Why? (Part 6)

Siwon Nana Why

 

Why?

 

  • Title                : Why? (Part 6)
  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts            : Jung Misun, etc.
  • Author            : Shelly Kimmy Choi
  • FB                   : http://www.facebook.com/shelly.diah   
  • Twitter           : @Iam_ShellyAng
  • Blog                : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com
  • Length                        : Chaptered
  • Genre              : Romance
  • Rating             : General
  • Disclaimer      : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

_oOo_

Last Part

Nana mengamati pria yang sedang berdiri menunggunya di depan pintu dari tempat yang tidak bisa dilihat dari luar. Nana menyipitkan mata, mencoba memastikan siapa yang dilihatnya.

“Choi Siwon…” gumamnya dengan nada bergetar, begitu mengenali sosok pria itu. Nana meremas tangannya sendiri menahan rasa yang bergejolak di hatinya. Ia sangat merindukan pria itu, tetapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk pergi dari kehidupannya.

“Bagaimana Nona, apakah Nona akan menemuinya?” Nana masih terdiam, memikirkan apakah ia akan menuruti hatinya, atau janjinya.

“Nona?” panggil pelayan itu, sekali lagi.

_oOo_

 

Part 6

“Suruh dia pergi. Aku tidak mau menemuinya.” Jawab Nana seraya memutar kursi rodanya, kembali ke kamar.

Algetseumnida.” Pelayan itu bermaksud mengantar Nana ke kamar, namun Nana menolak, dan menyuruh pelayan itu segera menemui Siwon.

“Maaf Tuan, Nona meminta Anda pulang. Beliau sedang tidak ingin ditemui siapapun.” Ujar pelayan tersebut pada Siwon.

Mwo? Apa maksudnya? Aku harus menemuinya.” paksa Siwon, seraya mencoba masuk.

“Maaf Tuan, Nona benar-benar sedang tidak ingin diganggu.” Pelayan tersebut menahan Siwon.

“Aku tidak bermaksud mengganggunya, aku hanya ingin menemuinya, itu saja…” Siwon bersikeras.

“Maaf Tuan, saya hanya menjalankan perintah Nona Im.” Siwon mendengus pasrah. Siwon memutar kepalanya ke samping. Bertepatan dengan itu, ia melihat sesosok wanita, menutup gorden penutup jendela dengan cepat, ketika Siwon tidak sengaja menoleh ke tempat tersebut. Ia yakin wanita itu adalah Im Nana, karena Siwon masih ingat, ruangan itu adalah kamar Nana. Siwon segera meninggalkan pelayan itu dan melangkah menuju jendela itu.

“Nana! Aku tau kau mendengarku!” teriak Siwon dari luar. Sungguh, ini benar-benar bukan dirinya. Siwon selalu berperilaku sopan, tidak pernah terfikir di benaknya akan berteriak-teriak di depan rumah orang, meskipun itu adalah rumah calon istrinya sendiri.

“Im Nana, izinkan aku masuk! Aku ingin berbicara denganmu!” lanjutnya.

“Im Nana…!!!”

Geurae, aku akan menunggu sampai kau mau menemuiku!”

_oOo_

Nana’s Side

Aku memperhatikan Choi Siwon yang kini terus berdebat dengan Jung Sunmi, pelayanku. Aku yakin, Siwon sedang memaksa Sunmi agar mengizinkannya masuk. Namun, aku juga yakin, Sunmi tidak akan mengabulkan permintaan Siwon.

Jika boleh jujur, sesungguhnya aku ingin, sangat ingin, bisa menemuinya. Setelah sekian lama aku menghindarinya, perlahan aku mulai bisa memahami arti perasaanku selama ini. Aku merasa tenang dan nyaman bersamanya, rasa senang yang menyapa ketika ia menghubungiku, hatiku yang berdesir ketika ia menatapku, dan merasa kesal melihat dia bersama Sooyeon, ditambah lagi, dengan beberapa masalah yang menerpaku akhir-akhir ini, dengan kehadirannya di sisiku, aku merasa memiliki tempat bersandar. Namun kini, mau tidak mau, aku harus mengalah pada kondisiku sendiri. Tidak mungkin aku memaksa untuk bertahan bersamanya, dia adalah seorang pangeran tampan dan sempurna, sedangkan aku? Aku tidak lebih dari seorang putri kodok, ani, putri kodok masih bisa menjelma menjadi seorang putri cantik, sedangkan aku, tidak lebih dari seorang wanita cacat!

