Created For Me Part 9

created for me siwon nana

  • Title                : Created for Me Part 9
  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts : Lee Sun Gyu, Lee Juyeon, Lee Donghae, etc.
  • Author                    : Shelly Kimmy Choi
  • FB                   : http://www.facebook.com/shelly.diah   
  • Twitter           : @Iam_ShellyAng
  • Length                        : Chaptered
  • Genre              : Romance, Married life
  • Rating             : 17+
    • Disclaimer      : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

 

Last Part

“Yaa, Nana-ya, tunggu …” Aku berlari mendengar ia masih memanggilku. Namun tiba-tiba aku merasa tubuhku melayang dan… bukk!

Ku dapati diriku telah mendarat di tanah.

“Awwww…” teriakku. Perutku terasa sangat sakit. Hatiku mencelos melihat darah segar mengalir di kedua pahaku.

Oh, tidak! Anakku…!!!

Jebal…! Ku mohon jangan…!!!

“Nanaa-ya! Kau…????” Aku mengangkat kepalaku mendengar suara Sun Gyu Oppa. Aku melihatnya sejenak, ia nampak kaget. Setelah itu, semuanya menghitam dan, gelap.

_oOo_

Sesungguhnya, air mata yang mengalir di pipimu, juga mengalirkan darah di hatiku…

_oOo_

Part 9

            Dengan langkah gontai, lelaki itu, Choi Siwon berjalan menuju ruang rawat inap istrinya. Ia tidak mengerti keadaannya kini. Berbagai perasaan berkecamuk di dalam hatinya. Rasa sedih, bingung, marah, dan rasa menyesal. Seandainya saat itu ia tidak mengikuti emosinya. Seandainya saat itu ia menghampiri Nana. Seandainya…  Akh, apa guna “seandainya” saat ini? Toh, semuanya telah terjadi. Sekarang, bagaimana ia menjelaskannya pada Nana, istrinya?

Tanpa ia sadari, kini ia telah berada di depan ruang rawat istrinya. Perlahan ia membuka pintu. Ia tersentak ketika mendapati Nana telah sadar, dan duduk bersandar.

Oppa…” ucap Nana. Siwon menarik nafas, mencoba menenangkan batinnya. Ia memaksakan seulas senyum dibibirnya. Ia kembali melangkah mendekati ranjang sang istri.

Ne. Kau sudah sadar? Kau butuh sesuatu?” Nana menggeleng. Siwon hanya tersenyum lalu duduk di ranjang, berhadapan dengan Nana. Siwon kemudian meraih tangan Nana dan menggenggamnya.

“Bagaimana keadaanmu, hemm?” sebelah tangan Siwon yang bebas meraih wajah Nana dan mengelus pipinya. Nana menunduk.

Gwaenchana?” tanya Siwon sekali lagi.

“Aku mencemaskan…” Suara Nana tercekat. Ia mengelus perutnya. Sesaat kemudian, ia menengadah, menatap kedua mata Siwon.

Oppa, apa yang dokter katakan?” Siwon tidak menjawab. Ia hanya semakin  mengeratkan genggaman tangannya.

Oppa, bagaimana calon bayi kita?” Berbagai pikiran buruk berkelebat dalam otak Nana melihat Siwon yang hanya diam membisu.

Oppa, waegurae? Marhaebwa…!!” Nana mengguncang tangan suaminya dengan panik. Siwon lalu menarik Nana ke dalam pelukannya.

“Kita bicarakan ini nanti saja. Lebih baik sekarang kau beristirahat.” Air mata mengalir di pipi Nana. Dari kalimat Siwon, ia sudah tau apa yang terjadi. Walaupun Siwon tidak mengatakannya secara langsung.

Mianhae… Jeongmal mianhae…” Ucap Nana di tengah isakannya.

“Seharusnya aku bisa menjaga janin itu. Tapi…” Siwon mencoba menenangkan Nana, tubuhnya bergetar dalam pelukan Siwon.

Mianhae Oppa… Aku bukan ibu yang baik! Aku bukanlah istri yang baik! Aku memang tidak berguna! Selama ini aku hanya menyusahkanmu…!” Siwon terkejut mendengar kalimat Nana. Ia meraih wajah Nana dan menatapnya.

