Created For Me Part 10-End

created for me siwon nana

  • Title                : Created for Me Part 10 End
  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts            : Lee Sun Gyu, Lee Juyeon, Lee Donghae, etc.
  • Length                        : Chaptered
  • Genre              : Romance, Married life
  • Rating             : 17+
    • Disclaimer      : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

Last Part

Ting tong.

Nana melirik jam dinding.

“Siapa yang bertamu larut malam begini?” gumamnya. Nana segera melihat tamunya melalui intercom. Keningnya berkerut mendapati sesosok wanita yang tidak dikenalnya. Dengan ragu ia membuka pintu.

“Maaf, Apa Siwon-ssi ada?”

“Maaf, Anda siapa?” tanya Nana. Ia sangat penasaran, ada seorang wanita mencari suaminya malam-malam begini.

“Eoh, perkenalkan, aku Jung Sekyung. Aku lawan main di film terbarunya.” Jung Sekyung. Sepertinya ia mengenal nama itu. Bukankah ia wanita dalam skandal foto Siwon?

_oOo_

Dan kini, dalam setiap langkahku, aku yakin, kau memang tercipta untukku…”

_oOo_

Part 10

 

Nana menghela nafas, mencoba menenangkan dirinya.

“Maaf, ada keperluan apa Anda…”

Yeobo, siapa yang…” Siwon yang baru saja muncul di ruang tamu menghentikan kalimatnya, begitu melihat Jung Sekyung.

“Sekyung-ssi, ada keperluan apa Anda malam-malam ke sini?” tanya Siwon.

“Ah, Siwon-ssi, ada yang ingin aku bicarakan…” Siwon mengerutkan keningnya.

“… tentang foto-foto itu.” Siwon menoleh pada Nana. Nana mengangguk.

“Baiklah, silakan masuk. Kita bicarakan di dalam.”

Mereka kemudian berjalan ke ruang tamu. Siwon mempersilakan Sekyung duduk, sedangkan Nana menuju dapur untuk membuatkan minuman.

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Siwon, to the point.

“Sebenarnya…” Kalimat Sekyung terpotong ketika Nana datang membawa minuman dan makanan kecil. Nana kemudian menata makanan dan minuman itu di  meja.

“Silakan.” Ujar Nana. Saat ia beranjak pergi, Siwon menahan tangannya.

“Di sini saja, temani aku…” Nana menoleh sejenak pada Sekyung.

“Tapi…”

“Sekyung-ssi, bolehkan Nana bersama kita di sini?” Tanya Siwon. Ia ingin menjaga perasaan Nana. Dari awal, Ia tau bahwa Nana tidak menyukai Sekyung.

“Ah, tentu saja.” Jawab Sekyung, sambil tersenyum kaku. Nana lalu mendekat dan duduk di samping Siwon.

“Silakan lanjutkan…” Siwon mempersilakan Sekyung  melanjutkan kalimatnya tadi. Sekyung menarik nafas dalam. Terlihat raut ketakutan di wajahnya.

“Masalah foto itu…” Sekyung berhenti sejenak. Ia menundukkan kepalanya.

“… Aku minta maaf. Tidak seharusnya aku melakukannya. Saat itu aku hanya memikirkan keuntungan untukku. Aku hanya memikirkan kesempatan untuk menjadi artis dan popularitas yang bisa ku dapatkan. Aku tidak pernah memikirkan dampak dari apa yang ku lakukan, aku tidak mengira semuanya akan sekacau ini…” Sekyung berhenti sejenak. Ia menyeka air mata yang ternyata telah mengalir di pipinya.

“… Aku tau, semua ini keterlaluan. Saat itu aku hanya tergiur oleh janji Lee Sun Gyu yang akan mengorbitkanku menjadi aktris terkenal, asal mau bekerja sama dengannya…”

“Lee… Lee Sun Gyu?” ulang Nana.

