Thank You..

Thank You

Title                 : Thank You

Main Cast        : Choi Siwon, Im Nana

Length             : ficlet

Genre              : Married life, angst

Author             : Minoz Aiden 407

Ig                     : @farida_me96

Facebook         : http://www.facebook.com/FarMinHoo (Farydha Utami)

Blog                : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com

Rating             : General

Disclaimer       : jika mungkin ada kata-kata yang tidak sesuai,saya mohon maaf,mengingat bahwa saya hanya menuangkan imajinasi saya kedalam suatu cerita yang nggak jelas bentuk wujudnya -_-`. Siwon and other cast milik yang punya ye?? Maaf kalo ceritanya kurang enak,kurang asin,atau kurang pedes. Kritik dan saran saya harapkan untuk memperbaiki karya agar lebih baik. Ookee capcuss… hope you like this guys 😀

Lagi,ini selingan untuk nunggu Sunbaenim and other stosry part. Selanjutnya yah… 🙂

“apakah Aletta Sudah tidur?” tanya seorang wanita pada pria yang menghampirinya

eumm…”jawabnya

“mungkin dia sangat lelah hari ini”

“aku juga lelah hari ini..” ucap pria yang kini disebelahnya

chh.. bukankah kau bersemangat sedari tadi bermain dengannya? Kenapa sekarang mengeluh?”

“apakah aku tidak boleh mengeluh kepada isteriku sendiri? Haruskah aku mengeluh pada wanita lain?”

“yaak!!!!!”

“ahahahahaha..!!!”

Sang isteri meninggalkan suaminya yang masih bertahan dengan tawanya.

Rumah mewah dan setrategis terletak dipusat kota Gangnam yang dihuni oleh keluarga kecil itu terkesan elegan,dengan tatanan perabotan yang mengisi setiap ruangan tersebut,sentuhan warna abu dan putih membuat nyaman setiap mata yang meihatnya,kolam renang berada di sebelah utara yang di design sedemikian oleh sang pemilik agar mereka nyaman berada disana jika weekend seperti hari ini. Kebun bunga,kolam ikan,dan taman bermain berada disebelah barat dari kolam renang. Rumah itu di design khusus agar matahari tak kesulitan memancarkan sinar paginya masuk ke setiap ruangan,karna separuh dinding  terbuat dari kaca bening dan korden khusus yang dapat tertutup dengan sendirinya jika senja tiba.

“dia gampang sekali marah.. hufftt.. Aletta sayang.. sepertinya Daddy akan tidur denganmu malam ini..”dengan tubuh gontai,pria tampan yang kini berstatus sebagai seorang suami sekaligus Ayah dari anaknya,kini berjalan menuju kamar puterinya.

“Aletta sayang….” panggil pria itu,namun tak ada respon dari putrinya.

Daddy akan tidur disini malam ini.. okke?” pria itu langsung berbaring disebelah puterinya yang sedikit terusik akan hadirnya

Daddy…” panggil Aletta dengan nada parau

Wae? Kenapa sayang? Apakah kau membutuhkan sesuatu?”

“eumm..”

“apa? Katakan pada Daddy.. apa yang kau inginkan? Heum?” tanyanya lembut

“bisakah Daddy menjauh dariku? Daddy belum mandi,aku tidak mau tidur dengan Daddy. Aku berbeda dengan Mommy yang tidur dengan Daddy biarpun Daddy belum mandi. Aku tidak menyukainya. Jadi kumohon.. aku tidak apa kau tidak menemaniku malam ini..” ujar Aletta setengah sadar

Siall..! bahkan Aletta mengusirku. Batinnya

“jadi kau tidak ingin tidur dengan Daddy? Itukah permintaanmu?” tanyanya memastikan

“eumm..” jawab Aletta dengan anggukan

“houuftt!! geurre.. arraseo….”

“jaljja~ Good Night Sayanag” lanjutnya dan meninggalkan kamar Aletta,setelah menutup rapat kamar Aletta ia menuruni anak tangga,namaun langkahnya terhenti.