“Hei… Hei…!!! Jangan berbicara begitu! Ini bukan salahmu. Ini sudah takdir.” Siwon mencoba setenang mungkin. Padahal, dalam hatinya juga sangat sedih. Namun, ia mencoba kuat. Jika ia terlihat lemah, pada siapa nanti istrinya akan bersandar?

Geundae Oppa, memang itu yang terjadi! Aku tidak becus menjaga calon bayi kita! Aku telah mem…” Kalimat Nana terhenti karena Siwon tiba-tiba meraih tengkuknya, lalu membungkamnya dengan ciuman. Tubuh Nana menegang, sedangkan Siwon tetap mempertahankannya. Setelah ia rasa Nana mulai tenang, ia sedikit menjauhkan wajahnya, lalu menatap mata istrinya dalam.

“Jangan bicara lagi, jebal…” ucap Siwon, lirih.

“Aku tidak suka dan tidak mau kau menyalahkan dirimu sendiri. Ini sudah takdir. Yang terpenting sekarang, kau baik-baik saja. Itu saja sudah cukup untukku…” Akhirnya, setitik air mata berhasil lolos dari pertahanan Siwon. Nana terkesiap melihat airmata yang mengalir di pipi suaminya itu. Ia semakin merasa bersalah. Seandainya ia tidak egois dan menuruti kata Siwon untuk pulang ke rumah mereka, maka ia tidak akan keguguran, karena ia tidak bertemu orang itu…

_oOo_

            Seorang lelaki mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras melihat adegan di dalam sebuah kamar rawat inap. Ia adalah Lee Sun Gyu. Rasa sakit, marah, kesal, menyesal, dan entah rasa apalagi itu. Di satu sisi, ia cemburu melihat Nana dan Siwon. dalam hatinya masih berteriak, seharusnya ia yang ada di sana, bukan Siwon. Namun, ia juga merasa bersalah. Karena dia lah, kini Nana menderita. Secara tidak langsung, ia telah menyebabkan Nana keguguran. Secara tidak langsung, ia yang telah membunuh calon bayi Nana.  Semakin lama, rasa itu semakin membakar dirinya. Ia pun memutuskan pergi dari tempat itu.

“Lee Sun Gyu…!” langkahnya terhenti ketika mendengar namanya dipanggil.

“Lee Juyeon…” Gumamnya, ketika melihat sesosok wanita berjalan mendekatinya.

“Kau…! Apa yang telah kau lakukan pada Nana, hah? Beraninya kau membuatnya seperti itu! Tidak puaskah kau telah menyakiti Nana selama ini, hah?” Juyeon berbicara penuh emosi.

“Juyeon-ssi, aku…”

“Apalagi yang akan kau katakan? Tidakkah kau lihat keadaan mereka sekarang? kau telah membunuh calon bayi mereka!” Lee Sun Gyu hanya terdiam.

Nappeun nom! Puas kau sekarang?”

“Selanjutnya, jangan sampai aku tau kau mengganggu atau menemui Nana lagi. Jika tidak, kau akan tau akibatnya! Aku tidak main-main!” Juyeon kemudian pergi meninggalkannya. Nafasnya memburu. Entahlah, ia tidak bisa menahan emosinya kali ini.

_oOo_

            Nana menggerak-gerakkan jarinya yang berada di atas punggung tangan Siwon yang melingkar di perutnya. Mereka tengah berbaring di ranjang ruang rawat Nana dengan posisi Siwon memeluknya dari belakang.

Oppa…” Nana bersuara, memecah keheningan.

Ne?”

Jeongmal mianhaeyo… Maafkan aku, selama ini aku terlalu egois. Seenaknya sendiri pergi meninggalkanmu, bahkan tanpa mendengar penjelasanmu. Aku telah menyulitkanmu selama ini, dan bahkan menyiksa diriku sendiri…” Benar, selama ini berpisah dengan Siwon membuat Nana sadar, bahwa ia tidak bisa hidup dengan benar tanpa lelaki itu. Jika mengutip kalimat Siwon terdahulu, kini, Siwon adalah oksigen bagi Nana.

“Maafkan aku, Oppa, semua itu karena aku…” Nana diam sejenak.

“…cemburu.” Seulas senyum terukir di bibir Siwon.

“Cemburu? Kau cemburu padaku? Wah, akhirnya kau mengakuinya…”

“Yaa Oppa…!!!” Siwon terkekeh mendengar nada protes dari Nana. Sudah sangat lama ia tidak mendengarnya.

