Created For Me (Part 4)

created for me siwon nana

 

  • Title                 : Created for Me Part 4
  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts  : Choi Jiwon, Lee Juyeon, Tuan & Nyonya Choi, Tuan & Nyonya Im, etc.
  • Author             : Shelly Diah Anggraeni
  • Length             : Chaptered
  • Genre              : Romance, Married life
  • Rating              : 17+
    • Disclaimer       : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima. Malah butuh…

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

                        Please, give some response^_^

Last part

Oh, God!!! Aku semakin merasa bersalah. Sampai kapan aku akan bersikap seperti padanya? Pada suamiku? Ini sungguh tidak adil baginya. Apakah aku harus menceritakan semua padanya sekarang? Tak tau apa yang menggerakkan tubuhku, tiba-tiba aku memeluknya erat. Ku rasa ia hanya membeku. Beberapa detik kemudian, ia membalas pelukanku, lalu membelai lembut punggungku.

“Oppa, ada yang ingin aku ceritakan padamu…” Ya, aku harus menceritakannya sekarang! Malam ini atau tidak sama sekali…!!!

“Heemmm?? Tentang apa?”

“Tentang… Masa laluku…”

            “ Sungguh menyakitkan jika orang yang kita cintai tidak mencintai kita,

            Namun lebih menyakitkan jika ia tidak tahu perasaan kita yang sebenarnya…”

_0O0_

 Part 4

Siwon POV

Masa lalu? Apakah ini ada kaitannya dengan apa yang dikatakan Juyeon tadi?

“Ceritakan saja, Chagiya…!!! Aku akan mendengarkannya…” kaos ku mulai basah oleh air matanya. Sebenarnya apa yang terjadi sampai ia seperti ini?
Oppa…” Ia terisak dalam dekapanku dan ku rasa ia meremas kaos di bagian punggungku. Lebih dari itu, aku merasa hatiku yang diremas-remas melihat keadaannya ini. Semenjak kami bertemu, ia tidak pernah memperlihatkan wajah sedihnya. Tapi sekarang… ia nampak sangat rapuh…

Ne Chagiya… tenanglah, aku di sini… ceritakanlah pelan-pelan saja, sayang…”

Oppa, Mianhae… Jeongmal mianhae… !!! Seharusnya aku menceritakannya dari awal…” Ia kembali terisak. Aku terus membelai punggungnya, mencoba menenangkannya.

Oppa, seharusnya aku tidak menerima pernikahan ini… Aku tidak ingin menyakitimu. Aku takut, aku takut aku tidak bisa menjadi istri yang baik… aku takut tidak bisa mewujudkan keinginanmu, membangun keluarga yang penuh cinta dan bahagia…”

Oppa… Maafkan aku karena aku tidak tau, apakah aku bisa memberikan cinta untukmu atau tidak… Beberapa tahun yang lalu, Ah,  tiga tahun yang lalu, aku pernah mencintai seorang namja. Saat itu, aku telah memberikan seluruh hatiku padanya… aku… Aku begitu mencintainya…”

Deg.

Hatiku serasa dihantam batu besar mendengarnya. Sakit. Sangat sakit mendengar ia mencintai namja lain…

“Tapi…, orang tuaku tidak merestui cinta kami, karena ia tidak memiliki kehidupan yang jelas. Ia tidak memiliki pendidikan yang baik, dan tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap… Saat itu, aku bersikeras dengan hubungan kami, bahkan aku sudah berencana ikut dengannya, meninggalkan orang tuaku… Malam itu, saat aku akan kabur dari rumah, Eomma dan Appa ternyata sudah menungguku di pintu gerbang. Mereka mengatakan, jika aku ikut dengan namja itu, lebih baik mereka mati…” ia kembali terisak.

“Namun, aku bersikeras dengan keinginanku. Aku pergi meninggalkan Eomma dan Appa. Aku tinggal bersamanya. Saat itu kami hidup bahagia,walaupun aku merasa sangat bersalah pada Eomma dan Appa. Namun, saat itu aku merasa asalkan bersamanya, aku akan bahagia. Kurang lebih seminggu kami tinggal bersama sampai ia…” Nana kembali meremas kaosku dan terisak.

“Ia mencoba menodaiku…” Aku menggeram menahan amarah. Sedangkan Nana semakin terisak didadaku.

