Why? (Part 3)

Siwon Nana Why

  • Title                : Why? (Part 3)
  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts            : Lee Sooyeon, Tuan & Ny. Im, Key, etc.
  • Author                        : Shelly choi
  • FB                   : http://www.facebook.com/shelly.diah   
  • Twitter           : @Iam_ShellyAng
  • Blog                : http://SiwonNanaWorld.wordpress.com
  • Length                        : Chaptered
  • Genre              : Romance
  • Rating             : General
    • Disclaimer      : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal MianhaeAnd the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

_oOo_

Last PartMwo? Bagaimana aku bisa bersenang-senang sedangkan ada wanita lain tinggal serumah denganmu, eoh?” “Nana-ya, dia bukan siapa-siapa…” “Tapi dia selalu berusaha untuk…” Kalimat Nana terhenti karena Siwon tiba-tiba membalikkan tubuhnya, mendekapnya erat, dan menciumnya. Nana membelalak kaget. Ia berusaha melepaskan diri saat sudut matanya menangkap sosok Lee Sooyeon di pintu dapur, beberapa meter di sebelah kirinya. Namun Siwon tetap menahannya, walaupun ia tau Lee Sooyeon tengah memperhatikan mereka.

_oOo_

Part 3 Lee Sooyeon sedang mengambil air minum di dapur ketika ia melihat Siwon dan Nana sedang bersitegang. Ia pun tertarik untuk mengamati sebenarnya apa yang terjadi antara mereka. “Kalau begitu, batalkan saja pertunangan ini!” suara Nana yang sarat akan emosi dapat terdengar oleh Sooyeon. Senyuman tersungging di bibirnya. Namun, ia tidak dapat mendengar jawaban dari Siwon. Dari beberapa potong percakapan yang ia dengar, dapat disimpulkan bahwa Nana cemburu dan tidak suka akan kehadiran Sooyeon di rumah Siwon. Senyum kemenangan terukir di bibirnya. “Bagus! Tetaplah seperti itu, Im Nana…!” ujar Sooyeon dalam hati. Namun, detik berikutnya, adegan yang ia lihat benar-benar membuatnya tercengang. Terlihat dengan jelas di depan kedua matanya sendiri, bagaimana Siwon menarik Nana dalam pelukannya dan menciumnya. Bahkan, saat Nana mendorong Siwon untuk melepaskannya, Siwon malah semakin menahannya. “Shit…!!!” umpat Sooyeon, seraya pergi meninggalkan mereka.

_oOo_

  Siwon menahan Nana sampai Nana tenang dan menghentikan pemberontakannya. Ketika Ia merasa Nana sudah tenang, Siwon melepaskan ciumannya dengan perlahan. Siwon menatap Nana, perasaannya berdebar-debar, sedangkan Nana menundukkan kepalanya. Lalu, Nana melepaskan diri dari pelukan Siwon dan pergi meninggalkannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. “Shit! Apa yang kau lakukan Choi Siwon?!” geram Siwon, ketika Nana telah menghilang dari pandangannya.

_oOo_

  Siwon’s Side “Selamat pagi. Menu hari ini adalah toast isi omelette.” Ujar Sooyeon ketika melihatku sudah berdiri di ruang makan. “Nana mana?” tanyaku, karena tidak melihat Nana di dapur. “Molla. Mungkin masih tidur.” Jawabnya. Aku segera berbalik menuju kamar Nana. Sampai di depan pintu kamarnya, aku berhenti, lalu bergerak untuk mengetuk pintunya. Namun, tiba-tiba, keraguan menyapaku. Apa mungkin dia marah padaku? Entahlah. Sepertinya aku harus bicara dengannya. Ku ketuk pintu kamar Nana sebanyak tiga kali. “Nana, kau sudah bangun?” tidak ada jawaban. “Nana?” Nihil, tidak ada jawaban. Rasa penasaran mengusikku. Setahuku, ia terbiasa bangun pagi. Tapi kali ini? “Nana, Aku akan masuk.” Tetap tak ada jawaban. Ku putar kenop pintu dan membukanya perlahan. Redup, dia hanya menyalakan lampu tidur. Aku melangkah masuk, dan ku dapati dia masih tidur. Aku mendekat lalu dengan hati-hati lalu duduk di pinggir ranjangnya. Ku perhatikan wajahnya yang tengah terlelap. Ku pindahkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya. Cantik. Bahkan, ketika tertidur pun dia terlihat cantik. Aku membenarkan letak selimutnya, tidak tega untuk mengganggu tidur lelapnya. Aku bangkit perlahan, keluar, dan menutup pintu dengan hati-hati, berusaha tidak mengeluarkan suara berisik.

