Why? (Part 1)

Siwon Nana Why

Why?

  • Title                : Why? (Part 1)
  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts            : Lee Sooyeon, Tuan & Ny. Im, etc.
  • Author                        : Shelly Kimmy Choi
  • FB                   : http://www.facebook.com/shelly.diah   
  • Twitter           : @Iam_ShellyAng
  • Length                        : Chaptered
  • Genre              : Romance
  • Rating             : General
    • Disclaimer      : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

_oOo_

            Surprise…!!!” Seorang wanita setengah baya mengibas-ngibaskan sebuah amplop berwarna putih di depan wajah anak gadisnya yang sedang menonton TV.

Ige boya?” tanya sang anak.

“Buka saja, Sayang…” ucap sang ibu, diiringi dengan senyum. Tangan gadis itu pun bergerak, membuka amplop yang diterimanya.

Nana’s Side

Karena penasaran, aku segera membuka  amplop yang diberikan oleh Eomma.

Mwo? Tiket ke Hongkong? Besok? ” Aku menatap Eomma yang kini duduk di samping Appa, tidak mengerti.

Ne, nikmatilah liburan musim panasmu.” Eomma tersenyum.

“Tapi Eomma, aku tidak pernah mengatakan aku ingin berlibur ke Hongkong, bukan? Lagipula, mengapa kalian tiba-tiba mengirimku ke sana?”

Geurae. Kami hanya ingin memberimu kesempatan untuk menyegarkan pikiranmu, sebelum kau menyelesaikan tugas akhirmu. Ya, anggap saja sebagai hadiah karena kau telah mempertahankan prestasimu selama ini.” Aish, ini sedikit aneh. Tidak biasanya Eomma dan Appa membiarkanku pergi jauh sendiri. Yeah, minimal, berdua dengan Im Yeong Jae, kakak laki-lakiku yang kini sedang melanjutkan studi masternya di Kanada. Ah iya, bagaimana dengannya?

Geundae, Yeong Jae Oppa?”

“Dia akan akan melakukan penelitian selama liburan ini.” Jawab Appa.

“Eoh…” aku mengangguk.

“Tenang saja Im Nana, nanti disana kau bisa tinggal bersama Choi Siwon. Dia masih di Hongkong, bukan? Aku sudah mengatakannya pada orang tua Choi Siwon, mereka memberikan alamatnya. Coba lihat kertas kuning itu! Itu adalah alamatnya.”

Mwo?” Aku memekik, kaget.

“Kenapa? Ada masalah?” tanya Eomma, enteng.

“Bagaimana bisa kalian membiarkanku menginap berdua dengannya?” Eomma dan  Appa terkekeh. Aish, apa yang lucu?

“Tenang saja, kami percaya pada Choi Siwon, dia pasti bisa menjagamu.” Ujar Appa, enteng. Aku mendengus.

Choi Siwon. Dia adalah tunanganku. Kami resmi bertunangan sejak enam bulan lalu, karena perjodohan. Keluarganya memiliki bisnis di bidang konstruksi, sedangkan keluargaku memiliki bisnis di bidang property. Heh, perkawinan bisnis yang sangat pas bukan? Sekarang, di usianya yang ke 27 tahun, ia memegang jabatan sebagai vice president di perusahaannya. Jabatan president, yang kini masih berada di tangan ayahnya, nantinya pun pasti akan jatuh ke tangannya. Sedangkan aku? Aku masih 22 tahun! Aku adalah mahasiswi semester akhir jurusan Woman Studies di sebuah universitas ternama di Seoul.