“tunggu. Aku salah apa? Kenapa aku turun? Bukankah kamarku diatas? Dan aku tidak melakukan hal yang salah tadi. Kenapa aku merasa bersalah padanya? Cchh…” ia sedikit berfikir,kemudian kembali menaiki anak tangga dan menuju pada satu ruangan,tepat disebelah kamar Aletta. Ia berhenti tepat didepan pintu kamar tersebut,mengetuknya pelan.

“Nana-ya~  apakah kau sudah tidur? Aku masuk…” ia menghampiri isterinya yang tertidur pulas,ia mendekat dan perlahan berbaring menghadap isterinya.

“bahkan kau dapat tidur dengan pulas,saat aku tidak ada di sampingmu…” seketika mata Nana terbuka yang sontak membuatnya kaget bukan kepalang.

Ommo-ya!!! Kau.. kau belum tidur? Ya.. kenapa kau diam saja? Heum?” sontaknya

ahahahahaha…. kau diusir oleh Aletta? Keujji? Ahaha…”

“Mwo?? Kau tertawa? Apakah ini lucu untukmu?.. yak! Rasakan ini….” ia mengelitiki(?) Nana,karna ia merasa dipermainkan oleh 2 wanitanya malam ini.

“aahahahahaha!! Oppa!! Geumanhae.. ahahahaha”

“kenapa? Kau bilang apa tadi?”

“ahahhaa.. annio~ ahahahaha Siwon Oppa geumanhae jebbal….”

“tidak akan… eumm… lakukanlah sesuatu…” pintanya

“apa? Apa yang harus kulakukan?” tanya Nana,Siwon mengakhirinya

“malhaebwa? Apa yang harus kulakukan?” tanya Nana sekali lagi,Siwon tidak menjawab pertanyaan Nana. Ia terdiam menatap wajah isterinya yang berada dibawahnya,mereka bertatapan satu sama lain,Siwon menyingkirkan helaian rambut yang menganggu pandangannya di wajah Nana. Nana mengusap lembut wajah suaminya.

“cium aku…” ucapnya ringan

“mwo? Ya! Apa mksudmu?” Nana kembali menatap mata suaminya yang terlihat sangat lelah

ya! Kau bahkan belum menciumku pagi tadi,kau sibuk dengan segudang persiapan yang mem…”

Nana mengecup bibir Siwon sekilas dan membuat Siwon terdiam. Siwon menatap Nana dan mencium keningnya dengan penuh perasaan,menghirup aroma wangi Nana. Siwon tenggelam diantara leher dan bahu Nana, memeluknya erat.

“wae? Apakah ada masalah dikantormu?” tanya Nana pelan

anni~ hanya saja,aku ingin bermalas-malasan denganmu…” jawab Siwon dalam pelukannya

chh.. bagaimana jika Aletta tahu bahwa Daddy-nya sekarang seperti ini huh? Kau tahu bukan,dia selalu mendobrak pintu itu jika ia sedikit terganggu tidurnya? Kau sudah berapa kali ketahuan seperti ini padanya? Alasan apa lagi yang akan kau buat? ”

“dia tidak akan mengingatnya lagi.. saat itu.. kau yang salah …!!” tuduh Siwon

mwo??” Nana mengrenyitkan keningnya

“kau tak pernah mengunci pintu kamar,dan saat Aletta memarahiku yang katanya aku menyiksamu seperti ini,kau malah pergi meninggalkanku yang tak bisa berkutik…” jawab Siwon

ahahahaha…. kau yang memulainya Honey~”Nana mengelus punggung Siwon

“kau selalu seperti itu…” Siwon mengeratkan pelukannya,mencari posisi yang paling nyaman untuk mendekap istrinya

Oppa~…” panggil Nana lirih

“wae?”

“bajumu….”

heumm? Apakah aku harus membukanya?” tanya Siwon meledek

Yak~ kau belum menggantinya.. kau juga belum mandi bukan?” jawab Nana

mwo? Biasanya kau akan membiarkanku jika sudah seperti ini. Tapi,tapi kenapa kau menyuruhku menggantinya? Shireo~ aku lelah,aku tidak ingin beranjak dari sini. Aku ingin langsung tidur…” Siwon berbaring di sebelah Nana,memejamkan matanya dan memeluk guling disebelahnya.

