Created For Me (Part 1)

created for me siwon nana

 

 

  • Main Casts      : Choi Siwon, Im Nana
  • Support Casts  : Choi Jiwon, Lee Juyeon, Tuan & Nyonya Choi, Tuan & Nyonya Im, etc.
  • Author             : Choi Nawon
  • Length             : Chaptered
  • Genre              : Romance, Married life
  • Rating              : 15+
    • Disclaimer       : This is my first FF and this is the first part. Di part ini masih dominan  Siwon POV. Kalau ada hal-hal yang mungkin ga sesuai dengan kenyataan, anggap saja sesuai… hehee… ^_^ kalau ada kritik dan saran, silakan, dengan senang hati saya terima.
    • Siwon and other casts adalah milik yang punya. Maaf pada Siwon and family, ELF, Siwonest, kalau saya buat ceritanya seperti ini. Mianhae, Jeongmal MianhaePlease Don’t BASH…!!!
    • Don’t copas without any permission…!!!

And the last, Happy reading, Hope you like it ^_^v

________

 

“Tidak ada yang kebetulan,

Pasti ada takdir yang menyertai setiap pertemuan ”

Mentari telah sedikit meninggi, menampakkan dirinya di ufuk timur. Cahayanya berhasil menyeruak masuk melalui celah-celah tirai yang menutup dinding kaca sebuah kamar tidur mewah, yang dihuni seorang namja. Choi Siwon, sang pemilik kamar. Choi Siwon, nama yang dikenal seantero Korea, bahkan telah mendunia bersama grupnya, Super Junior. Namja yang sangat kaya, taat beragama, menghormati wanita, sayang keluarga, dan tentu saja, tampan. Perfect.

Namja itu menguap dan menggeliat pelan di ranjangnya. Tangan kanannya refleks melindungi wajahnya dari terpaan sinar mentari yang menyentuh wajahnya. Lalu ia bangkit dan meraih ponsel di nakas samping kanan ranjangnya. “Emh, jam 7…” Gumamnya. Namja itu bangkit, melepas pakaiannya dan melempar ke keranjang cucian dengan gaya seakan-akan sedang shooting bola basket. Yeah, As usual… Lalu, ia menuju kamar mandi. Tak lama kemudian, gemericik air pun terdengar.

Siwon POV

Aku menyalakan kran shower setelah menggosok gigi. Aahhh… Ku nikmati rasa segar air yang mengguyur tubuh, yang mampu mengusir rasa kantuk ini. Aku  tidak perlu terburu-buru. Toh, hari ini jadwalku dimulai siang nanti nanti. Ya, aku, hanya akan menghadiri acara Fashion Show yang digelar oleh seorang designer terkenal Korea.

“Jjaa …” gumamku setelah selesai mandi. Aku pun mematikan kran shower dan meraih handuk di sebelah kanan. Mengeringkan tubuhku, lalu melilitkannya di pinggang. Aku pun beranjak keluar.

Drrrttt… Drrrrrttt… Aku melihat ponselku bergetar.

Yeoboseyo!!!” aku menjawab panggilan yang ternyata dari Eommaku.

“Siwon-ah , apa kau sudah bangun?”

“Tentu saja Eomma. Kalau tidak, bagaimana mungkin aku menjawab telfonmu, hmmm??” Ucapku seraya tersenyum.

“Hmmm…Ya,ya…!!” Aku yakin, pasti sekarang Eomma sedang terenyum mendengar jawabanku, Yeah, seperti biasa.

“Oya, Lalu ada apa Eomma menelfonku pagi-pagi begini?”

“Eoh, Siwon-ah, Apa siang ini kau bisa menemui kami? Ada hal penting yang ingin Eomma dan Appa bicarakan denganmu.”

“Mianhae Eomma, tapi jam 11 aku ada jadwal…”

“Baiklah, kalau begitu pagi ini, Bisakah? Kami tunggu kau dirumah.”

“Memangnya apa yang akan dibicarakan? Apa tidak bisa melalui telfon?”

