Promise You (Part 6)

Siwon nana promise you

 

Annyeong haseyo yeorobun!!!

Apa kabar???

Gimana yang part kemarin??? Maaf kalau kurang memusakan, hee…

Mau kasih info juga sih,,, mungkin dari readers ada yang ngerasa gak pas atau sanksi dengan beberapa adegan di ff Promise You ini, tetapi percayalah, author sudah menyiapkan jalan ceritanya. Jadi tolong sabar yaa menunggu lanjutan atau kisah-kisah NaWon selanjutnya. Dinikmati ya bacanyaa… Jujur, author sayang banget sama couple ini, jadi ga ingin cerita ini cepet tamat, jadi jalannya slow but sure. Dan aku harap, readers mau setia juga baca sampai akhir. Sesuju??? Heee… 😀

Oya, ditunggu komennya yaaa…!!! ALWAYS!!!

Gomawo, happy reading!!!

_oOo_

Last Part

“Nana, jangan dengarkan perkataan Jin Ae imo. Dia memang seringkali tidak memperhatikan orang lain,” ujar Siwon begitu mereka sampai di depan kamar Nana.

“Saya mengerti, Sajangnim,” jawab Nana, pelan. Siwon menghela nafas.

“Wanita itu, yang disebutkan Imo  tadi… Dia hanya… Dia bukan siapa-siapa,” lanjut Siwon.

“Maaf Sajangnim, itu adalah masalah pribadi Anda. Dan Saya rasa, Anda tidak memiliki kewajiban apapun untuk menjelaskan masalah itu pada saya,” jawab Nana, pelan.

“Dan jika Anda tidak keberatan, saya akan masuk kamar,” lanjutnya. Tanpa menunggu jawaban Siwon, Nana menggeser pintunya dan masuk, lalu menutupnya kembali. Meninggalkan Siwon yang berdiri dengan tangan mengepal.

_oOo_

This Part Starts Here…

Pagi hari yang cerah, cuaca yang mendukung rencana keluarga Choi untuk piknik ke danau, yang berjarak ±10 km dari rumah Kakek Choi. Sejak fajar, Nenek dan Ibu Siwon, dibantu oleh Nana dan Inna sudah menyiapkan bekal, sedangkan para lelaki menyiapkan perlengkapan piknik lainnya, seperti tikar, kursi lipat, pancing, dan sebagainya. Karena barang-barang yang mereka bawa cukup banyak, serta ingin menikmati suasana gunung dan pedesaan yang sangat jarang mereka temui, akhirnya mereka memutuskan untuk mengendarai mobil dengan bak terbuka, dengan Shinwoo sebagai sopirnya, Kakek-Nenek Choi juga duduk di depan, di samping sopir, Tuan dan nyonya Choi di jok baris kedua, sedangkan sisanya di bak. Ini merupakan hal yang baru bagi Nana, mengendarai mobil bak terbuka yang aturannya hanya untuk memuat barang. Sedangkan untuk keluarga Choi, mereka telah terbiasa, karena memang ketika mereka ke desa, mengendarai mobil bak terbuka sudah lazim.

Geurae, semuanya sudah siap. Kajja!” ujar Kakek Siwon, bersemangat. Anggota keluarga Choi yang lain pun menyambutnya dengan tak kalah antusias. Shinwoo dan Siwon segera membawa bekal dan menatanya di dalam bak mobil. Setelah semuanya tertata rapi, para penumpang pun naik. Inna yang sudah terbiasa, bisa naik dengan cekatan, lalu membantu memegang tangan Nana, sedangkan Siwon membantunya dari bawah. Setelah mereka di atas, Siwon yang bertugas menutup pintu pun naik, dan tentu saja, duduk di samping Nana.

_oOo_

 

Eonni, biasanya kemana kau sering berlibur?” Tanya Inna. Nana yang awalnya asyik menikmati pemandangan sekitar, menoleh pada Inna yang duduk di seberangnya. Ia juga merapikan rambut tergerainya yang tertiup angin hingga menutupi wajahnya.

“Berlibur? Eum, aku sangat jarang berlibur, Inna. Biasanya aku bekerja paruh waktu, atau membantu ibu berjualan,” jawab Nana. Inna mengangguk.