_oOo_

Siwon mengeratkan jaketnya, melindungi diri dari dinginnya malam yang berhembus bersama angin yang bertiup kencang. Pandangannya tak henti mengamati sebuah kamar yang diyakini adalah kamar Nana. Lampu dalam kamar itu masih menyala, bisa jadi sang pemilik kamar masih terjaga.

“Im Nana, jika kau bersikeras seperti ini, aku pun bisa lebih keras darimu…” gumam Siwon.

_oOo_

Nana kembali melihat jam dinding di kamarnya, yang entah sudah ke berapa kalinya ia lakukan. 23.43 KST.  Pandangannya kemudian beralih ke arah halamannya, mengintip dari celah gorden, mengamati sosok tunangannya yang masih bertahan di luar, menunggunya. Nana mendesah. Sampai kapan kau akan seperti ini? Mengapa kau sangat keras kepala? Batin Nana.

“Sunmi-ah…” panggil Nana pada pelayannya. Jung Sunmi, pelayan Nana yang memang lebih muda darinya, segera menghampiri Nana.

“Ya Nona…”

“Siapkan kamar dan makanan untuknya. Biarkan dia menginap di sini malam ini. Geundae, tetap larang dia untuk menemuiku.” Ujar Nana, singkat namun jelas.

Algetseumnida.” Jung Sunmi melaksanakan perintah Nonanya dengan patuh.

_oOo_

Siwon menegakkan tubuhnya ketika melihat pelayan Nana membuka pintu. Tanpa disuruh, Siwon segera mendekat.

“Bagaimana?” tanya Siwon tidak sabar.

“Silakan Tuan menginap di sini malam ini. Kami telah menyiapkan kamar dan makan malam untuk Anda.”

“Nana?”

“Nona sedang beristirahat.” Siwon mengerutkan keningnya, tidak percaya.

“Eo, geurae.” Siwon mengalah. Paling tidak, Nana mengijinkannya masuk, artinya ia sudah berhasil maju selangkah. Langkah selanjutnya adalah membuat Nana mau bertemu dengannya.

_oOo_

“Bagaimana bisa kau memberinya kamar di samping kamarku, eo?” sebuah suara yang sangat Siwon kenal menghentikan gerakan tangannya yang baru saja akan memutar handle pintunya. Ia segera melangkah ke sebuah pintu yang setengah terbuka, tepat berada di samping kamarnya. Ia sedikit mendorong pintu itu, dan melihat apa yang terjadi di dalam. Pandangannya menangkap sosok wanita tengah berbaring dengan bersandar pada headboard ranjang.  Wanita itu tengah serius berbicara, ani, memprotes tindakan pelayannya yang memberi Siwon kamar tepat di samping kamarnya.

Nafas Siwon memburu, jantungnya berdegup keras, berbagai perasaan berkecamuk di dalamnya. Dan kini, ia membiarkan perasaannya yang mengendalikan tindakannya. Tanpa ia sadari, ia mendorong pintu dan berjalan mendekati Nana. Nana menoleh ke arah pintu, begitu menyadari ada seseorang yang masuk.

“Kau…” gumam Nana. Tubuhnya menegang menyadari bahwa orang itu adalah Siwon. Jung Sunmi sepertinya menyadari apa yang akan terjadi. Ia bergegas keluar kamar, meninggalkan Siwon dan Nana berdua.

“Im Nana…” gumam Siwon. Ia menghentikan langkahnya tepat di depan Nana, lalu memandangnya tajam. Nana menundukkan kepalanya. Tidak ada yang bisa ia lakukan, selain hanya diam. Siwon duduk di ranjang Nana, sehingga mereka duduk berhadapan.

“Nana…” panggil Siwon, pelan. Nana tidak menjawab. Ia meremas selimut yang menutupi tubuhnya sampai ke perut, menyalurkan emosinya. Seperti Siwon, ia tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaannya saat ini.