“kapan kau akan berhenti terbiasa dengan bau keringatmu saat tidur? Huemm?” tanya Nana yang menghadap Siwon,matanya menelusuri setiap inci wajah Siwon. Lembut. Itulah gambaran Siwon dimata Nana saat ia terlelap,keningnya,matanya,hidungnya,bibirnya,rahangnya,lehernya.. Nana mendekat dan mecium kening,mata,hidung,dan bibir Siwon. Siwon hanya tersenyum saat Nana memperlakukannya seperti ini.

“kau bahkan melakuknnya berulang kali..” lirih Siwon

“apakah aku harus berhenti mulai saat ini?” tanya Nana

Andwe~! Kau harus melakukannya,setiap hari dan.. setiap saat..” senyum Siwon mengembang,merengkuh Nana agar semakin dekat.

“akan kulakukan Sajangnim~” jawab Nana.

Mommy~” teriak gadis kecil yang tiba-tiba sudah berada di ambang pintu. Nana dan Siwon sepontan menoleh pada asal suara. Siwon segera menyudahi kegiatannya (?) Nana tersenyum menyambutnya,lain dengan Siwon.

heiiss~ dia selalu seperti ini..” gumam Siwon.

“kemari sayang…” ajak Nana

Mommy~ aku ingin tidur disini lagi.. bolehkah?” tanya Aletta lembut

“tentu sayang…” Nana menyisahkan tempat untuk Aletta berbaring.

“eoh? Daddy~”

wae!!? Kau akan menyuruh Daddy pergi dari sini? Atau menyuruh Daddy untuk mandi? Keuchi?” ujar Siwon

“ahahahaha~ ada apa dengan Daddy?” tanya Aletta

“jadi,kau tidak menyuruh Daddy pergi?” Tanya Siwon antusias. Aletta menggeleng

jinjja?” tanya Siwon memastikan

“Aletta tidak akan mengusir Daddy… hanya..”

“hanya apa?”

“bisakah Daddy membasuh badan dulu? Aletta sedikit terganggu dengan bau yang mengelilingiku. Aletta tidak mengusir Daddy,ataupun menyuruh Daddy untuk mandi bukan? Aletta  hanya ingin Daddy membasuh badan Daddy.. Benarkan Mommy?” jelas Aletta

“geure!!” jawab Nana mantap.

“yakk!!”

Ahahahhaha..

Nana dan Aletta melakukan high five melihat Siwon yang kesal terhadap mereka. Siwon membuang gulingnya sembarang,kemudian beranjak menuju kamar mandi.

kajja sayang..!! Kita tidur ..!! biarkan Daddy sendiri..” ajak Nana pada puterinya dan menyelimutinya dengan selimut tebal.

Setelah beberapa menit,Nana dan Aletta tertidur pulas dengan tangan kanan Nana memeluk perut puterinya. Siwon yang baru saja menyelesaikan mandinya,melihat kedua bidadarinya tertidur pulas. Entah mengapa,perasaan hangat dan bahagia melihat dua makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan padanya tanpa ia sadari,bahwa merekalah dunianya. Siwon membenarkan letak selimut dan mencium kening mereka bergantian.

“Oppa~”

“kau belum tidur?”

“aku sedikit terganggu..”ejek Nana

cchh.. Mianhae J” Nana mengangguk.

“tidurlah,besok kau sudah harus bekerja. Aku tidak mau lagi diomeli Appa hanya karna sering memanjakanmu dan kau meninggalkan pekerjaanmu..”

eeuumm.. arraseo..” Siwon mengecup bibir Nana,kemudian menuju ruang kosong disebelah Aletta untuknya istirahat.