Aku berjalan ke kamar dan merebahkan diri di tempat tidur. Kembali ku lihat amplop yang diberikan Eomma. Ku buka, dan aku menemukan selembar kertas berwana kuning berisi alamat Choi Siwon. Benarkah aku akan ke sana? Menemuinya? Huuhhh… aku menghela nafas. Sebenarnya, hubunganku dengannya tidak sebaik hubungan pasangan lainnya. Kami hanya saling menghubungi atau mengirim pesan jika ada hal-hal yang penting. Kami juga tidak pernah jalan berdua, apalagi berkencan. Kami hanya bertemu dalam acara-acara keluarga. Ditambah lagi, kini dia sedang berada di Hongkong, sudah lima bulan. Ya, sebulan setelah pertunangan kami, dia berangkat ke Hongkong. Eummm… Haruskah aku menghubunginya, dan mengatakan aku akan ke Hongkong?

Aku mengambil ponselku. Mengetuk-ngetukkan ujungnya ke daguku, masih mempertimbangkan, akan menghubunginya atau tidak. Jika aku memberitahunya, nanti dia akan mengira aku begitu bahagia dan berharap bisa bertemu dengannya di Hongkong, hingga tidak sabar dan menghubunginya. Tapi, jika aku tidak memberitahunya, aku takut dia kaget, karena aku tiba-tiba ada di rumahnya, atau… Bisa saja salah paham, dan menilai aku gadis yang tidak sopan, muncul di rumah orang tiba-tiba! Ani ani ani…!!! Im Nana paboya!!! Mengapa  kau jadi berpikiran aneh dan bodoh seperti ini? Aish!!!

Geundae

Eummm… Sepertinya aku memang harus menelfonnya…

Aku menghela nafas, mencoba meyakinkan diri untuk menelfonnya. Aish!!! Bahkan hanya untuk menelfonnya terlebih dulu saja, perasaanku berdebar-debar.

Tuuutt… tuuutt…

Tidak ada jawaban. Baik, aku akan mencobanya sekali lagi.

Tuuutt… tuuutt…

Masih tidak ada jawaban. Oke, ini terakhir kalinya. Jika kau tidak menjawabnya, aku tidak akan pernah menelfonmu terlebih dulu lagi!

Tuutt… tuuutt…

Aiiisshhh!!! Choi Siwon!!! Kau tidak menjawab telfonku? Tidak taukah kau aku mengerahkan banyak tenaga hanya untuk menekan tombol dial untuk menelfonmu? Apakah di sana kau begitu sibuk, hingga tak bisa menjawab telfonku, eoh? Dasar workaholic! Lelaki berdarah dingin! Ya, dia memang lelaki yang dingin!

Geundae, jangan-jangan terjadi sesuatu padanya! Biasanya, dia selalu menjawab telfonku. Tapi sekarang? Aish, mengapa aku jadi mengkhawatirkannya? Aigoo, Im Nana, berhenti berpikiran yang tidak-tidak!

_oOo_

Sebuah mobil sedan melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan malam di sebuah sub-district di kota Hongkong. Lagu This I Promise You dari N-Sync yang mengalun pelan di dalam mobil nampaknya mampu sedikit menenangkan pikiran sang pengemudi setelah seharian berkutat dengan pekerjaannya di kantor. Dia, tak lain adalah Choi Siwon, Vice President sekaligus pewaris Choi Group, jaringan bisnis yang bergerak di bidang konstruksi.

Ckiiiittt….

Choi Siwon langsung mengerem mobilnya tiba-tiba, begitu melihat seseorang tiba-tiba melintas di tengah jalan. Lelaki itu bergegas keluar dan mengecek kondisi orang yang terserempet olehnya.

Are you OK?” tanya Siwon, pada seorang wanita yang kini jatuh terduduk di depan mobilnya.

Appo…” lirih wanita itu.

“Kau orang Korea?” tanya Siwon, dalam bahasa Korea. Wanita itu mengangguk.

“Kau terluka? Kajja! Aku akan membawamu ke rumah sakit.” Siwon membantu wanita itu berdiri dan langsung mengantarnya ke rumah sakit.

_oOo_

“Bagaimana kata dokter?” Tanya Siwon, begitu wanita itu selesai diperiksa.

“Tidak apa-apa, hanya luka ringan.” Jawab wanita itu, ringan. Siwon melihat perban di lengan kiri dan dahi wanita itu lalu mengangguk.