“Kami ingin berbicara secara langsung, Siwon-ah… Nanti kau pun akan tau.”

“Hmmm… Baiklah.”

Aku mendesah pelan. Jujur, aku penasaran apa yang akan mereka bicarakan denganku. Karena sangat jarang Eomma dan Appa mengajakku berbicara serius begini jika tidak menyangkut hal-hal yang urgent, seperti masalah perusahaan, Hyundai. Namun, menurut kabar terakhir yang aku dapat, Hyundai baik-baik saja. Lalu ada apa???

Aku segera bersiap-siap. Setelah selesai, aku meraih kunci mobil di meja dan bergegas meninggalkan apartemenku ini. Oya, saat ini aku tidak tinggal di dorm Super Junior lagi, tapi menempati apartemenku di daerah Apgeujong.

30 minutes later…

“Selamat pagi Eomma… !!!” Aku menyapa Eomma yang sedang menyusun makanan di meja makan. Eomma menoleh dan tersenyum. Aku pun mendekat lalu mencium pipinya.

“Selamat pagi sayang… !!!” jawab Eomma.

Appa dimana?”

“Masih di kamar. Kau sudah sarapan?”

“Belum.”

“Eoh, ayo kita sarapan bersama.” Ucap Eomma seraya tersenyum. Aku ikut tersenyum melihat senyuman Eomma. Senyuman yang hangat dan meneduhkan. “Oppaaaa….!!!” Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Choi Jiwon, adikku. Ia berjalan ke mendekatiku. Ani, ke arah meja makan bersama Appa. Aku pun tersenyum.

“Selamat pagi Appa, dan selamat pagi adikku yang cantik ini…” Aku mengacak gemas rambut di puncak kepala adikku yang saat ini sudah duduk di sebelah kiriku. Ku lirik Appa sekilas, ia tersenyum. Eomma mulai meletakkan makanan di piring kami masing-masing. Kami berdoa, lalu mulai makan.

“Jadi, apa yang ingin Appa dan Eomma bicarakan denganku?” tanyaku, to the point.  Hening, hanya denting alat makan yang sesekali terdengar.

“Ehm..” aku mendengar Appa berdeham pelan.

“Kami ingin kau segera menikah, Siwon-ah.”

Deg.

Jawaban Appa yang singkat mampu membuatku tertegun. Jadi ini hal penting itu? Mereka memintaku datang pagi-pagi hanya untuk membicarakan….. pernikahan?? God…!!!

“Usiamu sudah matang untuk menikah. Lagipula, bukankah agensimu mengijinkanmu untuk menikah? Lalu apa lagi yang kau tunggu?” Ya, ku akui bahwa dalam kontrakku dengan SM Ent tidak tercantum larangan menikah. Tapi bukan itu masalahnya. Dengan siapa aku akan menikah? Sampai saat ini aku belum menemukan wanita yang mampu menyentuh hatiku.

“Tapi, Appa, aku …..”

“Kami tidak menerima penolakan. Paling lambat, akhir tahun ini kau sudah menikah. Jika tidak, Kau harus berhenti dari dunia entertainment.”

Mwo…!!! Lelucon apa lagi ini??? Saat ini saja sudah pertengahan tahun. Berarti aku diberi waktu kurang lebih 6 bulan?? Bagaimana bisa aku  mencari dan menikahi wanita dalam waktu sesingkat itu? Bukankah mencari pasangan tidak semudah membalikkan telapak tangan? Apalagi untuk dijadikan istri, yang akan dengannya kita akan menghabiskan sisa umur kita…

Eomma, Tapi aku….”

“Apa yang kau pikirkan Siwon-ah? Mengenai calon istrimu?” Bagus, bahkan Eomma yang aku harapkan akan mendengarkan dan membelaku, bahkan tidak mengizinkanku berbicara.

“Jika kau sudah memiliki kekasih, kenalkan pada kami. Kami akan menerimanya dengan senang hati. Bukankah sudah lama kami mengingatkanmu tentang ini. Jadi, Eomma rasa kau sudah memiliki wanita yang akan kau kenalkan kepada kami. Benarkan Siwon-ah?”

