Promise You (Part 2)

Siwon nana promise you

 

Promise You

 

  • Title                      : Promise You  Part 2
  • Main Casts        : Choi Siwon, Im Nana
  • Author                 : Shelly Diah
  • FB                          : http://www.facebook.com/shelly.diah
  • Twitter                                : @Shelly_imnida
  • Blog                       : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com
  • Length                 : Chaptered
  • Genre                   : Romance
  • Rating                  : 15+

 

Annyeong haseyo yeorobun!

Ini nih yang part 2 nyaa…. mian ya kalau kurang greget, heee…

Soalnya ga tau juga penerimaan readers gimana, soalnya di part 1 ga banyak yang komen… *sediiiiihhh… hiks…  😥

Yaah, semoga  yang ini bisa  memuaskan reader yaa… kalau ada yang kurang-kurang, atau readers ingin ada “sesuatu” yang ditambahkan di cerita ini, sok dikomen aja…

And the last, happy reading…!!!

_oOo_

Kesibukan di ibukota Korea Selatan seakan tidak pernah berhenti. Walaupun jam menunjukkan tengah malam, tidak ada tanda-tanda kota tersebut akan tertidur. Begitu pula yang terjadi di Apgujeong, sebuah kawasan elit di Gangnam-do, Seoul, kawasan yang menjadi pusat kehidupan para konglomerat dan selebritis, salah satunya adalah Choi Siwon, sang CEO grup bisnis ternama yang didirikan keluarga Choi. Lelaki itu berdiri di balkon kamarnya yang terletak di lantai 14 bangunan tersebut. Dari lokasi penthouse-nya yang strategis, terletak di dataran tinggi, ia  bisa mengamati beribu lampu di kejauhan yang bergemerlap indah. Tetapi bukan itu yang menjadi perhatiannya. Walaupun tahu, lelaki itu bahkan tidak menghiraukannya. Ia tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, pikiran tentang ide gilanya yang tiba-tiba terlintas melihat sekretaris barunya yang kebingungan dan frustasi mencari pinjaman uang, serta reaksi wanita itu begitu mendengar tawarannya.

Im Nana.

Ya, namanya Im Nana. Kandidat pertama dan utama yang menjadi opsi Siwon untuk menjadi istri kontraknya. Jika boleh jujur, ide itu terlintas begitu saja ketika ia melihat Nana datang ke ruangannya memohon pinjaman uang yang sangat besar, dan sebenarnya saat itu ia senang dan ia mau saja memberikan Nana bonus karena secara tidak langsung wanita itu telah memberinya ide untuk menyelesaikan masalah perkawinannya. Tetapi tentu saja tidak ia lakukan. Kemampuan analisis bisnisnya bekerja dengan baik pada saat itu. Secara otomatis, otaknya memulai analisis singkat SWOT dari peluang “bisnis” yang bisa ia manfaatkan dari wanita itu, dan hasilnya adalah:

S – Strengths

  1. Cantik
  2. Berpendidikan
  3. Pintar
  4. Cerdas
  5. Memiliki penampilan yang menarik
  6. Memiliki tinggi yang ideal dan dapat mengimbangi ketinggian Siwon
  7. Beretika

W – Weaknesses

  1. Mudah gugup
  2. Terlalu menuruti emosi atau perasaan

O – Opportunities

  1. Sedang membutuhkan uang banyak untuk pengobatan adiknya
  2. Tidak ada yang bisa memberikan pinjaman atau uang sebanyak itu selain Siwon

T – Threats

  1. Keluarga Choi tidak setuju karena berasal dari keluarga dengan status sosial tidak sama dengannya.
  2. Nana memiliki kekasih

 

