Promise You (Part.9)

Siwon nana promise you          Title : Promise You Part 9

_oOo_

SentuhanSiwon di pipinya, yang sedangmenyeka air matanya, membuatperhatian Nana kembalipadaSiwon.

“Nana…” panggilSiwon, pelan. Nana menatapSiwonsebagaijawaban. TernyatakiniSiwonjugatengahmenatapnya. Sebuahperasaanasingselalumenjalardihatinyasetiapmelihatkedalammata Nana yang beningdanindah. Tanpasadar, perlahaniamendekatkanwajahnyakepada Nana. Detikberikutnya pun iamenemukanbibirlembut Nana, danmenciumnyadenganpenuhperasaan.

_oOo_

Nana menunduk ketika ciuman mereka perlahan terlepas, sedangkan Siwon masih menatapnya. Nana tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Siwon meraih tangan Nana dan menggenggamnya. Nana mengangkat wajahnya perlahan. Wajahnya bersemu merah ketika menemukan tatapan Siwon. Siwon tersenyum lembut lalu membelai rambut Nana dengan tangannya yang lain.

“Sudah malam, lebih baik kita kembali sekarang,” ujar Siwon, dengan suara serak dan pelan. Nana mengangguk. Siwon kemudian berdiri, dan diikuti Nana. Mereka kemudian turun menuju mobil dengan tangan saling bertautan.

_oOo_

Nana menghela nafas berat. Ia sudah berusaha untuk tidur, namun apa yang terjadi seharian ini membuat otaknya terus bekerja. Ia tidak menyangka, ia menemukan sisi Siwon yang lain, yang seakan selama ini seakan tersimpan rapat di dalam peti emas. Sisi kelam Siwon, yang membuatnya menjadi pribadi yang keras dan tegas, tetapi sebaliknya jika sudah menyangkut orang yang ia sayangi. Orang yang ia sayang? Apakah aku termasuk salah satunya? Aigooo… sadarlah Im Nana! Kau bukan siapa-siapa! Jangan pernah berani mengharapkan lebih! Batinnya. Tiba-tiba, sebuah perasaan berdebar kembali menjalar dihatinya, ketika teringat apa yang terjadi di Bukit Bintang. Ia merasa ketulusan Siwon ketika lelaki itu memanggilnya sayang dan, menciumnya. Setelah itupun, Siwon tidak pernah melepaskan genggamannya, baik ketika mereka berjalan turun tadi, di dalam mobil, bahkan ketika berjalan di hotel.

Klek.

Nana sedikit tersentak ketika mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, diikuti langkah Siwon. Nana berbaring ke arah kiri, membelakangi Siwon dan memejamkan mata, berpura-pura tidur. Beberapa saat kemudian, ia merasakan gerakan di sisi lain ranjangnya, yang menandakan Siwon juga sudah bergabung dengannya. Nana menahan nafas ketika merasakan Siwon berada sangat dekat dibelakangnya, karena ia dapat mencium aroma tubuh Siwon yang khas dan dapat mendengar suara nafasnya. Detik berikutnya, ia kembali merasakan gerakan Siwon yang berbaring dan… God! Sebuah tangan kekar tiba-tiba melingkar di pinggangnya! Tanpa ditanya, Nana sudah tau pasti siapa pemilik tangan itu! Tidak hanya itu, Siwon pun mengeratkan pelukannya hingga Nana dapat merasakan nafas hangat Siwon di tengkuknya. Nana menggeliat pelan, bermaksud melepaskan diri.

“Ssssttt… Jalja!” bisik Siwon pelan dan lembut, kemudian mengecup puncak kepalanya. Nana terpaku. Apa yang terjadi? Apa yang harus ia lakukan? Apakah ia harus melepaskan diri dari pelukan Siwon atau diam saja? Nana merasa initerlalu intim. Mereka memang suami istri, tetapi hanya sebatas kontrak. Bukannya ia bermaksud berpikir yang bukan-bukan, ia hanya tidak pernah mengira mereka akan tidur seranjang dan Siwon memeluknya erat, seperti ini! Di saat yang bersamaan, Nana juga tidak dapat memungkiri ada sebuah rasa hangat, nyaman, dan aman setiap bersama Siwon. Beberapa saat kemudian, ia dapat merasakan nafas Siwon yang teratur, menandakan bahwa lelaki itu telah terlelap. Nana menghela nafas lega, dan tanpa sadar ia pun jatuh terlelap dalam kenyamanan dekapan Siwon.