Siwon menghela nafas, mencoba menetralisir emosi dan perasaannya.

“Im Nana…” panggil Siwon sekali lagi.

“Im Nana, mengapa kau mengacuhkanku?” tanya Siwon, akhirnya.

“Apa yang kau lakukan?” Nana balik bertanya. Ia mengangkat wajahnya, melihat Siwon sekilas, lalu mengalihkannya ke arah lain.

“Menemuimu…” jawab Siwon, singkat. Namun pandangannya tidak lepas dari Im Nana.

“Hanya itu? Sekarang kau bisa pergi.” Ujar Nana, dingin.

“Nanaa…”

“Apalagi? Kau sudah menemuiku sekarang, bukan?” jawab Nana, sinis.

Geurae, aku ingin berbicara denganmu…” Nana menghela nafas.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan antara kita.” Siwon mendesah.

“Im Nana, tidak bisakah kau memberiku kesempatan untuk berbicara?” Nana hanya diam. Namun, nafasnya mulai memburu.

“Nana, aku ingin menjelaskan masalah Lee Sooyeon. Itukah alasanmu pergi dariku?” Nana tidak menjawab.

“Nana, harus berapa kali ku katakan, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Kau harus percaya padaku, jangan membuat kesimpulan tanpa bukti dan alasan yang jelas…” Siwon menghentikan kalimatnya sejenak.

“…Im Nana, kau percaya padaku, bukan?” Nana menghela nafas. Matanya mengerjap berkali-kali, berusaha menahan bulir-bulir airmata yang mulai menggenang di sudut matanya. Ne, aku percaya padamu. Aku sangat mempercayaimu. Itu hanyalah alibi agar aku bisa pergi… batin Nana.

“Sudah selesai?” Nana masih terus berusaha bersikap dingin pada Siwon.

“Sebaiknya kau pergi dan istirahat. Bukankah besok akan pulang ke Seoul?” lanjutnya.

“Besok? Geurae, kalau begitu kau juga harus beristirahat. Besok kita pulang ke Seoul.”

Mwo? Apa maksudmu?” Nana sontak menoleh pada Siwon.

“Sudah ku katakan bukan, kita pulang ke Seoul.” Jawab Siwon

Shireo! Aku tidak pernah mengatakan aku pulang akan pulang ke Seoul!”

Geurae, aku juga tidak akan pergi jika tidak bersamamu!” tegas Siwon.

“Apa yang kau inginkan sebenarnya?” tanya Nana, tidak sabar.

“Kita pulang bersama.” Jawab Siwon, singkat. Nana menundukkan kepalanya.  Nafasnya memburu. Ia berusaha menetralisir perasaannya.

“Choi Siwon, mengapa kau melakukan ini?” tanya Nana dengan suara bergetar.

“Nana, mianhae…” Siwon meraih Nana ke dalam pelukannya. Nana hanya diam, tidak memberikan reaksi apapun.

“Mengapa kau melakukan ini? Apa alasanmu sebenarnya?” ulang Nana. Siwon menghela nafas. Ia mencoba menelaah dan memahami apa yang dirasakannya kini.

“Karena…” Nana memejamkan matanya, menunggu lanjutan kalimat Siwon.

“Karena aku…” Siwon berusaha melanjutkan kalimatnya. Namun, entah mengapa suaranya tercekat.

“Karena kau adalah tunanganku. Bagaimana mungkin aku membiarkan calon istriku tinggal sendirian di tempat jauh dan sepi seperti ini, eo?”

_oOo_

Siwon’s Side

“Nana dimana? Dia tidak sarapan?” aku bertanya pada Sunmi, sebelum perempuan itu meninggalkan ruang makan.

“Nona di kamar.”

Geurae?” aku mengangguk. Sunmi segera pergi meninggalkanku.

Aish, wanita itu, sampai kapan ia akan mengacuhkanku dan mengurung diri di kamar seperti ini?

_oOo_

Siwon berdiri di depan kamar Nana. Jika Nana tidak mau menemuinya dengan sukarela, maka Siwon akan memaksanya. Ya, siapapun tau bahwa Siwon memang lelaki yang berkemauan keras.