“Choi Siwon.” Siwon mengenalkan dirinya, dan menyerahkan sebuah kartu nama.

“Ah, Lee Sooyeon.” Wanita itu juga mengenalkan diri.

“Kau bisa menghubungiku jika terjadi sesuatu dengan lukamu. Aku akan bertanggung jawab.” Wanita itu mengangguk dan mengambil kartu nama Siwon.

“Kau tinggal dimana? Biar ku antar.” Wanita itu, Lee Sooyeon menggeleng. Siwon mengernyit bingung.

“Aku tidak punya tempat tinggal…” jawab Sooyeon.

“Maksudmu?”

“Aku baru saja tiba di Hongkong. Aku ditipu. Aku menaiki sebuah taksi. Saat tiba di jalan tadi, taksi itu berhenti. Sopir itu mengatakan ban belakangnya bocor, dan memintaku turun sebentar, karena akan mengganti ban. Namun, saat aku turun, sopir itu malah kabur dengan membawa seluruh barang-barangku, saat aku ingin mengejarnya, malah…” Ah iya, Siwon teringat bahwa sejak tadi wanita itu tidak membawa apa-apa.

“Lalu, kau akan menginap dimana?” tanya Siwon.

Molla. Aku kesini untuk menemui kakakku. Namun, sekarang aku tidak bisa menghubunginya karena ponselku juga dibawa penipu itu.” Siwon berpikir sejenak.

“Eum, aku  bisa memberimu tumpangan, kau bisa menginap di rumahku untuk sementara waktu, sampai kau bisa menghubungi kakakmu. Yaa, itupun kalau kau tidak keberatan…” Sooyeon mempertimbangkan penawaran Siwon.

“Eum, geurae. Aku percaya kau orang baik.” Jawab Sooyeon seraya tersenyum.

_oOo_

Sooyeon’s Side

Aku memperhatikan lelaki yang kini berjalan di depanku. Dia adalah Choi Siwon, lelaki yang beberapa waktu lalu menabrakku. Kini ia tengah menunjukkan kamar untukku menginap.

“Oya, ini ada beberapa pakaian wanita milik adikku. Kau bisa memakainya.” Ucapnya dengan datar.

Ya, jika ku perhatikan, dia memang lelaki yang dingin dan kaku. Dari cara bicaranya, ekspresinya, dan tentu saja dari wajahnya yang tidak pernah menampakkan senyuman. Walaupun tadi dia sempat menanyakan keadaanku, tapi itu masih tetap dengan ekspresi dan intonasi yang datar. Tetapi ku akui, dia pria yang tampan.

“Aku pergi dulu. Silakan beristirahat dengan nyaman.”

“Ne, gomawo, Siwon-ssi.” Jawabku seraya tersenyum.

_oOo_

 

Siwon’s Side

“Aku pergi dulu. Silakan beristirahat dengan nyaman.” Ucapku pada Lee Sooyeon.

Ne, gomawo, Siwon-ssi.” Jawabnya seraya tersenyum. Aku membalasnya dengan anggukan. Hmmm… Dapat ku akui, dia wanita yang cantik dan manis. Dan saat dia tersenyum, terlihat seperti boneka.

Setelah keluar dari kamar Sooyeon, aku kembali ke mobil, bermaksud mencari ponselku. Benar saja, ponsel itu memang tertinggal di sana. Aku segera mengeceknya. Beberapa pesan dari sekretarisku tentang pekerjaan dan jadwal besok, dan, eumm, tiga panggilan tidak terjawab dari Im Nana, tunanganku. Mengapa dia menelfonku? Tidak biasanya dia menelfonku terlebih dulu. Ah, aku harus menelfonnya. Aku melirik jam tanganku, menunjukkan pukul 11 malam, artinya, di Seoul ini sudah pukul 12 malam, sudah larut, pasti dia sudah tidur. Eum, lebih baik aku mengirimnya pesan saja.

