Created For Me (Part 2)

created for me siwon nana

Created for Me

  • Title                 : Created for Me Part 2
  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts  : Choi Jiwon, Lee Juyeon, Tuan & Nyonya Choi, Tuan & Nyonya Im, etc.
  • Author             : Shelly Diah
  • FB                    : http://www.facebook.com/shelly.diah
  • Length             : Chaptered
  • Genre              : Romance, Married life
  • Rating              : 15+
    • Disclaimer       : Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima.

Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal Mianhae

PLEASE DON’T BASH…!!!

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

________

Last Part

Siwon POV

            Tunggu….

            Sepertinya aku mengenali gadis itu…

            Bukankah ia…..

 

            Oh, God….!!!

            Dunia seakan berhenti berputar…!!!

_oOo_

            “ Karena takdir telah menemukan jalannya…”

 _oOo_

 Part 2

Siwon POV

Aku terpaku dan membisu. Gadis itu….. adalah model yang berhasil menarik perhatianku malam itu. Benar, tidak salah lagi. Oh God…!! ! Ini mungkin berlebihan, tetapi senyuman itu dan mata itu… aku masih mengingatnya…

“Eoh?!” Aku tersadar dari lamunanku saat Jiwon menyenggol lenganku dan tersenyum jahil ke arahku. Jangan katakan bahwa dia berhasil menangkap basah diriku yang terpaku melihat gadis itu.

Annyeong Hasimnikka, Choneun Im Nana imnida.”

Im Nana, Hmm… nama yang cantik.

_oOo_

Semilir angin malam menemani seorang namja yang sedang berdiri di balkon kamarnya, seraya memandang ke arah langit. Ia masih tak habis pikir, bagaimana bisa gadis yang ia inginkan, adalah gadis yang dikenalkan orang tuanya. Inginkan? Ya, entah sejak kapan Siwon menginginkan gadis itu…

Oppa…”

Siwon POV

Oppa…”

Aku menoleh ke belakang, ku lihat Jiwon sedang berjalan mendekat. Malam ini aku memang memutuskan menginap di rumah.

Mianhae Oppa, tadi aku sudah mengetuk pintu berkali-kali tetapi tidak ada jawaban. Jadi aku masuk.”

“Eoh. Gwaenchanha.” Aku tersenyum.

“ Ada apa kau malam-malam begini menemuiku?”

“Hmmm… aku masih belum bisa tidur.”

“Benarkah? Sejak kapan adikku yang tukang tidur ini insomnia?” aku membelai puncak kepalanya dengan halus. Dia hanya tersenyum.

“Bagaimana, Oppa?”

“Bagaimana? Apanya?”

Aiiiisshhh…. Jangan berpura-pura tidak tahu seperti itu. Yeoja tadi, Im Nana.”

Deg.

Hatiku berdebar ketika Jiwon menyebutkan nama gadis itu.

“Yaaa, lumayan…” Aku mencoba menjawab dengan santai.

“Hah? Itu saja? Ooh, ayolah Oppa, aku tau kau menyukainya…”

Refleks aku menoleh pada Jiwon yang berdiri di sampingku, menatapnya dengan tatapan “bagaimana kau mengetahuinya?”

“ Hahaha… Walaupun Oppa tetap bersikap cool dan tampak biasa saja, aku bisa merasakan bahwa kau menyukainya. Aku adikmu, Oppa. Sudah lebih dari 20 tahun kita tumbuh dan besar bersama, aku sudah hafal sikapmu. Aku belum pernah melihat matamu begitu bersinar saat melihat seorang yeoja,seperti saat kau melihat Im Nana. Bahkan sejak fashion show malam itu, aku tau kau tertarik padanya.”

Mwo? Jadi saat fashion show malam itu Jiwon mengamatiku?

“Hari itu, aku sengaja menemanimu untuk mengetahui, adakah wanita yang menarik perhatianmu. Sebenarnya, aku hanya ingin mengobrol dan bertanya langsung padamu. Tetapi, nyaliku menciut melihat keadaanmu. Sampai akhirnya kau melihat yeoja itu. Mungkin untuk orang yang tidak memperhatikanmu secara detail tidak akan menyadari perubahan ekspresimu itu. Beruntung, aku menyadarinya. Hahaaa….. Kau sangat pintar memanipulasi ekspresi, Oppa…” aku hanya terdiam dan mendengar penjelasannya. Ternyata adikku ini benar-benar mengenal dan memperhatikanku…

“ Setelah itu, aku memberitahu Eomma mengenai hal ini. Oh, ayolah , bagaimana mungkin aku mengabaikan fenomena langka yang menimpa Oppaku kala itu. Hahahaa…  Lalu Eomma menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu tentang yeoja itu. Ternyata ia memiliki track record yang bagus. Ditambah lagi dia putri keluarga Im, salah satu pegawai Appa. Jadi Eomma dan Appa akan merestui seandainya Oppa menginginkan yeoja itu.”