_oOo_

Nana’s Side “Nana, kau sudah bangun?” aku mendengar suara Siwon memanggilku, setelah sebelumnya dia mengetuk pintu. “Nana?” aku memutuskan untuk tidak menjawab. Entahlah, aku masih belum siap bertemu dengannya. Sebenarnya, aku tidak tau aku harus bersikap bagaimana padanya, setelah apa yang telah terjadi semalam. Jujur, aku terbawa emosi karena sudah jengah melihat ulah Sooyeon. Namun, aku tidak menyangka akan berakhir seperti itu. “Nana, Aku akan masuk.” Aku tersentak dan berpura-pura tidur. Namun, aku masih bisa mengamatinya dengan mata yang setengah terbuka. Dia masuk dan mendekat. Ketika dia duduk di ranjangku, aku menutup seluruh mataku, takut dia tau bahwa aku hanya pura-pura tertidur. Dia tidak mengatakan apapun. Jujur, aku penasaran sebenarnya apa yang dia lakukan. Dan, Omo!!! Darahku berdesir ketika merasakan tangannya sedikit bersentuhan dengan wajahku. Padahal hanya sentuhan kecil, dia hanya memindahkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahku, lalu membenarkan letak selimutku. Setelah itu, aku mendengar langkahnya menjauh, kemudian suara pintu tertutup. Fiuuuhh… aku menghembuskan nafas lega. Aku menghirup udara sebanyak-banyaknya, berusaha menetralisir rasa berdebar dalam dadaku.

_oOo_

  Hari itu, Siwon pulang lebih sore dari biasanya. Sampai di rumah, dia tidak menemukan sosok Im Nana. Setelah membersihkan diri, Siwon berdiri di balkon kamarnya. Dia termenung, masih memikirkan apa yang terjadi antara Nana dan dirinya. Sebelumnya, dia merasa hubungan mereka akan semakin membaik ketika ia tau Nana akan ke Hongkong dan tinggal bersamanya untuk sementara waktu. Namun nyatanya, apa yang terjadi? Tokk tokk tokk. Siwon masuk ke kamar lalu membuka pintu. “Im Nana…” gumamnya, ketika menemukan sosok tunangannya itu. “Aku akan pulang malam ini.” Ujar Nana, to the point. “Mwo?” Siwon tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. “Mengapa mendadak sekali?” lanjutnya. “Aku… Aku hanya ingin pulang…” Siwon terdiam sejenak mendengar jawaban Nana. “Geurae.” Siwon menjawab singkat. Nana menghela nafas. Bahkan, dia tidak mencoba menahanku, gumam Nana dalam hati. “Aku pergi.” Nana membalikkan badan lalu melangkah meninggalkan Siwon. “Im Nana…” Nana menghentikan langkahnya saat mendengar Siwon memanggilnya, lalu menoleh pada Siwon. “Jam berapa keberangkatanmu?” tanya Siwon. “Jam 8 malam.” Jawab Nana singkat. “Aku akan mengantarmu.”

_oOo_

  Siwon berjalan memasuki bandara seraya menarik koper Nana dengan tangan kanan. Nana berjalan di sisi kiri Siwon, sedangkan di sisi kanannya adalah Lee Sooyeon. “Bolehkah aku ikut mengantarkan Nana?” ujar Sooyeon kala itu, ketika mengetahui Nana akan pulang. Siwon dan Nana tidak kuasa menolak, karena mereka tidak memiliki alasan yang kuat. Mereka bertiga berhenti sebelum boarding pass. “Berhati-hatilah, Nana-ssi…” ujar Sooyeon, tersenyum, lalu mengangkat sebelah alisnya. “Tentu saja, terima kasih.” Jawab Nana. Kini Nana beralih pada Siwon. Siwon membawanya sedikit menjauh dari Sooyeon. “Wanita itu, aku sudah menghubungi kakaknya. Besok, kakaknya akan datang menjemputnya.” Jelas Siwon. Nana melirik pada Sooyeon yang tengah memperhatikan mereka. Siwon mengikuti pandangan Nana. Detik berikutnya, Nana sudah berada dalam pelukan Siwon. Sejenak, Nana membeku. “Percayalah padaku!” bisik Siwon. “Tentu… Tentu saja. Aku percaya padamu.” Jawab Nana dengan sedikit terputus. Siwon tersenyum. “Jaga dirimu. Segera kabari aku saat kau tiba di Seoul.” Ujar Siwon pada Nana. “Cepatlah pergi, nanti kau terlambat!” lanjutnya, seraya melepas pelukannya. Nana mengangguk. “Aku pergi sekarang.” “Hati-hati!” Siwon mengusap puncak kepala Nana. Nana membalasnya dengan senyuman lalu menarik kopernya dan pergi.  Pandangan Siwon terus mengikuti Nana sampai gadis itu menghilang dari pandangannya.

