The Biggest Present..

the biggest present

Title                 : The Biggest Present

Main Cast        : Choi Siwon, Im Nana

Length             : Ficlet

Genre              : Married life, angst

Author             : Minoz Aiden 407

Twitter                        : @Farida08

Facebook         : http://www.facebook.com/FarMinHoo

Blog                : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com

Rating             : General

Disclaimer       : jika mungkin ada kata-kata yang tidak sesuai,saya mohon maaf,mengingat bahwa saya hanya menuangkan imajinasi saya kedalam suatu cerita yang gk jelas bentuk wujudnya -_-`. Siwon and other cast milik yang punya ye?? Maaf kalo ceritanya kurang enak,kurang asin,atau kurang pedes. Kritik dan saran saya harapkan untuk memperbaiki karya agar lebih baik. Ookee capcuss… hope you like this guys 😀

>*<

            Seorang pria dewasa yang terduduk disebuah kursi dapur yang berbentuk seperti kursi bar,dengan tangannya yang menyangga dagu dan tak teralihkan pandangannya pada suatu objek yang sedari tadi ia perhatikan sambil tersenyum manis. Choi Siwon,memperhatikan wanita yang begitu cantik dan anggun walaupun tanpa makup dan hanya memakai kaos berlengan panjang berwarna abu yang sedikit kebesaran. Im Nana,sibuk dengan beberapa tangakai bunga yang akan dimasukkan kedalam vas,ia sedikit risih dengan rambutnya yang sedari tadi terlepas dari ikatan yang hanya ia selipkan pada rambutnya.

“apakah kau membutuhkan tangan ini?” siwon memegangi rambut Nana yang sedar tadi terlepas

hem.. Gomawo.. tapi bisakah kau ambilkan aku ikat rambut ?? daripada kau seperti ini yang hanya merepotkanmu???”senyum lembut Nana

shireo !! biarkan seperti ini..” Siwon menarik kursi untuk duduk di belakang Nana

chh..” Nanan kembali sibuk dengan bunga-nya,sementara Siwon hanya melihat gerak tangan Nana yang memotong tangkai bunga dan sesekali menatap kearah Nana sambil tersenyum.

Chupp~

Nana sedikit bergidik akan kecupan ringan yang diberikan Siwon pada bahu Nana.

“wae?” tanya Nana menoleh ke arah Siwon.

“lebih baik kau istirahat,apakah kau tidak lelah berkutik dengan bungamu sedari tadi?” tanya Siwon,Nana tersenyum lembut.

Chup~

Nan membalas kecupan ringan pada bibir Siwon. Siwon hanya tersenyum.

“istirahatlah,aku takut terjadi sesuatu pada bayi kita yang berada dalam perutmu…” Siwon mengelus lembut perut buncit Nana.

“dia tidak sering megeluh seperti Dady-nya…” Nana memainkan hidung Siwon dengan jari telunjuknya

“apakah dia mempunyai sifat keras kepala juga,sepertimu…?”

eumm.. mungkin??”

Siwon memeluk Nana dari belakang,dan sesekali mencium kepala Nana lembut.

Oppa,jika bayi ini lahir… kau akan memberinya nama apa?” tanya Nana,menghadap arah Siwon

“jika dia pria akan kuberi nama Alfredo Corrado,dan jika dia wanita akan kuberi nama Aletta Carah..”

“kenapa kau memberi nama sesulit itu? Apakah ad arti dari nama mereka? Kau tidak ada fikiran untuk membuat nama pada umumnya? Nama Korea?”

“kkkk.. Annio,kita cukup menambahkan margaku didalamnya J . aku mengambil nama itu dari bahasa Itali.” jawab Siwon

“arti dari nama mereka?”

“Alfredo yang artinya peri,dan Corrado artinya berani. Sedangkan Aletta artinya bersayap dan Carah artinya sayang” Siwon tersenyum menatap Nana

“jadi dapat disimpulkan, peri bersayap yang berani dan penyayang??” jawab Nana sambil berfikir.

Chup~

Siwon mencium bibir Nana kilas,sungguh.. Nana sangat manis jika seperti itu.

“ya!! kenapa kau selalu seperti ini….” kesal Nana

“Oppa~”

“heum??”

“besok sepertinya ada yang ber-ulang tahun..” jawab Nana yang bersandar pada dada Siwon,sementara Siwon mengelus perut buncit Nana

“benarkah?” jawab Siwon ringan

“eumm~”

“apakah itu temanmu? Kita harus memberinya apa?”