_oOo_

Siwon membuka pintu kamar mandi, dan melihat Nana berbaring membelakanginya. Siwon perlahan naik ke ranjang, dan memerhatikan Nana yang sepertinya sudah terlelap selama beberapa saat. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi padanya. Sebuah rasa asing yang dulu samar-samar ia rasakan dan selalu ia abaikan, semakin lama semakin berkembang. Ia tidak tahu perasaan itu apa. Ia belum pernah merasakannya sebelumnya. Ya, Nana adalah orang pertama yang membuatnya merasakan rasa asing ini. Dia merasa nyaman berasama Nana, rasa nyaman yang berbeda seperti yang ia rasakan ketika bersama keluarganya. Ia merasa bahagia dan lega hanya dengan melihat senyuman Nana, mendengar suara dan gelak tawanya. Tiba-tiba, rahang Siwon mengeras. Ia telah membuat Nana menangis, tadi. Ia benci melihat air mata Nana. Selama ini, ia berusaha menyelesaikan masalah Nana, agar wanita itu tidak menangis lagi. Tetapi kali ini, ia malah membuat Nana menangis untuknya. Sebenarnya ia kecewa pada dirinya sendiri karena telah menjatuhkan air mata Nana, namun ia juga merasa tersentuh, ada seorang wanita, dan wanita itu adalah Nana, yang menangis untuknya, seakan merasakan penderitaannya. Ia pun bisa merasakan ketulusan Nana.Mengikuti keinginan hatinya, Siwon pun berbaring, kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Nana. Tidak, ini bukan keinginan, melainkan kebutuhan! Ya, kini ia kembali merasakan kerentanan sewaktu ia kecil, dimana ia tidak memiliki tepat berlindung, dan Nana datang seolah menerima kerentanan itu dan perlahan mengobatinya.

Siwon dapat merasakan tubuh Nana yang terpaku ketika ia memeluknya, membuat Siwon sadar, ternyata Nana belum tidur. Ketika ia memeluknya lebih erat, Nana menggeliat pelan, bermaksud melepaskan diri.

“Ssssttt… Jalja!” Siwon berbisik pelan kemudian mengecup puncak kepala Nana. Tidak! Siwon tidak ingin melepaskannya! Tidak mau!

_oOo_

Oppa, bolehkan malam ini aku menginap di rumah Eomma? Hana sedang tidak enak badan, aku ingin membantu Eomma.”

Siwon menoleh pada Nana yang berjalan di belakangnya. Mereka baru saja selesai meeting, dan berada tepat di depan ruangan Siwon.

“Sudah dibawa ke dokter?” tanya Siwon, seraya berbalik dan menatap Nana penuh perhatian. Nana menggeleng.

“Belum. Mungkin nanti sore. Aku akan menemani mereka ke dokter. Itupun jika Oppa mengijinkan,” Siwon terlihat berpikir sebentar.

“Tentu. Kau bisa pulang sekarang,” jawab Siwon.

“Sekarang? Tapi sekarang masih jam makan siang. Maksudku, masih belum waktunya pulang.”

Siwon tersenyum lalu memegang kedua pundak Nana.

“Kita baru tiba dari Jogja kemarin sore. Aku yakin kau masih lelah. Jadi, lebih baik kau pulang sekarang, membawa Hana ke dokter, lalu beristirahat,”

“Geundae…”

Cupp.

Sebuah kecupan Siwon di pipinya membuat Nana menghentikan argumentasinya.

“Berhentilah mendebatku. Bereskan barang-barangmu sekarang, dan Junho akan mengantarmu,” ujar Siwon, lalu menoleh pada Junho yang berdiri tidak jauh di belakangnya. Junho mengangguk.

Nde,” Nana menjawab pelan. Siwon kemudian membuka pintu dan masuk ke ruangannya.

_oOo_

Siwon melangkah gontai menuruni tangga. Rumahnya terasa sepi tanpa kehadiran Nana. Pada jam segini biasanya Nana akan sibuk menyiapkan makan malam, kemudian menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya yang belum selesai di ruang tamu, seraya menyaksikan drama favoritnya. Tapi kini, baru pertama kali Nana tidak ada, perbedaannya jelas terasa. Padahal sebelumnya, Siwon telah terbiasa dengan kesunyian itu. Ia terbiasa pulang kerja larut malam. Sesampainya di rumah, dia pun langsung tidur.

Bing!

Siwon merogoh ponsel di sakunya dan membaca sebuah pesan yang ternyata dari Nana.

Oppa, tadi aku sudah membuat makan malam untukmu.

Pasta saus bolognese dengan cocktail sausage.

Aku menyimpannya di kulkas, kau tinggal menghangatkannya di microwave selama 5 menit.

Aku sengaja memasaknya tadi pagi untuk berjaga-jaga jika saja aku jadi menginap di rumah Eomma malam ini.

Semoga kau suka J

Selamat malam…!!!

Siwon tersenyum. Wanita ini, seakan mengerti kebutuhannya tanpa harus Siwon katakan. Ia berjalan menuju kulkas dan membukanya. Siwon kemudian mengambil sebuah box plastik berisi pasta dan box lain yang lebih kecil berisi saus bolognese. Siwon membukanya. Ia menatap makanan itu lalu terdiam sejenak. Tidak. Bukan makanan yang Siwon butuhkan. Tapi Nana. Ya, kehadiran Nana, aktivitas Nana yang sibuk memasak makanan untuknya. Itu yang ia inginkan.

Siwon pun menutup box itu dengan rapi dan kembali meletakkannya di kulkas, kemudian bergegas ke kamarnya.

_oOo_

Nana menutup pintu pagar rumahnya lalu berbelok ke arah kanan, menuju sebuah minimarket terdekat, yang berjarak beberapa ratus meter dari rumahnya. Jalanan sudah mulai sepi, apalagi rumahnya memang terletak di pinggiran kota. Nana mempercepat langkahnya karena merasa sedikit takut.