Siwon memutar handle pintu dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya membawa sebuah netbook. Ia tersenyum mendapati pintu kamar Nana yang tidak terkunci. Segera ia membuka pintu tersebut dan melihat sosok Im Nana tengah berbaring di sisi sebelah kanan ranjangnya dengan bersandar pada headboard, sedang membaca buku.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Siwon, begitu ia masuk.

“Kau? Apa yang kau lakukan di sini? Bagaimana kau bisa masuk?” tanya Nana, kaget. Siwon tersenyum.

“Tentu saja, pintumu tidak terkunci.” Aish, Im Nana pabo! Mengapa kau tidak mengunci pintu sedangkan kau tau ada Siwon di rumah ini? Batin Nana.

“Keluar!” Siwon tersenyum mendengar Nana mengusirnya. Ia malah berjalan mendekat, lalu berhenti di jendela kaca lebar yang berada di sebelah kanan ranjang Nana.

“Wuah, kau pintar memilih kamar. Di sini view-nya sangat bagus.” Ujar Siwon. Nana diam, tidak menanggapi. Hanya pandangannya yang mengikuti gerak-gerik Siwon.

“Dari sini, kau bisa melihat jelas keluar, termasuk melihatku kemarin menunggumu di luar sana…” Nana tersentak mendengar lanjutan kalimat Siwon.

“Dan kau membiarkan calon suamimu berdiri kedinginan seharian, bahkan sampai tengah malam di luar sana, eo? Teganya…” Siwon menoleh pada Nana.

“Aku… aku tidak pernah memintamu menemuiku. Aku sudah menyuruhmu pulang, bukan?” Nana membela diri. Siwon tersenyum, lalu berjalan ke arah Nana.

Ne, geundae, jika aku pulang, aku tidak akan berhasil menemuimu.” Nana berdecak.

“Kau memang keras kepala.” Ujarnya, pada Siwon. Siwon tersenyum.

Ne, tidak sepertimu. Untuk itu kita bersama, aku yang keras kepala, dan kau yang lembut dan pengertian.” ujar Siwon dengan tersenyum lembut, lalu duduk di ranjang Nana.

Deg.

Nana menundukkan kepalanya. Hanya sebuah kalimat sederhana dari Siwon berhasil mengantarkan sebuah desiran lembut di hatinya. Namun detik berikutnya, ia tersadar akan kondisinya kini, sehingga rasa desiran hangat itu berubah menjadi luka.

Siwon menyadari kondisi Nana yang tiba-tiba terdiam. Ia meraih buku Nana, mencoba mengalihkan perhatian Nana.

“Hei, kau sedang membaca apa?” ujar Siwon. Nana tersentak.

Feminist Theory, untuk penelitianmu?” Nana segera merebut bukunya dari Siwon.

“Jangan menggangguku.” Ujar Nana, ketus.

“Hei, aku tidak bermaksud mengganggumu,  Agasshi… Aku hanya menemanimu.”

“Aku tidak memintamu menemaniku!” ujar Nana, tak mau kalah.

Geurae, kalau begitu, aku yang memintamu menemaniku…” ujar Siwon diiringi senyuman khasnya. Ia lalu beranjak dan naik ke ranjang.

“Yaa! Apa yang kau lakukan?!” protes Nana. Siwon tidak menggubrisnya, ia malah duduk di sebelah Nana, di sisi ranjang yang kosong, lalu menyandarkan punggungnya pada headboard.

“Nona Im, katanya kau tidak mau diganggu, mengapa kau terus mendebatku?” Nana mendengus.

“Sudahlah, kau lanjutkan saja bacaanmu, dan aku akan melanjutkan pekerjaanku disini.” Lanjut Siwon, lalu menyalakan netbooknya.

“Kau bisa melakukannya di luar, atau di kamarmu!”

Shireo! Aku tidak mau sendiri. Aku mau kau menemaniku!” tegas Siwon.

“Kau… Aish!” Nana mendengus pasrah. Siwon tersenyum. Nana menunduk dan berusaha melanjutkan aktivitasnya membaca buku. Demikian pula dengan Siwon. Ia menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang harus ia selesaikan.