“mwo? Oppa~” jawab Nana kecewa

“wae? Apaka dia teman dekatku juga?”

“anni~ dia bukan siapa-siapa….”

“oh.. geure…”

“aku ingin tidur…..” Nana berdiri dan meninggalkan Siwon yang masih duduk dikursi dan menatap punggung Nana

Bahakan dia tak mencegahku. Batin Nana

Sebenarnya Nana tidak begitu ngantuk ataupun lelah untuk tidur,hanya saja ia tidak ingin badmood lebih lama jika membahas seputar hari ulangtahun itu. Mungkinkah Siwon benar-benar melupakan hari dimana sang istri dilahirkan ?. Nana berbaring membelakangi arah pintu masuk kamar. Dan menutupi setengah tubuhnya dengan selimut.“Nana-ya… kenapa kau tidur pagi-pagi seperti ini.. hem??” tanya Siwon lembut dan menuju dimana Nana membelakanginya. Siwon mencondongkan tubuhnya sekedar untuk mencium kening Nana. Mwo? Bukannya aku tadi disuruh istirahat dengannya? Chh.. batin Nana.

“aku membuat susu untukmu dan calon bayi kita.. kajja diminum..” Siwon mengambil segelas susu yang sempat ia taruh di nakas.

“aku tidak ingin minum Oppa~ jika kau ingin meminumnya.. minumlah..” jawab Nana malas

“apakah kau ingin aku hamil?” ledek Siwon. Nana menutup seluruh tubuhnya dengan selimut

Mianhae. Batin Siwon

“baiklah.. jika kau tidak mau,aku akan membuangnya” jawab Siwon dan beranjak meninggalkan Nana

“Oppa~” panggil Nana,Siwon tersenyum saat Nana emanggilnya,dan merasa bahwa Nana tidak akan bisa mengabaikannya seperti ini.

“Oppa~” panggilnya lagi,Siwon mendekat untuk berbaring disebelah Nana dan memeluknya,meskipun perut buncit Nana menghalanginya.

“kadang-kadang aku merasakan sakit yang luar biasa diperutku…” keluh Nana

“kau selalu menyembunyikannya dariku. Apakah itu tanda-tanda kau ingin melahirkan?” tanya Siwon

“molla.. “

“tidurlah….” Siwon mengelus perut Nana

“Oppa,bulan April lalu, tepat saat kau berulangtahun dan kau mengerjaiku dengan ide konyolmu itu. Kau menyanyikan sebuah lagu untukku. Kenapa setelah kejadian itu kau tak pernah menyanyikannya lagi? Bahakan hanya beberapa bait saja?” tanya Nana

“ahahahahaha…”

“hheung~ kenapa kau tertawa? Apakah moment itu membuatmu puas untuk mengejekku?” kesal Nana

“apakah kau ingin mendengarnya lagi… Honey~” tanya Siwon manis

“eum~ aku akan mendengarkannya lagi~”

“ehem.. ehem… a a.. aa” Siwon berdehem untuk pemanasan tenggorokannya

Nega eonjen-ga watdon neoye olgureul gieokhae Meomchwo itdeon nemameul, Mibgedo gojang nan ne gaseumul Neoye hwanhan misoga swipgedo yon-geoya

Geure geurotge nega noya sarami dwen-goya,motnatdon nechuok deuri ijen giokjca anna,nareul kkojapeun soni bomchorom ttatteuthaeso

Ije kkumchorom nemameun geude gyote gamanhi momcwosoyo hansun-gan do kkeji anneun kket opneun kkumeul kkwoyeo

Ije sumchorom ne gyote hansang swimyo geurotge issojumyon..

Nothing Better… Nothing Better… Than You

Nothing Better… Nothing Better… Than You

Siwon tersenyum lembut pada Nana,,Nana memandangnya tanpa ada rasa bosan padanya,matanya,hidungnya,bibirnya.. semua itu milik Nana,Nana tidak ingin menyia-nyiakan seperdetikpun waktunya untuk bersama Siwon. Meskipun keadaan berkata lain,karna Siwon yang yang harus ke kantor setiap hari dan hanya ada waktu weekend seperti ini saja ia dapat bersama Siwon.