Ne. Ia memintaku menjebak Siwon-ssi, agar nanti kalian berpisah. Ia tau bahwa Nana-ssi membenci pengkhianatan, jadi nanti dia bisa lebih mudah merebutmu dari Siwon-ssi…” Jelas Sekyung. Rahang Siwon mengeras, tangannya mengepal. Nana menyelipkan tangannya ke lengan Siwon, berusaha mengingatkan Siwon untuk menahan amarahnya.

“Selama ini ia yang mengarahkan apa yang aku lakukan. Namun, sekarang aku sudah lelah dan rasa bersalahku semakin besar ketika aku tau bahwa calon bayi kalian…” Sekyung menghentikan kalimatnya melihat perubahan raut muka Nana.

“Maaf, seharusnya aku tidak membahasnya…”

Gwaenchana…” Jawab Nana lirih.

“Siwon-ssi, Nana-ssi, aku tau, perbuatanku ini sangat keterlaluan. Bahkan, permintaan maafku tidak akan mampu memperbaiki semuanya. Tapi, aku ingin memohon satu hal pada kalian…” Siwon mengangkat kepalanya, dan menatap Sekyung.

“Apa?” Tanyanya, dingin.

Sekyung menghela nafas, lalu melanjutkan kalimatnya.

“Besok, manajemenku akan mengadakan press conference untuk menjelaskan masalah ini. Kami akan menjelaskan, bahwa ini semua hanya murni kecelakaan, hanya karena aku mabuk. Aku mohon padamu, untuk menyimpan masalah yang sebenarnya dari publik. Pihak manajemenku memang tidak tau apa-apa tentang perjanjianku dengan Lee Sun Gyu. Perjanjian ini hanya antara aku dan Lee Sun Gyu. Jadi ku mohon…” Sekyung menatap wajahnya menatap Siwon dengan takut-takut.

“Aku tau, permintaanku keterlaluan. Tapi, ini adalah debutku, dan ada beberapa orang hidupnya yang bergantung pada pekerjaanku ini. Sebagai seorang artis, aku yakin, kau mengerti keadaanku…”

“Baiklah…” jawab Siwon singkat.

“Terima kasih banyak, Siwon-ssi, jeongmal gomapseumnida…” ujar Sekyung dengan perasaan lega.

Geundae…” potong Siwon.

“Mengapa kau tiba-tiba mau menjelaskan masalah ini? Bukankah suatu keuntungan bagi kalian dengan membiarkan masalah ini tetap berlarut –larut?”

“Emmm… Tentang itu…”

“… Kami sadar, perbuatan kami salah…”

“Kami?” cecar Siwon.

“Ya, aku dan Lee Sun Gyu. Ia sadar bahwa semua ini tidak benar. Kini Nana-ssi memang telah menjatuhkan pilihannya padamu, Siwon-ssi. Ia dapat merasakannya…”

Siwon menoleh pada Nana sejenak. Ia lalu menangkupkan tangannya di atas tangan Nana yang berada di lengannya.

“Kalau begitu, aku pamit dulu. Terima kasih banyak akan kebaikan kalian. Sekali lagi, aku mohon maaf atas kesalahanku. Um, Nana-ssi, Sun Gyu Oppa menitipkan ini untukmu.” Sekyung meletakkan sebuah amplop berwarna coklat di meja.

“Aku pamit dulu, terima kasih.”

_oOo_

Untuk: Im Nana

Nana-ya, maaf kalau aku tidak mengubah margamu. Ya, seperti yang kau duga, sebenarnya aku masih belum bisa merelakanmu dengannya. Aku tak habis pikir, bagaimana seorang Im Nana bisa memutuskan untuk menikah dengan namja yang baru dikenalnya? Sedangkan aku, yang notabene telah mengenalmu selama tiga tahun, dan menjadi namjachingu-mu selama setahun, membutuhkan usaha yang keras untuk meyakinkanmu menikah dan pergi bersamaku?