“ Jadi kau bersekongkol dengan Eomma dan Appa?”

“ Yaaa, bisa dibilang begitu… Tapi Oppa bahagiakan?? Hmmm???” Dia tersenyum menggodaku.

            Oh God, aku berterima kasih pada awan yang saat ini menutupi sinar sang rembulan. Jika tidak, aku yakin saat ini Jiwon sudah tertawa puas melihat wajahku yang memerah…

“Mmmm… Kalau begitu, aku pergi dulu Oppa. Siapkan dirimu untuk besok. Eomma pasti akan menanyakan pendapatmu tentang Im Nana, ani, Nana Eonni… Hahahaa…”

Aiiiisshh… Dia tertawa puas melihatku dari tadi hanya diam saja.

Nana POV

“Bagaimana dia??” Aiiissshhh…. bahkan aku belum duduk, Lee Juyeon, sepupuku sudah menodongku dengan pertanyaan itu.

“Nana-ya, kau sudah berjanji akan bercerita setelah kau mandi… sekarang ayolah… jawab pertanyaanku…”

Yaaa…!!! Im Nana…!!! Jangan mengabaikanku…!!!” Dia berteriak padaku yang sedari tadi diam saja. Aku berbaring di sebelah kiri Juyeon Eonni yang sedang duduk bersila dan memeluk boneka di ranjangku. Sepertinya dia memang sengaja menginap di rumahku malam ini hanya untuk menginterogasiku dengan rangkaian pertanyaan mengenai pertemuan keluargaku dengan keluarga Choi tadi. Hmmmm…. aku menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Juyeon Eonni.

“ Kau tau Choi Siwon?”

“ Choi Siwon? Super Junior?” Aku mengangguk.

“Tentu saja, warga Korea mana yang tidak tau seorang Choi Siwon…!!!” Jawabnya seraya memukul pelan lenganku. Huhh…

“Tunggu, jangan katakan jika…” Juyeon Eonni menggantung kalimatnya. Aku mengangguk, aku sudah tau maksud kalimatnya itu.

Omoooo…. !!! Jadi kau…. dijodohkan dengan Choi Siwon?”

Yaaa…!!! Dikenalkan, bukan dijodohkan…!!!” Aku sedikit mengeraskan suaraku memperbaiki kalimatnya. Ya, orang tuaku memang hanya mengatakan akan memperkenalkanku dengannya.

“Eoh, Araseo. Jadi bagaimana dia?”

“Menurut Eonni?”

Yaa…!!! mengapa kau bertanya padaku?” Aiiiisshhh… mengapa ia sangat gemar berteriak?!

“Aku hanya ingin tau pendapat Eonni. Paling tidak, menurut kabar yang Eonni dengar.”

“Hmmmm…. Dia tampan, baik, taat beragama, ramah, sopan, dan memiliki bentuk tubuh yang…. errr…”

Aiiiissshh, Eonni..!!!” Aku geli melihat wajah eonni yang…. Aiiiissshhh

“Hahahaaaa….. Kalau begitu, menurutmu bagaimana Nana sayang? Bukankah kau telah bertemu langsung dengannya?”

“Entahlah Eonni… Dia memang tampan. Kalau yang lain aku tak tau. Lagipula untuk apa aku mengetahuinya? Toh Eomma dan Appa hanya mengenalkan saja, kan?”

“ Kau yakin? Tidak akan ada sesuatu setelah ini?”

“Sesuatu seperti?” aku bertanya tidak mengerti.

“ Yaaa, seperti perjodohan misalnya…”

AiiiiiissshhhEonni… berhentilah menggodaku…!!!” Dia hanya tertawa puas melihatku bersungut-sungut kesal.

“Sudahlah Eonni, aku mau tidur.” Ku tarik selimut sampai leherku dan mulai memejamkan mata.

