Created For Me (Part 6)

Created For Me Part 6

created for me siwon nana

  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts            : Lee Sun Gyu, Choi Jiwon, Lee Juyeon, Tuan & Nyonya Choi, Tuan & Nyonya Im, etc.
  • Author            : Shelly Diah Anggraeni
  • Length                        : Chaptered
  • Genre              : Romance, Married life
  • Rating             : 17+
    • Disclaimer      : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

Last Part

            Siwon mengalihkan wajahnya ke arah lain sambil menghela nafas frustasi, kemudian menunduk. Nana menangkupkan kedua tangannya pada wajah Siwon, lalu mengangkatnya, membuat wajah Siwon berhadapan langsung dengan wajahnya.

Oppa, marhaebwa…! Apa yang terjadi? Apa yang harus ku lakukan untukmu?”

_oOo_

“Jika badai itu datang, ku mohon, tetaplah bersamaku… Yang kubutuhkan hanya kepercayaanmu…”

_oOo_

 Part 6

“Ini masalah pekerjaanku…” Siwon kembali menundukkan wajahnya, Ia kemudian meremas rambut dengan kedua tangannya. Nana mencoba menenangkan Siwon dengan mengelus punggung suaminya.

Manager Hyeong meminta ku ke Tokyo…”

“Ke Tokyo? Untuk apa?”

“Charity night, dan mereka mengundangku untuk menghadirinya.”

“Lalu?” Nana mengerutkan alisnya bingung.

“Aku ingin kau menemaniku…” Siwon menatap wajah Nana serius.

Mwo?” Nana membulatkan kedua matanya. Ia terkejut dengan apa yang dikatakan Siwon barusan. Sedangkan Siwon hanya tersenyum lebar.

“Bagaimana? Kau mau kan?”

“Yaaa…. Oppa…!!! Jadi itu yang…? Aiiiissshhh… Kau tidak tau betapa khawatirnya diriku melihat kau seperti itu. Kau ini…!!! Aiisshh….!!! ” Nana memukul-bukul bahu Siwon.

“Yaa… Yaaa… Nana-yaGeumanhae…” Siwon menangkap kedua tangan Nana. Nana menghentikan serangannya pada Siwon lalu mendengus kesal, membuat Siwon terkekeh geli melihatnya.

“Bagaimana? Kau mau ‘kan Chagiya?” Nana tetap saja diam.

“Ayolaah… Apa gunanya aku memiliki istri yang cantik jika tidak mau menemaniku?”

“Kalau aku tidak mau?” Nana menantang Siwon.

“Mmmm … Sepertinya aku memiliki kesempatan yang besar untuk berkenalan dengan gadis-gadis Jepang yang cantik-cantik itu….” Siwon menampakkan senyum iblisnya.

“Yaaa… Oppaaaaa…!!!”

“Hahahhaaaa…”

_oOo_

            Awal Oktober, angin musim gugur bertiup pelan, mengantarkan kesejukan yang menenangkan. Nana membuka jendela mobilnya, memejamkan matanya, merasakan sentuhan angin yang menerpa wajahnya. Rasa lelah dan penat setelah terbang beberapa jam dari Seoul ke hilang begitu saja sejak ia menapakkan kakinya di Tokyo. Siwon yang duduk di sampingnya mengacak gemas rambut istrinya.

“Heii, begitu menarikkah kota Tokyo hingga kau mengacuhkan suamimu, heh?” Nana hanya tersenyum simpul. “Mianhae Oppa, aku hanya terlalu bahagia karena bisa menjejakkan kaki di kota ini…”

Geurae?”

Ne Oppa… aku telah lama ingin ke Jepang dan berlibur di sini. Tapi, Appa tidak pernah mengijinkanku pergi ke tempat yang jauh tanpa dirinya. Sedangkan dia sangat sibuk…”

“Lalu, apa yang ingin kau lakukan di sini?”

