Created For Me Part 8

Created for Me

created for me siwon nana

  • Title                : Created for Me Part 8
  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts            : Lee Sun Gyu, Lee Juyeon, Lee Donghae, etc.
  • Length                        : Chaptered
  • Genre              : Romance, Married life
  • Rating             : 17+
    • Disclaimer      : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

 

Last Part

“Janin? Jadi istriku…”

“Ya. Mungkin masih terlalu dini untuk menyimpulkannya, mengingat usia janinnya masih 3 minggu. Pada fase ini merupakan fase terpenting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan janin. Jadi kondisi sang ibu harus benar-benar diperhatikan. Tapi sepertinya akhir-akhir ini Nyonya Choi sedang berada dalam kondisi psikis yang tidak baik, selain itu, kondisi fisiknya juga lemah. Jika tidak benar-benar dijaga, akan sangat membahayakan ibu dan calon bayinya.”

_oOo­_

Part 8

Apapun yang terjadi, aku percaya padamu. Bahkan, ketika seluruh dunia menjauhimu, aku akan di sisimu…

Maafkan keegoisanku selama ini…”

­_oOo_

Author POV

Nana membuka matanya perlahan, menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke retinanya. Ia mengedarkan pandangan  ke sekelilingnya, mencoba mengenali dimana ia sekarang. Pandangannya terpaku mendapati seorang lelaki yang tengah tertidur, dengan kepala yang diletakkan di atas dua tangannya yang terlipat di ranjang Nana. Wajah lelaki itu menghadap kea rah Nana, sehingga Nana dapat melihatnya dengan jelas. Choi Siwon, suaminya. Ia mencoba bangkit perlahan, agar tidak mengusik tidur suaminya itu. Ia memperhatikan wajah Siwon dengan seksama. Tiba-tiba air mata mengalir di kedua pipinya. Sungguh, ia sangat merindukan lelaki ini. Nana lalu menjulurkan tangan kanannya, menyentuh wajah Siwon. Wajah tampan yang selalu segar itu kini mulai berubah. Gurat kelelahan jelas terlihat, kantung mata yang mulai tebal, wajahnya yang pucat, dan janggut yang tumbuh tidak teratur karena tidak dicukur. Ini bukan Siwon yang ia lihat dulu. Nana yakin, selama ini Siwon tidak “hidup” dengan baik.  Nana menutup mulutnya dengan tangan kiri, berusaha menahan isak tangisnya. Ia sangat sedih melihat kondisi suaminya ini.

Nana buru-buru menarik tangannya dan menghapus air mata begitu melihat Siwon mulai mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya. Ia lalu mengalihkan pandangan ke luar jendela, yang ada di sisi kirinya.

“Sayang, kau sudah sadar?”

Siwon langsung bangkit dan memeluk Nana. Ia sangat merindukan wanita ini, Im Nana, istrinya. Nana memejamkan matanya merasakan hangat pelukan Siwon. Ketika ia ingin membalasnya, tiba-tiba bayangan tentang foto-foto dan berita itu kembali berkelebat dalam ingatannya. Masih teringat jelas bagaimana kondisi Siwon dan yeoja di foto itu. Sakit itu kembali menghantam hatinya yang rapuh.

Chagiya, gwaenchanayo? Mengapa kau diam saja?” Siwon melepaskan pelukannya lalu menatap Nana bingung. Nana mencoba melepaskan diri dari Siwon. Siwon menghela nafas, lalu duduk di ranjang Nana, menatap intens istrinya.

“Kau masih marah padaku?” Nana hanya terdiam.

“Maafkan aku, Yeobo. Saat ini aku sedang berusaha mencari bukti-bukti itu…” Siwon meraih tangan Nana dan menggenggamnya. Nana hanya menurut.

“Bagaimana kondisimu?” Siwon menghela nafas sekali lagi melihat Nana yang sejak tadi hanya diam membisu.

Chagiya, ku mohon, jagalah kesehatanmu. Aku tidak ingin kau jatuh sakit…” Nana menarik nafas. Sesak. Ia juga ingin mengatakan hal yang sama pada Siwon. Kondisi suaminya itu tidak kalah kacau dengan Nana. Namun, lelaki itu masih memikirkan kondisi Nana.

Chagiya, kau masih marah padaku? Hemm?” Nana menundukkan kepalanya, melihat jemari Siwon yang kini tengah menggenggam tangannya.