_oOo_

  “Dia gadis yang cantik dan baik.” Ujar Sooyeon, membuka percakapan antara dirinya dengan Siwon. Kini mereka tengah berada dalam perjalanan pulang dari bandara. “Ne.” Jawab Siwon, singkat. “Oya, bagaimana awal pertemuan kalian?” Siwon terdiam. “Ah, jika kau tidak ingin menceritakannya, tidak apa-apa, Siwon-ssi…” lanjut Siwon. “Kami dijodohkan.” “Mwo?” ujar Sooyeon, kaget. “Ne, Kami hanya bertemu sekali dalam sebuah acara makan malam keluarga, lalu pertemuan berikutnya adalah acara pertunangan, enam bulan yang lalu.” Jelas Siwon. “Hanya sekali?” Siwon mengangguk. “Dan kau menerima perjodohan itu?” “Tentu saja.” Jawab Siwon. “Kenapa? ” Siwon tidak menjawab. “Siwon-ssi, bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?” Siwon kembali mengangguk. “Bagaimana perasaanmu kepadanya?” Siwon terdiam. “Molla. Yang jelas, dia adalah calon istriku.” Jawab Siwon, beberapa menit kemudian. Sooyeon tersenyum getir.

­_oOo_

  Awal musim gugur. Pepohonan di pinggir jalan dihiasi oleh dedaunan yang mulai menguning. Sesekali, daunnya jatuh berguguran karena angin yang menerpanya. Seorang wanita nampak berjalan di trotoar dari area parkir menuju sebuah gedung di kampusnya. Sesekali, ia mengeratkan jaketnya, menghalau rasa dingin seiring angin yang berhembus menerpanya. Beberapa langkah kemudian, ia tiba di gedung yang dituju. “Im Nana…” wanita itu mengangkat wajahnya dan menoleh ke asal suara. Nana mencoba mengenali sosok yang sepertinya tidak asing baginya. “Kau?” gumam Nana begitu mengenali wanita itu. “Kau mengenaliku? Kita bertemu lagi.” Ujar wanita itu lalu tersenyum. “Lee Sooyeon, apa yang kau lakukan disini?” Nana bertanya dengan nada dingin. “Wah, rupanya kau masih suka bersikap dingin kepadaku?!” Nana mengalihkan pandangannya. “Well, sepertinya mulai sekarang kau harus membiasakan diri dengan kehadiranku, Nana-ssi…” “Maksudmu?” “Mulai semester ini aku akan kuliah disini, di mayor yang sama denganmu.” Nana terdiam sejenak. “Jika itu yang kau harapkan, dengan sangat menyesal aku mengatakan, semester ini aku sudah tidak ada kuliah, Sooyeon-ssi. Seluruh kreditku sudah aku penuhi, jadi semester ini aku hanya akan menyelesaikan tugas akhirku.” Ujar Nana dengan nada angkuh. “…Jadi, selamat belajar di semester ini, Lee Sooyeon-ssi.” Lanjut Nana lalu melangkah meninggalkan Lee Sooyeon. “Geurae. Namun, aku bisa mengikuti acara-acara yang diadakan oleh angkatanmu, karena aku diterima di angkatan yang sama denganmu, dan tinggal menyelesaikan tiga mata kuliah lagi.” Nana berhenti sejenak, lalu menoleh pada Sooyeon. “Selamat datang kalau begitu.” Ujar Nana, lalu berbalik dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Lee Sooyeon. “Oya, Im Nana-ssi…” Nana mendengus kesal dan berbalik. “Apalagi?” “Sampaikan salamku pada Choi Siwon. Dia sudah pulang dua hari yang lalu bukan?” “Mwo?” Sooyeon tersenyum menang lalu meninggalkan Nana masih terpaku di tempatnya.