To: Im Nana

Apa kau sudah tidur?

Mengapa kau menelfonku?

Ada yang ingin kau bicarakan?

Maaf, tadi ponselku tertinggal di mobil, jadi aku tidak tau jika kau menelfon.

Kalau kau belum tidur, tolong balas pesanku.

Aku akan menelfonmu.

Aku menunggu balasan darinya selama setengah jam, namun tidak ada. Geurae, aku akan menghubungimu besok, Nana-ya…

_oOo_

“Im Nana, ireona…!!! Ini sudah pukul tujuh pagi, kau harus bersiap-siap untuk ke Hongkong!!!” Nyonya Im menggoyang tubuh Nana yang masih tertidur nyenyak.

“Aku masih ngantuk, Eomma… Lima menit lagi, ne…” tawar Nana.

“Aigoo…! Im Nana, ireona !!! palli !!! Sejak kapan kau bangun siang begini, eoh? Memangnya semalam apa yang kau lakukan?” Nyonya Im heran, mengapa Nana yang biasanya selalu bangun pagi itu, tiba-tiba susah dibangunkan.

“Menunggu Choi… Omo…!!!” Nana segera bangkit dan meraih ponselnya. Sebenarnya, semalam Nana menunggu Choi Siwon menghubunginya hingga jam sebelas malam. Namun, karena Nana memang jarang tidur selarut itu, dia pun kesiangan.

“Aigoo… Dasar aneh!” Nyonya Im menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu.

Nana tersenyum sumringah  mendapati pesan dari Choi Siwon. Rasa kantuknya hilang seketika.

“Aigoo… Kau memang pria yang baik, Choi Siwon…” gumamnya. Ia segera  membalas pesan dari Siwon.

To: Choi Siwon

Maaf, semalam aku sudah tidur.

Aku hanya ingin memberitahumu bahwa hari ini aku akan ke Hongkong.

Eomma dan Appa  memberiku alamatmu,

Jadi, mungkin aku juga akan mengunjungimu.

 

“Hah? Mungkin aku akan mengunjungimu? Bukankah Eomma dan Appa menyuruhku menginap dengannya? Aigoo…” Nana menepuk dahinya.

Drrrt… Drrrt…

Choi Siwon, nama sang penelpon terbaca jelas di layar ponsel touchscreen milik Nana. Nana segera menjawabnya.

“Yeoboseyo…” ujar Nana.

“Im Nana?”

Ne…” jawab Nana, singkat.

“Eoh, benarkah hari ini kau akan ke Hongkong?”

Ne…”

“Dalam rangka apa kau  ke sini?”

“Eumm, Eomma dan Appa memberiku tiket ke Hongkong.”

“Kau akan berlibur di sini? Bersama siapa?”

“Eoh, aku sendiri.”

“Geurae? Kau akan kemana? Menginap dimana? Menggunakan jasa travelling, tidak?”

Nana mengerutkan keningnya, mendapati pertanyaan beruntun dari Siwon. “Tidak biasanya dia cerewet seperti ini.” Ujar Nana dalam hati.

“Eumm, sebenarnya…”

Nana masih memikirkan jawaban yang tepat. Haruskah Nana jujur kalau orang tuanya menyuruhnya menginap di rumah Siwon? Padahal tadi ia sudah mengatakan bahwa “mungkin akan mengunjungi Siwon”, artinya, hanya berkunjung.

“Nana? Im Nana? Kau masih di sana?” tanya Siwon, setelah beberapa saat tidak ada jawaban dari Nana.

“Ah, Ne. Sebenarnya aku juga tidak tau. Orang tuaku hanya memberiku tiket penerbangannya saja. Jadi aku tidak tau nantinya akan kemana.”

Siwon tersenyum mendengar jawaban Nana.

“Geurae, kalau begitu, kau bisa tinggal bersamaku di sini.”

Mwo?” tanya Nana heran. Bagaimana bisa Siwon langsung menawarinya?