Nana-ya, kau tau? Aku sangat kacau ketika kau pergi meninggalkanku. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku ingin pergi menemuimu, namun aku sadar, orang tuamu tidak akan mengizinkannya. Sejak itu aku bertekad untuk bekerja keras, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, menjadi orang kaya dan sukses, agar kita bisa sederajat, dan orang tuamu merestui kita. Aku mulai bekerja dari nol, berteteskan keringat dan darah, mulai pegawai rendahan, sampai saat ini, aku bisa mendapatkan semuanya. Namun tidak dirimu…

Nana-ya, Setelah aku mendapat kabar bahwa kau menikah, aku tidak bisa hidup dengan tenang. Aku selalu memikirkan berbagai cara untuk mendapatkanmu. Aku yakin, aku bisa mendapatkanmu kembali. Saat ini, dengan kekayaan dan pekerjaan yang ku miliki, aku yakin, aku bisa menang darinya, aku bisa mendapatkanmu kembali. Namun aku salah…

Nana-ya, kata-katamu yang mengatakan bahwa kau bersyukur telah berpisah dariku sehingga sekarang kau bisa bersamanya, jujur, sangat menamparku. Aku tidak percaya seorang Im Nana bisa mengatakannya padaku. Saat itu, aku berpikir kau hanya masih marah padaku. Namun, saat aku melihat bagaimana caramu memandangnya, caramu memperlakukannya, caramu berbicara dengannya, dan bahasa tubuhmu saat bersamanya, sudah cukup menjelaskan semuanya. Kau tau kan apa yang ku maksud? Ah Im Nana, aku merasa sangat menyedihkan…

Nana-ya, kini aku akan belajar untuk merelakanmu dengannya. Aku tau, kau berada di sisi orang yang benar. Sepertinya, peribahasa yang mengatakan bahwa orang tua adalah perpanjangan tangan Tuhan, itu benar. Orang tuamu yakin bahwa ia yang terbaik untukmu, oleh karenanya, mereka menikahkan kalian.

Nana-ya, maafkan aku. Aku telah mengacaukan hidupmu, baik saat kau bersamaku, saat kita berpisah, bahkan sampai saat ini…

Nana-ya, aku minta maaf atas kepergian calon bayi kalian. Jujur, saat itu, aku tidak tau bahwa kau sedang mengandung. Dan saat tahu kau keguguran, rasa bersalah, sakit hati, kecewa, dan marah pada diriku sendiri terus mendera. Secara tidak langsung, akulah yang telah menyebabkan dirimu keguguran. Aku minta maaf Nana-ya, aku benar-benar minta maaf, ya, walaupun aku tau, beribu-ribu kalipun aku meminta maaf, tidak akan mampu mengubah apapun.

Nana-ya, tolong sampaikan pula permintaan maafku pada suamimu. Dan ku akui, aku telah kalah telak darinya.

Nana-ya, mungkin ini keterlaluan. Aku pun tidak berharap terlalu banyak. Besok, aku akan kembali ke Jepang. Keberangkatanku pukul 10 pagi. Jika kau benar-benar memaafkanku dan jika kau berkenan, Ku mohon kau mau bertemu denganku, mungkin untuk yang terakhir kalinya. Setidaknya, jika aku tau bahwa kau memaafkanku, akan bisa sedikit mengurangi rasa bersalah yang menderaku.

Dan terakhir, Selamat atas pernikahanmu. Semoga kalian selalu bahagia, dan tidak ada lagi perusuh yang akan mengganggumu seperti aku.

                                                                       

Salam

                                                                        Lee Sun Gyu

           

Siwon, yang sedari tadi mengamati Nana dari belakang, melihat bahu Nana berguncang. Dari tadi ia memang sengaja memberikan Nana waktu sendiri untuk membaca surat dari Lee Sun Gyu. Namun, ia tetap mengawasinya.

Perlahan Siwon mendekat. ia lalu duduk di samping Nana, lalu merengkuhnya ke dalam pelukan. Ia mengelus punggung Nana.