“ Nana sayang, jika kau dijodohkan dengannya, apakah kau akan menerimanya, Hemmm?”

_oOo_

Author  POV

            “Aku akan menerima perjodohan itu!” Namja itu menjawab dengan mantap. Ya, tidak perlu waktu banyak untuk memikirkan apakah ia akan menerima perjodohan ini atau tidak. Sejak pertemuan tadi malam, sejak orang tuanya mengenalkan seorang yeoja yang telah menyita perhatiannya sebagai bakal calon istrinya, sejak itu pula ia menyadari bahwa ia memang benar-benar menginginkan gadis itu, Im Nana. Apakah ini terkesan terburu-buru? Oh, tidak bagi hati seorang Choi Siwon, dimana benih rasa sedang bersemai di dalamnya.

_oOo_

Nana POV

            Ternyata benar perkataan Juyeon Eonni kemarin. Ternyata ada perjodohan di balik pertemuan itu. Aiiiissshhh… Eotteokhaeyo? Apakah aku harus menerimanya? Tuan Choi adalah pemilik jaringan Hyundai Departement Store, tempat dimana Appa telah bekerja selama hampir 20 tahun. Sejak masih menjadi pegawai biasa, sampai sekarang telah memiliki posisi penting di perusahaan. Lamaran ini tentu saja merupakan sebuah kehormatan. Tapi, jika aku menerimanya, bagaimana mungkin aku merajut sebuah pernikahan dengan seorang namja yang baru aku kenal? Baiklah, sebelumnya aku memang sudah tau bahwa ia member Super Junior, tapi aku masih belum mengenalnya dengan baik. Aku belum tau karakter aslinya. Lagipula, aku bukan seorang yeoja yang akan menerima begitu saja lamaran dari namja, walaupun ia seorang idola. Aku juga ingin merajut sebuah pernikahan yang didasari cinta. Cinta?

“Bagaimana Nana-ya? Apakah kau menerima perjodohan ini?” Eomma mengulangi pertanyaannya melihatku diam membisu.

“Kami tidak akan memaksa, Chagiya, jika kau tidak…”

“Aku bersedia.”

_oOo_

Author POV

“Nana-ya, apa kau serius dengan keputusanmu ini?” Juyeon menatap Nana lekat. Nana hanya mengangguk menanggapi pertanyaan sepupunya itu. Ia menerawang menatap jalanan ramai di depannya. Saat ini mereka sedang berada di cafe milik orang tua Juyeon.

“Nana-ya, jika kau menjalaninya dengan terpaksa, lebih baik kau menolaknya. Aku akan membantumu mengatakan pada Imo.”

Pandangan Nana beralih pada segelas iced cappucino di depannya. Ia mengusap embun di permukaan gelas itu. Ia menggeleng perlahan. “Tidak usah Eonni.”

Juyeon menarik nafas dan menghembuskannya kasar.

“Nana-ya, mengapa kau menerima perjodohan ini?” Nana menyesap sedikit minumannya.

Eomma dan Appa menatapku dengan penuh harap, Eonni. Walaupun mereka mengatakan bahwa mereka tidak memaksaku, namun raut wajah itu tak bisa berbohong. Andai Eonni tau, betapa bahagianya orang tuaku saat menyampaikan padaku bahwa keluarga Tuan Choi mengundang kami makan malam. Saat mereka mengatakan padaku bahwa Tuan Choi melamarku untuk putra mereka, aku melihat raut kebahagiaan sekaligus kekhawatiran di wajah mereka. Eonni, Appaku sudah bekerja keras hampir 20 tahun di perusahaan itu. Mendapat lamaran dari Choi Sajangnim merupakan sebuah kehormatan. Jika kami menolak lamaran ini sama saja dengan… Aaaahhh…” Nana mengerang frustasi. Ia menghempaskan tubuhnya pada sandaran sofa yang ia duduki.

“Kau yakin kau akan baik-baik saja? Kau yakin kau bisa menjalaninya?”

“Asalkan keluargaku bahagia, ku rasa, aku akan baik-baik saja. Aku hanya perlu bersikap baik padanya, bukan?”

“Apakah kau akan bisa….. mencintainya?” tanya Juyeon hati-hati.