“Nana!” Tiba-tiba suara seorang lelaki memanggilnya. Nana menoleh dan menyipitkan matanya, memperhatikan sesosok lelaki yang tengah mendekat kepadanya, dari seberang jalan.

“Jonghyun Oppa?” ujar Nana, setelah mengenali sosok lelaki tersebut. Lelaki itu pun berhenti dan berdiri di depannya, kemudian tersenyum.

Ne. Kau masih mengenaliku?” ujarnya.

Aigoo, bagaimana mungkin aku lupa, eoh?” jawab Nana. Ya, bagaimana Nana lupa pada lelaki yang pernah menjadi idolanya dulu?

“Eum, kapan kau datang, Oppa?” lanjutnya.

“Dua hari yang lalu. Aku dimutasi ke sini oleh perusahaan. Aku ingin main kerumahmu, tetapi aku masih menyelesaikan urusanku dulu,” Nana mengangguk mendengar jawaban Jonghyun. Dulu mereka pernah menjalin hubungan dekat, tetapi tidak sampai berpacaran. Jonghyun adalah orang yang pintar dan berdedikasi tinggi. Ketika ia baru lulus kuliah, dia langsung mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan. Namun, ia langsung ditugaskan ke Thailand. Saat itu Nana masih di tingkat 3. Setelahnya, Nana jarang mendapat kabar dari Jonghyun, dan terlalu sibuk dengan urusannya sendiri, mengurus kuliah, adiknya, dan bekerja.

“Wahh… kalau kau ada waktu, kau bisa berkunjung, Oppa. Eomma pasti senang. Oya, bagaimana pekerjaanmu?”

“Ya, semuanya berjalan lancar. Eum, ngOmong-ngOmong kau mau kemana malam-malam begini?”

“Eoh, aku mau ke minimarket di depan,”

“Kau sendirian? Perlu ku antar?”

“Tidak perlu! Dia bersamaku!” Nana dan Jonghyun serentak menoleh setelah mendengar suara tegas seorang lelaki. Lelaki itupun berjalan mendekat.

Oppa…” gumam Nana.

“Sayang, mengapa kau keluar sendirian malam-malam begini? Mengapa tidak menungguku?” ujar lelaki itu, seraya melingkarkan tangannya di pinggang Nana lalu mengecup puncak kepalanya. Lelaki itu tidak lain adalah Choi Siwon.

Oppaa…” ujar Nana pelan, seraya menoleh pada Jonghyun, merasa tidak enak.

Oppa, kapan kau datang? Mengapa tidak memberitahuku dulu?”

“Eum, baru saja. Apakah aku harus meminta izin dulu untuk menemui istriku, eum?” jawab Siwon, lalu tersenyum menggoda.

“Istri?” gumam Jonghyun pelan. Namun, cukup bisa didengar oleh Nana dan Siwon.

“Ah, Oppa, kenalkan, dia Hong Jonghyun, seniorku ketika kuliah dulu. Jonghyun Oppa, kenalkan…”

“Choi Siwon, suami Nana.” Tanpa menunggu Nana menyelesaikan kalimatnya, Siwon sudah mengulurkan tangan dan mengenalkan diri dengan gaya khasnya. Gaya yang menunjukkan wibawa seorang Choi Siwon, dan mengintimidasi lawan bicaranya. Jujur, Siwon memang merasa terganggu dan kesal melihat keakraban Nana dengan lelaki itu.

“Ah ye, Hong Jonghyun imnida. Bangapseumnida,” jawab Jonghyun, seraya menyambut uluran tangan Siwon.

Geurae, apakah kita bisa pergi sekarang?” ujar Siwon, seraya menatap Nana.

“Ah, tentu saja,” jawab Nana. Nana sudah mengerti maksud Siwon jika sudah berkata seperti itu. Sebenarnya itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan. Nana kemudian berpamitan pada Jonghyun, kemudian meneruskan langkahnya menuju minimarket bersama Siwon.

_oOo_

“Eoh, Sajangnim?” ujar Nyonya Im kaget, setelah melihat Nana kembali dari minimarket bersama Siwon.

“Annyeong haseyo Eomoni,” ujar Siwon, seraya membungkuk memberi hormat. Nyonya Im pun segera mempersilakan Siwon masuk. Siwon pun masuk dan duduk di alas empuk yang tergelar di lantai kayu. Rumah Nana adalah Hanok, rumah tradisional Korea.

Sejenak Nana ragu untuk meninggalkan mereka berdua. Tetapi setelah melihat Eomma-nya yang bersikap ramah pada Siwon, Nana pun meninggalkan mereka berdua ke belakang sebentar, meletakkan belanjaannya.

“Aigooo… mengapa Nana tidak memberitahuku bahwa Anda akan datang?”

“Ah ye. Saya memang tidak memberitahu Nana sebelumnya bahwa saya akan datang,” jawab Siwon.

“Ah yee… apakah Anda sudah makan?” tanya Nyonya Im. Siwon menoleh pada Nana yang datang membawa minuman hangat.

“Belum.” Jawab Siwon singkat. Nana menoleh pada Siwon.