“Menangislah, jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik…” Nana membalas pelukan Siwon, dan membenamkan wajahnya dalam dada bidang suaminya itu.

Setelah beberapa saat, Nana mulai tenang, lalu melepaskan pelukan suaminya.

“Sudah lebih baik?” tanya Siwon. Nana mengangguk. Ia menyerahkan surat dari Lee Sun Gyu pada Siwon. Dengan ragu, Siwon mengambilnya. Ia menoleh pada Nana, Nana mengangguk, sebagai isyarat agar Siwon membacanya.

“Kau akan menemuinya?” tanya Siwon begitu selesai membaca surat itu. Nana menggeleng.

“Kenapa?” Nana menghela nafas.

“Aku tidak bisa memaafkannya…” Nana menghentikan kalimatnya. Ia menyeka airmata yang kembali mengalir di pipinya.

“… Ia telah… ia telah…” Siwon segera kembali meraih tubuh Nana ke dalam pelukannya. Tubuhnya kembali berguncang karena isak tangis.

“… Ia hampir memisahkan kita, Oppa, dan calon bayi kita…” Nana tidak sanggup lagi melanjutkan kalimatnya. Siwon hanya diam. Ia menunggu Nana tenang.

Chagiya, aku tau perbuatannya memang sangat keterlaluan. Namun, sekarang ia sudah menyesal dan minta maaf. Jika kita tidak memaafkannya, apa bedanya kita dengannya?” Siwon berbicara sehalus mungkin.

Geundae Oppa, bagaimana mungkin aku memaafkannya setelah apa yang dia lakukan?”

“Aku yakin kau bisa Chagiya. Kau wanita yang hebat. Kau hanya perlu membuka hatimu dan mencobanya…”

“…Bagaimana?” Nana mengangguk dalam pelukan Siwon.

“Lalu, apakah kau akan menemuinya?”

Shireo…!”

Waeyo?”

“Aku takut, aku tidak bisa menahan emosiku, aku takut bertemu dengannya lagi…”

“Kalau aku menemanimu?”

“Untuk apa?”

Chagiya, masalah ini harus diselesaikan. Jangan biarkan masalah ini bergantung terus, tanpa penyelesaian yang pasti. Kau mau, selama hidupmu terpikirkan masalah ini?” Nana tidak menjawab.

“Aku akan mendampingimu, Sayang…”

Araseo…” Jawab Nana akhirnya.

_oOo_

Seorang lelaki berjalan memasuki bandara dengan menarik koper. Lelaki itu kemudian duduk di bangku terdekatnya. Pandangannya menyapu seluruh sudut yang bisa dicapainya, mencari sosok Im Nana, wanita yang sedang ditunggunya.

09.00

09.30

09.37

09.45

09.55

“Dia tidak akan datang, Lee Sun Gyu… Dia tidak akan datang…” ujarnya pada dirinya sendiri.

Lelaki itupun bangkit dan menarik kopernya. Ia berjalan bersama orang-orang yang akan boarding pass.

Oppa…! Sun Gyu Oppa…!” langkahnya terhenti mendengar suara seorang wanita yang memanggilnya.

“Nana-ya…” gumamnya saat ia melihat seorang wanita mendekat ke arahnya.

“Aku kira aku sudah terlambat…” ujar Nana, begitu sampai di depan Lee Sun Gyu.

“Nana-ya, kau datang? Kau benar-benar memaafkanku?” Nana mengangguk.

“Tentu saja.” Jawab Nana, diiringi senyum.

“Terima kasih Nana-ya…” Sun Gyu mendekat, bermaksud memeluk Nana, namun Nana refleks menghindar.

“Umm… Sebenarnya, kau lebih pantas berterima kasih pada Siwon Oppa, karena ia yang…” Nana menghentikan kalimatnya. Sun Gyu tertegun sejenak. Ya, tanpa Nana jelaskan, ia sudah tau bahwa Siwon yang membujuk Nana untuk memaafkannya.