“Hemh…Molla…” Nana menghirup nafas sedalam-dalamnya lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Benar, apakah ia bisa mencintai suaminya nanti? Ani, lebih tepatnya, apakah ia masih bisa mencintai? Juyeon hanya tersenyum getir melihat sepupunya itu…

_oOo_

            Gemerlap bintang yang menghias langit seolah ikut bernyanyi bersama seorang namja yang mendendangkan senandung cinta. Rona kebahagiaan terlihat jelas terpancar menghiasi wajah tampannya.

Drrrttt… Drrrtttt…  Namja yang sedang membenahi hiasan di jasnya itu mengalihkan pandangannya dari cermin, meraih ponsel touchscreennya. Hmm… ternyata sebuah pesan.

From: Jiwon-ah

            Oppa, jangan sampai terlambat,

Berpenampilanlah dengan sempurna.

 

Siwon POV

            Aku tersenyum membaca pesan singkat dari adikku. Dasar, tidak usah ia minta pun aku akan berpenampilan sempurna. Bagaimana mungkin aku mengabaikan penampilanku pada makan malam bersama keluarga calon istriku? Ya, Keluarga Tuan Im telah menerima lamaran kami, dan malam ini mereka mengundang kami makan malam dirumahnya. God, aku sudah tidak sabar untuk menemui Im Nana, calon istriku. Sudah bolehkan aku memanggilnya begitu?

_oOo_

Terlihat sepasang suami istri dan dua orang anaknya berjalan menuju pintu masuk sebuah rumah yang cukup besar. Sang anak perempuan memencet bel masuk. Tak lama kemudian pintu terbuka dan terlihat seorang gadis mengenakan dress berwarna baby pink selutut muncul dari balik pintu dan tersenyum ramah.

Eoseo osipsiyo! Silakan masuk Tuan dan Nyonya!” Gadis itu mempersilakan sang tamu masuk.

Aigoooo, kau cantik sekali!!!” Nyonya Choi langsung memuji gadis itu, yang tidak lain adalah Im Nana, calon menantunya.

Kamsahamnida!” Im Nana tersenyum menanggapi pujian Nyonya Choi.

Omooo, Saat kau tersenyum, kau terlihat semakin cantik. Pantas saja Siwon begitu terpesona padamu.” Hah?! Gadis itu terperangah dan refleks melirik sekilas pada Siwon yang sedang berdiri di belakang Nyonya Choi. Namja itu tertegun. Gadis itu kembali tersenyum.

“Oya, mana orang tuamu? Kami membawa sedikit oleh-oleh untuk kalian.” Nyonya Choi kembali melanjutkan kalimatnya.

“Mereka ada di dalam. Mari Nyonya dan Tuan, silakan masuk!” Im Nana kembali mempersilakan tamunya masuk. Tuan Choi dan istrinya berjalan melewati Im Nana yang masih berdiri di samping pintu.

“Kau tidak mempersilakan kami masuk?” terdengar nada protes seorang yeoja.

“Hah?! Eoh?!” Im Nana terlihat kaget dan bingung.

“Bukankah tadi kau hanya menyuruh Tuan dan Nyonya Choi? Lalu kami?” lanjut yeoja itu, Choi Jiwon, diiringi senyuman menggodanya.

“Eoh, Mianhamnida. Maksudku kalian juga. Mari…!!!” Im Nana mempersilakan Siwon dan Jiwon dengan senyuman yang tak pernah lepas dibibirnya.

_oOo_

Nana POV

“ Saat ini apa saja kesibukanmu, Nana-ya?” Nyonya Choi bertanya sambil memotong-motong makanan di piringnya.

“ Hanya sesekali mengisi beberapa beauty class di beberapa lembaga dan membantu Eomma mengelola toko kue, Nyonya.”

“Ah, jangan memanggilku Nyonya, panggil saja aku Eomma, Oya, Kau juga boleh memanggil suamiku Appa, seperti Siwon. Tidak lama lagi kau akan menikah dengan Siwon kan?” Aku tertegun mendengar kalimat Nyonya Choi.

“Baik Nyonya, Emh, maksudku Eomma…” Aku masih sedikit risih.

“Oya eonni, bagaimana dengan karir modelling eonni?” Mwo? Apalagi ini? Sekarang anak perempuannya yang memanggilku dengan sebutan… eonni?

“Eoh, sebenarnya aku bukan model. Aku hanya lulus dari sekolah kecantikan. Hanya beberapa kali aku menjadi model, ketika kuliah dan beberapa hari yang lalu, saat teman kuliahku memintaku memeragakan busana rancangannya.”