“Belum? Bukankah aku sudah membuatkan makan malam untuk Oppa?” jawab Nana, heran.

“Eum, aku tidak suka makanan yang sudah dingin,” jawab Siwon.

Mwo? Bukankah Oppa bisa menghangatkannya?”

“Aku tidak suka makanan yang dihangatkan,” Nana mengerutkan keningnya mendengar jawaban Siwon yang menurutnya tidak masuk akal.

“Sudah, jangan ribut! Eomma akan menyiapkan makan malam untuk Sajangnim. Saya harap Sajangnim menyukai makanan yang kami siapkan,” ujar Nyonya Im, menengahi. Ia pun bangkit dan menggeser sebuah pintu yang menghubungkan ruang tamu dan ruang makan, kemudian mempersilakan Siwon untuk masuk ke ruang makan.

_oOo_

“Selamat makan!” ujar Nyonya Im begitu makanan sudah siap dan Siwon sudah duduk di bersila di salah satu sisi meja yang sudah disediakan. Kening Siwon berkerut melihat aneka masakan di depannya. Seluruh makanan itu menggunakan bumbu pedas!

“Kau harus mencobanya!” lanjut Nyonya Im melihat Siwon hanya diam. Nyonya Im kemudian meletakkan sup kimchi ke dalam mangkuk nasi Siwon, dan menambahkan beberapa potong jeon.

Palli meokgo!” ujar Nyonya Im seraya tersenyum. Siwon mengangguk pelan, kemudian mencoba makanannya. Awalnya ia ngeri melihat warna merah yang mendominasi makanannya. Tetapi, setelah mencicipi makanan itu, rasa khawatir itu malah berubah. Makanan ini sangat enak, walaupun memang terasa pedas, dan Siwon memilih “mengorbankan diri” untuk memakan makanan yang pedas itu karena memang rasanya enak dan ia sudah lapar. Nyonya Im tersenyum melihat Siwon yang makan dengan lahap. Jujur, sekarang penilaiannya terhadap Siwon sudah berubah. Ia sudah tau alasan Siwon mengajukan pernikahan kontrak kepada Nana. Ia juga tau bahwa Siwon memang lelaki yang baik, tidak menyakiti atau memanfaatkan Nana, tetapi sebaliknya. Lelaki itu malah menghormati dan menjaga Nana. Dan hal yang paling membuatnya terenyuh adalah Siwon memintanya untuk tidak berbicara formal, dan menganggap Siwon sebagai anaknya. Jujur, dulu Nyonya Im mengira Siwon akan bersikap arogan dan semena-mena, namun yang terjadi malah sebaliknya.

Omo! Oppa, apa yang kau makan?!” pekik Nana panik begitu ia masuk ke ruang makan dan melihat Siwon tengah makan dengan lahap. Siwon tersedak, karena kaget atas teriakan Nana.

“Uhukk… uhukk!” Siwon batuk berkali-kali, dan wajahnya memerah. Nyonya Im dan Nana yang panik, segera memberi Siwon air minum.

“Ya! Apa yang kau lakukan! Lihat apa yang terjadi pada suamimu!” tegur Nyonya Im pada Nana. Nana tidak menghiraukannya karena terlalu fokus pada Siwon.

Oppa, gwaenchana?” tanya Nana, setelah batuk Siwon mereda. Siwon mengangguk pelan. Wajahnya memerah. Tenggorokannya serasa terbakar. Ia sudah bersusah payah menelan makanan-makanan yang pedas tadi, ditambah ia harus tersedak!

“Siwon-ah, gwaenchana?” tanya Nyonya Im. Siwon kembali mengangguk, lalu mengambil gelas berisi air yang diberikan Nana lalu meminumnya.

Aigooo… lebih baik kau istirahat sekarang. Aku akan membuatkan teh madu hangat. Nana, antarkan dia ke kamar!” ujar Nyonya Im. Nana pun menurut. Perlahan ia membantu Siwon berdiri, lalu memapahnya berjalan menuju kamar. Sedangkan Nyonya Im bergegas ke dapur untuk membuatkan teh madu hangat. Siwon tersenyum geli melihat Nana yang memapahnya dengan hati-hati. Sebenarnya Siwon tidak membutuhkannya. Ayolah! Siwon hanya tersedak! Bukan menelan racun! Namun entah kenapa, Siwon merasa nyaman berada sedekat ini dengan Nana, dan merasakan Nana dalam pelukannya.

Oppa, kau bisa berdiri sebentar?” tanya Nana seraya menoleh pada Siwon. Siwon segera menyembunyikan senyumannya, dan mengerutkan wajah, seolah merasa sakit, lalu mengangguk.

Chamkanman,” ujar Nana. Ia kemudian mengeluarkan kasur gulung lalu menggelarnya. Kemudian membantu Siwon untuk berbaring, dan menyelimutinya.

“Sebentar Oppa, aku akan mengambil teh untukmu dulu,” ujar Nana, seraya bangkit. Namun Siwon menahan tangannya, dan alhasil membuat Nana menoleh.

“Cepatlah kembali!” ujarnya, pelan. Nana mengangguk, kemudian bangkit dan berjalan keluar kamar, menuju dapur.