Yeobo, tolong jaga emosi dan pola makanmu. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu dan bayi kita…” Nana refleks mendongak, menatap Siwon kaget. Apa yang dikatakannya barusan? Bayi?

“Ba… Bayi?” Nana berusaha keras mengeluarkan suaranya.

Ne, usianya masih tiga minggu. Kau belum tau?” Siwon tersenyum hangat. Nana menutup mulut dengan sebelah tangannya. Ia tidak dapat menghentikan air mata yang dengan seenaknya mengalir begitu saja. Siwon meraih Nana ke dalam pelukannya.

“Selamat Sayang, kita akan segera menjadi orang tua… Kita harus menjaganya dengan baik.” Siwon mengusap-usap punggung Nana yang bergetar karena terisak.

“Sayang, aku sudah berbicara pada Lee Juyeon. Aku memintanya untuk membereskan barang-barangmu di apartemennya. Jadi, setelah uisanim mengijinkanmu pulang, kita bisa langsung pulang ke rumah.” Pulang? Ke rumah Siwon, ani, rumah mereka?

Nana langsung melepaskan pelukan Siwon.

Shireo, aku tidak mau…”

Waeyo? Kau tidak mau pulang ke rumah?” Siwon menatap Nana tidak mengerti. Nana masih belum mau pulang. Ia tidak tau, masih ada perasaan yang mengganjal di dadanya.

Shireo, aku ingin pulang ke rumah Eomma dan Appa…” Siwon menarik nafas.

Araseo…” Ya, Siwon harus mengikuti apa yang Nana mau. Ia hanya ingin membuat Nana merasa tenang dan nyaman, walaupun berarti ia harus berpisah lagi dengannya. Tapi, setidaknya, Nana sudah mulai melunak dan ia bisa mengunjungi Nana di rumah orang tuanya setiap hari.

_oOo_

            Siwon menutup pintu kamar Nana. Eomma Siwon, Ny. Choi langsung bangkit mendekatinya. Choi Jiwon, adiknya mengikuti di belakang.

Eomma…” gumam Siwon, kaget. Siwon langsung membungkuk ketika melihat mertuanya, Tuan dan Ny. Im berjalan mendekat.

Annyeog haseyo, Aboeji, Eomoni…”

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Nyonya Im.

“Ia sedang tidur. Ia baik-baik saja, hanya butuh istirahat yang cukup.”

“Choi Siwon, apa yang telah kau lakukan, heh? Lihat kondisi istrimu saat ini? Kau ini, Aish, jinjja…” Nyonya Choi yang biasanya selalu terlihat tenang kini tidak bisa menahan emosinya. Ia sudah tau kondisi Nana dari dokter yang memeriksanya. Selama ini, ia juga sudah tau berita tentang Siwon. Ia sempat khawatir dengan kondisi rumah tangga mereka, namun Siwon mengatakan bahwa semua baik-baik saja. Tuan Choi juga melarang istrinya untuk terlibat terlalu jauh dalam rumah tangga Siwon.

“Sudahlah Eomma, kita bisa membicarakannya baik-baik. Ini rumah sakit, jangan membuat keributan di sini. Lagipula kasihan Siwon Oppa, dia pasti sangat lelah sekarang…” Choi Jiwon mencoba menenangkan ibunya.

Mwo? Dalam keadaan seperti ini, Kau masih membela Oppamu? Heh?”

“Bukan, aku tak bermaksud begitu…”

“Ehm, Maaf, lebih baik kita membicarakannya di luar saja. Jiwon-ssi, bisakah kau menjaga Nana sebentar?” Tuan Choi mencoba menengahi.

Nde, Aboenim…”

­_oOo_

            Kini mereka tengah berada di kantin rumah sakit. Mereka duduk mengelilingi sebuah meja bundar di pojok ruangan itu. Siwon telah menceritakan secara detail tentang kasus yang menimpa dirinya.

“Jadi bagaimana rencanamu sekarang?” Tanya Tuan Im.

“Agensiku sedang mencari bukti. Ada satu bukti kuat untuk kasus ini yaitu rekaman cctv di koridor apartemen itu. Namun, kami kesulitan mendapatkannya karena alasan kebijakan perusahaan pengelola…”

“Perusahaan apa pengelola apartemen itu?” Tanya Tuan Im antusias.

“Aku tidak tahu pasti. Tapi ia bagian dari BCH Group.”

“BCH Group? Bukankah perusahaan itu milik Bae Chin Ho?” Eomma Siwon bertanya pada Tuan Im. Tuan Im mengangguk.

