Mianhae. . . (part.1)

Untitledoko

Title : Mianhae . . . . part.1
Main Cast : Kyuhyun,Han Yura
Support Cast : Yoon Sera,Ny. Cho,Tn. Cho,Ny. Han
Length : Two shoot
Genre : Married life,Sad,angst
Author : Minoz Aiden 407
Twitter : @Farida08
Facebook : https://www.facebook.com/FarMinHoo
Blog : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com
Rating : General
Cuap-cuap  : Hay… hay.. hay.. mianhae readers.. yang Sunbaenim blm sempet far terusin,baru dapet separo,far juga mau subsumatif plus fokus ama ujian  . Jadi,sebagai penggantinya,far kasih ff Kyuhyun dulu yah… ini ff udah lama tp,blm far publish ke blog. Baru publish di Facebook. Semoga kalain suka yah,meskipun ini bukan blog ttg Kyuhyun.. jeongmal Mianhae
Disclaimer : jika mungkin ada kata-kata yang tidak sesuai,saya mohon maaf,mengingat bahwa saya hanya menuangkan imajinasi saya kedalam suatu cerita yang gk jelas bentuk wujudnya -_-`. Kyuhyun and other cast milik yang punya ye?? Maaf kalo ceritanya kurang enak,kurang asin,atau kurang pedes. Kritik dan saran saya harapkan untuk memperbaiki karya agar lebih baik.
Ookee capcuss… hope you like this guys 😀
Dalam diam aku mencintaimu,dalam lamunan aku merindukanmu,dalam sepi aku mencarimu,dalam keramaian aku menunggumu untuk menggandeng tanganku,dan dalam gelapnya malam,aku ingin kau menjadi sinarku.
>*<
“sayang,kau harus berbakti kepada suamimu kelak,turuti apa perintahnya,jangan pernah sekalipun kau melanggar perintahnya,menolak ajakannya,ataupun memperlihatkan ketidak nyamananmu bersamanya,arraseo??” tutur seorang wanita paruh baya yang diyakini adalah Eomma dari gadis itu. Mereka berada didalam ruang hias pengantin. Yah, pengantin.
“Eomma,apa yang harus ku lakukan,aku tak mengenalnya,aku baru mengenalnya selama 1bulan,dan itu saat proses fitting busana kami dan kami hanya bertemu beberapa kali. Eomma.. dia pria yang belum aku pahami,aku belum sepenuhnya mempercayainya.. hikss…hhiikkss” jawab gadis itu sedikit terisak
“Han Yura !! kau seharusnya senang mendapatkan calon suami yang kaya,tampan,keluarga terhormat,sedangkan kau? Kau hanya gadis yang lahir dari panti asuhan! Dan jangan coba-coba untuk menghindari pernikahan ini.. kau mengerti !!” jelas wanita itu yang bernama Han Sora
“Eomma…” air matanya menetes dan sedikit membuat belahan garis dipipinya,dan menampakkan polesan makup tipis hilang karna air matanya.
Yura sangan terpukul atas apa yang di ucapkan Eomma-nya,memang benar Han Yura di besarkan di panti asuhan,dan dia di adopsi oleh seorang wanita single parent yang dibilang sangat mapan yang membiayai kehidupannya dari umur 12thn hingga sekarang,tapi entah mengapa sandangan “mapan” tidak bisa dimiliki Han Yura dan bukan kebahagiaan yang ia dapatkan,melainkan tekanan batin gadis itu,ia harus bekerja dengan umur yang masih sangat remaja,bahkan wanita yang dipanggilnya Eomma sempat menyuruhnya menjadi wanita malam yang harus bergelayutan pada laki-laki belang,tapi untungnya niat itu dibatalkan karna mengingat seorang Han Sora sudah banyak di kenal masyarakat luas, “aku tidak bisa membayangkan jika mukaku tercoreng gara-gara nanti aku mempunyai seorang anak penghibur? Oh tidak.. tidak”batinnya saat itu.
Dan bahkan kini ia dipaksa menikahi pemuda tampan,dan kaya. Unsur paksaan memang sesuatu yang sulit untuk diterima,tapi apa boleh buat? Han Sora yang di anggapnya sebagai Eomma menyuruhnya untuk menerima lamaran tersebut.
Tuhan,jika Eomma tidak menyayangiku.. aku mohon sayangi aku Tuhan,peluklah aku,peluklah aku yang rapuh ini,jangan Engkau biarkan aku sendiri menghadapi cobaan ini,berikanlah kecerahan dalam hidupku,terangi aku oleh cahayaMu,semoga pria yang Eomma paksakan untuk menikah denganku adalah yang terbaik untukku Tuhan… tolonglah aku.. batin Yura
“hapus air matamu,dan pasang senyuman termanismu saat mereka datang nanti.. maafkan Eomma...”lanjut Han Sora. Yura segera berdiri saat seorang mengintruksikan meraka bahwa pengantin pria dan keluarganya sudah berada di gereja,dimana mereka akan melangsungkan pernikahan.
Tap.. tap.. tap
Semua mata tertuju pada kecantikan dan keanggunan Han Yura, bak seorang putri kayangan,bahkan pria yang sebentar lagi akan menyadang status sebagai suaminya tidak berkedip sedikitpun memandangi keindahan Han Yura.
“Yura-ya.. smile.. “pinta seorang pria gagah disampingnya,Yura meremas lengan jas pria itu menccoba untuk menghilangkan gugupnya ,seorang pria yang menjadi walinya dan diyakini sebagai kakaknya. Han Jungho,dia adalah pria tampan yang menganggap Yura sebagai adiknya,begitupun Yura yang menganggapnya sebagai kakaknya. Mereka berada pada satu panti asuhan yang sama,meskipun Han Jungho lebih dulu berada di panti tersebut,usia mereka terpaut 5thn yang kini Yura berumur 25thn dan Jungho 30thn,mereka sama-sama memiliki marga yang serupa meski mereka bukanlah saudara kandung,dan itu membuat Jungho lebih leluasa untuk menganggapnya sebagai saudara perempuannya.
“Kyuhyun-ssi,lindungi dan perlakukan dengan baik gadis ini,aku akan mencoba mempercayaimu..” Jonghon melepaskan pegangan adiknya dan digantikan oleh Cho Kyuhyun.
“nde~”balas Kyuhyun singkat.
Mereka berdua berediri di depan preacher,raut wajah Yura masih menampakkan kebingungan dan tentunya ia tidak bisa menyembunyikan perasaan yang kacau untuk kali ini,sementara Kyuhyun,entah mengapa ia terlihat gugup ia tidak henti menggigit bibirnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
“Tuan Cho Kyuhyun, maukah anda menerima wanita ini sebagai istri yang dijodohkan oleh Tuhan didalam pernikahan yang kudus? Bersediakah anda mengasihinya, menghiburnya, menghormati dan memeliharanya, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, selama kalian berdua hidup didunia ini?”
“saya bersedia”jawab Kyuhyun dengan tegas
“Nona Han Yura, maukah anda menerima pria ini sebagai suami yang dijodohkan oleh Tuhan didalam pernikahan yang kudus? Bersediakah anda mengasihinya, menghiburnya, menghormati dan memeliharanya, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, selama kalian berdua hidup didunia ini?”
“…………”
>*<
“Cho Kyuhyun-ssi,bagaimana dengan yang ini?” tanya seorang gadis pada Kyuhyun tentang gaun yang ia kenakan,mungkin ini sudah gaun ke-3nya hari ini.