Ne, Kau bisa tinggal di rumahku. Geundae, aku mungkin tidak bisa menemanimu sepanjang waktu, karena aku masih harus bekerja…”

“Ah, Ne, tidak apa-apa…” jawab Nana, seraya tersenyum.

“Penerbanganmu jam berapa?” tanya Siwon

“Jam 12 siang.”

“Eoh, Ne. Hati-hati! Hubungi aku ketika kau akan berangkat dan setelah tiba di Hongkong.”

Ne.”

“Bye.”

“Bye.”

Flip. Mereka pun mengakhiri percakapannya.

_oOo_

Sooyeon’s Side

Aku membuat dua sandwich untuk sarapan. Memang, aku sedikit lancang, memasak makanan tanpa meminta ijin terlebih dulu pada Choi Siwon. Namun, aku yakin, dia tidak akan marah. Tentu saja, dengan kekayaannya ini, tidak mungkin memperhitungkan makanan ini. Lagipula, bukankah sebentar lagi dia akan bekerja, dan butuh sarapan?

“Sooyeon-ssi, apa yang kau lakukan?” aku menoleh pada asal suara, yang tidak lain adalah Choi Siwon.

“Eoh, mianhae, aku tidak meminta izin dulu padamu. Ku pikir kau membutuhkan sarapan sebelum bekerja, jadi aku membuatkanmu sarapan, eum, dan, untukku…”

“Eoh, gwaenchana. Aku juga lupa untuk mempersilakanmu semalam.” Aku tersenyum.

“Ini untukmu.” Aku menyerahkan piring berisi sandwich padanya.

Gomawo.”

“Ne.” aku memperhatikannya yang sedang makan. Entah kenapa, aku merasa dia terlihat bahagia sekarang.

“Sooyeon-ssi, kau tidak makan?” Siwon bertanya padaku. Aku tau, dia menyadari aku sedang memperhatikannya. Aku tersenyum dan mulai memakan sandwichku.

“Kau terlihat bahagia hari ini.” Ujarku.

“Ne, sepertinya.” Jawabnya, datar dan singkat. Namun, rona kebahagiaan tidak bisa disembunyikan dari wajahnya.

“Jadi, hari ini apa yang akan kau lakukan?” tanya Siwon.

“Eum, aku akan ke kantor polisi, melaporkan kejadian kemarin.”

“Eoh, perlu ku antar?”

“Tidak usah, kau pasti sibuk.” Dia tidak menanggapi.

“Aku sudah selesai. Terima kasih sarapannya.” Ia bangkit dari kursinya.

Ne, cheonma.”  Jawabku, singkat. Dia kemudian berjalan ke depan. Namun, baru beberapa langkah, dia berbalik.

“Sooyeon-ssi, kemarin kau mengatakan jika semua barang-barangmu dibawa oleh pencuri itu?”

“Ne…” jawabku, sedikit bingung.

“Kalau begitu, gunakan uang ini untuk keperluanmu dulu.” Siwon menyerahkan beberapa lembar uang padaku.

“Eoh, terima kasih Siwon-ssi, aku akan menggantinya nanti.”

Ne. Dan, sebentar lagi, akan ada pekerja yang akan membersihkan rumah ini. Jadi, kau tidak usah membereskan itu semua.” Ucapan Siwon merujuk pada bekas piring dan peralatan lain yang ku gunakan untuk membuat sandwich.

“Ah, ne.”

“Aku berangkat.” Ucapnya singkat lalu kembali berjalan ke depan. Aku tersenyum melihatnya yang berjalan semakin menjauh. Sosoknya memang terlihat dingin dan kaku. Namun entah mengapa, aku merasa ada kehangatan yang terpancar dari sorot matanya. Dan, ekspresinya pagi ini, yang terlihat bahagia, membuatnya semakin menarik. Aku penasaran, apa yang mampu membuatnya bahagia seperti itu?