“jaljja…” lanjutnya. Siwon menghadap Aletta dan membiarkan tangan kanannya menggenggam jemari mungil Aletta yang sedikit bergerak. Nana tersenyum dan kembali melanjutkan tidurnya dengan mengusap kepala Aletta lembut. (Sweet banget bobok betiga :p pen punya keluarga kek gitu 😀 jiahahahaha >abaikan please )

###

“Morning~!!!!” Sambut Nana pada suaminya yang sudah siap dengan setelan jas untuk ke kantor. Siwon menghampiri Nana yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka. Siwon menghentikan aktivitas Nana dan mengecup keningnya. Nana tersenyum dan membalas kecupan di dagu Siwon. Membenarkan dasi yang mengalung di kemeja dalamnya

“apakah Aletta belum bangun?” tanya Siwon setelah merasa dasinya sudah rapi.

“seperti biasa,dia pindah ke kamarnya. Karna tidak ingin bangun pagi dengan mendengar ocehan Daddy-nya…” jawab Nana dan melanjutkan untuk menyusun sarapan.

“kau selalu memanjakannya. Sampai kapan ia akan terus seperti ini? Nantinya ia akan  tumbuh dewasa,dan aku tidak ingin puteriku menjadi gadis pemalas..”

hheeiiss…. maafkan aku Sa.. Jang.. Nim…” ejek Nana. Siwon menghela Nafas dan segera menuju kamar puterinya.

“Aletta !! Aletta sayangg.. apakah kau belum bangun? Daddy akan masuk dalam hitungan ke 3 jika kau tidak membuka pintunya,Daddy akan masuk dan akan terus mengelitikimu hingga kau terbangun” tidak ada respon dari sang pemilik kamar

“baiklah.. baiklah.. seperti biasa.. Daddy akan memulainya.. 3…… 2….. 1…..” dengan aksen Inggrisnya Siwon menghitung mundur dan membuka kamar Aletta. Siwon tak menemukan Aletta didalam kamarnya,Siwon terus mencarinya seperti orang yang sedang bermain bersama anak kecil.

“Aletta….. Aletta…..” selidik Siwon menyusuri setiap sudut ruangan. Raut wajahnya berubah menjadi serius dan sedikit bingung. Siwon menyibak korden kamar Aletta yang sedikit terbuka,mencarinya di kamar mandi,dibawah ranjang,bahkan didalam lemari besar Aletta,ia mencarinya.

“Sayang… Aletta ! berhentilah bersembunyi.. Daddy tidak akan mengelitikimu sayang…. Daddy berjanji,tidak akan melakukannya lagi…” suara Siwon sedikit bergetar,takut terjadi sesuatu pada puterinya. Siwon menuju jendela yang tadi kordennya sedikit terbuka ,mengedarkan pandangannya keluar.

“Nana-ya!! Aletta tidak ada dikamarnya!! Apakah dia sudah turun?” teriak Siwon yang masih mengedarkan padangannya keluar.

“Aletta disini Daddy !!!!” ucap Aletta. Siwon segera menoleh dan terdiam,menghembuskan nafasnya yang tadi sangat sulit untuk dihembuskan. Aletta tersenyum di ambang pintu bersama Nana yang tak kuasa menahan tawanya,melihat raut wajah suaminya pucat pasi.

Ige mwo-ya? Apa yang kalian rencanakan untuk menjebakku? Oohh God!!” Siwon memijat pelipisnya dan menghampiri mereka.

>*<

“apakah Aletta belum bangun?” tanya Siwon setelah merasa dasinya sudah rapi.

“seperti biasa,dia pindah ke kamarnya. Karna tidak ingin bangun pagi dengan mendengar ocehan Daddy-nya…” jawab Nana dan melanjutkan untuk menyusun sarapan.

“kau selalu memanjakannya. Sampai kapan ia akan terus seperti ini? Nantinya ia akan  tumbuh dewasa,dan aku tidak ingin puteriku menjadi gadis pemalas nantinya..”

ccchhhh…. maafkan aku Sa.. Jang.. Nim…” ejek Nana. Siwon menghela Nafas dan segera menuju kamar puterinya.