“Ah, tentu saja. Dimana dia? Apakah dia ikut kesini?” ujar Sun gyu akhirnya.

Ne. Siwon Oppa, kemarilah…” Nana memanggil Siwon yang berdiri agak jauh darinya.

Oppa, kemarilah…” panggil Nana sekali lagi, melihat Siwon masih tidak bergerak.

Siwon melirik pada Lee Sun Gyu. Lelaki itu tersenyum kaku. Siwon pun akhirnya mendekat. Nana langsung melingkarkan tangannya di lengan Siwon, begitu Siwon berada di sampingnya.

Ne, ada apa?” tanya Siwon

“Eoh, Siwon-ssi, apa kabar?” Sun Gyu memulai pembicaraan dengan kikuk.

“Ah, baik. Bagaimana denganmu?”

“Ya, seperti yang kau lihat. Ehm, Siwon-ssi, bisa kita bicara sebentar?” Siwon mengerutkan keningnya.

“ah, tentu saja.” Siwon pun mengikuti Lee Sun Gyu.

Akhirnya mereka berhenti di tempat yang sepi dan tersembunyi.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Siwon. Tanpa diduga, Lee Sun Gyu berlutut di depannya.

“Apa yang kau lakukan?”

“Silakan pukul aku, Choi Siwon!”

“Maksudmu?”

“Pukul aku! Luapkanlah seluruh amarahmu padaku!” Lee Sun Gyu berbicara dengan keras dan gusar.

“Untuk apa?”

“Semuanya, semua yang telah aku lakukan kepada kalian. Terutama atas air mata Nana…” Tangan Siwon mengepal. Lee Sun Gyu meraih tangan Siwon dan menariknya.

“Ayo pukul aku! Ayo!” teriak Lee Sun Gyu.

Tangan Siwon semakin kuat mengepal, rahangnya mengeras.

“Tidak!” jawab Siwon tegas.

“Aku tidak akan memukulmu!” Ulangnya.

Wae?” tanya Sun Gyu tidak mengerti.

“Jika memang aku menuruti amarahku, aku pasti sudah memukulmu sejak tadi, begitu aku melihat batang hidungmu…”

“… Jika kau mengatakan kau ingin aku memukulmu atas air mata Nana, ku katakan, aku tidak hanya akan memukulmu, bahkan aku bisa berbuat lebih dari itu!” Siwon menghentikan kalimatnya dan menghela nafas, mencoba menetralisir emosinya.

“Tapi aku ingat satu hal, aku yang telah meminta Nana untuk memaafkanmu, artinya, aku juga harus berusaha memaafkanmu…”

“… Aku juga sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan menjadi lelaki hebat untuk Nana. Dan bagiku, lelaki yang hebat adalah lelaki yang bisa mengendalikan egonya…”

Siwon dapat melihat bahu Lee Sun Gyu berguncang.

“Aku telah kalah telak darimu, Siwon-ssi…! Aku sudah kalah!”

“Bangunlah! Tidak ada yang kalah atau menang di sini. Ini bukan masalah menang atau kalah. Ini masalah takdir. Semuanya memang telah dituliskan dalam takdir. Mungkin di kehidupan ini, Nana bukan takdirmu, tapi takdirku. Jadi, jangan pernah menyiksa dirimu dengan masalah ini. Yakinlah, suatu saat nanti, kau pun akan menemukan takdirmu. Sekarang, berdirilah!” Siwon menarik lengan Sun Gyu agar berdiri.

“Aku minta maaf secara padamu atas apa yang telah ku lakukan selama ini. Jweseonghamnida, Siwon-ssi…”

“Ah Ne, tidak apa-apa. Lebih baik kita kembali sekarang.” Siwon lalu berjalan diikuti Sun Gyu.