Siwon mengerutkan kening mengingat analisis singkatnya. Jika dihitung secara matematis, Nana memiliki banyak kelebihan, serta peluang yang dimiliki Siwon untuk “memanfaatkannya” sangat besar, karena itu bukan hanya peluang, tetapi masalah mendasar yang akan menjadi pendorong utama Nana menerima tawarannya ini. Sedangkan kelemahan Nana… Wanita itu mudah gugup dan terlalu menuruti perasaannya. Siwon mengangguk. Eumh, Aku bisa mengatasinya, batin Siwon. Sedangkan yang terakhir, keadaan yang bisa mengancamnya. Pertama, keluarganya tidak merestui hubungannya dengan Nana karena keluarganya berasal status sosial yang tidak setara dengannya. Sejujurnya, Siwon tidak ingin menutupi asal keluarga Nana, karena ia tidak ingin memusingkan rangkaian kebohongan yang harus ia rencanakan nantinya. Jadi, tugasnya kini meyakinkan keluarganya untuk bisa menerima Nana.

Siwon menyeringai. Keluarganya sangat menyayanginya dan selalu menuruti keinginannya. Lagipula, Nyonya Choi terlihat senang dan antusias ketika Siwon mengatakan akan menikah, bahkan sebelum ibunya tau siapa wanita itu. Hmmm… jika saja mereka nantinya tidak setuju, Siwon bisa mengatakan tidak akan menikah jika tidak dengan Nana, dan orang tuanya tentu tidak akan memaksa. Tapi semoga saja keluarganya tidak mempermasalahkan status sosial Nana. Toh, sejak dulu orang tuanya tidak pernah mempermasalahkan status sosial teman-teman dekat Siwon. Selain itu, Nana juga memiliki banyak kelebihan yang bisa ia manfaatkan agar orang tuanya bisa merestui mereka. Nah, dan yang kedua, jika saja Nana memiliki kekasih.

Kekasih. Tentu saja itu bukan masalah baginya. Itu adalah masalah pribadi Nana, dan dalam draft perjanjian yang ia berikan telah tertulis untuk  tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing. Toh ia hanya menggunakan Nana selama enam bulan. Yang menjadi ancaman baginya adalah jika saja lelaki itu tidak mengijinkan Nana untuk menerima penawaran ini. Ah iya! Mengapa informasi itu terlewat darinya?

Siwon meraih ponselnya lalu menelfon Kim Junho, ajudan plus-plus-nya. Plus pengawal, plus asisten, plus orang kepercayaanya.

Tuut…

Pada deringan pertama Junho menjawab panggilannya.

“Junho, segera cari tahu mengenai status Nana, tentang pasangannya…”

“Ya, malam ini!”

Siwon mematikan ponselnya lalu memasukkan kembali ke saku celananya. Sejenak ia tertegun. Tiba-tiba sedikit pemikiran terlintas di benaknya. Mengapa seakan ia sangat menginginkan Nana yang menjadi istri kontraknya? Bukankah ia bisa menunjuk wanita manapun yang ia inginkan, dan wanita itu akan dengan sukarela menyerahkan dirinya?

_oOo_

 

“Sayang, kau tidak pulang?” tanya Nyonya Im begitu menyadari sekarang sudah larut malam pada Nana yang berada di depannya, duduk di ranjang Hana. Sedangkan ia sendiri duduk di kursi samping  ranjang Hana.

“Tidak Eomma… Aku ingin di sini, menemani Eomma dan Hana…”

“Tapi besok kau harus bekerja, Sayang… Sebaiknya kau pulang dan beristirahat, euh?” Nana menggeleng. Ibunya menghela nafas.

“Kau kenapa? Kau terlihat berbeda hari ini…” Nana kembali menggeleng.

“Apa yang terjadi? Ceritakan pada Eomma, ne?” Nana menunduk, memikirkan apakah sebaiknya ia bercerita kepada ibunya atau tidak.

“Nana, tolong jangan membuat Eomma khawatir…” Nana mengangkat wajahnya. Pandangannya menemukan wajah ibunya menatapnya khawatir, dan isyarat yang mengatakan untuk tidak membantahnya. Nana menghela nafas. Ia tidak pernah bisa membantah dan membohongi ibunya.