“Eoh, biasanya pekerjaan apa yang kau lakukan, Eonni?”

“Eum, menjadi guru les privat, bekerja di café atau restoran,yah, pekerjaan apa saja yang bisa menghasilkan uang, dan tentu saja tidak mengganggu studiku,” jelas Nana, seraya merapikan rambutnya lagi.

“Wah, daebak! Aku terkadang iri pada orang-orang, atau teman-temanku yang sudah bisa mencari uang sendiri, tidak hanya mengandalkan pemberian orang tua. Aku juga ingin berusaha seperti itu. Tapi apa daya, Oppa sangat protektif padaku,”jelas Inna. Siwon berdecak , dan menjawab

“Kau harusnya bersyukur, tidak semua orang bisa sepertimu,” ujar Siwon singkat. Nana tersenyum, dan lagi-lagi merapikan rambutnya.

“Oya, aku dengar kau bisa bekerja di perusahaan Oppa? Apakah kalian sudah saling mengenal terlebih dulu?”  lanjut Inna.

“Aku…” kalimat Nana terhenti ketika ia merasakan ada yang merapikan rambutnya lalu menggenggamnya. Nana menoleh, dan benar saja. Siwon merapikan rambut Nana dan menggenggamnya agar rambutnya tidak tertiup angin lagi. Ketika Nana menoleh, bertepatan dengan Siwon yang juga melihatnya. Tatapan mereka pun bertemu. Dan Nana… Ada sebuah sensasi asing yang menjalari hatinya. Sebuah rasa hangat, namun mendebarkan. Untuk beberapa saat mereka terpaku, namun akhirnya Nana menunduk, menyembunyikan semburat merah di wajahnya, sedangkan  Siwon tersenyum kaku.

“Maaf, Sajangnim,” ujarnya, kemudian menyanggul rambutnya.

Eonni, mengapa kau selalu memanggil OppaSajangnim”? Dan masih bersikap formal kepadanya?”

Ne?” ujar Nana. Ia menoleh pada Siwon sejenak, lalu menjawab,

“Ah itu… aku…” kalimat Nana terhenti, tidak menemukan jawaban yang tepat.

“Dia tidak mau. Dia takut keceplosan memanggilku Oppa di depan karyawan yang lain. Benarkan?” ujar Siwon, seraya membelai puncak kepala Nana lembut lalu melingkarkan tangannya di pundaknya. Nana terperangah, namun bisa segera mengendalikan diri. Ia tersenyum lalu mengangguk.

“Eoh, geurae? Oya Eonni, bagaimana sikap Oppa kepadamu? Apakah dia romantis?” Inna melanjutkan interogasinya. Siwon berdecak, lalu menoleh pada Nana yang terlihat sedang menunggunya menjawab pertanyaan Inna. Siwon tersenyum tipis, lalu membelai pundak Nana. Kalau mau, ia bisa membantunya menjawab. Namun kali ini, ia membiarkan Nana sendiri yang memikirkan jawabannya. Ia malah asyik memperhatikan setiap ekspresi Nana. Apalagi ekspresi kebingungannya saat ini, benar-benar membuatnya gemas. Sedangkan Nana, yang awalnya sudah menemukan ide untuk menjawab Inna, malah hilang begitu saja karena kaget atas perlakuan Siwon

“Ayolah Eonni… ceritakan saja! Jangan takut pada Oppa!” desak Inna.

“Eum… Sajangnim  sangat baik, Inna…” jawab Nana, singkat.

Araseo, tapi bukan itu yang aku tanyakan. Tetapi sikap Oppa. Misalnya, apakah Oppa sering memberikan kejutan padamu? Makan malam? Atau sesuatu?”  Nana menunduk, dan berpikir lama. Dalam hati ia menggerutu karena Siwon tidak membantunya kali ini.

“Katakan saja, itu rahasia kita berdua,” bisik Siwon, sangat dekat di telinganya, membuat Nana terkesiap.

“Ah, itu… Eum, Sajangnim melarangku untuk menceritakannya,” ujar Nana. Siwon tertawa geli mendengar jawaban Nana yang konyol, di luar dugaannya.

“Heuh, dia memang begitu. Dia pasti tidak mau kami menertawainya. Kami sudah tau sikap Oppa yang kaku pada wanita. Pasti dia bukan kekasih yang romantis, emotionless, affectionless. Pantas saja kalian terlihat kaku di depan umum,” ujar Inna dengan nada mengejek.