“Dasar workaholic! Dalam kondisi apapun selalu bekerja! Lebih baik kau segera kembali  ke Seoul dan menyelesaikan pekerjaanmu disana!”

“Tidak perlu, aku masih bisa menyelesaikannya dari sini…” Nana mendengus mendengar jawaban Siwon.

“Pergilah, aku mau tidur.” Ujar Nana, seraya membaringkan badannya.

Mwo? Sepagi ini?”

Ne, wae?”

“Tidak biasanya…” jawab Siwon santai.

“Jangan bertindak seolah-olah kau sangat mengenalku!”

“Aku tidak berpura-pura, kita memang saling mengenal bukan?” jawab Siwon enteng.

Aish, kau memang keras kepala dan suka mendebat.” Ujar Nana seraya membalikkan badannya membelakangi Siwon. Siwon tersenyum.

See, kau memang mengenalku dengan baik.” Nana hanya terdiam. Ia mencoba mencerna kalimat Siwon. Ya, memang tanpa mereka sadari, mereka telah mengenal karakter masing-masing.

“Tidurlah…” tubuh Nana tiba-tiba menegang begitu merasakan belaian halus di puncak kepalanya, seiring dengan kalimat yang diucapkan tunangannya Siwon.

Nana memejamkan matanya. Tuhan, izinkan aku sedikit egois kali ini. Aku memang menginginkan kehadirannya saat ini. Kali ini saja, Tuhan, aku berjanji, kali ini saja… Batin Nana.

 

To Be Continued

 

Mianhae, jeongmal mianhae sudah membuat readers menunggu lama buat part ini… kemarin masih belum ada inspirasi mau ngelanjutinnya gimana… jadi maaf banget yaa… 🙂 🙂 🙂

Mian juga kalau di part ini tidak memuaskan readers, aneh, gaje, ga dapet feelnya, dll… mianhae… *bow

Advertisements

40 thoughts on “Why? (Part 6)

  1. nexttt .
    hmm aku suka kata kata % Nana memejamkan matanya. Tuhan,
    izinkan aku sedikit egois kali ini. Aku
    memang menginginkan kehadirannya
    saat ini. Kali ini saja, Tuhan, aku
    berjanji, kali ini saja…%
    thor cepat next yah .

  2. Rasanya kurang panjang crtnya
    😛
    jd siwon mlakukan smua ni hanya krn dia tunangannya!? Yakin!? Bukan karena cinta spt yg nana rasain!? Klo bgni keadaannya ada kmungkinan siwon tergoda ma sooyeon!
    😛
    d tunggu next part,, jgn lm2
    😛
    author fighting
    😛

  3. Ehm.. Ehm… Ceritanya kurang panjang… Hehehe…
    Apa nana udah nggak bisa sembuh? Pasti masih bisa kan ;;) #maksa
    Siwon knp nggak bs ungkapin perasaanx siihh… Bilang aja kalo suka sama nana hehehehe…

    Lanjutannya di tunggu…. 😀

  4. Yeaaayy akhirnya muncul juga ni FF aku kepo-in tiap hari ni wp kkk~
    Siwon-Nana emang saling melengkapi 😉
    next part jangan lama-lama thor 😀

  5. nana jangan menghindarin siwon terus menerus nanti ada setan yg rebut siwon loh :)…
    lanjut thor ceritanya makin bagus dan penasaran,, pengen liat nana bisa jalan lagi

  6. asihhh kata”
    #izinkan aku sedikit egois kali ini. Aku
    memang menginginkan kehadirannya
    saat ini. Kali ini saja, Tuhan, aku
    berjanji, kali ini saja… #
    romantis bangettt , nana eonni jgn kaya gitu dong sama siwon oppa .
    kalo nana gak mau siwon sama aku ajj XD .
    thor maaf aku gak comen yang di part sebelum nya aku aja baru tau ada blog siwon nana 🙂 . aku kan masihh baru .
    thor buat nana bisa jalan kembali dong .

    LANJUT YAH… JGN LAMA LAMA .

  7. Nana please open your eyes. Siwon itu sayang bget ama kamu :3 annyeong author I’m new reader,nemu ff nya di SJFF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s