Oppa, aku serius…!!!” Nana mendengus jengkel. Dalam situasi seperti ini Siwon malah menggodanya.

Siwon tersenyum. Ia mengeratkan pelukannya lalu mengecup kepala Nana.

“Aku juga serius, Sayang. Setidaknya, aku bahagia karena Kau mengakui perasaanmu sekarang…” Nana tersenyum. Sebenarnya, Siwon tidak ingin Nana terus membahas masalah ini dan semakin larut dalam kesedihan. Ia ingin sedikit menghibur Nana. Siwon tau, Nana adalah tipe orang yang terus memikirkan masalah yang dialaminya, dan Siwon tidak mau itu terjadi. Jika Nana terus memikirkan masalah ini, maka ia akan terus menyalahkan dirinya sendiri dan bersedih.

Drrrtt. Drrrtt.

Siwon merasa ponselnya yang bergetar.

“Sebentar Chagi…” bisiknya pada Nana, lalu melepas lingkaran tangannya di pinggang Nana dan mengeluarkan ponsel di saku celananya. Nama sang adik, Jiwon tertera di layar ponsel.

“Eoh, Jiwon-ah..”

“……” Tubuh Siwon membeku mendengar rentetan kalimat dari adiknya.

Nana bangkit lalu mendekati Siwon. Ia bisa merasakan ada sesuatu buruk yang sedang terjadi melihat raut wajah Siwon.

Araseo.” Siwon mengakhiri pembicaraan telfonnya.

Oppa, waegeurae?” Siwon menatap Nana sejenak, ragu. Ia lalu menggeleng.

“Tidak ada apa-apa.”

Jeongmal?” Siwon diam saja.

Oppa, marhaebwa…” Nana tau, Siwon sedang menyembunyikan sesuatu. Siwon menunduk, lalu menghela nafas. Ia tau, ia tidak bisa membohongi istrinya. Mereka sudah cukup lama hidup bersama, Nana sudah paham sikap dan perilaku Siwon.

Appa…” jawab Siwon, menggantung.

Ne?”

Appa sedang mendadak collapse…” jawab Siwon, lirih.

Mwo? Sekarang Appa dimana?”

“Sedang dalam penanganan dokter…” Nana mengelus punggung Siwon. mencoba menenangkannya.

“Tenanglah Oppa… Semua akan baik-baik saja…” Siwon mengusap wajahnya dengan tangan. Nana dapat melihat kegusaran Siwon.

“Lebih baik sekarang kau menemui Appa…” Siwon mengalihkan pandangannya pada Nana. Ia menggelengkan kepala.

“Tidak. Aku akan menjagamu disini.”

Oppa, Nan gwaenchana. Lebih baik kau menemui Eomma dan Jiwon. Mereka pasti sangat membutuhkanmu saat ini…” Siwon hanya terdiam. Ia bingung. Di satu sisi, ia memang ingin melihat keadaan ayahnya saat ini. Namun di sisi lain, ia tidak bisa meninggalkan Nana dalam kondisi seperti ini.

Oppa, Nan gwaenchana, jeongmal! Tolong jangan membuatku lebih merasa bersalah lagi karena telah menjadi beban bagimu. Jadi, tolong temui Appa, jebal…!” Siwon menghela nafas. Ia lalu meraih tengkuk Nana dan mencium keningnya.

Gomawo. Aku akan segera kembali.” Nana tersenyum dan mengangguk.

_oOo_

Siwon POV

“Sejak setahun lalu, Appa mengetahui bahwa ia memiliki kelainan jantung bawaan sejak lahir. Namun Appa menyembunyikannya dari kita. Sejak saat itu ia diam-diam menjalani perawatan secara intensif. Namun, 6 bulan terakhir ini penyakit Appa semakin parah. Harus dilakukan transplantasi jantung. Dokter telah memvonis Appa hanya bisa bertahan maksimal 8 bulan dari waktu itu jika tidak dilakukan transplantasi jantung. Selama ini Appa telah mendaftar sebagai resipien transplantasi jantung, namun belum ada yang cocok…”

Penjelasan Jiwon terngiang-ngiang di kepalaku. Jadi selama ini Appa sedang sakit parah, dan mereka menyembunyikannya dariku, dengan alasan tidak ingin menambah beban pikiranku. Jadi ini alasan mereka dulu memaksaku segera menikah?