“Hei, bukan begitu Inna! Untuk apa mengumbar kemesraan di depan orang lain? Tidak berguna!” bela Siwon.

“Huu… alibi! Mengaku saja Oppa…Kau pasti menjadi pria yang membosankan. Selalu membicarakan pekerjaan, berbicara formal, dingin… Eonni, aku tidak mengerti mengapa kau bisa bertahan menjadi kekasih Oppa!” serang Inna.

“Hei anak kecil! Kau tidak usah berbicara yang bukan-bukan. Memangnya kau tahu bagaimana rasanya memiliki kekasih? Mendapatkan perlakuan romantis?” Skakmat! Siwon benar-benar menggunakan kartu as-nya. Di usianya yang ke 19 tahun Inna memang belum pernah berpacaran.

Oppa, bagaimana bisa aku memiliki kekasih kalau kau selalu protektif padaku? Bersikap seperti seorang pengawal yang siap mematahkan leher mereka ketika mereka mendekat padaku? Mereka semua menjauh, Oppa!” jawab Inna kesal. Siwon tertawa puas karena telah berhasil menang dari adiknya. Nana yang geli melihat tingkah pertengkaran Siwon dan Inna, serta ekspresi Inna yang out of control, membuatnya ikut tertawa.

_oOo_

Nana berseru takjub melihat pemandangan danau yang sangat indah. Danau dengan air yang tenang dan dikelilingi oleh pepohonan dengan daun berwarna-warni. Sedangkan di seberang sana, terlihat gunung yang berdiri menjulang yang puncaknya berwarna putih tertutup awan.

Eonni, kau suka?” pertanyaan Inna membuat Nana tersadar.

“Neomu joha!” jawab Nana seraya tersenyum lebar. Setelah itu mereka pun menata berbagai peralatan piknik piknik dan membuka bekal mereka. Setelah itu, Kakek dan ayah Siwon, serta Shinwoo menyiapkan kursi lipat dan alat pancing, lalu mencari spot yang pas untuk memancing, beberapa meter dari tempat mereka berkumpul. Sedangkan Siwon memilih untuk berburu objek yang bagus untuk ia potret.

Oppa, foto kami dulu!” ujar Inna. Siwon mengangguk lalu menyiapkan kamera DSLR-nya. Inna pun mulai mengatur posisi bersama Nana, Eomma, dan neneknya. Setelah mereka siap, Siwon pun mengambil beberapa gambar.

“Sekarang giliranmu. Sini, aku yang mengambil gambar,” ujar Inna, lalu mendekat untuk mengambil kamera dari tangan Siwon. Siwon pun menerahkan kameranya lalu bergabung dengan ibu, nenek, dan Nana.

Oppa, berdirilah di samping Eonni!” seru Inna, ketika Siwon malah berdiri di samping neneknya. Siwon menurut.

Oppa, mengapa kau begitu kaku? Coba, rangkul bahu Eonni,” serunya lagi. Siwon berdecak, namun tetap menurutinya. Ia melingkarkan tangannya di bahu Nana. Refleks, Nana menoleh pada Siwon, begitupun Siwon.

Klik.

Suara jepretan kamera membuat mereka tersentak dan menoleh pada Inna.

“Inna, kami belum siap…” ujar Siwon. Inna hanya tersenyum kecil. Dalam hati ia puas bisa mengambil gambar Nana dan Siwon yang terlihat begitu dekat dan natural. Siwon dan Nana saling menatap dalam jarak yang sangat dekat. Dan lucunya, Eomma dan Nenek Siwon yang berdiri di sampingnya tersenyum ke kamera.

“Inna-ya!” panggil Eommanya.

“Ah, Ne… Ne…!” jawab Inna, lalu membidikkan kameranya lagi.

“Hana, dul, set!” klik. Klik. Klik. Inna mengambil gambar beberapa kali, lalu mendekati mereka untuk memperlihatkan hasil jepretannya.

Aigoo… kalian sangat serasi!” ujar Nenek Siwon.

“Benar! Aku sudah tidak sabar ingin melihat kalian menikah!” imbuh Nyonya Choi.