_oOo_

Nana’s Side “Nana, kau sudah pulang?” aku menoleh kepada Eomma, yang sedang duduk di depan TV, sedang menonton drama favoritnya. “Ne.” Jawabku singkat. Aku berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. “Besok malam keluarga Choi mengundang kita untuk makan malam.” Suara Eomma dapat terdengar olehku, karena jarak antara ruang tv dan dapur tidak terlalu jauh. “Untuk?” tanyaku. “Eum, mungkin untuk menyambut Siwon. Bukankah dia sudah pulang dua hari yang lalu?” Aku hanya diam. “Nana-ya, apa dia tidak memberitahumu bahwa dia sudah di Seoul?” “Ani…” jawabku singkat. Aku bergegas menuju kamar. Choi Siwon. Jadi benar dia sudah pulang dua hari yang lalu? Mengapa dia tidak memberitahuku? Mengapa malah wanita itu yang tau lebih dulu? Apakah selama ini mereka masih berhubungan? Lalu, setelah apa yang terjadi selama ini, selama di Hongkong, dia menganggapku apa? Aish! Dadaku terasa sangat sesak!

_oOo_

Siwon berjalan menuruni tangga dan dapat melihat Tuan dan  Nyonya Im sedang berbincang dengan orang tuanya di ruang tamu. Ia mengedarkan pandangannya, mencari sesosok wanita yang sudah sebulan ini tidak ditemuinya. Kini, Siwon sudah sampai di ruang tamu, dan memberi salam pada Tuan dan Nyonya Im. “Bagaimana kabarmu, Siwon-ah?” tanya Nyonya Im. “Baik, Eomoni. Bagaimana dengan Eomoni dan Aboeji?” ujar Siwon dengan ramah. “Baik. Ah, maaf, Nana tidak bisa hadir makan malam kali ini. Dia sedang mengikuti Fall Camp yang diadakan teman seangkatannya.” Siwon terdiam sejenak. Ada rasa kecewa terbersit di hatinya. “Ah, ye. Gwaenchanhanayo, Eomoni…” jawab Siwon akhirnya.

_oOo_

  Nana duduk memperhatikan teman-temannya yang sedang asyik bercanda ria. Dia hanya menghela nafas dan sesekali mengecek ponselnya. “Eumh… bahkan sampai saat ini dia belum menghubungiku…”gumamnya dalam hati. Sebenarnya, Nana sedang kesal pada Siwon, karena Siwon tidak memberitahunya bahwa dia sudah kembali ke Seoul. Nana sampai lebih memilih mengikuti Fall Camp daripada harus datang ke acara makan malam dengan keluarga Choi. Ini memang masalah sepele. Namun entahlah, Nana merasa sesak dan kesal ketika tau bahwa wanita itu, Lee Sooyeon, tau lebih dulu bahwa Siwon sudah berada di Seoul. “Ah, Siwon-ssi…” Nana refleks menoleh ke arah Sooyeon yang sedang berbicara di telfon, dengan jarak tidak begitu jauh darinya. Sooyeon melirik ke arah Nana dan menunjukkan evil smirk-nya. Nana mendengus dan mengalihkan pandangannya. “Eo, Ne…” Sooyeon melanjutkan pembicaraannya dan pergi menjauh dari Nana.

_oOo_

  “Nana-ya, lihat siapa yang datang!” Nana melihat ke arah yang ditunjukkan Key, sahabatnya. Ia sedikit menyipitkan mata, berusaha mengenali sosok lelaki yang sedang berjalan ke arahnya, di jalan setapak yang menghubungkan antara camping area dengan parking area. “Dia rela datang tengah malam begini untuk menemuimu? Waa… daebak!” ujar Key. Seulas senyuman terukir di wajahnya, begitu ia mengenali sosok lelaki itu, yang tidak lain adalah tunangannya, Choi Siwon. Namun, senyuman itu segera berganti dengan raut wajah kesal ketika melihat adegan di depannya. Seorang wanita yang tidak disukainya, Lee Sooyeon, menyambut kedatangan Siwon. Mereka mengobrol dan sesekali tertawa. Nana mendengus kesal dan mengalihkan pandangannya.