Nana melihat wajah Hana, mengeceknya apakah adiknya itu sudah benar-benar terlelap atau tidak.

“Dia sudah tidur, percayalah! Atau kau ingin kita bicara di luar?” Nana mengerutkan kening. Jika mereka bicara di sini, Nana takut penghuni ranjang di sampingnya, di balik tirai, mendengar percakapan mereka. Namun, jika mereka bicara di luar, Nana takut adiknya tiba-tiba membutuhkan mereka.

“Bagaimana?”

“Disini saja, Eomma…”

“Kau yakin?” Nana mengangguk ragu.

“Kita bisa bicara di koridor depan. Aku akan menitipkan Hana pada Bibi Jung, keluarga pasien di samping kita. Kita bisa membuka tirainya agar Bibi Jung bisa mengawasi Hana juga,” Nana mengangguk menyetujui ide ibunya. Ya Tuhan! Bahkan ia sudah tidak memiliki kemampuan untuk memikirkan hal-hal kecil seperti itu.

Nyonya Im bangkit lalu berbicara sebentar pada Bibi Jung yang tengah menjaga cucunya yang menderita sakit thypus. Nana memberi salam pada Bibi Jung. Wanita paruh baya itu membalas salam Nana dan sempat memuji kecantikan Nana. Nana mengucapkan terima kasih, lalu mengikuti ibunya keluar dari ruangan itu. Mereka lalu duduk di kursi baja panjang yang tersambung satu sama lain di koridor.

“Sekarang, ceritakan apa yang terjadi!” Dan Nana pun menceritakan semua hal terkait penawaran direkturnya, Choi Siwon, dari awal sampai akhir, tanpa terkecuali.

“Beraninya lelaki itu!” umpat Nyonya Im.

Eomma… tenanglah…” mohon Nana dengan pelan. Ralat. Dengan lemah, seakan energinya telah habis menghadapi hari ini, dengan berbagai kejadian yang tidak disangkanya. Mulai dari interogasi masalah pengajuan pinjaman uang oleh bossnya, tawaran kawin kontrak, sampai draft perjanjian yang berat sebelah. Ditambah lagi ia harus menceritakan itu semua kepada ibunya…

“Tidak Nana! Bagaimana bisa ia melecehkan putri kesayanganku dengan menawarkan kawin kontrak seperti ini, eoh?” ujar Nyonya Choi, sarat emosi.

“Tidak Eomma… ini tidak seperti yang Eomma pikirkan. Dia berniat baik untuk membantu kita…”

“Membantu? Dengan memanfaatkan keadaan kita yang kesulitan untuk memaksamu menjadi istri kontraknya? Apakah itu yang namanya membantu, eoh?” tukas Nyonya Choi dengan nada yang lebih tinggi. Nana mengumpat dirinya sendiri karena telah menceritakan semuanya pada ibunya. Bodohnya kau Im Nana!  Batinnya.

Eomma… itu hanya bentuk balas budi karena dia telah menolong kita. Lagipula itu hanya enam bulan, Eomma… Enam bulan…”

“Tidak Nana! Dia bukan hanya membohongi keluarganya, tetapi juga melecehkan ikatan suci pernikahan! Tidak! Eomma tidak akan membiarkanmu melakukannya! Tidak akan pernah!”

“Tapi Eomma… dengan apa kita bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu sesingkat ini? Dia satu-satunya harapan kita, Eomma…”

“Tidak Nana! Lebih baik Eomma mati daripada mengorbankanmu, membiarkanmu menjadi istri kontrak lelaki bajingan itu!”

Eomma…”

“Tidak Nana! Sekali Eomma katakan tidak, tetap tidak!” Nyonya Choi bangkit dan meninggalkan Nana. Nana menghela nafas. Tanpa bisa ia tahan, bulir-bulir air mata tiba-tiba mengalir di pipi cantiknya.