“Makanya, suruh mereka cepat menikah!” teriak Kakek Siwon, yang ternyata mendengar percakapan mereka.

“Choi Siwon, kapan kau akan melamar Nana? Kapan kalian akan menikah?” lanjutnya.

Siwon tersenyum, lalu menjawab,

“Tenang saja, Harabeoji! Bulan depan kami akan menikah!” ujarnya, santai, seraya mengambil kamera dari tangan Inna. Namun, kalimat itu berhasil menarik perhatian seluruh orang yang mendengarnya. Apalagi Nana. Wanita itu menatap Siwon dengan bibir setengah terbuka, tidak dapat menyembunyikan rasa kagetnya. Siwon pun seakan beresonansi dengan Nana, karena setiap wanita itu melihatnya, Siwon pun tanpa sadar melakukan hal yang sama. Begitupun sebaliknya. Jadi, ketika Nana menatapnya kaget, Siwon pun menatapnya, lalu tersenyum lembut.

“Benarkan?” ujarnya pada Nana. Nana menunduk. Ia tidak tahu sejak kapan senyuman Siwon bisa meneduhkan hatinya, dan membuatnya hanya bisa berkata, Ya!

“Jadi mulai sekarang,Eomma, Appa, dan Inna, mulai siapkan pernikahan kami!” lanjutnya.

“Pernikahan? Kami bertiga menyiapkan pernikahan? lalu Shinwoo Oppa?”ulang Inna, yang ternyata baru pulih dari rasa kagetnya.

“Shinwoo akan membantuku mengurus perusahaan,” jawab Siwon.

“Lalu harabeoji dan halmeoni, silakan memikirkan kado pernikahan untuk kami,” lanjutnya, seraya mengedipkan mata kepada kakeknya.

_oOo_

Berita pernikahan antara Siwon dan Nana yang diumumkan secara mendadak tak ayal membuat Keluarga Choi segera mengerahkan segala kemampuannya untuk menyiapkan pesta pernikahan putra sulung mereka. Benar, Siwon adalah cucu sulung dari keluarga Choi. Ayah Choi Siwon, Choi Seunghwan, adalah anak sulung, sedangkan adiknya, Choi Jinna tidak menikah dan tidak memiliki anak.Jadi tentu saja, mereka akan melakukan yang terbaik untuk pernikahan sang putra mahkota! Dan karena hal itulah yang membuat Siwon harus merelakan Nana tidak melaksanakan tugasnya sebagai sekretaris, karena Nyonya Choi seringkali meminjamnya untuk menyiapkan pernikahan. Mau tidak mau, Siwon harus mengijinkannya. Beruntung, ia masih memiliki seorang ajudan, Kim Jinho, yang bisa diandalkan. Seperti hari ini, ketika ia harus turun ke bagian personalia.

“Im Nana? Sekretaris Sajangnim?” Siwon menghentikan langkahnya ketika mendengar nama Nana sedang dibicarakan beberapa karyawan wanita. Wanita-wanita itu tidak menyadari kehadiran Siwon, karena posisi mereka yang membelakangi Siwon, dan melanjutkan gossip mereka.

“Ya. Akhir-akhir ini aku jarang melihatnya di kantor. Dan beberapa waktu lalu aku melihatnya keluar bersama seorang wanita setengah baya. Kata karyawan lain, wanita itu adalah Nyonya Choi! Mereka sedang menyiapkan pesta pernikahan!”

“Eoh, geurae? Tapi mengapa sampai saat belum ada berita atau pengumuman resmi?”

Molla…”

Aigoo… Nana memang cantik. Tapi aku tidak menyangka dia memanfaatkan kecantikannya itu untuk menggoda Choi Sajangnim!”

“Apa masalah kalian jika aku menikahi Nana?” Suara bass Siwon berhasil mengejutkan mereka. Mereka sontak berbalik dan menunduk.

“Dengar, walaupun sekarang dia hanyalah seorang sekretaris, namun tidak lama lagi dia akan resmi menjadi istriku. Dan sebagai direktur di perusahaan ini, aku memperingatkan kalian, jangan sesekali kalian membicarakan calon istri seorang direktur, atau kalian akan menerima akibatnya!” ujar Siwon, tegas, kemudian pergi, meninggalkan mereka yang berdiri ketakutan.