“euumm.. choayeo!!”jawab Kyuhyun setelah memperhatikan gadis itu dari ujung kaki hingga kepala.
“gomawo…”gadis itu kembali dengan berpakaian seperti biasa,dan menunggu Kyuhyun untuk fitting jasnya.
“aku ambil yang ini”pinta Kyuhyun pada seseorang yang membantu mereka untuk fitting.
“oh,kau tidak mencobanya?”tanya gadis itu penasaran,karna Kyuhyun hanya menempelkan jas tersebut pada badannya.
“aku tidak perlu mencobanya,aku hanya perlu memilih warna yang aku suka.. aku janji akan terlihat tampan saat memakainya”jawab Kyuhyun ringan
“ttsskk~”
Mereka meninggalkan tempat itu dan beralih kesebuah cafe yang menyediakan aneka cake beserta dessert.
“ Yura -ssi kau mau apa?”tanya Kyuhyun pada gdis itu yang bernama Yura,Han Yura
“terserah kau saja”jawab Yura yang diiringi senyum manisnya
“eeuumm.. bagaimana kalau kita pesan yang ini” tunjuk Kyuhyun pada buku pesanan,Han Yura hanya mengangguk tanda menyetujui.
1966760_633044496778547_1683405142_n
“setelah ini kau akan kemana?”tanya Kyuhyun membuka percakapan,karna sedari tadi hanya gesekan sendok dan piring yang terdengar
“aku ingin pulang”jawab Yura singkat.
“kalau begitu,aku akan mengantarmu pulang”
“anio~ ada suatu tempat yang ingin aku kunjungi”
“ini sudah malam,kau wanita,bagaimana jika terjadi sesuatu padamu”jawab Kyuhyun tetap dengan nada santainya,namun membuat Yura menatapnya sebentar. Cho Kyuhyun,apakah dia menghawatirkanku??. batin Yura
“aku sudah biasa dengan seperti itu”balas Yura enteng
“mwo~ sudah terbiasa? Cchh...” cibir Kyuhyun
“kalau begitu,aku pergi dulu”Yura bangkit dari duduknya dan pergi sebelum senyum dan membukuk tanda hormat dan terima kasihnya.
“oh geure.. aku juga ingin keluar”
“chagiya~” sebelum Kyuhyun bangkit dari duduknya,ada seorang gadis dengan tubuh langsing,kaki jenjang bak seorang model,ia menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun menatap Han Yura sekejab sebelum gadis itu tepat dihadapan Kyuhyun,Yura segera pergi dari tempat itu,entah apa yang ia fikirkan kali ini yang jelas gadis itu memanggil Kyuhyun dengan sebutan “chagiya”
“eoh.. sepertinya kau sedang bersama seseorang?? Dimana orang itu? Apakah aku mengganggumu?”tanya gadis itu yang diketahui bernama Yoon Sera
“anio~,kajja.. kau ingin memesan apa?”
“terserah kau saja” jawab Yoon Sera dengan senyum
Di tepi jalan yang ramai dengan lalu lalang orang, kendaraan dan ribuan lampu menghiasi kota yang mendapat julukan negri gingseng tersebut. Han Yura,entah kemana ia akan melangkah yang ia tahu kali ini adalah mencoba untuk sendiri,menenangkan pikiran,mengingat 1bulan lagi menjelang hari pernikahannya dengan seorang lelaki yang dijodohkan Eomma padanya,Cho Kyuhyun.
Han Yura,mengeratkan jaket tebal miliknya demi menghalau angin malam yang menerpa tubuhnya,masih dengan kesendiriannya,ia tidak ingin pulang malam ini,ia tidak ingin bercecok lagi dengan Eommanya kali ini.
Bisikan angin malam,gemercik suara air yang bermain dengan penghuninya,nyanyian serangga malam menemaninya untuk kali ini,mungkin ini adalah tempat yang cocok untuknya,dengan terampil,dengan halus tangannya bermain air,merebahkan tubuhnya di atas rumput yang tebal di dekat danau.
“huufftt.. andaikan aku menjadi bulan itu,ia sendiri menerangi saat gelap dunia,tapi lihat.. ribuan bintang selalu berada di dekatnya,menemaninya hingga fajar menjelang”
###
“kau baru pulang??”
“nde~ aku lelah,aku ingin tidur”
“arraseo! Mungkinkah kau sudah ada rasa nyaman saat bersamanya.. Han Yura???” tanya Ny. Han
“Eomma,aku sedang tidak ingin membicarakannya,bukankah kau bilang pernikahanku 1bulan lagi? Jadi biarkan aku untuk sering beristirahat” balas Yura
“ok ok! Cepatlah istirahat”
>Yura side
“ok ok! Cepatlah istirahat” aku mengerenyitkan keningku,mengapa Eomma sifatnya sedikit berubah? Dia lebih lembut,pengertian,dan tidak mendebatku. Ku lirik jam dinding yang menunjukkan pukul 11.34 pm KST. “gadis itu” kenapa dia tiba-tiba muncul dalam pikiranku? Siapa gadis itu? Apakah dia benar-benar kekasihnya? Oh God!! Jika benar mereka ada hubungan yang serius,bantulah aku untuk menjauh dari pria itu . pertanyaanku terhenti saat mendengar pintu kamarku terketuk
“Han Yura.. apakah kau sudah tidur?” ternyata Eomma,tumben… ada apa dengannya
“Wae??” jawabku setelah membuka pintu.
“anio~ besok malam ada pertemuan keluarga,keluarga Tn. Cho akan kerumah kita,aku berharap kau mempunyai pakaian yang membuat mereka tidak kecewa,dan pastikan kulit dan wajahmu terlihat fresh” tutur Eomma,jujur kali ini aku merasa ada kegugupan yang amat sangat,bayangkan saja.. keluarga pria itu akan kemari? Oh God! Apa serumit ini awalku mulai menjalankannya??
“ya! Kenapa kau melamun? Aku tidak peduli,kau harus tunjukkan yang terbaik kepada mereka.”Eomma pergi saat aku mengangguk
“huft.. Han Yura,kau harus memulainya…”
###
“cha.. semua sudah siap,tapi kemana anak itu?”
“Han Yura !!!”lanjut Ny. Han memenggil Yura
“nde~.. sebentar”balas Yura yang ternyata sedang berada di kamar
“cepatlah sedikit,sepertinya mereka sudah..”
Tin tong…
“mwo!”
Ceklek..
“Annyeong hasimnikka!!!.. silahkan masuk,Oh benarkah kau Kyuhyun? Kau terlihat tampan malam ini” puji Ny. Han setelah mendapati keluarga Cho datang
“Kamsahamnida.. Eommoni”balas Kyuhyun membungku
“oh silahkan duduk.. maaf,putriku agak sedikit telat. Dia sedang berada dikamarnya”
“Gwaenchana,memang seorang gadis sangat lama untuk berhias kalau masalah yang seperti saat ini”balas Ny. Cho ramah
“Mianhamnida..”seorang gadis berdiri menghadap keluarga yang sedang bebincang-bincang di meja makan. Han Yura,dengan rambutnya yang tergerai,tubuh jenjangnya,membuat semua orang yang kini mentapnya enggan beralih. Gaun yang terbuat dari semacam kain brocade berlengan panjang tetapi bagian bawah hanya tertutup setengah paha, membungkus tubuhnya pas. Polesan makeup tipisnya menambah anggun gadis bermarga Han ini.
“Yuara-ya, kau terlihat sangat cantik malam ini. Kemari..” puji Tn. Cho kali ini
“Kamsahamnida ahjussi” balas Yura ramah
“Kyuhyun-a,bagaimana? Calon istrimu sangat manis dan cantik bukan?” bisik Ny. Cho pada putranya,Ny. Cho tau,kalau Kyuhyun sedari tadi tidak berkedip memandangi Yura,bahkan saat Yura duduk,matanya mengikuti setiap gerik gadis itu.
“Chh.. Eomma wae?? Kenapa tatapanmu seperti itu?”balas Kyuhyun