“Hmmm… mungkin hanya jalan-jalan. Kita tidak mungkin mengunjungi berbagai tempat wisata disini. Jadwalmu kan …” Nana menggantungkan kalimatnya, Ia tau, Ia salah bicara. Namun terlambat. Siwon telah menyadari maksud Nana. Ya, ia akui, selama ini jadwalnya sangat padat. Ia tidak memiliki kesepatan untuk membawa Nana jalan-jalan, apalagi bulan madu. Ya, bulan madu.

“Ehm.. Ehm.. Oppa, kita akan menginap dimana?” Nana mencoba memecahkan keheningan itu.

“Eoh, di Marriot Hotel, dekat venue acara yang akan kita hadiri…”, jawab Siwon, datar. Nana memerhatikan wajah suaminya. Ia dapat melihat bahwa Siwon sedang berpikir keras, dan nampaknya tidak ingin diganggu. Nana kemudian menelusupkan tangannya ke pinggang Siwon dan merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya.

Oppa, jangan marah. Maafkan aku jika kata-kataku salah. Aku tidak bermaksud menyalahkanmu…. Oppa mianhae…”

Siwon POV

Oppa, jangan marah. Maafkan aku jika kata-kataku salah. Aku tidak bermaksud menyalahkanmu…. Oppa mianhae…” Ucap Nana manja. Aku menghela nafas. Nana sekarang memang sedikit demi sedikit berubah. Ia menjadi lebih manja, lebih perasa.

“Aku tidak marah sayang…” Aku mengusap-ngusap lembut lengannya.

Geurae? Lalu apa yang kau pikirkan? Mengapa kau mendadak diam?” Nana menegadahkan kepalanya, melihat wajah Siwon.

Ani, aku hanya merasa bahwa selama ini kita tidak memiliki cukup waktu bersama…”

“Ehmm… Ku rasa tidak. Bukankah selama ini kita sudah sering bersama? Setiap malam kau pulang, kecuali sedang ke luar negeri…”

“Maksudku bukan itu, chagiya…”

“Lalu?”

“Hmmm… Jalan-jalan bersama, berdua, menghabiskan waktu bersama, yaaa… sesuatu seperti… bulan madu misalnya?”

“Hah? Bulan madu?” Aku hanya tersenyum simpul dan membiarkan pertanyaan Nana menggantung.

_oOo_

            “Oppa, Aku sudah siap…” Siwon berbalik ke arah Nana yang memanggilnya. Ia tertegun melihat penampilan istrinya. Penampilan Nana saat ini, berbeda. Sebuah gaun berwarna hitam lengan panjang. Bagian atas dada terbuka, sedangkan lengannya terbuat dari semacam kain brocade, membungkus pas di badan Nana. Sedangkan bagian bawahnya  lebar namun jatuh. Nana mengikat menguncir rambutnya menyerupai ekor kuda, memperlihatkan leher jenjangnya. Ia merias wajahnya a la urban sexy bad girl, dengan mascara dan eye-liner tebal dan tegas membentuk matanya dan lipstick berwarna deep red. Nana, wanita yang biasanya tampil sederhana dengan make-up minimalis, kini tampil dengan benar-benar berbeda.

“Kenapa, Oppa? Apa ada yang salah? Apa aku berlebihan?” Tanya Nana bingung karena Siwon hanya diam melihatnya.

Eopseo… Kau terlihat berbeda dan sangat cantik…” Nana menunduk malu-malu. Aish, ini memang berlebihan. Ini bukan pertama kalinya Siwon memujinya, bahkan sangat sering. Namun, getaran halus itu selalu terasa. Aish, Choi Siwon, apa yang telah kau lakukan sehingga Nana menjadi seperti ini? Seperti seorang gadis remaja yang pertama kali jatuh cinta?