_oOo_

Drrrttt. Drrrttt.

Siwon berdecak ketika merasakan ponselnya bergetar. Baru saja ia tiba di ruangannya, setelah menegur karyawan tidak tahu diri yang membicarakan Nana, kini ponselnya pun ikut mengganggu. Namun, ketika nama ia mengetahui siapa sang penelfon, ia menarik nafas untuk menstabilkan emosinya.

Eomma,” ujarnya.

“Eoh, Siwon-ah, dimana kau?”

“Di kantor. Waeyo?”

“Siwon-ah, tidak bisakah kau meninggalkan pekerjaanmu sebentar? Sekarang kami sedang memilih setelah jas dan gaun pengantin untuk kalian. Datanglah kesini, kami ingin tau pendapatmu!”  Siwon menghela nafas.

Mianhae, Eomma… aku sangat banyak pekerjaan sekarang. Aku harus menyelesaikannya agar aku bisa cuti untuk pesta pernikahan nanti,”

“Tapi Siwon, ini untuk pernikahanmu! Kau hanya akan menikah sekali, jadi kau harus menyiapkannya sebaik mungkin!” Siwon tersenyum tipis mendengar kalimat ibunya. Menikah hanya sekali? Ya, mungkin saja…

Mianhae Eomma, aku benar-benar tidak bisa. Bukankah Eomma bersama Nana? Tanyakan padanya, apa yang dia suka,”

“Tapi…”

Eomma, Nana tau apa yang aku inginkan. Dan aku percaya padanya,” potong Siwon, dan membuat Nyonya Choi berdecak gemas.

Aigoo! Dasar kau!”

_oOo_

 

Wedding March mengalun keras ketika seorang pengantin wanita berjalan di karpet merah menuju calon suaminya yang sudah menunggunya di altar. Im Nana dan Choi Siwon, hari ini adalah hari pernikahan mereka. Im Nana berjalan dengan anggunnya, di dampingi Tuan Choi, mengenakan gaun pernikahan berwarna putih, berbahan brokat yang menutup sampai ke lehernya. Nana menyanggul rambutnya dan menggunakan headband mutiara. Sedangkan Siwon, mengenakan setelah jas pengantin berwarna senada, dengan aksen kristal di kerahnya. Siwon menepati janjinya, bahwa ia akan menyetujui dan mengenakan apa yang Nana pilih. Pilihan Nana pun sangat tepat, sepasang baju pengantin yang simple namun elegan, dan langsung mendapat pujian ketika para tamu undangan melihatnya. Tentu saja, bukan hanya baju pengantin mereka yang indah, namun sang pengantin pun memiliki paras yang sempurna.

“Ya Tuhan! Anakku…” gumam Nyonya Im lirih dan bergetar. Ia tidak dapat menahan isak tangisnya. Sungguh, pernikahan Nana adalah permikahan paling indah yang pernah ia datangi, dan gaun Nana adalah gaun paling cantik yang pernah ia lihat. Hati Nyonya Im serasa disayat, ketika mengingat kenyataan bahwa semua ini hanyalah fiktif belaka. Ya, karena bisa dipastikan, setelah hari ini resmi menyandang nama “Choi”, Nana tinggal menghitung hari lagi untuk melepasnya.

Aigoo…! Eonni  sangat cantik, Eomma!” suara Hana berhasil menyadarkan Nyonya Im. Dan kini, ia melihat Nana  yang menyambut uluran tangan Choi Siwon, calon suami kontraknya.

_oOo_

 

Siwon dapat merasakan tangan Nana yang dingin ketika wanita itu menyambut uluran tangannya. Nana terlihat gugup, walaupun wanita itu berusaha keras menyembunyikannya dengan senyuman cantiknya. Jika boleh jujur, Siwon pun tak kalah gugup dengannya. Namun, berkat berbagai pengalaman hidupnya, Siwon sudah terampil dalam memanipulasi ekspresi serta mengontrol afeksinya.

Gwaenchana,” bisiknya, menenangkan Nana. Nana mengangguk. Setelah itu, pastor pun memulai upacara pemberkatan. Seluruh tamu undangan mengikutinya dengan khidmat.

“Kalian telah resmi menjadi pasangan suami istri. Kau boleh mencium istrimu,” ujar sang pastor kemudian.

