baru mulai besok. Junho sudah menemukan sekretaris baru untuk menggantikanmu,”

Nana meremas map yang ada di tangannya.

“Algetseumnida, Sajangnim!” jawab Nana, dengan suara serak, ia pun segera berbalik dan keluar dari ruangan itu.

_oOo_

Oye hoiii hoiii…!!!

Apa kabar semuaaa???

Akhirnya author bisa menepati janji buat segera publish part 10, at least, ga selama part 9 kemarin, yakk??? Hehehe… 😉

Gomawoo buat readers yang sudah meninggalkan jejak, komen di part sebelumnya… author seneng banget baca komen dari readers, jadi semangat nulis lagiii… hehehee… terima kasih banyak yaa… :* *cium satu-satu

BTW, ada satu hal yg bikin author nyesek, yaitu gosip Nana sama jonghyun! Elaaahh… baru post cerita dengan ada jonghyun-nya, tiba-tiba ada gosip ga enak… heuuu… 😦

Biarlah yaa, ga usah percaya! Kan ga ada buktinya, foto atau apa gitu! Mereka juga nyangkal! Pokoknya, ditunggu lah yaa berita Siwon-Nana di dunia nyataa… hahahaha… 😀

Oya, bikin project yukk!!! 😉

Mention twitter WGM, minta Siwon-Nana jadi couple di WGM! Alasannya mereka kan sama2 most beautiful n most handsome! Pasti jadi great couple! Terus bikin hashtag #SiwonNanaForWGM. Author pernah sekali, entar author capture yaa… kalau Cuma satu ga bakal kerasa, n ga bakal direspon kayanya! Kalau banyakan kan seru tuh! Kita bikin mereka baca mention kita! hahahahaha…. 😀

Yuk, yang setuju cung hand!!!

Finally, ditunggu komennya yaa….;)

Advertisements

62 thoughts on “Promise You (Part 10)

  1. Siwon cemburu tuh ma na2,, blm slng jjr c jd pd g petcaya m psngan. Btw siwon sbnr’y kmn!? Dia cuma muncul dikit z d part ni!??? D tunggu next part n author fighting

  2. ada apa sih sebenernya, udsh senang abang siwon jadi manis gitu, eh tiba2 berubah setelah dapat telfon, dasar ganggu aja.. ditambah cemburu sama jonghyun juga..
    dan sekarang malah sengaja buat nana jauh biar bisa ada alasan cerai..
    hufffttt ditunggu next part, dan semoga cepet juga hehehe

  3. Akhirnya lanjutan ff ini di post cepet. Duh siwon kenapa tuh kok tiba2 jadi berubah dingin lagi semenjak dapet telfon dari shinyoung? Terus kenapa nana dijadiin manager HRD? Jangan2 yg jadi sekertaris baru siwon itu shinyoun lagi. Makin seru nih ffnya. Oh ya mereka kan udah melakukan “itu” semoga nana cepet hamil ya biar siwon lunak lagi. Kaka lagi libur kuliah? Tumben post nya cepet banget hehe, semoga next part post cepet juga kayak ini. Semangat!

  4. Lagi mesra-mesra nya ee malah harus ada hal yg menghalangi 😦
    Sebenarnya siwon kemana sih kasihanka si Nana harus nunggu setiap malam mala udh dibuatin mkn malam 😦
    Skrg malah siwon yg cemburu ama Nana cmn krn salah paham hfttt

    Keep writing kak
    Ditunggu Next partnya 😀 lebih cepat lebih baik

  5. sumpah yaaa tiap hari nungguin lanjutan ff ini lohhh
    siwon sueeeee
    kasian nana
    baca part ini ikutan nyesek sama apa yg dirasain nana
    omg siwon jangan jangan sekertaris baruna shiyoung
    dtnggu part 11 ya…jangan lama lama :*

  6. lah? awalnya mesra2an kok tiba-tiba jadi kayak gitu sih?
    csw kerasukan setan apa tuh?
    kasihan nananya 😦
    ditunggu next partnya~ semoga misteri dibalik sifat csw segera terungkap lol 😀

  7. huaaahhhhh bikin nyesek, padahal udh romantis. Siwon jd berubah sejak dia dpt telp dr shiyoung ditambah lg salah paham krn ngeliat nana di taman. Thor, cpater 11 nya jgn lama2 ya? Penasarn nih

  8. Aigoo…baca ff eonni yg satu ini emang beneran bikin gregetan.
    Siwon kok jadi gitu sih? Aish, kesian banget sama nana.
    Btw eonni, part 11 ditunggu yaa.
    Keep writing:-D

  9. huaaa sebenernya ada apa,kok jdi renggang banget. padahal kan nana kayaknya udah mulai suka sama siwon. makin penasaran sama kelanjutannya. aku tunggu next chapternya thor.