Eomma, tehnya sudah siap?” tanya Nana.

Ige!” ujar Nyonya Im seraya menyerahkan mug berisi teh madu hangat. Nana menerimanya lalu berbalik.

“Nana!” panggil Nyonya Im, tepat sebelum Nana melangkah. Nana berbalik dan menatap ibunya penuh tanya.

“Kau akan tidur dengannya?” tanya Nyonya Im, hati-hati.

“Maksud Eomma?”

“Kau akan tidur sekamar dengannya malam ini?” ulang Nyonya Im.

“Ah.. itu.. aku… ” Nana bingung akan menjawab apa. Ia tidak menyangka ibunya menanyakan hal ini.

“Kau pernah tidur dengannya?”

“Iya,” jawab Nana refleks. Kening Nyonya Im berkerut dan memandang Nana dengan mata menyipit.

“Tetapi.. maksudku bukan… Eum, waktu ke Jogja… tapi kami tidak…” Nana bingung bagaimana menjelaskannya dengan baik. Ia benar-benar gugup.

“Kau mencintainya?” tembak Nyonya Im.

Mwo?” Nana semakin tidak mengerti atas pertanyaan ibunya. Nyonya Im tersenyum melihat wajah Nana yang memerah.

“Kau harus menjaganya malam ini! Pergilah, dia pasti sudah menunggumu!” ujar Nyonya Im. Nana menurut dan bergegas pergi ke kamarnya.

Nyonya Im memandang Nana yang menjauh kemudian di menghilang dibalik pintu kamarnya.

Kau mencintainya, Nak! Dia juga memiliki perasaan yang sama padamu. Aku dapat melihat dan merasakannya, dari setiap sikap kalian, dari cara dia melihatmu, berbicara padamu. Begitupun dirimu. Aku bisa melihat dari perhatian dan kekhawatiranmu yang sangat besar padanya. Aku harap, kalian bisa bahagia!

_oOo_

“Ya Tuhan! Nana, mengapa kau selalu terlihat semakin cantik?” ujar Tuan Choi pada Nana begitu ia tiba di kediaman Keluarga Choi bersama Siwon. Setiap dua minggu sekali mereka memang mengadakan makan malam bersama di rumah Keluarga Choi. Tradisi itu sudah turun-temurun dilakukan oleh keluarga Choi.

Setelah selesai saling bertukar salam, mereka pun masuk dan menuju ruang makan keluarga dan duduk di kursi masing-masing. Tuan Choi duduk di paling ujung, sedangkan Nyonya Im di sebelah kanannya, kemudian Shinwoo dan Inna. Sedangkan Siwon dan Nana duduk di sebelah kiri, saling berhadapan dengan Nyonya Choi dan Shinwoo.

“Eoh, bagaimana pekerjaanmu, Siwon?” tanya Nyonya Choi, memulai pembicaraan dengan topik yang netral.

“Eoh, semuanya berjalan dengan lancar Eomma. Sekarang kami sedang mempertimbangkan untuk memulai proyek baru di Jeju.” Jelas Siwon.

Aigoo… sepertinya kau terlalu sibuk, Siwon-ah! Seharusnya kau meminta bantuan kepada Shinwoo juga, agar kau tidak terlalu sibuk! Kasihan istrimu!” ujar Nyonya Choi.

“Maksud Eomma? Shinwoo sudah memiliki jobdesk tersendiri, Eomma…”

“Ckk! Dasar lelaki! Yang ada dipikirannya hanya pekerjaan! Siwon-ah, coba kau pikir, kalau kau sibuk, Nana juga akan sibuk! Kapan kalian memiliki waktu berdua, eoh?”

Eomma tenang saja, kami bisa mengatur waktu kami,” jawab Siwon.

“Eoh, geurae? Nana, apa kau sudah mulai…” Nyonya Choi menghentikan kalimatnya kemudian menggerakkan tangannya membentuk lingkaran di depan perut. Nana menyipitkan mata, mencoba memahami maksud mertuanya.

“Euh?” gumam Nana, tidak mengerti.

“Hamil,” ujar Nyonya Choi, lugas. Semua tatapan pun langsung tertuju padanya.

“Apakah kau mulai merasakan tanda-tanda kehamilan?” ulang Nyonya Choi, lebih jelas dari sebelumnya.Wajah Nana memerah. Ia menoleh kepada Siwon, namun Siwon tetap pada posisinya.

Eomma, kami masih belum memikirkannya,” jawab Siwon.

“Ckk! Itu maksud Eomma! Mestinya kau mengurangi pekerjaan Nana, atau mencari sekretaris lain agar Nana bisa beristirahat dan tidak kelelahan!”

“Maaf Eomoni, tetapi…” Nana ingin memberikan jawabannya untuk menghentikan perdebatan antara Siwon dan ibunya, tetapi kalimatnya terhenti karena Siwon tiba-tiba mengenggam tangannya.

Eomma, kami memang tidak merencanakan memiliki anak dalam waktu dekat ini. Kami baru saja menikah, dan… yaa… kami masih ingin menikmatinya, tidak terburu-buru,” jawab Siwon, seraya mengangkat bahu dan menggerakkan alisnya, kemudian tersenyum. Alhasil, jawabannya itu memancing tawa di antara mereka.