Perlahan, Siwon dan Nana memutar badan hingga berhadapan. Nana menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah, menahan rasa malu dan sungkan kepada Siwon. Hatinya juga berdebar  tak karuan. Ia pun menutup mata ketika Siwon mengangkat wajahnya perlahan. Ya Tuhan, apakah Sajangnim benar-benar akan menciumku?  Batinnya.

Chupp.

Sebuah kecupan lembut akhirnya mendarat di sudut bibir Nana. Benar, Siwon bukanlah seorang lelaki brengsek yang suka memanfaatkan kesempatan. Ia menghormati Nana. Ia ingin menjaga perasaan Nana dengan tidak menciumnya sembarangan, tanpa seizinnya. Namun, dia juga tidak ingin membuat Nana malu dan menjadi bahan pembicaraan jika mereka tidak berciuman, karena akan terlihat seakan-akan Siwon sebenarnya tidak menginginkan Nana. Jadilah, Siwon hanya mengecup sudut bibirnya, sehingga mereka terlihat seperti sedang berciuman.

Setelah terdengar tepuk tangan riuh, Siwon pun sedikit menjauh.

“Bolehkan jika aku mencium pipimu?” bisiknya. Nana mengangguk dan tersenyum canggung.

_oOo_

Setelah pemberkatan pernikahan, para undangan pun mengiringi sang pengantin menuju lokasi resepsi yang diselenggarakan di salah satu hotel milik Choi Grup. Ballroom hotel pun disulap menjadi tempat pesta yang nyaman dan mewah dengan dominasi warna putih. Berbagai sajian lezat terhidang. Alunan musik klasik romantis dari musisi ternama mengalun indah, menggema ke seluruh ruangan. Semua hal disiapkan secara detail dan sempurna, sesempurna sang pengantin, yang saat ini sedang berkeliling dengan tangan saling bertautan, menemui para tamu, dan mendapatkan pujian serta doa agar pernikahan mereka langgeng dan menjadi keluarga bahagia.

“Kau lelah?” Siwon menoleh seraya menepuk tangan kanan Nana yang berada di lengan kirinya dengan lembut, ketika mereka melangkah pergi meninggalkan sekelompok tamu yang baru saja mereka temui.

“Tidak begitu. Eommoni dan keluarga Sajangnim sudah menyiapkan segalanya dengan meriah,” jawab Nana.

“Nana, jangan panggil aku Sajangnim lagi. Mulai sekarang, kau harus memanggilku Oppa dan berhenti bersikap formal padaku. Aku tidak mau mereka curiga,” ujar Siwon. Nana mengangguk.

“Choi Siwon!” sebuah suara yang sangat Siwon kenal berhasil menghentikan langkahnya.

“Choi Siwon!” suara itu memanggil lagi. Tak berapa lama kemudian Siwon mendengar langkah kaki seorang wanita mendekat. Ia pun berbalik. Benar. Dugaannya benar.

“Lee Shiyoung-ssi!” ujar Siwon.

“Wonnie-ah, mengapa kau memanggilku sangat formal” Wonnie? Nana mengerutkan kening, baru pertama kali ia mendengar ada yang memanggil Siwon dengan panggilan itu.

“Sayang, perkenalkan, dia Lee Shiyoung, teman kuliahku dulu. Shiyoung-ssi, kau pasti sudah mengenalnya. Choi Nana, istriku!” ujar Siwon, tak mempedulikan protes Shiyoung tadi.

Nana memberi salam dengan ramah. Namun, pikirannya bekerja keras mengingat nama yang seakan pernah didengarnya. Ah, Shiyoung! Benar! Nama yang pernah dibahas oleh Jin Ae Imo. Pantas saja Jin Ae Imo lebih menyukai Shiyoung daripada dirinya. Walaupun wanita itu lebih pendek darinya, tetapi ia memiliki wajah cantik dan senyuman manis menyerupai boneka. Di samping itu, dari pakaian dan aksesoris yang ia kenakan, sudah bisa terlihat bahwa wanita ini berasal dari kelas atas, seperti keluarga Choi. Namun mengapa mereka berpisah? Apa yang terjadi di antara mereka? Jika saja memiliki keberanian untuk bertanya, ani, jika saja dia memiliki hak  untuk bertanya, maka Nana pasti akan langsung membombardir Siwon dengan berbagai pertanyaan.