_oOo_

  “Siwon-ssi, kau datang?” tanya Lee Sooyeon dengan nada tak percaya mendapati Siwon datang setelah beberapa waktu lalu menelfon dirinya. “Ah, ne. Bagaimana kabarmu?” tanya Siwon. “Baik-baik saja. Seperti yang kau lihat.” Jawab Sooyeon. “Lalu, bagaimana denganmu? Sepertinya, kau semakin tampan dari terakhir kali kita bertemu.” Siwon terkekeh. “Terima kasih. Ini semua karena aku sudah berada di Korea.” Jawab Siwon. “Oya, kau melihat tunanganku?” lanjutnya, sebelum Sooyeon berbicara lebih jauh. “Eo, jangan katakan jika kau menelfonku, menanyakan lokasi, lalu datang kesini, hanya untuk menemuinya dan memberinya kejutan?” Siwon menjawabnya dengan senyuman. “Eum, sepertinya tadi dia di sana. Wah, kau memang tunangan yang baik dan sangat perhatian, hahahaa….” Lanjut Sooyeon, disertai tawa yang dibuat-buat. “Ah, ne. Jeongmal gomawo, Sooyeon-ssi. Aku pergi dulu.” Ujar Siwon seraya pergi meninggalkan Sooyeon. “Jadi, kau hanya memanfaatku, Choi Siwon?! Tsk!!!” gumam Sooyeon, lalu mendengus kesal.

_oOo_

Siwon berjalan ke arah Im Nana. Siwon mendengus melihat Nana sedang bersenda gurau dengan seorang teman lelakinya. Bahkan, lelaki itu menyuapi Nana dengan daging panggang yang baru matang. “Ehem.” Siwon berdehem pelan ketika tiba di depan Nana dan teman-temannya. Nana tidak mempedulikannya. Siwon mendesis. “Ikut aku!” Siwon menarik tangan Nana dan pergi, meninggalkan teman-teman Nana yang memandang mereka takjub. Siwon membawa Nana ke mobilnya, kemudian ia menyalakan penghangat ketika mereka sudah berada di dalam mobil. “Untuk apa kau kesini?” tanya Nana, to the point. “Menurutmu?” Siwon balik bertanya, seraya memberikan cappuccino hangat untuk Nana. “Orang tuamu ‘kan yang menyuruhmu ke sini karena aku tidak datang ke makan malam itu?” ujar Nana, dingin. “Eummm… skormu 50, Nona.” Nana mengernyit bingung. Siwon terkekeh pelan. “Kau benar, aku kesini karena kau tidak datang ke makan malam itu. Tetapi, aku datang bukan karena mereka yang menyuruhku.” “Maksudmu?” Siwon diam, tidak menanggapinya. “Aku membawa makanan untukmu.” Nana melirik kotak yang disodorkan   Choi Siwon, Red Velvet, kesukaannya. Bagaimana Siwon bisa tau ini adalah cake favoritnya? Nana menghela nafas. Dia berusaha tetap menjaga image-nya di depan Choi Siwon. “Jika kau harap aku akan luluh hanya dengan cake itu, kau salah tuan Choi!” ujar Nana, seraya mengalihkan pandangannya. “Mwo? Membuatmu luluh? Untuk apa aku melakukannya? Apakah aku sedang berusaha merayumu? Apakah aku sudah melakukan kesalahan padamu?” Nana mendesis kesal. Siwon tersenyum menang. “Makanlah!” Siwon mendekatkan sendok  berisi cake itu ke arah Nana, bermaksud menyuapinya. Nana memandang sendok itu sejenak, lalu beralih ke arah Siwon. Siwon semakin menggerakkan sendoknya, memberi isyarat Nana membuka mulut. Tanpa sadar, Nana menurutinya. Siwon tersenyum. “Bagaimana? Enak?” tanya Siwon. Nana tidak menjawab. Siwon bermaksud menyuapi Nana lagi. “Aku bisa sendiri.” Nana lalu mengambil cake di tangan Siwon dan memakannya dengan cepat, agar bisa segera pergi. Siwon menyandarkan tubuhnya dan  memperhatikan Nana dalam diam. “Aku pergi dulu.” Ujar Nana, setelah selesai makan. “Kemana?” tanya Siwon “Kembali ke camp.” “Tidur di sini saja. Kau tidak suka dingin bukan?” Nana mengerutkan keningnya. “Jika itu alasanmu mengajakku menginap, seharusnya kau menyewa hotel.” Siwon memiringkan tubuhnya, mendekati Nana. “Kau mau kita menginap di hotel?” tanya Siwon dengan nada menggoda. Nana terperangah. “A.. Ani, bukan itu maksudku.” Jawab Nana, gugup. Siwon terkekeh. “Sudahlah, di sini saja. Aku tidak akan macam-macam.” Siwon mengunci pintu dan memutar lagu N Sync, This I Promise You, yang menjadi lagu favoritnya belakangan ini. “Geundae…” “Sudahlah, aku lelah. Aku mau tidur.” Potong Siwon. Siwon memejamkan mata. Nana mendengus kesal. Ia hanya duduk dan melamun. Sesekali, dia melirik ke arah Siwon, dan tersenyum. Rasanya hatinya tenang dan tenteram ada di samping Siwon. Kemudian, ia mencoba memejamkan mata dan akhirnya tertidur. Siwon, yang ternyata belum tidur, bangun dan menyelimuti Nana dengan jaketnya. Ia tersenyum lihat wajah Nana yang tertidur pulas. “Jika kita menginap di hotel, aku tidak akan bisa melihat wajahmu sedekat ini.” Gumamnya dalam hati.

