Our Story

our story

 

 

  • Title                : Our Story
  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Author            : Shelly K. Choi
  • FB                   : http://www.facebook.com/shelly.diah   
  • Twitter           : @Iam_ShellyAng
  • Blog                : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com
  • Length                        : Oneshoot
  • Genre              : Romance
  • Rating             : General
  • Disclaimer      : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

_oOo_

Super Junior Siwon and After School Nana are dating?

Berbagai media massa menerbitkan headline serupa, setelah beberapa foto yang menunjukkan kebersamaan Siwon dan Nana terungkap ke media. Mereka tertangkap kamera baru saja keluar dari sebuah café, tidak jauh dari kantor Pledis Ent., agensi Nana. Siwon terlihat memakai jaket hitam dan topi abu-abu, sedangkan Nana mengenakan hoodie berwarna abu-abu. Foto-foto itu juga menunjukkan mereka masuk ke dalam mobil yang sama, yaitu Audi TT Coupe hitam, yang diyakini adalah mobil Siwon. Walaupun mereka telah berusaha menyamar, namun tetap saja, para papparazi dan wartawan sangat jeli dalam mengenali para idola papan atas. Apalagi, berita itu datangnya dari  Siwon dan Nana, yang notabene sedang berada di puncak popularitas.

_oOo_

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Prince Manager, julukan manajer Super Junior, pada Siwon. Kini mereka sedang berada di dorm Super Junior, untuk mendiskusikan skandal Siwon dan Nana yang terungkap media.

“Aku tidak tahu, Hyung. Kami sudah berusaha hati-hati…” jawab Siwon. Prince manajer menghela nafas.

“Jadi bagaimana, Hyung?” lanjut Siwon.

“Kita lihat situasi dan respon publik terlebih dulu, setelah itu kita memutuskan apa yang akan kita lakukan selanjutnya…”

Geundae, bagaimana dengan perusahaan?”

“Mereka menyerahkannya pada kita. Bagaimana dengan Nana? Kau telah menghubunginya?”

“Belum Hyung. Nanti malam aku akan menemuinya…” Manajer Hyung menatap Siwon tajam. Siwon tersenyum.

“Tenang saja, Hyung, dia sedang berada di rumahnya, jadi aku akan bertemu dengannya di sana…”

“Hubungan kalian sudah sejauh itu?” tanya Manajer hyung, heran. Di Korea, jika orang tua sudah mengenal dan mengizinkan kekasih anaknya bertandang ke rumah, maka hubungan itu sudah bisa dibilang serius.

Siwon mengangguk.

“Aku tidak suka main-main, Hyung…” jawabnya. Manajer Hyung terkekeh.

“Dasar kau!” ujarnya, lalu melempar bantal sofa pada Siwon.

“Aku serius, Hyung! Aku ingin segera menyusulmu…” ujar Siwon, lalu tertawa. Manajer Hyung berdecak dan  menggelengkan kepalanya.

_oOo_

“Aku pulang!” ujar Siwon, begitu Nana membuka pintu. Nana berdecak.

“Ini rumahku, Tuan Choi!” ujarnya, seraya berbalik dan melangkah masuk. Siwon tersenyum dan mengikutinya dari belakang.

Geurae, tapi nanti juga akan menjadi rumahku, bukan?” goda Siwon. Nana mencibir dan menggelengkan kepalanya. Lelaki ini memang suka sekali menggodanya.

“Eo, mana Eomoni dan Aboeji?” lanjutnya.

“Mereka sedang ke acara pernikahan teman Appa, mungkin menjelang tengah malam nanti baru datang…” jawab Nana,

“Oya, kau sudah makan?” lanjutnya, seraya menoleh pada Siwon.

“Belum.” Jawab Siwon, lalu duduk di sofa berwarna krem, sesuai dengan desain dan interior rumah itu, yang bergaya mediterania.

“Kau mau makan apa?” Siwon terlihat berfikir sebentar.

“Apa saja yang kau buat, aku akan memakannya…” jawabnya, seraya tersenyum.  Nana berdecak lalu berbalik, menuju dapurnya.

“Kau akan memasak apa?” tanya Siwon. Nana yang sedang sibuk mengocok telur menoleh pada Siwon yang berdiri dengan bersandar pada meja makan tinggi, menyerupai meja bar,  di belakangnya.

Omurice.” Jawab Nana. Siwon berjalan mendekat lalu memeluk Nana dari belakang. Nana tersentak.

“Aku merindukanmu!” ujarnya.

“Ya! Lepaskan!” perintah Nana, seraya memberontak dari pelukan Siwon.

Shireo!”  tolak Siwon.

Oppa, nanti ada yang melihat!” mohon Nana. Siwon menggelengkan kepalanya.

“Siapa? Katamu tidak ada orang?!” Siwon bersikeras.

“Masih ada ahjumma…” jawab Nana, penuh penekanan. Siwon tidak mempedulikannya. Toh, keluarganya dan keluarga Nana sudah mengetahui hubungan mereka.