“Benar, aku akan berusaha membantumu mendapatkan bukti itu.” Tuan Im menepuk pundak Siwon.

Gomapseumnida, Aboeji.” Siwon merasa sedikit lega.

_oOo_

            Donghae mengambil dua kaleng minuman dingin dari kulkas di dormnya. Ia lalu mendekati Siwon yang tengah duduk di sofa, menonton TV sendirian. Siwon menangkap minuman yang dilempar Donghae.

“Bagaimana perkembangan  kasusmu sekarang?” tanya Donghae saat ia telah duduk di samping Siwon.

“Agensi dan  keluargaku sedang berusaha mendapatkan bukti itu.” Siwon menjawab singkat. Ia membuka tutup kaleng lalu menenggak isinya.

“Siwon-ah, apa kau tidak berfikir ada pihak yang bermain di balik semua ini?” Siwon mengerutkan keningnya.

“Maksudmu?”

“Seperti… menjebakmu misalnya?!”

Molla…” Siwon kembali menenggak minuman itu.

Keundae, apa yang membuatmu berpikir seperti itu?” selidik Siwon.

Eopseo. Hanya saja, beberapa hari yang lalu aku melihat aktris yang di foto-fotomu itu bersama,…, Ah, aku lupa namanya. Ia adalah salah satu sponsor film terbarumu itu, yang pernah kau kenalkan padaku.” Siwon berpikir sejenak.

“Lee Sun Gyu?”

“Ne, kemarin aku sedang meeting dengan Lee Juyeon di sebuah restoran. Kami melihat mereka di restoran yang sama. Sikap mereka terlihat berbeda….”

“…Siwon-ah, apakah antara sponsor dan para pemainnya sering mengadakan pertemuan pribadi seperti itu?” Siwon mengangkat bahu.

“Bisa saja, jika ada kepentingan antara keduanya.” Donghae mengangguk.

“Nah, itu yang aku maksud. Aku takut ada scenario di antara mereka…”

“Maksudmu, mereka yang menjebakku? Hahaaa… Lee Donghae, pemikiranmu terlalu jauh. Untuk apa mereka melakukannya, heh?” Siwon hanya terkekeh mendengar pemikiran Donghae.

“Aish, bukan hanya itu, kau tau bukan kalau Lee Sun Gyu adalah mantan kekasih Nana?”

Mwo?”

“Jadi kau belum tahu? Nana tidak menceritakannya padamu? Dari apa yang ku dengar dari Juyeon, mereka pernah menjalin hubungan selama 3 tahun. Ia adalah lelaki terakhir yang bersama Nana sebelum akhirnya Nana menikah denganmu.” Siwon terdiam.

“Yaa, Geokjeonghajima… Ku dengar dari Juyeon bahwa Nana yang meninggalkannya. Artinya, Nana sudah tidak mencintai lelaki itu…” Tidak, bukan itu yang dipikirkan Siwon. Ia sudah tau semuanya dari Nana, kecuali identitas lelaki itu. Pantas saja saat Siwon mengenalkan Lee Sun Gyu pada Nana, wanita itu terlihat kaget dan kaku.

Melihat Siwon hanya diam saja, Donghae jadi merasa tidak enak.

“Siwon-ah, jadi Nana belum mengatakannya? Mianhae, aku telah lancang menceritakannya. Mungkin Nana memiliki alasan lain mengapa ia tidak menceritakannya padamu. Lebih baik kau bertanya langsung padanya.”

_oOo_

            Sore hari di akhir musim gugur. Daun-daun yang berwarna-warni berserakan di tanah meninggalkan dahannya. Sebuah mobil hitam yang melintas menerbangkan daun-daun itu. Sang pengemudi ternyata memacu mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Ia sudah tidak sabar menemui istrinya.

Siwon POV

Aku melirik sekilas pada sebuah tas belanja di sampingku. Aku tersenyum. Tas itu berisi susu ibu hamil, multivitamin, dan makanan kesukaan Nana. Baru semalam aku tidak menemuinya, aku sudah merasa sangat merindukannya. Ah, seandainya bisa, aku ingin selalu menemaninya, membuatkan susu untuknya, menyuapinya saat makan, memijat tengkuknya saat ia mual-mual, bahkan jika ia mengidam, aku akan mencari apa yang ia inginkan, sesulit apapun itu. Ya, tapi sepertinya inilah kondisi terbaik untuk saat ini. Jika Nana masih belum nyaman untuk pulang, tak apa. Asalkan ia bisa tenang di rumah Im Aboeji.