“Tetapi… tetapi aku berhasil kabur dan pergi meninggalkannya…”

“Sejak itu aku sadar, aku telah memilih jalan yang salah. Aku telah begitu menyakiti hati Eomma dan Appa, menyakiti hati orang tua yang telah memberikanku kehidupan. Lalu aku memutuskan untuk meninggalkan namja itu. Oppa… Andai kau tau betapa sakitnya…”

“Aku… Aku telah memberikan seluruh hatiku padanya. Aku percaya padanya. Namun apa yang dia lakukan? Dia sudah tau bahwa aku tidak ingin melakukan hal itu sebelum resmi menikah. Tetapi dia…” Tangisan Nana semakin menjadi. Damn!!! Andai saja aku tau siapa lelaki itu, aku bersumpah, aku akan menghajarnya habis-habisan…!!!

“Dalam keadaan seperti itu, Eomma dan Appa tetap mau menerimaku. Aku sadar,  aku harus tetap hidup demi mereka, demi Eomma dan Appa… Walaupun… Walaupun hatiku sudah mati…” Dia terisak keras di dadaku.  Aku mencoba menenangkan dirinya, sekaligus menenangkan diriku, meredam segala emosiku… melihatnya seperti ini sungguh membuatku sakit.

Mianhae Oppa… Jeongmal mianhae… Aku tidak tau, apakah aku bisa… apakah aku bisa mencintaimu atau…” Aku memejamkan mata, membiarkan air mata mengalir di pipiku… Oh, God…!!! Mengapa ini begitu sakit? Lebih dari yang aku bayangkan sebelumnya?

Oppa… jika kau ingin kita berpisah, aku akan menerimanya…”

“Ssssttt… jangan pernah mengatakan itu, ChagiyaJebal… Aku tidak mau kita berpisah… Kita hanya perlu waktu untuk mencobanya…” Kini aku tidak bisa menahan tangisku. Sungguh, aku tidak ingin ia pergi dari sisiku.

“Tapi aku takut Oppa… aku takut kau terluka, aku takut jatuh kembali… aku takut terluka lagi… aku takut suatu saat nanti kau…”

“Tidak akan sayang… Aku tidak akan meninggalkanmu! Aku berjanji, aku akan selalu disisimu, di sampingmu! Tak peduli apapun yang terjadi! Kau harus percaya padaku, pada janji yang telah kita ikrarkan di hadapan Tuhan! Saranghae chagiya… Jeongmal saranghaeyo…!!!”

_oOo_

            Klik.

Suara kamera yang tengah mengambil gambar berhasil mengalihkan aktivitas seorang yeoja yang tengah memasak.

“Eoh, Oppa… Kau sudah bangun?” yeoja itu, Choi Nana menyapa suaminya yang tengah berdiri, bersandar pada dinding dapur.

“Ah, Ne…” sang suami, Choi Siwon menjawab dengan disertai senyuman khasnya.

Oppa, apa yang sedang kau lakukan? Kau memotretku?” Nana bertanya melihat suaminya sedang sibuk dengan ponselnya. Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum.

Siwon melangkah mendekati istrinya lalu memeluknya dari belakang.

“Op…Oppa…” Selalu seperti ini. Nana selalu merasa gugup saat Siwon memeluknya. Sebaliknya, Siwon tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh Nana.

Oppa, aku kesulitan bergerak kalau seperti ini… Bagaimana aku bisa memasak?” Siwon tidak menjawab, ia malah meletakkan dagunya di bahu Nana.

Oppa, jebal… lepaskan aku…” Nana mulai merajuk pada Siwon. Siwon terkekeh mendengarnya.

Araseo…” Ia mengecup pipi Nana sebelum melepaskan pelukannya.

“Duduklah, aku akan menyiapkan sarapan untukmu.” Siwon menuruti perintah isterinya itu. Ia memperhatikan setiap gerak-gerik Nana. Kini, Nana sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya. Sejak malam itu, malam dimana Nana menceritakan seluruh masa lalunya, tepatnya sebulan yang lalu, Nana mulai terbuka dan bersikap hangat pada Siwon. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Mulai dari jalan-jalan, menemani Siwon mengisi acara, atau bahkan hanya dengan berada di ruang yang sama, menjalani aktivitas masing-masing, sekedar menikmati keberadaan mereka.

“Tuan Choi, apa yang sedang kau perhatikan? Kau sedang memperhatikan istrimu yang cantik ini, eoh?” Nana yang sedang meletakkan makanan di depan Siwon sedikit menundukkan wajahnya ke arah Siwon lalu tersenyum jahil, menggoda suaminya itu.