Nana menghela nafas, lalu berbalik pada Siwon, dan berjinjit lalu mencium pipi Siwon.

“Bagaimana? Bisa melepaskanku sekarang?” Siwon menghela nafas.

“Eum, sebenarnya masih belum cukup…” ujarnya, dengan nada menggoda. Nana menatapnya tajam.

Geurae, tapi untuk kali ini, aku akan menurutimu, Princess…” lanjutnya, lalu mengecup bibir Nana sekilas, lalu berbalik.

“Ya! Byeontae!” teriak Nana. Ia ingin memukul Siwon, namun lelaki itu sudah melenggang pergi.

_oOo_

Nana berjalan menuju ruang TV, mendekat lalu duduk di samping kekasihnya itu yang sedang menyaksikan pertandingan basket NBA, dan menyerahkan piring berisi omurice yang dibuatnya.

Joha?” tanya Nana, begitu Siwon memasukkan suapan pertama omurice yang dibuatnya. Siwon mengangguk.

“Kau sudah makan?” tanya Siwon, setelah menelan nasi di mulutnya.  Nana tidak menjawab.

“Kau sedang diet?” selidiknya. Nana mengangguk. Siwon menghela nafas. Ia lalu mengisi sendoknya dengan omurice, dan mendekatkannya kepada Nana.

“Makanlah!” Nana menggeleng.

“Sayang, tubuhmu sudah indah, kau tidak perlu diet lagi. Kau hanya perlu berolahraga untuk menjaganya. Lagipula, akhir-akhir ini jadwalmu sangat padat…”

Palli meogeo!” lanjutnya. Nana membuka mulutnya, membiarkan Siwon menyuapkan omurice buatannya, yang sebenarnya dia juga inginkan.

“Setelah kita menikah nanti, aku tidak mau kau menjalani diet ketat seperti ini. Aku ingin kita makan bersama, baik itu sarapan maupun makan malam…” ujar Siwon, dengan melanjutkan makannya. Nana mendengus.

“Setelah kita menikah? Memangnya kapan aku mengatakan akan menikah denganmu? Eo?”

Siwon menoleh pada Nana.

“Belum, tapi aku pastikan, kau akan menyetujuinya.” Jawabnya, mantap. Nana menunduk, menyembunyikan semburat merah di wajahnya.

“Oya, mengenai berita itu, bagaimana dengan agensimu?” tanya Siwon, seraya meletakkan piring kosong ke meja di depannya.

Molla, mereka masih menunggu respon public.” Jawab Nana.

“Bagaimana denganmu?” lanjutnya.

“Sama…” jawab Siwon. Ia terdiam sejenak lalu menghela nafas.

“Nana-ya, bagaimana jika kita mengakui hubungan kita yang sebenarnya ke public?” tanya Siwon, serius. Nana menoleh.

“Maksudmu?”

“Ya, kita mengakuinya. Tidakkah kau lelah dengan keadaan kita yang seperti ini? Tidak bisa pergi bersama dengan leluasa?”

“Tapi Oppa, konsekuensi yang harus kita terima jika mengakuinya sekarang sangat besar. Apalagi dirimu, sekarang kau sedang berada di puncak popularitas. Bagaimana jika para fansmu menolaknya?” jelas Nana.

“Nana-ya, aku sudah siap menerima konsekuensi itu. Sejak pertama kali kita menjalani hubungan ini, aku sudah menyadari konsekuensi apa yang harus kita hadapi, dan aku sudah bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Jika kita bersama, aku yakin kita bisa menghadapinya.” Siwon menatap Nana, menunggu reaksinya. Namun Nana hanya terdiam.

“Kenapa? Apa kau takut mereka menolakmu? Atau…” Siwon menghentikannya sejenak.

“Kau takut fans-mu pergi? Eo?” lanjutnya, dengan nada sinis. Nana mengangkat wajahnya, menatap kekasihnya itu.

“Tidak Oppa, bukan itu maksudku. Masalah ini sangat kompleks, bukan hanya masalah kita berdua, tapi menyangkut grup kita, dan lebih jauh lagi, perusahaan kita… Aku hanya tidak mau mereka menanggung dampak negative dari hubungan kita, hubungan yang seharusnya membawa kebahagiaan, malah membawa keburukan bagi orang lain… ” jelas Nana. Siwon memegang kedua bahu Nana dan menatapnya.

“Lalu, kau mau bagaimana? Kau mau seperti agensi kita? Menunggu respon publik, jika public memberikan respon positif, maka kita mengakuinya, namun jika public memberikan respon negative, maka kita membantahnya? Begitu? Eo?” kejar Siwon.

“Sampai kapan, Im Nana? Sampai kapan kita akan bertahan dalam kondisi seperti ini? Sudah enam bulan kita menjalani hubungan dengan cara seperti ini, aku lelah, Nana…” Nana menunduk.