“Terima kasih Siwon-ssi. Kau memang orang yang baik. Pantas saja Nana enggan melepasmu.” Ujar Lee Sun Gyu begitu mereka berada di hadapan Nana.

“Ya, aku tau.” Jawab Siwon singkat. Ia melirik istrinya, begitu pun Nana, hingga pandangan mereka bertemu, dan seulas senyuman terbentuk di wajah mereka.

“Ah, kalau begitu, aku pamit dulu.”

“Ah, Ne.” jawab Siwon. Ia lalu mengulurkan tangannya. Lee Sun Gyu menatapnya bingung.

“Kita masih bisa berteman bukan?” ujar Siwon, menjawab kebingungan Sun Gyu.

“Ah, tentu saja. Terima kasih, Siwon-ssi…” Jawab Sun Gyu. Sekarang, ia benar- benar merasa sedikit ringan. Seperti yang ia katakan, kehadiran Nana, dan ternyata Siwon juga,  bisa mengurangi sedikit rasa bersalahnya.

Siwon dan Nana membalikkan badan begitu Lee Sun Gyu hilang dari pandangan mereka.

Oppa, apa yang kalian bicarakan tadi?”

“Mmm, masalah takdir…”

“Takdir?”

Ne. Aku mengatakan padanya bahwa mungkin dalam kehidupan ini kau adalah takdirku, bukan takdirnya, dan meyakinkannya bahwa suatu saat nanti ia akan bertemu takdirnya.”

“Eumm, jika ada kehidupan selanjutnya, dan takdirnya kita berbeda, apa yang akan kau lakukan?”

“Eumm, kalau kau memang takdirnya, aku harus bagaimana lagi?” Nana menganggukkan kepalanya. Siwon terkekeh melihat raut kecewa di wajah istrinya itu.

“Hei, itu semua tidak akan terjadi…” Jawab Siwon, seraya melingkarkan lengannya di bahu Nana. Nana menoleh pada Siwon, tidak mengerti dengan ucapannya.

“Maksudmu?”

“Apa yang kau pikirkan tidak akan terjadi. Dalam kehidupan ini, dan seluruh kehidupan kita selanjutnya, aku yakin, kita akan terus bersama.”

“Mengapa kau seyakin itu?”

“Karena, kau adalah takdirku. Dan dalam setiap kehidupan, sudah tertulis, kau adalah takdirku. Karena kau tercipta untukku. Hanya untukku…” Blush. Wajah Nana merona mendengar kalimat Siwon.

Aigoo, jangan memasang wajah menggemaskan seperti itu! Kau tau, kau membuatku ingin menciummu!”

“Yaa!” teriak Nana. Aigoo, Siwon benar-benar….!!!

Siwon terkekeh. Ia lalu merengkuh Nana dalam pelukannya, dan memeluknya erat. Tidak peduli kini mereka tengah di bandara. Tak peduli kini mereka menjadi pusat perhatian. Yang Siwon tau, kini ia hanya ingin seluruh dunia tau, bahwa Nana miliknya, hanya miliknya. Begitu pun sebaliknya.

_oOo_

3 months later…

Tidur tenang Siwon terganggu begitu rasa mual mengaduk perutnya. Ia segera berlari ke kamar mandi, lalu menundukkan kepalanya di wastafel, berusaha mengeluarkan isi perut yang dirasa membuatnya mual. Namun nihil. Yang keluar hanya air. Ia kemudian mencuci muka dan keluar kamarnya.

Oppa, kau sudah bangun?” tanya Nana, begitu melihat suaminya muncul di pintu dapur.

“Masih mual-mual lagi?” tanya Nana. Siwon hanya mengangguk.

“Memang Siwon kenapa?” Tanya Ny. Choi seraya mengaduk makanan yang sedang dimasaknya. Kini mereka berada di rumah orang tua Siwon. Siwon dan Nana semalam menginap karena permintaan Tuan Choi. Siwon memang berjanji, akan memenuhi apapun yang Appa-nya minta jika operasinya sukses.