“Ckk! Dasar kau!” jawab Eommanya gemas. Siwon hanya tersenyum dan menoleh pada Nana yang semakin menundukkan wajahnya.

_oOo_

Ting.

Suara denting gelas yang saling beradu terdengar dari seluruh sudut taman kediaman Keluarga Choi, dimana sebuah pesta sedang digelar. Pesta itu sengaja digelar di kediaman Keluarga Choi untuk menciptakan suasana kekeluargaan dan agar lebih homey. Sebuah pesta yang diadakan untuk memperingati ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Choi yang ke 32 tahun. Tidak hanya kerabat, mereka juga mengundang beberapa relasi yang cukup dekat dengan mereka.

Siwon mengedarkan pandangannya ke seluruh area pesta, mencari sosok istrinya yang seharusnya mendampinginya menemui para tamu. Namun sejak mereka tiba tadi, Inna langsung menculiknya. Memang, akhir-akhir ini Nana diikutkan dalam persiapan pesta, dan Siwon tidak bisa mencegahnya karena permintaan itu langsung dari Eomma dan adiknya. Alhasil, Nana harus membagi waktunya dengan pekerjaan dan persiapan pesta. Sebenarnya Siwon merasa khawatir, tetapi ia percaya pada Eommanya yang sangat protektif kepada Nana. Eommanya pasti bisa menjaganya.

Siwon mengambil segelas white wine yang dibawa oleh seorang waitress. Ia meminumnya kemudian menyapa seorang tamu petinggi perusahaan asal Jepang. Siwon mengerutkan kening melihat laki-laki yang berdiri di samping tamunya tadi.

“Siwon-ssi? Senang bertemu dengan Anda!” ujar lelaki itu.

“Jonghyun-ssi?” tanya Siwon, memastikan.

“Ah,ye. Wah, saya kira Anda lupa,” jawab Hong Jonghyun. Siwon tersenyum.

“Tidak mungkin saya lupa kepada Anda, Jonghyun-ssi!” jawab Siwon. Ya, bagaimana mungkin aku lupa pada lelaki yang hampir saja menggoda istriku?

“Apa kabar?” tanya Siwon berbasa-basi.

“Baik, seperti yang Anda lihat. Bagaimana dengan Anda? Oya, mengapa Anda sendiri? Nana dimana?”

“Eoh, Nana…”

“Kita sambut… Choi Nana…!!!” suara MC yang menyebutkan nama Nana berhasil menyedot perhatian mereka. Seketika, Siwon dan Jonghyun menoleh ke asal suara. Terlihat Nana sudah berada di atas panggung dengan mengenakan gaun selutut berwarna putih.

“Nana…” gumam Siwon.

“Wah, sepertinya sedang menunjukkan passionnya!” ujar Jonghyun. Siwon menoleh dan menyipitkan matanya, menatap Jonghyun.

“Maksudmu?”

Jonghyun menoleh pada Siwon dan tersenyum. “Saat kuliah dulu, Nana mengikuti klub tari ballet, dan dia adalah salah satu pentolan dari klub itu,” ujar Jonghyun, kemudian menegak wine-nya.

Musik pun dimulai, dan Nana mulai menunjukkan kemampuannya yang luar biasa. Dengan indahnya dia menggerakkan tubuhnya, menari, berharmoni dengan alunan musik. Indah bagaikan angsa. Siwon tidak bisa memungkiri ada rasa kagum dan terpesona melihat penampilan Nana. Namun, rasa itu tertutup ketika melihat para lelaki lain juga secara terang-terangan menunjukkan kekagumannya pada Nana, dan memandang istrinya tanpa berkedip. Rahang Siwon mengeras.

Prok prok prok.

Suara tepuk tangan riuh terdengar begitu Nana selesai menampilkan tarian balletnya. Tanpa membuang waktu, Siwon segera menerobos para tamu yang menghalangi jalannya ke arah panggung. Begitu tiba di depan panggung, ia langsung naik dan melepas jasnya, kemudian memasangnya pada Nana, menutupi bahunya yang terbuka.

“Ayo!” ujar Siwon, tegas tak dapat dibantah. Nana yang sedang bingung melihat emosi di wajah Siwon tidak mampu bertanya apalagi menolaknya. Ia pun hanya pasrah ketika Siwon menyeretnya turun dari panggung dan membawanya masuk ke dalam rumah.

_oOo_

Oppa, waegeure?” tanya Nana pelan. Siwon tidak menghiraukannya, dan terus menyeret Nana sampai mereka tiba kamar tidur Siwon. Siwon menarik Nana masuk dan melepasnya. Kemudian ia menutup pintu dan menguncinya.

“Jadi seperti ini caramu menarik perhatian para lelaki? Hah?” tanya Siwon dengan keras, seakan membentak. Nana menunduk. Matanya berair. Ia sangat takut. Ia tidak pernah melihat Siwon semarah ini sebelumnya, dan dia tidak tau harus bagaimana. Parahnya lagi, dia tidak tau apa yang membuat Siwon marah padanya.