“Sayangg.. kemarilah,Daddy-mu sepertinya sudah berada dikamarmu…” ucap Nana dengan suara lirih. Aletta keluar dari kamar mandi yang berada di dapur,dengan seragam sekolahnya.

“kkkkkkkkk~ Daddy! Rasakan! Kau kira aku tidak kesal,setiap pagi terusik dengan suara Daddy? Sekarang Daddy harus terusik dengan ketidak beradaanku disana… ahahahahahaha” Aletta menutup mulutnya,karna merasa ia tertawa lepas.

“dasarr.. anak nakal..” ucap Nana dan mencubut gemas pipi puterinya.

Mommy.. apakah aku sudah rapi? Apakah aku sudah cantik?” tanya Aletta sembari berputar ala balerina dan memerkan seragam dan tatanan rambut yang ia kerjakan sendiri.

“Good job !!” Nana mengacungkan 2 ibu jarinya.

“Nana-ya!! Aletta tidak ada dikamarnya!! Apakah dia sudah turun?” teriak Siwon dari kamar Aletta.

kkkk… sepertinya Daddy-mu sangat frustasi didalam sana.. kajja!!!” ajak Nana.

Nana dan Aletta melihat Siwon yang kebingungan dengan mengedarkan padanagannnya keluar jendela,Aletta memang sengaja membuka sedikit jendela kamranya agar Siwon akan berfikir yang tidak-tidak terhadapnya. And finally chaann~ God Job Aletta Choi !!

>*<

“Aletta disini Daddy !!!!” ucap Aletta. Siwon segera menoleh dan terdiam,menghembuskan nafasnya yang tadi sangat sulit untuk dihembuskan. Aletta tersenyum di ambang pintu bersama Nana yang tak kuasa menahan tawanya,melihat raut wajah suaminya pucat pasi.

Ige mwo-ya? Apa yang kalian rencanakan untuk menjebakku? Oohh God!!” Siwon memijat pelipisnya dan kemudian menghampiri mereka.

Mianhae Daddy…” Aletta berhambur dalam pelukan Siwon,memeluk Daddy-nya erat. Ia merasa bersalah saat ini,karna telah membuat Daddy-nya sangat khawatir.

“Gwaenchana.. Daddy hanya khawatir terjadi sesuatu padamu.. Gwaenchana.. tapi,lain kali ini tidak boleh terulang lagi,arrachi!!? Jangan buat Daddy khawatir lagi. Okke?” Siwon mengelus punggung putrinya.

eeuumm !!! mulai saat ini,tidak ada lagi Aletta si gadis kecilmu yang pemalas Daddy . Aletta berjanji…” ucap Aletta

“Geure!!”

“kajja.. kita sarapan sekarang!!” ajak Nana. Siwon menggendong Aletta dengan sebelah tangannya,dan sebelahnya lagi mengeggam tangan Nana.

cchhaa~ kau duduk disebelah sini..” Siwon menurunkan Aletta dikursi. Dan kembali fokus pada sarapannya kini. Setelah sarapan selesai Siwon dan Aletta bersiap-siap untuk berangkat. Nana mengambil tas mereka dan mengantarnya hingga didepan pintu.

“Aku berangkat sayang..” pamit Siwon dan mencium lembut kening Nana.

“eeuumm.. hati-hati J”

“kajja kita berangkat…” ajak Siwon pada Aletta

“Mommy! Aletta berangkat..” pamit Aletta

“dengarkan perintah Seongsaenim,tidak boleh berkelahi,berikan yang terbaik untuk Mommy and Daddy-mu. Arrachi?!” Nana menangkup kedua pipi Aletta kemudian mencium kening,hidung dan bibirnya.

“eeumm!” Aletta mengangguk mantap.

“daaahhh!!! Hati-hati sayang!!!” Nana melambaikan tangannya pada mobil yang melaju. Nana selalu berharap kedua malaikatnya selalu dalam keadaan baik.