“Apalagi aktivitas yang lebih menyenangkan daripada memperhatikan istri tercintaku yang cantik ini,hmm?” Siwon mendekatkan wajahnya pada Nana, lalu berbisik,

Saranghae”  dan, Chup, Siwon mengecup singkat bibir istrinya. Nana tertegun di tempatnya. Siwon terkekeh melihat ekspresi istrinya. Seakan tersadar, Nana segera membalikkan badan, kembali ke dapur untuk mengambil masakan yang lain, meninggalkan Siwon yang tengah tersenyum puas.

Nana POV

Eonni-ya…. Bogoshipeo…!!! Mengapa kau baru mengunjungiku sekarang?” Aku memeluk Juyeon Eonni yang baru saja tiba di rumahku.

“Yaa… Sepulang dari Singapore seminggu yang lalu, masih banyak yang harus aku kerjakan.”

“Lalu mana oleh-oleh untukku?’

“Untuk apa aku membelikan oleh-oleh untukmu? Bukankah suamimu sangat sering keluar negeri? Mintalah padanya.”

AiiissshhhEonnii… Kau tega sekali padaku” Aku menyubit pelan perutnya. Ia hanya terkekeh.

“Hahahaa… Walaupun sudah menikah, ternyata Kau tetap manja pada Eonnimu ini… Tenang saja Nana-ya, Eonni tidak akan melupakan dongsaeng kesayangan Eonni ini. Ige, ambillah…!!!” Aku mengambil bungkusan yang Juyeon Eonni serahkan padaku.

            “Gomawo, Eonni-ya…!!”

Cheonma. Oya, Mana suamimu?”

“Eoh, kerja, seperti biasa… Oya, Eonni, kau mau minum apa?”

“Ah, terserah kau saja…” Aku meminta salah seorang pelayan untuk membuatkan minuman untuk kami. Lalu aku mengajak Juyeon Eonni ke taman belakang, dan duduk di samping kolam renang.

“Nana-ya, apa saja yang kau lakukan selama ini?”

“Hmmm… hanya menjalani aktivitasku seperti biasa dan menyiapkan keperluan Siwon Oppa…”

Jinja? Bukankah kalian memiliki banyak pegawai? Mengapa kau masih menyiapkan berbagai keperluannya?”

Aiiissshhh… Dia adalah suamiku, Eonni.. aku yang harus mengurus segala kebutuhannya, memperhatikan kondisinya dan memastikan bahwa ia baik-baik saja.”

“Apakah termasuk memasak untuknya?”

yeah, Of course!! ” aku tersenyum menjawab pertanyaan Juyeon Eonni.

“Hmmm… Pantas saja…” Aku mengerutkan dahi melihat Eonni yang mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum menyeringai.

“Nana-ya, apa kau sudah membuka twittermu hari ini?”

“Belum. Waeyo?” Aku semakin bingung, mengapa tiba – tiba membahas twitter?

“Dasar pengantin baru… Lihat saja twittermu… hahahaa…”Aiiiissshhh.. Apa yang terjadi? Ada apa dengan twitterku? Memang sejak upacara pernikahan, aku belum pernah membuka twitterku lagi.

Omoooo…!!! Aku tidak bisa menyembuyikan keterkejutanku melihat timelineku.

@Siwon407 New hobby, just looking at her while she’s preparing our breakfast. I do love you, my beloved wife, @ImNana … ^^

Dan di bawahnya terpampang jelas fotoku yang sedang memasak. Mengenakan kaos lengan panjang longgar berwarna coklat dan hotpants. Sedangkan rambut kugulung ke atas. Ia memotretku dari samping. Aiiiisssshh

“Ehmm…ehmm… Bagaimana Nyonya Choi?” ku rasa pipiku memanas. Aku hanya menunduk. Choi Siwon… Apa yang telah kau lakukan?

“Oya, mengapa kau masih menggunakan nama Im Nana? Bukankah saat ini kau telah bermarga Choi?”

“Aissh, Aku lupa Eonni. Sejak pernikahan aku memang belum membuka twitterku…” Juyeon Eonni menganggukkan kepalanya ringan.

“Nana-ya, aku harus pergi sekarang…”

Aiiisshh.. Mengapa cepat sekali, Eonni… Kau bahkan belum satu jam di sini…”

“Aku masih ada janji, Nana-ya…”

“Hmmm… Araseo…”Juyeon Eonni beranjak dari duduknya. Aku mengantarnya sampai pintu depan.