Benar, keluargaku sudah sering menyinggung masalah ini. Tetapi sayangnya, aku tidak pernah menganggapnya serius dan tentu aku tidak menyibukkan diriku dengan mencari-cari wanita. Yeah, selain jadwalku yang sangat padat, aku yakin, jodoh pasti bertemu. Toh, tulang rusuk tidak akan tertukar, bukan??

“Tetapi, jika kau masih sendiri, jangan kuatir…” perhatianku kembali tertuju pada Eomma yang menggantung kalimatnya.

“Kami akan mencarikannya untukmu.”

Mwo?” reflex  aku mengangkat kepalaku, menatap Eomma yang sedang tersenyum.

Entah mengapa, kali ini aku merasa senyuman Eomma seolah menertawakanku yang melongo seperti orang bodoh. Apalagi ini? Mencarikan untukku? Artinya, aku akan dijodohkan? Oh, God….!!!

Aarrrghh… Pagi ini merupakan pagi yang tidak mungkin aku lupakan. Aku tidak menemukan kata-kata untuk menjelaskan keadaanku sekarang. Diam. Ya, kini aku hanya terdiam.

“Oya, jadwal  Oppa hari ini apa?” Suara Jiwon yang santai berhasil memecahkan keheningan yang sempat menyelimuti kami.

“Ha? Eoh, undangan Fashion show siang nanti.”

“Bolehkah aku ikut, menemanimu?” aku terkejut mendengar adikku ini ingin menemaniku. Tidak biasanya.

“Eoh, Memangnya kau tidak ada acara? Ada apa kau tiba-tiba mau menemaniku?” tanyaku, penasaran.

“Tidak ada. Aku hanya bosan di rumah.” Huh, aku masih belum percaya. Dulu, saat aku memaksanya untuk menemaniku sebuah acara live, dia mati-matian menolak. Sekarang, dengan mudahnya dia ingin menemaniku. Haah.. Tapi aku sedang malas mencari tahu. Ya, apalagi kalau bukan karena shock therapy dari orang tuaku yang sukses merusak moodku. Tak apalah ia ikut. Paling tidak, aku memiliki teman mengobrol nanti.

“Baiklah.” Aku pun menjawab singkat.

Author POV

Cerahnya hari itu tidak mampu membuat suasana hati seorang Choi Siwon membaik. Permintaan orang tuanya sukses membuat Siwon pusing.

Oppa, gwaenchanayo?” tanya Ji Won melihat kakaknya sesekali memukul setir, seakan-akan meluapkan emosinya.

“Apa maksud Eomma dan Appa? Mengapa mereka tiba-tiba memintaku, ani, memaksaku menikah?” Siwon tak menjawab pertanyaan adiknya. Dia benar-benar bingung dan tak habis pikir, mengapa orang tuanya mendadak memaksanya menikah?

Jiwon menundukkan kepalanya dan terdiam. Seolah-olah ia sedang memikirkan sesuatu.

Mollayo… Mungkin mereka ingin segera melihat penerus keluarga Choi.” Jawab Jiwon akhirnya.

“Arghh…!!!” Erang Siwon seraya memukul kemudinya.

Jiwon hanya terdiam dan menatap kosong jalanan didepannya.

________

Saat ini mereka sudah berada di acara fashion show seorang Designer terkenal di  Korea. Siwon mengikuti Jiwon yang rupanya telah memilih kursi yang memiliki view yang bagus, sehingga model-model yang berjalan di catwalk dapat terlihat jelas. Kali ini sang designer akan memamerkan koleksi busana pesta.

Oppa, modelnya cantik-cantik ya?”

Mwo?” refleks, Siwon menoleh pada Jiwon yang duduk di sampingnya dan menatapnya heran. Jiwon menanyakan model-modelnya? Bukan gaun-gaun yang dipamerkan?