Untitledmmmm

“kau tidak perlu memanggil kami dengan sebutan itu sayang,kau boleh memnggil kami dengan sebutan Eomonim,atau Aebonim.”jelas Ny. Cho
“oh? Ye,algaseumnida..
“silahkan dicicipi,ini semua adalah hasil dari tangan Han Yura. Dan aku hanya membantunya”ajak Ny. Han kepada keluarga Cho
“benarkah?? Wah.. ternyata kau pandai memasak Yura-ya”puji Ny. Cho
“hehe… Eomma yang mengajariku”balas Yura
“oh.. bukankah ini Asparagus” tunjuk Tn. Cho pada satu hidangan yang ia kenali
“benar,itu Asparagus Salad with Champagne Saffron Vinaigrette”jelas Ny. Han

8th Course - Asparagus Salad with Champagne Saffron Vinaigrette

“wah.. daebak! Kau memang pandai mengolah makanan Yura-ya”balas Ny.Cho
“oh ya,Kyuhyun-a bagaimana dengan gaun yang kalian pesan waktu itu?? Apakah sudah cocok untuk kalian pakai nanti??”tanya Ny. Han pada Kyuhyun
“oh sudah Eommoni,kami sudah mencobanya dan sangat manis..”
Uhukk.. uhukk
“Yura-ya! Kau kenapa? Ini minum” Ny. Cho menyodorkan air mineral kepada Yura
“Gomapseumnida Eommoni..”
“pelan-pelan sayang..”Ny. Han mengelus punggung Yura,Yura hanya menatapnya lembut.
“maaf,aku permisi sebentar.. pakaian ini menggangguku,aku permisi untuk menggantinya,mianhamnida” Yura pergi menuju kamar untuk mengganti pakaian,ya,pakaian ini sangat menyiksanya,ia tak pernah memakai pakaian dengan leku’ tubuhnya yang terlihat jelas. Dan tadi.. Kyuhyun mengatakan,kalau KITA sangat manis??
“padahal dia sangat terlihat cantik menggunakan baju itu”jawab Tn. Cho
“Eomma,Appa,Eommonim.aku juga permisi untuk kebelakang”
“Wae??” tanya Ny. Cho penasaran
“anio~” jawab Kyuhyun singkat
“entahlah,mungkin ia ingin mengganti pakaiannya juga” jawb Tn. Cho
“Appa !!”
>taman belakang
Mwoya.. apa yang dia katakan barusan? Kita sangat manis?? Cchh.. Cho Kyuhyun,ternyata sifatmu gampang sekali berubah,dari yang dingin,menyebalkan,dan..” otaknya memutar kejadian dimana saat seorang Cho Kyuhyun pertama kali menatapnya saat ada Yoon Sera dihadapan Kyuhyun
“ani.. ani !!.. mungkin itu hanya reflek saja Han Yura.. kau tidak boleh berlebihan..”
“apanya yang reflek??” suara seorang pria,membuatnya menoleh kearah belakang.
“Cho Kyuhyun?”
“Wae? Mengapa kau mengganti pakainmu?”tanya Kyuhyun
“aku tidak nyaman!”jawab Yura singkat
“mengapa kau tidak kembali ke meja makan?”
“kau sendiri?”
“aku merasa sedikit gerah”
Hening. Suasana saat ini sangat mengganggu kedua manusia ini,canggung,yang mereka rasakan..
“apakah dia adalah kekasihmu?” tanya Han Yura memecahkan keheningan, Kyuhyun mengerutkan keningnya
“dia? “balas Kyuhyun
“ya,dia.. gadis yang kau temiu saat di cafe” Kyuhyun mencoba mengingat,bagaimana di tau kalau aku pernah bertemu dengannya?.batin Kyuhyun
Tanpa memastikan Kyuhyun langsung menjawab.
“benar! Dia gadis yang baik,dan jujur. Dia Yoon Sera”jawab Kyuhyun,Yura mengangguk tanda mengerti.
“apakah dia tahu,kalau kau akan menikah?”
“ya, dia tahu..”
Deg
>Yura Side
“apakah dia tahu,kalau kau akan menikah?”
“ya, dia tahu..”
Oh God!! Dia bilang,wanita itu adalah wanita yang baik,bagaimana ini? Aku semakin bersalah terhadapnya,haruskah aku membatalkan pernikan ini? Tapi bagaiman dengan Eomma,ia sangat bangga dan senang saat aku dilamar oleh keluarga terpandang ini,aku tidak mungkin menghapus rasa bahagianya Tuhan.. tapi, di sisi lain,seorang gadis yang mempunyai pria yang sangat ia cintai bersama gadis lain,dan bahkan mengathui bahwa prianya akan menikah,dengan gadis yang tak lain adalah aku.
“mengapa kau tak membatalkan pernikahan ini?”tanyaku penasran
“tidak perlu,dia mengizinkanku untuk menikah dengan gadis laian.” jawabnya,benarkah ini keputusan dari gadis itu
“kau gila… kenapa kau menerima keputusan gadismu?”
“cchh.. dia mengerti aku,dia mengerti posisiku,aku adalah pria yang selalu mengikuti perintah orang tuaku,dan dia wanita yang selalu menerima pernyataanku,kedua orang tuaku tidak tahu tentang hubunganku denga Sera,gadis itu belum siap untuk aku ajak bertemu dengan kedua orang tuaku. Dan itu meyakinkan merka bahwa aku belum mempunyai pasangan.”
“lalu,apakah kau tega menyakiti perasaanya?”
“kau tau? Saat kita berada di cafe? Dimana dia datang saat kau akan keluar?” aku mengagguk mengingat saat itu
“saat itu dia menangis,dia terpukul,aku juga terluka saat itu.. tapi aku menjelaskan kembali padanya,bahwa pernikahan ini aku jalani hanya untuk membahagiakan kedua orang tuaku”jelasnya.
“maksudmu?”aku bingung dengan kalimat terkahirnya
“ya,bisakah kita melakukan pernikahan ini semata untuk membahagiakan orang tua kita?”jelasnya lagi
“pernikahan sandiwara?”
“yap !”
“aku belum mengenalmu jauh,bahkan aku belum tahu siapa dirimu,jadi pernikahan ini kita buat sandiwara?”lanjutnya
“baiklah,jadi kau masih bisa bersama dengan gadismu,dan gadismu tidak akan terbebani atas pernikahan ini,lagian aku juga belum tahu apa-apa tentangmu.. ” Dia mengulurkan tangan,untuk menyetujui pemikiran itu.
“kajja.. kita kedalam,jangan buat mereka menunggu lama..” ajaknya

tidak ada istilah hitam diatas putih diantara keduanya,hanya dengan  ucapan dan sekedar berjabat tangan,perjanjian itu mereka setujui dan akan menjalankannya. ccchh.. konyol.

>dining hall
“itu mereka”sambut Ny. Han
“sayang.. bisakah Eomma mengambil gambar kalian?” pinta Ny. Cho
“oh?” Yura Dan Kyuhyun saling pandang bingung.. dan Kyuhyun mengangguk tanda menyetujui
“ok! Kita harus dimana?” tanya Kyuhyun
“disini” jawab Ny. Han
Hana..dul… set..