“Im Nana, apa kau mencintaiku?” Nana refleks mengangkat kepalanya mendengar pertanyaan Siwon.

Mwo?” ujarnya.

“Apa kau mencintaiku?”

“Tentu saja, Oppa! Jika tidak, aku tidak akan bertahan selama ini bersamamu…”

Geurae, Apa kau percaya padaku?” Nana mengangguk.

“Im Nana, aku ingin menjalani hubungan ini dengan serius. Orang tua kita sudah menyetujui hubungan kita, dan cepat atau lambat, public juga akan tahu yang sebenarnya. Lalu, apa bedanya kini dan nanti? Yang penting, kita harus berusaha meyakinkan mereka. Memang, kita tidak akan bisa membuat mereka semua senang dengan hubungan kita, untuk itu, kita harus membuat mereka menerimanya.”

Geundae, bagaimana caranya?” Siwon berpikir sejenak.

“Dengan menunjukkan keseriusan kita, dan menunjukkan bahwa kita bahagia dengan hubungan ini…” Nana terdiam, memikirkan penjelasan Siwon.

“Bagaimana? Aku akan membantumu bicara pada agensimu…” tanya Siwon. Nana mengangkat wajahnya, menatap mata kekasihnya itu, dan disana ia menemukan keyakinan dan kesungguhan.

Geurae…” jawabnya, diiringi senyuman. Siwon ikut tersenyum lalu mencium kening Nana lembut.

Gomawo…” bisiknya.

_oOo_

Annyeong haseyo!” Siwon memberi salam pada beberapa orang yang ditemuinya. Orang-orang itu, yang merupakan para kru produksi MV terbaru Orange Caramel, Catallena, juga membalas salam Siwon.

“Maaf, bisakah Saya bertemu Nana?” tanyanya, sopan, pada seorang coordy. Wanita itu sedikit kaget, namun akhirnya ia ingat berita panas yang sedang beredar belakangan ini, bahwa Siwon dan Nana telah memberikan konfirmasi mengenai hubungan mereka yang sebenarnya.

“Ah, disana.” Tunjuk  wanita itu. Siwon mengangguk, berterima kasih, lalu segera menuju tempat yang ditunjuk wanita itu.

Siwon berdiri di belakang para kru yang sedang mengambil gambar Nana dan member Orange Caramel lainnya. Ia tersenyum menyaksikan kekasihnya yang terlihat sangat cantik dalam balutan kostum mermaid. Kau benar-benar cantik, Im Nana. Kau benar-benar telah menjebakku, batinnya.

Nana melambaikan tangan pada Siwon, ketika melihat sosok kekasihnya itu. Melihat lelaki itu masih mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam, ia tau bahwa kekasihnya itu baru saja pulang bekerja. Siwon membalas lambaian Nana dengan senyuman.

Setengah jam kemudian, Nana selesai. Dia berjalan tertatih, dan akhirnya melompat-lompat kecil karena kostum mermaid yang ia kenakan. Siwon tersenyum melihatnya. Kemudian ia berjalan mendekat lalu mengangkat tubuh Nana.

Omo!” pekik Nana, kaget.

“Apa yang kau lakukan?” lanjutnya.

“Kau susah berjalan bukan?” jawab Siwon, seraya melangkah menuju ruang make  up.

“Tapi mereka…”

“Sudahlah, mereka sudah tahu hubungan kita yang sebernarnya, bukan?” jawab Siwon, diiringi senyuman khasnya. Nana menundukkan wajahnya dan tersenyum.

Benar kata Siwon, kini mereka bisa menjalani hubungan mereka dengan lebih leluasa. Publik menunjukkan respon positif atas hubungan mereka, bahkan memberikan ucapan selamat dan mendoakan mereka, walaupun masih ada beberapa yang tidak setuju. Tetapi, tidak seberapa dibanding yang mendukungnya.

“Kita mau kemana?” tanya Nana, begitu ia keluar dari ruang ganti, setelah berganti pakaian.

“Eum, aku ingin jalan-jalan di sungai Han…” jawab Siwon.

Mwo? Tapi Oppa, itu tempat terbuka dan banyak orang yang bisa melihat kita!” ujar Nana, dengan nada khawatir.

So?” Siwon mengungkapkan kalimat retoris, seraya mengangkat bahunya, tidak peduli. Nana tersenyum. Ya, kini mereka sudah bisa lebih leluasa.

Kajja!” Siwon menggenggam tangan Nana dan menariknya berjalan keluar, melewati orang-orang yang memandangi mereka takjub, dan lebih dari itu, menghadapi dunia luar, dunia sesungguhnya, bersama-sama.

 

The End

Advertisements

18 thoughts on “Our Story

  1. Awalnya aku g tau nana itu siapa? Tp setelah baca ff disini, aku jd tau dan nana itu wanita tercantik..kalo ma siwon brarti cocok bget..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s