Jealous? (Ficlet)

jealousy

 

 

Jealous?

 

  •                      Title                : Jealous?
  •                      Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  •                      Author            : Shelly K. Choi
  •                      FB                   : http://www.facebook.com/shelly.diah   
  •                      Twitter           : @Iam_ShellyAng
  •                      Blog                : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com
  •                      Length                        : Ficlet-Oneshoot
  •                      Genre              : Romance
  •                      Rating             : General

o        Disclaimer      : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

_oOo_

 sii

Nana mendengus kesal lalu melemparkan ponselnya ke sofa empuk berwarna abu-abu, tempatnya duduk kini, setelah melihat sebuah fans page kekasihnya, Choi Siwon, yang baru saja mem-posting berita terbaru dari drama yang Siwon mainkan di China. Ini sudah kesekian kali ia melihat berbagai foto mengenai kedekatan antara Siwon dengan lawan mainnya dalam drama itu. Awalnya ia berusaha tenang dan tidak menghiraukannya, mungkin ini adalah salah satu strategi dari pihak rumah produksinya agar drama itu laku. Tapi, semakin lama, malah semakin banyak foto-foto yang berhasil membuatnya jengah.

“Nana-ya, waegeurae?” tanya Jungah, leader grupnya, After School, melihat wajah Nana yang tertekuk dan memisahkan diri dari member lain, yang sedang asyik menonton siaran home shopping di ruang tamu dorm.

Eopseo.” Jawabnya, singkat. Jungah meraih ponsel Nana dan melihatnya. Ia tersenyum melihat window yang menampilkan foto Siwon, lalu duduk di samping dongsaeng-nya itu.

“Kau cemburu?” tembak Jungah dengan senyum menggodanya.

Ani, kata siapa aku cemburu?” jawab Nana, ketus.

Aigoo, Im Nana, di keningmu tertulis jelas ‘aku marah dan cemburu’! Tidak usah kau katakan pun sudah terlihat kau sedang cemburu…” Nana mendengus. Benar, tebakan Jungah sangat akurat. Jungah terkekeh melihat tingkahnya.

Keokjeonghajima, itu hanya trik mereka agar drama itu laris dan memiliki rating tinggi…” hibur Jungah.

Promise you, kimiwo omotte…

“Nana-ya, Siwon…” ujar Jungah setelah membaca ID caller lalu menyerahkan ponsel itu kepada pemiliknya. Nana menggeleng lalu beranjak pergi. Ia sudah tau jika panggilan itu dari Siwon, karena ia menggunakan nada dering itu khusus untuk panggilan dari Siwon. Ia masih panas, ia takut tidak bisa menahan emosi jika harus berbicara dengan Siwon sekarang.

_oOo_

Siwon mendesah pasrah setelah beberapa panggilannya tidak Nana jawab. Aish, wanita memang susah dimengerti, batinnya. Ia bangkit lalu melangkah ke ruang tunggu penerbangan. Sebenarnya ia hanya ingin memberitahu Nana bahwa pagi ini ia pulang ke Seoul.

_oOo_

Sesosok pria mengenakan kaos rajut berwarna hijau army sedang duduk di sebuah bangku berwarna putih di taman samping sebuah rumah bergaya mediteranian. Di depannya terlihat air kolam renang yang germerlapan memantulkan cahaya bulan dan lampu taman. Pria itu menoleh ke belakang begitu mendengar langkah kaki yang sangat dikenalnya.

“Im Nana…” ujar pria itu, lalu bangkit dan mendekat ke arah wanita itu. Lelaki itu, Choi Siwon, baru akan memeluk wanitanya itu, namun urung ia lakukan, karena melihat ekspresi datar wanita itu, tentu saja bukan ekspresi yang diinginkannya, yaitu ekspresi yang paling tidak, sama dengannya, bahagia bertemu orang yang beberapa hari ini dirindukannya.

“Ada apa denganmu?” tanyanya.

“Tidak ada.” Jawab Nana, datar. Siwon merangkum wajah Nana lalu mengangkatnya, memperhatikan wajahnya.

Geurae? Geundae, kau terlihat berbeda. Apakah kau tidak bahagia bertemu denganku, eum?” ujarnya, seraya tersenyum. Nana menggeleng.

“Aku hanya lelah…” jawab Nana. Kemudian ia mendorong tubuh Siwon untuk kembali duduk.

“Kapan kau pulang? Mengapa tidak mengabariku? Eum? ” Nana bertanya dengan pelan.

“Pagi tadi. Aku sudah berusaha menelfonmu, tapi kau tidak menjawabnya.” Jelas Siwon. ia kemudian membelai rambut halus Nana.

“Kau kenapa? Ada masalah?” lanjutnya, melihat kondisi Nana yang sepertinya sedang banyak pikiran dan lelah. Nana diam.

“Ceritakanlah padaku…” ujar Siwon, seraya menarik Nana agar bersandar di bahunya.

Oppa, bagaimana keadaanmu di sana?”

“Baik-baik saja, aku memiliki banyak teman di sana.” Jawab Siwon. Nana mengangguk.

“Lalu, bagaimana hubunganmu dengan lawan mainmu itu?” Siwon menoleh pada Nana yang berada dalam dekapannya, bersandar pada bahunya. Walaupun Nana bertanya dengan nada pelan, masih dengan nada tidak bersemangat seperti tadi, namun ia merasakan ada yang tidak beres.