“Entahlah Eomma, sudah seminggu ini setiap pagi ia mual-mual. Setelah diperiksakan ke dokter, katanya dia baik-baik saja.” Jawab Nana. Siwon lalu berjalan mendekati Nana.

Chagiya, aku ingin ddeokkbokki…”

Mwo? Pagi-pagi begini?” tanya Nana, bingung, sedangkan Siwon hanya mengangguk.

Oppa, pagi-pagi begini, mana ada yang menjualnya. Kita beli nanti saja ya, dalam perjalanan pulang…”

“Tapi aku sangat menginginkannya. Aku ingin makanan yang pedas.” Jawab Siwon, manja. Nana mengerutkan keningnya.

“Eum, bagaimana jika kau memakan sup kimchi ini dulu?” Siwon melirik pada sup kimchi yang ditunjukkan Nana. Ia mengambil sendok lalu mencicipinya.

“Ehm, baiklah. Tapi nanti kita harus membeli ddeokkbokki!” Paksa Siwon.

“Iya iya… Aigoo, sejak kapan kau suka makanan pedas? Kau seperti sedang mengidam saja Oppa!” Jawab Nana, asal. Tidak biasanya Siwon mau makanan pedas. Selama ini, Siwon  tidak pernah tahan dengan makanan yang pedas. Berbeda dengannya, Ny. Choi malah tersenyum simpul. Ia lalu mendekati Nana.

“Nana-ya, kapan terakhir kali kau datang bulan?” tanyanya.

Mwo?” pekik Nana, kaget dengan pertanyaan mertuanya.

“Sepertinya sudah agak lama. Eoh, Chagiya, bukankah bulan ini kau belum datang bulan?” ujar Siwon, enteng.

“Yaa, Oppa!” teriak Nana, protes. Mengapa malah Siwon yang menjawab pertanyaan sepribadi itu?

Wae? Bukankah aku benar?” Nana hanya mendengus. Jujur, ia sangat malu pada Ny. Choi.

Geundae, mengapa Eomma menanyakan itu?” Tanya Nana, dengan suara pelan.

“Dulu, saat Eomma sedang mengandung Siwon, Appa-nya lah yang mengidam. Jadi, bisa saja kau…” Ny. Choi menghentikan kalimatnya, lalu tersenyum penuh arti.

_oOo_

Langit malam di awal musim semi, bersih, menunjukkan bintang-bintang yang bersinar, berkilauan, berpendar di angkasa. Awan kelabu yang biasanya menutupi angkasa, malam ini enggan muncul, membuat bulan dan bintang yang bersanding serasi dapat terlihat jelas. Sempurna.

“Kau tidak kedinginan, Chagiya?” Siwon berjalan mendekati Nana yang sedang berbaring di sebuah sofa panjang di taman belakang dengan membawa selimut. Nana tidak menjawab. Siwon menyelimuti Nana, mencoba menghalau angin malam yang  dingin berhembus. Nana sedikit menggeser tubuhnya begitu Siwon duduk di sofa itu.

“Sebaiknya kita masuk. Aku tidak ingin kau dan calon bayi kita masuk angin…” Ajak Siwon. Namun Nana tidak mengindahkannya.

Oppa…”

Ne?” Nana bangkit, memeluk Siwon dari belakang, lalu meletakkan kepalanya di pundak Siwon.

Gomawo…”

“Untuk?”

“Untuk segalanya. Tidak cukup ku sebutkan satu per satu apa yang  telah kau berikan untukku. Aku sangat bersyukur Tuhan telah mempertemukan kita.” Jelas Nana, diiringi senyuman khasnya. Siwon tersenyum simpul. Ia meletakkan tangannya di atas tangan Nana yang melingkar di perutnya lalu mengelusnya lembut.

Oppa, kau tau? Selama ini aku memikirkan kata-katamu…”

“Kata-kata yang mana?”