“Sekarang keadaan Appa semakin parah. Jika tidak segera dilakukan transplantasi, maka…”

Tubuhku merosot begitu saja. Tubuhku bersandar pada dinding rumah sakit. Aku mengacak rambut dan mengusap wajahku. Aaargghhh…!!! God, kenapa cobaan ini datang bertubi-tubi? Baru saja aku kehilangan calon anakku dengan Nana, dan sekarang?

Dapat ku rasakan air mata mengalir di pipi. Sesak. Sungguh, aku sendiri ragu apakah aku bisa menjalani semua ini.

_oOo_

Author POV

Nana, masih dengan menggunakan seragam pasien, berjalan menyusuri lorong rumah sakit, mencari ruang rawat Tuan Choi, setelah mendapatkan informasi bahwa mertuanya itu di rawat di rumah sakit yang sama dengannya. Ia melihat satu per satu nomor ruang rawat yang tertempel di pintu.

Langkahnya terhenti mendapati sosok suaminya tengah duduk di lantai dengan tertunduk. Ia lalu perlahan mendekat. Setelah tepat berada di depan Siwon, ia menurunkan tubuhnya hingga sejajar dengan tubuh suaminya itu.

Oppa…” panggilnya, pelan. Siwon mengangkat kepalanya. Hati Nana mencelos wajah mendapati keadaan Siwon saat ini. Sebelumnya, ia tidak pernah melihat Siwon sekacau ini. Rambutnya acak-acakan, dan air mata mengalir deras di kedua pipinya. Siwon hanya memandang Nana kosong. Rasa sakit menjalar dalam hati Nana melihat kondisi Siwon.

Nana menangkupkan kedua tangannya pada wajah Siwon.

Oppa, gwaenchanayo?” Tanyanya, halus.

Siwon menundukkan kepala. Tak ada jawaban yang keluar dari bibirnya.

Nana segera memeluk Siwon, meletakkan kepala Siwon di dadanya. Nana mengelus punggung Siwon dengan salah satu tangannya yang bebas.

Gwaenchana, semua akan baik-baik saja…”

Siwon membalas pelukan Nana. Ia kembali menumpahkan air matanya. Ia menumpahkan seluruh rasa sesak di dadanya. Entahlah, berada dalam pelukan Nana membuat Siwon nyaman dan memiliki tempat bersandar. Ia tidak peduli ia akan tampak lemah di depan istrinya itu. Begitupun Nana. Tak peduli kini bajunya telah basah oleh air mata Siwon, yang jelas, ia hanya ingin menemani Siwon dan selalu ada sisinya, seperti yang telah Siwon lakukan selama ini untuknya.

_oOo_

Siwon sedang menjaga ayahnya ketika tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia segera menjawab telfon yang ternyata panggilan dari mertuanya.

“Yeoboseyo? Aboeji?”

“Ah, Siwon-ah, sekarang kau berada di mana?”

“di rumah sakit, menjaga Appa.”

“Eoh, bagaimana keadaan Tuan Choi?”

“Masih sama seperti sebelumnya. Kami masih menunggu donor jantung.”

“Eoh, aku doakan semoga beliau segera mendapatkan donor jantung itu dan segera sembuh. Oya, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu.”

            “Ne?”

“Ada kabar baik untukmu. Kami telah mendapatkan rekaman cctv dari apartement itu. Segera kabari agensimu!”

“Benarkah? Algetseumnida, Aboeji. Gomapseumnida…”

            “Ne, cheonma.”

Siwon menghela nafas lega. Kini, satu per satu benang kusut mulai terurai.

_oOo_

            Nana bergegas menyambut Siwon di ruang tamu ketika mendengar kedatangan suaminya itu. Siwon tersenyum mendapati sang istri menyambutnya. Sudah beberapa lama sejak pertengkaran itu, tidak ada yang menyambutnya ketika pulang. Ia mendekati Nana lalu mengecup keningnya.

“Sudah lama menunggu?”

“Tidak. Aku juga baru pulang dari rumah sakit, menjenguk Appa.” Jawab Nana. Mereka lalu berjalan ke ruang tengah.

“Bagaimana keadaan Appa sekarang?” Tanya Siwon, antusias. Ia yang biasanya setiap hari menjenguk Tuan Choi, hari itu harus mengurus konferensi pers untuk menyelesaikan masalah skandal foto-fotonya.