_oOo_

 

“Baiklah, sekian meeting hari ini. Tolong kirim laporan masing-masing divisi maksimal jam tiga sore ini! Terima kasih!” Siwon menutup meeting  internal pada hari itu. Sekilas, ia melirik Nana. Wanita sedang membereskan berkas-berkasnya. Siwon mengerutkan bibir. Sampai saat ini wanita itu belum membahas penawarannya kemarin. Apakah ia tidak menerima tawaranku? Ah tidak! Dia sangat membutuhkan uang itu, dan tidak ada yang bisa memberikannya uang sebanyak itu!  Batin Siwon.

Sajangnim, silakan!” Junho mempersilakan Siwon untuk berjalan keluar mendahuluinya, dengan sikap formal. Siwon menarik ujung jasnya, merapikan dengan gaya khasnya yang berwibawa, lalu berjalan melewati Nana. Nana menundukkan kepala ketika Siwon berjalan melewatinya, lalu mengekor bossnya itu berjalan di koridor menuju ruangan mereka, di lantai teratas gedung tersebut.

Mereka berhenti di depan lift. Junho menekan tombol lift. Begitu pintu terbuka, Siwon masuk, lalu diikuti Junho dan Nana. Junho berdiri di sisi kanan Siwon, sedangkan Nana di sisi kirinya.

Drrrttt… drrrttt…

Nana merogoh saku blazernya lalu mengeluarkan ponselnya.

“Eomma…” jawab Nana dengan suara pelan.

“Apa? Bagaimana keadaannya sekarang?” kini nada khawatir dan panik tampak jelas dari nada bicaranya.

“Ya Tuhaaan… Aku akan… segera kesana…”  Nana mengucapkan kalimat terakhir, akan segera ke sana, dengan pelan dan ragu, seraya melirik ke arah bossnya, Choi Siwon. Siwon mengernyit mendengar pembicaraan Nana.

Ne, Eomma…”

Flip. Nana mematikan ponselnya.

Sajangnim…” panggil Nana dengan suara bergetar.

“Bolehkah aku… Adikku sedang…”

“Kim Junho, antarkan dia ke rumah sakit. Pastikan dia tiba disana secepat mungkin dan selamat!”

Algeutseumnida, Sajangnim!” jawab Junho seraya sedikit menunduk.

Pintu lift terbuka dan Siwon langsung melangkah pergi, meninggalkan Nana dan Junho. Nana masih terpaku di tempatnya, tidak mengerti sikap Siwon.

“Silakan Nana-ssi!” Nana tersentak.

“Ah.. Ne!”

_oOo_

 

Eomma…” panggil Nana pada ibunya yang sedang duduk di depan sebuah ruangan, yang Nana tidak tau namanya, dimana dokter dan perawat memberikan perawatan intensif kepada Hana yang mendadak collapse  lagi.

“Nana…” gumam ibunya. Mereka langsung menghambur satu sama lain. Nana memeluk ibunya. Tubuh Nyonya Im bergetar karena tangis.

“Ada apa, Eomma? Bagaimana keadaan Hana?” Ibunya menggeleng.

“Tenanglah Eomma… tenanglah…!” Nana mencoba menenangkan ibunya, walaupun dia sendiri sedang panik.

Eomma…” Nana menuntun ibunya untuk duduk kembali.

“Tenanglah Eomma…” Nana membelai punggung ibunya. Perlahan, tangisan ibunya mereda.

“Adikmu… Im Hana…” ujar Nyonya Im, tersendat.

“Iya?” Nana menanti, berusaha sabar.

“Adikmu, Nana-ya… Aku tidak tahan melihat ia tersiksa seperti ini…” Airmata kembali  Ny. Im mengalir.