Nana kembali kedalam rumah,sepi. Itulah yang ia rasakan saat kedua malaikatnya tak dirumah. Meskipun ada Ahjusshi Han dan isterinya yang merawat rumah mereka,tapi itu rasanya berbeda saat mereka yang berada dirumah ini. Nana menuju meja makan yang sedikit berantakan,kemudian membersihkannya kembali,mencuci piring dan gelas,dan lain-lain yang kotor. Dan melaukukan pekerjaan rumah seperti biasa yang dianggapnya bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan Ahjumma Han. Setelah dirasa semua sudah rapi dan beres,Nana mengganti pakainnya kemudian bergegas menuju panti asuhan yang ia bangun bersama Siwon. Mereka berfikir,untuk membangun rumah kecil bagi para anak-anak yang bernasib jauh dari mereka,daripada harus membangun tembok-tembok besar dan kokoh hanya untuk kesenangan oarang-orang yang berada. Lokasinya cukup jauh dari rumah mereka yang terletak di pusat kota Gangnam. Kira-kira 1 jam perjalanan yang akan ditempuh. Setelah sampai di lokasi,Nana memberi salam pada pegawai yang sedang bermain bersama anak-anak,tak lupa,Nana sedikit berbincang pada salah satu anak kecil yang menatapnya setelah turun dari mobil tadi.

“Hana sayang.. wae? Apakah kau merindukanku?” tanya Nana pada anak kecil itu yang bernama Hana

“Eomma….” Hana memeluk Nana erat

wae? Apakah temanmu sudah memiliki keluarga baru?” tanya Nana yang dibalas anggukan kecil Hana

Gwaenchana.. kau masih ada banyak teman disini sayang.. Aletta Eonni juga,kau merindukannya?”

euumm.. aku merindukannya,juga Appa... kenapa mereka tidak ikut?”

Appa sedang bekerja,dan Aletta Eonni sedang sekolah sayang… lain kali,mereka akan kesini lagi. Aracchi?” jelas Nana

“euumm….”jawab Hana

“anak pintar.. Eomma masuk dulu ya sayang…” pamit Nana dan diikuti oleh Ahjussi yang bertugas sebagai pembersih kebun panti asuhan itu,dengan membawa berbagai bawaan untuk keperluan anak-anak disini.

Siwon dan Nana merasa nyamaan saat mereka dipanggil Eomma dan Appa oleh anak-anak panti,mereka merasa lebih dekat dan akrab saat bersama anak-anak yang seharusnya memiiki kasih sayang lebih dari kedua orang tua mereka. Setelah memasuki ruangan,Nana disambut oleh kepala panti dan perawat lainnya. Mereka banyak berbincang-bincang mengenai banyak hal,terutama mengenai perkembangan panti asuhan dan anak-anak sendiri. Panti asuhan ini menampung 200 lebih anak-anak yang mempunyai kisah masing-masing,ada yang hidup dijalanan,ada pula yang sengaja menaruh bayi didepan gerbang dengan hanya menggunakan keranjang bayi dan berkas-berkas kelahiran bayi tersebut. Entahlah,siapa orang tua mereka yang tidak menginginkan rezeki yang diberikan Tuhan itu,Jika tidak ingin menghidupinya,kenapa harus membuatnya terjadi ? Apakah hanya karna nafsu? Sehingga mereka lalai,dan alhasil. Malaikat kecil yang malang  nan suci itu harus terlantar tanpa tahu menaung identitas keluarga mereka.

oh..Ahjumma, sudah pukul 9:24. Aku harus menjemput Aletta.. geurom,aku pamit pulang..”

Pamit Nana.

Geure.. hati-hati dijalan..”jawab Ahjuma,kepala panti.

“sampaikan salamku pada anak-anak.. dan katakan pada mereka Eomma akan kembali lain kali bersama Eonni dan Appa.. Annyeong..”

nde~ sampaikan juga salamku pada puteri dan suamimu Nana-ya..” Nana mengangguk tersenyum dan keluar menuju mobilnya,sesekali ia berpamitan juga pada anak-anak yang sedang asyik bermain.

“daahh…” Nana melambaikan tangannya pada mereka,sebelum mobilnya melaju.