_oOo_

Nana membuka matanya perlahan dan berusaha menyesuaikan pandangannya. “Aku dimana?” gumamnya, mendapati dirinya sedang berada di dalam mobil dan ditempat yang tidak dikenalinya. Ia mengedarkan pandangan, bermaksud mencari tau. Pandangannya berhenti mendapati sosok Choi Siwon sedang berjalan, baru saja keluar dari kedai kopi, dengan membawa kotak-kotak berisi kue dan dua cup kopi. Nana tersenyum. “Kau sudah bangun?” tanya Siwon saat membuka pintu, lalu duduk di jok. Nana mengangguk. “Ini kopi dan sandwich untukmu.” Siwon menyodorkan cup kopi dan kantong berisi sandwich. “Aku ingin ke toilet.” Ujar Nana. “Eo, ayo ku antar.” Siwon kemudian mengantar Nana ke toilet di dalam kedai kopi tempatnya membeli sarapan tadi dengan saling bergandengan.

_oOo_

Siwon mengantarkan Nana kembali ke camp. Tidak ada percakapan di antara mereka. Nana sibuk menghabiskan sandwich-nya, sedangkan Siwon juga tidak membuka percakapan. “Kita sudah sampai.” Ujar Siwon dan memarkirkan mobilnya. “Panggil teman-temanmu untuk membawa kotak-kotak itu.” Ujar Siwon. Nana segera menelfon salah seorang temannya untuk membawa kotak-kotak berisi kue yang dibelikan Siwon. “Gomapseumnida, Sunbaenim.” Siwon tersenyum dan mengangguk, menjawab ucapan terima kasih dari teman Nana karena telah membelikan mereka kue. “Aku pergi dulu.” Pamit Nana dan berjalan mengikuti temannya. “Tunggu…!” Nana menghentikan langkahnya dan berbalik. “Ada apa?” tanya Nana. Siwon tidak menjawab. Dia berjalan mendekati Nana, lalu menyelimuti Nana dengan jaketnya. Nana terperangah dan bingung, sehingga refleks ia mengangkat wajahnya. Kini ia mendapati wajah Siwon sangat dekat dengannya. Deg. Deg. Deg. Nana memejamkan matanya. Hatinya berdebar kencang ketika merasakan deru nafas Siwon menerpa wajahnya dan dapat ia rasakan, Siwon bergerak semakin mendekat. Nana segera membuka matanya mendengar Siwon terkekeh dan mengacak rambut Nana gemas. “Jangan salah sangka. Kau telah memakai jaket ini semalam, jadi, kau wajib mengembalikannya dalam keadaan bersih.” “Mwo?” ujar Nana, keningnya berkerut. Siwon tersenyum. “Kau lucu!” ujar Siwon, seraya memencet hidung Nana. Lalu berbalik meninggalkan Nana. “Ya!” teriak Nana.

_oOo_

  To Be Continued   Annyeong Reader…!!! Gimana FF-nya?  Hope you like it !!! ^_^ Ditunggu responnya, yaaa ^_^   Oya, sedikit mau promote nih, Author lagi ada project ini, namanya Siwon-Nana Fanfiction, buat di publish di blog ini. Buat info selengkapnya, tinggal klik di sini Jeongmal Gomawo…!!! *bow ^_^

Advertisements

24 thoughts on “Why? (Part 3)

  1. Sooyeon bnr2 bikin jengkel,, siwon n nana saling suka v knp pd blm ngungkapin prasaan msing2 biar g da slh faham lgi.
    😛
    D tunggu next part,, jgn lm2 y
    😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s