“Eoh.” Jawab Siwon, malas. Rupanya Siwon dari tadi tidak tertarik dengan peragaan busana ini. Tatapannya kembali ke panggung dan…..

Siwon POV

Aku menoleh  heran pada Jiwon yang tiba-tiba menanyakan pendapatku mengenai model-model yang berlenggak-lenggok di catwalk. Haaaahhh… Jangan katakan dia ingin meledekku yang sedang galau karena permintaan Appa dan Eomma.

“Eoh.” Aku menjawabnya malas. Lalu aku kembali mengarahkan penglihatanku ke catwalk dan…

God…!!! Dia sangat… Menawan…!!!

Ya, mataku menangkap sesosok gadis yang berjalan dengan anggun di catwalk. Rambutnya berwarna caramel bergelombang, tergerai indah, bergerak dan berkibar, seiring gerakannya yang perlahan mendekat.

Ya, Dia mendekat.

Dan tap, berhenti tepat di depanku. Tubuhku membeku.

Ia mengedarkan pandangan dan tersenyum ke arah penonton.

Deg.

Sesaat mata tanpa sengaja kami bertemu. Aku terpaku. Oh God…!!! Matanya begitu indah dan tatapannya…..menghangatkan.  Ditambah senyumnya yang sangat menawan Aaaaarghh… Mengapa aku merasa…. hatiku berdesir????

Belum puas aku menatapnya, Ia telah mengalihkan pandangan, bergerak berbalik. Aku menatap punggungnya yang mulai menjauh dan akhirnya menghilang.

Oppa, kembali ke tempatmu, aku tidak bisa melihat dengan jelas.”

“Hah? Eoh?! Ok, Mianhae…!!!” Kalimat Jiwon berhasil menyadarkanku dan kembali ke posisiku semula. Mwo? Kembali ke posisi semula? Aigooo, tanpa sadar aku menyondongkan tubuhku ke depan. Hmm… sepertinya karena mengikuti arah perginya gadis itu. Aiiiishh….!!!

“Hmm… Busana yang barusan, bagus kan Oppa?!”

Busana yang mana? Apa yang dia maksud yang dipakai gadis itu? Aigooo, aku bahkan tidak memperhatikan apa yang dia pakai…

“Hah? Eoh? Iya.” Jawabku akhirnya.

__________

Siwon POV

Seminggu sudah berlalu sejak hari itu, hari dimana orang tuaku memberikan “kejutan yang indah” dan pada hari itu pula aku melihat seorang gadis yang berhasil membuat… hatiku berdesir. Entah mengapa, sampai sekarang pun aku masih terbayang-bayang senyum dan matanya yang indah itu. Ku akui, dia memang masuk dalam kriteria gadis idealku, memiliki mata yang indah dan rambut bergelombang. Memang sudah banyak ku temui wanita dengan penampilan fisik seperti itu. Namun, kali ini berbeda. Entahlah… Aku benar-benar penasaran dengannya. Haruskah aku mencarinya? Tapi bagaimana? Bahkan namanya pun aku tak tahu.

            Tok tok tokk…

Oppa…. Kau sudah siap? Eomma memintamu turun. Sarapannya sudah siap.”

Ku dengar suara Jiwon memanggilku. Ya, saat ini aku sedang di rumah orang tuaku. Mereka memintaku menginap semalam. Katanya ada yang ingin dibicarakan. Entahlah, kejutan apalagi yang akan mereka berikan padaku. Yeaah, semoga jantungku masih kuat menerima kejutan-kejutan ini. Tidak lucu kan jika ada berita Super Junior Siwon mendadak serangan jantung karena “kejutan” dari orang tuanya?!

Author POV

Siwon melangkah gontai menuju ruang makan keluarganya. Ternyata seluruh anggota keluarga sudah menunggunya. Siwon menarik kursi di sebelah kanan Jiwon lalu duduk.

“Selamat Pagi…!!!” Ucap Siwon datar.

“Selamat Pagi, sayang..!!” Eommanya menjawab seperti biasa, sedangkan Appanya hanya tersenyum.