“Selamat atas pernikahan kalian,” ujar Shiyoung lalu tersenyum. Nana melirik Siwon, dan melihat Siwon tersenyum tipis. Sebuah senyuman yang sering Nana lihat ketika Siwon menghadapi orang atau klien yang tidak sesuai dengan hatinya, dengan kata lain, tidak begitu disukainya. Nana juga bisa merasakan aura tegang di antara mereka.

“Terima kasih,” Nana menjawab, menggantikan Siwon.

“Eoh, Oppa, aku ingin mengambil minum sebentar. Kau mau?” ujar Nana, sedikit canggung karena pertama kali memanggil Siwon Oppa dan berbicara non-formal padanya. Nana sengaja ingin memberikan waktu untuk mereka.

“Tidak usah, terima kasih,” jawab Siwon seraya tersenyum.

“Baiklah, aku pergi dulu,”

Siwon menahan lengan Nana sejenak sebelum wanita itu melangkah, lalu mengecup pipinya lembut.

“Cepatlah kembali!” bisiknya. Nana tersipu. Astaga! Itu sangat ro-man-tis! Nana mengangguk lalu berjalan menjauh. Pandangan Siwon mengikuti langkah Nana, hingga pengantinnya yang cantik itu menghilang dari pandangannya.

“Wonni-ah, apa kau yakin dengan pilihanmu?”tanya Shiyoung tiba-tiba. Siwon mengerutkan keningnya.

“Tentu saja! Kalau tidak, aku tidak mungkin menikahinya.”

“Wonni-ah, aku mohon kejujuranmu… apa kau mencintainya?’ Siwon menatap Shiyoung tajam.

“Dia istriku!” ujar  Siwon, penuh penekanan. Shiyoung tersenyum getir.

Geurom, ku rasa aku harus pergi sekarang,” ujar Siwon datar, tidak ingin berlama-lama dengan Shiyoung. Tepat ketika ia akan berbalik, Shiyoung menahannya.

“Wonni-ah, aku tahu kau masih mencintaiku. Kau hanya menjadikannya pelarian, kan? Wonni-ah, jujurlah padaku! Kau masih mencintaiku, bukan?”

“Shiyoung-ssi, tolong jangan seperti ini! Aku tidak mau istriku salah paham,” ujar Siwon seraya melepaskan cengkeraman Shiyoung di lengannya.

“Dan satu lagi, jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu lagi!” ujarnya tegas, lalu berbalik. Nana yang mengamati dari kejauhan, tersentak ketika Siwon tiba-tiba berbalik dan melihatnya. Ia pun langsung berjalan mendekati Siwon, berpura-pura tidak melihat apa-apa.

Begitu melihat Nana, Siwon langsung menunjukkan senyuman khasnya, dan berjalan mendekati Nana. Ketika Nana berada di depannya, ia langsung melingkarkan lengannya di pinggang Nana.

“Mengapa kau sangat lama, sayang?’ bisiknya mesra. Nana melirik Shiyoung sekilas, yang berada beberapa meter darinya. Ia  merasa tidak enak hati pada Shiyoung. Ia mendorong dada Siwon pelan, namun Siwon malah menggenggam tangannya, tersenyum lembut, lalu mengecup keningnya. Aigoo…! Maksud Nana adalah membuat Siwon tidak bertindak berlebihan padanya di depan Shiyoung, namun yang terjadi malah sebaliknya! Mereka terlihat sangat mesra, dan Siwon seakan tidak mempedulikan Shiyoung yang tengah menatap mereka tajam.

_oOo_

To Be Continued

 

Oye Hoi Hoi…

Annyeong… gimana yang part ini???

Siwon-Nana nikahnya mendadak bangeet yaa???!!

Pada diundang gak kemarin???