Tak apa,jika tahun ini kau melupakan hari ulang tahunku. Tapi sepertinya itu tidak mungkin,kau melupakan hari itu. Apakah kau benar-benar melupakannya. Meskipun begitu,aku tidak ingin kau melupkan kasih sayang yang kau berikan padaku. Aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu. Suamiku. Choi Siwonku. Batin Nana.

Air bening mengalir begitu saja di pipi Nana tanpa sadar,Siwon sedikit tertegun melihatnya.

“kenapa kau menangis? Heum? Mianhae…” Siwon menghapus air mata Nana

“annio~” Nana tersenyum dan mencium lembut dahi,hidung dan pipi Siwon. Siwon membalasnya dengan senyum lembutnya

“sayang.. Dady minta maaf,karna sering membuat Mommy-mu meneteskan air mata,jeongmal miannhae…” Siwon mendekatkan kepalanaya pada perut Nana dan berkali–kali menciumnya.

“jadilah anak yang berbakti,dan jadilah kebanggan kami sayang…” bisik Siwon pada calon bayinya. Nana mengusap halus rambut Siwon dan tersenyum.

###

“auuwwfftt.. >.<” Nana mengigit bibir bawahnya dan meremas kaos yang ia pakai untuk menahan rasa sakit pada perutnya

“Nana-ya !!! waegaeure?? Dimana yang sakit sayang? Katakan padaku…” Siwon yang baru saja selesai membersihkan badannya menyusul Nana di dapur untuk makan malam dan menemukan Nana sedang menahan rasa sakit. Siwon bergegas menuntun Nana pada sofa.

“Oppa~ .. hiks hiks L appo~” Nana meringis dalam pelukan Siwon,Siwon bingung apa yang harus dilakukan.

“kajja,kita ke rumah sakit.. aku akan menelfon Eomma dan Appa untuk membantu ne~” Siwon kembali menenangkan Nana

“Andwe.. jangan merepotkan mereka….” cegah Nana

“kalau begitu,kita saja yang akan kerumah sakit.. kajja,aku akan mempersiapkan semuanya..” Siwon berdiri untuk mempersiapkan barang yang akan dibawa. Nana mencegah Siwon

“Oppa,sakitnya sudah hilang.. tenanglah…” jawab Nana,yang melihat raut wajah Siwon yang bingung

“Choi Nana!!!” Siwon sedikit meninggikan volume suaranya,karna kesal terhadap Nana yang menolaknya untuk dibawa kerumah sakit.

“Oppa~”

“Nana-ya,mianhae sayang.. aku tidak bermaksud membuatmu takut.. tapi kenapa kau menolak untuk ke rumah sakit ? hem?” Siwon kembali memeluk Nana

“tapi aku sudah tidak merasakan sakit lagi…” Siwon sedikit menghembuskan nafasnya kasar dan memijit pelipisnya..

“sayang,aku takut terjadi sesuatu pada calon bayi kita,terutama kau…”Siwon mencium kening Nana lembut.

“Gwaenchana Oppa~. Oh,aku akan membuatkan makan malam untukmu,sebentar ya…”

“andwe ~ !! “ Siwon menggedong Nana kedalam kamar untuk istirahat.

“kau tidak lapar?” tanya Nana menuju kamar.

“tidak. Aku tidak lapar..” jawab Siwon singkat.

“chh~”

“cha~ sekarang kau tidur…” Siwon membenarkan letak selimut Nana,dan mencium keningnya.

“kau mau kemana?” tanya Nana yang menyadari Siwon tak menuju di sebelahnya

“aku mau.. ke..” Siwon sedikit berfikir untuk menjawab

Kruukk~

“mwo? Mwo-ya?” tanya Nana,Siwon sedikit malu. Karna tadi ia yang membantah bahwa dirinya lapar.

“itu.. itu bukan suara perutku.. aku tidak lapar…” jawab Siwon sedikit sala tingkah

“benarkah? Benarkah kau tidak lapar Sa. Jang. Nim..??” ledek Nana

“ya.. ya !! berhenti mengejekku. Aku akan kebelakang sebentar…”

“kkkk~ aku juga ingin merasakan makanan yang ingin kau buat Oppa~

“aku tidak membuat makanan..” jawab Siwon yang sudah menghilang dibalik pintu.