“Bagaimana tidurmu? Pulas?” Ibu Siwon bertanya dengan nada yang hangat.

Yeaah, seperti biasa…” Siwon tersenyum simpul dan mulai menyantap sarapannya.

“Siwon-ah, bagaimana mengenai pembicaraan kita minggu lalu? Kapan kau akan mengenalkan kekasihmu pada kami?”

Siwon POV

“Siwon-ah, bagaimana mengenai pembicaraan kita minggu lalu? Kapan kau akan mengenalkan kekasihmu pada kami?”

Aiishh…. Sudah ku duga mereka akan membahas ini lagi.

“Belum ada, Eomma.” Jawabku, santai.

Mwo? Bagaimana mungkin? Siwon-ah, kau ini pria yang mendekati sempurna. Tampan, kaya, cerdas, baik hati, taat, lalu apalagi?” Eomma berbicara panjang lebar.

“Masalahnya Eomma, dia tidak laku!!! Hahahaa…!!!” Mwo? Apa dia bilang? Aiiiissshhh….!!! Aku melirik garang ke arah Jiwon. Beraninya dia mengatakanku tidak laku!!!

Baiklah, kalau begitu kami akan mengenalkanmu pada putri rekan Appa.”

Huk.. Huk… Aku tersedak mendengar kalimat terakhir Eomma. Jiwon bergegas memberikan air minum kepadaku.

“Dia sangat cantik, berpendidikan, sopan. Yeah, intinya, dia calon menantu idaman dan menurut Eomma, dia cocok untukmu.” Yeah, calon menantu idaman Eomma, tetapi belum tentu cocok denganku bukan?

“Bagaimana Siwon-ah? Besok malam kami akan mengenalkannya padamu. Bukannya besok malam jadwalmu kosong?”

Mwoya? Tapi Eomma, apakah harus secepat ini?”

“Kalau bisa, mengapa tidak?”

“Tapi Eomma, aku…”

“Choi Siwon, ikuti perkataan Eommamu!!!” Appa memotong kalimatku. Yaa, ini adalah titah, dan aku tidak kuasa menolak.

­­­_________

            Sebuah mobil Audi TT Coupe hitam melaju menembus jalanan malam kota Seoul yang ramai. Sang pengemudi yang tidak lain adalah Choi Siwon melirik arlojinya sekilas. 19.45 PM KST. Masih ada waktu 15 menit lagi sebelum makan malam itu dimulai. Makan malam yang dirancang orang tuanya untuk mengenalkan seorang gadis padanya. Seorang gadis, yang bisa jadi, akan menjadi istrinya nanti.

Siwon menghentikan mobilnya di parkiran sebuah restoran mewah dan melangkah memasuki restoran itu. Ia langsung menuju salah satu ruang makan private yang telah dipesan orang tuanya. Ternyata kedua orang tua dan adiknya, Jiwon sudah di dalam. Mereka sudah duduk manis di sisi sebelah kanan meja makan berbentuk persegi panjang di ruangan itu. Sedangkan kursi di sisi kiri, yang lebih dekat pintu, masih kosong. “Mungkin untuk tamu.” Pikir Siwon. Ia pun bergegas menempati kursi kosong antara Ibunya dan Jiwon, yang nampaknya memang disediakan untuknya. Siwon memperhatikan keluarganya yang terlihat sangat antusias, tidak seperti dirinya. Ia menjadi penasaran, siapa gadis yang akan dikenalkan padanya sampai membuat kedua orang tuanya, bahkan sang adik, Jiwon, yang biasanya ada di pihaknya, menjadi sangat bersemangat seperti ini.

Sekilas, Siwon melihat arlojinya. Sudah pukul 08.00 PM KST. Ya, mungkin beberapa menit lagi mereka akan datang.