“Kata-kata yang menyebutkan bahwa, aku adalah takdirmu, dan aku tercipta untukmu…” Nana menghentikan kalimatnya.

“Lalu?” tanya Siwon penasaran, karena Nana tak kunjung melanjutkan kalimatnya.

“Ya, semuanya yang telah terjadi di antara kita. Kau yang tiba-tiba hadir dalam kehidupanku, mengisi hari-hariku, dalam setiap tangis dan tawa kita hadapi bersama, bukankah itu sudah membuktikannya?”

“Membuktikan apa?” tanya Siwon.

“Yaa, bahwa kau adalah takdirku…”

“…Jika ada kehidupan selanjutnya, dan dalam setiap kehidupan selanjutnya, aku hanya ingin kau yang menjadi takdirku, bukan yang lain. Hanya kau yang menjadi takdirku Oppa, hanya kau…” Nana menghela nafas sebelum kembali melanjutkan kalimatnya.

“…Oppa, Kau tau? Setiap kehadiranmu, meyakinkanku, bahwa kau hanya tercipta untukku… Saranghae, Oppa, jeongmal saranghaeyo…” Bisik Nana, tepat di telinga Siwon.

Rasa hangat menyeruak dalam hati Siwon. Ia mengubah posisi duduknya sampai berhadapan dengan Nana, lalu mengangkat wajah Nana dengan sebelah tangannya, mengunci mata Nana dengan tatapannya.

“Aku juga, apapun yang terjadi, aku akan memperjuangkanmu, karena kau hanya milikku, kau hanya tercipta untukku. Begitupun diriku, aku hanya milikmu, dan hanya tercipta untukmu…”

Siwon semakin mendekatkan wajahnya dengan Nana, sampai Nana bisa merasakan deru nafas Siwon yang menerpa wajahnya.

Saranghaeyo, nae Nana… Jeongmal saranghaeyo…” detik berikutnya mereka disatukan dalam sebuah pertemuan yang indah. Yang menunjukkan betapa mereka saling mencintai satu sama lain. Begitu banyak rasa yang tak mampu mereka ungkapkan melalui kata-kata. Yang mereka tau hanya satu, Siwon hanya tercipta untuk Nana, dan Nana hanya tercipta untuk Siwon.

 

The End

 

Huaaa…. Akhirnya selesai juga ini FF… hahaaa… lega banget rasanya…

Semoga mereka bisa happily ever after (seperti kata bang D.O. di lagu What Is Love :p)

Jeongmal gomawo yaa udah setia baca FF ini, kasi jempol, kasi komen, semuanya dah… dan harus berkali-kali author akui, jempol dan komen dari reader bener2 nambah semangat buat nulis.

Pernah nih, lagi mager banget, tugas numpuk, jadi mikir buat berhenti nulis lagi. tapi, pas buka2 lagi, baca komen n liat jempol dari readers, pikiran itu kabur entah kemana.

Nah, setelah sekian lama, jadi penasaran nih, gimana kesan readers tentang ff ini?

*reader: mau tau banget? Atau mau tau ajah?

*author: bangeeeeeeeeeettttt

#apaansih

Author tunggu ya cuap-cuap dari readers…!!!

Jeongmal gomawo ^_^

*bow

 

Advertisements

34 thoughts on “Created For Me Part 10-End

  1. Akhirnya lanjutanx keluar juga hahaha…
    Endingnya keren (y) hihihi…
    Ditunggu cerita yg lainnya… Keep writting… Fighting (งˆ▽ˆ)ง

  2. thor sumpah bgs bgt 😥 aku harap ff ini bsa di publish di blog ff suju biar byk yg baca klo ff ini bagus ^^ ok good job thor and hwaiting

    1. Annyeong… reader baru yaaa??? Selamat datangg di wp iniii… wahhh… langsung borongan yaa bacanyaaa… mian ga bales komenny satu2… heheee…. jeongmal gomawoo chinguuu udah mau mampir n baca ff disiniii… 😄😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s