“Adikmu… kata dokter, ia harus segera dioperasi. Kita harus memiliki uang itu, Nana… dan kita harus menemukan donor yang cocok…” Nana terdiam. Uang? Donor ginjal? Ya Tuhan…

“Nana… Kita harus mendapatkannya! Kita harus mendapatkannya!” Nyonya Im mengguncang tubuh Nana. Kini yang ada dipikirannya hanya Hana… Teringat jelas dibenaknya setiap jerit kesakitan Hana, dan setiap jerit kesakitan itu ikut menggores luka di dalam hatinya. Ibu mana yang tahan melihat anaknya kesakitan? Bahkan, jikalau bisa, ia ingin menggantikan posisi itu dengan dirinya… Lebih baik ia yang kesakitan daripada sang anak…

“Nanaaa… kita harus mendapatkannyaa… kita harus mendapatkannyaaa….” isak tangis Nyonya Im semakin pilu. Tubuhnya merosot ke dalam pelukan Nana.

“Iya Eomma… Kita akan mendapatkannya… Aku akan mendapatkannya… Kita akan mendapatkannya uang itu…” Jawab Nana. Namun suaranya terdengar hampa, tidak ada keyakinan sama sekali…

_oOo_

 

Nana memperhatikan adiknya yang terbaring  lemah di ranjang pesakitan dan ibunya  yang duduk di samping ranjang Hana. Kepala ibunya bertumpu pada kedua lengannya yang terlipat ranjang Hana, dan sebelah tangannya memegang tangan Hana. Tanpa bisa Nana tahan, air mata mengalir menganak sungai di pipinya. Hatinya terluka melihat kondisi adiknya yang semakin hari semakin menyedihkan, serta kondisi ibunya yang sangat menyedihkan akibat beban yang ditanggungnya selama ini.

 

Aku harus melakukan sesuatu…

Aku harus menerimanya…

Tidak ada jalan lain…

Hanya dengan menerima tawaran itu…

 

Ya. Hanya itulah cara yang bisa ia lakukan untuk menolong adiknya, dan ibunya. Ia adalah anak sulung, tulang punggung keluarga, dan Nana menyadari perannya itu. Ia yang harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, dan satu-satunya cara yang ada saat ini adalah menerima tawaran Choi Siwon, untuk menjadi istri kontraknya.

 

Maafkan aku, Eomma…

Hanya ini satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Hana…

Jikalau nanti kau membenciku,

bahkan tidak mengakuiku sebagai anakmu karena menerima tawaran ini,

Aku rela, aku akan menerimanya,

Asalkan Hana bisa selamat!

Jika nanti kau mengusirku karena melanggar laranganmu ini,

Paling tidak, saat itu ada Hana yang akan menjagamu…

 

Nana menengok jam besar di atas pintu masuk ruangan. Sekarang masih jam setengah delapan malam, dan hari Jumat. Menurut informasi yang ia dapat, biasanya pada Jumat bossnya pulang lebih lama, kira-kira sampai jam sembilan malam untuk menyelesaikan pekerjaan agar tidak mengganggu akhir pekannya. Nana menyeka airmata, meraih tasnya lalu pergi tanpa berpamitan pada ibunya.

_oOo_

 

“Masuk!” ujar Siwon dengan agak keras agar terdengar oleh orang yang mengetuk pintu, tanpa mengalihkan fokusnya dari laptop.

Sajangnim…” Siwon menoleh ke asal suara bergetar yang memanggilnya. Dahinya berkerut melihat sosok wanita yang biasanya terlihat rapi dan anggun, kini tampil sangat kacau di depannya.

“Im Nana, masuklah!” ujar Siwon, tetap dengan gaya bicaranya yang dingin. Nana berjalan mendekat lalu berhenti di depan meja kerja Siwon. Karena posisinya kini, Siwon dapat melihat Nana dengan jelas. Ia tidak menyangka wanita yang biasanya selalu tampil menarik, cantik, dan rapi kini berubah total. Rambutnya berantakan, sisa-sisa air mata terlihat jelas di wajahnya yang tidak kalah kacau. Hidungnya memerah, matanya sembab, nafasnya juga tersendat karena bekas terisak. Pandangan Siwon kini turun, memperhatikan pakaiannya. Ah ya, ia baru menyadari kini Nana tidak mengenakan blazer, hanya kemeja turtle neck lengan pendek berwarna marun, tetapi bagian leher dan satu kancing bagian atas tidak terkancing. Siwon berdeham.