_oOo_

            Puluhan blitz kamera langsung berkilatan begitu pasangan Siwon-Nana turun dari mobil sedan mewah yang dikendarainya. Nana melingkarkan tangannya di lengan kiri Siwon lalu mulai melangkah di atas karpet merah yang terhampar di depannya. Nana sedikit meremas lengan Siwon, berusaha mengusir rasa gugupnya. Ini pertama kalinya ia mendampingi Siwon di acara formal seperti ini. Siwon mengelus punggung tangan Nana dengan tangan kanannya sebentar dan tersenyum. Nana menghela nafas. Seperti biasa, senyuman dan kehadiran Siwon selalu bisa meyakinkannya. Mereka mulai melangkah. Siwon melangkah dengan mantap, namun tetap menyesuaikan dengan langkah sang istri. Tidak lupa ia tersenyum dan melambaikan tangan kea rah para penonton dan kamera wartawan yang membidiknya. Nana pun mengikuti apa yang Siwon lakukan, kecuali melambai-lambaikan tangan.

Begitu masuk ke ballroom, Siwon dan Nana langsung menuju sebuah meja berbentuk bundar dengan 4 buah kursi di sekelilingnya. Nana duduk di samping Siwon, sedangkan dua kursi lainnya di meja itu di tempati oleh pasangan penyanyi dari China, kira-kira berusia pertengahan 40-an. Mereka terlihat sangat akrab. Siwon memang bisa berbahasa mandarin, sedangkan Nana, Siwon baru mengetahui bahwa Nana juga lancar berbahasa China. Ternyata, pada saat tahun kedua kuliah Nana pernah exchange ke China selama setahun. Siwon berpikir, ternyata masih banyak hal-hal yang tidak ia ketahui dari istrinya.

“Jadi bagaimana Tuan Choi? Apakah kau tidak bercita-cita membawa istrimu berkeliling dunia bersamamu? Jangan terlalu sering meninggalkan istrimu sendirian, nanti dia bisa gila karena merindukanmu… apalagi kalian adalah pengantin baru… Bukan begitu, Sayang?? Hahaa…” Lee Min, sang penyanyi ballad dari China itu mengerling pada sang istri. Siwon hanya tersenyum menanggapi godaan dari teman yang baru dikenalnya itu. Ia melirik Nana yang nampak bersemu merah.

Siwon berpura-pura menghela nafas frustasi. “Ehm, sepertinya tidak seperti itu, Tuan… Sebenarnya aku yang hampir mati karena merindukannya. Sedangkan ia?”

“Tidak… Tidak seperti itu…” Nana reflex menjawabnya.

“benarkah? Lalu seperti apa?” Siwon menantangnya.

“Ehm… sebenarnya aku juga… aku… Oppa, jebal, kau pasti tau maksudku…” ucap Nana manja. Siwon dan pasangan penyanyi China itu tertawa.

Araseo, Chagiya… Aku mengerti…” Siwon mengelus pundak Nana, dan Nana tersenyum lembut. percakapan itupun semakin hangat. Ya, percakapan antara dua pasang suami istri yang saling mencintai. Tapi, tanpa mereka sadari, ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka  berdua. Terutama “sang pasangan pengantin baru”.

_oOo_

            “Annyeong haseyo, Siwon-Ssi…” Siwon reflex menoleh kea rah sumber suara.

“Wuah, Annyeong haseyo, Sun Gyu-Ssi, apa kabar? Lama tidak bertemu…” Siwon menjawab dengan ramah.

“Baik, sangat baik. Walaupun akhir-akhir ini sibuk dengan beberapa proyek baru. Bagaimana denganmu?”

“Ya, sangat baik. Oya, dengan siapa kau ke sini? Sendiri?”

Ne, seperti yang kau lihat. Bagaimana denganmu? Aku melihat kau bersama dengan seorang wanita.”

“Ah, Ne. Dia istriku. Dia sedang ke toilet. Nah, itu dia. Chagiya, kemarilah, aku akan mengenalkanmu pada temanku.”