Dalam mobil,Nana menelpon Seongsaenim dimana Aletta bersekolah,mengatakan bahwa dirinya sedikit terlambat menjemput Aletta dan menyuruh Aletta untuk tetap menunggunya. Setelah panggilan berakhir Nana kembali fokus pada kemudinya,dengan kecepatan normal,Audi R8 White,melaju membelah keramaian kota Gangnam. Setelah memarkirkan mobilnya,Nana memasuki sekolah Aletta dan mencarinya.

“Sayang…!!” panggil Nana pada puterinya

“Mommy!!!” Nana menghampiri Aletta dan memeluknya

“apakah kau lama menunggu?” Aletta menggeleng

mianhae.. Mommy tadi ke panti asuhan sebelum menjemputmu..” lanjut Nana

arraseo.. lagi pula,Aletta bermain bersama teman-teman Aletta yang juga menunggu jemputan mereka,jadi menunggu Mommy menjemput Aletta tidak terasa.. Gwaenchana Mommy..” jawab Aletta,Nana tersenyum.

“Kajja.. kita pulang..”

###

Aigo… ! Sayang.. kau mandi dulu ya.. Mommy akan menyiapkan makan siang untukmu.. Arrachi?”

“eumm..”

Setelah beberapa menit,Aletta sudah selesai mandi dan menghampiri Nana dan makan bersama, mengerjakan tugas sekolah bersama Aletta,dan lain-lain agar mereka tidak merasa bosan. Nana selalu menemani puterinya,tidak ingin ia lewatkan momen-momen manis bersama Aletta,begitu juga dengan suaminya. Terkadang Nana membelajari Aletta untuk memasak makanan,membuat kue,membersihkan kamar,mencuci piring,menanam bunga serta bagaimana cara mengurus diri sendiri. Soal beribadah kepada Tuhan,Aletta tak perlu diragukan lagi,terkadang ia yang lebih semangat untuk mengajak kedua orang tuanya beribadah bersama. Aletta yang kini berumur 9 tahun,sudah mengerti,mana yang baik dan mana yang buruk,mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana pula yang harus ditinggalkan untuk mementingkan yang lebih penting,tak ketinggalan nasehat bijak dan halus selalu diutarakan Siwon,jika Aletta melakukan kesalahan. Aletta adalah anak yang cerdas di kelasnya,bahkan ia tak segan-segan mengerjakan soal-soal di depan kelas yang dianggap sulit bagi teman-temannya yang diberikan oleh Seongsaenim. Aletta pandai bersosialisasi,gadis kecil itu sangat suka jika mempunyai banyak teman,hal yang sangat dibenci Aletta adalah musim dingin. Sama seperti Nana,jadi.. jika mereka merasakan dingin,Siwon selalu tidur ditengah-tengah mereka dan memeluk kedua bidadarinya. Atau,membuatkan mereka coklat hangat dan membacakan dongeng untuk mereka hingga terlelap. (Ayah yang diidamkan :D)

Daddy pulang..!!!” ucap Siwon setelah memasuki rumahnya.

Oppa.. apakah tidak ada kerjaan lembur? Atau meeting dadakan? Biasanya kau pulang malam dan tidak sempat memberi kabar?” ujar Nana dan membantu suaminya itu membawakan tas dan membukakan sepatunya.

“apakah kau ingin aku terus seperti itu?” tanya Siwon

ehehehe.. tidak J” jawab Nana dan mengecup kilas bibir Siwon. Siwon tersenyum dan menarik Nana dalam pangkuannya.

yaakk!! Lapaskan!! Kau harus mandi…”erang Nana

yaahh! Sebentar saja.. biarkan aku memelukmu..” jawab Siwon dan sesekali mencium kepala Nana.

hheeiisss.. apakah kau tidak lelah? Akan kubuatkan kopi.. atau kau mau aku buatkan yang lain?” tanya Nana

anni.. ah,kemana Aletta? Dia tidak menyambutku” tanya Siwon

“dia sudah tidur.. dia melakukan banyak hal hari ini..”

“benarkah?”

euumm..”

kajja…” Siwon mengendong Nana menuju kamr mereka. Nana mengalungkan tangannya pada leher Siwon.