599629_557896114250349_713222397_n

“ok! Lihat,kalian memang sangat manis”
“kalau begitu kami permisi pulang Han Sora-ssi..”pamit Tn. Cho
“oh,geure.. terimakasih karna sudah berkunjung kemari..”balas Ny. Han
>*<
Seorang gadis yang ditemani seorang pria gagah disampingnya,mengenakan dress mewah,berjalan menuju altar yang disana sudah terdapat seorang pria tampan menunggunya. Han Yura,yang ditemani kakaknya berjalan anggun melewati para saksi dalam acara pernikahannya.
“Tuan Cho Kyuhyun, maukah anda menerima wanita ini sebagai istri yang dijodohkan oleh Tuhan didalam pernikahan yang kudus? Bersediakah anda mengasihinya, menghiburnya, menghormati dan memeliharanya, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, selama kalian berdua hidup didunia ini?”
“saya bersedia”jawab Kyuhyun dengan tegas
“Nona Han yura, maukah anda menerima pria ini sebagai suami yang dijodohkan oleh Tuhan didalam pernikahan yang kudus? Bersediakah anda mengasihinya, menghiburnya, menghormati dan memeliharanya, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, selama kalian berdua hidup didunia ini?”
Semua para saksi dibuat bertanya-tanya oleh Han Yura,kenapa dia lama sekali hanya untuk menjawabnya??
“ya,saya bersedia..” jawaab Yura gugup
“baikalah,pernikahan ini sudah sah dimata Tuhan,dan sekarang Tn. Cho Kyuhyun dipersilahkan mencium Ny. Cho Yura” tutur preacher itu. Yura tersentak saat mendengar perintah itu,ia menatap Kyuhyun dengan tatapan seolah ingin melewatkan part seperti ini,tapi kenapa Kyuhyun semakin mendekat,dan kini dia memegang tungku Yura..
>Kyuhyun side
“baikalah,pernikahan ini sudah sah dimata Tuhan,dan sekarang Tn. Cho Kyuhyun dipersilahkan mencium Ny. Cho Yura”. Mwo? Kenapa ada bagian seperti ini? Haruskah aku?.
Ku lihat dia kini sedang menatapku,sepertinya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.. argghh.. terserah,aku tidak peduli,ku tarik tungku’nya untuk lebih dekat denganku. Sungguh,ini baru pertama kalinya aku menatapnya sedekat ini,oh God! Kenapa dia memejamkan matanya terlebih dulu..?
>Yura side
Omo! Dia lebih mendekat,dan kini tidak ada jarak yang membatasi kami,kupejamkan mata ini,kurasakan deru nafasnya,mungkin ini semakin dekat,dan sesaat kemudian benda lembut itu sukses mendarat di keningku.. keningku? Dia mencium keningku.. hhuft.. kurasakan desiran lembut menjalar dalam tubuhku,kubuka mata ini,dia tersenyum manis padaku. Kyuhyun-si.. gomawo..

“Yura-ya,mianhae.. maafkan Eomma sayang.. maafkan Eomma yang selalu menyakiti perasaanmu,maafkan Eomma yang tak pernah mengerti inginmu,mafkan atas keogoisan Eomma” tutur Eomma,kali ini Eomma benar-benar menangis dihadapanku,dan dihadapan semua orang,mungkin mereka ini adalah hal yang wajar untuk seorang wanita paruh baya yang ditinggal putrinya untuk bersama suaminya,tapi ini. Baru pertama kali aku merasakan sosok Eomma yang takut akan kehilanganku. Kupeluk tubuh Eomma,entah perasaan apa kini yang ada padaku,kali ini aku benar-benar tidak ingin pergi,aku tidak ingin jauh dari Eomma.
“Eomma,gwaenchana.. aku akan baik-baik saja,jagalah kesehatanmu,berdo’alah untukku,dan keluarga kita,aku ingin hidup bahagia Eomma,setidaknya aku ingin egois untuk menyuruhmu mendo’akanku.. hehehe”
air mataku terus mengalir disetiap perkataanku terucap,entah aku salah bicara atau tidak,yang jelas,itulah yang ingin aku katakan untuk saat ini.
Nde~ sayang,Eomma akan selalu mendo’akanmu. Maafkan Eomma sayang” Eomma mencium keningku,aku merasa bahagia,senang dan terharu tentunya,lihat. Ini pertama kalinya Eomma menciumku,memelukku dengan tangisnya,meminta maaf padaku. Tuhan,mulai saat ini aku tidak akan mengecewakannya,atau membuatnya kesal,aku sudah memaafkannya,berilah dia keberkahan dalam jalanMu Tuhan. Saranghae Eomma..
“Yura sayang,chukkae.. dan sekarang margamu bukan “Han” lagi,melainkan “Cho” dan kau,mulai saat ini adalah keluarga kami,keluarga Cho,sini peluk Eomma” ujar Ny. Cho
“Kyuhyun-a,perlakukan istrimu dengan baik,hormati dia sebagai istrimu,sayangi dia,dan jangan kau buat air mata mengalir dari mata indahnya..”
Deg
Kata-kata Tn. Cho,membuat dada ini merasakan desiran halus,kulihat wajahnya menunduk saat Tn. Cho mengatakan itu.
“pulanglah kerumah kalian,jika ada yang kurang jangan sungkan untuk menghubungiku Yura-ya” tutur Tn. Cho
“mwo?!! Rumah kalian? Aku dan..?” jawabku tak percaya,bukankah kita akan tinggal satu rumah? Bersama Eomonim,dan Abonim??
“yap,rumah kalian. Kyuhyun yang memilihkannya untuk kalian singgahi”lanjut Tn. Cho
Bahkan Kyuhyunpun tak memberi tahu,kalu kita akan tinggal berdua.
###
“kamarmu yang ini,dan yang disebelah sini adalah kamarku,aku masuk dulu,semoga kau nyaman tinggal disini” tutur Kyuhyun kemudian masuk kesubuah ruang yang tepat bersebelahan dengan kamar Yura,Kyuhyun memang sengaja menempatkan kamarnya bersebelahan dengan kamar Yura,karna dengan itu,jika keluarganya berkunjung,mereka tidak repot-repot memindahkan barang-barang mereka,karna jaraknya hanya bersebelahan yang hanya dibatasi tembok.
“gomawo” ujar Yura sebelum Kyuhyun menutup pintu kamarnya
“emm.. Good Night~”balasnya,yang diiringi senyum khas seorang Cho Kyuhyun.
Yura memasuki kamarnya,ia tak percaya akan kemewahan kamarnya,pink. Itulah warna kamar gadis ini

988442_1436475233259233_70264047_n

“cchh,apakah semua gadis menyukai warna ini?” tanyanya,dalam ruang itu
Yura,merebahkan tubuhnya,membiarkan tubuhnya beristirahat sejenak. Seklibat kejadian dimana Kyuhyun mencium keningnya,terputar jelas di memori otaknya. Yura bangkit dari tempat tidurnya,mencoba menghapus kejadian tadi dengan aktivitasnya kali ini,mandi. Ia tak perlu repot-repot untuk keluar kamar untuk membersihkan tubuh,karna didalam ruangan tersebut ada kamar kecil untuk hanya sekedar mandi.
“hhufft…. aku lapar,apakah dia memiliki persediaan makanan dirumah ini?” Yura menuruni anak tangga untuk menuju dapur,ya,kamar mereka berada di lantai 2,lantai paling atas dimana rumah mewah itu berdiri kokoh.
“wahhh.. daebak!!” Yura tak menyangka,bahwa Kyuhyun menyukai warna soft,dengan perpaduan warna ungu muda dan putih,membuat sebuah ruang memasak menjadi lebih mewah dan terkesan sangat menarik. Bahkan jika memang dia tidak ada tempat tidur,ia rela tidur disini,purple kitchen.