“Apa yang terjadi?” tanya Siwon, tenang dan singkat.

“Saya… Adik Saya…” Nana menyeka air matanya yang tiba-tiba mengalir.

“Duduklah!” Siwon yang kaget atas kedatangan Nana dan terlalu fokus pada penampilan  kacaunya sampai lupa untuk mempersilakan Nana duduk.

Nana menggeleng.

“Saya hanya ingin mengatakan…” Nana menghentikan kalimatnya. Siwon mengangkat sebelah alisnya menanti kelanjutan kalimat Nana.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya…” kalimat Nana kembali tersendat.

“…Saya menerima tawaran Anda…”

_oOo_

 

To Be Continued

 

Oye hoi hoi!!!

Readerdeul, gimana yang part ini?

Sesuai harapan readers gak??

Atau jangan-jangan, malah gajee…

Heeeuuu…

 

Ditunggu komennya yaaa…!!! 😉

Jjang!!!

Advertisements

47 thoughts on “Promise You (Part 2)

  1. author … kok disitu sih TBC nya … gak seru ah kurng panjag .. pnjangin lagi dong ….
    ngnes baget sh penampilan nana (?) ..
    jagan lma lma lanjtin nya thor …

    sunbaenim nya manaaaa thor ???? ..
    dh gk sbr nnggu nyaa …

    fighting thooor ..

  2. Kasian banget sih Nana nya. Emang hidup kadang terlalu kejam. Eits kayaknya siwon sedikit tergoda sama penampilan berantakan Nana kkkk 😁 lanjut kak, part 3nya jangan kelamaan ya 😁😉

  3. akhirnya nana trima tawaran siwon juga….berharap keluarga siwon bisa terima nana dan tdk mempermasalahkan status keluarganya
    dlm wktu enam bulan nana bakal jd istri kontrak siwon ahhh smga aja siwon jatuh cinta sama nana dan kontrak itu dimusnahkan. 🙂

  4. Wah suer baru lihat ff siwon nana .
    Keren aku suka , menurut aku ff kurang panjang 😀 kalo bisa panjangnya yah . Athor nya elfpalygirlz yah ? Kalo iya sama yaa saya 🙂 . Cuma couple nya kita beda 😥 😀 .

    1. haaa… salam kenal..
      ya, saya ELFplaygirlz…
      yah, emang couplenya siapa???
      aku mah udah Siwon-Nana shipper dari dulu.. heee…
      coba deh baca yang postingan Nawon history… 😉

      btw, selamat datang yaa di blog ini 😉

  5. pilihan yang sulit buat nana.. tapi akhirnya diterima juga tnpa spngetahuan ibunya…
    babak baru akan dijalani nana..
    lanjut next part…

  6. Part ne mlh gntung dan kcpetan…. Tpi ttep kren dan mnarik tpi tnda koma dan titik ny msih bertaburan, dkrangin ya… °ºoĸế(-͡. •͡) la next

  7. Ngga geje ko othor, cu kependekan aja textnya hehehe.
    Ah bakalan panjang dan rumit nih masalahnya, bakalan gimana ya respon ibunya nana? Setuju atau ngga? Dari pada penasaran dan main tebak2an ngga jelas mending lanjut baca ceritanya hehe. Terima kasih

  8. Kayaknya siwon benaran suka dg nana, buktinya saja dia akan tetap nikah kontrak dg nana walaupun keluarganya tidak suka dg status nana yg termasuk kalangan menengah kebawah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s