“Oppa.. aku pakai kamar mandinya sebentar saja…” pinta Nana setelah sampai di dalam kamar.

“ah? Wae? Arraseo.. aku ke kamar Aletta sebentar..”jawab Siwon

ah… pantas saja,apakah ini sudah waktunya? Pinggang dan perutku terasa nyeri sedari tadi..” setelah beberapa menit Nana di dalam kamar mandi,Nana keluar dan mendapati Siwon yang sedang membaca bukunya.

“aku sudah selesai.. cepatlah mandi. Airnya akan dingin,jika kau menundanya..” suruh Nana dan mengambil buku yang sedang dibaca Siwon

eeuumm.. aku mandi dulu…”

eeuumm..” Nana mengangguk

Nana berbaring dan mengelus perut dan pinggangnya yang terasa nyeri,jika sudah seperti ini. Nana sudah tidak sanggup untuk bangun,ia sedikit merintih dan menggigit bibir bawahnya,menahan nyeri di perutnya. Dengan mengelus perut dan pinggangnya,itu akan sedikit menghilangkan nyerinya.

“Nana-ya,apakah hari ini kau ke panti…” Siwon memotong kalimatnya,melihat Nana menahan sakit. Menghampirinya.

“Nana-ya.. wae? Kenapa? Apakah kau sakit? Disebelah mana yang sakit? Ayo kita kerumah sakit..” panik Siwon

“ahahaha.. Oppa waegeure? Aku sedang datang bulan.. seperti biasa,perut dan pinggangku terasa nyeri..” jelas Nana

“benarkah? Hhuufftt.. aku kira kau kenapa..”jawaab  Siwon

Oppa…” panggil Nana pada Siwon yang berbaring disebelahnya. Menghadap Nana

“kemarilah..” Siwon mengerti maksud Nana,membuka sedikit baju Nana dan mengelus perutnya. Nana tersenyum merasakan tangan hangat Siwon yang menyentuh langsung kulitnya.

“apakah sudah lebih baik?” tanya Siwon. Nana menggeleng

“belum..” balas Nana. Siwon terus mengelus perut Nana.

Oppa,gomawo..” lanjut Nana

“untuk..?”

“untuk segalanaya…” balas Nana,Siwon tersenyum dan mencium kening Nana.

“seharusnya kau berterima kasih kepada Tuhan,Dialah yang memberimu segalanya..” jawab Siwon

eumm…. akan kulakukan J”

“lakukanlah…”

“sekarang? Apakah kau perlu mendengarnya?” tanya Nana. Siwon mengangguk.

“Tuhan.. terimakasih karena Kau telah memberikan Suami dan Anak yang lucu untukku,mereka adalah malaikatku Tuhan,Terimakasih Kau telah menciptakannya untukku,terimakasih atas segala nikmat yang Engkau suguhkan kepadaku… bantu aku untuk tetap terus merawat dan bersama mereka,dan berkahilah keluarga kecil kami Tuhan.. Terimakasih..”

Nana tersenyum menatap Siwon. Cairan bening keluar begitu saja membasahi pipi Nana. Siwon mencium mata,kening,hidung dan bibir Nana. Melamutnya lembut,Nana membalasnya dengan merangkulkan tangannya pada punggung Siwon.

“Gomawo~” Siwon membenarkan letak selimut dan kembali mencium bibir Nana.

>END<

Siwon and Aletta

(ini Aletta and Siwon waktu mereka berkunjung di panti asuhan 2 tahun lalu :/ . Nana yang ambil gambarnya J . pict yang baru,belum di upload lagi ama Siwon :P)

Sorry yah readers.. Far belum selesain Sunbaenim-nya :/ . malah kasih another cerita yang mungkin kurang memuaskan.. Chuseonghamnida *bow

Advertisements

14 thoughts on “Thank You..

  1. ini baru keluarga sakina mawaddah sakinah warahmah 😀 hehehe keren lah …
    lanjut dong ff Sunbaenim-nya pleaseeee . aumpah asa deg deg kan baca nya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s