1512303_1434217063485050_200249640_n
Tangan Yura mulai berkutik,membuka lemari pendingin dan berharap menemukan sesuatu yang dapat diolahnya. Ia tersenyum saat menemukan beberapa butir telur,mentega dan bahan-bahan lainnya,ia segeraa memencet tombol pada kompor yang menyatu pada permukaan meja dapur.
>a few minute leter
Making-omurice
“chaa.. setidaknya omurice ini membuat perutku tidak akan demo lagi.. selamat makan Han Yura,ani,Cho Yura.. kkkk~ Kyuhyun-ssi,aku meminjam margamu sebentar yah,sebentar saja..” Yura berbicara pada hidangan omurice yang beberapa menit lalu ia kerjakan,dengan senyuman geli ia mengatakan, ‘meminjam marga Cho’,dalam awalan namanya.
Tanpa ia sadari,sesorang dari belakang mengawasi tiap geriknya. Cho Kuyuhyun,memperhatikan saat tangan itu piyawai memainkan spatula untuk menghasilkan sesuatu,ia tersenyum kecil saat ia mendengar gadis itu berbicara sendiri dan agak sedikit geli.
>Kyuhyun side
“chaa.. setidaknya omurice ini membuat perutku tidak akan demo lagi.. selamat makan Han Yura,ani,Cho Yura.. kkkk~ Kyuhyun-si,aku meminjam margamu sebentar yah,sebentar saja..”
cchh.. wanita aneh,di pikir margaku adalah benda yang dapat dipinjam seenaknya? Dan mengapa dia tidak menawariku makanan itu? Setidaknya hanya untuk basa-basi atau apalah..
Aku menghampiri Yura yang sedang menyantap makanannya,dia duduk membelakangi arah anak tangga,jadi dia tidak akan tau siapa yang akan datang menghampirinya.
“kau tidak menawarkanku itu?” tunjukku pada sebuah makanan yang ternyata itu adalah omurice,kurasa ia tersentak saat mengetahui aku ada dibelakangnya. See .. dia sangat manis saat wajahnya terpasang ekspresi seperti itu. Dia menghentikan mekannya,dan membalikkan tubuhnya.
“Cho Kyuhyun? Mianhae.. aku kira kau sudah tidur,jadi aku kedapur tanpa izinmu,aku sangat lapar” tuturnya. Omo! Mengapa ia memasang wajah bersalahnya,setelah tadi agak sedikit shock.
“anio~.. gwaenchana,aku tak mempermasalahkannya,kau lanjutkanlah makanmu,aku akan kembali tidur..” aku berbalik dan pergi,sebelum ia mengatakan..
“kau bilang,kau lapar? Apa aku harus membuatkan satu lagi untukmu?”
“anio~ aku sudah kenyang,jangan lupa,kembali bersihkan tempat itu lagi,sebelum kau kembali untuk tidur. Ini sudah pukul 02.03 malam” jawabku
“heemm.. arraseo!!” balasnya.
###
“Oppa !!” teriak seorang gadis pada pria yang duduk di kursi sebuah restoran ternama,Seoul.
“Sera-ya!!”balas pria itu sambil melambaikan tangannya pada gadis itu..
“Kyuhyun Oppa? Aku ingin kerumah barumu itu,semenjak pernikahanmu 2bulan yang lalu,kau tidak pernah mengajakku kesana,bolehkah?” tanya Sera pada Kyuhyun. Kyuhyun memandang Sera dengan tatapan ragu,takut dan hal lainnya . mengingat bahwa Kyuhyun berada pada 2 gadis yang.. entahlah,memikirkan itu membuatnya frustasi.
“kau yakin akan kesana? Tanya Kyuhyun memastikan
“eumm!!” jawab Sera
“sekalipun ada Yura disana?” tanya Kyuhyun memastikan lagi.
“Oppa wae? Kalian hanya bersandiwara bukan?” jawab Sera kesal
“benar,tapi aku takut kau berfikiran yang bukan-bukan terhadap ku”
“Oppa,aku mempercayaimu.. sangat mempercayaimu bahwa kau hanya milikku,tapi.. jika kau di takdirkan untuk tidak bersamaku,maka aku akan mencoba merelakanmu” jawab Sera enteng.
“Yaa!! Yoon Sera! Apa yang kau katakan?” ketus Kyuhyun
“ahahahahaha.. anio~ kajja” Sera menggandeng tangan prianya,sebenarnya ia merasa sangat terpukul atas apa yang ia ucapkan barusan,sangat sakit memang,merelakan orang yang kita cintai bersama dengan wanita lain,bahkan merelakan mereka dalam hubungan yang sama sekali tidak terfikirkan,yah,meskipun itu hanya sandiwara,tapi itu membuat seorang Yoon Sera takut,takut akan kehilangan Kyuhyun,takut akan sayangnya terbagi,takut akan ditinggal Kyuhyun dan lain sebagainya yang dapat membuat hatinya meraskan sakit.
Di tempat lain,seorang gadis melamun,entah apa yang ia pikirkan.. ia menghirup udara pagi yang sejuk. “Cho Kyuhyun”. Mungkin nama itu yang ia fikirkan,ia terpejam larut dalam suasana hening.
“aku ingin melihat akhir dari cerita itu,tapi kapan?”
>*<
“Han Yura!! Neo eodiga??” teriak seorang pria yang baru saja masuk kedalam rumah mewah,tempatnya.
“wae?? Kenapa kau teriak-tariak? Aku sedang membersihkan ruang santai”balas Yura
“Yura-ssi..” Kyuhyun menyodorkan sebuah benda kepada Yura.
“mwo? Ige mwoya?”
“film!” jawab Kyuhyun singkat
“Koizora??”
“yap,tadi aku bersama Sera berada di toko dvd dan aku tidak sengaja melihatnya,dan sepertinya menarik. Jadi aku membelinya,aku penasaran dengan kisah mereka,bukankah kau suka dengan film jepang?” tanya Kyuhyun
Ya,mereka sudah saling kenal. Bahkan sudah mengetahui sifat masing-masing,dengan waktu yang hanya 2bulan,membuat Yura dan Kyuhyun mengenal kepribadian masing-masing,mereka sering menghabiskan waktu bersama,makan bersama,bahkan hal sekecil apapun itu,layaknya sepasang kekasih. Tapi keegoisan mereka akan perasaan membuat keduanya enggan untuk mengutarakan,Yura sadar bahawa Kyuhyun bukanlah miliknya. Dan Kyuhyun berfikir bahwa perasaan itu hanya ada pada dirinya. Saat Kyuhyun pulang kantor yang ingin ia temui adalah Yura,saat ia pulang sehabis bersama Sera,yang ingin ia temui adalah Yura,entahlah.. mungkin Kyuhyun adalah pria jahat,yang setiap saat ia pergi bersama wanita yang ia cintai,dan disaat ia pulang ia merasakan kenyamanan bersama gadis lain,tapi itu selalu membuatnya nyaman untuk bersama gadisnya untuk membagi kebahagiaan,terlebih bersama Yura,ia sadar,bahwa ia masih memiliki gadis yang sangat ia cintai,tapi entah mengapa saat bersama Yura seolah kebahagiaan itu sudah terkumpul di hadapannya,gadis polos yang bertingkah kekanak-kanakan tapi tidak manja,pandai memasak,mandiri,bahkan pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakan seorang Ahjuma untuk merawat rumah,ia bisa mengerjakan sendiri,tanpa mengeluh. Mungkin itu yang membuat Kyuhyun merasa nyaman didekatnya.
“benar! Kenapa kau tidak menontonnya sendiri? Apakah aku harus menontonnya sekarang”jawab Yura
“yap! Dan singkirkan ini” Kyuhyun menyingkirkan vacuum cleaner yang di pegang Yura dan membimbingnya untuk duduk di ruang santai,beralaskan sofa yang melabar sepert ranjang, tetapi lebih pendek,bahkan tidak ada jarak antara lantai dan bagian bawah sofa tersebut. Kyuhyun menyalakan televisi untuk menonton film.