  10. Kok aku jadi ikut ikutan sesek sih sumpah .. kebawa suasana banget … padalah lagi rame pas romantis nya senyum senyum sendiri … eh malah jadi gini huhuhu sedihhh 😭 ….
    next thor lagi asik nih baca nya …

  11. uh, mengpa begini?? knp siwon jd balik dingin ama nana pdhal nana udh mulai mersakan kehadiran cinta itu bgitu jg siwon why??
    apa krn siwon ngeliat nana & jonghyun pelukan?

  12. Sukaaaaaa part 10 ceper post nya ^_^
    “Iseng mampir” eh nemu part 10 ^_^
    Ya ampun itu “tbc”…..pas banget ditempat yg bikin nyesek thor >●<
    Jadi apa yg siwon lakukan selama satu minggu ini?
    Hingga dia mengabaikan nana?
    Ya ampun siwon serius mau bercerai sama nana?
    Setelah nana memberikan semuanya .
    Berasa ga rela (ayolah kalian lupakan saja perjanjian itu)
    Kalo jadi nana pengen ikutan nangis hik…hiks…hiks
    Siwon yang bersikap manis itu telah berubah,kebayang hati nana tercabik-cabik.
    Part 10 ya ampunnnn feel nya kena banget kebawa perasaan sakit hati nya nana.
    Part 11 nya ditunggu yaaaaa author yg baik ^_^

      1. Dengan senang hati menanti part 11.
        Part 11 bakalan nambah seru nih.
        Secara mulai ad konflik “batin”antara nana dan siwon.

  13. Huwaaaaaa ko jdii bwgini thor cerita ny .. Sediiih nyeseek baca ny … ;(
    cuman terlalu kepndekan cerita ny thor … 😀

  14. sedih 😥 kakak kenapa kamu bikin aku kecewa? 😦 kirain aku siwon bakal hidup bahagia sama nana tapi kenpa ngebahas perceraian? ia mpun kakak… kamu jahat banget bikin aku sedih bacanya. 😥

  15. serius dah siwon oppa gak peka banget sama kesalahannya sendiri.. malah nyalahin orang lain lah..

    Emang ya, orang yang di cintai memang paling sering di sakitin

  16. Onni aq langaung komen dari awal ampek par ini d sini yahhh…
    ceritanya cukup simpel and ringan menyenangkan Buat d ikutin…
    kelihatan jelas mau k mana arahnya…
    saran q yah thor buat konflik yg endingnya gak bisa d baca sama pembaca ….
    tapi part 10 ini cukup buat q degdeggan…
    isi in nc nya dikit dong karena onni kadang buat alurnya pada waktu nc 17 nya terlalu kilat gak kelihataaannn…
    cukup segithu jah dulu semangatt semangatttt samangattttttt d tunggu part 11 nya

  17. Hadeh,,,, awalnya bole lah romantis…. terakhir2 nyesek….. aduh sakit nya tuh di sini….

    Ati2 siwon oppa…. ntar malah dirimu yang nyesel karna ternyata g bisa jauh dr Nana,,,, hahaha…. jgn salahkan sapa2 kalo Nana diambil org,….. heheh

  18. Kangen mereka >●<
    Jadi baca lagi part 10 ♥
    Sumpah ga ada bosen nya ^_^
    Dan tetep nyesek ke hati liat siwon nampak "memnpersiapkan "perceraian nya dg nana hwaaaaaaa……hiks….hiks
    Siwon kayanya cemburu liat nana sama jonghyun.

    1. Sama aku juga, authornya mana ini aduh part 11 kapan launching? Saking penasaran, tiap hari aku cek udah post apa belom, eh ternyata.
      Aduh nana eonni kasian banget dah.

  19. ah siwon mah gitu orangnya, jangan ngasih harapan kalau ujung2 perpisahan, dia sendiri aja gak menjelaskan ke nana apa alasan dia akhir2 ini berubah, pake salah paham lagi dia lihat nana sm jonghyun….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s