            Tokk tokk tokk…

Terdengar pintu diketuk, seorang pelayan masuk dan memberitahu bahwa tamu yang ditunggu keluarga Choi sudah datang. Ayah Siwon mengangguk, sebagai isyarat untuk mempersilakan mereka masuk. Pelayan itu pun mempersilakan tamu tersebut, yaitu sepasang suami istri yang sedikit lebih muda dari orang tua Siwon masuk. Keluarga Choi berdiri menyambut tamu itu.

Annyeong hasimnikka!!!” Dua keluarga itu pun saling memberi salam. Orang tua Siwon mempersilakan tamunya duduk di depan mereka.

Mianhamnida, putri kami, akan segera datang. Ia masih dalam perjalanan. Ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.” Wanita paruh baya itu menjelaskan mengapa putrinya belum datang.

“Ah, gwenchanhseumnida. Tidak masalah menunggu beberapa menit lagi. Benarkan Siwon-ah?” Eomma Siwon menoleh pada Siwon

“Eoh, Iya, tidak apa-apa.” Siwon tersenyum simpul.

Annyeong hasimnikka!!! Maaf Saya terlambat, karena masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan.”

Semua mata tertuju pada seorang gadis cantik yang berdiri di depan pintu. Mengenakan dress panjang tanpa lengan berwarna merah. Dress panjang tersebut berbahan sejenis chiffon, terlihat lembut dan jatuh sampai menyentuh mata kakinya yang dibalut stiletto berwarna gold. Bagian dada atas sampai leher sedikit transparan, sedangkan di bagian pinggang dihiasi ikat pinggang kecil berwarna gold dengan gesper berbentuk kupu-kupu. Sungguh, dress itu terlihat sangat pas membungkus tubuhnya yang tinggi dan ramping. Rambut panjangnya yang lurus dikuncir menyerupai ekor kuda, memperlihatkan lehernya yang putih dan jenjang. Dan warna dress itu sangat cocok dengan kulitnya yang seputih susu. Dan wajahnya, jangan ditanya lagi. Meski hanya sapuan make up minimalis,  aura kecantikannya tetap terpancar. Perfect.

“Eoh, gwaenchana… Ayo duduk!!!” Ibu Siwon bangkit dan menyapa gadis itu dengan hangat. Gadis itu tersenyum dan segera menempati kursi kosong di samping orang tuanya yang tepat di depan Siwon. Ia merasa sedikit risih menyadari Siwon yang terlihat memperhatikannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Siwon POV

Tak berapa lama aku tiba di restoran, ternyata keluarga itu datang. Namun, mereka hanya berdua. Dimana putrinya?

Mianhamnida, putri kami, akan segera datang. Ia masih dalam perjalanan. Ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.” Oh, jadi ia wanita karier??

“Ah, gwenchanhseumnida. Tidak masalah kan menunggu beberapa menit lagi. Benarkan Siwon-ah?”

“Eoh, Iya, tidak apa-apa.” Aku menjawab pertanyaan Eomma dengan tersenyum simpul. Yaa, walaupun aku kurang berminat dengan acara ini, aku harus tetap menjaga imageku, bukan?

Annyeong hasimnikka!!! Maaf Saya terlambat, karena masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan.” Baru selesai aku menyelesaikan kalimatku, aku mendengar suara halus seorang gadis. Refleks aku menoleh ke arah pintu masuk, dimana suara itu berasal.

Ku lihat seorang gadis mengenakan dress berwarna merah sedang berdiri sambil tersenyum.

Tunggu….

Sepertinya aku mengenali gadis itu…

Bukankah ia…..

            Oh, God….!!!

Dunia seakan berhenti berputar…!!!

To Be Continued…

Advertisements

28 thoughts on “Created For Me (Part 1)

  1. Annyeong. Aku reader baru. Salam kenal choi nawon
    aku suka neh sm ff ny. Enak buat d ikuti
    ijin baca yg lain yah ^^

  2. Huaa apa siwon jatuh cinta pada pandangan pertama? Dan sepertinya yeoja yg akan di jodohkan dengan siwon itu yeoja yg sama di fashion show waktu itu?

    Haha jodoh emang ga kemana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s