10013581_633043870111943_796920407_n

( jika aku tidak bertemu kau, aku tidak akan mengalami rasa sakit dan kesedihan,dan kenangan yang menyedihkan. Tapi, jika aku tidak bertemu kau,aku juga tidak akan mengalami kegembiraan itu,kesenangan,dan kenangan yang menyedihkan,tapi.. jika aku tidak bertemu kau,aku juga tidak akan mengalami kegembiraan itu,kegembiraan,keadaan berharga,kebahagiaan,dan merasa sangat bahagia. Apa kabarmu? Aku masih meneruskan untuk mencintai langit biru yang luas-Mika)
( aku pada waktu itu masih tidak tahu,cinta itu telah datang kepadaku-Mika)
Seorang gadis remaja yang menceritakan kisah hidupnya,diawali dengan first love-nya..
“sepertinya ini akan membosankan”ujar Kuyuhyun yang baru saja film itu akan dimulai
“jika tahu seperti itu,kenapa kau membelinya?” jawab Yura ketus
“aku.. aku hanya ingin membelinya” balas Kyuhyun gugup. Yah,Kyuhyun membeli film ini bukan karena semata-mata ingin membelinya,tetapi ia mengingat Yura akan kecintaanya terhadap film jepang.
“cchh… aku akan mengambil snack” Yura meninggalkan Kyuhyun sebentar untuk mengambil snack di lemari pendingin.
Tidak ada komunikasi antara mereka berdua,yang ada hanya suara dari film itu dan cetusan Kyuhyun yang menyanggah setiap kejadian yang membuatnya kesal akan film tersebut.
“dasar! Seorang wanita dengan leluasanya berbicara pada laki-laki yang tidak ia kenal,bahkan melalui ponsel yang mungkin itu sudah tidak layak pakai”cetus Kyuhyun mengomteari film itu. Yura hanya sesekali melirik Kyuhyun yang sedari tadi mengomentari film itu,bisa-bisa ia tidak akan mengerti jalan cerita itu,jika ia meladeni mulut Kyuhyun berceloteh.
“michoseo!” cibir Yura
Menit ke 22
“ehemm..” Yura sedikit bedehem saat melihat part Mika-Hiro bermain sepeda,membolos bersama. Kyuhyun melirik Yura sebentar untuk memeastikan bahwa ia tidak iri dengan film itu. Kyuhyun tersenyum saat melihat bagian itu,dimana Mika memeluk erat pinggang Hiro,seakan Mika takut terjatuh dari sepeda saat dibonceng Hiro. Sepertinya sangat menyenangkan jika bermain sepeda seperti itu. Batin Kyuhyun
“omo!” Yura seperi orang yang bingung ingin melakukan apa saat ini,setelah mengetahui arah dari film itu. Ya,Mika saat ini berada dalam kamar Hiro..
“kau kenapa?” tanya Kyuhyun
“a.. anio~,kau lanjutkan saja nontonmu,aku lelah..”
“ya! Aku membelikan film ini untuk menonton bersamamu! Jadi jangan coba kau enyah dari tempat ini..” Yura mengerutkan keningnya. Bingo! Ternyata Kyuhyun membelikan ini untuk bersama dengannya.. Yura kembali duduk saat ini,Kyuhyun semakin lama semakin fokus pada film itu.
“omo!” Kyuhyun saat ini yang salah tingkah akan film itu
“apa yang akan mereka lakukan? Ya !!” Kyuhyun menggaruk rambutnya frustasi,Yura hanya memalingkan wajahnya untuk mencari objek yang labih baik,tapi sial.. kali ini ia terpaksa tidak berkutik..
( jangan bilang ini yang pertama kalinya-Hiro, Mika menggeleng. Aku akan lembut-Hiro) detik berikutnya Hiro tenggelam dalam lekukan leher Mika,dan selanjutnya kegiatan mereka membuat Kyuhyun dan Yura seperti manusia bodoh yang tidak dapat berkutik sedikitpun.
Kyuhyun mencoba menghilangkan hawa panas dalam tubuhnya,ia mencari snack yang diletakan Yura disebelahnya,tapi sial.
>Yura side
Sudah kuduga akan seperti ini,kami seperti orang bodoh karna tidak dapat berkutik sedikitpun. Aku mengambil snack yang aku taruh sampingku,tapi ini? Omo! ..
Kyuhyun menyentuh tanganku.. oh God! Kumohon hilangkan rasa canggung kami untuk saat ini.. kulirik Kyuhyun menatapku dan smakin mendekat.. dan …
“ehemmm.. aku akan mengambil air minum”seka ku,dia memundurkan sedikit tubuhnya,aku segera pergi dari tempat itu dan mengambil air minum
“ffiiiuuhh.. kenapa ada part seperti ini? Kyuhyun sialan! Kenapa otaknya mesum sekali?” ku hirup udara sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan rasa gugupku untuk kembali melanjutkan dan terpaksa menonton film itu lagi.
“omo! Omo.. wanita itu? Kenapa nasibnya buruk sekali di awal cerita?” ujar Kyuhyun.
Hikss.. hiikss
>Kyuhyun side
Hikss.. hiikss….kenapa dia menangis?? Dan kenapa semakin menjadi?
“Yura-ya? Gawaenchana?” tanyaku panik saat mengetahui ia menangis,ku beranikan diri untuk merengkuhnya dalam pelukanku,mencoba menenangkannya,ia mengeratkan tangannya untuk meremas kaosku..
“waegeure?”
“gadis itu.. bagaimana bisa ia seperti itu? Setelah ia pertma kali merasakannya,kenapa menit selanjutnya setelah itu ia dipaksa oleh sekelompok orang jahat.. hiikss.. apakah ada kebahagiaan untuknya??” oh.. ternyata itu penyebabnya..
“gwaenchana.. itu hanya sebuah sandiwara” aku mencoba menenangkannya,aku menunduk saat ia menatapku..
“kita juga bersandiwara.. pernikahan kita..”ujarnya
Deg
Aku bungkam untuk kali ini,entah mengapa perasaan sakit muncul dalam hatiku,seolah aku sedang mempermainkan wanita.. tapi wanita itu dengan senangnya dan menikmati pernainanku…
Masih dalam pelukanku,dia tertidur.. bahkan belum ada setengah main film ini diputar.. dan pada bagian itu terjadi lagi,untungnya Yura sudah larut dalam mimpinya,jadi tidak ada rasa canggung untuk yang kesekian kalinya untuk malam ini. Kumatikan televisi dan perlahan membawa Yura untuk kekamrnya dengan cara menggendongnya,selama manaiki anak tangga tidak hentinya aku memandangi wajah sembab gadis ini,bahkan dalam keadaannya menutp matanya,kedamaian terpancar dari wajahnya.
“jaljja..” aku membenarkan letak selimutnya,dan perlahan meninggalkannya dalam mimpi.
>*<
Ting.. tong..
Suara bel membuyarkan lamunan Yura akan kejadian itu,dimana ia tertidur dalam pelukan seorang Cho Kyuhyun. Ia berjalan membuka pintu..
“eohh.. Kyuhyun-ssi” seulas senyum terukir indah untuk menyambut tamunya,tapi disebalah Kyuhyun?? Yura mencoba mengenali sosok wanita ini,mungkinkah ini Sera? Yoon Sera?. Batin Yura
“annyeong haseyo Yura-ssi”sapa Sera ramah
“oh..annyeong!! silahkan” Yura memberi jalan untuk Sera,Kyuhyun mentapnya seakan memberi tahu bahwa wanita itu adala Sera,Yoon Sera. Gadis yang sangat ia cintai.
“kau mau minum apa?”tanya Yura setelah mereka berada di ruang tv.
“coklat panas..”
“ohh geure,kau mau minum apa?”tanya Yura pada Kyuhyun
“oh? Aku.. seperti biasa..”jawab Kyuhyun tersenyum.
Yura beralih kedapur untuk menyiapkan minuman,sementara diruang tv Sera bermanja bersama Kyuhyun.