“ Wah, padahal jika Eonni mau menjadi model profesional, aku yakin Eonni akan sukses. Benarkan Oppa?” Gadis itu, yang kuketahui bernama Jiwon bertanya pada Oppanya.

“Eoh, iya.” Namja itu menjawab dan tersenyum hangat padaku.

Tuhan, mengapa mereka menerimaku dengan begitu hangat? Padahal ini baru kali kedua aku bertemu mereka? Dan namja itu, ani, dia calon suamiku sekarang, apakah ia menerima perjodohan ini dengan ikhlas? Tidak terpaksa sepertiku?

_oOo_

SM Town.

Nama gedung itu terpampang jelas di depan mobil yang mereka kendarai, menandakan mereka sudah sampai pada tujuannya. Mereka? Ya, Choi Siwon dan Im Nana. Besok sore mereka akan mengadakan konferensi pers mengenai pernikahan SJ Siwon dengan Im Nana yang akan diselenggarakan sebulan lagi. Saat makan malam di kediaman keluarga Im, mereka memutuskan akan melaksanakan pernikahan itu sebulan lagi, tanpa pesta pertunangan, dan terbuka untuk pers. Mereka tidak ingin menutup-nutupi berita bahagia ini.

Siwon POV

Aku beranjak membukakan pintu mobil untuk Nana. “Kamsahamnida.” ucapnya. Ia selalu berbicara dengan bahasa formal padaku. Padahal aku selalu mencoba mengakrabkan diri dengannya, berkomunikasi dengan santai. Ya, mungkin dia masih canggung, mengingat ini adalah pertama kalinya kami hanya berdua. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

Kajja…!” Aku mengajaknya masuk. Baru beberapa langkah, aku berhenti dan melihat Nana masih berdiri mematung. Aku berbalik menghampirinya. Berdiri tepat di depannya. Hmm… ternyata tinggi kami tidak begitu jauh. Dengan menggunakan heels setinggi kurang lebih 5 cm, puncak kepalanya tepat berada di mataku.

Waeyo?” Aku bertanya padanya dengan halus.

“Ah, Ani…” Aku tau dia sedikit ragu. Hal itu tampak jelas dari raut wajahnya. Aku meraih tangan kanannya, lalu menggenggamnya. Ku rasakan tubuhnya tersentak kaget. Aku hanya tersenyum simpul lalu melangkah memasuki gedung itu. Dia kemudian mengikuti langkahku dengan wajah yang sedikit tertunduk. Aiiiisshhh… tingkahnya ini membuatku gemas.

“Nana-ya…”

Nde?” Nana menoleh padaku yang berada di sisi kanannya.

“Sampai kapan kau akan berbicara formal padaku dan memanggilku Siwon-Ssi?”

Eoh?” ia menatapku dengan tatapan tidak mengerti.

Diiinggg… Pintu lift terbuka. Kami melangkah memasuki lift kosong itu.

“Kau adalah calon istriku, tidak lama lagi kita akan menikah. Bisakah kau berhenti berbicara formal dan memanggilku… Oppa?” aku  menatapnya, menanti jawaban.

“Kau keberatan?” Aku kembali bertanya melihatnya hanya diam membisu.

“Ah, Aniyo, baiklah Siwon-ssi, ah, Oppa..” Dia menoleh dan tersenyum canggung padaku.

OpOppa, bolehkah aku menanyakan sesuatu?”

“Tentu saja, Nana-ya…”

“Apakah kau menerima pernikahan ini dengan….. ikhlas?” Hah? Untuk apa ia bertanya seperti itu? Apakah aku terlihat terpaksa?

“Tentu saja, Nana-ya…” Aku tersenyum hangat dan membelai tangannya yang berada dalam genggamanku.

Waeyo?” Aku balik bertanya padanya.

Ia menoleh padaku dan sedikit tersenyum.

“Ah, Ani…” Diiiinnggg… Pintu lift terbuka. Kami pun beranjak keluar.

Nana POV

Annyeong Haseyo…. Im Nana imnida.” Aku mengenalkan diri pada beberapa member Super Junior di ruangan itu.

AigoooNeomu yeppo…” Aku mendengar beberapa pujian dari mereka.

“Siwon-ah, jika aku bertemu dengannya terlebih dahulu, aku tidak akan melepaskannya untukmu… Hahahaa…” Hyukjae-ssi tertawa menggodaku. Aku melirik pada Siwon Oppa yang selalu berada di sampingku. Dia hanya tersenyum menanggapi candaan temannya itu.