“Mak… Maksud Oppa?” tanya Nana dengan suara bergetar.

“Maksudku? Kau tidak mengerti atau hanya berpura-pura tidak mengerti, eoh?” jawab Siwon, seraya maju mendekati Nana, sedangkan Nana terus berjalan mundur menjauhi Siwon.

“Nana, kau sudah menikah! Tidak sepantasnya kau menari seperti tadi di hadapan para lelaki!” lanjut Siwon seraya maju mengikuti langkah Nana yang terus mundur menghindarinya. Sialnya, Nana sekarang menabrak lemari, dan tidak bisa menghindari kemana-mana lagi.

Oppa, mianhae… aku tidak bermaksud untuk…”

“Apa?” potong Siwon, seraya memukul lemari tepat di samping kepala Nana dengan keras, membuat Nana tersentak kaget.

“Kau masih ingin membela diri, eoh? Kau tidak tau lelaki-lelaki itu bahkan sampai membelalakkan matanya karena melihatmu!” Nana menunduk dalam. Tidak berani berkata-kata lagi.

Aish, jinjja!” ujar Siwon seraya berbalik dan menutup wajah dengan kedua tangannya. Sesaat kemudian, dia berbalik dan kembali pada Nana. Ia menangkup wajah Nana dengan tangannya. Dengan lembut Siwon mencium kening Nana, pipi, dan kelopak matanya.

“Sayang, tatap aku!” ujar Siwon, lembut. Perlahan, Nana membuka matanya menatap Siwon.

“Nana, kau adalah istriku! Kau adalah milikku! Dan aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik apa yang telah menjadi milikku!” ujar Siwon, pelan dan lembut, namun tegas dan jelas. Nana menatap Siwon penuh tanya.

Oppa… aku…” Siwon membungkam Nana dengan ciuman sebelum wanita itu menyelesaikan kalimatnya. Ia mencium Nana dengan lembut dan penuh perasaan. Meluapkan seluruh rasa yang selama ini ia abaikan, ia hindari, dan ia pendam, dan selanjutnya, mengklaim Nana, membuktikan bahwa wanita itu benar-benar istrinya, miliknya.

_oOo_

 

To Be Continued…

 

Hai haiii…

Gimana kabar readers semuanyaaa… ???

Mianhae, jeongmal mianhaeyooo baru publish lanjutannyaa…

Akhir2 ini emang sibukk binggoo dan lagi ga ada passion buat nulis… heuuu…

Well, ditunggu yaa komennya biar author semangat nulis lagiii…

Gomapseumnida *bow

 

Advertisements

57 thoughts on “Promise You (Part.9)

  1. Akhirnya di post jg 😉
    Selama ini selalu ngecek apa udh publish atw Blm, ee pas td ngecek udh publish rasa” seneng bgt 😀

    Apa lagi dua sejoli yg saling jatuh cinta tp blm ngungkapin hehehe lucu bgt
    Pas siwon cemburu ama hong jonghyun trus ama yg pas pesta ultha mama siwon, siwon cemburu ampe main narik tangan Nana tanpa aba” 😀
    Makin seru dan kgk sabar nunggu Part selanjutnya 😀
    Ayooo eonnie semangat nulisnya 🙂
    Keep writing 🙂

    1. Wahhh… komentar pertama… 👍👍👍
      Hahahahaa…. jeongmal.mianhae lama banget publishnyaaa… iya, kemarin super duper sibukk.. kedepannya insyaallah ga bakal selama part ini kok… 😊😊
      Gomawo udah mau jadi.pembaca setia n.mantengin nih wp… gamsahamnida… 😘😘😘

  2. Akhirnya di post juga….
    Asikkkkk mereka berdua udah saling jatuh cinta tapi sayang belum mau mengakui -_- Siwon mah protective banget sama Nana ya. Aduh itu endingnya kenapa begitu kak -_- jadiiiiii apa yang terjadi sama Nana? Semiga Nana cepet hamil deh wkwkkw

  3. akhirnyaaaaaa…
    setelah setiap hari bolak balik liat udah post atau belum..

    eiii siwon udah berni nunjukin perasaannya sekarang k nana.. kayakny siwon harus d pancing kecemburuannya dulu baru berani..

    nana juga jangan nyangkal mulu perasaannya k siwon, ibunya aja bisa liat klo mereka saling mencintai..

  4. akhirnyaaaaaa…
    setelah setiap hari bolak balik liat udah post atau belum..

    eiii siwon udah berni nunjukin perasaannya sekarang k nana.. kayakny siwon harus d pancing kecemburuannya dulu baru berani..

    nana juga jangan nyangkal mulu perasaannya k siwon, ibunya aja bisa liat klo mereka saling mencintai..

    semangat author buat lanjutinnya, selalu ditunggu kok

  5. kyaaaaa akhir keluar juga ni ff dri persembunyian nya .
    wah wah wah
    tu dh kiss yg keberapa ya thor .
    kelanjutan nya gimna entar tor
    yadong kah ? #plak #gorok

    sibuk banget ya thor ampe setahun gak di keluarin dri rumah nya .????
    tapi tapi
    pendeeeeeeek thor .
    panjangin lagi dong
    asik asik eee malah .
    TBC …

    yg opening nya nape tu thor . kagak ade spasi nye 😀 .

    oke deh sekian bacotan aye thor .
    klu bisa jngan lama lama thor kelnjutan nye lumutan entar aye nye thor .

    fighting thor .