Nana POV

Aku berjalan mendekati Siwon Oppa yang sedang mengobrol dengan seorang lelaki. Namun, aku tidak dapat melihat wajahnya. Hanya postur tubuhnya, sepertinya aku kenal.

Chagiya, kemarilah, aku akan mengenalkanmu pada temanku.” Siwon Oppa memanggilku dengan senyum yang sumringah.

“Kenalkan Chagiya, Lee Sun Gyu-Ssi, salah satu sponsor dari film terbaruku. Sun Gyu-Ssi, kenalkan, Choi Nana, Istriku.”

Tubuh Nana membeku dan tangannya mendadak sedingin es. Benarkah ia?

Annyeong… Lee Sun Gyu imnida. Senang bertemu Anda, Nana-Ssi.” Lee Sun Gyu mengulurkan tangannya, sedangkan Nana ragu-ragu untuk menjabatnya.

“Ah, Ye. Aku juga…” Lee Sun Gyu kemudian tersenyum, dengan senyuman yang sulit diartikan.

_oOo_

            Sinar mentari pagi baru saja muncul dari timur. Embun di dedaunan yang menguning memantulkan cahayanya, membentuk titik-titik kristal yang berkilauan. Suasana pagi di musim gugur yang khas dan sejuk.

Aroma espresso menyeruak, menarik minat seorang lelaki yang tengah berbaring santai di sofa ruang tengah di rumahnya. Semakin lama aroma itu semakin tercium jelas seiring dengan langkah kaki yang kian mendekat.

Oppa, ini untukmu.” Siwon bangkit dan meraih secangkir espresso yang diberikan istrinya.

Gomawo, Chagiya.”

            Oppa, apa yang akan kau lakukan seharian ini? Kau sedang libur, kan?”

“Emmm… aku hanya ingin berbulan madu denganmu…” Siwon mengeluarkan senyuman mautnya, menggoda Nana.

Mwo? Bulan madu? Oppa, kau pasti mengigau… Palli, ireona…!!!”

“Aku serius Chagiya….” Siwon berubah menatap Nana serius. Nana mengacuhkan Siwon. Ia menyesap teh hijau di cangkirnya.

“Aish, Kau tidak percaya? Baiklah…” Siwon kemudian menghempaskan koran di tangannya ke meja dan meletakkan sebelah tangannya di atas kepala, lalu memejamkan mata. Nana meraih koran pagi yang tadi dihempaskan Siwon. Matanya terbelalak begitu membuka lembar kedua.

OmooOppa, ini apa?” Siwon tidak memedulikan Nana.

Oppa, apa maksudnya? Tolong jelaskan… jebal…” Nana menggoyang-goyang tubuh Siwon, namun Siwon tidak bergeming.

Aish, kau merajuk. Baiklah, aku pergi…” Nana kemudian bangkit. Baru langkah pertama, Siwon menarik tangan Nana hingga tubuh Nana jatuh di pelukannya.

“Omo…!! Oppa, kau mengagetkanku..!!”

“Siapa yang menyuruhmu merajuk, heh?! Seharusnya aku yang merajuk, karena kau tidak percaya padaku…”

“Tapi kan…”

“Tapi apa?” Nana mempoutkan bibirnya. Ia tidak menemukan kata-kata untuk menjawab Siwon. Siwon yang gemas langsung mengecup bibir Nana.

“Yaa, Oppa…” Teriak Nana, karena Siwon telah menyuri ciuman darinya.

Wae? Kau marah lagi? kalau kau marah, aku akan terus menciummu. Karena, kau terlihat sangat menggemaskan jika sedang marah…” Nana hanya mendengus. Ia mencoba melepas pelukan Siwon dan bangkit. Namun, Siwon menahannya.

Oppa, lepaskan akuuu….”

“Biarkan, Chagiya… Aku senang seperti ini…” Nana menuruti Siwon dan tersenyum simpul.