Setelah satu jam berkutik dengan dapur,Siwon berhasil membuat makanan yang tidak tahu jenis makanan apa itu,setelah menyantapnya dan kembali membersihkan bahan-bahan yang sedikit berserakan,Siwon menuju tempat dimana istrinya tadi ia tinggalkan begitu saja. Setelah indranya menangkap tubuh Nana yang tertutup selimut,yang hanya amemperlihatkan separuh tubuhnya,Siwon menghampiri Nana dengan perlahan,menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi wajah cantik Nana.

“aku tidak akan lupa hari ulang tahunmu sayang… Saengil Chukka” bisik Siwon dan mencium kening Nana. Yap,besok tepat pada tanggal 14 September Nana berulang tahun. Siwon sengaja tidak mengungkit hal itu,meskipun ia ingin merayakan bersama keluarga,atau bahkan hanya mereka berdua. Tapi tahun ini ia akan membuat semuanya berbeda,dan tidak akan melakukan hal konyol seperti saat ulang tahunnya bulan April lalu yang mebuat Nana merasa sangat khwatir dan membuat air mata karna takut terjadi sesuatu padanya. Mengingat Nanan saat ini tengah hamil besar,Siwon tidak ingin mengambil resiko dengan calon bayi dan istrinya nanti. Siwon membuka sedikit selimut dan kaos yang Nana kenakan dan mencium perut Nana,meskipun Nana sedikit menggeliat karna terusik.

“anak Dady.. besok adalah hari dimana bidadari milik Dady akan berulang tahun sayang..” Siwon merasakan gerakan dalam peru Nana

“oh? Apakah kau mendengarnya? Apakah aku tidak boleh menyebutnya bidadari milik Dady? Arraseo.. dia adalah bidadari kita sayang.. buatlah ia bahagia dan bangga akan kehadiranmu sayang,lahirlah dengan selamat dan sehat sayang..” tak terasa Siwon meneteskan air mata yang penuh akan kasih dan sayang itu saat berbicara pada calon bayinya,ia menyeka air mata tersebut dan tersenyum,seolah ia benar-benar berbicara pada calon bayinya..

“Saranghanda .. ^^” lanjutnya. Siwon kembali mencium perut Nana sebelum kembali menutup perut istrinya.

###

“Siwon-a… Nana sekarang berada dirumah sakit. Tadi ia menelfon Eomma dan merintih kesakitan. Dan kata dokter,hari ini persalinanya akan dimulai.” Ujar Ny. Choi

Siwon berlari menyusuri koridor rumah sakit,tidak perduli dengan pekerjaan kantornya. Setelah ia mendapat telefon dari Ny. Choi ia segera menuju rumah sakit. Pikirannya hanya tertuju pada Nana dan calon bayinya saat ini.

Eomma,bagaimana keadaan Nana dan calon bayiku?” tanya Siwon terengah-engah karna berlari

“stabilkan dulu nafasmu…” ujar Ny. Im

hhuftt.. bagaimana keadaan Nana dan calon bayiku??” tanya Siwon lagi

“berdoalah saja Siwon-a,istrimu sedang berjuang didalam,Nana yang nakal,ia menahan sakit itu beberapa menit sebelum ia menelfon kami tadi….” tidak seharusnya Siwon meninggalkan Nana sendirian di dalam rumah hanya karna masalah pekerjaan. Siwon menyesal,karna lagi dan lagi Siwon tidak ada disamping Nana saat ia membutuhkannya.

Ceklek~

Pintu ruang terbuka dan sepertinya seorang perawat ingin mencari seseorang..

“maaf,Tn. Choi Siwon?” tanya perawat tersebut.

“kenapa dengan istri saya?”

“Tuan,kami membutuhkan anda.. istri Tuan menyebut-nyebut nama anda..”

“baiklah ! Eomma, aku kedalam..” Siwon segera menuju kedalam ruangan dimana Nana bersalin

“Siwon Oppa! Appo-yeo!!” rintih Nana

“sayang,kau bisa,kau harus bisa sayang..” Siwon menggenggam jemari Nana,menyalurkan segala kekuatannya pada Nana. Sungguh,Siwon tidak tega melihat Nana merasakan sakit seperti ini. Nana mengejan untuk mendorong bayinya keluar,dan sesekali mengatur nafasnya sesuai perintah dokter yang menanganinya.