“Baik-baik saja, kami berteman baik…” jawab Siwon, lalu membelai bahu Nana yang tertutup oleh kaos lengan panjang yang ia kenakan.

“Kenapa?” lanjutnya. Nana menghela nafas.

“Aku hanya… aku hanya tidak nyaman dengan beritamu akhir-akhir ini…” ungkap Nana, jujur.

“Berita yang mana?” Siwon tidak mengerti berita mana yang Nana maksud. Yang ia tahu, akhir-akhir ini tidak ada berita atau rumor apa-apa tentang dirinya.

“Sebenarnya bukan berita, tapi foto-foto drama terbarumu…”

“Ada apa dengan foto-foto itu?”

“Aku merasa hubungan kalian…. terlihat sangat dekat…” Siwon menghela nafas. Apa yang ia khawatirkan terjadi. Sebenarnya, ia juga merasa tidak nyaman dengan foto-foto yang menunjukkan kedekatan antara ia dan lawan mainnya. Ia takut akan ada yang salah paham.

“Itu tidak seperti yang kau pikirkan, Sayang… Tidak ada sesuatu antara kami…” jelas Siwon.

Geundae, apa yang aku lihat berbeda, Oppa… wanita itu… aku merasa… Entahlah…” kalimat Nana berantakan. Ia tidak tau harus memulai dari mana. Emosinya kembali timbul.

“Hei, mengapa kau berpikiran seperti itu? Tidak ada yang terjadi antara kami…”

“Tapi tatapannya padamu berbeda, Oppa… Sebagai seorang wanita, aku bisa merasakannya…”

 

603593_691821994189896_1091463143_n

 

“Itu hanya perasaanmu saja…”

“Tidak Oppa, aku bisa melihat dan merasakannya… Matanya berbinar ketika melihatmu, selain itu, terlihat jelas bagaimana dia berusaha menarik perhatianmu…” jelas Nana, dengan nada yang mulai naik. Siwon tersenyum.

Geurae? Apakah kau juga berbinar jika menatapku?” ujar Siwon menggoda Nana.

“Ck, Oppa! Jangan mengalihkan pembicaraan!” Nana berdecak kesal. Siwon terkekeh.

Keokjeonghajima… mungkin dari sudut pandangmu begitu, namun kau tentu juga dapat melihat responku padanya, bukan? ” Nana terdiam.

140320-siwon-2

“Menurutmu, bagaimana responku padanya? Apakah aku menunjukkan bahwa aku menyukainya?” lanjutnya. Nana menggeleng. Dari yang ia lihat, Siwon memang tidak begitu menanggapi wanita itu. Siwon tersenyum.

“Jadi, kau sudah tau kan yang sebenarnya? Aku hanya bersikap sopan pada mereka, pada para kru dan produser. Aku tidak bisa menolak ketika mereka meminta kami berfoto…” Nana mengangkat wajahnya, menatap Siwon.

Geundae, apakah harus sesering itu? Sampai kapan aku harus melihat kedekatanmu dengan wanita itu? Tidak bisakah kau meminta mereka untuk tidak mem-publish foto-foto itu? Atau paling tidak menguranginya?” Siwon menghela nafas.

“Aku akan berusaha bicara dengan mereka.” Jawab Siwon.

Oppa, bolehkah aku meminta sesuatu padamu?”

“Tentu, katakan saja…”

“Eum, tolong jangan memperlakukan wanita terlalu baik dan berlebihan, wanita seringkali salah paham atas perhatian yang diberikan lelaki pada mereka…”

Geurae?” Nana mengangguk.

Ne, apalagi jika lelaki itu adalah seorang Choi Siwon…” Siwon terkekeh.

“Akan aku usahakan. Kau tau, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya menjaga attitude-ku saja…”

Araseo, aku percaya padamu…” jawab Nana.

Geundae, mengapa kau tiba-tiba membicarakan ini? Kau cemburu? Eum?” goda Siwon. Nana tersenyum.

“Apakah pertanyaan itu masih harus aku jawab, Tuan Choi?” balas Nana. Siwon terkekeh seraya mengacak puncak kepala Nana, dan memeluknya. Entahlah, ia bahagia hanya dengan mengetahui bahwa Nana cemburu.

Bahagia itu sederhana.

Termasuk ketika mengetahui bahwa orang kau cintai cemburu, karena cemburu itu menandakan rasa cintanya.

 

The End

 

Annyeong readers…! apa kabar?

Fiuuh, akhirnya selesai juga ficlet ini…

Mian ya kalau pendek n konfliknya dangkal, ya namanya ficlet… hehee… 😉

Sebenarnya aku bikin FF ini karena jealous liat foto-foto drama barunya Siwon Oppa... 😦

Aaaarrgggghhh…. ingin teriak rasanya… !!! 😦

 

Oya, gimana nih sama readers?

Adakah yang perasaannya sama Nana Eonni dan author? Cemburu gitu???

 

 

Advertisements

25 thoughts on “Jealous? (Ficlet)

  1. aigoo~~
    author tau bgt apa yg saya rasain ._.
    emang kalo di perhatiin, ta2pan cewe itu ke siwon oppa beda bgt. kaya abg lagi jatuh cinta –‘
    good job buat author ^^
    fighting!! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s