    1. Kiss yg keberapa?? Wahh… coba hitung deh yaaa… hahahaa…. 😀😀😀
      Eummm… doakan aja yaa mereka cepet punya baby… hohoii…😊😊😊
      Iya chingu. Super duper sibukk kemarin tuh.. kedepannya insyaallah ga gini kok.. ,😄😄😄

  6. terus ngecek tiap hari kapan publish ny???senang akhir ny publish juga..
    aduhh wonwon yang jelas dong bilang suka ny..kan jadi nana gak ragu2 gitu!!
    lah kirain nana mw jd MC atau nyanyi gitu,,trnyata nari balet..hehehe
    tapi kok kaya agak cepet gitu ya alur ny,,kaya lompat2 gitu..tapi gak bgtu mempengaruhi,,ttp bikin penasaran!
    di tunggu sekali part berikut ny..berharap tidak selama part 9 ini publish ny..
    semangat..

  7. oh my gawd. finally update juga. nunggunya udah lama bangeeett.

    csw serem amat kalo lagi jatuh cinta. jadi overprotect gitu xD jadi ngga ada yg berani deketin nana deh, satpamnya galak gitu lol
    dan itu akhirnya mereka buat baby apa gimana tuh? duhduuhh ngga usah pake kontrak2an deh. hapus aja kontraknya, udah saling cinta ini kok /bikin skenario sendiri lol/

    ditunggu next chapternyaa. seru bgt ngikutin ff ini, ceritanya kayak nyata gitu. seru^^

  8. hahay siwon udh mulai suka sama nana. kayanya nana juga dah mulai suka sama siwon
    pengen denger won daddy nyatakan cinta sama nana 🙂

  9. Akhirnya muncuk jg…
    Bolak-balik blog ini, nunggu2 ff nya 😀

    Ah siwon ternyata cemburu…
    Semoga mereka bisa saling membuka perasaan… :* :*

    Nana jg terlalu polos, jadinya kan siwon selalu cemburu 😀

  10. Hiks hiks… author tega banget sih PHP-in reader…. tbc nya selalu di sweet moment….
    Ups…. pikirannya mulai aneh2…. hahahaa….

    Unnie,,,, mksh udah update cerita ini,,,, ditunggui lho dari jaman purba (lebay)
    Mskipun berasa dikit tapi g papa deh,,, makin manis aja kok ceritanya,,,, sikap siwon jg makin manisss…. author nulisnya sambil ngabisin gula tetangga ya? hehhe

    Kedepannya Nana mesti siap2 diklaim jd hak milik nih,,, tapi kapan ya siwon terus terangnya,,,, hhmmm ditunggu aja deh….

  11. Akhirnya dipost juga 🙂
    Hampir setiap hari aku ngecek, udah di post apa belum
    Wuahh, ternyata siwon bener2 udah jatuh cinta sama nana, nana juga kayanya. Ditunggu sampe nana nya hamil ya thor
    Keep writing (y), fighting 😉

  12. Lanjuttt … Gila pas baca jadi deg deg kan 😀 hehehe
    Siwon cemburu nya gitu bgt jadi kasian sama nana …
    Thor cpt next yah ….. Rame nih

  13. Ho…ho…hoo skhirnta authornim post juga.wah nana mau diapain tuch ma siwon hayooo… fighting authornim saya tunggu lanjutannya

  14. Salam kenal author ^_^ ak reader baru.Maaf baru bisa koment di part 9 ini.Ak suka banget ff ini beda dari yg lain cast ny dan ak suka banget ^_^ Mungkin saat ini perasaan cinta siwon mulai tumbuh untuk nana tapi dia belum yakin 100% dengan perasaannya.Suka liat siwon cemburu kaya gitu hehehe tapi ak takut reaksi Tn&Ny choi klo tahu pernikahan ini hanya kontrak,apa pandangan mereka k nana bakal berubah >●<

  15. Aigoo daebbak.
    Setelah sekian lama, akhirnya publish juga…
    Ciee si won won.envy bener 😀
    Author next partnya jgn lama lama yaa 🙂

  16. huaaa akhirnya di publish setelah lama nungguin. ciee siwon mulai panas liat nana dideketin cowok laen. next chapternya jangan lama lama ye,

  17. halo chingu q reader bru salam kenal.maaf bru bsa komen part 9 ceritanya bagus banget bikin gregetan. siwon cemburunya ngeri bikin siapa ajah yang denger n liat takut deh..duh itu mau di syahin jadi hak milik siwon:-* aw sayang malah tbc:-(
    ditunggu ya next partnya jangan lama2;-)

  18. Huaa,.., siwon mulai cemburu.
    Apa dia gak ingat dg perjanjian yg dia buat sendiri?
    Diperjanjian itu kan tidak boleh mencampuri masalah pribadi disetiap pihak, tapi kenapa siwon malah cemburu karna nana dekat dg jonghyun dan tatapan terpana para undangan pesta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s