Hahaaa… *ngayal lu thor :p

 

Dear readers, ditunggu komennya, yaaa…!!! 😉

 

Advertisements

40 thoughts on “Promise You (Part 6)

  1. Aduh penasaran nih sama hubungan siwon shinyoung di masa lalu. Btw, itu Siwon nya sok romantis sama Nana di depan Shinyoung biar cemburu apa romantisnya dari hati? next part semoga gak terlalu lama ya hhhhh

  2. kayaknya siwon oppa udah mulai suka sama nana eonni. Eonni kau harus hati-hati dengan shiyoung
    fighting eonni di tunggu ya part selanjutnya 🙂

  3. aishhh baru nikah udah dateng aja pengganggu…
    tpi klo ada pngganggu siwon jd mesra banget, main cium2 terus… hehehe
    lanjut deh thor…

  4. Penasaran sama hubungan siwon dengan mantan pacarnya sepertinya siwon ga suka sama mantannya,
    Dan sepertinya hubungan siwon n nana dah mulai berkembang

  5. Salam kenal……….

    jgn” siwon msh mencintai shinyoung trus td itu pura” mesra untuk manas”sin shinyoung kan !!!!!!! Aduh jgn sampai nana jatuh cinta duluan

    next chap ……. Udah gak sabar

  6. Makin romantis bgt dua sejoli yg nikahnya tiba-tiba bgt..
    Walaupun msh penasaran perasaan siwon ke Nana sebenarnya seperti apa?
    Apa hanya ingin buat shiyoung cemburu? Atau emang siwon udah jatuh cinta ama Nana 😀
    Kepo Next partnya eonnie 🙂
    Keep writing 😀

  7. nana dan siwon akhirnya menikah…ah semga aja siwon jatuh cinta sama nana
    pengen tau kisah siwon sama shinyoung itu seperti apa berharap ap .yg siwon lakukan sama nana itu tulus bukan pura2 mau buat shinyoung cemburu
    curiga sama shinyoung kayanya bakal berusaha merebut siwon dr nana…. 🙂

  8. itu itu itu siwon mesra bnget k nana emang bneran suka apa cuma buat manasin si siyoung doang??? seperti nya benih2 cinta sudah tumbuh d antra mereka….

  9. yaaaah udh tbc aja tuh …..
    panjngin lagi thor … itu kurang panjaaaaaang … aku akaan ttap setia nunggu sampai ujung kok thor tenng aj ….

    seru banget keluarga siwon .!! romantis siwon nya aaaa waktu ngapain rambut nana .. siwon lu kerja mulu sih entr nana nya gimna dong .. pasti di rmah sendiri pokoknya sering sendiri deh ..

    waw pesta nya meriah … first kiss nawon eummm sudut bibir doang .. buat ciuman kdua nya romantis ya thor …

    nana jadi pelarian ? pelarian yg menuntungkan itu mah … shinyoung awas lu entar gangu gangguin nawon … mati deh lu ..

    cepetn di lnjutin ya thor … yg sunbae juga di tunggu loh !
    sunbae lama amat next nya …

    fighting thor untuk nulis nya !

    1. waahhh… miaan kalo kurang panjang… tapi author baru bisa nulis segitu dulu… gapapa kan?! heee… 😉
      eumh,,, itu masih belum first kiss, kok, tenang ajaa… *evil smirk a la Kyu
      buat yang sunbae nanti aku bilang ke authornya yaa… di wp ini ada 2 author soalnyaa… mau free lance nulis disini??? yuk..!!! 😉

  10. Maaf Thor baru komen di part 6 he he he … Sibuk UTS him #gak nanya .
    Asik lah ada pihak Oke 3 hehehee … Buat pihak Oke 4 juga Bihar same wkwkkwkwk good luck yah Thor

  11. akting nya siwon di depan Shiyoung keren lah 😀 WKWKWKWK …
    tambahin hal romantis lagi dong thor please …
    NEXT ….
    maaf baru komen .

  12. Eonni…aku suka ceritanya. Tp menurut aku, ceritanya bakal lbh bagus kalo dibikin lbh panjang. Maksudnya lbh panjang itu kayak menceritakan keadaan sekelilingnya, perasaannya, dsb. Aku suka ceritanya, tp menurut aku cerita ini terlalu to the point, jd gaada teka tekinya hehehe. Ini menurut aku aja kok eonni. Hwaiting ❤

  13. Akhirnya nawon couple menikah dan kenapa di depan shiyoung, siwon belagak sok mesra? Itu hanya akting untuk membuat shiyoung cemburu atau reflek karna keinginan siwon?
    Mudah”an saja nawon couple langgeng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s