Aku memelankan laju mobilku begitu mendapati sosok wanita yang sangat ku kenal di taman dekat rumah, bersama seorang lelaki. Aku menghentikan mobilku dan memperhatikan dengan seksama. Benar, ia adalah Choi Nana, istriku. Tapi lelaki itu? Lee Sun Gyu?

            Jadi benar apa yang dikatakan Donghae? Awalnya, aku tidak ingin membahas masalah ini dengan Nana. Aku akan menunggu Nana yang menceritakannya. Di samping itu, aku juga takut kondisi psikisnya terganggu. Aku masih ingat bagaimana kondisinya malam itu, saat menceritakan masa lalunya padaku. Aku melepaskan seatbelt, bermaksud keluar menemui mereka. Saat aku mendongak, Damn !!! Apa yang mereka lakukan?

Aku segera  memasang seatbeltku, memutar balik mobil, dan pergi meninggalkan mereka.

_oOo_

Nana POV

Sore itu, aku memutuskan untuk jalan-jalan di taman dekat rumahku. Aku sedang merasa jenuh. Setiap hari aku di rumah, tidak ada yang aku lakukan, hanya makan dan tidur. Aku merindukan Siwon Oppa, aku ingin bersamanya. Rasa rindu itu semakin menusukku. Apakah ini karena aku sedang hamil? Eoh, tidak, aku tidak ingin mengambinghitamkan janin ini karena rasaku sendiri. Ani, aku memang merindukan Siwon Oppa. Aish, jinjja… Mengapa aku berlebihan begini? Lebih baik sekarang aku berjalan-jalan, agar pikiranku lebih segar dan tenang.

Aku meraih sweater rajut berwarna hitam. Sebenarnya ini bukan sweaterku, tapi milik Siwon Oppa. Dia memakaikannya padaku saat baru keluar dari rumah sakit kemarin. Aku menghirup wangi sweater itu, wangi khas Siwon Oppa… Aish, mengapa aku semakin merindukannya?

Eomma, aku akan berjalan-jalan sebentar di taman.”

Ne, Hati-hati, jangan terlalu lama, aku tidak mau suamimu marah padaku karena terjadi sesuatu padamu…” suara teriakan Eomma terdengar dari dapur. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Oppa, mengapa semua orang jadi menuruti kata-katamu? Hemm?

Aku berjalan menyusuri jalan setapak. Angin musim gugur yang sejuk menerpa tubuhku, menghantarkan sedikit rasa tenang di hatiku. Sesampainya di taman, aku memilih duduk di sebuah bangku panjang. Aku tersenyum memperhatikan suasana sekitar. Sepi, hanya satu dua orang yang berlalu lalang.

“Nana-ya…” Aku menoleh pada asal suara yang memanggilku.

OpOppa?” Mataku membulat mendapati sosok lelaki yang tengah berdiri di hadapanku. Lee Sun Gyu Oppa.

“Bagaimana kabarmu?” Tanyanya, sembari melangkah mendekat, lalu duduk di sampingku.

“Baik. Bagaimana denganmu?” aku berusaha berbicara senormal mungkin. Entahlah, aku merasa tidak nyaman dengannya.

“Baik juga. Omong-omong, mengapa kau sendirian di sini?”

“Aku hanya ingin berjalan-jalan.”

“Eoh, dimana suamimu?”

“Ia sedang bekerja.”

“Eoh, Araseo. Ia sangat sibuk bukan? Ditambah lagi dengan kasus yang menimpanya saat ini… Heh…” Nana melirik tajam pada Sun Gyu, namun lelaki itu tidak menyadarinya.

“Lalu, untuk apa kau disini?”

“Nana-ya, mengapa kau menjadi dingin begini padaku?”

“Maksudmu?”

“Biasanya kau selalu berbicara dengan baik dan manja padaku…”

Mwo? Manja? Heh, itu dulu, Oppa. Sekarang aku sudah memiliki suami.”

“Ah, iya, kau sudah menikah dengannya….”

“Nana-ya, ku dengar kalian menikah karena dijodohkan?”

Mwo?” refleks aku menoleh padanya. Untuk apa ia bertanya masalah ini?

“Nana-ya, apa kau mencintai suamimu?”

“Untuk apa kau bertanya masalah itu?

“Nana-ya, aku masih mencintaimu, kembalilah padaku…”

Mwo? Apa maksudmu? Aku sudah menikah, seenaknya saja kau berkata begitu padaku, hah?”