Nana tersenyum.

“Duduklah dulu. Ada yang ingin aku katakan padamu. Oya, kau sudah makan?” Siwon mengangguk.

“Umm, kalau begitu, aku buatkan kopi dulu.” Nana beranjak ke dapur. Siwon duduk di sofa lalu menyalakan TV. Tak berapa lama kemudian Nana datang dengan membawa secangkir kopi untuk Siwon dan duduk di sampingnya.

Gomawo.” Ucap Siwon, seraya tersenyum. Kemudian ia menyesap kopinya.

Oppa, bagaimana konferensi persmu tadi?”

“Semua berjalan dengan lancar. Dari rekaman cctv itu, terlihat bahwa ia yang memulainya dulu. Namun, yang menjadi persoalan saat ini adalah klarifikasi dari pihak aktris itu. Ia menghilang entah kemana. Jadi kami masih kesulitan untuk mengungkap kebenarannya.” Nana hanya mengangguk mendengar penjelasan Siwon.

“Bagaimana? Sekarang kau bisa percaya padaku? Atau kau ingin melihat rekaman cctv itu?”

Mwo?” Nana menoleh.

“Yaa, barangkali kau ingin memastikannya sendiri…”

“Eoh, tidak. Terima kasih.” Jawab Nana, ketus. Senyum kemenangan terukir di wajah Siwon. Ia tau, Nana cemburu, tidak mungkin ia mau melihat rekaman itu. Melihat foto saja ia sudah uring-uringan begitu. Apalagi melihat video.

“Oya, tadi kau bilang, ingin mengatakan sesuatu, apa?” Air muka Nana yang awalnya terlihat kesal, seketika berubah.

“Ah, neAppa sudah mendapat donor jantung, dan operasinya akan dilakukan besok pagi. ” Jawab Nana singkat. Siwon masih tertegun.

Mwo? Jeongmal?” tanya Siwon, beberapa saat kemudian. Nana mengangguk pasti. Siwon refleks meraih tubuh Nana lalu memeluknya.

“Selamat Oppa… Sebentar lagi Appa akan sembuh.” Bisik Nana. Siwon mengangguk.

“Terima kasih, Tuhan…” Ucap Siwon.

_oOo_

Siwon dan Nana baru saja pulang dari rumah sakit setelah seharian menunggui operasi Tuan Choi. Operasi berjalan lancar, tinggal menunggu Tuan Choi sadar dari pengaruh obat bius. Mereka sebenarnya masih ingin menunggui sampai Tuan Choi sadar, namun Ny. Choi melarang.

Chagiya, aku mandi dulu.” Ucap Siwon, seraya berjalan ke kamar mandi.

Ne.” Nana kemudian ke dapur untuk membuatkan susu untuk Siwon. Kebiasaannya sejak mereka menikah, Nana selalu membuatkan susu sebelum Siwon tidur.

Ting tong.

Nana melirik jam dinding.

“Siapa yang bertamu larut malam begini?” gumamnya. Nana segera melihat tamunya melalui intercom. Keningnya berkerut mendapati sesosok wanita yang tidak dikenalnya. Dengan ragu ia membuka pintu.

“Maaf, Apa Siwon-ssi ada?”

“Maaf, Anda siapa?” tanya Nana. Ia sangat penasaran, ada seorang wanita mencari suaminya malam-malam begini.

“Eoh, perkenalkan, Saya Jung Sekyung. Saya lawan main di film terbarunya.” Jung Sekyung. Sepertinya ia mengenal nama itu. Bukankah ia wanita dalam skandal foto Siwon?

To be Continued

 

Please tinggalkan jejak yaa readers…

Oya, ada masukan ga, buatn endingnya entar???

^_^

Advertisements

17 thoughts on “Created For Me Part 9

  1. Yeeeeee siwon suda baikan sama nana
    Endingnya ? Hmmmmm buat nana hamil lagi :p
    Tp yg ngidam nanti siwon aja biar seru (biar siwon g sibuk terus t__t)

  2. Akhirnya cobaan yang bergelombang sudah mulai menenang..Sekyung?dia mau ngapain?
    sebelum ending buat dulu ketegangan antara sun gyu dan siwon, baru deh buat ending akhir bahagia dgn anak” dimasa depan mereka ehmm *ide ini*..update soon! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s