(Un) Broken Vows Part 7

psx_20160522_023936.jpg

(Un) Broken Vows Part 7

!!! Peringatan!!!

  • Ada adegan kekerasan, Konten khusus dewasa-

 

“Ada apa, Siwon?” tanya Nana lagi saat mereka tiba di mobil. Siwon menggeleng. Lelaki itu hanya menginstruksikan sopirnya mengemudi dengan cepat, sehingga mereka bisa segera tiba di rumah orang tua Siwon.

Nana tiba-tiba diam. Ia menatap Siwon nanar. “Apakah Shian?”

Ya. Shian memang sedang bersama ibu dan adik Siwon. Mereka menitipkan Shian di sana untuk menghadiri pesta undangan Bae Moon.

“Siwon, apa yang terjadi kepada Shian?” tanya Nana, mulai panik.

“Ssssstt…” jawab Siwon, selembut mungkin seraya meraih Nana ke dalam pelukannya.

Tak ayal, Nana pun menangis panik dengan jawaban tanpa kata dari Siwon.

_oOo_

 

Begitu mobil mereka berhenti, Siwon dan Nana bergegas keluar dan berlari masuk ke dalam rumah. Tanpa babibu, mereka langsung menuju kamar Nyonya Choi. Di sana, sudah ada adiknya, Nyonya Choi, dan Doc. Nana langsung histeris melihat Shian kejang. Nyonya Choi mengelap busa yang keluar dari mulut Shian sambil menangis.

“Shiaan! Kau kenapa Sayang?!” teriak Nana panik seraya menangis. Ia ingin memeluk dan membangunkan Shian, tapi Siwon menahannya, karena Doc sedang melakukan tindakan medis kepada Shian. Akhirnya, mau tidak mau Nana hanya bisa berdoa dan menangis dalam pelukan Siwon.

Tiba-tiba, Jeongsuk masuk dan mendekati Siwon.

“Sudah kami tangkap. Ada di ruang interogasi sekarang.” Bisik Jeongsuk pada Siwon. Siwon mengangguk. Jeongsuk pun pergi.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Nana.

Continue reading (Un) Broken Vows Part 7

(Un)Broken Vows Part 6

(Un) Broken Vows (Part 6)

“Saya panggilkan Tuan?”
Nana menggeleng. “Tunggu sebentar saja,” jawabnya, lirih.
Bibi Jung menggeleng. “Tolong tunggu sebentar Nyonya, saya panggilkan Tuan,” ujar Bibi Jung, lalu pergi sebelum Nana sempat protes.
Selang tak berapa lama kemudian, Nana mendengar langkah kaki Siwon yang tergesa. Tidak, tapi berlari.
Begitu berada di depan Nana, Siwon membungkuk. Ia menangkup wajah Nana dengan tangan kanannya. “Nana, kau kenapa?” tanyanya, cemas.
Nana menggeleng. Ia sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.
Siwon langsung meletakkan tangannya di bawah lutut dan punggung Nana, lalu mengangkat tubuh istrinya itu.
Nana menyandarkan kepalanya di dada Siwon. Ia dapat merasakan langkah tergesa Siwon. Namun, beberapa detik kemudian, semuanya berubah gelap. Hitam.
oOo

Siwon bergegas membawa Nana ke kamarnya, —kamar Siwon—, lalu membaringkan Nana dengan hati-hati di ranjang.
“Apa yang terjadi?” tanya Siwon pada Bibi Jung.
“Saya tidak tahu, Tuan. Nyonya tiba-tiba ambruk,”
Siwon berdecak. Ia memeriksa suhu tubuh Nana dan denyut nadi Nana yang ternyata melemah. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon Doc, kepala dokter kelompok mafia mereka.
“Doc, datang ke tempatku sekarang! Istriku tiba-tiba pingsan. Aku ingin kau segera memeriksanya!”
“Geurae!”
Setelah itu, Siwon beralih kepada Bibi Jung.
“Shian sudah bangun?”
“Sepertinya belum, Tuan.”
“Geurae. Selama Nana sakit, aku mau Mina fokus untuk merawat Shian. Jika ada sesuatu, katakan padaku.”
Bibi Jung mengangguk. “Algesseumnida,”
Siwon mengangguk, mengisyaratkan Bibi Jung untuk meninggalkan mereka.
oOo

Continue reading (Un)Broken Vows Part 6