“Hati-hati Eonni…” Aku melambaikan tangan dan menatap mobil Eonni yang bergerak menjauh sampai menghilang dari pandangan. Aku kemudian menutup pintu lalu menuju ruang tengah. Berbaring pada sofa santai panjang, menyerupai ranjang kecil, yang menghadap kolam renang.

Aku merogoh saku celanaku, mengambil ponsel,lalu membuka twitter, dan membaca tweet Siwon Oppa yang tadi. Entah mengapa, aku merasa ada rasa hangat yang menjalar di dadaku. Aigooo….

Siwon POV

           @Siwon407 @Nana_Choi407’s Aigooo… Dulu aku berpikir Nana Eonni beruntung dinikahi oleh Siwon Oppa, tapi sekarang aku tau, Siwon Oppa, tidak salah memilih Nana Eonni. Ia cantik, cerdas, dan ia juga istri yang baik. Ia bahkan menyiapkan sarapan pagi untuk Siwon Oppa…”

“Wow, mereka pasangan yang serasi. God bless you @Siwon407 @Nana_Choi407’s …!!! ^^”

“@Nana_Choi407’s memang benar-benar cantik. Bahkan saat di rumah, tanpa make up dan hanya berpakain casual seperti itu, kecantikannya tetap terpancar… How lucky you are!!! @Siwon407…!!! ^^”

Aku tersenyum bangga membaca komentar-komentar di twitterku. Komentar mengenai foto Nana yang sedang memasak. Hahaa… aku senang karena para penggemarku mau menerima Nana. Yaa, mungkin ada yang menentang, tapi tidak seberapa dibanding para fans yang mendukungnya. Ditambah lagi, kini mereka mulai tau, bahwa Nana memang wanita yang cocok untukku, dan wanita yang sangat aku cintai. Tapi, mengapa yang mereka mention adalah @Nana_Choi407’s ? Bukankah akun twitter Nana adalah @ImNana? Siapa pemilik akun itu? Aiiiisshh… lebih baik aku mengeceknya.

Aigooo… ternyata Nana telah mengganti username akunnya menjadi @Nana_Choi407’s. Tunggu…!!! Nana menambahkan Choi407’s di belakang namanya. Choi adalah nama margaku, sekaligus marga barunya. Sedangkan 407 adalah tanggal lahirku yang sebenarnya, yaitu 7 April, yang aku bubuhkan pada username akun twitterku. Lalu partikel (‘s) bukankah menyatakan kepemilikan? Emm… Jika digabungkan kira-kira menjadi Nana milik Choi yang lahir pada 7 April, yaitu aku. Atau lebih singkatnya  adalah Nana milik Choi Siwon.

Apa maksudnya? Apakah ia ingin menegaskan bahwa ia… milikku?

_oOo_

            “Aku pulang…!!” Choi Siwon melangkah memasuki rumahnya. Ia mengedarkan pandangannya mencari sang istri, sosok yang selalu ia rindukan. Biasanya, Nana, istrinya selalu menyambutnya ketika ia pulang kerja. Lalu membuatkan secangkir kopi hangat, memijat pundaknya sebentar dan kemudian menyiapkan makanan untuk Siwon, ya jika Siwon masih belum makan. Sampai di ruang tengah, ia melihat televisi masih menyala dan ia menemukan sang istri tertidur di sofa. Segera ia mengangkat tubuh istrinya ke kamar dan membaringkannya di ranjang, kemudian menarik selimut menutupi tubuh Nana. Siwon lalu mengecup pelan kening dan pipi Nana.

Jaljayo, Chagiya…” Ia lalu beranjak berdiri. Langkahnya terhenti saat tangan halus Nana menahan tangannya.

“Kau sudah pulang, Oppa? Mengapa kau tidak membangunkanku?” Nana bertanya dengan suara serak. Siwon kembali duduk di samping istrinya.

“Mana mungkin aku tega membangunkanmu yang tertidur sangat pulas, hemmm?” Siwon tersenyum lembut lalu membelai kepala Nana.

Oppa, Apa kau mau aku masakkan sesuatu?”

“Tidak usah, Chagiya… Aku sudah makan.”

“Emh, kalau begitu, aku akan membuatkan kopi untukmu.” Nana beranjak bangkit, tapi Siwon menahannya.

“Tidak usah. Lebih baik kau sekarang tidur. Kau terlihat sangat lelah.”

“Tapi, Oppa…”

“Sssttt… tidurlah…” Siwon membenarkan letak selimut Nana lalu mengecup keningnya.