Cklekk…

Kami menoleh pada pintu yang terbuka, lalu menampakkan 3 orang namja yang sedikit lebih tua dari Siwon Oppa masuk. Ternyata salah satu di antara mereka adalah manajer Super Junior. Tak berapa lama, para member SJ pamit pergi, meninggalkan kami berlima.

“Baiklah, ayo kita mulai….” Gwajangnim mulai memberikan instruksi untuk konferensi pers besok. Aku menyimaknya dengan baik. Sampai…

“Bagaimana Nana-ssi?” aku tertegun merasa tangan kiri Siwon merangkul dan membelai lengan kiriku yang terbuka.

“Nana-ssi?”

“Ah, eoh, Ye.” Aku menjawab dengan tergagap.

 

Siwon POV

Aku merasakan tubuhnya membeku ketika aku merangkul dan membelai lengan kirinya yang terbuka. Begitu pun yang terjadi tadi. Ia terlihat sangat terkejut ketika aku menggenggam tangannya. Apakah begitu besar efek skinship yang aku lakukan padanya? Apa karena kami baru mengenal? Oh, Ayolah… Bukannya aku bersikap kurang ajar. Tetapi aku memang tidak ragu untuk melakukan skinship jika aku merasa nyaman dengan seseorang. Lagipula aku hanya bermaksud untuk membuatnya merasa nyaman.

_oOo_

            “Nana-ya, setelah ini kau mau kemana? Apa kau mau langsung kau antar pulang?” Siwon melirik Nana sekilas lalu kembali fokus pada jalanan di depannya.

“Terserah Oppa saja…”

“Bagaimana kalau kita ke cafe dulu? Mouse & Rabbit, kau taukan? Cafe Yesung hyeong? Aku ingin bertemu dengannya. Kebetulan saat ini dia sedang di cafe.”

“Eoh, baiklah…”.

_oOo_

            Nana sedikit ragu melihat banyaknya pengunjung di cafe itu. Mayoritas remaja. Nana yakin sebagian besar mereka adalah ELF. Ia merasa risih. Ia tidak ingin menarik perhatian karena datang bersama Siwon.

Gwaenchana, mereka tidak akan macam-macam.” Nana terperangah mendapati Siwon meraih tangannya, mengelusnya perlahan dan tersenyum menenangkan. Ada sedikit perasaan berbeda dalam hati Nana. Bagaimana Siwon bisa mengerti keadaannya sekarang? Dan senyuman itu…

Nana melangkahkan kakinya dengan Siwon di sampingnya. Tangan Siwon refleks berada di punggung Nana saat mereka melangkah di tangga teras. Beberapa pengunjung terlihat sedikit kaget melihat kehadiran Siwon dan Nana. Ya, Siwon memang sangat jarang terlihat tampil di publik dengan seorang wanita. Di tambah lagi Siwon yang terlihat nyaman dan gesturenya yang terlihat melindungi Nana. Nana sedikit risih menyadari para pengunjung tengah memperhatikannya. Hal ini mebuat Nana gugup.

Omo…!!!” Nana terpekik kaget. Siwon dengan sigap menangkap tubuh Nana yang tiba-tiba jatuh.

“Ada apa?” Tanya Siwon khawatir. Nana hanya menggeleng. Ia mencoba berdiri.

“Auwh…” Nana meringis kesakitan, merasa pergelangan kakinya yang ngilu.

Gwaenchana?”

“Kakiku terkilir…” Nana menjawab dengan suara lirih.

“Aku rasa, aku masih bisa berjalan…” Nana mencoba berdiri lagi. Siwon memegang kedua bahu Nana, membantunya berdiri.

“Auuww…” Nana merintih kesakitan dan kembali jatuh. Beruntung Siwon masih menahannya.

Melihat keadaan Nana ini, tanpa ragu Siwon segera mengalungkan lengan Nana di lehernya, lalu meletakkan tangannya di punggung dan bawah lutut Nana, membopongnya. Nana terkesiap kaget dengan apa yang Siwon lakukan. Wajahnya refleks menatap wajah Siwon.

Op…Oppa… Kau ti… tidak usah…” dengan sudah payah Nana mencoba mengeluarkan suara. Namun Siwon tidak menghiraukannya. Ia bergegas membawa Nana masuk ke cafe itu, melewati orang-orang yang tengah memandangnya kaget dan takjub.