“Nana-ya, aku tau kau tidak mencintai suamimu, dan bisa jadi dia juga tidak mencintaimu, kalian hanya dijodohkan, kembalilah padaku, ku mohon…”

“Berani sekali kau berkata seperti itu! Apa yang kau tau tentang cinta, heh?” Emosiku mulai naik.

“Nana-ya, aku tau kau masih marah padaku, namun aku mencintaimu…”

“Mencintaiku? Dengan mengkhianati kepercayaanku, kau katakan kau mencintaiku, heh?” Aku bangkit, bermaksud pergi meninggalkannya. Namun, ia menarik tanganku lalu memelukku.

“Nana-ya, yang terjadi waktu itu adalah salah paham. Aku minta maaf, aku khilaf. Kau tau, aku berusaha keras selama ini, bekerja mati-matian agar bisa seperti sekarang, menjadi orang yang sukses, agar orang tuamu merestui kita…” aku mencoba mendorongnya, melepaskan diri dari pelukannya. Namun, tenaganya terlalu kuat. Ia tidak bergeming sedikit pun.

“Nana-ya, kembalilah padaku, aku akan memberikan semua yang kau inginkan, aku akan menjagamu, aku akan menjaga kepercayaanmu, tidak seperti lelaki itu…”

“Nana-ya, ia telah mengkhianati kepercayaanmu. Ia berselingkuh dengan wanita lain. Kau tau bukan?” Aku menggeram menahan amarah. Aku tidak terima ia berbicara hal buruk mengenai Siwon Oppa! Dan apa yang ia katakan? Berselingkuh? Tidak! Aku percaya pada Siwon Oppa! Walaupun saat ini aku masih belum mau pulang bersamanya, itu semata hanya karena egoku. Karena aku sudah mengatakan bahwa aku baru mau pulang jika ia sudah menemukan bukti-bukti itu. Aku hanya ingin ia bisa membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Di samping itu, aku sangat yakin bahwa Siwon Oppa bisa membuktikannya.

Dengan sekuat tenaga aku menghempaskan tangan Sun Gyu Oppa. Air mata telah mengalir di kedua pipiku.

“Dengarkan Lee Sun Gyu-ssi, kau adalah orang asing. Kau tidak tau apa-apa tentang kami, jadi jangan pernah mengatakan hal yang macam-macam tentang suamiku! Kau tau, ia adalah orang yang paling aku percaya di dunia ini! Bahkan jika seluruh dunia tidak percaya padanya, aku akan tetap  mempercayainya!”

“Lee Sun Gyu-ssi, kau sebaiknya belajar padanya. Ia tahu bagaimana menjadi orang yang dapat dipercaya. Ia tahu bagaimana cara mencintai dengan benar, dan ia tahu bagaimana menjadi orang yang layak untuk dicintai.”

“Dan kau tau, dulu aku sempat menyesal telah berpisah denganmu. Namun sekarang, aku bersyukur karena dengan begitu, aku bisa bertemu dan memilikinya. CHOI SIWON, SUAMIKU YANG SANGAT AKU CINTAI DAN MENCINTAIKU.” Aku sengaja menekankan kalimat terakhir. Ku lihat ia hanya berdiri kaku mendengar kalimatku. Aku yakin, ia shock mendengar kalimatku yang terdengar tajam ini. Aku segera berbalik dan bergegas pergi meninggalkannya.

“Yaa, Nana-ya, tunggu …” Aku berlari mendengar ia masih memanggilku. Namun tiba-tiba aku merasa tubuhku melayang dan… bukk!

Ku dapati diriku telah mendarat di tanah.

“Awwww…” teriakku. Perutku terasa sangat sakit. Hatiku mencelos melihat darah segar mengalir di kedua pahaku.

Oh, tidak! Anakku…!!!

Jebal…! Ku mohon jangan…!!!

“Nanaa-ya! Kau…????” Aku mengangkat kepalaku mendengar suara Sun Gyu Oppa. Aku melihatnya sejenak, ia nampak kaget. Setelah itu, semuanya menghitam dan, gelap.

To Be Continued

 

Please give some responses Chingudeul…!!!

Gomawo 🙂

Advertisements

12 thoughts on “Created For Me Part 8

    1. jeongmal gomawo Chingu… makin semangat ini nulisnya setelah baca komen2nya, mianhae ga dijawab satu2 komennya, di rapel di sini aja yaa… 🙂
      buat lanjutannya, lagi dipersiapkan.
      tolong ditunggu yaa… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s