Jaljayo…” Nana tersenyum menanggapi perlakuan Siwon padanya. Siwon lalu bangkit dan melangkah menuju kamar mandi, membersihkan dirinya dari segala penat yang menghinggapinya seharian ini.

_oOo_

Selesai mandi, Siwon berbaring di samping istrinya. Ia memperhatikan wajah Nana yang tengah terlelap. Cantik. Sangat cantik. Kecantikan Nana seolah-olah bertambah setiap kali Siwon memandangnya dan itu membuat Siwon semakin jatuh cinta pada Nana. Ataukah sebaliknya? Karena cinta yang begitu besar dalam hatinya membuat Nana terlihat semakin cantik? Ia merasa sangat beruntung bisa menikahi wanita yang ia cintai, yaa, walaupun ia tau Nana masih belum bisa membalas perasaannya. Namun ia tidak pernah lelah meyakinkan istrinya itu tentang perasaannya. Ia selalu menunjukkan pada Nana betapa ia sangat mencintainya, baik ia katakan secara langsung, maupun melalui setiap perilakunya. Memang menyakitkan ketika mengetahui orang yang kita cintai tidak mencintai kita. Namun, bukankah lebih menyakitkan jika ia tidak tahu perasaan kita yang sebenarnya?

Siwon menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. Ia menatap lekat wajah sang istri. Ia merasa dadanya bergemuruh.

“Nana-ya, dapatkah kau rasakan perasaanku yang sesungguhnya? Dapatkah kau melihat cintaku yang begitu besar untukmu?” Siwon meraih tangan Nana, menggenggamnya, lalu mengecupnya.

“Nana-ya, Walaupun selama ini kau selalu bersikap baik padaku, namun aku belum pernah menemukan petunjuk tentang perasaanmu padaku. Why are you so clueless, Honey?”

“Nana-ya, apa sesungguhnya arti diriku di matamu?” Setitik cairan bening mengalir di pipi seorang Choi Siwon.

Ia memperhatikan Nana yang kini tengah bergerak, memiringkan tubuhnya menghadap Siwon, lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu. Siwon membelai rambut halus Nana.

Chagi-ya, Apa kau mendengarku?” Tidak ada respon dari Nana. Sepertinya ia masih tetap terlelap dalam tidurnya.

“Nana-ya, Aku akan menunggumu. Sampai kapanpun Aku akan terus berharap…”

“… Suatu saat nanti, ketika kau terbangun dari tidurmu, aku melihat diriku dalam kedua bola matamu…”

“Dan…” Siwon membelai lembut pipi halus Nana.

“… Mendengar bibirmu yang berbisik bahwa kau mencintaiku, dan hanya aku yang ada di hatimu…”

“Saranghaeyo, Choi Nana… Jeongmal Saranghae…”

Siwon mengecup kening Nana sangat lama dan dalam. Kini ia membiarkan air matanya tumpah, bersama segala rasa yang terpendam di hatinya.

Nana POV

            Tess.

Aku merasakan air mata Siwon Oppa menetes, jatuh di pipi kiriku. Segera aku memiringkan tubuhku ke arahnya, lalu membenamkan wajahku pada dada bidangnya.

Chagi-ya, Apa kau mendengarku?” Ya, aku mendengarmu Oppa, aku mendengar setiap kata-katamu dengan jelas karena sebenarnya aku masih belum terlelap. Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku hanya bisa terdiam. Aku benar-benar tak tau apa yang harus aku lakukan sekarang. Jujur, aku tidak tega melihatmu seperti ini. Tapi, di sisi lain, aku ingin tau, apa yang akan kau katakan? Apa yang kau rasakan sebenarnya?

“Nana-ya, Aku akan menunggumu. Sampai kapanpun aku akan terus berharap…”

“… Suatu saat nanti, ketika kau terbangun dari tidurmu, aku melihat diriku dalam kedua bola matamu…”

“Dan…” Tangannya membelai halus pipiku.

“… Mendengar bibirmu yang berbisik bahwa kau mencintaiku, dan hanya aku yang ada di hatimu…” Air mataku mengalir mendengar semua kalimat yang ia ucapkan.

Mianhae Oppa, jeongmal mianhae…!!! Aku telah membuatmu seperti ini, telah membuatmu menangis karenaku. Aku dapat merasakannya Oppa, aku dapat merasakan setiap cinta yang kau berikan untukku. Bahkan, kau telah berhasil membuatku merasakan perasaan yang berbeda karenamu.