“Aaaaaaa!!! Oppa~”

Tuhan.. berikan kekuatan pada istriku,selamatkan bayi dan istriku.. mereka adalah sumber kebahagiaanku Tuhan,merekalah malaikat ku. Do’a Siwon

Waktu yang ditunggu telah tiba,tangisan sang malaikat kecil mewarnai ruangan tersebut. Kebahagiaan kembali menghiasi mereka,ucapan rasa syukur dan pujian ia suguhkan pada sang pendatang baru sekaligus pemeran utama yang dinantikan kehadirannya. Siwon kembali menitikkan air mata atas terkabulnya do’a-do’a yang ia panjatkan. Thank’s God~.

“selamat,Tuan dan Nyonya… bayinya sehat dan tampan seperti Dady-nya..” ujar perawat. yang menggendong bayi mereka. Siwon tersenyum berterimakasih pada perawat itu.

“Gomawo sayang…” Siwon mencium kening Nana sedikit lebih lama dan meneteskaan air matanya pada kening Nana. Nana tersenyum dan mengangguk lemah menyambut Siwon.

“permisi Tuan,Nyonya akan mendapat sedikit perawatan…” ujar perawat yang baru saja datang.

“oh,nde~ kamsahamnida~…”

“selamat sayang.. kau akan menjadi Dady…” ujar Ny. Choi memberi selamat

“kamsahamnida Eomma~”

“Choi Siwon Dady..” panggil Ny. Im

nde~ Eomma. Kamsahamnida…”

“kajja.. kita melihat cucu kita yang tampan…” Ny. Im,Ny. Choi dan yang lain menuju ruang bayi,dimana cucu mereka berada,sementara itu Siwon menuju ruang istrinya.

“Oppa~ !!” sambut Nana

“Nana-ya…” Siwon memeluk istrinya yang tadi berjuang dengan nyawa demi untuk memperkenalkan dunia dengan buah hati mereka.

“kau sudah melihatnya Oppa? Aku bisa melakukannya !” ujar Nana

Gomawo untuk perjuanganmu Nana-ya,dan selamat atas tambahan jabatanmu yang kini menjadi seorang Mommy dan masih tetap menjadi istri seorang Choi Siwon” jawab Siwon dengan bangganya.

“Nana-ya..” lanjut Siwon

“heum?”

“Saengil Chukka ~” Nana sedikit bingung dan kemudian menyadari bahwa tepat dihari ia melahirkan buah hati,ia juga merayakan hari ulang tahunnya. Nana terharu atas ucapan dadakan yang diberikan Siwon padanya,dia benar-benar tidak melupakan hari ini. Ia masih mengingatnya.

“kau tidak melupakannya Oppa?” tanya Nana ragu

“kemarin aku hanya bercanda sayang…” ledek Siwon

Oppa,Gomawo… Thanks for your present…” Nana mencium tangan Siwon yang ia genggam

“terimakasih telah membuat hariku lebih berwarna dan bermakna,terima kasih telah menjadi istriku,terima kasih atas apa yang kau lakukan untukku dan terimakasih sudah melahirkan buah hati kita dan menjaganya saat berada dalam kangunganmu…” Siwon tersenyum lembut pada Nana

“terimakasih Tuhan,telah menciptakan pria yang tak pernah kubayangkan sebelumnya untuk menjadi suamiku,ayah dari anakku terimakasih untuk segalanya.. Saranghae Oppa~”

Nado Saranghae Choi Nana..”

Saengil chukka hamnida… Saengil chukka hamnida… saranghaneun uri Nana, Saengil chukka hamnida…” keluarga besar Nana dan Siwon masuk keruang Nana . Ny. Im menggendong bayi mereka.

“terimakasih sayang.. kau telah menjadi anak Eomma...” ujar Ny. Im

“Gomawo Eomma~”

“uri aegy…!!” Ny. Im memberikan bayi Nana

“Choi Alfredo Corrado….” lanjut Nana,Nana melirik Siwon yang terdiam di sebelah ranjangnya. Siwon mengangguk dan tersenyum pada Nana.

Hadiah terbesar yang diberikan Tuhan padaku adalah memilikimu dan juga memiliki malaikat kecil kita. Gomawo ..

End~

Advertisements

12 thoughts on “The Biggest Present..

  1. Alur cerita yg mnrik feel nya dpt dan ide cerita nya yg bgus,hanya saja sya hrap mhon dkurangi tanda titik pda 1 kalimat, kalau hnya u/ jeda sesaat knpa tdk dbri tnda koma saja. Mianhe. Cmment nya trllu brlebihan. Smga u mnerima sran sya, ttep smngat ya… Dtnggu krya2 slnjutnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s