“Oppa~ sepertinya kau sudah mengenal lebih dengannya..”
“bagaimana tidak? Kita sudah 2bulan tinggal bersama dan itu membuat kami saling mengenal layaknya sahabat” jawab Kyuhyun tenang. Sera mengerutkan dahi, dan kembali memeluk prianya. Tidak ada yang namanya persahabatan antara pria dan wanita.batin Sera
“maaf, ini minumnya..” Kyuhyun agak sedikit menjauh dri Sera,Sera sekarang mengerti bahwa Kyuhyun kini sudah berubah.
“oh,gomawo” jawab Sera
“oh.. bukankah itu Koizora?” lanjutnya yang menemukan ssebuah kotak dvd di depannya tergeletak begitu saja. Yura menatap Kyuhyun seakan ingin mengalihkan kegiatannya untuk mencegah Sera.
“eemm..”jawab Kyuhyun ragu
“apakah kau sudah menontonnya?” tanya Sera pada Kyuhyun
“be..belum,aku belum menontonnya.. mungkin itu milik Yura”jawab Kyuhyun gugup dan melirik kearah Yura
“benar,itu milikku.. seorang teman membelikannya untukku” jawab Yura memastikan
Hhuufftt.. Kyuhyun merasa sedikit lega untuk kali ini,dan berharap Sera tidak mengajaknya untuk menonton bersama.
“aku sering menontonnya,kisah cinta yang menyakitkan dan membuatku iri” lanjut Sera
“benarkah? Wah.. aka tidak sabar untuk menonton akhir dari ceritanya” balas Kyuhyun
“mwo? Kau menantikan akhir ceritanya? Kau bilang belum pernah menontonnya?” Sera menangkap Kyuhyun atas ucapannya
“oh? Ani~ bukankah semua orang menantikan hasil akhir dari sebuah cerita? Apakah aku salah bicara?”
“aku akan membuatkan kalian makanan” potong Yura,Yura meninggalkan mereka lagi. Ia merasa kaalu ia sedang dalam bahaya jika bersama mereka.
“dia gadis yang baik bukan?”tanya Sera
“dia cantik,ramah,aura seorang gadis dewasa terpancar dari wajahnya.. aku menyukainya”lanjut Sera. Kyuhyun memperhatikan Sera berbicara seperti itu,kenapaa tiba-tiba dia menjadi seperti ini?. Batin Kyuhyun
“Sera-ya..”
“euumm?”
“kau percaya padaku ‘kan?”
“nde~ aku percaya padamu Oppa” Kyunyun menarik Sera dalam pelukannya, mencium keningnya,hidungnya,dan beralih pada bibir tipis Sera,melamutnya ringan.
“maafkan Oppa,karna pernikahan sandiwara ini membuatmu terluka.. maafkan aku” lanjut Kyuhyun, Sera menganggu dan memeluk erat prianya,takut akan kehilangannya.
Aku juga merasakan sakit itu Cho Kyuhyun-ssi.batin seorang gadis yang berada tak jauh dari mereka. Han Yura
“aku akan mengantarnya pulang” ujar Kyuhyun pada Yura
“nde~” jawab Yura singkat,tanpa melupakan lengkungan manis di bibirnya.
Sebuah mobil sport berwarna hitam membelah jalanan ramai kota Seoul,menampakkan guguran daun yang terseret angin saat mobil itu melaju,lantunan pelan Just When I Need You Most – Randy Vanwarmer membuat suasan dalam mobil itu tenang tanpa ada percakapan. Kyuhyun yang fokus mengemudi dan Sera yang fokus pada ponselnya,sepertinya dia sedng bermain game.
“kau hati-hati.. aku pulang dulu. Jangan tidur terlalu larut,itu tidak baik akan kesehatanmu” ucap Kyuhyun pada Sera yang kemudian mencium keningnya.
“eemm… kau juga hati-hati di jalan,annyeong..” Kyuhyun tersenyum dan pergi,Sera masih dengan posisi itu,memandangi punggung Kyuhyun yang berlalu,hingga memasuki mobil.
###
“aku pulang…”
“Kyuhyun-ssi” Yura menghampiri Kyuhyun yang baru saja pulang,dengan tatapan bingung Yura berdiri tepan dihadapan Kyuhyun
“wae? Ada apa? Apa yang terjdi?” tanya Kyuhyun panik dan memegang kedua pundak Yura,karna Yura tidak berbicara
“Eomonim,Abonim..” Yura menggantungkan jawabannya
“wae? Kenapa dengan mereka?”
“me.. mereka akn menginap disini,selama beberapa hari..”
“mw.. mwo!!?? Apa kau bilang? Mereka akan menginap disini?” lanjut Kyuhyun memastikan
“nde~.. tadi Eomonim menelfonku”
“kau mengijinkannya?”
“belum.. aku beralasan sakit perut tadi,jadi terpaksa menutup telfonnya.. kemudain,apa yang harus kita lakukan?” Yura panik,karna mereka akan ketahuan jika seperti ini
“biarkan mereka tinggal disini..” jawab Kyuhyun pasi
“mwo? Kau yakin?”
“nde~,jika kita tidak mengijinkan mereka,mereka akan semakin curiga bukan?”
“lalu.. bagaimana kalu mereka tahu kita pisah kamar? Aku tidak mau sekamar dengan mu!” jawab Yura ketus
“mwo? Hhaiisshh~,kenapa ini benar-benar terjadi!!” balas Kyuhyun frustasi
“aku akan mengurusnya,kau telfon mereka saja untuk mengijinkannya” lanjut Kyuhyun
Yura menekan beberapa digit nomor yang dimaksud Kyuhyun adalah Eommanya
Nde~ Eomonim..
“bagaimana” tanya Kyuhyun setelah Yura mengakhiri percakapannya dengan orang tua Kyuhyun melalui telepon
“mereka akan kesini besok pagi,aku juga tida tahu kenapa mereka tiba-tiba ingin kesini..” jawab Yura dengan pemikiran, apakah semua orang tua akan mengunjungi rumah anaknya yang sudah ber-itri?.
“cchh.. kau yang lamban,setiap orang tua ataupun mertua.. pasti mereka akan mengunjungi anaknya yang sudah berkeluarga…” jawab Kyuhyun yang seolah mengerti pemikiran Yura
“aku akan membantumu untuk memindahkan barang-barangmu ke kamarku.. hhuufffttt~ sepertinya malam ini kita akan lembur” lanjut Kyuhyun
“huufftt~ aku rasa seperti itu” jawab Yura malas
“kajja.. kita mulai sekarang..!!” ajak Kyuhyun
“mwo? Sekarang? Sekarang sudah pukul 11 malam,apakh tidak besok pagi saja?”
“kau gila.. apakah kau ingin melihat mereka shock saat kau mengemasi barang-barangmu untuk dipindahkan dikamarku..” cetus Kyuhyun,Yura sedikit berfikir. Kyuhyun tersenyum saat melihart ekspresi Yura seperti itu.
“eeuumm.. kajja!”
>satu jam kemudian.
“huuufftt.. kenapa barang-barangmu banyak sekali?” tanya Kyuhyun kelelahan
“ehehehehehehe.. aku tidak sengaja membelinya….” jawab Yura polos
“mwo? Cchh… kau boros sekali..”
“benarkah?? Apa yang harus kita lakukan setelah ini?” tanya Yura yang melihat kamar Kyuhyun seperti gudang penyimpanan barang
“membakaryna..!!” jawab Kyuhyun
“mwo?? Yak!”
“bwahahahahaha.. kajja. Kita rapikan”ajak Kyuhyun kemudian
01:32 KST
“ige..” Yura menyodorkan coklat panas untuk Kyuhyun
“gomawo..”
“kau tidak tidur?” lanjut Kyuhyun
“nanti,aku ingin menikmati coklatku”jawab Yura menghirup aroma coklat panasnya
“kau tidak lelah? Ini sudah larut..”
“ahahahaha.. kau kenapa? Lagian untuk sementara ini,kamarku disini”
“oh? Geure..”
“kalau begitu,aku akan tidur di sana.. jaljja..” Kyuhyun melenggang pergi setelah menghabiskan coklat panasnya,menuju sebuah sofa kecil untuknya tidur sementara ini. Masih dalam satu kamar.