_oOo_

Im Nana menarik kopernya keluar dari Bandara Internasional Hongkong, yang terkenal sebagai bandara terbaik di dunia. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Ia menghela nafas lega. “Hongkong, I am here,” gumamnya dalam hati. Kemudian, ia berjalan menuju sebuah café.

Setibanya di café itu, Nana segera mengeluarkan ponselnya dan menelfon tunangannya, Choi Siwon.

“Yeoboseyo, Im Nana, kau sudah sampai?”

“Ne, aku sekarang di bandara.”

“Ah, Maaf, aku tidak bisa menjemputmu. Sekarang Aku sedang ada meeting yang tidak bisa ditinggalkan. Aku akan mengirim pegawaiku untuk menjemputmu.”

“Eoh? Tidak usah, aku bisa naik taksi.”

“Andwae! Kau tidak boleh naik taksi!”

“Mwo? Wae?”

“Pokoknya tidak boleh! Tunggu saja, dia akan segera tiba di sana.”

Nana mengernyit. Mengapa Siwon melarangnya naik taksi?

“Ah, geurae.” Nana menurut.

“Ok. Aku harus melanjutkan meeting sekarang. Segera hubungi aku jika ada apa-apa.”

“Ne, araseo.”

“Bye.”

“Bye.”

Nana menghela nafas. Ada apa dengan Siwon sekarang? Apakah musim panas di Hongkong mampu mencairkan es yang ada dalam dirinya? Mengapa sekarang dia tiba-tiba cerewet begini?

_oOo_

“Nona, kita sudah sampai.”

“Ah, Ne.” jawab Nana. Ia lalu turun dari mobil, sedangkan pegawai itu, yang disuruh Siwon menjemput Nana, menurunkan barang-barang Nana dari bagasi.

“Terima kasih.” Ucap Nana. Pegawai itu menjawab dengan membungkukkan badan.

Nana menarik kopernya. Ia sedikit terkejut melihat lampu di dalam rumah Siwon yang menyala. “bukankah Siwon masih bekerja? Eum, berarti dia tidak tinggal sendiri…” ujarnya dalam hati.

Nana menekan bel. Beberapa saat kemudian, pintu terbuka dan menampakkan sesosok wanita, dan dari penampilannya, Nana tidak yakin gadis itu adalah pegawai atau pekerja di rumah ini.

“Siapa kau?” tanya Nana.

To Be Continued

Annyeong!!! I am coming…!!!

Yakk, ini series kedua Siwon-Nana (let’s call it Nawon)…

FF ini terinspirasi dari drama yang lagi booming banget ini, yaitu “The Heirs”…

Pasti tau lah yaa… 😉

Tapi readers tenang aja. Ini ga sama, kok. Ini beda, hanya terinspirasi aja.

Lagian, udah terasa kan, bedanya dari sekarang?

Gimana readers?

Ditunggu responnya, ya, kritik, saran, dll…

Semoga ga bosen y abaca FF dengan cast Siwon-Nana. 😀

 

Oya, sedikit mau promote nih,

Author lagi ada project ini, namanya Siwon-Nana Fanfiction, buat di publish di blog ini, 

Buat info selengkapnya, tinggal klik Send Your FF!

Jeongmal Gomawo…!!! *bow

😀 😀 😀

Advertisements

22 thoughts on “Why? (Part 1)

  1. Akhirnya ada juga ff baru \(´▽`)/
    Siwon pasti senang banget wkt nana mau ke hongkong.. Trus dia pasti khawatir juga kalau nana naik taxi hahaha…

    Next partnya di tunggu 😉 😀

  2. Sepertinya lee sooyeon menyukai choi siwon!?
    😛
    Pnsaran kira2 nana bkl cemburu g ma sooyeon! N sprtinya akan da slh pham dsini
    😛
    D tunggu next part

  3. wahh eonni awal ceritanya aku suka. Tp kalo cerita ini terinspirasi dari the heirs, ending nya sama kayak the heirs ga? Aku nge ship nana sama siwon soalnya 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s