Aku merasakan kehangatan mengalir di dadaku mendengar setiap bisikan cinta yang kau ucapkan. Aku merasakan darahku berdesir dan ribuan kupu-kupu berterbangan di perutku saat merasakan sentuhanmu. Aku merasa jantungku berdetak lebih cepat saat pandangan kita bertemu. Aku merasa tenang dalam pelukmu. Aku merasa nyaman saat berada di sampingmu. Aku merasa waktu berjalan begitu lambat saat kau tak di sampingku. Tapi sekali lagi maaf, aku masih butuh waktu untuk meyakinkan hatiku…

_oOo_

            “Chagi-ya, buku apa yang sedang kau baca?” Nana tidak menjawab pertanyaan suaminya. Ia tetap fokus pada buku yang sedang dipegangnya.

“Choi Nana, mengapa kau mengabaikanku?” Siwon meletakkan kepalanya di pangkuan Nana lalu  merebut buku yang telah menyita perhatian istrinya itu.

Oppa, Apa yang kau lakukan? Kembalikan bukuku…!!!”

“Tidak akan. Ini akibatnya jika kau mengacuhkan suamimu sendiri.” Siwon menjauhkan buku itu dari jangkauan Nana.

“Aissshh Oppa, aku sudah memenuhi permintaanmu untuk menemanimu disini. Sekarang biarkan aku membaca buku itu…” Ya, saat ini Nana dan Siwon tengah berada di ruang baca. Siwon meminta Nana menemaninya.

Oppaa…” Nana mulai merajuk pada Siwon. Siwon menggelengkan kepalanya, mengabaikan permintaan istrinya.

“Biarkan seperti ini, Chagi…” Siwon memiringkan kepalanya ke arah perut Nana, lalu meletakkan tangan Nana di rambutnya. Nana mengerti maksud Siwon. Ia membelai pelan rambut Siwon. Ia tersenyum melihat tingkah manja suaminya itu.

Aigooo… Sudah sebesar ini, kau masih saja bersikap manja. Mana sosok seorang Choi Siwon yang gentle itu, heh?”

“Aaahh… Biarkan saja. Lagipula hanya pada dirimu aku bersikap seperti ini. Jika bukan pada istriku yang cantik ini,pada siapa aku harus bermanja-manja? Kau mau aku bermanja-manja pada wanita lain? Hemm?” Nana mencubit lengan kekar suaminya.

“Auww… Apooo…!!!” Siwon mengelus bekas cubitan istrinya.

“Hei, Apa kau cemburu? Hemm?” Siwon melihat wajah kesal Nana dari bawah.

“Hahahaa… mengakulah saja Choi Nana…!!! Kau cemburu kan jika aku dekat dengan wanita lain? Hemm? Hemm?” Siwon menggerak-gerakkan sebelah alisnya, menggoda sang istri. Nana mendengus kesal. Ia menundukkan wajahnya, melihat wajah Siwon di pangkuannya.

Aiiissshhh… Diamlah Oppa. Kalau kau masih mengoceh, aku akan pergi…” Ya, Nana merasa tidak rela dan kesal membayangkan suaminya bermanja-manja pada wanita lain.

“Hahahaa… Baiklah, aku akan diam. Sekarang ayo lanjutkan…” Siwon kembali meletakkan tangan Nana di rambutnya lalu memeluk pinggang ramping istrinya itu.

Berbaring beralaskan permadani yang tebal dan halus, usapan lembut tangan sang istri di rambutnya serta musik Jazz yang mengalun tenang membuat Siwon hampir terlelap dalam pangkuan Nana. Namun, dering ponsel istrinya berhasil memanggil kesadarannya kembali.

Nana menggapai ponsel di sampingnya, ternyata telfon dari ibunya.

Yeoboseyo!”

“…”

“Eoh, aku hanya sedang menemani Siwon Oppa di rumah, Eomma. Waeyo?”

“…”

“Be… Benarkah Eomma? Bagaimana mungkin?” Siwon bingung melihat istrinya tiba-tiba menangis.

Ne… Ne Eomma… Araseo…” Nana memutuskan sambungan telefonnya. Ia menundukkan kepalanya. Air mata terus mengalir di pipinya.

Chagiya waeyo? Apa yang terjadi?” Nana tidak menjawab pertanyaan Siwon. Ia menghambur dalam pelukan Siwon dan menangis terisak, membuat suaminya semakin bingung.

 

 

To be Continued

Please tinggalkan jejak… for the better part J

 

Advertisements

14 thoughts on “Created For Me (Part 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s