“Jadi, apakah sekarang kau akan menjelaskannya padaku?” Nana mengelus dada Siwon yang tertutupi kaosnya.

“Itu adalah tiket bulan madu ke Kurobe, prefektur Toyama, Jepang. Kita akan berangkat akhir Oktober ini. Bagaimana?” Nana mengerjapkan matanya tak percaya. Kurobe, daerah pegunungan yang memiliki banyak objek wisata yang indah, menakjubkan dan tentu saja, romantis.

“Ah, eoh… Kau serius Oppa? Bagaimana dengan jadwalmu?”

“ Tenag saja, kau tak usah memikirkannya. Aku telah membereskan semuanya.” Nana memeluk erat Siwon.

Gomawo Oppa. Tak usah aku katakan, pasti kau sudah tau bahwa aku sangaaaaat menyukainya…” Siwon tersenyum dan mengecup puncak kepala Nana lembut.

_oOo_

Nana terus melihat jam dinding di ruang tengahnya dengan cemas. 01.17 KST. Ini sudah lewat tengah malam. Siwon belum pulang dan tidak memberikan kabar. Nana sudah mencoba menelfonnya, tapi tidak aktif.

Oppa, dimana kau? Mengapa masih belum pulang? Aish Oppaaa…”

Ketika ia mencoba menelfon Siwon lagi, suara mobil yang sudah dikenalnya masuk. Ia bergegas ke ruang tamu, menyambut suaminya.

Chagiya, kau belum tidur?” Siwon kaget begitu melihat Nana membuka pintu, tepat saat ia akan membuka pintu.

Oppa, apa yang terjadi? Kau dari mana? Mengapa baru pulang? Mengapa tidak memberiku kabar akan pulang terlambat, eoh?” Nana mencecar Siwon dengan beragam pertanyaan. Siwon melihat kilatan amarah, rasa kesal, dan kekhawatiran dari sorot mata Nana.

Mianhae chagiya, tadi para kru film mengadakan perayaan kecil-kecilan, dan ponselku low batt…”

“Setidaknya beri aku kabar Oppa… Kau bisa meminjam ponsel temanmu atau siapa pun… Andai kau tau, aku hampir mati karena mencemaskanmu…” Suara Nana bergetar. Siwon lalu meraih tubuh Nana dan memeluknya.

“Sudahlah Sayang, yang penting aku tidak apa-apa…”

Oppa, kau minum?” Tanya Nana begitu mencium aroma alcohol dari suaminya.

“Sedikit.” Nana mengerutkan dahinya. Ada aroma lain tercium dari tubuh Siwon. Aroma parfum, manis dan lembut, namun sedikit menyengat. Ia yakin ini bukan parfum Siwon, apalagi parfumnya.

“Waeyo, Chagiya?”

“Ah, Ani…”

_oOo_

Siwon membuka botol air mineral dan menenggaknya hingga tersisa seperempatnya. Ya, latihan rutinnya untuk bersama member lain memang menguras banyak tenaga. Bayangkan saja, selama berjam-jam menari dan menyanyi, mengulang-ngulang gerakan sampai benar-benar pas.

“Siwon-ah, Manajer Hyeong mencarimu…” Lee Hyukjae masuk diikuti dengan sang manajer.

“Eoh, waeyo hyeong?” Siwon bangkit dari duduknya dan mendekati manajer.

“ Jelaskan ini…!!!” Ucap sang manajer, datar.

Siwon meraih tabloid yang ditunjukkan manajernya. Matanya terbelalak membaca headline-nya.

Hyeong, aku akan  menghubungimu nanti. Aku harus pergi sekarang…” Siwon bergegas mengambil tasnya dan berlari meninggalkan para member lainnya yang tenga menatapnya tak mengerti.

TBC

Tinggalkan jejak Please…!!! ^_^

Advertisements

12 thoughts on “Created For Me (Part 6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s