10157150_1434307803475976_1867117002_n

Yura membereskan gelas dan menaruhnya kedapur dan mencucinya..
“Yura!! Fighting” ucapnya,lebih ke diri sendiri.
“yura kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya-bersama Kyuhyun. Bolehkah ia menyebutnya seperti itu?? Ia menemukan Kyuhyun dengan lelapnya tertidur,ia perlahan menghampiri pria itu,memandanginya. Bolehkah aku menyentuhmu? Bisakah aku melakukannya. Batin Yura,tapi pemikiran itu cepat ia singkirkan,saat bayangan Sera melintas dari otaknya.
“jaljja…” Yura menaiki ranjang milik Kyuhyun,kemudian memejamkan matanya.. dan berharap besok awal yang tidak buruk.
###
“Yura-ya,dimana Kyuhyun?” tanya Ny. Cho,yang baru saja sampai dirumah Kyuhyun
“oh ada,mungkin dia sedang bersiap-siap ke kantor,Eommoni”
oh.. geure..,kita sekarang harus membuat sesuatu untuk pria kita masing-masing setelah mereka pulang dari kantornya.. ok?” ajak N. Cho
Eommoni pasti lelah,istirahatlah dulu. Biar aku yang mengerjakannya..”pinta Yura
“annio~”
“Eomma..” teriak Kyuhyun dari anak tangga,yang melihat Eomma-nya ternyata sudah datang,Kyuhyun memeluknya erat.
“kau akan telat nanti.. sana pergi” ujar Ny. Cho
“baiklah.. annyeong~”pamit Kyuhyun
“Kyuhyun-a,changkaman..”
“Wae? Katamu aku akan telat?”
“kau tidak mencium istrimu jika kau akan ke kantor?”tanya Ny. Cho,Yura lansung menatap Kyuhyun,seolah ia harus cepat pergi dari rumah itu.
“Eo? Aku akan telat.. annyeong..” pamit Kyuhyun yang agak sedikit berlari keluar
Hhuufftt.. Yura bernafas lega untuk kali ini.
“eoh? Tasnya? Kyuhyun-a,tasmu..”Ny. Cho mengambil tas Kyuhyun yang ia letakkan di sofa dan lupa membawanya,Kyuhyun berhenti sebelum melewati pintu.
“Yura-ya,ini.. berikan padanya” Yura,bingung,namun ia segera mengambil tasnya dan memberikannya pada Kyuhyun,Kyuhyun tersenyum simpul saat ini.
Chup~
Kyuhyun mencium kening gadis yang berada dihadapnnya,untuk kedua kalinya,perlakuan Kyuhyun sontak membuatnya seperti patung,tetapi masih merasakan desiran lembut itu menjalar keseluruh tubuhnya.
“mianhae,aku berangkat dulu..” lanjutnya dengan diiringi senyum kemenangan,lalu kembali berlari meninggalkan Yura di dekat pintu masuk. Yura masih dengan posisinya mematung dan sempat tak percaya,bayangkan saja,Kyuhyun sedikit lebih lama mengecupnya,dan bodohnya Yura hanya diam saat itu. Apakah ia berfikir ada Eommonim yang melihatnya,jadi dia bersikap pasrah untuk ini. Entahlah.
“kkkk~ Yura-ya.. kau kenapa? Ayo cepat,kita akan membuat apa hari ini?” tanya Ny. Cho pada Yura,saat melihat kejadian tadi.
“eoh? Nde~ Eommonim…”

###
“chaa.. makanan sudah siap!!” Ny. Cho tersenyum saat melihat hidangan di atas meja tersusun rapi.
“Yura-ya,apakah Kyuhyun belum juga pulang” tanya Tn. Cho
“belum,entahlah.. mungkin sedang banyak tugas” jawab Yura ringan
“setidaknya,dia menghubungimu atau menghubungi kami jika pulang telat”lanjut Tn. Cho
“kita tunggu saja,mungkin sebentar lagi ia pulang” jawab Ny. Cho
1 jam
2 jam
“apakah anak itu,tidak akan pulang? Apakah dia tidak ingin kita disini?” Tn. Cho memecah keheningan
Kyuhyun-ssi,jika kau malu akan kejadian tadi pagi setidaknya jangan itu yang membuatmu tidak pulang,dan menjadikannya alasan.batin Yura
“ponselnya tidak aktif,memang benar-benar sibuk dia. Ah,bagaimana kalau aku menelpon sekretarisnya..” usul Ny. Cho
“ide bagus,cepatlah kau hubungi dia”jawab Tn. Cho
Jeongmal? Dia sudah pulang dari pukul 7 tadi?
…….
Nde~ gomawo
“dia sudah pulang sejak pukul 7 tadi,hheeum.. anak itu selalu seperti ini,tidak pernah memberi kabar saat pulang telat” lanjut Ny. Cho menjelaskan,teruntuk Yura
“kalau begitu,kita saja yang menghabiskan semuanya,lagipula orang yang ditunggupun tidak hadir,dan ini sudah pukul 9 malam,kajja..” ajak Tn. Cho
Yura hanya mengangguk menuruti apa kata Tn. Cho,Yura sedikit khawatir tentang Kyuhyun. Semoga dia baik-baik saja. Batin Yura
To be continue. . . . . .

Advertisements

4 thoughts on “Mianhae. . . (part.1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s