Aigoo… Siwon-ah, apa yang terjadi?” Eomma Yesung bergegas mendekati Siwon yang tengah membopong Nana.

“Kakinya terkilir…”

Omoo, bawa saja ia ke smoking room. Di sana sedang kosong. Aku akan mengambilkan obat gosok.” Tanpa disuruh dua kali Siwon bergegas menuju tempat yang Eomma Yesung tunjukkan. Ia lalu mendudukkan Nana pada sofa, lalu berjongkok di depan Nana. Nana menahan tangan Siwon yang tengah membuka sepatunya.

Oppa, aku bisa sendiri…” Siwon tetap tidak menghiraukan Nana, ia tetap melanjutkan aktivitasnya.

“Siwon-ah, ini obat gosok, barangkali bisa sedikit mengurangi rasa sakitnya…”

Siwon beranjak menambil obat yang Eomma Yesung berikan.

Gomawo, Eomoni…”

Cheonma, aku akan mengambilkan minum untuk kalian…” Eomma yesung melangkah meninggalkan mereka.

Siwon duduk di samping Nana lalu mengangkat kedua kaki Nana ke pangkuannya. Entah sudah ke berapa kalinya Nana terperangah kaget atas perlakuan Siwon. Siwon tak henti memberikan electric shock pada jantung Nana atas perlakuannya yang tiba-tiba.

Oppa…”

“Ssstt… Sebelah mana yang sakit?” Siwon memotong kalimat Nana, ia mengalihkan pandangannya pada Nana. Nana melihat raut kecemasan di wajah Siwon.

“Yang… yang kiri…” gumam Nana lirih. Siwon kemudian menggosokkan obat itu pada pergelangan kaki kiri Nana dan mengurutnya perlahan.

“Auwh…” Nana sedikit meringis dan refleks memegang tangan Siwon ketika Siwon sedikit mengurutnya dengan sedikit keras.

“Sakit?” Siwon mengalihkan pandangannya sejenak pada Nana. Nana hanya tersenyum meringis. Siwon malah membalasnya dengan senyuman lembut.

“Tahan sebentar ya, semoga setelah ini kakimu akan membaik…” Siwon kembali melanjutkan aktivitasnya.

Pandangan Nana tak pernah lepas dari Siwon yang tengah mengurut kakinya. Entah sejak kapan Nana suka memandangi wajah itu dan entah sejak kapan pula senyum laki-laki itu mampu membuat hatinya tenang.

_oOo_

Puluhan blitz kamera berkilatan, menyorot dan mengambil gambar Siwon dan Nana berjalan memasuki ruang konferensi pers. Tampaknya, berita pernikahan Super Junior Siwon menjadi perbincangan terpanas saat ini. Bagaimana tidak? Seorang bintang Hallyu terkenal akan menikah dalam hitungan hari lagi.

Pertanyaan demi pertanyaan bisa mereka jawab dengan baik. Yaa, meskipun ada rasa canggung dan grogi. Apalagi Nana. Ini pertama kalinya ia disorot dan diwawancarai oleh media. Beruntung, Siwon selalu bisa membantunya menjawab pertanyaan dengan baik.

“Baiklah, ini adalah pertanyaan terakhir. Silakan sampaikan pertanyaan Anda…!” wartawan yang dimaksud MC tersebut langsung mendekatkan dirinya ke mikrofon dan mulai menyampaikan pertanyaannya.

“Im Nana-ssi, Kami dengar ayah Anda adalah salah satu pegawai penting di perusahaan keluarga Choi. Apakah Anda dijodohkan dan dipaksa menerimanya? Apakah pernikahan ini ada kaitannya dengan kepentingan bisnis?”

Deg.

Im Nana membeku di kursinya. Pertanyaan wartawan itu benar-benar mengena. Ia melirik sekilas pada namja yang duduk di samping kanannya. Terlihat namja itu menegang.

“Benar…”

 

 

To Be Continued

*Gwajangnim: manajer

Advertisements

11 thoughts on “Created For Me (Part 2)

  1. OMG Siwon!
    perlakuannya benar” buat senyum-senyum sendiri pas baca. Jadi gregetan sendiri. Penasaran mereka benar-benar mau mengungkapkan jika pernikahan atas dasar dijodohkan?
    penasaran..lanjut ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s